cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
KOMPONEN, TAHAPAN DAN VARIASI POLIMERASE CHAIN REACTION : ARTIKEL REVIEW Widodo, Wimbuh Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43342

Abstract

Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknik perbanyakan DNA secara in vitro yang memanfaatkan enzim DNA polymerase termostabil. PCR memiliki peran penting dalam berbagai bidang, terutama biomedis dan forensik, karena kemampuannya dalam mendeteksi serta mengidentifikasi DNA target dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip kerja PCR, komponen utama dalam reaksi PCR, tahapan PCR, serta variasi teknik PCR yang berkembang, seperti Real-Time PCR, Reverse Transcription-PCR (RT-PCR), dan direct PCR. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCR terdiri dari tiga tahap utama, yaitu denaturasi, annealing, dan elongasi, yang dilakukan secara berulang-ulang hingga menghasilkan jumlah salinan DNA yang cukup untuk dianalisis. Berbagai variasi PCR telah dikembangkan untuk meningkatkan sensitivitas dan efisiensi deteksi. Real-Time PCR memungkinkan kuantifikasi DNA secara akurat, RT-PCR memungkinkan analisis RNA melalui konversi menjadi DNA, sementara direct PCR menyederhanakan proses dengan menghilangkan tahap ekstraksi DNA. Aplikasi PCR sangat luas, termasuk dalam diagnostik penyakit infeksi, forensik, penelitian genetik, deteksi mutasi genetik, identifikasi mikroorganisme, dan pengujian makanan. Keunggulan PCR dalam kecepatan, ketepatan, serta kemampuannya mendeteksi DNA dalam jumlah sangat kecil menjadikannya alat yang sangat penting dalam ilmu biologi molekuler. Kesimpulannya, PCR merupakan teknik fundamental dalam biologi molekuler yang terus berkembang, memberikan kontribusi besar dalam penelitian dan aplikasi klinis.
HUBUNGAN KEPADATAN PENDUDUK DAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2020-2022 Aurellia, Salsabila Shafani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43355

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, dan jamur. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada balita. Di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Timur, kasus pneumonia pada balita menunjukkan angka yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi kasus pneumonia pada balita di Provinsi Jawa Timur dan menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dengan penemuan kasus pneumonia dari tahun 2020 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan data sekunder yang diambil dari Buku Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2020-2022. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman serta menggunakan aplikasi perangkat lunak yaitu Quantum Geographic Information System (QGIS) versi 3.38.2.  Penelitian ini menemukan bahwa kepadatan penduduk di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan antara tahun 2020 hingga 2022, sementara jumlah kasus pneumonia pada balita menunjukkan fluktuasi. Uji korelasi Spearman antara kepadatan penduduk dan kasus pneumonia pada balita di Jawa Timur tahun 2020, 2021, dan 2022 menunjukkan nilai p sebesar 0,3822, 0,4419, dan 0,5458 (nilai p > 0,05) dengan koefisien korelasi masing-masing -0,1458664, -0,1281322, dan -0,1007769. Tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai koefisien korelasi yang sangat lemah dan hubungan negatif antara kepadatan penduduk dan kasus pneumonia pada balita di JawaTimur tahun 2020-2022.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN FRAKTUR PROKSIMAL FEMUR PADA PASIEN LANSIA DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS PADA TAHUN 2016-2022 Terisno, Chrisphiany Natasha; Lumbantobing, Lamhot Asnir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43358

Abstract

Pada tahun 2011 Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan angka fraktur tertinggi yaitu 1,3 juta orang per tahun dari total penduduk sekitar 238 juta jiwa dan fraktur ekstremitas bawah memiliki prevalensi tertinggi di antara jenis patah tulang lainnya yaitu sekitar 46,2%. Patah tulang pada lansia merupakan masalah kesehatan global yang terus bertambah. Setiap tahun terdapat lebih dari 300.000 orang lanjut usia (berusia >65) dirawat di rumah sakit karena patah tulang femur proksimal. Sulit bagi populasi lanjut usia untuk menjaga berat badan ideal, dan imobilitas menimbulkan risiko yang signifikan dan peningkatan morbiditas. Kelompok lanjut usia memiliki risiko patah tulang yang tinggi akibat proses penuaan yang kemudian dapat menyebabkan penurunan fungsi fisiologis tubuh, salah satunya adalah penurunan kepadatan dan kualitas tulang. Lansia juga memiliki risiko jatuh yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya patah tulang. Berat badan berlebih dapat menyebabkan densitas tulang menurun dan dapat menyebabkan pengeroposan pada tulang, dan kekuatan tekanan benturan meningkat ketika seseorang kelebihan berat badan sehingga meningkatkan kemungkinan fraktur. Berat badan rendah juga merupakan faktor risiko terjadinya fraktur femur proksimal pada lansia akibat penurunan kepadatan tulang, berkurangnya jaringan lunak dan kelemahan pada otot. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara status gizi berdasarkan indeks massa tubuh dengan kejadian fraktur proksimal femur pada lansia. Sebanyak 185 data dianalisa dan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan indeks massa tubuh dengan pasien lansia yang mengalami fraktur proksimal femur (p < 0,05).
PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA MENGENAI SLIMMING TEA UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN Chandra, Jennifer Evelin; Yunita, Fenny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43360

Abstract

Secara global, ada lebih banyak orang yang mengalami obesitas dibandingkan dengan orang yang mengalami kekurangan berat badan. Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi permasalahan di berbagai negara dan telah mencapai proporsi epidemi secara global, dengan setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahun akibat kelebihan berat badan atau obesitas. Teh adalah minuman yang umum dikonsumsi setiap hari di berbagai belahan dunia, dan menjadi salah satu cara yang banyak dipakai untuk menurunkan berat badan, yaitu dengan meminum teh pelangsing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara terhadap penggunaan teh pelangsing untuk menurunkan berat badan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional pada 197 mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara.  Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dalam kategori baik yaitu yaitu 115 subyek (58,4%).
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN LAPORAN OPERASI PADA REKAM MEDIS PASIEN BEDAH SARAF DI RUMAH SAKIT X BANDUNG Bella, Cindy Rozza; Budiyanti, Shifa Amanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43361

Abstract

Laporan operasi penting untuk menjamin mutu tindakan medis, penggantian biaya pelayanan kesehatan oleh asuransi kesehatan sampai untuk kepentingan di pengadilan. Laporan operasi harus lengkap 100% sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelengkapan pengisian laporan operasi pasien bedah saraf di Rumah Sakit X Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 600 rekam medis pasien bedah saraf bulan Januari – Juni 2024. Menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 86 rekam medis. Pengumpulan data menggunakan tabel ceklis observasi. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan pengisian laporan operasi pasien bedah saraf bagian identifikasi pasien sebesar 99,5%, bagian laporan penting sebesar 96,3%, bagian autentikasi sebesar 99,67%, dan bagian pendokumentasian yang benar sebesar 93,67%. Berdasarkan hasil wawancara, faktor ketidaklengkapan pengisian laporan operasi adalah belum adanya SOP pengisian laporan operasi, ketidaktelitian dokter atau perawat dalam mengisi laporan operasi, serta belum optimalnya rekam medis elektronik dalam mendukung pengisian laporan operasi secara elektronik. Kelengkapan pengisian laporan operasi di Rumah Sakit X Bandung sudah dapat dikatakan bagus, tetapi masih belum optimal karena persentase kelengkapan belum mencapai 100%.
PERBANDINGAN KADAR ERITROSIT DAN HEMATOKRIT DARAH EDTA YANG SEGERA DIPERIKSA DAN DITUNDA SELAMA 1, 2 DAN 3 JAM Yanti, Okta Wilda; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43368

Abstract

Pemeriksaan hematologi dilaboratorium cukup sering dilakukan, seperti kadar darah hemoglobin, hematokrit, indeks sel darah merah, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih dan jumlah trombosit. Pemeriksaan hematologi digunakan sebagai dasar perawatan pasien. Oleh karena itu pemeriksaan hematologi ini harus dilakukan dengan baik dan benar terutama pada sampel darah yang sudah diambil harus segera dilakukan pemeriksaan, karena stabilitas sampel dapat berubah. Waktu tunda mempengaruhi jumlah sel darah merah, dan semakin lama penundaan, semakin rendah jumlah sel, karena sel mengalami hemolisis atau kematian selama penundaan, dan sel mengalami perubahan biokimia, biomekanik dan reaksi imunologi yang menyebabkan kerusakan struktural dan morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai eritrosit dan hematokrit yang diperiksa segera dan ditunda selama 1,2 dan 3 jam. Peneltian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Quasi experiment design pada 10 reponden yang diambil darahnya secara Accidental sampling. Sampel yang diambil yaitu mahasiswa TLM angkatan 2017, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan hasil uji One Way Anova pada pemeriksaan eritrosit menunjukan nilai.Sig 0.417> ???? (0.05) adapun pada pemeriksaan hematokrit menunjukan nilai .Sig 0.502 > ???? (0.05). Demikian dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada pemeriksaan jumlah eritrosit dan hematokrit terhadap perlakuan sampel segera diperiksa maupun ditunda selama 1, 2, dan 3 jam.
20PEMETAAN HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI DAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021-2023 Benedikta, Devina Chandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43371

Abstract

Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan dua penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi yang signifikan di Indonesia. Terdapat hubungan yang kuat antara kedua kondisi ini, di mana hipertensi dapat berkontribusi pada peningkatan risiko terjadinya diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hipertensi dan kejadian diabetes mellitus di Provinsi Jawa Timur selama 2021-2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kabupaten/ kota mengalami peningkatan kasus hipertensi dan diabetes mellitus setiap tahunnya. Uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel dengan nilai rho > 0,88 dan p-value < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kasus hipertensi cenderung diikuti oleh peningkatan kejadian diabetes mellitus.
KEEFEKTIFAN METODE PRETEND PLAY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK AUTISME SPECTRUM DISORDER (ASD) DI KARASIDENAN SURAKARTA Rahayu, Risma; Susanti, Nadya; Setyawan, Dodiet Aditya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43374

Abstract

Autisme Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta pola perilaku yang terbatas dan berulang. Anak dengan ASD sering mengalami kesulitan dalam perkembangan kognitifnya. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak ASD adalah metode pretend play. Metode ini melibatkan permainan imajinatif yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi peran dan situasi tertentu guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap dunia sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode pretend play dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak ASD di Karisidenan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pre-test dan post-test pada kelompok intervensi dan kontrol. Sampel penelitian terdiri dari anak-anak dengan ASD yang mengikuti terapi wicara dan bahasa di beberapa klinik dan sekolah luar biasa (SLB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan kognitif anak-anak yang diberikan intervensi pretend play dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pretend play merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak ASD, khususnya dalam aspek pemrosesan informasi, memori, dan pemahaman sosial. Dengan demikian, metode pretend play dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan terapeutik yang dapat digunakan dalam program intervensi bagi anak ASD untuk mendukung perkembangan kognitif mereka secara optimal.
NATIONAL EMERGENCY DEPARTMENT OVERCROWDING SCORE (NEDOCS) DALAM MENGUKUR KEPADATAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) : LITERATURE REVIEW Zola, Prima; Ghani, Ascobat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43375

Abstract

Kepadatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tantangan besar dalam sistem layanan kesehatan yang dapat menyebabkan peningkatan waktu tunggu pasien, penurunan kualitas layanan, dan risiko keselamatan pasien yang lebih tinggi. National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS) adalah salah satu alat yang banyak digunakan untuk menilai tingkat kepadatan IGD secara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode literature review, dengan mengumpulkan artikel dari database ProQuest dan PubMed dalam lima tahun terakhir. Artikel yang dipilih berkaitan dengan penggunaan NEDOCS di IGD. Dari hasil penyaringan, tiga artikel yang paling relevan dianalisis lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas NEDOCS dalam mengukur kepadatan IGD. Hasil kajian menunjukkan bahwa NEDOCS terbukti efektif dalam mengukur kepadatan IGD dan memiliki validitas tinggi dibandingkan dengan model lain seperti mSEAL dan EDWIN. Faktor utama yang meningkatkan skor NEDOCS adalah access block, yaitu keterlambatan dalam pemindahan pasien ke ruang rawat inap. Strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi hambatan akses dengan rata-rata waktu tunggu pemeriksaan awal 60 menit, dan 4 jam untuk waktu masuk ke rawat inap, dipulangkan atau dirujuk. NEDOCS adalah alat yang andal dalam mengukur kepadatan IGD dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di rumah sakit. Namun, implementasinya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah sakit untuk meningkatkan efektivitas dalam manajemen kepadatan IGD.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENERAPAN KOLABORASI INTEPROFESIONAL PADA PELAYANAN KESEHATAN : LITERATURE REVIEW Kusumaningrum, Annisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43377

Abstract

Kolaborasi interprofesional berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pasien, efektivitas komunikasi, dan efisiensi kerja tim medis. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi IPC dalam pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menelaah berbagai studi relevan yang berasal dari ScienceDirect dan BMC Health Services dengan kata kunci “kolaborasi interprofesional di pelayanan kesehatan” hingga didapatkan 8.299 artikel yang Kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inkluasi dan eksklusi yang ditetapkan. Dari proses seleksi artikel ini didapatkan 17 artikel yang relevan. Faktor- yang mempengaruhi penerapan IPC meliputi komunikasi yang efektif, dukungan organisasi dan kebijakan yang jelas, kejelasan peran dan tanggung jawab antarprofesi, budaya organisasi yang mendukung kolaborasi, serta ketersediaan sumber daya dan keseimbangan beban kerja. Komunikasi yang tidak efektif, perbedaan persepsi antarprofesi, serta beban kerja yang tinggi menjadi tantangan utama dalam implementasi IPC. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan IPC sangat bergantung pada perbaikan komunikasi, dukungan organisasi, serta perubahan budaya kerja yang lebih kolaboratif. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung, pelatihan kolaboratif, serta sistem yang memfasilitasi koordinasi antarprofesi untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas IPC dalam pelayanan kesehatan.