cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENCEGAHAN KEHAMILAN PADA SISWA SISWI SMPN 1 CISARUA, SUMEDANG Siallagan, Amelia Dameyanti; Triana, Ayu Andini; Fabialismaya, Deayu Dwi Kania; Simanungkalit, Elhana Theodora; Rochmah, Febby Anggraeni; Nurjanah, Ridha Ghina; Nurhidayah, Ida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41790

Abstract

Remaja merupakan fase memasuki dunia kedewasaan. Secara biologis remaja sudah siap untuk menurunkan keturunan, tetapi secara ekonomi, sosial dan banyak hal yang belum siap. Hal ini menjadi masalah pelik karena remaja terkadang tidak dibekali oleh pengetahuan dan ketrampilan dalam menjaga mereka untuk tetap sehat dan tidak berperilaku yang beresiko secara seksual. Terdapat berbagai masalah dikalangan remaja dan kasus yang paling tinggi ditemui yaitu kehamilan. Upaya pencegahan kejadian kehamilan remaja salah satunya dengan pendidikan kesehatan mengenai pencegahan kehamilan pada remaja , diharapkan dengan adanya pendidikan kesehatan dapat membantu program pemerintah untuk menurunkan kejadian kehamilan remaja di Kabupaten Sumedang. Tujuan Pengabdian Masyarakat yaitu meningkatkan kemampuan berpikir dan pemahaman siswa siswi SMP dalam upaya preventif pencegahan kehamilan remaja berupa pendidikan kesehatan. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Cisarua Kabupaten Sumedang. Rancangan yang digunakan yaitu one group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini 100 siswa. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah proportioned stratified random sampling, berdasarkan usia remaja 10-18 tahun. Sehingga, sample penelitian terdiri dari 64 siswa yang berusia 10-18 tahun yang terdiri dari 33 siswa laki-laki dan 31 siswa perempuan. Pelaksanaannya adalah dengan menggunakan power point serta leaflet/brosur, menyiapkan materi pendidikan kesehatan. Dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan penyuluhan hasil pre-test adalah sebesar 58% dengan kategori cukup. Kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan, peserta diberikan post-test dan didapatkan hasil presentasenya yaitu 82% dengan kategori baik sekali. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa khususnya tentang pencegahan kehamilan remaja diharapakan dengan adanya penyuluhan pengabdian masyarakat ini dapat mengurangi angka kehamilan pada remaja.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN PENERAPAN SSOP DI INDUSTRI IKAN ASIN DI SIBOLGA 2024 Pane, Putri Yunita; Hutapea, Winni Hayati; Pakpahan, Eka Lolita Eliyanti; Ginting, Tarianna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41792

Abstract

Hasil perikanan Indonesia pada umumnya disajikan dalam dua bentuk, yaitu segar dan olahan. Penyajian ikan secara olahan meliputi olahan tradisional dan olahan modern. Kegiatan pengolahan ikan secara tradisional dapat dilakukan dengan cara pengeringan dan penggaraman. Limbah industri pengolahan produk ikan banyak mengandung bahan organik yang terlarut maupun yang tersuspensi. Banyaknya jumlah bahan organik ini dapat meningkatkan nilai COD, BOD, nitrogen, kadar lemak dan minyak pada air limbah perikanan. Banyaknya limbah dari pengolahan ikan yang mencapai ± 300 Kg per hari akan menimbulkan permasalahan berupa pencemaran lingkungan. Saat ini pengelolaan limbah ikan dari pengolahan ikan asin atau tawar hanya di buang dan di timbun sehingga menimbulkan bau kurang sedap dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, serta produksi ikan asin atau tawar menjadi kurang higienis. Prosedur Operasi Standar Sanitasi (SSOP) adalah sistem prosedur untuk menerapkan standar kebersihan yang diadopsi dalam unit pemrosesan seperti pabrik pengolahan makanan. Bisnis makanan di sektor makanan laut untuk mencegah kontaminasi silang pada produk olahan. Kesehatan lingkungan adalah keadaan lingkungan yang optimal yang berdampak positif terhadap kesehatan. Penelitian ini memakai desain penelitian cross-sectional yang menggabungkan analisis deskriptif dan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 120 orang. Sampel penelitian terdiri dari 92 partisipan yang menggunakan pengambilan sampel acak sederhana. Variabel penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, dan SSOP. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis memakai metode univariat dan bivariat. Berdasarkan uji chi-square, variabel tindakan (p-value = 0.024), variabel sanitasi lingkungan (p-value = 0.003). Penelitian ini memperoleh simpulan yaitu ada hubungan signifikan antara tindakan dan sanitasi lingkungan dengan industri ikan di Kota Sibolga.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN CENGKIH (SYZYGIUM AROMATICUM) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIK LAMBUNG TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI MINUMAN BERALKOHOL CAP TIKUS Mawira, Alexsandro Marco Agung; Sambuaga, Maria Kristanti; Durry, Meilany Feronika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41793

Abstract

Kebiasaan mengonsumsi cap tikus yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan kerusakan pada lambung. Daun cengkih memiliki senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai anti-ulkus dan agen gastroprotektif terhadap kondisi gastritis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun cengkih (Syzygium aromaticum) terhadap gambaran histopatologik lambung tikus wistar yang diinduksi minuman beralkohol cap tikus. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post test only control group yang menggunakan hewan uji berupa 27 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok uji. Kelompok normal tidak diberikan perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberikan induksi cap tikus 2,16 ml. Kelompok perlakuan diberikan ekstrak daun cengkih 100 mg/kgBB, kemudian setelah 2 jam diberikan induksi cap tikus 2,16 ml. Perlakuan pada tikus wistar dilakukan selama 14 hari dan pada hari ke-15, dilakukan terminasi pada semua kelompok uji. Analisis data menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis kemudian dilakukan uji post hoc Dunn-Bonferroni. Hasil yang diperoleh pada kelompok normal dan kelompok perlakuan terdapat gambaran epitel mukosa yang tersusun normal dan gambaran deskuamasi. Kelompok kontrol negatif menunjukkan gambaran deskuamasi hingga ulserasi. Dari hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001) pada semua kelompok uji. Pada uji Dunn-Bonferroni didapatkan perbedaan signifikan (p = 0,021) pada kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan. Kesimpulan yang didapatkan bahwa pemberian ekstrak daun cengkih (Syzygium aromaticum) berpengaruh secara signifikan (p = 0,021) terhadap gambaran histopatologik lambung tikus wistar yang diinduksi minuman beralkohol cap tikus.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI ADMINISTRASI KESEHATAN Fitrah, Fitrah; Anggereni, Kustia; Sari, Ratna Indra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41800

Abstract

Penerapan sistem informasi kesehatan berbasis Rekam Medis Elektronik membawa revolusi dalam manajemen data pasien. Dengan mengintegrasikan data secara digital, RME menggantikan sistem manual yang sering memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pengambilan Keputusan klinis, dan memperbaiki kualitas layanan kesehatan. Aksesibilitas data yang lebih cepat dan akurat memungkinkan pihak yang berkepentingan untuk berkolaborasi sekaligus mengurangi beban administrasi. Implementasi RME membutuhkan adaptasi pada berbagai level organisasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis implementasi RME terhadap pengurangan waktu dan biaya operasional pengolahan data administrasi dibandingkan dengan sistem manual, secara akurat dengan data yang lengkap sehingga tingkat keberhasilan implementasi RME dapat bermanfaat bagi pelayanan pasien di fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain Systemtic Literatue Review (SLR) berbasis PRISMA disertai pendekatan naratif untuk menjawab penelitian secara komperhensif. Analisis artikel ini memberikan temuan bahwa efeketivitas implementas RME mampu mepercepat proses perekaman dan mengurangi beban kerja. Implementasi RME dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan. Namun perlu dioptimalkan dalam mengatasi tantangan secara teknis. Implementasi RME mengurangi waktu dan biaya operasional, meningkatkan akurasi dan kelengkapan data pasien, serta mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui kemudahan integrasi dan koordinasi antarunit layanan.
REPRESENTASI PERAN IBU DALAM PENGETAHUAN DAN PERILAKU REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUAL HYGIENE Winanti, Kadek Ary Kusri; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Budiani, Ni Nyoman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41801

Abstract

Kebersihan area kewanitaan memiliki peranan penting saat menstruasi. Namun, masih banyak wanita yang tidak menyadari pentingnya perawatan kebersihan area kewanitaan selama masa haid. Mengabaikan kebersihan area tersebut, baik saat menstruasi maupun tidak, secara berkelanjutan dapat menyebabkan infeksi pada daerah genital. Menurut data Survei Demografis Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menyatakan bahwa Hygiene saat menstruasi remaja masih lemah yaitu 63,9%. Kurangnya tingkat kesadaran dalam perawatan dan menjaga kebersihan selama menstruasi dikarenakan kurangnya informasi yang didapatkan. Kurangnya informasi yang diterima dapat membuat remaja melakukan tindakan perawatan saat menstruasi yang salah. Adapun faktor lain yang menjadi pengaruh terjadinya tindakan yaitu pengetahuan, informasi, sikap, sarana prasarana, dan dukungan. Peran ibu dalam memberikan informasi sangat penting karena ibu merupakan sumber informasi pertama. Desain penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif dengan pendekatan potong lintang, yang melibatkan 250 mahasiswa dengan sampel terdiri dari 80 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan higienitas yang baik dan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas hasil yang diperoleh berada dalam kategori yang baik dan positif. Kategori baik yang diperoleh tidak terlepas dari sumber informasi, yang sebagian besar diperoleh siswa dari ibu, teman, dan guru. Peran ibu dalam kebersihan menstruasi pada remaja putri berada dalam kategori mendukung, yang menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan penerapan kebersihan menstruasi.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA L) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIK HATI TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINDUKSI MINUMAN BERALKOHOL CAP TIKUS Hidayat, Ridwan Wahyu; Wijaya, Nur Anindhita K.; Sambuaga, Maria K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41803

Abstract

Hati adalah organ paling rentan terhadap efek mengonsumsi minuman beralkohol. Kunyit mempunyai kandungan antioksidan yang bisa melindungi hati dari kerusakan zat oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit terhadap gambaran histopatologik hati tikus wistar yang diinduksi minuman berakohol Cap Tikus. Penelitian ini merupakan true experimental secara in vivo dengan rancangan post-test only control trial group design. Sebanyak 24 tikus wistar jantan digunakan sebagai subjek penelitian. Dibagi dalam kelompok kontrol normal yaitu tikus diberikan makanan pakan AD2 dan air. Kelompok kontrol negatif yaitu tikus diberi pakan, lalu tikus diinduksi cap tikus sebanyak 2,16 ml/tikus/hari. Kelompok perlakuan 1 yaitu tikus diberikan pakan, lalu diberi ekstrak kunyit dengan dosis 100 mg/kgBB/hari, lalu diinduksi cap tikus sebanyak 2,16 ml/tikus/hari. Kelompok perlakuan 2 yaitu tikus diberikan pakan, diberi ekstrak kunyit dengan dosis 200 mg/kgBB/hari, lalu diinduksi cap tikus sebanyak 2,16 ml/tikus/hari. Hasil penelitian menunjukan kelompok kontrol normal terdapat gambaran histopatologik hati tikus yang normal. Kelompok kontrol negatif menunjukan gambaran histopatologik hati tikus terdapat banyak sel steatosis, inflamasi, sedikit sel nekrosis, dan beberapa sel regenerasi. Kelompok perlakuan 1 menunjukan gambaran histopatologik hati tikus terdapat lebih sedikit sel steatosis, inflamasi, sangat sedikit sel nekrosis, dan lebih banyak sel regenerasi. Kelompok perlakuan 2 menunjukan gambaran histopatologik hati tikus terdapat sangat sedikit sel steatosis, inflamasi, nekrosis, dan lebih banyak sel regenerasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kunyit dengan dosis 200 mg terlihat lebih efektif dalam memperbaiki kondisi histopatologik hati tikus setelah induksi cap tikus karena menunjukkan sangat sedikit sel steatosis, inflamasi, dan nekrosis, serta lebih banyak sel regenerasi dibandingkan kelompok perlakuan 1.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA : STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUBO KECAMATAN MEUREUBO KAB. ACEH BARAT Malijah, Malijah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41808

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satunya adalah hipertensi, yang sering kali dianggap sepele namun dapat memicu komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko seperti pola tidur yang buruk, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kualitas tidur yang rendah dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa (21-55 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case-control. Data diperoleh dari 52 responden yang terdiri dari 26 kasus dan 26 kontrol, dipilih melalui metode purposive sampling dengan rasio 1:1. Data dikumpulkan pada Oktober 2023 dan dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor risiko dan hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa (p-value=0,004< α) sehingga ada hubungan. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara indeks massa tubuh (p-value=0,139> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan, pola tidur (p-value=0,749> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan, pola makan (p-value=0,271> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan, dan kualitas tidur (p-value=0,148> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merekomendasikan agar Puskesmas Meureubo meningkatkan upaya skrining kesehatan secara rutin pada kelompok usia dewasa untuk mendeteksi hipertensi sejak dini. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan pola makan seimbang, perlu digalakkan untuk mencegah peningkatan kasus hipertensi di masa mendatang.
2KORELASI ANTARA PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DENGAN SIKAP REMAJA Putri, Luh Putu Devita Pramesti; Senjaya, Asep Arifin; Sriasih, Ni Gusti Kompiang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41810

Abstract

Kesehatan remaja termasuk hal yang memiliki kompleksitas tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya, disebabkan oleh faktor pubertas yang mempengaruhi mereka. Menurut World Health Organization (WHO), 5% remaja di dunia terjangkit Penyakit Menular Seksual (PMS) dengan gejala keputihan setiap tahunnya. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menunjukkan bahwa infeksi menular seksual termasuk 175 kasus syphilis, 256 kasus gonore, 1.692 kasus AIDS, dan 326 kasus HIV. Penyakit menular seksual adalah salah satu dari sepuluh penyebab kematian. Data di Indonesia menunjukan pada wanita usia 15-49 tahun pernah melakukan hubungan seksual dan mengalami infeksi menular seksual (IMS) sebanyak 12%, sedangkan prevalensi IMS atau gejalanya tertinggi terjadi pada wanita belum menikah yaitu sebanyak 24% dan wanita umur 15-19 tahun yaitu 19%. Jumlah kasus HIV di Kabupaten Badung tahun 2022 sebanyak 370 kasus dengan kelompok jenis kelamin menunjukkan bahwa kasus terbanyak pada jenis kelamin laki-laki (81,4%). Penelitian ini merupakan analisis korelatif. Berdasarkan data karakteristik, terdapat 40 (44,4%) laki-laki dan 50 (55,6%) perempuan. Dari jumlah subjek yang dianalisis, 56,7% memiliki pemahaman baik, 20,0% memiliki pemahaman cukup, dan 23,3% dengan pemahaman kurang. Mengenai sikap, 64,4% menunjukkan sikap positif, sementara  35,6% menunjukkan sikap negatif. Kesimpulannya, ditemukan korelasi antara pengetahuan dengan sikap remaja mengenai penyakit seksual yang menular di SMAN 2 Mengwi pada tahun 2024.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DAN STRATEGI KOPING KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DI POLI RAWAT JALAN RSJD dr. SAMSI JACOBALIS PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2024 Oktaningsih, khendy; Fitri, Nurwijaya; Maryana, Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41812

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang memengaruhi fungsi kognitif, persepsi, emosi, dan perilaku individu. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada penderitanya tetapi juga memberikan beban signifikan pada keluarga sebagai pemberi perawatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara spiritualitas dan strategi koping keluarga terhadap kualitas hidup keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di Poli Rawat Jalan RSJD dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 59  keluarga pasien skizofrenia. Variabel yang diukur meliputi tingkat spiritualitas, jenis strategi koping dan kualitas hidup keluarga. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara spiritualitas dan strategi koping keluarga terhadap kualitas hidup keluarga dalam merawat pasien skizofrenia. Hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup ditunjukkan oleh p-value = 0,009 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,337, dengan kontribusi 11,4% (r² = 0,114) yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dan positif. Sementara itu, hubungan strategi koping terhadap kualitas hidup ditunjukkan oleh p-value = 0,001 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,424, dengan kontribusi 18% (r² = 0,180) yang juga menunjukkan kekuatan hubungan sedang dan positif.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara spiritualitas dan strategi koping terhadap kualitas hidup kelurga dalam merawat pasien skizofrenia di Poli Rawat Jalan RSJD dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024.
KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, SUMBER INFORMASI SERTA DUKUNGAN SUAMI PADA ANTENATAL CLASS Putri, Ni Kadek Wilandari Andika; Darmapatni, Made widhi Gunapria; Ningtyas, Listina Ade Widya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41816

Abstract

Seorang wanita akan melalui beberapa fase dalam hidupnya, khususnya fase kehamilan. Saat hamil, wanita hamil mengalami banyak perubahan baik fisik maupun psikologis. Selama masa kehamilan terdapat banyak risiko kesehatan yang mungkin muncul yang disebaban karena wanita hamil rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia, diabetes gestasional, dan lainnya. Jika masalah kesehatan ini tidak ditangani dengan baik, dapat meningkatkan risiko bagi ibu dan janin, termasuk risiko kematian pada ibu. Kesehatan ibu hamil harus menjadi perhatian karena jika diabaikan akan memicu masalah kesehatan yang lebih besar. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan mencakup seluruh ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas IV Denpasar Selatan yang berjumlah 75 orang. Sampel terdiri dari 47 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah ibu hamil berusia 20 hingga 35 tahun, dengan pendidikan terakhir berada pada tingkat menengah dan tidak bekerja. Sebagian besar adalah ibu multipara dengan tingkat pengetahuan yang baik. Sumber informasi yang paling banyak diakses oleh ibu hamil berasal dari tenaga kesehatan dan keluarga. Hasil menunjukan bahwa ibu hamil yang datang berada pada rentang usia 20 – 35 tahun dengan menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik. Sumber informasi yang didapatkan oleh ibu hamil sebagian besar didapatkan dari petugas kesehatan juga keluarga, dukungan suami tergolong cukup mendukung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kurangnya dukungan suami selama kehamilan dapat berdampak serius terhadap perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil.