cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Kontribusi Warga Digital di Media Sosial dalam Penerapan Bandung Smart City Dwi Putra, Fajar Setyaning; Hidayat, Yayat
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.411 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3821

Abstract

AbstrakKompleksitas permasalahan pembangunan yang dihadapi kota besar saat ini membutuhkan sebuah percepatan pembangunan. Percepatan pembangunan diaktualisasikan melalui smart economy, smart mobility, smart governance, smart people, smart living, dan smart environment. Keenam unsur ini merupakan dimensi dari smart city. Smart city merupakan suatu konsep kota dengan pengembangan, penerapan, dan implementasi teknologi yang diterapkan disuatu daerah sebagai sebuah interaksi yang terintegrasi diantara berbagai sistem yang ada di dalamnya. Konsep smart city menawarkan alternatif solusi bagi kota besar yang telah mengalami gejala-gejala kelebihan populasi. Dengan memperkuat teknologi informasi,kebijakan dan masyarakat yang berada di dalam wilayah suatu kota,diperoleh inovasi-inovasi yang dapat menjadi solusi jangka panjang bagi suatu kota. Pembangunan dan pengembangan suatu kota dapat diarahkan menjadi suatu kota yang memiliki sifat berkesinambungan dan juga ramah lingkungan. Warga negara yang cerdas merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung penerapan konsep smart city. Kewarganegaraan adalah prinsip kehidupan dalam organisasi negara. Warga negara saat ini telah bertranformasi menjadi warga digital akibat dampak dari kemajuan teknologi dan informasi. Sehingga kehadiran warga digital memberikan kontribusi besar dalam upaya kemajuan peradaban Kota Bandung dalam mendukung implementasi Smart City.Kata Kunci: Kontribusi, Warga Digital, Smart City
Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana di Tinjau dari Undang–Undang Nomor II Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (Studi Kasus Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 01/Pid.Sus-Anak/Div/2021/PN JKT PST) Jubaedah, Ratna
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.964 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3822

Abstract

Diversion is the transfer of the settlement of children's cases from the criminal justice process to a process outside of criminal justice. With the implementation of diversion, the case will not be tried, the implementation of this diversion uses a system of consensus or deliberation, not all cases of children can be diverted, cases that can be diverted only with threats under 7 years old in accordance with article 7 paragraph 2 of Law number 11 years 2012 regarding the implementation of diversion. If the diversion fails at the police department, it will continue to the prosecutor's stage, if the diversion at the prosecutor's office still fails, it will be carried out in court, if in court it still fails, it will proceed to the trial stage. Regulation of the Supreme Court (PERMA) Number 4 of 2014 concerning Guidelines for Implementing Diversion in the Juvenile Criminal Justice System in court: 1. Determination of Deliberation 2. Minutes of Diversion 3. Agreement 4. Report of Agreement Results 5. Appointment of Judges 6. Appointment of the Chief Justice of the Court of Legal Consequences Implementation of Diversion, if the child fails to make diversion efforts, it will proceed to the trial stage and will follow the guidance if the diversion is successful then the child will not follow the social guidance. This study uses a normative juridical and empirical juridical approach. Data was collected by means of literature studies and field studies. Data analysis was carried out qualitatively. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of diversion against children. Perpetrators of criminal acts in terms of Law Number II of 2012 article 7 paragraph (1) at the level of investigation, prosecution and examination of children's cases in the District Court must seek diversion.
Optimalisasi Link and Match Melalui Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Iskandar, Ade Gumilar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.894 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3829

Abstract

AbstrakPendidikan vokasi dan pelatihan vokasi memiliki peranan penting dan strategis dalam mengantarkan generasi bangsa untuk mampu tampil sebagai aktor pembangunan, menuju bangsa yang berdaulat dan berdaya saing. Oleh karena itu optimalisasi mutu dan relevansi atau program link and match penting untuk digalakan pada setiap satuan pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. Namun dalam realisasinya banyak terkendala dan cukup sulit diimplementasikan sehingga menimbulkan skill missmatch, dan berdampak pada tingginya angka pengagguran. Menyadari pentinya peranan pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui peraturan presiden (perpres) Nomor 68 tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. Penelitian ini tentang analisis kebijakan pendidikan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus (case study). Hasil dari penelitian ini merekomendasikan kepada pemerintah dalam penyusunan peta jalan (road map) kejibakan revitalisasi perlu mempertimbangkan beberapa aspek sebagai berikut : 1) Paradigma baru pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi di era revolusi industri 4.0.; 2) Struktur ketenagakerjaan Indonesia; 3) Regulasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan; 4) Ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan; 5) Ketersediaan sarana dan prasarana; 6) Penyelarasan kurikulum; 7) Pengembangan kecakapan kewirausahaan; 8) Sistem Penjaminan Mutu (SPM); 9) Keterlibatan dunia usaha dan dunia industri; 10) Penyelarasan dengan potensi daerah/ kearifan lokal.; 11) Penguatan dan pengembangan kapasitas level satuan pendidikan/ pelatihan vokasi.Kata Kunci :     Link and match, Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022. AbsrtactVocational education and vocational training have an important and strategic role in delivering the nation's generation to be able to appear as development actors, towards a sovereign and competitive nation. Therefore, optimizing the quality and relevance or the link and match program is important to be encouraged in every vocational education and vocational training unit. However, in reality, there are many obstacles and quite difficult to implement, causing a skill mismatch, and having an impact on the high unemployment rate. Realizing the importance of the role of vocational education and vocational training, the government has issued a policy through presidential regulation (Perpres) Number 68 of 2022 concerning the revitalization of vocational education and vocational training. This research is about the analysis of education policy using qualitative research methods with a case study research approach (case study). The results of this study recommend that the government in compiling a road map of revitalization policies need to consider several aspects as follows: 1) The new paradigm of vocational education and vocational training in the era of the industrial revolution 4.0; 2) Indonesia's manpower structure; 3) Regulation and harmonization of laws and regulations; 4) Availability of educators and supporting staff; 5) Availability of facilities and infrastructure; 6) Alignment of curriculum; 7) Development of entrepreneurial skills; 8) Quality Assurance System (SPM); 9) Involvement of the business world and industry; 10) Alignment with regional potential/ local wisdom; 11) Strengthening and capacity building at the level of vocational education/training units.Keywords: Link anf match, Revitalization of Vocational Education and Vocational Training, Presidential Regulation Number 68 of 2022.
Empowering Entrepreneurs for Success in The Post-Covid-19 World of Micro, Small, and Medium-Sized Businesses Darmo, Ika Suhartanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.384 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3830

Abstract

AbstractThe SEMASA Serpong women entrepreneurs have seen their earnings take a hit because to the Covid 19 pandemic. This community service project seeks to help the SEMASA Serpong women entrepreneurs get back to work after the Covid-19 pandemic by improving their business acumen and guiding them through the steps of getting their own Business Registration Numbers and Micro Small Business Permits. There was evidence that the SEMASA Serpong women entrepreneurs gained a higher level of competency as a result of this exercise. Making financial reports effectively allowed them to more easily keep tabs on the company's financial standing, understand the weaknesses and strengths of corporate finance, and plan for the expansion of the business in the future. Having a solid and well-organized financial report allows them to apply for and get loan capital from banks and cooperatives, allowing them to expand their business. The SEMASA Serpong women entrepreneurs gained confidence and redoubled their efforts to grow their enterprises after receiving guidance with obtaining the Business Registration Number and Micro Small Business Permit, which are necessary for the legal functioning of their enterprises. The post-test score of 96.86% is considerably higher than the pre-test score of 0.83%, demonstrating considerable improvement in knowledge and skill. These findings provide valuable information for the BINUS University Team to use in its efforts to empower the SEMASA Serpong women entrepreneurs so that they may continue to build their businesses and provide for their families.Keywords: Empowering Entrepreneurs, Covid-19
Implementasi Surat Izin Tempat Usaha di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Aulia Sari, Rury Eka; Priyanti, Evi; Ramdani, Rachmat
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.227 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3831

Abstract

AbstrakPenelitian Implementasi Surat Izin Tempat Usaha di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang, dengan rumusan permasalahan Komunikasi dari pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat yang kurang rensponsif dengan dilihat dari Sumber daya dari petugas sarana dan prasarana untuk masyarakat yang akan melakukan pelayanan maupun Disposisi dalam pelaksanaanya Surat Izin Tempat Usaha (SITU), serta Struktur Birokrasi dari prosedur pelayanan yang terlalu berbeli - belit. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif yang dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Studi lapangan dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dengan jumlah partisipan sebanyak 5 orang yang ditentukan secara teknik purposive sampling yang terdiri dari 1 Kasubag Trantib, 1 Staff Kecamatan Cilamaya Wetan, serta 3 Orang Masyarakat sekitar tentang SITU. Hasil pembahasan dari Komunikasi yang dilakukan oleh Kecamatan Cilamaya Wetan sudah cukup baik dengan berkoordinasi melalui aparatur desa. Sumber Daya yang ada di Kecamatan Cilamaya Wetan sudah baik walaupun hanya memiliki satu staff dalam pembuatan surat izin tempat usaha. Disposisi dari pelaksanaan surat izin tempat usaha sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tupoksi. Sedangkan, Struktur Birokrasi sudah sesuai Kecamatan Cilamaya Wetan hanya membantu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) untuk tersalurkan program surat izin tempat usaha di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan khususnya. Kata Kunci: Implementasi, Surat Izin Tempat Usaha, Kecamatan, Cilamaya Wetan AbstractResearch on the Implementation of a Business Place Permit at the Cilamaya Wetan District Office, Karawang Regency, with the formulation of the problem of Communication from the implementation of services to the community who are less responsive by looking at the resources of the facilities and infrastructure officers for the community who will perform the service as well as the disposition in the implementation of the Business Place Permit (SITU), as well as the Bureaucratic Structure of service procedures that are too convoluted. Descriptive research method with a qualitative approach which is carried out by literature studies and field studies. The field study was conducted through observation, interviews, documentation, with the number of participants as many as 5 people who were determined by purposive sampling technique consisting of 1 Head of Sub Division of Trantib, 1 Staff of Cilamaya Wetan District, and 3 people from the surrounding community about SITU. The results of the discussion from the communication carried out by the Cilamaya Wetan District are quite good by coordinating through the village apparatus. The existing resources in Cilamaya Wetan District are good even though they only have one staff in making a business place permit. The disposition of the implementation of the place of business permit has gone well and is in accordance with the main tasks and functions. Meanwhile, the Bureaucratic Structure is in accordance with the Cilamaya Wetan District, only helping the One Stop Integrated Service and Investment Service (DPMPSTP) to distribute the business place permit program in the Cilamaya Wetan District in particular.Keywords: Implementation, Business Place Permit, District, Cilamaya Wetan
Peran Literasi Keuangan dan Karakteristik Kepribadian Terhadap Keputusan Investasi Gen-Z di Provinsi DKI Jakarta dengan Persespi Risiko Sebagai Variabel Intervening Tannady, Hendy; Damanik, Darwin; Sy, Arniwita; Wiarta, Iqra; Nurdiani, Tanti Widia; Ambarwati, Retnoning; Renwarin, Joseph M.J.; Suyoto, Yohanes Totok
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.263 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3832

Abstract

AbstrakPenelitian ini menjelaskan mengenai pengaruh literasi keuangan dan karakteristik kepribadian terhadap persepsi risiko dan dampaknya pada keputusan investasi generasi Z di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada responden. Kuesioner disebarkan melalui google form kepada 188 responden yang kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 22.0. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Kesimpulan dari hasil uji hipotesis (uji t) bahwa literasi keuangan, conscientiousness, dan neuroticism berpengaruh terhadap persepsi risiko Gen- Z di Jakarta. Openness, agreeableness, dan extraversion tidak berpenagruh terhadap persepsi risiko. Selanjutnya, literasi keuangan, openness to new experience, extraversion, dan persepsi risiko berpengaruh terhadap keputusan investasi Gen-Z di Jakarta. Sedangkan conscientiousness, agreeableness, dan neuroticism tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi.Kata Kunci: Literasi Keuangan, Kepribadian, Persepsi Risiko, Keputusan Investasi AbstractThis study aims to determine the effect of financial literacy and personality traits on risk perception and its effect on investment decisions of Generation Z in Jakarta. This study is a quantitative research and used survey method to gain the data. The data was obtained by using questionnaires. Questionnaire was distributed by Google form to 188 respondents and analyzed by using SPSS 22.0 version. Purposive sampling was implemented as sampling technique. The result from the t-test (hypothesis testing) shows that financial literacy, conscientiousness and neuroticism affect on risk perception of Gen-Z in Jakarta. Openness, agreeablenss and extraversion do not affect risk perception. While, financial literacy, openness to new experience, extraversion, and risk perception effect the investment decisions of Gen-Z in Jakarta. Moreover, conscientiousness, agreeableness, and neuroticism do not affect investment decision.Keywords: Financial Literacy, Personality Traits, Risk Perception, Investment Decision
Word of Mouth dan Kualitas Pelayanan Berdampak pada Kepuasan Konsumen pada Usaha Kecil Menengah Gresik Arif Syafi’ur Rochman; Mono Pratiko Gustomi; Rusdiyanto Rusdiyanto; Mochamad Syafii; Bustanul Ulum
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.609 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3833

Abstract

AbstrakBisnis jahit/ garmen berkembang pesat seiring dengan perkembangan toko pakaian. Bisnis jasa jahit merupakan bisnis yang menawarkan peluang besar untuk menarik perhatian konsumen. Jasa Jahit Rumah memperhatikan kepuasan konsumen dan berdasarkan dari mulut ke mulut dan kualitas pelayanan di rumah Kudus UKM di kabupaten Gresik. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode non-probability dan random sampling. Populasi yang digunakan sebanyak 135 konsumen dan sampel yang digunakan sebanyak 101 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fluktuasi word of mouth dan kualitas pelayanan secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pada UKM di Kabupaten Gresik.Kata Kunci: Usaha Jahit, Word Of Mouth, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen
Kesulitan Guru dalam Mengimplemetasikan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SD Negeri 023 Samarinda Utara (Edisi Covid-19) Euis Kusumarini; Nur Agus Salim; Elysabet Hutiq Nyalon
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.542 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3834

Abstract

AbstrakDalam melakukan penilaian autentik, guru memerlukan waktu dan tenaga yang banyak untuk membuat instrumen penilaian. Guru juga mengalami kesulitan dalam mengolah nilai menjadi laporan akhir (rapor), guru juga belum mampu melaksanakan penilaian secara tuntas  hal ini terlihat saat proses pembelajaran, guru tidak bisa melaksanakan semua penilaian sesuai dengan alokasi waktu pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji penyebab guru di SD Negeri 023 Samarinda Utara mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan penilaian autentik pada kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyebab guru mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan penilaian autentik pada kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data penyajian data lalu penarikan kesimpulan dan subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, wakil kurikulum dan guru kelas 3B serta peserta didik kelas IIIB  SD Negeri 023 Samarinda Utara. Hasil penelitian diketahui kesulitan dalam implementasi penilaian autentik pada kurikulum adalah tidak adanya pelatihan dalam penilaian autentik terhadap guru dan waktu, waktu yang tidak cukup dalam melakukan penilaian secara maksimal peneliti mengidentifikasi permasalahan tersebut yaitu kurangnya pengetahaun atau keahlian giru dalam menggunakaan sarana teknologi berupa leptop ditambah lagi dengan mewabahnya virus corona atau covid-19 (Corona Virus Disease)  yang mengharus menggunkan media pembelajaran online atau secara daring.Kata Kunci: Implementasikan, Kurikulum 2013, Covid-19, Penilaian Autentik
Sistem Pengendalian Intern Atas Pendapatan Jasa Servis Bengkel pada PT. Indotruck Utama Cabang Manado Brigita Sabrina Kawetik; Ruhiyat Ruhiyat; Raykes Hinrich Tuerah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.626 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3835

Abstract

AbstrakSistem pengendalian intern merupakan prosedur atau kebijakan selain itu untuk menjaga kekayaan perusahaan serta mendorong efesiensi dan kebijakan manajemen khususnya pendapatan, objek penelitian penulis adalah PT Indotruck Utama Cabang Manado, suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi yang bermerk volvo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian intern atas pendapatan jasa servis bengkel. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan kualitatif yaitu menggambarkan, menguraikan, menjelaskan data dan teori dari hasil penelitian tentang sistem pengendalian intern atas pendapatan jasa servis bengkel pada PT Indotruck Utama Cabang Manado. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada PT Indotruck Utama Cabang Manado menunjukan bahwa sistem pengendalian intern atas pendapatan jasa servis bengkel sudah memadai. Dikatakan demikian karena adanya komponen-komponen sistem pengendalian intern berdasarkan teori yang telah dikemukakan oleh COSO. Untuk itu sistem pengendalian intern atas pendapatan jasa servis pada PT Indotruck Utama Cabang Manado diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan pengawasannya.Kata Kunci: Sistem Pengendalian Intern, Jasa Service
Analisis Implementasi Peraturan Daerah 2/2012 Kabupaten Bekasi Dalam Penanggulangan Bencana Kusuma, Andrean Alan; Noer, Khaerul Umam; Mawar, Mawar; Izzatussolekha, Izzatussolekha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.342 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3837

Abstract

AbstrakPenelitian ini berfokus pada implementasi Perda 2/2012 tentang penanggulangan bencana di Kabupoaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan menggunakan teori Van Meter dan Van Horn. Hasil kajian menunjukkan bahwa standar dan tujuan kebijakan belum dilaksanakan secara optimal sehingga sasaran kebijakan tidak merasakan dampak dari regulasi yang ada. Kemudian sumber daya yang belum memadai baik dari segi kualitas sumber daya manusia, anggaran, maupun material di Desa Pantai Hurip. Hubungan antar organisasi telah dilakukan namun belum berjalan secara maksimal, hanya berupa komunikasi struktural dan kondisional. Karakteristik pelaksana yang belum terimplementasi dengan baik khususnya di Desa Pantai Hurip, dikarenakan belum adanya sinergi dan kerjasama yang terbangun dengan masyarakat di Desa Pantai Hurip. Selain itu, kondisi lingkungan ekonomi, sosial, dan politik tidak mendukung pelaksanaan penanggulangan bencana. Disposisi implementor atau sikap agen pelaksana dalam memahami kebijakan sudah baik, namun perlu adanya langkah-langkah realistis dan preventif yang dilakukan dalam penanggulangan bencana khususnya di Desa Pantai Hurip.Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Penanggulangan Bencana, Kebijakan Bencana Alam, Mitigasi AbstractThis research focuses on the implementation of Regional Regulation 2/2012 on disaster management in Bekasi Regency. This study uses a qualitative method using the Van Meter and Van Horn’s theory in policy implementation. The results of the study show that policy standards and objectives have not been implemented optimally so that policy targets do not feel the impact of existing regulations. Then the inadequate resources both in terms of the quality of human resources, budget, and materials in Pantai Hurip Village. Relations between organizations have been carried out but have not run optimally, only in the form of structural and conditional communication. The characteristics of implementers that have not been implemented properly, especially in Pantai Hurip Village, are due to the absence of synergy and cooperation that has been developed with the community in Pantai Hurip Village. In addition, economic, social, and political environmental conditions do not support the implementation of disaster management. The disposition of the implementor or the attitude of the implementing agent in understanding the policy is good, but realistic and preventive steps are needed in disaster management, especially in Pantai Hurip Village.Keywords: Policy Implementation, Disaster Management, Natural Disaster Policy, Mitigation

Page 88 of 168 | Total Record : 1679