cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN KELENGKAPAN PENULISAN PENYEBAB KEMATIAN PADA SERTIFIKAT MEDIS PENYEBAB KEMATIAN (SMPK) DENGAN KETEPATAN KODE PENYEBAB KEMATIAN DI RSIJ SUKAPURA KELAPA GADING TAHUN 2023 Wittri, Zalipa; Ambarwati, Ambarwati; Hosizah, Hosizah; Temesvari, Nauri Anggita; Qomarania, Witri Zuama
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26657

Abstract

Setiap RS wajib mendokumentasikan penyebab kematian ke dalam SMPK, dan diisi lengkap 100% oleh dokter dalam waktu < 24 jam setelah selesai pelayanan. Pada SMPK terdapat beberapa indikator penyebab kematian seperti : penyebab langsung, penyebab antara, dan penyebab dasar. Tepat atau tidak tepat penentuan kode penyebab kematian pada SMPK merupakan tanggung jawab coder, ketidaktepatan kode penyebab kematian dapat menyebabkan laporan mortalitas menjadi tidak akurat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan kelengkapan penulisan penyebab kematian pada SMPK dengan ketepatan kode penyebab kematian di RSIJ Sukapura Kelapa Gading. Penelitian ini dilakukan di RSIJ Sukapura Kelapa Gading. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain obsevasional anatilik. Metode yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi pada penelitian ini 166 SMPK dengan besar sampel 115 SMPK. Pengumpulan data dilakukan menggunakan daftar tilik. Teknis analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kelengkapan penulisan penyebab kematian pada SMPK dengan ketepatan kode penyebab kematian, dengan nilai P value yaitu 0,442.
HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI INDIKATOR OBESITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA DEWASA DI INDONESIA: ANALISIS DATA INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY 5 Oksidriyani, Safrina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26678

Abstract

Obesitas merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang terjadi secara global. Prevalensi overweight, obesitas, dan obesitas sentral di Indonesia sendiri mencapai 13,6%, 21,8%, dan 31% berdasarkan Riskesdas 2018. Obesitas secara tidak langsung menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya hipertensi. Prevalensi hipertensi akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya IMT. Oleh karena itu, diperlukan suatu alat skrining obesitas yang juga bersifat sensitif dan spesifik terhadap hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan berbagai indikator obesitas dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey 5. Populasi penelitian ini adalah seluruh subjek penelitian IFLS 5. Sampel penelitian ini adalah subjek penelitian IFLS 5, baik pria maupun wanita, yang berusia > 40 tahun, sehingga diperoleh besar sampel penelitian ini ialah 7.957 individu. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Selanjutnya, dilakukan uji multivariat dengan regresi logistik terhadap variabel yang memiliki p-value >0,25 pada analisis bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa semua indikator obesitas memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa usia mempengaruhi hubungan semua indikator obesitas dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara semua indikator obesitas dalam penelitian ini dengan kejadian hipertensi. Usia merupakan variabel perancu yang ditemukan pada hubungan antara semua indikator obesitas dalam penelitian ini dengan kejadian hipertensi. Selanjutnya, uji diagnostik perlu dilakukan untuk mengetahui indikator obesitas mana yang paling baik dalam memprediksi kejadian hipertensi pada dewasa di Indonesia.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI SEKOLAH PAUD TAAM AL-WILDAN GUNUNG PUTRI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2023 Mulianingrum, Lili Ayu; Astuti, Retno Puji; Hidayani, Hidayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah usia 3-5 tahun di PAUD Taam Al-Wildan Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain Pretest-Posttest with Control Group Design untuk menguji efek terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Kelompok eksperimen dan kontrol dipilih secara acak dari populasi yang homogen, yaitu anak-anak usia 3-5 tahun di sekolah PAUD Al-Wildan. Perlakuan berupa terapi bermain puzzle diberikan kepada kelompok eksperimen, sementara kelompok kontrol tidak mendapat perlakuanDari hasil penelitian ini, terlihat bahwa pada kelompok kontrol, setelah dilakukan post-test, hanya 5% dari responden memiliki KPSP yang sesuai, 65% meragukan, dan 30% mengalami penyimpangan. Sedangkan pada pre-test kelompok kontrol, hanya 5% responden memiliki KPSP yang sesuai, 40% meragukan, dan 55% mengalami penyimpangan. Di sisi lain, pada kelompok eksperimen, pre-test menunjukkan bahwa 35% responden memiliki KPSP yang sesuai, 50% meragukan, dan 15% mengalami penyimpangan. Sedangkan pada post-test kelompok eksperimen, 40% responden meragukan, dan 60% mengalami penyimpangan. Analisis menggunakan uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 dengan taraf signifikansi 0,05. Dengan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle memiliki pengaruh signifikan atau terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia dini di Sekolah PAUD Taam Al-Wildan Gunung Putri Kabupaten Bogor Tahun 2023.
FAKTOR PENDUKUNG KINERJA KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENGENDALIAN DBD (STUDI KASUS DI WILAYAH KELURAHAN TAMBAKHARJO KOTA SEMARANG) Retnaningrum, Okti Trihastuti Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26696

Abstract

Kelurahan Tambakharjo merupakan salah satu bagian di kota Semarang yang berada di pesisir Pantai utara yang memiliki karakteristik padat populasi nyamuk karena tingginya kelembapan di wilayah pesisir dan padatnya pemukiman penduduk. Keterlibatan kader kesehatan signifikan bagi upaya pengendalian penyakit di Kelurahan Tambakharjo. Dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui faktor pendukung bagi kinerja kader kesehatan di Tambakharjo khususnya dalam upaya pelaksanaan Pemantauan Jentik Nyamuk (PJN) rutin sebagai upaya pengendalian penyakit DBD di Kelurahan Tambakharjo Desain penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif. Informan utama dalam penelitian berjumlah 2 orang dan sebanyak 1 informan triangulasi. Variabel dalam penelitian merupakan faktor pendukung kinerja kader kesehatan yaitu dukungan keluarga, masyarakat dan stakeholder. Data dianalisis dengan tahap reduksi, presentasi dan verifikasi. terdapat 3 faktor yang mempengaruhi kinerja kader kesehatan dalam melaksanakan upaya pengendalian penyakit DBD yaitu faktor dukungan keluarga, masyarakat serta stakeholder. Namun, beberapa faktor lain seperti imbalan dan motivasi juga turut mendukung kinerja kader kesehatan. Minimnya dukungan masyarakat dan tidak adanya imbalan juga sempat menurunkan motivasi kader dalam melaksanakan upaya pengendalian penyakit DBD. Namun, kader kesehatan termotivasi oleh dukungan keluarga dan stakeholder yang secara nyata ditunjukkan dengan adanya partisipasi aktif dan kebijakan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI VIBRASI DAN NON-VIBRASI TERHADAP KELINCAHAN PADA PEMAIN FUTSAL FORSKIMAL FC KOTA MALANG Imtiaz, Zitni Chelsea Budi; Prastowo, Bayu; Rahim, Anita Faradilla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26720

Abstract

Futsal adalah salah satu olahraga yang sangat populer di kalangan masyarakat. Karakteristik yang perlu ditingkatkan salah satunya adalah kelincahan, karena ukuran lapangan kecil dan jumlah pemain yang sedikit menuntut pemain futsal harus mempunyai mobilitas pergerakan yang cukup kuat, cepat, dan power yang maksimal. Kelincahan dapat ditingkatkan menggunakan terapi vibrasi (massage gun) dan non-vibrasi (foam roller). Perbedaan utama kedua terapi tersebut terletak pada aktivitas neuromuskularnya. Massage gun meningkatkan aktivitas neuromuskuler, yaitu keterlibatan saraf dan otot dalam gerakan atau aktivitas fisik. Sementara, foam roller hanya akan menstimulasi kontraksi otot melalui gerakan aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas terapi vibrasi dan non-vibrasi terhadap kelincahan pada pemain futsal. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berbentuk quasi eksperimental dengan menggunakan desain two group pre test dan post test design. Populasi yang terdiri dari 49 orang, diambil jumlah sampel sebanyak 30 orang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi yang memenuhi kualifikasi kriteria inklusi, selanjutnya sampel dipilih ke dalam dua kelompok perlakuan yaitu massage gun dan foam roller. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah illinois agility test untuk untuk menilai kebugaran seseorang dan bertujuan untuk mengukur kelincahan. Analisa data yang digunakan yaitu uji normalitas menggunakan shapiro-wilk dan uji hipotesa menggunakan uji paired samples t-test dan uji T independen dengan nilai P value sebesar 0.536 > 0.05, berdasarkan hasil uji hipotesa dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas massage gun dan foam roller terhadap kelincahan pada pemain futsal Forskimal FC Kota Malang.
ANALISIS STATUS GIZI DAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PADA IBU HAMIL YANG BEKERJA DI RUMAH SAKIT Hayati, Thursina Vera; Zulkarnain, M.; Flora, Rostika; Sari, Yuanita Windu; Novrika, Novrika; Fajar, Nur Alam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26766

Abstract

Status gizi merupakan faktor penting pada masa kehamilan yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil, perkembangan embrio dan janin. Ibu yang sedang hamil harus mengurangi beban kerja yang terlalu berat karena akan memberikan dampak kurang baik terhadap kehamilanya. Apabila pekerjaan ibu berat maka asupan gizi yang dikonsumsi juga lebih sedikit dikarenakan ibu stres dan pekerjaan menjadi beban yang menyebabkan menurunnya nafsu makan begitu juga sebaliknya, sehingga asupan gizi ibu hamil akan mempengaruhi status gizi ibu selama kehamilan. Tujuan artikel ini yaitu mengkajikan literatur terkait status gizi dan kesehatan keselamatan kerja pada ibu hamil yang bekerja di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review melalui Google Scholar dan Doaj. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang bekerja akan mendapatkan pendapatan tambahan yang mempengaruhi pembelian pangan untuk kebutuhan gizi, ibu hamil yang bekerja di rumah sakit tentunya juga mempunyai pengetahuan yang lebih mengenai gizi, sehingga ibu hamil yang bekerja mengetahui asupan gizi yang akan dikonsumsi serta dapat mengonsumsi makanan yang lebih bervariasi dan bergizi. Sedangkan Ibu hamil yang bekerja di rumah sakit lebih rentan terhadap bahaya pekerjaan tertentu, seperti paparan radiasi, bioagen menular, angkat berat dan jam kerja yang berkepanjangan karena dampaknya terhadap perkembangan janin. Oleh karena itu, diperlukannya peraturan atau kebijakan yang sesuai untuk meningkatkan kenyamanan karyawan yang sedang hamil dan membantu mereka menangani stres terkait pekerjaan serta menjamin kesehatan dan keselamatan kerja ibu hamil agar tidak berpengaruh terhadap kondisi janin ataupun status gizi hamil.
KARAKTERISTIK PASIEN OSTEOARTHRITIS LUTUT BERDASARKAN FOTO RONTGEN LUTUT DI RSD KOTA TIDORE KEPULAUAN Hartono, Azizah Al Fira; Darmayanti, Dewi; Husen, Abd. Hakim
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26814

Abstract

Osteoarthritis merupakan salah satu bentuk artritis tersering di seluruh dunia, dan prevalensinya diperkirakan akan meningkat di masa depan sehubungan dengan meningkatnya angka harapan hidup dan jumlah populasi lansia. Angka kejadian OA di Indonesia masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk karakteristik pasien OA lutut berdasarkan foto rontgen lutut di RSD Kota Tidore Kepulauan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk memberikan gambaran foto rontgen lutut pada pasien OA lutut yang terdapat di RSD Kota Tidore Kepulauan tahun 2018-2022 Teknik pengambilan sampel pada studi ini adalah Total sampling. Instrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini expertise.  Data selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini didasarkan pada hasil pengambilan data dan pengamatan pada bulan Desember 2023 menggunakan data sekunder yang diperoleh dari expertise pasien OA lutut yang terdapat di RSD Kota Tidore Kepulauan tahun 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia tertinggi pasien OA lutut adalah usia >60 tahun. Pasien OA lutut sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan lokasi anatomis terjadinya OA lutut yang paling banyak adalah lutut kanan dan kiri pada pasien dengan OA lutut di RSD Kota Tidore Kepulauan tahun 2018-2022. Penelitian ini meyimpulkan tingkat kejadian OA masih tinggi pada wanita, usia lansia dan terjadi pada kedua lutut.
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DARI DOKTER KELUARGA KE RSU GMIM TONSEA AIRMADIDI Bato, Donny Christian; Kepel, Billy J.; Posangi, Jimmy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26831

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan sistem rujukan, masalah-masalah yang dihadapi, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan sistem rujukan peserta Jaminan Kesehatan Nasional dari Dokter Keluarga ke RSU GMIM Tonsea Airmadidi. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Juli 2023 di RSU GMIM Tonsea Airmadidi dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam, observasi langsung, serta membandingkan dengan teori-teori pada literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem rujukan meliputi 5 faktor yaitu standar operasional prosedur atau kebijakan terkait sistem rujukan, syarat rujuk, informed consent terhadap pasien terkait rujukan yang akan diberikan, surat rujukan, dan komunikasi antar fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam rujukan ini yaitu RSU GMIM Tonsea dan Dokter Keluarga. Standar Prosedur Operasional di RSU GMIM Tonsea sudah ada dan pelaksanaannya sudah cukup baik, namun belum semua petugas mengetahui adanya SPO ini. Pasien-pasien yang dirujuk dari dokter keluarga semuanya telah memenuhi syarat rujuk sesuai yang ditetapkan dalam Pedoman Sistem Rujukan Nasional. Informed consent pasien yang akan dirujuk dari dokter keluarga atau rujuk balik dari RSU GMIM Tonsea belum dilaksanakan. Surat rujukan dari dokter keluarga ditemukan tidak terisi secara lengkap. Komunikasi secara langsung antara dokter keluarga dengan RSU GMIM Tonsea belum dilakukan, media komunikasi telah tersedia namun pemanfaatannya untuk pelaksanaan sistem rujukan belum pernah dilakukan. Kesimpulannya Sistem Rujukan dari Dokter Keluarga ke RSU GMIM Tonsea Airmadidi terkait alur rujukan telah berjalan dengan baik namun beberapa faktor yang menyusun sistem rujukan masih belum dilaksanakan secara baik.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PERAWAT BAGIAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Fahmeeda, Yasmin Alia; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26832

Abstract

Sumber daya manusia yang baik dapat dikelola dengan pemimpin yang baik. Pemimpin juga mempunyai kemampuan dalam menggerakkan seseorang dalam mencapai tujuan. Menggerakkan perawat untuk melakukan tindakan perawat adalah hak kepala ruangan dengan perawat untuk menerapkan budaya keselamatan pasien. Dalam upaya meningkatkan kinerja perawat dibagian rawat inap rumah sakit, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan pengembangan program pengembangan kepemimpinan yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan spesifik dalam lingkungan perawatan kesehatan. Mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja perawat bagian rawat inap di rumah sakit. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review. Dalam keseluruhan, kepemimpinan yang baik dalam ruang rawat inap memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja perawat. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, memberikan dukungan, pembinaan, komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan yang adil, dan memperhatikan kesejahteraan perawat akan meningkatkan kinerja perawat serta meningkatkan kualitas pelayanan diruang rawat inap rumah sakit. Dalam ruang rawat inap, kepemimpinan yang baik dan efektif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat. Motivasi, dukungan, pembinaan, pengembangan, komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan yang adil, dan pemenuhan kebutuhan perawat adalah beberapa aspek penting dalam kepemimpinan yang dapat meningkatkan kinerja perawat di ruang rawat inap. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, memberikan dukungan, dan memperhatikan kebutuhan perawat akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan dan kepuasan pasien.
CASE REPORT : Embolic Stroke Putri, Pratiwi Hendro; Purnama, Deka; Perkasa, Den Raza Anggara; Hadi, Dimas Surya; Fitri, Dinda Sesa; Yuswanita, Ajeng; Fitrihanny, Leona Ferda; Ayu, Lis Awang Sega
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26878

Abstract

Menurut WHO, stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otot fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebiih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Stroke dapat dibagi menjadi dua, yaitu stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Stroke non hemoragik adalah kumpulan gejala defisit neurologis akibat gangguan fungsi otak akut baik fokal maupun global yang mendadak, disebabkan oleh berkurangnya atau hilangnya aliran darah pada parenkim otak atau medulla spinalis, yang dapat disebabkan oleh penyumbatan arteri maupun vena, yang dibuktikan dengan pemeriksaan imaging dan/atau patologi.