cover
Contact Name
Heriyadi
Contact Email
psikoborneo@fisip.unmul.ac.id
Phone
+625414121765
Journal Mail Official
psikoborneo@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat Fisipol Lantai 3, Jln. Tanah Grogot, Kampus Gn. Kelua Universitas Mulawarman - Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24772666     EISSN : 24772674     DOI : 10.3872/psikoborneo
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi is a peer-reviewed journal which is published by Mulawarman University, East Kalimantan publishes biannually in March, June, September and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi published regularly quarterly in March, June, September, and December. The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, particularly Psychology Studies, Faculty of Social and Political Sciences at Mulawarman University, which can be applied in society. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi contains a variety of activities carried out both internally by the Social Sciences Mulawarman University or from externally in handling and overcoming various problems that occur in society by applying science and technology which can then be beneficial to improve the welfare of the society.
Articles 933 Documents
Study of the Relationship between Work life balance and Job Satisfaction in Coffee Shop Employees Putridena, Adinda Salma; Prastika, Netty Dyan
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.10485

Abstract

Along with the development of the coffee shop business in the city of Samarinda, the job of being a coffee shop employee is also increasingly in demand among students. Students who study while working are certainly required to be able to carry out their duties and responsibilities and be able to balance their time well (work-life balance). Employees who can perform their duties, functions and time are assets that must be managed properly by the coffee shop business to make an optimal contribution. One of the main concerns in the coffee shop business is creating and maintaining employee job satisfaction. This study aims to determine the relationship between work-life balance and job satisfaction in coffee shop employees with student status in the city of Samarinda. This study used quantitaive approach. The sample in this study was 157 coffee shop employees with student status in the city of Samarinda and the sampling technique used was purposive sampling. The data collection method in this study used the work-life balance scale with a reliability value of 0.818 and a job satisfaction scale with a reliability value of 881. The results of this study used the Pearson product moment correlation which showed a correlation of 0.677 at a significant level of p < 0.05. This means that there is a significant positive correlation between work-life balance and job satisfaction for coffee shop employees with student status in the city of Samarinda.Seiring berkembangnya bisnis coffee shop di kota Samarinda, pekerjaan menjadi pegawai coffee shoppun semakin banyak diminati di kalangan mahasiswa. Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja tentunya dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta mampu menyeimbangkan waktu dengan baik. Pegawai yang mampu mengoperasikan tugas, fungsi dan waktunya merupakan aset yang harus dikelola dengan baik oleh bisnis coffee shop tersebut agar dapat memberikan kontribusi yang optimal. Salah satu yang harus menjadi perhatian utama dalam bisnis coffee shop adalah menciptakan dan memelihara kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan kepuasan kerja pada pegawai coffee shop berstatus mahasiswa di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 157 pegawai coffee shop berstatus mahasiswa di kota Samarinda dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah skala work-lifebalance dengan nilai reliabilitas 0.818 dan skala kepuasan kerja dengan nilai reliabitas 881. Kedua skala tersebut disusun dengan modelikert, kemudian dianalisis menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi sebesar 0.677 pada taraf signifikan p < 0.05. Artinya ada korelasi positif yang signifikan antara work-life balance dengan kepuasan kerja pada pegawai coffee shop berstatus mahasiswa di kota Samarinda.
Depictions of Religiosity in Married Nias Women Gulo, Oktaviani; Siahaan, Ervina Marimbun Rosmaida
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11838

Abstract

Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife in forming a family based on Belief in the One Supreme God. Religious values are one of the foundational strongholds in building a household that can be applied in running a household. The purpose of this research is to know the description of religiosity in Nias women who are married. In this study the data were obtained using qualitative methods. Data collection methods used are interviews, observation and documentation. The subjects in this study were 2 Nias women who were married with a marriage span of 5-10 years. The results of this study indicate that married Nias women have different levels of religiosity as a role in marriage. With the role of religiosity which is interpreted in actions and daily activities to help the subject survive the events experienced in undergoing marriage.Pernikahan merupakan suatu ikatan lahir batin antara pria dan wanita sebagai suami istri dalam membentuk keluarga berdasarkan Ketuhanan Yang Mahas Esa. Nilai agama salah satu benteng fondasi dalam membangun rumah tangga yang dapat diterapkan dalam menjalankan rumah tangga. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui gambaran religiusitas pada wanita suku Nias yang sudah menikah. Pada penelitian ini data diperoleh dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan data yang dilakukan yaitu wawancara, observasi. Pengambilan subjek dalam penelitian ini sebanyak 2 orang wanita suku nias yang menikah dengan rentang pernikahan 5-10 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya wanita suku Nias yang sudah menikah memiliki religiusitas sebagai peran dalam menjalani pernikahan dengan tingkat yang berbeda-beda. Dengan adanya peran religiusitas yang dimaknai dalam perbuatan dan aktivitas sehari-hari membantu subjek dalam bertahan terhadap peristiwa yang dialami dalam menjalani pernikahan.
Effectiveness Of Forward Chaining in Enhancing Sanitary Pad Usage for Adolescents With Intellectual Disabilities Wulandari, Stefany Widya Ayu; Suparmi, Suparmi; Sumijati, Sri
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11384

Abstract

This research aims to test the effectiveness of the forward chaining method in improving the ability to use sanitary pads independently for adolescents with moderate-level Intellectual Disabilities (ID). The study utilized an experimental interrupted time series design and observed three female adolescents aged 10-15 years with ID who faced limitations in using sanitary pads. The behavior modification program focused on forward chaining as the teaching technique. Data were collected through purposive sampling and analyzed using quantitative and qualitative methods. The results showed that the forward chaining method was effective in enhancing the adolescents' ability to use sanitary pads independently. The Independent t-Test indicated a significant difference in the mean scores before (M=2.17, SD 0.35) and after the intervention (M=3.33, SD 0.31), t(22)=2.51, p=0.02 (<0.05), d=1.17. This experiment confirmed the successful enhancement of proper sanitary pad application for adolescents diagnosed with ID. Teaching self-care skills, like using sanitary pads, is crucial for maintaining genital hygiene during menstruation for individuals with ID at the moderate level, even though it may require substantial time and effort.Remaja perempuan dengan gangguan Intellectual Disabilities (ID) pada level sedang mampu dilatih untuk menguasai keterampilan bina diri, termasuk kemampuan memakai pembalut sendiri, meskipun memerlukan waktu yang lama. Keterampilan ini sangat penting diajarkan agar mereka dapat menjaga kebersihan organ genital secara mandiri, terutama selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode forward chaining dalam meningkatkan kemampuan memakai pembalut secara mandiri pada remaja dengan gangguan Intellectual Disabilities (ID). Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan interrupted time series design. Subjek penelitian terdiri dari tiga remaja perempuan berusia 10-15 tahun dengan gangguan ID level moderate (sedang) yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan pembalut sendiri. Pengambilan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode forward chaining terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan memakai pembalut secara mandiri pada remaja dengan diagnosa ID. Uji Independent t-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan rerata kemampuan memakai pembalut antara sebelum (M=2,17, SD 0,35) dan setelah penerapan forward chaining (M=3,33, SD 0,31), t(22)=2,51, p=0,02 (<0,05), d=1,17. Partisipan berhasil menguasai seluruh rangkaian perilaku memakai pembalut sendiri dengan benar (9 chain of behaviors) secara mandiri dari yang sebelumnya belum dapat menguasai rangkaian perilaku secara mandiri. Dengan demikian, eksperimen ini membuktikan bahwa teknik forward chaining dapat meningkatkan keterampilan memakai pembalut dengan benar pada remaja dengan diagnosa ID. 
Learning Motivation in Students in Online Lectures Reviewed from Social Support Helda Azmy Astuty; Miranti Rasyid; Aulia Suhesty
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Volume 11, Issue 2, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.9251

Abstract

In the online classroom, students were often faced with different learning challenges than before, so this requires a higher learning motivation compared to studying in the class. One of the biggest challenges faced by students during the online learning period is limited interaction, so they only rely on the internet network to complete assignments. Because of limited interaction, students find it difficult to carry out discussions and learning that is less understandable, so this causes them to be less motivated in learning. This study aims to determine the relationship between social support and learning motivation in students in online lectures. This research method used a quantitative approach. The subjects in this study were 100 students of the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University class 2018, 2019, 2020, 2021 who were selected using simple random sampling technique. The data collection method used is the scale of social support and learning motivation. The data analysis technique used is the Product Moment correlation statistical test. The results showed that there was a significant relationship between social support and learning motivation in students in online lectures with a calculated r value of 0.720 > r table 0.197 and a sig value of 0.000 (p < 0.05) which indicates that there is a relationship. That is, the higher the social support, the higher the learning motivation, on the contrary, the lower the social support, the lower the learning motivation for students in online lectures.Dalam mengikuti perkuliahan daring, mahasiswa seringkali dihadapkan pada tantangan belajar yang berbeda dari sebelumnya, sehingga hal ini memerlukan adanya motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan perkuliahan luring. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh mahasiswa di masa pembelajaran daring adalah interaksi yang terbatas, sehingga hanya mengandalkan jaringan internet dalam menyelesaikan tugas-tugas. Dengan interaksi yang terbatas, mahasiswa sulit melakukan diskusi dan pembelajaran yang kurang bisa dipahami, sehingga hal ini menyebabkan mereka kurang termotivasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap motivasi belajar pada mahasiswa dalam perkuliahan daring. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman angkatan 2018, 2019, 2020, 2021 yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala dukungan sosial dan motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar pada mahasiswa dalam perkuliahan daring dengan nilai r hitung 0.720 > r tabel 0.197 dan nilai sig 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi motivasi belajar, sebaliknya jika semakin rendah dukungan sosial, maka semakin rendah motivasi belajar motivasi belajar pada mahasiswa dalam perkuliahan daring.
Final Year Student Dynamics in the Perspective of Social Support and Academic Reciprocity Prihatin, Julia Tri Rejeki; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11757

Abstract

This study aims to determine the correlation between social support and academic resilience in final year students working on their undergraduate thesis. This research method uses a quantitative approach. The subjects in this study were 100 final year students working on their undergraduate thesis at the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University using a purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of academic resilience and social support. The data analysis technique used is the Pearson Product Moment statistical correlation test. The result showed that there was a significant correlation between social support and academic resilience in final level students working on undergraduate thesis with a value of r count 0.508 > r table 0.197 and a sig value of 0.000 (p < 0.05) which indicates that there is a positive correlation. The higher social support, the higher academic resilience, otherwise the lower the social support, the lower the academic resilience in final level students working on undergraduate thesis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini 100 mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala resiliensi akademik dan dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi dengan nilai r hitung 0.508 > r tabel 0.197 dan nilai sig 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan dengan arah positif. Artinya semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi resiliensi akademik, dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial, maka semakin rendah resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. 
Analysis of the Navy's Work Stress Factors in terms of Perception of the Physical Work Environment Setyawan, Joko; Paryontri, Ramon Ananda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.10776

Abstract

TNI members in this decade experienced an increase in stress. The stress experienced by Navy members is likely to be directly proportional to the conditions of their work environment which requires them to be firm, hard, and full of pressure that causes stress to Navy members which causes Navy members to be easily provoked by their emotions. This is due to the perception that Navy members are selected humans who can overcome any condition but in fact when faced with a poor physical environment, it will affect the performance of Navy members so that there is an expectation of individual survival of the work environment that is not directly proportional to the reality where Navy members are people who are easily exposed to stress if the physical work environment is negativeThe purpose of this study was to determine the relationship between the perception of the physical work environment and work stress in members of the Navy in the Juanda area, Surabaya. The study population was 60 people with purposive sampling techniques. The criteria used are members of the Navy who are married and work in the Surabaya area. The data collection method uses a scale of perception of the physical work environment and a scale of work stress. Data analysis using Pearson's Product Moment analysis technique. The results of data analysis on the sample subjects found that the correlation test of the variable perception of the physical work environment with work stress was =-0.569 where the results stated < 0.05 where the results stated < from 0.05 so that it shows that there is a negative correlation between the perception of the physical work environment and work stress in Navy members, so that the higher the perception of the work environment, the lower the work stress, also vice versa when Navy members have a low perception of the work environment, it will have an impact on high work stress.Anggota TNI dalam dekade ini mengalami peningkatan dalam stres. Stres yang dialami anggota TNI AL tersebut memiliki kemungkinan berbanding lurus dengan keadaan lingkungan kerja mereka yang mengharuskan untuk tegas, keras, dan penuh dengan tekanan sehingga menimbulkan stres pada anggota TNI AL yang menyebabkan anggota TNI AL tersebut mudah sekali untuk terpancing emosinya. Hal tersebut disebabkan oleh persepsi mengenai anggota TNI AL adalah manusia pilihan yang bisa mengatasi kondisi apapun tapi kenyataannya ketika dihadapkan dengan lingkungan fisik yang kurang baik, maka akan mempengaruhi kinerja anggota TNI AL sehingga terjadi harapan akan keberlangsungan hidup individu terhadap lingkungan kerja yang tidak berbanding lurus dengan realita dimana anggota TNI AL adalah orang yang mudah untuk terpapar stres jika lingkungan kerja fisiknya negatif. Populasi penelitian berjumlah 60 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Kriteria yang digunakan adalah anggota TNI AL yang sudah menikah dan bekerja di wilayah Surabaya. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi lingkungan kerja fisik dan skala stres kerja. Analisis data menggunakan teknik analisis Product Moment Pearson. Hasil analisis data pada subjek sampel diketahui bahwa uji korelasi variabel persepsi lingkungan kerja fisik dengan stres kerja sebesar =-0,569 dimana hasil yang dikemukakan < dari 0,05 sehingga hal itu menunjukkan bahwa adanya korelasi yang sifatnya negatif antara persepsi lingkungan kerja fisik dengan stres kerja pada anggota TNI AL, sehingga semakin tinggi persepsi lingkungan kerja maka semakin rendah stres kerja, juga sebaliknya ketika anggota TNI AL memiliki persepsi lingkungan kerja yang rendah maka akan berdampak pada stres kerja yang tinggi.
Body Image and Body Dysmorphic Disorder Tendency of Women Social Media Users Islamiyah, Nurul; Murdiana, Sitti; Ismail, Ismalandari
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11969

Abstract

Body image is a psychological factor that causes body dysmorphic disorder tendencies. Where, individuals feel satisfied or dissatisfied with the shape of the body so that they try to achieve the desired body. The purpose of the study was to determine the relationship between body image and the tendency of body dysmorphic disorder in female social media users. The survey of this study was 202 subjects. The study used quantitative methods using Spearman rho correlation data analysis techniques with a coefficient of -0.469 with p=0.00 (p<0.05). The results show that there is a very significant negative relationship between body image and the tendency of body dysmorphic disorder in female social media users. This means that the lower the body image, the higher the tendency of body dysmorphic disorder and vice versa, the higher the body image, the lower the tendency of body dysmorphic disorder in social media users. So, a female social media user may feel satisfied with herself. However, she can also unconsciously develop an obsession to be better, cover up flaws and continue to change her appearance.Body image merupakan faktor psikologi penyebab terjadinya kecenderungan body dysmorphic disorder. Dimana, individu merasa puas ataupun kurang puas dengan bentuk tubuh sehingga mengusahakan tercapaianya tubuh yang di inginkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada perempuan pengguna media sosial. Survei penelitian ini adalah 202 subjek. Penelitian menggunakan metode kuantitatif menggunakan teknik analisis data korelasi Spearman rho dengan hasil koefisien sebesar -0,469 dengan p=0,00 (p<0,05). Hasil menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada perempuan pengguna media sosial. Hal ini berarti bahwa semakin rendah body image, semakin tinggi kecenderungan body dysmorphic disorder begitupun sebaliknya, semakin tinggi body image, semakin rendah kecenderungan body dysmorphic disorder pada pengguna media sosial. Jadi, perempuan pengguna media sosial bisa saja merasakan kepuasan terhadap dirinya. Tetapi, dia juga bisa tidak sadar mengembangkan obsesi untuk menjadi lebih baik, menutupi kekurangan dan terus mengubah penampilan dirinya.
Teen Anger Management and Education: Anger Management for Adolescent Perpetrators of Violence in Special Child Development Institutions Class II Jakarta Audina, Yasmin; Syifanita, Sarah; Alfahis, Fadhilah Umaira; Soetikno, Naomi
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11418

Abstract

Cases of violence committed by adolescents are quite high, indicating that violence behavior in adolescents often occurs. One of many causes of violent behavior is unmanaged anger. Acts of violence are considered as a crime, hence the perpetrators could be punished and put in a Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Class II Jakarta. This study aims to investigate the effectiveness of the Teen Anger Management and Education (TAME) intervention program to improve anger management on perpetrators in Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Class II Jakarta. The sampling technique used for this research is purposive sampling with the criteria of adolescents aged 17-19 years old who are the perpetrators of violence. The method used is a mixed method, an approach that combines quantitative and qualitative research methods. Data collected through a State-Trait Anger Expression Inventory - 2 (STAXI-2) questionnaire are analyzed by paired sample t-test using the SPSS program. The result is that the value of Sig. (2-tailed) is 0.170 > 0.05, which explains that the TAME intervention program given to perpetrators at LPKA Class II Jakarta is less significant in increasing anger management on participants. Meanwhile, the qualitative result shows changes in participant’s anger management through activeness and changes in behavior while participating in the program. Data kasus kekerasan yang dilakukan oleh remaja terbilang cukup tinggi, menandakan bahwa perilaku kekerasan pada remaja marak terjadi. Salah satu penyebab perilaku kekerasan adalah karena emosi marah yang tidak dikelola dengan baik. Tindakan kekerasan merupakan pelanggaran hukum sehingga pelakunya dapat dikenakan hukuman yang membuatnya berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat efektivitas program intervensi Teen Anger Management and Education (TAME) untuk meningkatkan anger management pada remaja pelaku kekerasan yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria anak binaan yang menjalani masa pidananya karena kasus kekerasan dan berumur 17-19 tahun. Metode yang digunakan adalah mixed-method, yakni pendekatan yang menggabungkan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data yang tertampung melalui kuesioner alat ukur State-Trait Anger Expression Inventory - 2 (STAXI-2) dianalisis dengan uji paired sample t-test menggunakan program SPSS. Diperoleh hasil bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0.170 > 0.05 sehingga dapat dijelaskan bahwa program intervensi TAME yang diberikan kepada pelaku kekerasan di LPKA Kelas II Jakarta ku­rang signifikan dalam meningkatkan anger management partisipan. Sedangkan berdasarkan hasil metode kualitatif, menunjukkan bahwa anger management dari partisipan menunjukkan adanya perubahan melalui keaktifan dan perubahan perilaku selama mengikuti kegiatan. 
Self Esteem and Impulsive Buying: Study on Online Shopping Behavior Rofiq, Maily Qisti; Setyorini, Th. Dewi; Lekahena, Femmy
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Volume 12, Issue 1, Maret 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i1.13370

Abstract

The lifestyle’s demand among college students raise their desire to do online purchase on product which not suitable with their needs. The aim of this research is to empirically ascertain the relationship between impulsive buying and self-esteem in students who shop online at University X Yogyakarta. The subjects in this study were 75 students from the Faculty of Psychology, University X Yogyakarta who were in the 2019 to 2022 class, ages 18 to 21 years, female gender, and had made online purchases in several e-commerce applications. Data collection was carried out using a self-esteem scale and an impulsive buying behavior scale. Data was analuysed by the product moment correlation technique. Based on the resultd of the correlation test, it was abtained that the correlation coefficient of self-esteem with impulsive buying behavior was -0.477 with sig. p = 0.000 (p<0.01). This research can be used as evaluation material for students to be more accepting of what they have and plan before making a purchase so as to reduce the level of impulsive buying behavior.Tuntutan gaya hidup di kalangan mahasiswa memunculkan keinginan mahasiswa melakukan pembelian online yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan secara empiris hubungan antara perilaku pembelian impulsif dan self-esteem pada mahasiswi yang berbelanja secara online di Universitas X di Yogyakarta. Subjek pada penelitian ini sebanyak 75 mahasiswa dari Fakultas Psikologi yang berada di angkatan 2019 hingga 2022, usia 18 hingga 21 tahun, jenis  kelamin perempuan, serta pernah melakukan pembelian online di beberapa aplikasi e-commerce. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala self esteem dan skala perilaku pembelian impulsif. Analisis data  menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh koefisien korelasi dari self esteem dengan perilaku pembelian impulsif sebesar -0,477 dengan sig. p = 0,000 (p<0,01). Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk dapat lebih menerima dirinya dengan apa yang telah dimiliki dan melakukan perencanaan sebelum melakukan pembelian sehingga dapat menurunkan tingkat perilaku pembelian impulsifnya.
The Key to Study Success: Self-Regulation and Academic Adjustment at Satya Wacana Christian University Tasiabe, Hilman Richard; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Volume 12, Issue 3, September 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.15118

Abstract

Early adulthood is a transition period from adolescence to adulthood. This adult period starts from the age of 18 – 25 years at which time you have entered the world of college as a student. The main task of being a student is to learn with all the obstacles one faces actively and critically. Changes in the learning environment at school with lectures result in many things that students have to adjust to, such as learning styles, friendships and social situations, as well as dealing with lecturers. This research uses quantitative correlational methods. A total of 77 students from the class of 2022 at Satya Wacana Christian University were involved in this research. The results showed that academic adjustment had a significant positive relationship with self-regulation (r=0.527, sig.=0.000). Thus, it can be concluded that the results of this research show that there is a significant relationship between self-regulation and academic adjustment of students class of 2022 at Satya Wacana University. This means that the higher the self-regulation, the higher the academic adjustment of the class of 2022 students at Satya Wacana University, and vice versa. The implications of this research are that universities and faculties can develop programs that can improve self-regulation in new students so that their academic adjustment will be better.Masa dewasa awal merupakan masa peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa. Masa dewasa ini dimulai dari usia 18 – 25 tahun yang mana usia ini sudah memasuki dunia perkuliahan sebagai mahasiswa. Tugas pokok menjadi seorang mahasiswa adalah belajar dengan segala rintangan yang dihadapinya secara aktif dan kritis. Perubahan lingkungan belajar di sekolah dengan perkuliahan mengakibatkan banyak hal yang harus disesuaikan oleh mahasiswa, seperti gaya belajar, pertemanan dan sosial, serta menghadapi dosen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Sebanyak 77 mahasiswa angkatan 2022 Universitas Kristen Satya Wacana terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian akademik memiliki hubungan positif signifikan dengan regulasi diri (r=0,527, sig.=0.000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara regulasi diri dan penyesuaian akademik mahasiswa angkatan 2022 Universitas Satya Wacana. Hal ini berarti semakin tinggi regulasi diri, maka semakin tinggi pula penyesuaian akademik mahasiswa angkatan 2022 Universitas Satya Wacana, dan begitu pula sebaliknya. Implikasi dari penelitian ini universitas dan fakultas dapat mengembangkan program yang dapat meningkatkan regulasi diri pada mahasiswa baru sehingga penyesuaian akademik mereka akan semakin baik.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2025): Volume 13, Issue 4, Desember 2025 Vol 13, No 3 (2025): Volume 13, Issue 3, September 2025 Vol 13, No 2 (2025): Volume 13, Issue 2, Juni 2025 Vol 13, No 1 (2025): Volume 13, Issue 1, Maret 2025 Vol 12, No 4 (2024): Volume 12, Issue 4, Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Volume 12, Issue 3, September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Volume 12, Issue 1, Maret 2024 Vol 11, No 4 (2023): Volume 11, Issue 4, Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Volume 11, Issue 2, Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023 Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022 Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022 Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022 Vol 10, No 1 (2022): Volume 10, Issue 1, Maret 2022 Vol 9, No 4 (2021): Volume 9, Issue 4, Desember 2021 Vol 9, No 3 (2021): Volume 9, Issue 3, September 2021 Vol 9, No 2 (2021): Volume 9, Issue 2, Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Volume 9, Issue 1, Maret 2021 Vol 8, No 4 (2020): Volume 8, Issue 4, December 2020 Vol 8, No 3 (2020): Volume 8, Issue 3, September 2020 Vol 8, No 2 (2020): Volume 8, Issue 2, June 2020 Vol 8, No 1 (2020): Volume 8, Issue 1, March 2020 Vol 7, No 4 (2019): Volume 7, Issue 4, December 2019 Vol 7, No 3 (2019): Volume 7, Issue 3, September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Volume 7, Issue 2, June 2019 Vol 7, No 1 (2019): Volume 7, Issue 1, March 2019 Vol 6, No 4 (2018): Volume 6, Issue 4, December 2018 Vol 6, No 3 (2018): Volume 6, Issue 3, September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Volume 6, Issue 2, June 2018 Vol 6, No 1 (2018): Volume 6, Issue 1, March 2018 Vol 5, No 4 (2017): Volume 5, Issue 4, Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Volume 5, Issue 3, September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Volume 5, Issue 2, June 2017 Vol 5, No 1 (2017): Volume 5, Issue 1, Maret 2017 Vol 4, No 4 (2016): Volume 4, Issue 4, Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Volume 4, Issue 3, September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Volume 4, Issue 2, Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Volume 4, Issue 1, Maret 2016 Vol 3, No 4 (2015): Volume 3, Issue 4, Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Volume 3, Issue 3, Juli 2015 Vol 3, No 2 (2015): Volume 3, Issue 2, April 2015 Vol 3, No 1 (2015): Volume 3, Issue 1, Januari 2015 Vol 2, No 4 (2014): Volume 2, Issue 4, Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Volume 2, Issue 3, Juli 2014 Vol 2, No 2 (2014): Volume 2, Issue 2, April 2014 Vol 2, No 1 (2014): Volume 2, Issue 1, Januari 2014 Vol 1, No 4 (2013): Volume 1, Issue 4, October 2013 Vol 1, No 3 (2013): Volume 1, Issue 3, Juli 2013 Vol 1, No 2 (2013): Volume 1, Issue 2, April 2013 Vol 1, No 1 (2013): Volume 1, Issue 1, Januari 2013 More Issue