cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 2,081 Documents
Faktor Determinan Performa Kerja Karyawan di Industri Garmen Nasional Pandu Adi Cakranegara; Nanang Qosim; Rendi Wibowo; Retnoning Ambarwati; Antonius Ary Setyawan; Carolina Ety Widjayanti; Siti Nuzulia; Darwin Damanik
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3776

Abstract

AbstrakBanyaknya jumlah karyawan produksi disuatu industry menjadi suatu tantangan bagi karyawan pekerja kantoran dalam mengontrol dan menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi dan juga harus menjaga kinerja kerjanya supaya tetap mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja, dan stress kerja terhadap kinerja karyawan Perusahaan di KBN Cakung. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 100 responden yang merupakan sampel jenuh yaitu seluruh pekerja karyawan pekerja kantoran di Perusahaan. Penulis juga menggunakan nonprobability sampling dengan purposive sampling. Peneliti menggunakan teknik analisis Metode pre test yang dilakukan kepada 30 responden, dan Metode Main test meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dan stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawanKata Kunci: Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Stres Kerja, Kinerja Karyawan AbstractThe large number of production employees in an industry becomes a challenge for office workers in controlling and maintaining the quality and quantity of production, and also maintain their work performance in order to keep getting maximum results. The main purpose of this study was to determine and analyze the effect of leadership, work motivation, and job stress to performance of employees at Perusahaan at KBN Cakung. By using a quantitative approach with 100 respondents who are saturated samples, namely all office workers at Perusahaan. The author also uses nonprobability sampling with purposive sampling. The researcher used analysis technique. The pre-test method was conducted on 30 respondents, and the Main test method included validity test, reliability test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, multiple linear regression test, and hypothesis testing. The results show that leadership and work motivation have no significant effect on performance of employees, and work stress has a significant effect on performance of employees.Keyword: Leadership, Work Motivation, Job Stress, Performance Of Employees
Pengembangan Deteksi Dini Perkembangan Sosial Anak Usia 3 Tahun dengan Instrumen Meutia Ayu Wintania; Sima Mulyadi; Edi Hendri Mulyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3777

Abstract

AbstrakDeteksi dini merupakan upaya penjaringan dan dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang dan mengetahui serta mengenal faktor resiko pada anak. Penelian yang dilakukan bertujuan untuk meneliti perkembangan sosial pada anak usia 3 tahun dengan cara mendeteksi dini menggunakan instrument untuk kepentingan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan semerta-merta untuk mengetahui bagaimana perkembangan anak usia 3 tahun apakah sesuai atau tidak dengan tahap perkembangan usianya. Rancangan penelitian ini menggunakan EDR atau Educational Design Research dengan melakukan tahap analisis dan eksplorasi menggunakan teknik wawancara dan observasi pada Guru Kelas.Kata Kunci: Deteksi Dini, Perkembangan Sosial Anak, Instrumen Abstrack Early detection is a screening effort and is carried out comprehensively to find growth and development deviations and to know and recognize risk factors in children. This research aims to examine social development in children aged 3 years by detecting early using instruments for the benefit of early childhood education. This research was conducted immediately to find out how the development of children aged 3 years is appropriate or not with the stage of development of their age. This research design uses EDR or Educational Design Research by conducting analysis and exploration stages using interview and observation techniques to Class Teachers.Keywords: Early Detection, Child Social Development, Instrument
Implementasi Pembiayaan oleh Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kota Bandar Lampung Endang Prasetya; Indah Satria; Maudina Cahyani Aptasyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3786

Abstract

AbstrakUMKM di Indonesia masih membutuhkan dukungan dari Usaha Besar. UMKM dapat melakukan kerjasama dengan industri, pemerintah dan akademis dengan tujuan agar bisa membuka peluang pendanaan, melalui sistem pembiayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu melakukan studi kepustakaan (Library Research) terhadap hal-hal yang bersifat teoritis yaitu suatu pendekatan yang dilakukan dengan mempelajari asas-asas hukum dalam teori/pendapat sarjana dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendekatan empiris yaitu pendekatan yang dilakukan melalui penelitian secara langsung terhadap objek penelitian dengan cara pengamatan (observation) dan wawancara (interview) yang berhubungan dengan masalah penelitian. Implementasi pembiayaan oleh LPDB bagi Pelaku UMKM, LPDB saat ini menyediakan bantuan berupa program EKOR dimana diperuntukan untuk pelaku UMKM melalui Pola Channeling. Pemerintahlah yang menyalurkan bantuan dengan melalui PT.BPR. Waway Lampung dengan dana yang diberikan oleh APDB, sehingga pelaku UMKM mendaftarkan langsung kepada PT.BPR. Waway Lampung untuk mendapakan persetujuan agar diberikan bantuan dengan program EKOR. Faktor penghambat dari implementasi pembiayaan oleh lembaga pengelolaan dana bergulir bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah di Kota Bandar Lampung ialah ada sebagian kelurahan yang para debitur tidak membayar kewajibannya, dan terdapat beberapa wilayah atau perkelurahan yang sebagian usaha nya tidak berjualan atau tidak bergerak lagi, juga pelaku UMKM yang tidak bertempat tinggal di wilayah atau kelurahannya lagi, kemudian usaha tidak bisa berproduktif kembali karena pelaku UMKM sudah wafat atau pindah tangan.Kata Kunci: Implementasi, Pembiayaan, UMKM AbstractMSMEs in Indonesia still need support from Large Enterprises. MSMEs can collaborate with industry, government and academia with the aim of opening up funding opportunities, through a financing system. This research uses a normative juridical approach, namely conducting a literature study (Library Research) on theoretical matters, namely an approach carried out by studying legal principles in the theory / opinion of scholars and applicable laws and regulations. The empirical approach is an approach that is carried out through direct research on the object of research by means of observation and interviews related to research problems. The implementation of financing by LPDB for MSME Actors, LPDB currently provides assistance in the form of the EKOR program which is intended for MSME actors through the Channeling Pattern. It is the government that distributes aid through PT. BPR. Waway Lampung with the funds provided by APDB, so that MSME actors register directly with PT. BPR. Waway Lampung to get approval to be given assistance with the EKOR program. The inhibiting factor of the implementation of financing by revolving fund management institutions for Micro, Small, and Medium Enterprises in Bandar Lampung City is that there are some villages where debtors do not pay their obligations, and there are some areas or areas where some of their businesses do not sell or are no longer moving, as well as MSME actors who do not live in their areas or villages anymore, then the business cannot produce again because the MSME actor has died or changed hands.Keywords: Implementation, Financing, UMKM
Efektivitas Strategi Reverse Enginering Industri Pertahanan Nasional Guna Modernisasi Alutsista Iwan Irawan Budipurwanto; Dwi Soediantono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3788

Abstract

AbstrakKontribusi industri pertahanan terhadap kemajuan teknologi militer belum optimal, yang mempengaruhi keberhasilan sistem pertahanan berdasarkan keunggulan teknologi alutsista. Di sisi lain, disparitas kemampuan teknis alutsista antara Indonesia dengan negara maju mendorong Indonesia melakukan transfer teknologi ke negara maju. Namun, tidak semua negara dan perusahaan yang memproduksi alutsista mau melakukan alih teknologi secara penuh, sehingga menyulitkan negara berkembang untuk melepaskan diri dari ketergantungannya pada negara maju. Untuk itu diperlukan teknik penelitian dan pengembangan yang mempercepat penguasaan teknologi alutsista. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi cadangan rekayasa litbang dalam pelaksanaan modernisasi TNI Alutsista; teknik kuantitatif serta penganalisisan data Measures of Effectiveness (MOE) dipergunakan.Kata Kunci: Alutsista, Industri Pertahan Nasional
Peran Mahasiswa Sebagai Generasi Muda dalam menghadapi Era Society 5.0 Muhamad Hijran; Dini Oktariani; Zikri Rahmani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.3793

Abstract

Abstrak Berbagai peristiwa yang terjadi saat ini terjadinya perselisihan karena adanya setiap warga negara tidak menghargai keberagaman. Selain itu pula, perilaku Mahasiswa yang cenderung individualis menjadi sorotan tajam dalam mayarakat. Disadari atau tidak, teknologi informasi juga turut andil dalam merebaknya pola budaya Barat (westernisasi) yang sangat mudah digandrungi oleh sebagian besar Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran mahasiswa dalam mengahadapi Era Society 5.0. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa Mahasiswa haruslah setidaknya mempunyai 3 (tiga) kompetensi kewarganegaraan, yang meliputi Pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skills), dan Watak kewarganegaraan (civic disposition). Dengan terjalinya kompetensi kewarganegaraan tersebut, diharapkan dapat mewujudkan mahasiswa yang terlibat aktif dalam suatu tatanan negara dan mengahadapi Era Society 5.0. Kata Kunci: Mahasiswa, Generasi Muda, Era Society 5.0 Abstract Various events that occurred at this time the occurrence of disputes because every citizen does not respect diversity. Apart from that, the behavior of youth who tend to be individualistic has become a sharp focus in society. Whether we realize it or not, information technology has also contributed to the spread of Western cultural patterns (westernization) which are very easily loved by most students. This study aims to find out how the role of students in dealing with Era Society 5.0. The results of this study found that students must have at least 3 (three) citizenship competencies, which include civic knowledge, civic skills, and civic disposition. With the establishment of civic competence, it is hoped that students will be actively involved in a state system and face the Era of Society 5.0. Keywords: Students, Young Generation, Era Society 5.0
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Disiplin Anak Usia Dini di Kampung Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Zulfiya Ningsih; Wilson; Daeng Ayub
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3794

Abstract

Abstrak Pola asuh merupakan suatu bentuk atau cara mengasuh, membimbing serta mendidik anak menggunakan cara interaksi, pendisiplinan, memberikan teladan, kasih sayang, hukuman, serta kepemimpinan sesuai dengan norma ataupun aturan yang disetujui dalam lingkungan masyarakat. Penelitian ini berguna untuk mencari tahu tentang seberapa berpengaruhnya pola asuh orang tua terhadap disiplin anak usia dini di kampung maredan barat kecamatan tualang kabupaten siak. Studi ini termasuk ke dalam golongan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknikyang digunakan dalam mengumpulkan data ialah observasi, wawancara dan angket yang dilakukan terhadap 88 orang tua sebagai sampel penelitian. Hasil dan temuan penelitian menunjukkan bahwa diperoleh pengaruh yang signifikan antara variabel pola asuh orang tua (X) terhadap disiplin anak usia dini (Y) di Kampung Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, yang besar pengaruhnya 27,1% dengan taksiran tinggi, karena masih terdapat sebesar 72,9% ditentukan oleh faktor lain yang tidak menjadi bagian dari penulisan ini. Kata kunci: Anak Usia Dini, Disiplin, Pola Asuh Abstract Parenting is a form or way of nurturing, guiding, and educating children using interaction, discipline, setting an example, affection, punishment, and leadership by agreed norms or rules in the community. This study is useful for finding out how influential parenting styles are on early childhood discipline in Maredan Barat Village, Tualang District, Siak Regency. This study belongs to the quantitative category with a descriptive approach. The technique used in collecting data is observation, interviews, and questionnaires conducted on 88 parents as research samples. The results and research findings indicate that there is a significant effect between parenting style variables (X) on early childhood discipline (Y) in Maredan Barat Village, Tualang District, Siak Regency, which has a large effect of 27.1% with a high estimate, because there are still of 72.9% is determined by other factors that are not part of this writing. Keywords: Discipline, Early Childhood, Parenting
Peran Komunikasi Lingkungan dalam Aktivitas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Bank Sampah “Berseri” Kelurahan Ciganjur Maria Jashinta Elisabet Hamboer; Iswahyu Pranawukir
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3798

Abstract

AbstrakPeran komunikasi lingkungan sangatlah penting untuk mengatasi permasalahan lingkungan diperkotaan, salah satu untuk mengatasi pencemaran lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga. Inisiasi warga RW 06 Kelurahan Ciganjur Jakarta Selatan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kelurahan Ciganjur telah membentuk bank sampah “Berseri” dan sekaligus telah mendapatkan penghargaan predikat salah satu kampung iklim dari Gubernur Anies Baswedan ditahun 2021. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana peran komunikasi lingkungan wilayah RW06 dan dalam aktivitas pengelolaan bank sampah “Berseri”. Adapun teori digunakan: komunikasi lingkungan, strategi komunikasi, Menggunakan metode riset deskriptif kualitatif berjenis studi kasus tunggal terjalin. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara terstruktur, studi pustaka, sedangkan teknik analisis data menggunakan: deskripsi, reduksi, rekonstruksi dan interpretasi. Uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber,data dan teori. Hasil penelitian menyatakan kemunculan peran komunikasi lingkungan ditandai adanya wacana dan isu lingkungan disertai media-media yang mempublikasikannya sedangkan inisiasi dan partisipasi melalui forum warga sebagai ruang publik yang menciptakan ruang dialog dan komunikasi persuasif. Sehingga terbentuklah bank sampah yang dimonitoring dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kelurahan Ciganjur. Upaya pengelolaan bank sampah “Berseri” yang melibatkan Ibu-Ibu Dasawisma dari sisi: sosialisasi, edukasi, penyuluhan yang berkesinambungan (suistainable) mampu mengelola bank sampah serta memanfaatkan kembali hingga bernilai jual dengan cara metode 3R (recycle-reuse,reduce) dengan cara menabung ditabungan bank sampah. Peran komunikasi lingkungan dengan membentuk bank sampah berseri pada lingkungan di RW 06 mampu membentuk lingkungan yang asri, dan kepercayaan warga untuk menabung sampahKata Kunci: Strategi, Komunikasi Lingkungan, Dialog, Bank Sampah AbstractThe role of environmental communication is very important to overcome environmental problems in the city, one of which is to overcome environmental pollution through household waste management. The initiation of residents of RW 06 Ciganjur Village, South Jakarta together with the Environment Agency and Ciganjur Village has formed a waste bank "Serial" and at the same time has received an award for the title of one of the climate villages from Governor Anies Baswedan in 2021. The purpose of this study is to find out the extent of the role of environmental communication in the RW06 area and in the management activities of the "Serial" waste bank. The theory is used: environmental communication, communication strategies, Using qualitative descriptive research methods of the type of single case studies are intertwined. Data collection techniques: observation, structured interviews, literature studies, while data analysis techniques use: description, reduction, reconstruction and interpretation. Test validity using triangulation of sources, data and theory. The results of the study stated that the emergence of the role of environmental communication was marked by environmental discourses and issues accompanied by media that published them while initiation and participation through citizen forums as a public space that created a space for dialogue and persuasive communication. So that a waste bank was formed which was monitored from the Environment Agency and Ciganjur Village. Efforts to manage the "Serial" waste bank involving Dasawisma Mothers in terms of: socialization, education, sustainable counseling (suistainable) are able to manage waste banks and reuse to sell value by means of the 3R method (recycle-reuse, reduce) by saving in the waste bank. The role of environmental communication by forming a serial waste bank in the environment in RW 06 is able to form a beautiful environment, and the trust of residents to save waste Keywords: Strategy, Environmental Communication, Dialogue, Waste Bank
Eksistensi dan Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Kolonial Belanda Abdul Wahid
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3799

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dan kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda. Penelitian ini perlu dilakukan karena eksistensi pendidikan Islam di Indonesia tidak lepas dari proses sejarah yang mengalami pasang surut. Sejarah pendidikan di Indonesia telah mengalami perubahan yang luar biasa, yang tidak lepas dari era kolonialisme. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Sumber data penelitian diperoleh dari bahan pustaka setelah secara sungguh-sungguh mempelajari berbagai literatur yang relevan terkait kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda. Kajian ini menemukan bahwa hegemoni pendidikan Belanda dalam mengatur kebijakan pendidikan Islam, khususnya yang diusung oleh lembaga pendidikan Islam di Indonesia, didasarkan pada nalar politik, ideologis, dan kultural ala kolonialis untuk memaksakan pengaruh pemerintahannya terhadap masyarakat pribumi Indonesia. Sehingga memunculkan analisa terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Belanda pada masa penjajahannya di Indonesia, ternyata banyak merugikan umat Islam. Kesimpulannya, temuan tersebut membuat pendidikan Islam kurang fleksibel dan sulit untuk dikembangkan. Meski demikian, upaya memperjuangkan dan mempertahankan pendidikan Islam terus diwujudkan dengan mendirikan beberapa lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren dan madrasah.  Kata Kunci: Kebijakan Pendidikan, Kolonial Belanda, Pendidikan Islam AbstractThe purpose of this study was to analyze the existence and policies of Islamic education during the Dutch colonial period. This research is necessary because the existence of Islamic education in Indonesia cannot be separated from the historical process that has gone through ups and downs. The history of education in Indonesia has undergone extraordinary changes, which cannot be separated from the era of colonialism. A qualitative method with a descriptive approach was used to analyze the data. Research data sources were obtained from library materials after seriously studying various relevant literature related to Islamic education policies in the Dutch colonial era. This study found that the hegemony of Dutch education in regulating Islamic education policies, especially those promoted by Islamic educational institutions in Indonesia, was based on colonialist-style political, ideological and cultural reasoning to impose influence over its governance on indigenous Indonesians. So that it gives rise to an analysis of the policies issued by the Dutch government during their colonization of Indonesia, it turns out that many are detrimental to Muslims. The conclusion is that these findings make Islamic education less flexible and difficult to develop. Nevertheless, efforts to fight for and maintain Islamic education continue to realize by establishing several Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools and madrasas. Keywords: Education Policy, Dutch Colonial, Islamic Education
Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Tingkat Kesadaraan Berdemokrasi Siswa Kelas VIII di SMP Nasrani 2 Medan T.P 2021/2022 Martina Ratna Sari Sinambela; Monalisa Siahaan; Kondios Pasaribu
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3800

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Tingkat Kesadaran Berdemokrasi Siswa Kelas VIII SMP Nasrani 2 Medan Tahun Pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Nasrani 2 Medan Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas, Uji Regresi Linear Sederhana, dan Uji Keberartian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berpengaruh positif terhadap Tingkat Kesadaran Berdemokrasi Siswa, yang menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel (21.979 > 1,988). Kemudian hasil perhitungan Uji Keberartian Regresi diperoleh fhitung > ftabel (52,277 > 3,109) dan nilai signifikannya 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah berartiKata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraaan, Perilaku Demoratis. AbstractThis study aims to determine whether the effect of civic education on the level of democratic awareness of class VIII students of SMP Nasrani 2 Medan in the academic year 2021/2022. This type of reseach is a survey with a quantitative approach. The population in this study were all grade VIII student of SMP Nasrani 2 Medan in the 2021/2022 academic year. The analytical method used in this study is Normality Test, Simple Linear Regression Test, and the Significance Test. The result of the study indicate that civic education has a positive effect on the level of students’ democratic awareness, which indicates that the value of thitung > ttabel (21.979 > 1,988). Then the result of the calculation of the Regression Significance Test are obtained of fhitung > ftabel (52,277 > 3,109) and the significant value was 0,00 < 0,05. So it can be concluded that the independent variable and the dependent is significantKeyword: Civic Education, Democratic Behavior.
Perlindungan Hukum Terhadap Merek Terkenal Yang Berkepastian Hukum Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Heri Gunawan; Agri Chairunisa Isradjuningtias
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3801

Abstract

AbstrakPassing off mengakibatkan kerugian bagi pemilik merek sesungguhnya seperti menurunnya reputasi perusahaan, omset penjualan yang menurun, dan tuntutan dari konsumen yang merasa tertipu karena kualitas produk tidak sesuai dengan merek aslinya. Rumusan masalah yang akanpenulis bahas dalam penelitian penelitian ini adalah: 1) Bagaimana perlindungan hukum bagi kosumen atas tindakan passing off yang dilakukan oleh pengusaha?dan2) Bagaimana penyelesaian secara hukum bagi pengusana yang melakukan pemalsuan merek dengan tindakan passing off atas merek terkenal ?. Adapun metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode yuridis normatif, yaitu yaitu menganalisis kaitan antara peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan yang dibahas denganmengutamakan data kepustakaan yaitu penelitian terhadap data sekunder. Data sekunder tersebut dapat berupa bahan hukum primer,sekunder maupun tersier. Akhirnya berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa perlindungan hukum bagi kosumen atas tindakan passing off yang dilakukan oleh pengusaha, yaitu : a) Perlindungan konsumen dari barang tiruan, artinya, konsumen diberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalam penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan atau jasa yang dikonsumsi atau digunakan. Jadi para pengguna produk atau konsumen tidak merasa dirugikan oleh pihak pelaku usaha ; b) Perlindungan atas tanggungjawab pelaku usaha terhadap konsumen yang membeli barang tiruan, artinya tiap perbuatan melanggar hukum, yang menimbulkan kerugian bagi orang lain mewajibkan orang yang karena kesalahannya mengakibatkan kerugian itu, mengganti kerugian.” Ketentuan ini memberi perlindungan kepada seseorang terhadap perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad)Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Merek Palsu AbstractPassing off results in losses for the real brand owner such as declining company reputation, declining sales turnover, and demands from consumers who feel deceived because the quality of the product does not match the original brand. The formulation of the problems that the author will discuss in this research is: 1) How is the legal protection for consumers for passing off actions carried out by entrepreneurs?and2) How is the legal settlement for the proposer who commits brand counterfeiting with the act of passing off the famous brand ?. The research method that the author uses is a normative juridical method, namely analyzing the relationship between applicable laws and regulations and legal theories and the practice of implementing positive law which concerns the problems discussed by prioritizing literature data, namely research on secondary data. The secondary data can be in the form of primary, secondary or tertiary legal materials. Finally, based on the results of the study, the author concludes that the legal protection for consumers for the act of passing off carried out by entrepreneurs, namely: a) Consumer protection from counterfeit goods, that is, consumers are given guarantees for security and safety to consumers in the use, use and utilization of goods and or services consumed or used. So product users or consumers do not feel disadvantaged by business actors; b) Protection of the responsibility of the business actor against consumers who purchase counterfeit goods, meaning that any unlawful act, which causes harm to others, obliges the person who by his fault resulted in the loss, to compensate." This provision provides protection to a person against unlawful acts (onrechtmatige daad) Keywords: Consumer Protection, Fake Brands