cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PEINDAPATAN ORANG TUA DEINGAN STATUS GIZI BALITA DI PAUD PUTIEIK SEIULANGA, KABUPATEIN ACEIH BARAT DAYA Malinda, Yufa; Khairunnas, Khairunnas; Putri, Suci Eka; Safrida, Safrida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40778

Abstract

Masa balita merupakan periode krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana gizi seimbang sangat berperan dalam mendukung kesehatan dan kecerdasan. Namun, masalah gizi seperti kekurangan gizi dan stunting masih menjadi tantangan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi gizi buruk pada balita di Indonesia mencapai 3,4%. Selain itu, laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menunjukkan prevalensi wasting dan underweight di Kabupaten Aceh Barat Daya masing-masing sebesar 8,2% dan 22,3%, menandakan adanya permasalahan gizi yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Faktor-faktor seperti pola makan dan kondisi ekonomi keluarga sering dikaitkan dengan status gizi anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan pendapatan orang tua dengan status gizi balita di PAUD Putiek Seulanga, Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel terdiri dari 63 balita beserta orang tua mereka. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi balita (p = 0,169) maupun antara pendapatan orang tua dengan status gizi balita (p = 0,464). Oleh karena itu, disarankan agar PAUD melakukan pemantauan status gizi secara berkala, memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola makan sehat, serta mendorong kerja sama dengan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dalam pertumbuhan anak.
HUBUNGAN HIPERTENSI TERHADAP PENYAKIT PERIODONTAL PADA LANSIA DI PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG fatimah, rizki nurul; Wahyuni, Sri; Murwaningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40787

Abstract

Kehilangan gigi terjadi disebabkan oleh penyakit pada jaringan periodontal yaitu jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. Penyakit periodontal sifatnya lebih kronis dan tidak menimbulkan rasa sakit hebat, pada kondisi dini tidak menimbulkan rasa sakit. Penyakit periodontal yang banyak dijumpai adalah gingivitis dan periodontitis akibat akumulasi plak yang ditandai oleh peradangan jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Hipertensi merupakan masalah klasik di dunia dan menjadi beban utama untuk kesehatan global. Hipertensi banyak terjadi pada usia lanjut. Usia lanjut adalah sebuah tahapan hidup seseorang yang akan dialami oleh setiap manusia. Proses aging pada manusia merupakan suatu peristiwa alami, menurunnya keahlian jaringan pada tubuh untuk memperbaiki diri sendiri dan mempertahankan fungsi tubuh sehingga terjadi penurunan imunitas secara perlahan, dan berakibat terjadinya penurunan derajat kesehatanserta masalah kesehatan.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan hipertensi terhadap terjadinya penyakit periodontal. Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 orang lansia (100%) yang mempunyai riwayat hipertensi mengalami penyakit periodontal. Semua responden yang diteliti mengalami penyakit periodontal. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan penyakit periodontal. Perlunya pemberian perawatan terhadap lansia yang menderita penyakit periodontal dengan oral hygiene instruction, pembersihan karang gigi, dan melakukan perawatan kompleks.
FRAMINGHAM RISK SCORE SEBAGAI ALAT DETEKSI DINI PENYAKIT JANTUNG PADA KELOMPOK BERISIKO : SISTEMATIK LITERATUR REVIEW Wulandari, ANGERNANI TRIAS; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40793

Abstract

Cardiovascular Disease (CVD) merupakan masalah global dan penyakit utama yang dapat menghilangkan nyawa di dunia. Salah satu upaya menurunkan angka mortalitas dan morbiditas CVD adalah kemampuan untuk mengenali penyakit ini lebih cepat. Framingham Risk Score (FRS) merupakan alat atau model yang dapat diadaptasi secara klinis untuk mendeteksi penyakit jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas FRS sebagai alat deteksi dini penyakit jantung pada kelompok berisiko. Metode penelitian ini adalah sistematik review yang menggunakan database elektronik untuk mencari artikel. Pencarian menggunakan 3 keyword “Framingham Risk Score”, “Cardiovascular Disease”, “Risk Population”.  Inklusi artikel penelitian ini adalah artikel menjelaskan tentang efektivitas FRS untuk memprediksi penyakit jantung pada kelompok beresiko  dalam waktu 10 tahun, publikasi artikel 2014-2024, ditulis dengan Bahasa inggris, dan full text. Artikel akan tereksklusi jika artikel merupakan letters to editor, commentary, isi artikel hanya menjelaskan distribusi frekuensi. Pada proses pencarian didapatkan 166.253 artikel dari 3 database. Setelah dikombinasikan menggunakan dengan AND terdapat 2 artikel pada PUBMED, 97 artikel pada Science Direct dan 122 artikel pada Google Scholar. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terdapat 8 artikel, 0 artikel dari PUBMED, 3 Science Direct, dan 5 dari Google Scholar. Setelah dilakukan analisa didapatkan hasil dari 5 artikel menyatakan bahwa FRS lebih unggul dibandingkan dengan model yang lain. FRS juga memiliki sensitivitas dan kalibrasi yang baik dalam memprediksi risiko penyakit jantung. FRS terbukti efektif untuk digunakan sebagai alat yang digunakan untuk memprediksi risiko penyakit jantung pada kelompok berisiko.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN NYERI HAID (DISMENORE) PADA MAHASISWI INSTITUT CITRA INTERNASIONAL TAHUN 2024 bella, bella; Agustin, Agustin; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40802

Abstract

Dismenore merupakan keluhan yang sering dialami oleh perempuan saat mengalami menstruasi. Mengalami dismenore disebabkan karena stres yang berlebih batas normal dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Institut Citra Internasional. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif desain cross sectional, variabel independen (aktivitas fisik, tingkat stres) dan variabel dependen (nyeri haid dismenore) dengan cara pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan pendekatan Cluster Sampling. Populasi penelitian yaitu mahasiswi institut citra internasional semester 5 kelas a, b, c, d, e. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi sebanyak 68 responden pada bulan Oktober 2024, isntrumen penelitian yang digunakan kuesioner tingkat stres (Kessler Psychological Distress Scale), kuesioner aktivitas fisik (Physical Activity Questionnaire for Adolescenst (PAQ-A)) dan dismenore menggunakan skala likert dan memiliki 4 bagian instrumen yang berupa demografi, nama, kelas, umur tingkat stres, aktivitas fisik dan tingkat dismenore yang masing-masing dari kuesioner tersebut diisi oleh responden kemudian mengisi kuesioner diinputkan ke google form. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan (p value = 0,010, POR = 4.320) dan tingkat stres (p value = 0,017, POR = 3.400) dengan kejadian nyeri haid (dismenore). Bagi institusi Kesehatan untuk dapat melakukan pengkajian, memberikan penyuluhan, dan intervensi, terutama pada mahasiswi Institut Citra Internasional, masalah nyeri pada saat menstruasi, mahasiswi mempelajari lebih dalam tentang faktor resiko yang menyebabkan dismenore.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI UPT PUSKESMAS MERAL TAHUN 2024 Bhakti, Agni Yuwanna; Zaman, Kamali; Mazlan, Mazlan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40820

Abstract

Tingginya angka kejadian DBD dan belum tercapainya target nasional, baik di tingkat kabupaten maupun Puskesmas, menunjukkan pentingnya evaluasi dan optimalisasi program untuk meningkatkan efektivitas intervensi yang melibatkan peran aktif masyarakat, sesuai dengan komitmen dalam RPJMN 2020-2024. Tujuan residensi ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue (DBD) di UPT  Puskesmas Meral tahun 2024. Jenis penelitian residensi ini adalah kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Informan berjumlah 3 orang yaitu Kepala Puskesmas, Pj. Program DBD dan Kader. Informan dipilih menggunakan teknik  purposive sampling. Metode pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisa data menggunakan teknik problem solving cyle meliputi analisa situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah dan menentukan alternatif masalah dengan menggunakan Fishbone analysis. Hasil residensi ini kurangnya sosialisasi, peran kader jumantik yang belum optimal, serta terbatasnya anggaran dan bahan pendukung menghambat pencegahan DBD. Kebijakan yang belum maksimal, minimnya pengawasan dan kolaborasi lintas sektor yang kurang efektif semakin memperburuk upaya pengendalian penyakit DBD. Kesimpulan upaya pencegahan dan pengendalian DBD di UPT Puskesmas Meral masih menghadapi tantangan, terutama terkait dengan lima kelurahan yang belum mencapai target ABJ (≥95%) dan angka incidence rate yang masih tinggi (64 per 100.000 penduduk). Prioritas utama adalah meningkatkan capaian ABJ melalui optimalisasi peran kader jumantik, sosialisasi yang lebih efektif, alokasi anggaran yang memadai, pemanfaatan media promosi, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor.
ANALISIS MANAJEMEN PERENCANAAN LOGISTIK NON MEDIS DI RS PEKANBARU MEDICAL CENTER TAHUN 2024 Tampubolon, Lerina; Hartono, Budi; Mulya, Adrian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40836

Abstract

Manajemen logistik merupakan salah satu manajemen yang ada di rumah sakit. Manajemen logistik di rumah sakit bertujuan untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, dan untuk mencapai efisiensi dan efektifitas dalam penggunaan barang dan jasa. Tujuan residensi ini untuk menganalisis manajemen perencanaan logistik non medis di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center tahun 2024. Jenis penelitian residensi ini adalah kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Informan berjumlah 4 orang yaitu koordinator logistik, manajer umum dan 2 user. Informan dipilih menggunakan teknik  purposive sampling. Metode pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisa data menggunakan teknik problem solving cyle meliputi analisa situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah dan menentukan alternatif masalah dengan menggunakan Fishbone analysis. Hasil residensi ini keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang belum mencukupi, kurangnya pelatihan bagi petugas, sistem pencatatan yang masih manual, ketiadaan standar operasional prosedur (SOP), minimnya kegiatan monitoring dan evaluasi, serta tidak dilaksanakannya kegiatan stock opname secara rutin. Selain itu, anggaran yang tersedia belum mencukupi, modul logistik non-medis belum terintegrasi dalam SIMRS, dan fasilitas penyimpanan yang ada masih kurang memadai. Kesimpulan Analisis Manajemen Perencanaan Logistik Non-Medis di RS Pekanbaru Medical Center belum matang dan terstandar sebagai prioritas utama. Faktor SDM, prosedur, metode, dan anggaran berperan penting, dengan rencana intervensi disusun untuk mendukung efisiensi operasional dan meningkatkan kualitas layanan.  
FAKTOR MEMPENGARUHI KEPATUHAN MENGONSUMSI ZAT BESI (FE) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEULUMAT LABUHANHAJI TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN Hidayani, Rahma; Anwar, Sufyan; Rimonda, Rubi; Jihad, Fikri Faidul; Kiswanto, Kiswanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40842

Abstract

Jumlah tepat zat besi yang dicerna, jarak konsumsi pil zat besi (Fe), dan frekuensi asupan tablet zat besi setiap hari digunakan untuk mengukur kepatuhan terhadap konsumsi pil zat besi. Hemoglobin dalam sel darah merah sebagian diatur oleh zat besi (Fe). Kekurangan zat besi selama kehamilan meningkatkan risiko keguguran, kelahiran dini, bayi baru lahir dengan berat badan kurang, pendarahan sebelum dan selama persalinan, dan anemia berat, yang semuanya dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin. Selain itu, pertumbuhan anak terhambat, tinggi badannya tidak ideal, dan kecerdasannya menurun. Metode: Metode cross-sectional untuk analisis deskriptif kuantitatif digunakan dalam desain penelitian. Popularitas penelitian ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa 78 wanita diberi pil zat besi. 78 orang yang menerima tablet zat besi (Fe) melalui pengambilan sampel lengkap merupakan sampel penelitian. Chi-Square digunakan dalam analisis univariat dan bivariat sebagai pendekatan penelitian.  Hasil: Hasil  penelitian menunjukkan bahwa dukungan suami (p = 0,047 (0,05) berkorelasi dengan frekuensi konsumsi tablet zat besi di Puskesmas Peulumat, sedangkan pengetahuan (p = 0,038 (0,05)) berkorelasi dengan frekuensi konsumsi tablet zat besi. Sebaliknya, attitude (p = 0,116 (0,05)) tidak menunjukkan adanya korelasi antara frekuensi konsumsi dan konsumsi tablet zat besi.  Hasil analisis univariat dan bivariat menunjukkan adanya hubungan antara variabel pendukung suami dengan konsumsi tablet zat besi (Fe); di sisi lain, tidak ada hubungan antara variabel sikap dan konsumsi tablet zat besi pada ibu hamil serta mengonsumsi suplemen zat besi. Kesimpulan: Yang didapat dari hasil penelitian ini adalah terdapat korelasi antara pengetahuan dari kemungkinan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe (nilai –p = 0,038), tidak ada korelasi dari kemungkinan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe (nilai-p = 0,116), dan ada korelasi antara dukungan suami dan kemungkinan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe (nilai-p = 0,005).
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira; Ambarwati, Nadya; Sari, Anita Dwi Prastika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40868

Abstract

Karies gigi merupakan masalah utama pada kesehatan gigi dan mulut yang terjadi akibat penumpukan plak pada permukaan gigi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Perawatan bedah dan endodontik merupakan penanganan dini pada gigi yang terinfeksi, dilanjutkan dengan terapi antibiotik. Namun penggunaan antibiotik juga dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti reaksi hipersensitivitas, gangguan dermatologis dan alergi, sehingga dibutuhkan alternatif terapi tambahan untuk mecegah resistensi terhadap antibiotik seperti penggunaan obat herbal. Salah suatu tanaman herbal yang dapat digunakan  dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu tanaman kumis kucing yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Dari permasalahan tersebut penelitian ingin mengetahui kemampuan daya hambat daun kumis kucing terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan perbandingan etanol 70% dan 96% dengan konsentrasi ekastrak daun kumis kucing sebesar 20%, 30%, 40%. Metode yang digunakan yaitu difusi cakram dengan kontrol positif berupa antibiotik eritromisin dan kontrol negatif etanol 70% dan 96%. Hasil uji Two-Way ANOVA pada ekstrak etanol 70% dan 96% daun kumis kucing didapatkan nilai sig. (p > 0.05) sebesar (0.173 > 0.05). Pada konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% diperoleh nilai signifikan (p > 0.05) yaitu (0.661 > 0.05). Setelah dilakukan pengujian disimpulkan tidak adanya perbedaan diameter zona hambat pada konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% daun kumis kucing yang digunakan juga tidak memiliki pengaruh terhadap aktivitas antibakteri.
HUBUNGAN PEIRILAKU PASIEIN DEINGAN KEISEIHATAN LINGKUNGAN DI RUANG RAWAT INAP BEIDAH KEILAS III PADA RUMAH SAKIT UMUM DAEIRAH KOTA SUBULUSSALAM Lingga, Nurainun; Safrizal, Safrizal; Kiswanto, Kiswanto; Darmawan, Darmawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40897

Abstract

Rumah sakit memiliki peran penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang optimal, salah satunya melalui ruang rawat inap yang memenuhi standar fisik dan kesehatan yang berlaku. Kebersihan lingkungan ruang rawat inap sangat berpengaruh dalam mencegah infeksi serta mempercepat proses penyembuhan pasien. Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan tetapi juga mendukung efektivitas perawatan medis. Oleh karena itu, kesadaran pasien dalam menjaga kebersihan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pasien dalam menjaga kebersihan lingkungan di Ruang Rawat Inap Bedah Kelas III Rumah Sakit Umum Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 100 responden berusia 18 hingga 60 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan pasien dengan perilaku mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan (p-value 0,102 > 0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara sikap dan perilaku pasien (p-value 0,028 < 0,05). Meskipun ada pasien yang kurang peduli terhadap kebersihan, sebagian besar menunjukkan kepedulian yang baik. Perubahan sikap dapat terjadi dengan pemberian informasi yang relevan dan edukasi yang tepat. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan kualitas layanan dengan pemantauan kebersihan yang lebih ketat serta menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai. Selain itu, tenaga medis juga berperan dalam memberikan edukasi kepada pasien agar mereka lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Dengan langkah-langkah ini, risiko infeksi dapat diminimalkan, dan proses penyembuhan pasien dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, KETERSEDIAAN JAJANAN DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PEMILIHAN JAJANAN SISWA/I SDN GUNONG KLENG ACEH BARAT Rahyuni, Nelka; Febriansyah, Muhammad Irfan; Iskandar, Wardah; Muhsin, Sri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40898

Abstract

Pemilihan jajanan pada anak sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan ekternal. Faktor internal meliputi pengetahuan dan sikap, sedangkan faktor ekternal mencakup ketersediaan jajanan di lingkungan sekolah dan pengaruh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan jajanan, dan pengaruh teman sebaya terhadap pemilihan jajanan pada siswa/i kelas V di SDN Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/i kelas V dengan metode total sampling sebanyak 40 siswa/i. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mencakup variabel pengetahuan, sikap, ketersediaan jajanan, dan pengaruh teman sebaya. Analisis data diakukan menggunakan uji Chi-Square.Penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,008), sikap (p=0,017), ketersediaan jajanan (p=0,014), dan pengaruh teman sebaya (p=0,000) terhadap pemilihan jajanan. Responden dengan tingkat pengetahuan dan sikap baik cenderung memilih jajanan yang lebih sehat.. Namun, ketersediaan jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah dan pengaruh teman sebaya yang signifikan menjadi faktor utama dalam pemilihan jajanan yang tidak aman. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa faktor pengetahuan, sikap, ketersediaan jajanan, dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan signifikan terhadap pemilihan jajanan siswa/i. Oleh karena itu, edukasi gizi dan pengawasan lingkungan sekolah diperlukan untuk meningkatkan kebiasaan jajan yang sehat, serta peran guru dan orang tua dalam memberikan edukasi kesehatan yang baik.