cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGARUH JOB DEMANDS-RESOURCES (JD-R) TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT DI RSUD LAMADDUKKELLENG WAJO Husain, Widia Ramadhany; Ramli, Anwar; Syamsuriyati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34634

Abstract

Manajemen rumah sakit dihadapkan pada berbagai tantangan terutama terkait dengan kinerja karyawan. Terutama untuk masalah kinerja dokter dan perawat terkait erat dengan keselamatan pasien. Di lingkungan perawatan kesehatan, employee engagement sangat penting karena dapat memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan kepada pasien. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh job demands-resousces (JD-R) terhadap employee engangement karyawan di RSUD Lamaddukelleng Wajo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 37 karyawan di RSUD Lamaddukelleng Wajo. Alat pengumpulan data dengan menggunakan instrumen The Experience and Evaluation of Work (QEEW), generalized self-efficacy scale, Life Orientation Test – Revised, dan Gallup’s Employee engagement Survey Q12. Analisis data penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Job demands berpengaruh (secara negatif) terhadap employee engagement karyawan di RSUD Lamaddukkelleng Wajo (? = -0,280; p-value = 0,001 < 0,05). Sementara Job resources berpengaruh (secara positif) terhadap employee engagement karyawan di RSUD Lamaddukkelleng Wajo (? = 0,379; p-value = 0,000 < 0,05). Selain itu, Personal resources berpengaruh (secara positif) terhadap employee engagement karyawan di RSUD Lamaddukkelleng Wajo (? = 0,285; p-value = 0,000 < 0,05). Pada penelitian ini job demands-resources (JD-R) secara parsial dan bersama-sama berpengaruh terhadap employee engagement. Penelitian ini menyarankan agar pihak rumah sakit perlu secara berkala memantau dan mengevaluasi tingkat job demand yang dirasakan oleh karyawan dengan survei kepuasan kerja dan evaluasi rutin untuk meningkatkan employee engagement.  
HUBUNGAN SIKAP IBU HAMIL, PERAN BIDAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN EMESIS GRAVIDARUM PADA KEHAMILAN TRIMESTER I DI PUSKESMAS CIGEULIS TAHUN 2024 Kurniasari, Dedeh; Mona Lisca, Shinta; Br. Ginting, Agus Santi; Rahayu, De Asiah; Handayani, Devi Sri; Marlina, Ina; Janah, Miftakhul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34646

Abstract

Ibu yang menjalani kehamilan mengalami hampir 50-90% mual muntah yang disebabkan terjadinya peningkatan kadar hormon estrogen dan progesterone yang diproduksi oleh Human Chorionic Gonadotropine (HCG). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan sikap ibu hamil, peran bidan dan dukungan keluarga dan terhadap emesis gravidarum pada kehamilan trimester I di Puskesmas Cigeulis tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kuantitatif desain cross sectional, Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan emesis gravidarum trimester I, sampel penelitian sebanyak 64 responden. Hasil penelitian menggunakan uji chi square sikap ibu hamil terhadap emesis gravidarum diperoleh nilai P Value 0,000 < 0,05, peran bidan terhadap emesis gravidarum diperoleh nilai P Value 0,000 < 0,05, dan dukungan keluarga terhadap emesis gravidarum diperoleh nilai P Value 0,001 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu, peran bidan, dan dukungan keluarga dengan emesis gravidarum pada kehamilan trimester I di Puskesmas Cigeulis tahun 2024. Diharapkan dapat memberikan informasi bagi ibu hamil mengenai emesis gravidarium dan dapat merubah sikap ibu hamil dalam mengelola gejala emesis yang dialaminya, serta peran bidan sangat penting dalam mengatasi kejadian emesis gravidarum pada kehamilan trimester I dengan meningkatkan konseling atau penyuluhan pada pelaksanaan kelas ibu hamil atau program lainnya.
KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU KAMBUH DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE Abubakar, Ummuhani; Handoko, Dwi; Masrika, Nur Upik En
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34669

Abstract

Indonesia menempati urutan tertinggi kedua jumlah penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Namun data tersebut belum mencerminkan presentasi kasus baru maupun kambuh. Penelitian terkait tuberkulosis paru kambuh belum pernah dilakukan di Maluku Utara. Mengetahui karakteristik pederit a tuberkulosis paru kambuh di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie. Penelitian observasional deskriptif retrospektif ini dilakukan pada poliklinik paru RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dari tahun 2016 – 2021. Dari 19 penderita, 21% termasuk ke dalam kelompok usia 26 – 35 tahun dan 46 – 55 tahun, 63% berjenis kelamin laki – laki, 68,4% menempuh pendidikan terakhir di SMA, 26,3% bekerja sebagai wiraswasta, 57,9% tanpa penyakit penyerta, 57,9% memiliki riwayat merokok, dan 57,9% tidak teratur minum obat.  Tuberkulosis paru kambuh paling banyak terjadi pada kelompok umur 26 – 35 tahun dan 46 – 55 tahun, paling banyak terjadi pada penderita dengan jenis kelamin laki – laki, berpendidikan terakhir SMA, bekerja sebagai wiraswasta, sebagian besar tidak mempunyai penyakit penyerta, paling banyak memiliki riwayat merokok dan tidak teratur minum obat.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Kusumaningrum, Indah Mega; Fitriawati, Anna; Pratama, Kharisma Jayak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34674

Abstract

Sistem pengelolaan obat adalah sebuah rangkaian kegiatan yang dilakukan di rumah sakit yang meliputi beberapa tahap yaitu perencanaan, pengadaan, penyimpanan serta tahap pendistribusian obat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan serta mengetahui sistem efisiensi dari pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RS Universitas Sebelas Maret Tahun 2023, Mengevaluasi pengelolaan obat berdasarkan indikator keberhasilan pada tahap seleksi, pengadaan, distribusi dan penggunaan di Intastalasi Farmasi RS Universitas Sebelas Maret Tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental. Teknik Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif pada tahun 2023. Hasil dari penelitian ini meliputi : kesesuaian item obat dengan Fornas 68%, tidak adanya pembayaran yang tertunda oleh pihak rumah sakit, Perbandingan antara jumlah item obat yang dipakai dengan jumlah item obat yang direncanakan 93%, Frekuensi pengadaan tiap item obat 6x dalam setahun, turn over ratio 3 kali, Nilai obat kadaluarsa dan rusak 7%, Nilai stok mati 6%, Tingkat ketersediaan obat 15 bulan, Kecocokan antara obat dengan kartu stock 100%, Menghitung waktu tunggu resep non racikan 19 menit dan resep racikan 51 menit, Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RS Universitas Sebelas Maret Surakarta sudah baik, namun diperlukan evaluasi lebih lanjut tentang pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RS UNS, sehingga terjadi peningkatan kesesuaian pengelolaan obat.
FAKTOR DETERMINAN STUNTING PADA ANAK 24-59 BULAN DI WILAYAH PERTANIAN LAHAN GAMBUT Fathur, Fathurrahman; Hijjah Fajaria, Aura; Silva Wuryantari, Rizka; Rahmah, Annisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34679

Abstract

Di Indonesia, stunting adalah masalah gizi jangka panjang, termasuk di Desa Simpang Warga Kecamatan Aluh-Aluh. Desa ini termasuk area pertanian berlahan gambut yang sebagian besar dilintasi oleh sungai, yang memberikan pasokan makanan bagi masyarakat. Angka stunting balita di desa ini sangat tinggi, meskipun ini adalah daerah pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman tentang faktor-faktor determinan yang mempengaruhi tingkat stunting di daerah ini. Desain penelitian yang digunakan adalah case-control dengan sampel 90 anak, terdiri dari 45 kasus stunting dan 45 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi asupan energi dan protein, penyakit infeksi, serta kondisi lingkungan dan perawatan ibu selama kehamilan. Data dikumpulkan melalui recall konsumsi 24 jam dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan anak, perawatan kesehatan ibu selama kehamilan, dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi kejadian stunting. Pola pengasuhan anak menjadi faktor paling dominan, terutama terkait dengan pemberian makan yang tepat dan perawatan kesehatan yang memadai. Penyakit infeksi, seperti diare dan ISPA, juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap stunting karena infeksi dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Kesimpulannya, peningkatan pola pengasuhan, perawatan ibu hamil, serta upaya pencegahan penyakit infeksi dapat menurunkan risiko stunting di wilayah ini.
EFEK TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KULIT SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA CRANTZ) TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS) Fitria, Vina; Septiarini, Anita Dwi; Hidayat, Rahmat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34680

Abstract

Kulit singkong (Manihot esculenta Crantz) mengandung beberapa kegunaan salah satunya digunakan untuk pakan ternak dan bahan pengikat pada sediaan tablet. Kulit singkong mengandung kadar cyanide acid (HCN) yang cukup tinggi. Namun, belum ada penelitian untuk mengetahui standar keamanan ekstrak kulit singkong terhadap hewan uji. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek toksisitas terhadap mencit jantan. Ekstrak kulit singkong dilakukan ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Pada pengujian ini menggunakan metode Fixed Dose dengan dosis bertingkat menggunakan antara lain: 5, 50, dan 300 mg/kgBB. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan yang memiliki berat badan lebih dari 20 gram sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok. Uji toksisitas ekstrak kulit singkong dilakukan pada mencit dengan cara mengamati perubahan perilaku setelah pemberian dosis tunggal sediaan uji, pengamatan indeks organ dan pengamatan makropatologi organ mencit jantan. Hasil pengamatan setelah pemberian ekstrak kulit singkong pada mencit jantan yaitu mencit mengalami perubahan perilaku grooming dan ptosis. Pada kelompok ekstrak kulit singkong dosis 300 mg/kgBB mencit mengalami kematian pada jam ke - 24. Berdasarkan Globally Harmonized System (GHS) ekstrak kulit singkong ini kemungkinan akan masuk dalam kategori 3 toksisitas akut oral yaitu >50 mg – ?500 mg/kgBB.
CEGAH STUNTING BERSAMA MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA DI DESA LIMA LARAS Arrazy, Syafran; Syah, Dwiki Wardana; Pardosi, Fadhila Azzahra; Fitriana, Ranti; Riska, Zamharira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34689

Abstract

Studi ini menyelidiki hubungan antara pernikahan dini, stunting, dan potensi manfaat daun kelor dalam upaya pencegahan stunting di Desa Lima Laras. Data dikumpulkan melalui survei, pemeriksaan kesehatan, dan keterlibatan masyarakat. Studi menemukan hubungan yang kuat antara pernikahan dini dan tingkat stunting. Faktor-faktor yang berkontribusi pada pernikahan dini termasuk pendidikan rendah, kesulitan ekonomi, harapan sosial, dan kehamilan yang tidak direncanakan. Stunting, yang disebabkan oleh malnutrisi, umum terjadi pada anak-anak dari ibu remaja. Untuk mengatasi stunting, program berbasis komunitas diimplementasikan, berfokus pada promosi konsumsi daun kelor. Daun kelor, kaya akan nutrisi, dimasukkan ke dalam resep puding lokal dan didistribusikan ke keluarga dengan anak kecil. Pendidikan gizi dan pemeriksaan kesehatan menyertai program ini. Puding daun kelor diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga menghasilkan pandangan positif tentang kelor sebagai makanan bergizi. Meskipun diperlukan data jangka panjang, temuan awal menunjukkan potensi peningkatan pertumbuhan anak. Studi ini menekankan pentingnya mengatasi faktor sosial dan ekonomi yang berkontribusi pada pernikahan dini dan stunting. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi program intervensi. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan praktik pengasuhan anak yang baik menjadi salah satu tantangan utama. Intervensi dan hasil dari pengabdian berbasis komunitas ini, menerapkan beberapa hal seperti mempromosikan makanan bergizi seperti daun kelor, mampu menjadi bagian berharga dari strategi komprehensif untuk meningkatkan kesehatan anak pada Desa Lima Laras Batu Bara.
PENGARUH PERMEN JELLY DAUN KELOR (MORINGA OLIEFERA) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA Putri, Noer Riffany; Dewi Satiti, Ika Arum; Jayanti, Nicky Danur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34698

Abstract

Usia, berat badan dan tinggi badan hasil dari rumus imt merupakan beberapa variabel yang mempengaruhi penurunan kadar hemoglobin pada remaja putri. Faktor permasalahan anemia dengan kekurangan zat besi banyak terjadi pada wanita khususnya remaja putri karena pola makan maupun penyakit penyerta yang merupakan permasalahan yang mempengaruhi penurunan kadar hemoglobin pada remaja putri. Salah satu faktor penyebab anemia adalah kurangnya konsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Salah satu cara untuk mengatasi anemia adalah dengan mengonsumsi zat besi yang cukup. Dalam 100 gram daun kelor (Moringa Oliefera), terdapat 7 mg zat besi, namun ketika daun kelor dijadikan serbuk, jumlah zat besi meningkat menjadi 28,29 mg. Intervensi baru yang digunakan dalam uji coba ini adalah pemberian permen yang terbuat dari jelly daun kelor. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh pemberian permen jelly daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi kelas Xl SMKN 13 Malang. Metode penelitian ini ialah menggunakan desain penelitian quasi eksperimental one group pretest – posttest control group dengan jumlah sampel 12 responden kelompok eksperimen dan 12 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah formulir pengumpulan biodata dan alat (GCHb). Penelitian dilakukan dengan pretest dan possttest untuk mendapatkan hasil sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian permen jelly  daun kelor menggunakan uji statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian yang didapatkan selisih rata-rata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok intervensi yaitu 1,416 dan didapatkan nilai ? value sebesar 0,001 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh pemberian permen jelly daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi  yang diberikan perlakuan selama 10 hari.
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BAYAM BATIK (AMARANTHUS TRICOLOR L.) SEBAGAI TERAPI LUKA BAKAR PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Nur Azmi, Tasya Nabila; Ajeng Listyani, Tiara; Septiarini, Anita Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34713

Abstract

Luka bakar adalah kehilangan jaringan akibat kontak dengan sumber panas seperti api, bahan kimia, dan listrik. Kandungan yang berfungsi sebagai peyembuhan luka bakar yaitu flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun bayam batik (Amaranthus tricolor L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel yang sesuai dengan standarisasi mutu fisik serta konsentrasi terbaik dalam proses penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand White. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pembuatan sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% dengan uji mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji hedonik. Aktivitas penyembuhan luka bakar dinilai berdasarkan pengamtan pelepasan keropeng selama 11 hari. Data penyembuhan luka bakar dianalasis menggunakan SPSS yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji One Way Anova. Hasil uji statistik aktivias penyembuhan luka bakar pada kosentrasi 5%, 7,5%, dan 10% menunjukan data normal dikarenakan (p=>0,05), data terdistribusi homogen dikarenakan (p=>0,05), dan memberikan efek signifikan dalam penyembuhan luka bakar pada kelinci p=0,001 (p=<0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan formulasi gel ekstrak etanol daun bayam batik (Amranthus tricolor L.) memenuhi standart mutu fisik dan aktivitas penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand White dengan konsetrasi sebesar 10% dalam waktu 11 hari.
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTANGIA CALARABURA L.) DAN UJI ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Indi yatno, Aurora Shalfa Alkhariza; Permata, Bangkit Riska; Fitriawati, Anna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34717

Abstract

Lip balm merupakan sediaan kosmetik yang digunakan pada bibir. Lip balm   juga memerlukan antioksidan untuk melindungi bibir dari sinar matahari atau polusi udara. Salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yaitu daun Kersen. Kersen (Muntingia Calabura L.) adalah tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan alami guna mencegah dari bahaya radikal bebas dalam tubuh karena mengandung salah satu senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada ekstrak daun kersen dan sediaan Lip balm. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kersen dan sediaan Lip balm   menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhrdazyl). Penelitian ini menggunakan tiga formulasi ekstrak berturut-turut 10%, 15%, 20% yang diuji evaluasi mutu fisiknya seperti Uji Organoleptis, Homogenitas, Daya sebar, Daya lekat,  Pengukuran pH, Daya oles, Iritasi, dan Hedonik. Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak daun kersen (Muntingia Calabura L.) memiliki nilai IC50 sebesar 14,13 ppm dengan kategori sangat kuat. Hasil mutu fisik pada sediaan Lip balm telah memenuhi peryaratan, lip balm ekstrak daun kersen pada formulasi I, II, III  didapatkan nilai IC50 berturut-turut yaitu 45,3 ppm (sangat kuat), 32,63ppm  (sangat kuat),  21,4 ppm (sangat kuat).