cover
Contact Name
Fahri Ali
Contact Email
jpn@polinela.ac.id
Phone
+6281373940272
Journal Mail Official
jpn@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno - Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Nasional
ISSN : -     EISSN : 27461742     DOI : -
the aim is to follow the obligation as science journal in Indonesia. we need to increase the level of our journal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2025)" : 13 Documents clear
PENGAPLIKASIAN TEKNOLOGI HIDROPONIK SISTEM DUTCH BUCKET UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KETAHANAN PANGAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN BAITUL QUR'AN DAARUL AMIIN Ali , Fahri; Tiara, Dede; Rahhutami, Ratih; Prajaka, Nanang Wahyu; Wahyuni, Reza
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4154

Abstract

Pondok Pesantren Baitul Qur’an Daarul Amin merupakan pesantren yang ada di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang memiliki jumlah santri 45 orang dansantriwati 39 orang serta telah meluluskan kurang lebih 80 orang alumni. Kurikulum yang diajarkandalam pondok pesantren tidak hanya dalam bidang ilmu agama saja tepai juga diajarkan softskill yangmenunjang kompetensi santri agar kelak dapat bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun untukmasyarakat. Pengembangan softskill yang sedang dijalankan pesantren adalah bidang wirausahadalam bidang perkebunan dan pertanian khususnya tanaman hortikultura. Tim Politeknik NegeriLampung melakukan kegiatan/program pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan para santriPondok Pesantren Baitul Qur’an Daarul Amin untuk berperan aktif dalam kegiatan pengabdiantentang budidaya tanaman melon dengan metode hidroponik sistem Dutch Bucket. Kegiatan inidilakukan beberapa tahap yaitu edukasi, peningkatan keterampilan dan tahap evaluasi. Tahap edukasi adalah tahap pemberian informasi dan ilmu pengetahuan terkait metode hidroponik DutchBucket mulai tahap awal hingga tahap akhir dari serangkaian kegiatan budidaya melon secarahidroponik menggunakan sistem Dutch Bucket. Tahap Pengingkatan keterampilan terdiri dari praktiksecara langsung dalam green house yang ada di dalam pondok pesantren mulai dari persemaianbenih melon, pembuatan instalasi hidroponik, penanaman, pemeliharaan, kegiatan panen dan pascapanen. Tahap terakhir adalah evaluasi selama kegiatan pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdianini para santri meningkat dalam segi kompetensi dalam bidang pertanian melon menggunakanmetode hidroponik sistem Dutch Bucket baik dari segi pengetahuan maupun dari segi praktiklangsung di lapang mulai dari persiapan media tanam sampai proses pemanenan melon hidroponik.Kata kunci: dutch bucket, hidroponik, keterampilan, melon, pesantren
Pengembangan Minuman Serbuk Kelor Dengan Teknik Granulasi Alvita , Livia Rhea; Afifah, Dian Ayu; Elsyana, Vida
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4155

Abstract

Moringa oleifera (tanaman kelor) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumberbahan baku pangan yang memiliki efek farmakologi. Desa Bulok memiliki potensi penghasil tumbuhankelor, dimana tumbuhan ini banyak dibudidayakan warga desa Bulok sehingga menghasilkan produkandalan dalam bentuk serbuk kelor dan kapsul kelor. Beberapa produk hasil olahan tersebutdikoordinasikan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) setempat yang diberi nama UKM Lamban Kelor.UKM Lamban Kelor ingin mengembangkan usahanya melalui minuman instan siap saji yang tidakmeninggalkan ampas, sehingga efek farmakologi yang dimiliki tanaman kelor dapat dimanfaatkan olehmasyarakat luas. Salah satu teknik pembuatan minuman instan yang dapat di aplikasikan padaserbuk kelor adalah menggunakan teknik granulasi. Pada program pengabdian ini berhasil dibuatminuman instan dari serbuk kelor yang siap seduh dan tanpa meninggalkan ampas. Serbuk keloryang dimiliki UKM Lamban Kelor di inovasi dengan teknik granulasi sehingga menghasilkan minumaninstan siap seduh. Pada kegiatan ini UKM lamban Kelor juga berhasil membentuk media sosial Lamban Kelor yang selanjutnya akan digunakan sebagai media promosi dan edukasi terkait manfaatkelor bagi kesehatan masyarakat. Kata kunci: kelor, granulasi, minuman instan
TEKNOLOGI APLIKASI PUPUK HAYATI SEBAGAI USAHA MENGOPTIMALKAN PRODUKTIVITAS PALA PADA KELOMPOK TANI WANA PALA DESA WIYONO KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Luthfi, Hafiz; Widiyani, Dimas Prakoswo; Airlangga, Tandaditya Ariefandra; Gusta, Adryade Reshi
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4221

Abstract

Tanaman pala (Myristica fragrans H) merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perekonomian daerah dan nasional di Indonesia. Pala sebagai tanaman rempahrempah dan sumber minyak atsiri, merupakan tanaman penting, karena dapat menghasilkan minyak eteris dan lemak khusus yang berasal dari biji dan fuli. Peran komoditas pala dalam peningkatan perekonomian nasional kian terasa oleh masyarakat. Terbukti dengan tingginya permintaan pala di pasar dunia yang mendorong minat masyarakat untuk terus membudidayakan pala diberbagai daerah. Oleh karena itu dengan potensi itu semua yang terdapat di Kabupaten Pesawaran maka peran baik masyarakat, pemerintah dan berbagai stakeholder sangat krusial dalam upayanya mengembangkan tanaman pala. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Wiyono yaitu pendampingan tentang pemanfaatan teknologi kombinasi pupuk kimia dengan memanfaatkan pupuk hayati, menerapkan kegiatan aplikasi pupuk hayati terutama pada saat pembibitan dan awal penanaman pala, dan membentuk unit percontohan penerapan teknologi aplikasi pupuk hayati. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah didapat yaitu sebagai berikut Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan anggota kelompok tani dalam memanfaatkan teknologi kombinasi pupuk kimia dengan memanfaatkan pupuk hayati untuk meningkatkan produktivitas tanaman pala. Kata kunci: pupuk hayati, pala
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DAN TEKNIK APLIKASI NANOEMULSI PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN PADI DI KELOMPOK TANI TRI JAYA PEKON AMBARAWA, KABUPATEN PRINGSEWU Nuryanti, Ni Siluh Putu; Mutaqin, Zainal; Dulbari, Dulbari; Sudrajat, Denny; Maharani, Juwita Suri; Ardiansyah, Sigit
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4222

Abstract

Kelompok Tani Tri Jaya masih sangat tergantung terhadap pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga, perlu adanya perubahan pola sistem budidaya yang ramah lingkungan dan terintegrasi yaitu menggunakan pestisida nabati. Tujuan dari pelaksanaan PkM adalah melakukan transfer teknologi pengendalian hama bagi petani padi melalui pendampingan pembuatan dan teknik aplikasi nanoemulsi pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi di kelompok tani tri jaya di pekon ambarawa, kecamatan ambarawa, kabupaten pringsewu. Alat yang digunakan adalah proyektor, laptop, gelas ukur, sprayer, homogenizer, kamera, alat tulis. Bahan diperlukan antara lain aqudes, tween-80, produk minyak atsiri, dan kuisioner. Tahapan yang digunakan yaitu persiapan, pelatihan dan pendampingan dan evaluasi. Hasil evaluasi yang diperoleh yaitu sebelum dilakukan kegiatan pendampingan kelompok tani tri jaya belum memahami tentang teknik aplikasi nanoemulsi pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi. Setelah dilakukan pendampingan kelompok tani tri jaya tertarik untuk menerapkan aplikasi nanoemulsi pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi. Kata kunci: nanoemulsi, hama, penyakit, pestisida nabati
TEKNOLOGI TEPAT GUNA KARBONISASI DALAM OPTIMALISASI RENDEMEN ARANG DAN REDUKSI VOLUME ASAP DI KELOMPOK TANI SIMBARINGIN DUSUN SIDOSARI LAMPUNG SELATAN Ningtyas, Kurnia Rimadhanti; Fahrulsyah, Fahrulsyah; Agassi, Taufik Nugraha; Soeherman, Giffary Pramafisi; Harahap, M. Perdiansyah Mulia; Putri, Pridata Gina
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4223

Abstract

Proses karbonisasi atau pengarangan pada usaha arang tempurung kelapa di kelompok tani simbaringin memiliki beberapa permasalahan antara lain proses pengarangan masih menggunakan alat yang sederhana sehingga rendemen arang belum optimal dan volume asap yang yang cukup banyak dari proses pembakaran tempurung kelapa. Oleh sebab itu kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dengan memodifikasi alat karbonisasi dengan teknologi tepat guna sehingga terdapat peningkatan rendemen pada produk arang dan dapat mereduksi volume asap dari proses pembakaran, serta melakukan transfer pengetahuan terkait proses produksi arang yang memiliki kualitas yang sesuai standar. Program PKM ini dilakukan dalam beberapa tahapan kegiatan antara lain: tahap awal berupa dikusi dengan pengusaha arang, dilanjutkan dengan membuat desain alat pirolisis untuk proses karbonisasi tempurung kelapa dilanjutkan dengan transfer iptek kepada pengusaha arang di Desa Simbaringin serta dilakukan diskusi bersama kembali sebagai bentuk monitoring dan evaluasi kegiatan PKM. Kegiatan awal PKM dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2024 di tempat usaha Bapak Andri M. Solihin. Pada kegiatan tahap awal ini dilakukan diskusi bersama untuk menyatukan persepsi. Teknologi tepat guna berupa alat pirolisis yang diterapkan di kelompok tani Simbaringin ini diharapkan dapat meningkatkan rendemen dari produk arang tempurung kelapa sebesar 10 % dan dapat mereduksi asap yang dihasilkan dari proses pembakaran dengan suhu berkisar dari 200 o C – 400 o C. Prinsip dari alat ini adalah pembakaran tidak langsung dimana bahan bakar tidak bersentuhan langsung dengan tempurung kelapa serta merubah asap yang ada pada ruang reaktor menjadi asap cair. Kata kunci : arang, karbonisasi, rendemen, teknologi tepat guna
TRANSFER TEKNOLOGI COMPOSTING LEGUME COVER CROP PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI CAHAYA BARU DESA SUKADANA BARU KECAMATAN MARGATIGA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Reshi Gusta, Adryade; Same, Made; Hardani, Maisuri; Jannah, Upy Raudotul
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4224

Abstract

Desa Sukadana Baru memiliki beberapa kelompok tani dan disatukan dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cahaya Baru yang beranggotakan 25 orang. Gapoktan ini memiliki areal perkebunan rakyat sekitar 50 ha, tetapi produktivitas tanaman perkebunan lada yang dibudidayakan menurun karena jarang dilakukan pemupukan. Rendahnya produktivitas lada karena pada umumnya petani lada belum intensif melakukan pemupukan sehingga produksinya rendah dan rentan serangan hama dan penyakit. Begitu juga dengan tingginya harga pupuk kimia dan juga ketersediaannya terbatas. Untuk meminimalkan kerugian yang dapat menurunkan produktivitas tanaman lada dapat dilakukan dengan teknologi pemupukan. Alternatif budidaya dengan memanfaatkan potensi yang ada, yaitu mengkomposkan legume cover crop untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dengan melihat potensi tersebut, penerapan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang teknologi pemupukan yang diharapkan dapat mengoptimalkan produktivitas lada dan meningkatkan pendapatan warga Desa Sukadana Baru. Program penyuluhan ini akan dilaksanakan dengan ceramah dan diskusi, kemudian dilanjutkan dengan praktek pelaksanaan pangkas bentuk di lahan lada petani peserta. Untuk mengetahui keberhasilan program tersebut, akan dilakukan evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Evaluasi awal diberikan sebelum penyuluhan, bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta tentang teknologi pemupukan. Selama kegiatan berlangsung, dilakukan evaluasi proses, bertujuan mengetahui keseriusan, keaktifan dan perhatian peserta terhadap seluruh materi yang diberikan. Evaluasi akhir dilakukan setelah kegiatan selesai. Evaluasi ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan yang diterima Mitra setelah diberi penyuluhan dan pelatihan serta dampak langsung dari kegiatan tersebut. Kata kunci : kompos, lada, legume cover crop, produksi
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BINA SEJAHTERA PEKON SUKOYOSO MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) GUNA MENDUKUNG PROGRAM EKONOMI KREATIF DESA Elfandari, Henni; Ferziana, Ferziana; Lestari, Mustika Adzania; Putrantri, Desty Aulia; Zulfahmi, Reza; Sari, Hevia Purnama; Ardiansyah, Sigit; Fitri, Annisa
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Sejahtera merupakan salah satu kelompok tani yang membudidayakan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai sumber mata pencaharian lainnya selain bertani padi sawah. Jumlah anggota KWT Bina Sejahtera adalah sebanyak 20 orang dan bertempat di Pekon Sukoyoso Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu (47 km dari Politeknik Negeri Lampung). Namun produki jamur tiram oleh KWT Bina Sejahtera belum optimal dan belum dilakukan secara berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya jamur tiram secara intensif dan berkelanjutan dapat memberikan dampak postif terhadap permasalahan KWT Bina Sejahtera serta diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pekon sukoyoso sebagai langkah inisiasi program ekonomi kreatif desa. Ekonomi Kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi Nasional di masa mendatang. Pemerintah Indonesia berusaha menaruh perhatian lebih terhadap sektor ini, dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi dan peluang Ekonomi Kreatif di Indonesia. Pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia salah satunya yaitu membawa ekonomi kreatif hingga ke pedesaan. Kata kunci: jamur tiram, Pleurotus ostreatus, ekonomi kreatif
KETAHANAN PENYAKIT PADA CABAI HIBRIDA DAN CABAI LOKAL YANG DIAPLIKASIKAN PESTISIDA NABATI DI PEKON SIDOKATON KECAMATAN GISTING Kartina, Raida; Prajaka, Nanang Wahyu; Darma, Wika Anrya; Putri , Sekar Utami
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4226

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Handayani Putri Kecamatan Gisting merupakan kelompok tani yang aktif dalam budidaya sayur khususnya cabai merah. Produksi cabai gisting tergolong dalam empat wilayah di Provinsi Lampung yang produksi cabainya rendah di Tahun 2022. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan produksi adalah serangan organisme pengganggu tanaman. Hama utama yang menjadi permasalahan saat ini adalah kutu kebul, kutu daun dan kutu putih. Hal ini perlu adanya pendampingan pada proses budidaya cabai dalam pengendalian hama dan penyakit untuk mendukung optimasi produksi. Pengabdian ini melakukan sosialiasi pembuatan pestisida nabati dengan dua formulasi yang berbeda dan diujikan pada demplot cabai yang berbeda. Cabai yang digunakan dua jenis yaitu cabai hibrida (Sios Tavi F1) dan cabai lokal (Akar F1). Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang telah berlangsung ketahanan penyakit keriting masih tergolong tinggi dan kuning tergolong rendah. Kejadian penyakit keriting cabai hibrida mencapai 52,13% dan cabai lokal mencapai 30% pada minggu ke-10. Kejadian penyakit kuning pada cabai hibrida 8,5% dan cabai lokal 8,7% dari total tanaman demplot. Kata kunci: penyakit keriting, penyakit kuning, Sios Tavi, Akar
MERAKIT ALAT DESTILASI SEDERHANA UNTUK PRAKTIKUM ANALISIS PROKSIMAT DI LABORATORIUM Junaedi, Junaedi; Riduan, Ahmad; Fibriyono, M. Wisnu
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4227

Abstract

Ketersediaan sarana dan prasana sangat menentukan produktivitas peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Laboratorium dengan peralatan yang lengkap danterstandarisasi merupakan faktor penting untuk menciptakan budaya meneliti yang kontinyu dengantetap mempertimbangkan faktor kualitas output. Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknikpemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didihyang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk memperolehsenyawa murni. Senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap saat mencapai titik didihmasing- masing. Permasalahan yang timbul di Laboratorium nutrisi dan makanan ternak PoliteknikNegeri Lampung ialah tidak adanya alat destilasi yang tersedia. Permasalahan tersebut dapat diatasidengan membuat alat destilasi sederhana, agar dapat memfasilitasi analisi proksimat di LaboratoriumNutrisi dan Makanan Ternak. Alat destilasi tesebut dapat dibuat dengan cara merangkai beberapa alat pendukung agar menjadi alat destilasi sederhana.Kata kunci: destilasi sederhana, analisis proksimat, laboratorium
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI KOMBINASI DAUN PEPAYA, DAUN SIRSAK, DAN DAUN SIRIH DI DESA WIYONO, KABUPATEN PESAWARAN Hardani, Maisuri; Erfandari, Ovy; Nurmayanti, Sri; Roudatul, Upy; Wahyuni, Reza; Hamdani, Hamdani
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4228

Abstract

Pestisida merupakan bahan untuk mengontrol Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang umumnya terdiri dari bahan kimia. Penggunaan pestisida kimia seringkali berpotensi merugikan kesehatan dan lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, pestisida nabati yang terbuat dari bahan alami seperti daun pepaya, sirsak, dan sirih, menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penggunaan daun pepaya, sirsak, dan sirih dalam pestisida nabati didukung oleh senyawa-senyawa seperti papain, acetogenins, dan minyak atsiri. Bahan- bahan tanaman ini memiliki sifat insektisida, antifeedant, dan racun perut yang efektif dalam mengendalikan hama tanaman. Guna mendukung pelatihan pembuatan pestisida nabati dari kombinasi daun pepaya, daun sirsak, dan daun sirih di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran tim pengusul telah merancang metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan target khusus kegiatan ini berbentuk penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, konsultasi, dan bimbingan. Kegiatan PKM ini berjalan dengan baik karena anggota Kelompok Wanita Tani Mentari yang sangat antusias mengikuti demonstrasi dan pembimbingan. Para peserta juga melaksanakan secara langsung pembuatan pestisida nabati dari kombinasi daun pepaya, daun sirsak, dan daun sirih, sehingga diharapkan kegiatan ini akan terus berlanjut supaya mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Hasil pestisida nabati yang diperoleh dapat langsung digunakan sebagai insektisida maupun fungisida pengendali hama dan patogen penyebab penyakit pada tanaman. Berdasarkan kegiatan PKM yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengetahuan peserta meningkat sebesar 40.50%. Kata kunci: pestisida nabati, daun sirih, daun sirsak, daun pepaya, fungisida

Page 1 of 2 | Total Record : 13