cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA PESERTA DIDIK PUTRI DI SMA NEGERI 1 KOTAMOBAGU Gobel, Adinda Canrika; Rahman, Asep; Maino, Irny E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46420

Abstract

Kanker payudara masih menjadi permasalahan kesehatan serta penyakit yang menakutkan bagi kaum wanita di seluruh dunia. Menurut (WHO), pada tahun 2022 terdapat 2,3 juta (11,6%) wanita yang terdiagnosa penyakit kanker payudara dan sekitar 670.000 (6,9%) kematian secara global akibat penyakit ini. Minimnya kesadaran wanita untuk memeriksa kondisi payudaranya menjadi penyebab menyadari keberadaan kanker payudara saat sudah mencapai stadium lanjut. Salah satu caranya adalah dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri atau biasa dikenal dengan sebutan SADARI. Studi ini dilakukan secara kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study (studi potong lintang) yang berlokasi di di SMA Negeri 1 Kotamobagu Sulawesi Utara dari maret hingga april 2025. Penelitian dilakukan terhadap 88 peserta didik putri non probability sampling berupa accidental sampling dengan variabel penelitian independent yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan, dengan dukungan teman sebaya dan serta variabel dependen yaitu Tindakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara distribusi frekuensi dan dilakukan uji statistic chi square. Hasil penelitian ditemukan pengetahuan dengan p value 0,025 < nilai ɑ 0,05, sikap dan tindakan dengan p value 0,024 < nilai ɑ 0,05 dan dukungan teman sebaya dengan p value 0,000 < nilai ɑ 0,05. Kesimpulan penelitian yaitu variabel pengetahuan, sikap dan dukungan teman sebaya memiliki hubungan dengan tindakan SADARI pada peserta didik putri di SMA Negeri 1 Kotamobagu.
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SOSIAL PADA PASIEN KANKER PAYUDARA STADIUM LANJUT YANG MENJALANI RAWAT INAP DI RSUD ARIFIN ACHMAD Salsabilla, Sa'diyah; Rizka, Yulia; Dilaruri, Ade
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46615

Abstract

Pendahuluan: Pasien kanker payudara stadium lanjut kerap mengalami masalah sosial akibat pengobatan, yang berdampak pada kesejahteraan sosial sehingga berpengaruh pada kualitas hidup pasien kanker. Tujuan: Mengidentifikasi gambaran kesejahteraan sosial pada pasien kanker payudara stadium lanjut yang menjalani rawat inap di RSUD Arifin Achmad. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif non-eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 76 responden pasien kanker payudara stadium lanjut yang menjalani rawat inap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Functional Assessment of Cancer Therapy–Breast (FACT-B) yang sudah teruji valid (rhitung = 0.63–0.84, kuesioner dikatakan valid) dan uji reliabel (r = 0,71, kuesioner dikatakan reliabel). Analisis data dilakukan adalah univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan usia pra lansia (45–59 tahun), berpendidikan SMP/sederajat, ibu rumah tangga, telah menikah, tidak berpenghasilan, dengan stadium kanker terbanyak stadium III dan telah terdiagnosis lebih dari satu tahun. Sebagian besar memiliki tingkat social well-being sedang (59,2%), dengan dukungan emosional tinggi dari keluarga (46,1%), penerimaan keluarga (48,7%), dan kedekatan dengan pasangan (44,7%). Namun, responden melaporkan dukungan pertemanan rendah (42,1%) dan kepuasan terhadap kehidupan seksual yang kurang (50%). Kesimpulan: Dukungan dari keluarga, pasangan, dan teman berperan penting terhadap social well-being pasien kanker payudara stadium lanjut. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji penyebab rendahnya dukungan dari teman, terutama akibat dampak fisik dan emosional pengobatan yang membuat pasien menarik diri dari lingkungan sosial.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PENYEHAT TRADISIONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG BAKUNG KOTA JAMBI Aqil Mahesra, Daffa; Hubaybah, Hubaybah; Guspianto, Guspianto; Sari, Rumita Ena; Solida, Adila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembinaan penyehat tradisional di Puskesmas Talang Bakung, Kota Jambi. Meskipun sektor kesehatan di Indonesia berkembang, masih terdapat kesenjangan akses layanan kesehatan, yang mendorong masyarakat berpenghasilan rendah beralih ke pengobatan tradisional. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari 10 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia dalam program ini terbatas, dengan petugas menjalani double job, yang menghambat efektivitas program. Kurangnya dana khusus untuk pengembangan penyehat tradisional juga menjadi kendala utama. Rekomendasi penelitian adalah agar Puskesmas Talang Bakung menyediakan anggaran khusus dan meningkatkan edukasi tentang pentingnya Surat Tanda Penyehat Tradisional (STPT) untuk meningkatkan pendaftaran dan kualitas layanan kesehatan.
DETERMINAN STATUS GIZI PADA LANSIA - STUDI KONTEKSTUAL DI KAMPUNG MUMUGU: LITERATURE REVIEW Rengkuan, Margaretha Priska; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46662

Abstract

Kesehatan lansia merupakan isu strategis dalam sistem kesehatan global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Lansia di daerah terpencil seperti Kampung Mumugu, Papua, menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka, yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan geografi. Kondisi ini meningkatkan risiko malnutrisi dan menurunkan kualitas hidup kelompok usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penentu yang memengaruhi status gizi lansia di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literature review dengan pengumpulan data dari jurnal terverifikasi yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2024, melalui database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel yang dipilih berfokus pada hubungan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan terhadap status gizi lansia di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), termasuk Papua. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi kelas umum, perbedaan, dan kekakuan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama termasuk akses layanan kesehatan terbatas, tingkat konsumsi makanan yang mendominasi karbohidrat lokal dan rendah protein, serta kepercayaan yang tepat yang memengaruhi pilihan makanan. Faktor sosial seperti keterbatasan ekonomi, pendidikan rendah, dan isolasi sosial juga berkontribusi terhadap status gizi yang kurang optimal. Diskusi menyoroti perlunya intervensi multisektoral yang mempertimbangkan konteks budaya dan geografis agar program pemberdayaan gizi lansia dapat berjalan secara efektif. Kesimpulannya, kondisi unik di Kampung Mumugu menunjuk pendekatan yang spesifik dan berkelanjutan untuk meningkatkan status gizi dan kualitas hidup lansia di wilayah terpensil.
PENGARUH NILAI BUDAYA TERHADAP PERILAKU KESEHATAN MASYARAKAT SUKU ASMAT: LITERATURE REVIEW Fofid, Paskalina; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46681

Abstract

Pendekatan budaya memainkan peran penting dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat suku Asmat di Papua. Kepercayaan terhadap kekuatan spiritual, leluhur, dan praktik adat menjadi faktor utama yang memengaruhi cara masyarakat memahami dan merespons masalah kesehatan, seringkali bertentangan dengan pendekatan medis modern. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi pengaruh nilai budaya terhadap perilaku kesehatan dan mengevaluasi strategi untuk meningkatkan penerimaan layanan kesehatan di komunitas adat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review sistematis dan analisis tematik kualitatif terhadap artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2014–2024 dari basis data Google Scholar dan ScienceDirect. Data dari 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara budaya tradisional dan praksis kesehatan, serta peran tokoh adat dalam intervensi kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan budaya dan praktik spiritual sering menjadi hambatan utama dalam implementasi layanan kesehatan modern, sehingga keterlibatan tokoh adat dan integrasi nilai budaya dalam program kesehatan terbukti meningkatkan penerimaan dan keberhasilan intervensi. Diskusi menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai budaya lokal dan kolaborasi dengan tokoh adat sangat penting untuk merancang program yang kontekstual, berkelanjutan, dan mampu memperkuat partisipasi masyarakat. Penelitian ini memberi rekomendasi agar aspek budaya menjadi dasar dalam pengembangan strategi kesehatan masyarakat suku Asmat, agar layanan kesehatan dapat lebih efektif dan diterima secara lokal.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN KONSUMSI KOPI DENGAN TEKANAN DARAH Sakti, Bagus Prayoga; Adriyani, Retno
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46682

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan nasional di Indonesia. Faktor risiko seperti karakteristik individu (usia, status IMT, masa kerja) dan konsumsi kopi diduga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, terutama pada pekerja dengan aktivitas fisik berat (Carpenter) dan sedentari (IT). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik individu serta konsumsi kopi dengan tekanan darah pada kedua kelompok pekerja dan perbedaan tekanan darah pekerja sesuai area kerja. Penelitian observasional komparatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 31 pekerja di perusahaan plastik Sidoarjo. Sampel ditentukan secara stratified random sampling. Variabel independen meliputi usia, IMT, masa kerja, dan konsumsi kopi, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah sistolik dan diastolik. Pengumpulan data menggunakan wawancara, pengukuran antropometri, dan tensimeter digital. Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman. Terdapat hubungan signifikan antara status IMT dengan tekanan darah sistolik (p = 0,013; r = 0,439) dan diastolik (p = 0,032; r = 0,386), masa kerja dengan tekanan darah sistolik (p = 0,012; r = 0,447) dan diastolik (p = 0,026; r = 0,400), serta konsumsi kopi dengan tekanan darah sistolik (p = 0,001; r = 0,549) dan diastolik (p = 0,047; r = 0,359). Status IMT, masa kerja, dan konsumsi kopi memiliki hubungan yang searah dengan peningkatan tekanan darah pada pekerja Carpenter dan IT. Kata kunci: Tekanan darah, karakteristik individu, konsumsi kopi, Carpenter, IT
RISIKO KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN ASMAT DALAM PRAKTIK SOSIAL BUDAYA LITERATURE REVIEW Karwuni, Karwuni; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46686

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan di Kabupaten Asmat dipengaruhi oleh faktor sosial budaya yang kompleks, termasuk norma patriarkal dan praktik adat yang masih kuat dalam masyarakat. Struktur sosial patriarkal membatasi otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi, meningkatkan risiko kesehatan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk menganalisis pengaruh praktik sosial budaya terhadap risiko kesehatan reproduksi perempuan di Asmat. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah, laporan, dan sumber lain dari database seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate berdasarkan kriteria inklusi dan analisis tematik secara kualitatif. Fokusnya adalah mengidentifikasi faktor budaya yang berkontribusi terhadap risiko tersebut. Temuan menunjukkan bahwa praktik budaya seperti dominasi laki-laki, pernikahan usia dini, dan kepercayaan terhadap pengobatan tradisional berkontribusi terhadap rendahnya akses perempuan terhadap layanan kesehatan, meningkatkan kerentanan terhadap komplikasi kehamilan dan infeksi. Peran tokoh adat dan masyarakat lokal sangat penting dalam memfasilitasi intervensi yang sensitif budaya untuk memperbaiki akses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi di masyarakat adat Asmat. Praktik sosial budaya yang patriarkal dan tradisional di Asmat secara signifikan memperbesar risiko kesehatan reproduksi perempuan. Pendekatan yang melibatkan tokoh adat, edukasi berbasis budaya, serta peningkatan infrastruktur menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan dan keberlanjutan program kesehatan.
PENGETAHUAN IBU DALAM MENGOLAH PANGAN LOKAL UNTUK BALITA DI ASMAT: LITERATURE REVIEW Weyai, Hilda Deleda; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46696

Abstract

Masalah gizi buruk dan stunting masih menjadi kendala utama dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia, terutama di daerah tertinggal seperti Kabupaten Asmat, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan ibu dalam pengolahan pangan lokal untuk pemberian makanan tambahan bagi balita di Asmat, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan metode review kualitatif dan analisis tematik dari artikel ilmiah terbaru periode 2019–2024. Data dikumpulkan melalui pencarian sumber dari database nasional dan internasional, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul berkaitan pengetahuan ibu dan praktik pengolahan pangan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan teknis dan informasi tentang kandungan nutrisi pangan lokal masih terbatas di kalangan ibu, yang berdampak pada teknik pengolahan dan penyajian makanan yang kurang optimal, meskipun pangan lokal seperti ubi dan daun kelor memiliki potensi untuk meningkatkan status gizi anak. Selain itu, faktor sosial budaya dan kepercayaan tradisional turut mempengaruhi praktik pemberian makan, sehingga intervensi edukatif berbasis budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu. Hasil ini menegaskan pentingnya pemberdayaan ibu melalui pelatihan pengolahan pangan lokal yang kontekstual sebagai strategi pencegahan stunting di daerah tertinggal seperti Asmat.
EVALUASI KEPATUHAN KUALITAS AIR HASIL PROSES PENGOLAHAN DI WATER TREATMENT PLANT KALIMAS TERHADAP STANDAR BAKU MUTU KESEHATAN LINGKUNGAN Hagai, Steven; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Utama, Mas Adhi Hardian; Nurhayati, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46707

Abstract

Pendahuluan: Dewasa kini pemenuhan akan kebutuhan air bersih maupun air minum diusahakan melalui proses pengolahan di instalasi pengolahan air atau water treatment plant. Begitu juga yang terjadi di sekitar wilayah pelabuhan Tanjung Perak, kebutuhan akan air bersih didistribusikan melalui hasil pengolahan air di water treatment plant Kalimas, bahkan air tersebut juga digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan pangan yang diperjualbelikan. Oleh karena itu penelitian ini akan mengevaluasi kepatuhan kualitas air hasil proses pengolahan dari water treatment plant Kalimas terhadap standar baku mutu kesehatan lingkungan yang dipersyaratkan untuk memastikan kelayakan dan keamanan air serta tidak berdampak menimbulkan masalah kesehatan Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berupa media lingkungan yaitu air hasil proses pengolahan di water treatment plant Kalimas. Data hasil pengujian laboratorium kualitas air dikumpulkan melalui arsip dokumen yang dimiliki oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya Wilayah Kerja Perak. Analisis data fokus pada komparatif hasil uji kualitas air dengan persyaratan yang termuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Hasil: Secara keseluruhan hampir seluruh parameter yang dipersyaratkan memenuhi kepatuhan terhadap standar baku mutu kesehatan lingkungan. Beberapa parameter yang masih ditemukan memiliki nilai melampaui kadar yang diperbolehkan diantaranya TDS, kekeruhan, warna, mangan, dan aluminium Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pihak pengelola perlu mempertimbangkan melakukan perbaikan terhadap faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan beberapa parameter dapat terjadi
MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM PERAWATAN PALIATIF; PERSPEKTIF PASIEN, KELUARGA, DAN TENAGA KESEHATAN: LITERATURE REVIEW Pashar, Imran; Ansari, Muhammad Rizky Ridha; Wildan, Muhammad; Shaupina, Naila; Salsabila, Shofiana Shofaa; Putri, Erin Aprilliana Cahya; Hikmah, Nur; Rahmah, Alya; Nada, Qathrun; Aziza, Dihyan Rafa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46716

Abstract

Kajian literatur ini dilatarbelakangi bahwa perawatan paliatif merupakan pendekatan multidimensi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa serta keluarganya, dengan fokus utama pada pengendalian nyeri dan gejala lainnya. Namun, dalam praktiknya, komunikasi yang efektif antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan signifikan dan kompleks. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai hambatan komunikasi dalam perawatan paliatif berdasarkan perspektif dari ketiga pihak tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian literatur naratif terhadap 18 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2024, yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi dalam perawatan paliatif dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan literasi kesehatan, perbedaan budaya, beban psikologis, sikap menghindar dari topik kematian, serta kurangnya pelatihan komunikasi terapeutik bagi tenaga kesehatan. Selain itu, faktor sistemik seperti ketimpangan akses layanan, kurangnya standar komunikasi nasional, dan keterbatasan teknologi telenursing turut memperparah kesenjangan komunikasi yang terjadi. Solusi yang disarankan mencakup pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, integrasi perawatan paliatif dalam sistem layanan primer, serta pendekatan komunikasi adaptif yang sensitif terhadap kebutuhan emosional dan spiritual pasien serta keluarga. paliatif holistik dan bermartabat di berbagai konteks pelayanan.