cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 373 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT KELURAHAN MOLINOW KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT Gonibala, Alfiana Pramasita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.941

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, tentang penggunaan antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional.Penelitian dilakukan pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 dengan melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik masih tergolong kurang dengan persentase jawaban benar sebesar 52,9%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional.
PERSPEKTIF MANAJEMEN FARMASI DALAM PENGEMBANGAN PRODUK HERBAL : EVALUASI POTENSI ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOLIK DAN FLAVONOID EKSTRAK DAUN JERUK BALI (CITRUS MAXIMA MERR.): handayany, gemy nastity
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.931

Abstract

Daun jeruk bali (Citrus maxima Merr.) adalah tanaman endemik Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami. Tanaman ini kaya akan senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik dan flavonoid, yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstrak daun jeruk bali sebagai antioksidan, serta mengkaji aspek manajerial dalam pengembangan produk herbal berbasis ekstrak daun jeruk bali dalam industry farmasi. Ekstraksi dilakukan using metode maserasi, diikuti dengan analisis kandungan senyawa melalui spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk bali mengandung total fenolik sebanyak 1194,24 ± 94,55 mg GAE/g ekstrak dan flavonoid sebesar 169,14 ± 19,62 mg QE/g ekstrak. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan CUPRAC memberikan hasil yang signifikan, masing-masing sebesar 1,23 ± 0,00411 AAE mg/g ekstrak dan 288,96 ± 11,33 AAE mg/g ekstrak. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk bali memiliki potensi antioksidan yang kuat. Selain itu, perspektif manajemen farmasi sangat penting dalam mengembangkan strategi produksi produk herbal berbasis daun jeruk bali untuk memaksimalkan kegunaannya sebagai bahan baku dalam produk kesehatan seperti suplemen atau ramuan herbal.. Evaluasi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan rantai pasok bahan baku herbal, pengendalian kualitas, dan regulasi dalam produksi obat herbal berbasis bahan alam.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PAKIS SAYUR (Diplazium esculentum (Retz) Sw TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Lestari, Gina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.927

Abstract

Daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz) Sw. adalah tumbuhan yang hidup liar dan banyak dikonsusmsi sebagai sayuran dan bermanfaat untuk meredakan sakit kepala, nyeri akibat luka, demam, mengatasi disentri, gangguan pencernaan, diare, pembengkakan kelenjar, serta berbagai infeksi kulit. Tumbuhan ini memiliki kandungan senyawa sebagai antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz) Sw. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Uji efektifitas antibakteri ini menggunakan metode difusi kertas cakram dengan diameter 6 mm menggunakan konsentrasi 20%, 60% dan 80% dan antibiotik Clindamycin 300 mg sebagai kontrol positif.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz) Sw. dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus mendapatkan hasil terbaik pada konsentrasi 80% dengan rata-rata zona hambat 17,53 mm termasuk kategori kuat dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) terhadap kelompok uji melnunjukkan telrdapat pelrbeldaan yang sangat nyata antara rata-rata diameltelr zona hambat dari seltiap kellompok pelrlakuan.
PENGARUH PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera L.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM PADA TIKUS WISTAR JANTAN Wijaya, Hasty Martha; Zulfa, Elsa Maulida; Setyoningsih, Heni; Sari, Dessy Erliani Mugita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.915

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu penyakit komplikasi kronik dari diabetes mellitus tipe 2. Gentamisin merupakan obat golongan antibiotik yang dapat digunakan dalam penyembuhan luka. Daun Kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa kimia yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang dapat menyembuhkan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun kelor terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar. Tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok. K1 merupakan kontrol negatif vaselin album, K2 merupakan kontrol positif salep Gentamisin, P1 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 7,5%, P2 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 15%, dan P3 kelompok salep ekstrak daun kelor  dosis 30%. Skrining fitokimia ekstrak kering daun kelor positif mengandung senyawa kimia flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Pengamatan hari terakhir P3 memiliki persentase penyembuhan 70%, P2 memiliki persentase penyembuhan 65%, dan P1 memiliki persentase penyembuhan 50%. Uji statistika Post Hoc Tukey salep ekstrak daun kelor didapatkan K2 (salep gentamisin) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan P3 (konsentrasi 30%) dengan nilai p>0,05 dengan hasil signifikansi  p = 0,128 yang berarti bahwa P3 (konsentrasi 30%) memiliki efek yang setara dengan salep gentamisin dalam menyembuhkan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar.
KONSELING APOTEKER MENINGKATKAN LUARAN TERAPI PASIEN DMT2 : SEBUAH STUDI EKSPERIMENTAL DI RUMAH SAKIT TIPE B TAHUN 2025 Pratama, Rina; Sandiutami, Ni Made Dwi; Yantih, Novi; Amin, Lukman Zulkifli
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.932

Abstract

Evaluasi komprehensif diperlukan untuk menambahkan bukti klinis yang berdampak pada peningkatan implementasi konseling Apoteker di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh konseling apoteker terhadap luaran terapi pasien Diabete Melitus Tipe 2 (DMT2) yaitu skor pengetahuan, kepatuhan, nilai Glukosa Darah Puasa (GDP), Glukosa Darah Post Prandial (GDPP) dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan menyertakan 60 partisipan pada periode Desember 2024 – Juni 2025. Intervensi yang diberikan berupa konseling apoteker dengan media leaflet dan video edukasi. Skor pengetahuan, kepatuhan dan kualitas hidup dikumpulkan berturut-turut menggunakan kuesioner DMT2 Knowledge Questionaire (DKQ), MMAS-8, EQ-5D-5L, sedangkan hasil GDP dan GDPP dikumpulkan dari rekam medis pasien. Data dikumpulkan sebelum intervensi dan 1 bulan setelah intervensi. Analisis dilakukan menggunakan uji t-test tidak berpasangan dan regresi linier. Kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol secara signifikan memiliki rata-rata skor pengetahuan lebih tinggi (+6,163), rerata nilai kepatuhan lebih tinggi (+1,135), rerata nilai GDP dan GDPP lebih rendah ( berturut-turut -53,520 dan -80,018) serta rerata nilai kualitas hidup yang lebih tinggi (+0,089) (p <0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan usia memengaruhi skor pengetahuan dan kepatuhan pasien DMT2 (p <0,05). Konseling apoteker meningkatkan luaran terapi pasien DMT2 dan secara konsisten berdasarkan hasil analisis multivariat ditemukan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap luaran terapi pasien (p <0,001).
Uji Aktivitas Sediaan Gel Berbasis Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Agen Antiinflamasi pada Model Tikus Putih Jantan dengan Induksi Karagenan Kasmadi, Fathnur Sani; Putri, Azelia; Pratiwi, Puspa Dwi; Humaryanto, Humaryanto; Ekaputri, Tia Wida
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.917

Abstract

Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan fisiologis tubuh yang berperan dalam membatasi perluasan kerusakan jaringan, menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen, serta memfasilitasi proses perbaikan jaringan yang mengalami cedera akibat suatu kondisi patologis. Proses ini tergolong respon biologis normal sebagai bagian dari sistem proteksi tubuh. Salah satu tanaman yang diketahui memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka adalah daun kayu manis, yang dilaporkan mengandung berbagai metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin yang berkontribusi dalam modulasi proses inflamasi. Formulasi ekstrak daun kayu manis dalam bentuk gel bertujuan untuk meningkatkan penetrasi zat aktif kejaringan target serta memberikan efek pendingin (cooling effect) yang mendukung proses penyembuhan inflamasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasi sediaan gel ekstrak daun kayu manis serta menentukan konsentrasi yang paling optimal dalam menghasilkan efek terapeutik. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan desain post test only control group. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 5 yaitu kontrol positif, kontrol negatif, formula I (ekstrak 2,5%), formula II (ekstrak 5%, dan formula III (ekstrak 10%) yang diaplikasikan secara topikal pada area punggung tikus yang telah diinduksi dengan karagenan 1%. Perlakuan dilakukan selama 4 hari parameter yang diamati berupa volume eksudat dan profil diferensiasi leukosit dalam darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi gel ekstrak daun kayu manis dengan konsentrasi 10% memberikan aktivitas antiinflamasi paling optimal yang dibuktikan dengan mampu menurunkan volume eksudat. Efektivitas terbaik di tunjukkan dengan nilai persen inhibisi inflamasi pada kosentrasi 10% adalah sebesar 89,47%.
OPTIMASI GUMMY CHEW MENGANDUNG INFUSA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Masrijal, Camelia Dwi Putri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengoptimasi sediaan Gummy Chew berbasis gelatin yang ramah anak dan mengandung infusa bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai sediaan tambahan antipiretik menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Infusa bunga telang dibuat dengan metode infundasi air dan diformulasikan ke dalam Gummy Chew. Rancangan percobaan tiga faktor digunakan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi gelatin (6–12% b/b), kadar gula total (50–60% b/b), dan konsentrasi asam sitrat (0,6–1,2% b/b) terhadap kadar air, elastisitas, dan keseragaman bobot (CV%). Data dianalisis menggunakan model kuadratik dan dioptimasi dengan pendekatan fungsi desirability. Hasil menunjukkan kadar air berkisar 11,2–16,2%, elastisitas 2,9–4,9 cm, dan CV 3,1–5,1%. Seluruh model signifikan secara statistik (p < 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,9727–0,9927. Formula optimum diprediksi pada konsentrasi gelatin 9,37%, gula total 58,47%, dan asam sitrat 0,84%, dengan respon kadar air 12,07%, elastisitas 4,79 cm, dan CV 3,04%. Validasi menunjukkan kesesuaian yang baik dengan galat <10%. Evaluasi fisikokimia dan sensorik menunjukkan tekstur yang baik, stabilitas memadai, dan tingkat penerimaan yang baik pada anak. Sediaan ini berpotensi dikembangkan sebagai sediaan suplementasi pediatrik yang dapat diterima.
REVIEW ARTIKEL : POTENSI BUNGA TELANG TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP DISLIPIDEMIA Yanuarto, Tri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.935

Abstract

Dislipidemia didefinisikan sebagai kelainan metabolisme lipid. Dan Bunga telang (Clitoria ternatea L.) menjadi salah satu terapi alternatif terhadap dyslipidemia. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri potensi efektivitas bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap dyslipidemia sebagai terapi pendamping berbahan alam. Metode: menggunakan pendekatan komparatif dengan menghimpun berbagai sumber dari literature yang diakses melalui platform seperti Google Scholar, pudmed, ResearchGate, yang dipublikasikan dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2020-2025) dan membahas efektifitas bunga telang terhadap dyslipidemia. Hasil: delapan literatur menunjukan hasil uji dalam berbagai bentuk dari bunga telang berpengaruh terhadap dislipidemia melalui menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan atau trigliserid (TG), serta menaikan kadar kolesterol HDL. Diskusi: Bunga telang dapat digunakan sebagai terapi alternatif dyslipidemia yang memiliki potensi menghambat enzim lipase untuk mengurangi penyerapan lemak, menekan lipogenesis, serta menginhibisi jalur HMG-CoA reductase dalam sintesis kolesterol, sehingga menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan Menaikan HDL. Kesimpulan: berpotensi mengatasi dislipidemia dengan menurunkan kadar kolesterol total, LDL, serta trigliserida, sekaligus meningkatkan kadar HDL. Direkomendasikan pengembangan produk guna untuk mempermudah pengaplikasi klinis sehari-hari.
Hepatotoksisitas Isoniazid, Ibuprofen, Parasetamol, dan Amoksisilin-Klavulanat: Tinjauan Naratif Pangeran, Khrisna; Saputra, Rifaldi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.892

Abstract

Hati merupakan organ dalam tubuh manusia yang berperan dalam proses metabolisme. Oleh karena itu, potensi terjadinya kerusakan hati akibat obat (drug-induced liver injury/DILI) cukup besar akibat berbagai obat dan zat kimia lingkungan yang masuk ke dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan metabolisme serta homeostasis sistemik. Beberapa studi ilmiah dan klinis telah mengidentifikasi beberapa faktor terkait obat dan herbal yang berkaitan dengan peningkatan risiko kerusakan hati akibat obat. Hepatotoksisitas akibat obat merupakan penyebab utama sebagian besar kasus gagal hati dan transplantasi hati sejauh ini. Salah satu obat yang terbukti menyebabkan hepatotoksisitas pada manusia adalah isoniazid atau isonikotinil hidrazida (INH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme hepatotoksisitas yang disebabkan oleh obat-obatan seperti isoniazid, ibuprofen, amoksisilin-klavulanat, dan parasetamol. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tinjauan pustaka yang komprehensif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INH, parasetamol, dan amoksisilin-klavulanat memiliki efek hepatotoksik yang sama, yaitu penurunan kadar GSH di hati. Sementara itu, INH dan ibuprofen mempunyai efek toksik yang mempengaruhi terjadinya apoptosis atau kematian sel nekrotik
ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN SANTRI PUTRI TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIJAMUR UNTUK DERMATITIS DI PONDOK PESANTREN ”X” TAHUN 2025 Sultan, Siti Fatimah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.923

Abstract

Antijamur merupakan golongan obat yang dapat menghambat atau membunuh jamur. Terdapat beberapa penyakit yang membutuhkan pengobatan antijamur, salah satunya yaitu dermatitis. Dermatitis adalah peradangan kulit epidermis dan dermis yang terjadi karena pengaruh respon dari faktor eksogen dan endogen. Tingkat kepatuhan seseorang dalam penggunaan obat dapat menjadi salah satu faktor semakin meningkatnya kejadian penyakit kulit bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan santri putri terhadap penggunaan obat antijamur untuk pengobatan dermatitis di Pondok Pesantren “X” tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kualitatif secara cross sectional. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Data dianalisis secara statistika dengan metode univariat distribusi frekuensi, kemudian untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat kepatuhan santri dengan data demografi menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan 120 responden, diperoleh data bahwa sebesar 49,3% santri termasuk dalam kategori kepatuhan kurang, 38% berada dalam kategori cukup, dan hanya 12,7% yang menunjukkan kepatuhan baik. Persentase tersebut menunjukkan sebagian besar santri belum melaksanakan pengobatan antijamur secara optimal. Kemudian untuk hasil hubungan tingkat kepatuhan dengan data demografi pendidikan diperoleh nilai signifikasinya yaitu 0,000 p <0,05, nilai yang diperoleh dari data usia yaitu 0,002 p <0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa karakteristik demografi, khususnya usia dan pendidikan, merupakan faktor dominan dalam membentuk perilaku kepatuhan santri. Dari hasil di atas, tingkat kepatuhan responden yang rendah dan pengaruh dari faktor demografis merupakan indikator bahwa masih diperlukan upaya edukasi dan peningkatan pemahaman santri mengenai pentingnya penggunaan obat antijamur secara tepat dan teratur.Kata Kunci : Antijamur, Dermatitis, Kepatuhan