cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PP NO 33 TAHUN 2012 TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI Putri, Ellatyas Rahmawati Tejo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46221

Abstract

Menurut WHO, 60% kematian bayi sebenarnya bisa dihindari, dan salah satu cara efektifnya adalah melalui pemberian ASI. Menyusui, khususnya ASI eksklusif selama 6 bulan, terbukti meningkatkan kesehatan bayi serta mengurangi risiko kesakitan dan kematian. Untuk meneliti hal ini, sebuah studi cross-sectional deskriptif analitik dilakukan di Posyandu Anggur Ngronggo, Kediri, melibatkan 20 ibu dengan bayi berusia 0-24 bulan. Peneliti menggunakan  pengetahuan ibu tentang PP No. 33 Tahun 2012 sebagai variabel independen dan pemberian ASI eksklusif sebagai variabel dependen, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasilnya penelitian ini ialah 75% pengetahuan responden tentang ASI eksklusif baik , dan 85% dari responden memberikan ASI. Namun, pengetahuan mengenai PP No. 33 Tahun 2012 relatif rendah (65% kurang). Meskipun ada kekurangan pengetahuan tentang regulasi tersebut, 76,5% responden tetap berhasil memberikan ASI eksklusif. Lebih lanjut, hasil uji Fisher Exact Test (p=0,031) menyatakan terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang PP No. 33 Tahun 2012 dan praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN HIV & AIDS MELALUI KAMPANYE MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF MASYARAKAT UMUM DAN ODHIV Agustina, Dewi; Takasima, Muhammad Dio Kurniawan; Nasution, Az-Zahra Sabrina; Amalia, Syifa; Ridana, Chalisa Naila; Aldini, Sandra Dwi; Khaiyath, Salsabilla Aishya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46223

Abstract

HIV & AIDS masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama akibat rendahnya pengetahuan serta tingginya stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kampanye media sosial dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan HIV & AIDS dari dua perspektif berbeda: masyarakat umum dan ODHIV. Menggunakan pendekatan studi potong lintang, data dikumpulkan dari 30 responden melalui kuesioner daring. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden telah memiliki pemahaman dasar yang memadai mengenai HIV & AIDS serta pengobatan ARV. Kampanye di media sosial, terutama melalui platform seperti TikTok dan Instagram, dianggap efektif dalam menyampaikan pesan edukatif. Selain meningkatkan pengetahuan, media sosial juga dinilai berperan penting dalam mengurangi stigma terhadap ODHIV. Temuan ini menegaskan bahwa strategi kampanye digital yang inklusif, visual, dan berbasis narasi dapat menjadi alat edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan HIV & AIDS di masyarakat.
HUBUNGAN BULLYING DAN SELF-ESTEEM REMAJA DI SMA NEGERI 1 SUNGAI GERINGGING Lisa Fradisa, 1006038402; Yunere, Falerisiska; Ningsih, Surya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46229

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang marak terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan psikologis remaja. Salah satu dampak penting dari bullying adalah penurunan self-esteem, yaitu penilaian individu terhadap nilai, kemampuan, dan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian bullying dengan tingkat self-esteem pada siswa SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 172 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner bullying dari Adolescent Peer Relations Instrument dan kuesioner self-esteem dari Aziz (2021), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 52,3% siswa mengalami bullying dan 52,3% siswa memiliki self-esteem rendah. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian bullying dengan tingkat self-esteem (p = 0,024), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,110. Hal ini berarti bahwa siswa yang mengalami bullying memiliki risiko lebih dari dua kali lipat untuk memiliki self-esteem rendah dibandingkan yang tidak mengalami bullying. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dalam upaya preventif dan intervensi, seperti penyediaan layanan konseling, program anti-bullying, dan edukasi kepada siswa, untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan psikologis remaja.
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RSUD D.R M.M DUNDA LIMBOTO Nggule, Zulkifli; Antu, Moh. Ichsan A.; Rahman, Merlin Abd.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46250

Abstract

Pelayanan kesehatan yang cepat dan efisien merupakan harapan utama pasien. Salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit adalah waktu tunggu, yang berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Masalah utama dalam penelitian ini adalah masih adanya keluhan terkait lamanya waktu tunggu rawat jalan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu pelayanan rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari waktu tunggu sebagai variabel independen dan kepuasan pasien sebagai variabel dependen. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson.  Adanya hubungan yang signifikan antara waktu tunggu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien (nilai p < 0,05), di mana semakin lama waktu tunggu yang dialami pasien maka tingkat kepuasan cenderung menurun. Ketidakpuasan pasien disebabkan oleh antrean yang belum optimal, keterbatasan jumlah tenaga medis, dan prosedur administrasi yang rumitWaktu tunggu pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu melakukan perbaikan sistem antrean, efisiensi proses administrasi, dan penyesuaian jumlah tenaga medis guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.  
HUBUNGAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPORDUKSI DENGAN PEREFENSI FERTILITAS PEREMPUAN PEKERJA FORMAL KOTA SURABAYA Amaliyah, Dewi Intan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46265

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan tren angka pernikahan di Indonesia yang diikuti dengan tren penurunan angka fertilitas. Fenomena ini juga terjadi di beberapa kota besar, salah satunya adalah Kota Surabaya. Sektor pekerjaan formal di Kota Surabaya sangat luas. Perempuan yang bekerja sebagai tenaga profesional di Kota Surabaya juga meningkat tiap tahun. Istilah independent woman semakin melekat pada pekerja perempuan. Perempuan kini memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan dalam kariernya, yang secara perlahan menggeser peran tradisional mereka sebagai ibu rumah tangga dan istri. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat faktor sosio-demografi dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan preferensi fertilitas perempuan pekerja formal di Kota Surabaya. Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan menggunakan desain Cross-sectional. Populasi dalam peneltian ini tidak diketahui karena fluktuasi jumlah pekerja formal perempuan dari waktu ke waktu. Sampel dihitung berdasarkan rumus Lameshow dan didapatkan sampel sebanyak 100 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas terdiri dari usia, target usia menikah, pendidikan, pendapatan dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah preferensi fertilitas. Data dikumpulkan melului penyebaran kuesioner secara online melalui google form. Metode analisis menggunakan Chi-Square test. Variable usia, target usia menikah dan pendapatan berhubungan signifkan dengan preferensi fertilitas. Sementara pendidikan dan pengetahuan kesehatan reproduksi tidak berhubungan signifkan dengan preferensi fertilitas. Preferensi fertilitas tidak serta merta dianggap kuat berhubungan dengan faktor sosio-demografi dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi saja. Nilai anak menurut sosial, budaya dan agama mungkin lebih mempengaruhi. Diperlukan penelitian lanjut untuk menganalisis faktor yang lebih kuat berhubungan dengan preferensi fertilitas.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGESIK PADA MAHASISWA KESEHATAN Hayyu Anjani, Rosi; Monasyifa, Riza; Susilowati, Susilowati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46297

Abstract

Swamedikasi merupakan tindakan individu menggunakan dan memilih obat guna mengobati penyakit atau gejala yang dikenalinya tanpa pengawasan profesional mengenai indikasi, dosis, dan lama pengobatan. Obat yang sering digunakan dalam swamedikasi untuk meredakan nyeri adalah analgesik. Jika penggunaan obat tidak dilakukan dengan tepat, dapat menyebabkan drug relate problem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi obat analgesik pada mahasiswa Stikes Bhakti Husada Mulia Kota Madiun. Metode penelitian ini adalah observasional dan bersifat cross section. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh dari survei melalui kuesioner yang dibagikan kepada 112 mahasiswa kesehatan Stikes Bhakti Husada Mulia Kota Madiun menggunakan google form dan Whatsapp. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil dari pengolahan data dalam penelitian ini adalah pengetahuan mahasiswa tentang swamedikasi obat analgesik termasuk dalam kategori baik sebesar 93,8%, dan kategori cukup sebesar 6,3%. Perilaku mahasiswa tentang swamedikasi obat analgesik termasuk dalam kategori baik sebesar 42,9%, kategori cukup sebesar 55,4% dan kategori kurang sebesar 1,8%. Uji chi square menghasilkan pvalue dibawah alpha yaitu 0,046. Artinya tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku swamedikasi analgesik di kalangan mahasiswa kesehatan. Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat analgesik pada mahasiswa kesehatan.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2022-2023 Sutiono, Hendry Buana; Silaban, Dorna Yanti Lola
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46317

Abstract

Peningkatan aktivitas fisik diketahui mendukung kemampuan kognitif, termasuk konsentrasi, melalui peningkatan aliran oksigen dan nutrisi ke otak. Proses ini terjadi karena pelebaran pembuluh darah dan pengoptimalan fungsi hormon. Tubuh yang sehat lebih mampu mengatasi kelelahan, jarang mengalami sakit, serta mempunyai kestabilan emosi yang baik, yang semuanya menunjang kemampuan belajar serta pencapaian akademik. Di sisi lain, kurangnya aktivitas fisik bisa memberikan efek buruk terhadap kemampuan berpikir, terutama pada konsentrasi belajar. Studi ini memiliki tujuan untuk mengkaji keterkaitan dalam aktivitas fisik dan perhatian belajar di kalangan mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk studi cross-sectional di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara antara Januari hingga Maret 2024, menyangkut 229 mahasiswa dari angkatan 2022–2023 yang mencukupi syarat dan sudah memperoleh persetujuan dari Komite Etik Penilaian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Data primer yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, konsentrasi belajar, aktivitas fisik, serta hasil dari concentration grid test dan short form International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) test. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji univariat untuk karakteristik responden serta uji bivariat melalui chi-square. Temuan studi menjelaskan jika kebanyakan responden merupakan perempuan (173 orang atau 75,54%). Tingkat aktivitas fisik terbagi menjadi tinggi (46,3%), sedang (28,4%), dan rendah (25,3%). Temuan uji chi-square menjelaskan tidak adanya keterkaitan signifikan pada aktivitas fisik tinggi (p-value 0,441) dibandingkan dengan aktivitas fisik rendah terhadap konsentrasi belajar. Temuan uji Chi-Square juga memperlihatkan tidak ada keterkaitan pada aktivitas fisik sedang (p-value 0,285) terhadap konsentrasi belajar dibandingkan dengan aktivitas fisik rendah. Dengan demikian, studi ini menyimpulkan jika tidak ada keterkaitan yang bermakna pada aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar mahasiswa.
HUBUNGAN WORK ENGAGEMENT DAN BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI SATUAN KERJA PUSKESMAS KECAMATAN MAMPANG PRAPATAN Saputra, Dimas Rizky; Sihura, Sancka Stella G; Daeli, Weslei
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46353

Abstract

Sebagai profesi yang unik, keperawatan berfokus pada kepedulian (caring) dan memiliki tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan sepanjang waktu. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji hubungan antara tingkat work engagement dan beban kerja dengan munculnya burnout pada perawat di satuan kerja Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dan bertujuan untuk menganalisis hubungan antar variabel melalui desain korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah seluruh perawat di yang bekerja di Puskesmas Mampang Prapatan. Penelitian ini melibatkan 31 perawat sebagai sampel, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, berisi pertanyaan mengenai keterlibatan kerja, beban kerja, dan burnout. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara work engagement dengan burnout  diperoleh hasil nilai p-value sebesar 0,035 kurang dari α = 0,05, Pearson’s r  -0,379 serta tidak ada hubungan antara beban kerja dengan burnout   diperoleh hasil nilai p-value sebesar 0,413 lebih besar dari α = 0,05, Pearson’s r -0,152. Penelitian ini menunjukkan bahwa work engagement memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan burnout, sedangkan beban kerja tidak berhubungan secara signifikan dengan burnout pada perawat di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan.  
PENGARUH ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KESIAPAN DAN KETERAMPILAN PEMBERIAN PERTOLONGAN PERTAMA SYNCOPE PADA ANGGOTA PMR Kanita, Maria Wisnu; Wulandari, Novita Kurnia; Widyaningsih, Tri Sakti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46356

Abstract

Syncope dapat terjadi pada semua rentang usia, remaja tidak lepas dari keadaan mengancam yang diakibatkan oleh syncope. Kejadian syncope biasanya sering dialami oleh siswa sekolah yang sedang mengikuti kegiatan rutin sekolah seperti upacara bendera, olahraga dan kegiatan ekstrakulikuler lainnya. Syncope pada remaja umumnya terjadi 15-50%, hal ini terjadi karena perubahan hormon yang belum stabil sehingga dapat memberikan dampak perubahan pada fisik. Kehilangan kesadaran sementara akibat syncope harus segera dilakukan pertolongan pertama dalam rentang golden period. PMR menjadi tim penolong yang tepat yang harus memiliki kesiapan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama syncope. Active knowledge sharing menjadi salah satu bentuk metode pembelajaran yang akan membantu dalam menyiapkan anggota PMR untuk memberikan pertolongan pertama syncope. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Active knowledge sharing terhadap tingkat keterampilan dalam pemberian pertolongan pertama syncope bagi anggota PMR. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan desain quasy eksperimental dengan rancangan pre test-post test with control group design kepada 70 responden dengan Teknik total sampling yang merupakan anggota PMR di SMA yang kemudian terbagi menjadi kelompok intervensi sejumlah 35 responden dan kelompok kontrol 35 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat deskriptif serta analisis bivariat dengan uji beda berpasangan menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value atau nilai Asymp sig (2-tailed) 0.000, dimana nilai p-value  < 0.05. Terdapat pengaruh metode pembelajaran Active knowledge sharing terhadap kesiapan dan keterampilan pemberian pertolongan pertama syncope pada anggota PMR.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETOS KERJA PEGAWAI RSKJ SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU 2025 Rusli, Herpatika; Nurdan, Jon Hendri; Theresiana, Yunita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46416

Abstract

Etos kerja merupakan elemen penting yang menentukan kualitas kinerja pegawai, khususnya dalam institusi pelayanan publik seperti rumah sakit jiwa. Lemahnya etos kerja berpotensi menurunkan mutu layanan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi etos kerja pegawai di Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 responden yang diambil melalui teknik systematic random sampling dari populasi pegawai tetap rumah sakit. Variabel bebas meliputi human relation, motivasi, kondisi fisik lingkungan kerja, disiplin kerja, dan kepuasan kerja. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis melalui analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta regresi logistik biner dengan metode Backward LR. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara seluruh variabel bebas dengan etos kerja pegawai (p < 0,05). Namun, dalam analisis lanjutan hanya variabel human relation dan motivasi yang berpengaruh signifikan. Human relation menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai Exp(B) = 14,241 dan p = 0,000, sementara motivasi juga berpengaruh dengan nilai Exp(B) = 4,266 dan p = 0,017. Kesimpulannya, untuk meningkatkan etos kerja pegawai, perlu dikembangkan strategi yang menitikberatkan pada penguatan hubungan interpersonal di tempat kerja dan peningkatan motivasi internal maupun eksternal.