cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
FORMULASI SERUM ANTI AGING EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUSA (PASSIFLORA FOETIDA L.) DENGAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Wali Jati, Ilham; Wardani, Tatiana Siska; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34739

Abstract

Penuaan pada kulit bisa terjadi karena salah satu penyebabnya adalah radikal bebas. Daun rambusa (Passiflora foetida L.) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai antioksidan dan berpotensi sebagai anti penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan evaluasi mutu fisik dari sediaan serum wajah ekstrak etanol daun rambusa (Passiflora foetida L.). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% perbandingan 1:10 selama 3 hari kemudian remaserasi 2 hari. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serum diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,5% 1%, 1,5%, 2% dan 2,5%. Evaluasi uji fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji viskositas dan uji daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan serum ekstrak etanol daun rambusa (Passiflora foetida L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,5% 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 253,655 ?g/mL, 236,776 ?g/mL, 197,545 ?g/mL, 160,943 ?g/mL dan 132,497 ?g/mL, diketahui memiliki hasil uji fisik yang baik dengan memenuhi standar evaluasi sediaan serum yang baik, meliputi uji organoleptik sediaan berwarna coklat, tekstur kental agak cair dengan aroma citrus orange, pada Uji pH didapatkan hasil yang baik dengan rentang 5,59 - 6,45, pada uji homogenitas didapatkan hasil yang baik dengan tidak ditemukan partikel - partikel kasar pada sediaan, pada uji viskositas didapatkan hasil yang baik dengan rentang 306,7 – 806,7 cPs dan pada uji daya sebar didapatkan hasil yang baik yang baik dengan rentang 6,26 - 7,04 cm. Hal ini menunjukan sediaan serum memiliki aktivitas antioksidan yang baik pada konsentrasi 2,5% dan memiliki mutu fisik yang baik.
PENGARUH LIFE STYLE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE II PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LADANG RIMBA KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2024 Pebryani, Amelia; Ali Amin, Fauzi; Arifin, Vera Nazhira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34750

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang cukup serius dimana insulin tidak dapat diproduksi secara maksimal oleh pankreas. Indonesia menjadi negara ke-5 penyumbang diabetes melitus di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh life style dengan kejadian penyakit diabetes melitus tipe II masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ladang Rimba Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ladang Rimba Kabupaten Aceh Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total population dan diperoleh sampel sebanyak 50 responden kasus, 50 responden kontrol. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 03 sampai dengan 16 Februari 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji chi-square dengan aplikasi SPSS. Hasil analisi univariat menunjukkan bahwa 50,0% kasus dan 50,0% kontrol, aktivitas fisik tinggi, 22,0%, sedang 44,0%, rendah 34,0%, pola makan kurang 30,0%, baik 70,0%, kualitas tidur buruk, 77,0%, baik 23,0%, keturunan ada 65,0%, tidak ada 35,0%. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa tidak ada pengaruh antara aktivitas fisik (p-value 0,718), ada pengaruh pola makan (p-value 0,003), kualitas tidur (p-value=0,006), keturunan (p-value=0,021) dengan kejadian penyakit diabetes melitus tipe II masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ladang Rimba Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2024. Disarankan kepada masyarakat yang mengalami diabetes melitus agar dapat meningkatkan aktivitas fisik, mengkonsumsi makanan sehat, dan menjaga kualitas tidur dengan baik.
PENGARUH PENDIDIKAN SEKS DENGAN MODEL KIE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI SMK NEGERI 1 LABUAN savitri, rahma; Tebisi, Juwita Meldasari; Yartin, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34751

Abstract

Seks bebas adalah salah satu permasalahan yang umum dihadapi oleh remaja saat ini yang diakibatkan oleh  berbagai faktor. Pendidikan seks dapat dijadikan upaya yang efektif untuk diberikan kepada remaja dalam meningkatkan pemahaman terkait seksualitas. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh pendidikan seks dengan model KIE terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMK Negeri 1 Labuan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan one group pre-test post-test menggunakan desain pre-eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Labuan kelas XI berjumlah 64 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling berjumlah 17 orang. Hasil penelitian dari 17 responden sebelum diberikan intervensi sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan cukup (52,9%) dan sebagian kecil memiliki tingkat pengetahuan kurang (17,6%), sedangkan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (94,1%) dan sebagian kecil memiliki tingkat pengetahuan cukup (5,9). Hasil uji wilcoxon dengan nilai p-value=0.000 (<0,05). Simpulannya adalah ada pengaruh pendidikan seks dengan model KIE terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMK Negeri 1 Labuan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI PADA SEDIAAN HAIR TONIC EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS uswatun hasanah, alfiana; Maulid Wicahyo, Septian; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34753

Abstract

Kulit kepala merupakan habitat terbaik bagi pertumbuhan jamur karena kondisi lembab. Jamur yang terdapat pada kulit kepala yaitu Candida albicans, Aspergillus niger, Criptococcus spp, dan Penicillum spp. Daun pepaya dapat digunakan sebagai antifungi terhadap Candida albicans karena memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Penggunaan daun pepaya secara langsung pada kulit dinilai kurang efektif sehingga perlu diformulasikan menjadi sediaan topikal yaitu hair tonic. Penelitian ini merupakan metode eksperimental untuk mengetahui ekstrak daun pepaya pada sediaan hair tonic memiliki aktivitas antifungi dan mencari konsentrasi ekstrak paling kuat pada sediaan terhadap jamur Candida albicans. Penelitian ini menggunakan kontrol (-), kontrol (+), F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%). Dilakukan pengujian mutu fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis dan aktivitas antifungi terhadap jamur Candida albicans dengan metode difusi. Pengolahan data dengan SPSS 26 menggunakan one way ANOVA untuk uji aktivitas antifungi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dalam sediaan dapat mempengaruhi peningkatan viskositas, bobot jenis dan zona hambat jamur, namun terdapat penurunan pada pH. Hair tonic dengan variasi ekstrak daun pepaya memiliki aktivitas antifungi terhadap jamur Candida albicans.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK INFUSA DAUN LEUNCA ( Solanum nigrum L ) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Sari, Cantyka Eka Viemala; Listyani, Tiara Ajeng; Fitriawati, Anna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34770

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi potensi ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) dalam formulasi granul effervecsent dan melakukan pengujian aktifitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH untuk mencari nilai IC50 pada sediaan maupun ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.). Penelitian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode DPPH. Metode ekstraksi yang digunakan adalah infusa. Formulasi sediaan menggunakan metode graulasi basah dengan beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2%, 3%. Evaluasi sediaan granul effervescent pada penilitian ini meliputi uji organoleptis, uji waktu alir, uji waktu larut, uji pH, uji sudut diam, uji kadar air, uji densitas massa, dan uji aktifitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) memiliki nilai IC50 dalam kategori kuat dengan nilai sebesar 68,78µ/ml, sehingga ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent. Formulasi granul effervescent dengan konsentrasi ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) 3% menunjukan nilai IC50 paling kuat dibanding dengan konsentrasi lainnya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) memiliki potensi dalam formulasi granul effervescent dengan nilai aktivitas antioksidn kuat dengan menggunakan metode DPPH . Konsentrasi ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) sebesar 3% memberikan hasil terbaik dalam aktivitas antioksidan.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN TONER EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM X AFRICANUM L) TERPURIFIKASI SEBAGAI ANTI PROPIONIBACTERIUM ACNES ATCC 6919 ningsih, endang wahyu; Fitriawati, Anna; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34796

Abstract

Jerawat adalah suatu kondisi inflamasi umum pada bagian organ kulit yang disebut unit polisebaseus yang terjadi pada remaja dan dewasa muda yang ditandai dengan komedo, papul, pustul, dan nodul. Salah satu bakteri pemicu peradangan adalah Propionibacterium acnes. Daun kemangi (Ocimum x africanum L) memiliki kandungan senyawa yaitu flavonoid, saponin, steroid dan alkaloid. Flavonoid merupakan senyawa yang memiliki sifat antibakteri. Purifikasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya zat ballast yang tidak dapat menghasilkan efek terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak daun kemangi terpurifikasi dan untuk mengetahui sediaan toner memenuhi mutu fisik yang baik serta uji antibakteri sediaan toner ekstrak daun kemangi terpurifikasi sebagai anti Propionibacterium acnes. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, selanjutnya dilakukan purifikasi menggunakan pelarut n-Heksan dan etanol 96%, kemudian membuat sedian toner dan uji mutu fisik serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan berbagai konsentrasi. Hasil uji antibakteri ekstrak daun kemangi terpurifikasi terhadap Propionibacterium acnes didapatkan hasil 20% 15,6mm, 25% 21mm dan 30% 22,83mm. Hasil uji mutu fisik sediaan toner memiliki warna coklat dan aroma green tea, uji pH dengan rata-rata 4,54-6,21, viskositas dengan rata-rata 4,3 cPs, tidak terjadi iritasi, uji hedonik dengan rata-rata menyukai formula 1. Uji aktivitas sediaan toner didapatkan hasil 20% 19mm, 25% 20,83mm dan 30% 25,5mm. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi terpurifikasi memiliki aktivitas kategori kuat pada konsentrasi 30% dan formulasi sediaan toner sesuai dengan standar uji mutu fisik yang baik dan aktivitas antibakteri terbaik pada formula 3.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK DAUN KETUL (BIDENS PILOSA) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS ATCC 25175 Fitriani, Noviana; Artini, Kusumaningtyas; Wicahyo, Septian Maulid
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34814

Abstract

Penelitian ini untuk mengevaluasi potensi ekstrak daun ketul (Bidens pilosa) dalam formulasi pasta gigi dan menilai efektivitas antibakterinya terhadap bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175. Tujuan penelitian meliputi formulasi daun ketul menjadi pasta gigi, penentuan efektivitas antibakteri sediaan pasta gigi ekstrak daun ketul terhadap Streptococcus mutans ATCC 25175, serta identifikasi konsentrasi ekstrak daun ketul yang menghasilkan zona hambat terbaik. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Formulasi sediaan pasta gigi dengan beberapa konsentrasi ekstrak yaitu basis, 10%, 15%, dan 20%. Evaluasi sediaan pasta gigi yang pada penelitian ini meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji tinggi busa, dan uji efektivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ketul dapat diformulasikan menjadi pasta gigi yang stabil. Uji antibakteri mengungkapkan bahwa sediaan pasta gigi ekstrak daun ketul memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans ATCC 25175. Pasta gigi dengan konsentrasi ekstrak 20% menunjukkan zona hambat yang paling signifikan dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun ketul memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam formulasi pasta gigi dengan efektivitas antibakteri yang signifikan terhadap Streptococcus mutans ATCC 25175. Konsentrasi ekstrak daun ketul sebesar 20% memberikan hasil terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN SUNTIK ULANG KB 3 BULAN DI KLINIK RAWAT INAP SARASATI AMBARAWA Silvina, Anggun; Antoro, Budi; Aziza, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34823

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Berdasarkan Data terakhir pada tahun 2023 yang telah diproyeksikan Indonesia memiliki 278,8 juta jiwa penduduk. Bahkan jika dilihat pada tahun sebelumnya penduduk indonesia sebanyak 270,2 tersebut naik, dan pada tahun 2024 saat ini sebanyak 281,6 juta jiwa. Dalam hal ini pemerintah melakukan beberapa upaya salah satunya yaitu, Program Keluarga Berencana (KB) yang dilakukan pemerintah guna menekan angka pertumbuhan penduduk diindonesia. Kepatuhan dalam penggunaan kontrasepsi sangat penting untuk mencapai tujuan keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan suntik ulang KB 3 bulan di Klinik Rawat Inap Sarasati Ambarawa Tahun 2024. Penelitian ini menggunaan metode observasional analitik dengan pendekatan cros-sentional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 peserta KB 3 bulan diperoleh melalui teknik total sampling. Adapun proses mengumpulkan data-data dilakukan menggunaan kuesioner, berikutnya diolah melalui uji statistic Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kepatuhan suntik ulang KB 3 bulan dengan nilai p value 0,000 (p-value <0,05) dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan suntik ulang KB 3 bulan dengan nilai p-value =0,000, atau (p-value < 0,05), dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang baik tentang kontrasepsi suntik 3 bulan dan dukungan keluarga merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan suntik ulang.
OPTIMASI DAN UJI MUTU FISIK BODY SCRUB SARI BUAH TOM ( SOLANUM LYCOPERSIUM L ) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LETTICE DESIGN wulandari, diana; Fitriawati, Anna; Hidayat, Rahmat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34845

Abstract

Body scrub merupakan suatu produk kecantikan atau produk perawatan kulit yang bekerja membersihkan kotoran kotoran pada sel kulit mati yang terdapat pada kulit tubuh kita hingga mencegah terjadinya kerusakan kulit. Tomat merupakan salah satu bahan alami yang memiliki banyak manfaat, salah satunya digunakan untuk menjaga Kesehatan kulit. Tomat merupakan salah satu bahan alami yang memiliki banyak manfaat, salah satunya digunakan menjaga Kesehatan kulit. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pembuatan sari buah tomat dan serbuk buah tomat yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan body scrub dan dilakukan optimasi dari asam stearat dan trietanolamin. Salah satu metode optimasi yang dapat digunakan untuk mendapatkan formula optimum adalah simplex lettice design. Uji mutu fisik sediaan ( uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya sebar, uji organoleptik, uji viskositas ). Hasil penelitian ini diperoleh formula optimal dengan konsentrasi asam stearate 18% dan trietanolamin 2 %. Aktivitas antioksidan formula optimal mengalami penurunan dari aktivitas sari buah tomat ( Solanum lycopersium L ). Dengan nilai IC50 17,48 ppm ( sangat kuat ) menjadi 26,57 ppm ( sangat kuat ). Dari penelitian ini dapat disimpulakan bahwa formula optimal body scrub sari buah tomat (Solanum Lycopersicum L.) dapat diperoleh dari kombinasi asam stearat dan trietanolamin menggunakan metode SLD dengan nilai antioksidan kuat
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LOTION EKSTRAK HERBA SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) DENGAN METODE DPPH Rochayati, Popiy Eko; Hidayat, Rahmat; Fitriawati, Anna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34850

Abstract

Kerusakan pada kulit antara lain disebabkan oleh adanya radiasi sinar ultraviolet (UV), sinar UV ini mempunyai efek oksidasi dan dapat menyebabkan peradangan. penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Bahan Alam Program Studi S1 Farmasi Universitas Duta Bangsa Surakarta. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Herba Seledri (Apium Graveolens L.) yang diambil dari Perkebunan Seledri Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar pada bulan Maret-Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak etanol herba seledri (Apium Graveoleus L.) memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, Ekstrak etanol herba seledri (Apium Graveoleus L.) diformulasikan sebagai sediaan lotion yang memenuhi mutu fisik baik, sediaan lotion dari Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium Graveolens L.) memiliki aktivitas antioksidan kuat. Kesimpulan penelitian Ektrak etanol Herba Seledri (Apium Graveolens L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 28,768 µg/ml (kategori sangat kuat). Ekstrak etanol Herba Seledri (Apium Graveolens L.) dapat dibuat sediaan   Lotion dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Ketiga sediaan lotion ekstrak herba seledri memenuhi uji persyaratan mutu fisik lotion yang baik. Nilai IC50 ketiga sediaan lotion ekstrak etanol Herba Seledri (Apium Graveolens L.) memiliki aktivitas antioksidan berturut-turut sebesar 25,134 µg/ml pada Formulasi 1, Formulasi 2 sebesar 17,111 µg/ml dan Formulasi 3 sebesar 15,186 µg/ml, namun aktivitas antioksidan paling kuat terletak pada formula 3 sebesar 15,186 µg/ml (kategori sangat kuat) karena berada pada rentang < 50 µg/ml.