cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM TOS GA SI SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN HIPERTENSI DI DESA TOSANAN, KABUPATEN PONOROGO Amatullah, Nusaiba Fahani; Muthmainnah, Muthmainnah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41874

Abstract

UU No. 36/2009 dan WHO menekankan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap individu. Data dari Profil Kesehatan Kabupaten Ponorogo pada Desa Tosanan, Kecamatan Kauman, jumlah penderita hipertensi tertinggi diderita oleh pra-lansia dan lansia berjumlah lebih dari 100 orang. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran, khususnya kelompok pra-lansia dan lansia (>45 tahun), dalam mencegah dan mengelola hipertensi. Subjek penelitian yang dilibatkan adalah pra-lansia dan lansia penderita Hipertensi serta kader di Desa Tosanan. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik random sampling. Melalui analisis situasi dengan metode CARL untuk memprioritaskan masalah, metode fishbone untuk menganalisis akar masalah, dan metode MEER untuk memilih solusi intervensi. Hasil yang diperoleh adalah kurangnya kesadaran diri masyarakat, stigma masyarakat, minimnya pengetahuan, dan pola hidup masyarakat yang buruk. Intervensi kegiatan seperti SI KETAN dan PETE (Skrining Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan Hipertensi), GANTI APA SI (Game Inovasi Hipertensi untuk Pra Lansia dan Lansia), dan PEKA ATI (Pelatihan Kader Anti Hipertensi). Hasil pelaksanaan program dinilai efektif untuk memberikan informasi mengenai hipertensi kepada sasaran. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata peningkatan pengetahuan peserta pra-lansia dan lansia penderita hipertensi sebesar 57,24% dan peningkatan pengetahuan kader sebesar 31,13%. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dalam menurunkan prevalensi hipertensi di Desa Tosanan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
ANALISA KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD MUHAMMAD SANI TAHUN 2024 Agustina D, Chomsatun; Zaman, Kamali; Devi, Liza Sri Kusuma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41885

Abstract

Indikator mutu rekam medik yang baik dan lengkap adalah kelengkapan isi, akurat, tepat waktu, dan pemenuhan aspek persyaratan hukum, RSUD Muhammad Sani telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Khanza. Namun, pengelolaan rekam medis masih menghadapi kendala, seperti pendaftaran, pencarian dokumen, pencatatan, pendistribusian ke ruang rawat, dan penyimpanan dokumen pasien. Tujuan residensi ini untuk mengetahui penerapan pengisian dokumen Rekam Medis Pasien  Rawat inap di RSUD Muhammad Sani tahun 2024. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Informan berjumlah 5 orang yaitu Ketua Komite Medis, Kepala Seksi Penunjang Medis, Kepala Instalasi Rekam Medis, Petugas Rekam medis, Dan Perawat kepala ruangan. Informan dipilih menggunakan teknik  purposive sampling. Metode pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisa data menggunakan teknik problem solving cyle meliputi analisa situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah dan menentukan alternatif masalah dengan menggunakan Fishbone analysis. Pengelolaan rekam medis di RSUD Muhammad Sani masih menghadapi berbagai kendala, seperti pengetahuan SDM yang tidak seragam, rendahnya disiplin pengisian tepat waktu, kurangnya sosialisasi SPO, sistem pengisian yang kompleks, ketiadaan reward/punishment, variabel SIMRS yang belum sederhana, sarana prasarana yang kurang memadai, sistem elektronik yang belum standar, serta keterbatasan anggaran. Pengelolaan rekam medis di RSUD memerlukan penyempurnaan sistem elektronik, peningkatan pelatihan dan sosialisasi, kebijakan sanksi, efisiensi dokumen, monitoring yang optimal, serta anggaran khusus untuk pengembangan berkelanjutan.  
BAGAIMANA MENINGKATKAN PELAYANAN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X PEKANBARU TAHUN 2024 MELALUI KEGIATAN SURVEY KEPUASAN PASIEN Yudha, Nunik Vera; Kiswanto, Kiswanto; Larasuqe, Aqnisa Wenny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41902

Abstract

Rumah sakit, sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan utama, terus berkembang dengan menawarkan berbagai layanan medis, termasuk instalasi gawat darurat, rawat inap, dan rawat jalan. Layanan rawat jalan, yang mencakup observasi, diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi, sangat penting bagi pasien yang membutuhkan pelayanan tanpa harus dirawat inap. Untuk menilai sejauh mana kualitas layanan rawat jalan yang saat ini diberikan oleh Rumah Sakit X Pekanbaru sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasien. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Dalam Residensi ini Informan Utamanya adalah Manager Pelayanan dan Penunjang Medis, Koordinator Poliklinik, dan petugas di Instalasi rawat jalan Rumah Sakit X Pekanbaru. Informan dipilih menggunakan teknik  purposive sampling. Metode pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisa data menggunakan teknik problem solving cyle meliputi analisa situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah dan menentukan alternatif masalah dengan menggunakan Fishbone analysis. Jumlah tenaga medis yang terbatas, kurangnya pelatihan bagi staf tentang pentingnya pengukuran kepuasan pasien, ketiadaan SOP untuk pelaksanaan survei, absennya kuesioner fisik atau platform digital, serta lingkungan kerja yang tidak mendukung partisipasi aktif pasien dalam memberikan umpan balik menjadi kendala utama dalam pengelolaan kepuasan pasien. Pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit X Pekanbaru mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien, sementara kebutuhan peningkatan tenaga medis, pelatihan staf, pengukuran kepuasan pasien, dan pengembangan sistem manajemen pelayanan menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas layanan.
ANALISIS PERENCANAAN MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI ISATALASI FARMASI RUMAH SAKIT X TAHUN 2024 Renal, Renal; Yunita, Jasrida; Mulya, Adrian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41903

Abstract

Rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang dikembangkan melalui rencana pembangunan kesehatan nasional. Pengembangan rumah sakit di Indonesia sangat bergantung pada kebijakan pembangunan kesehatan yang tertuang dalam program Indonesia Sehat 2010, yang diatur dalam Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan rumah sakit adalah manajemen logistik obat yang efektif, karena berdampak langsung pada ketersediaan obat dan kualitas pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Informan dalam penelitian ini meliputi Manajer Penunjang Medik sebagai informan pertama, Kepala Instalasi Farmasi sebagai informan kedua, Kepala Gudang Farmasi sebagai informan ketiga, dan bagian pemesanan sebagai informan keempat. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk mendapatkan data yang relevan dan mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen terkait perencanaan logistik obat. Analisis data menggunakan teknik problem-solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah, serta penentuan alternatif solusi dengan menggunakan Fishbone Analysis. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kendala dalam perencanaan logistik obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, antara lain kurangnya pemahaman mengenai manajemen logistik obat, keterbatasan anggaran, tidak diterapkannya Standar Prosedur Operasional (SPO), keterbatasan dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), serta sarana penyimpanan yang belum memadai. Agar perencanaan logistik obat lebih efektif, perlu dilakukan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan yang terstruktur, kepatuhan terhadap SOP, serta penguatan sistem informasi dan anggaran yang memadai.
NEXUS GIZI, ANALISA DETERMINANT KESEHATAN STATUS GIZI UNDERWEIGHT PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI PUSKESMAS KUTA BARO Nursiba, Yessy; Ib, Basri Aramico; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41919

Abstract

Underweight merupakan masalah gizi yang dipengaruhi oleh asupan makanan dan pola hidupnya. Berat badan yang rendah dapat menyebabkan masalah kesehatan dan meningkatkan risiko kematian. Tujuan penelitian untuk menganalisa determinant kesehatan status gizi underweight pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kuta Baro Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita sebanyak 460 balita. Sampel sebanyak 83 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan tanggal 18 s/d 27 Januari 2024 menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji deskriptif dan chi- square. Hasil penelitian univariat menunjukkan responden yang memiliki status gizi normal 79,5%, pola makan baik 53%, perilaku makan baik 54,2%, pola tidur baik 50,6%, pendidikan sedang ibu 48,2%, penyakit infeksi 67,5%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pola makan (P value = 0,043), pola tidur (P value = 0,050) dengan status gizi balita usia 6-59 bulan. Sedangkan tidak ada hubungan antara perilaku makan (P value = 0,056), penyakit infeksi (P value = 0,196), pendidikan ibu (p value = 0,109) dengan status gizi balita usia 6-59 bulan. Kesimpulan dalam penelitian adalah variabel pola makan dan pola tidur menjadi faktor determinan kesehatan status gizi balita usia 6-59 bulan dan variabel perilaku makan, penyakit infeksi, pendidikan ibu bukanlah faktor determinan kesehatan status gizi balita usia 6-59 bulan.
LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA STUNTING Zahra, Syeira Winazli; Triwahyuningsih, Ria Yulianti; Kumalasary, Diyanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41922

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada balita yang menyebabkan tubuh lebih pendek dari anak seusianya.  WHO mencatat Indonesia sebagai salah satu negara dengan prevalensi stunting tertinggi di Asia Tenggara, terutama di pedesaan. Faktor penyebab stunting terdiri dari faktor pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, gizi ibu saat hamil, BBLR, tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan riwayat penyakit infeksi berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Tujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting. metode Penelitian ini menerapkan pendekatan literature review dengan cara mengidentifikasi, menganalisis, dan menyintesis sejumlah jurnal yang membahas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stunting.Hasil yaitu berdasarkan beberapa penelitian didapatkan bahwa  fakor risiko penyebab terjadinya stunting berdasarkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor yang paling berhubungan dengan penyebab terjadinya stunting. Faktor Usia tersering penyebab pertambahan jumlah stunting pada balita ialah kisaran usia 6-24 bulan. Faktor Jenis kelamin laki-laki memiliki prevalensi terhadap kejadian stunting pada balita dibandingkan dengan perempuan. Faktor Tingkat pendidikan ibu memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita. Faktor Status Ekonomi menjadi penyebab tidak langsung kejadian stunting dan Faktor Pelayanan Kesehatan Balita memiliki keterkaitan terhadap kejadian stunting. Kesimpulan Penyebab stunting meliputi kurangnya ASI eksklusif, pemberian MP-ASI terlalu dini, gizi ibu hamil yang buruk, berat badan lahir rendah (BBLR), pendidikan ibu yang rendah, pendapatan keluarga terbatas, serta infeksi seperti diare dan ISPA  
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEDIRI Widyadhana, Divaki Aviaa Bramila; Candraning D., Khuliyah; Pawitra, Aditya Sukma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41923

Abstract

Tuberkuosis merupakan penyakit menuar yang disebabkan eh bakteri. Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia yaitu dua pertiga atau sebesaar 8,4%. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak kedua, akan tetapi cakupan penemuan kasus TBC pada tahun 2023 di Jawa Timur yaitu 90,9%. Namun, masih banyak wilayah di Provinsi Jawa Timur masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan. Salah satunya yaitu Kabupaten Kediri. Untuk itu penelitian bertujuan untuk mengambarkan epidemiologi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Profil Kesehatan Kabupaten Kediri Tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit TBC di Kabupaten Kediri Tahun 2023 di derita oleh laki-laki sebanyak  1269 penderita (55%), mayoritas penderita berada pada kelompok usia dewasa (>14 tahun) sebesar 67%. CDR sebanyak 2312 kasus baru dengan CNR sebanyak 144,7 per 100.000 penduduk dan SR sebesar 88,9%. Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Kediri pada tahun 2023 lebih banyak diderita oleh laki-laki dan kelompok usia dewasa yang kemungkinan disebabkan oleh kebiasaan merkok,faktor beban kerja yang tinggi, tingkat mobilitas tinggi, dan lingkungan yang buruk. Meskipun CNR megalami kenaikan setiap tahunya, namun angka CDR dan SR masih berada dibawah target sehingga perlu upaya peningkatan deteksi dini dengann jemput bola, pelatihan kader, dan lain-lain
PENGARUH SENAM TERA TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA ORANG YANG LEBIH TUA DI DESA MANCUNG KECAMATAN KELAPA BANGKA BARAT TAHUN 2024 Meliana, Meliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41924

Abstract

Kualitas tidur yang buruk merupakan salah satu masalah kesehatan bagi orang yang lebih tua, jika dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan keterlambatan dalam proses berfikir dan beraktivitas, kurang fokus dan konsentrasi, serta terganggunya memori jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam tera terhadap kualitas tidur pada orang yang lebih tua di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Bangka Barat Tahun 2024. Metode penelitian ini adalah Pra-Eksperimental melalui pendekatan one group pretest -posttest. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling dengan sampel 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan analisa data menggunakan Paired Sample T-test. Kualitas tidur orang yang lebih tua sebelum diberikan intervensi senam tera, diperoleh nilai mean sebesar 7,72 dan kualitas tidur orang yang lebih tua setelah diberikan intervensi senam tera, diperoleh nilai mean sebesar 5,24. Hasil analisa menunjukan bahwa ada pengaruh senam tera terhadap kualitas tidur orang yang lebih tua dengan nilai p-value sebesar 0,000 <0,05. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan orang yang lebih tua untuk bisa menjaga kualitas tidurnya dengan cara rutin melakukan senam tera walaupun hanya 30 menit, agar bisa menjaga tubuh tetap segar dan bugar.
LITERATURE REVIEW : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BBLR Kurnia, Sri Ayu; Kumalasary, Diyanah; Triwahyuningsih, Ria Yulianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41930

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas neonatal. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi faktor kedua sebagai penyebab kematian neonatal di Indonesia dengan persentase 0,7%. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah (<2500 gram) memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini menggunakan metode sistematika literature review (SLR) pada 30 artikel yang telah terbit dan terpercaya. Artikel yang dipilih memiliki relevansi dengan faktor-faktor penyebab kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah. Berdasarkan hasil review artikel, ditemukan bahwa faktor yang berkontribusi terhadap kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu faktor ibu, faktor janin, dan faktor sosial ekonomi. Faktor ibu meliputi usia ibu, paritas, jarak kehamilan, status gizi, anemia, preeklampsia, ketuban pecah dini, dan kunjungan Antenatal care (ANC). Faktor janin meliputi kehamilan gemeli dan usia kehamilan (<37 minggu) atau bayi premature. Pendapatan dan pendidikan termasuk ke dalam faktor sosial ekonomi. Kejadian bayi dengan BBLR dipengaruhi oleh faktor ibu, janin, dan sosial ekonomi yang saling berhubungan sehingga membutuhkan intervensi atau upaya pencegahan yang menyeluruh dan difokuskan pada pemantauan kesehatan ibu dan janin, perbaikan gizi, dan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi.
EVALUASI PENERIMAAN DAN PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD KOTA MATARAM TAHUN 2024 Putri, Julia Ananda Eka; Saputra, Yoga Dwi; Rosyidi, Rohadi Muhammad; Hasina, Raisya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41939

Abstract

Obat adalah salah satu aspek penting yang harus tersedia di setiap fasilitas pelayanan kesehatan termasuk Rumah Sakit. Agar tercapai ketersediaan obat yang efisien, efektif dan rasional, obat harus dikelola dengan baik dan benar. Salah satu kegiatan pengelolaan obat di Rumah Sakit meliputi aspek penerimaan dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Penerimaan dan Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi RSUD Kota Mataram Periode Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Mix Metode. Pengumpulan data penerimaan diperoleh dari SP, faktur, kartu stok, pengamatan langsung diruang penyimpanan obat disertai dengan pengisian lembar penilaian dalam bentuk checklist dan validasi hasil kepada Kepala Instalasi Farmasi dan Kepala Gudang RSUD Kota Mataram. Hasil dianalisis menggunakan Microsoft excel, data hasil penelitian disajikan dalam bentuk persentase. Diperoleh persentase ketepatan aspek penerimaan obat 100% dan prosedur penyimpanan obat 96%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerimaan dan penyimpanan obat di RSUD Kota Mataram telah sesuai dengan Petunjuk Standar Rumah Sakit Tahun 2019.