cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA DENGAN ABORTUS Icha Puspita, Sherly; Endang Surani; Kusumaningsih, Meilia Rahmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31994

Abstract

Kehamilan remaja merupakan kehamilan yang terjadi pada wanita muda di bawah usia 20 tahun. Faktor penyebab terjadinya kehamilan remaja adalah kurangnya peran orang tua dalam keluarga, kurangnya pendidikan seks orang tua dan keluarga pada remaja, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak didasari oleh perkembangan mental yang kuat. Dampak dari kehamilan remaja salah satunya adalah abortus. Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Abortus dapat menyebabkan risiko atau bahaya seperti: timbul luka-luka dan infeksi-infeksi pada dinding alat kelamin dan kerusakan pada organ-organ di sekitarnya seperti kandung kencing atau usus, robeknya mulut rahim sebelah dalam (satu otot lingkar), dinding rahim bisa tembus karena alat-alat yang dimasukkan kedalam rahim dan terjadinya pendarahan. Tujuan dari literatur review ini untuk menganalisis hubungan kehamilan remaja dengan kejadian abortus. Metode yang digunakan dalam literatur riview berdasarkan dari Google Schoolar, pubmed, science direct. Berdasarkan hasil literature review dari 7 artikel terdapat 6 artikel yang berhubungan antara kehamilan remaja dengan abortus dan 1 artikel yang tidak ada hubungan antara kehamilan remaja dengan abortus. Hal ini karena abortus dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti paritas, riwayat abortus, infeksi, kelainan anatomi uterus dan faktor penyebab lainnya. Usia ibu mempunyai hubungan yang erat untuk terjadinya abortus karena pada usia kurang dari 20 tahun alat reproduksinya belum matang. Studi ini menunjukkan terdapat hubungan secara signifikan antara kehamilan remaja (<20 tahun) dengan abortus.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN SIFILIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS URIMESSING KOTA AMBON PROVINSI MALUKU TAHUN 2020-2023 Faradila nukuhehe, Faradila; Shafriani, Nazula Rahma; Martuti, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31997

Abstract

Sifilis ialah tergolong penyakit infeksi menular seksual yang terjadi oleh adanya infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit tersebut menimbulkan gejala yang kronis dengan sifat yang sistemik, dapat mengalami masa laten tanpa gejala lesi, dan dapat berpotensi menular ke bayi yang ada di kandungan. Infeksi pada wanita hamil dapat menular melalui plasenta atau selama proses kelahiran, ketika bayi bersentuhan dengan lesi genital ibu. Tujuan penelitian Mengetahui Hasil Pemeriksaan sifilis pada ibu hamil yang menggunakan Rapid Diagnostic test Antigen (RDT-Ag) di Puskesmas Urimessing Kota Ambon Provinsi Maluku. Peneliti menggunakan Metode jenis penelitian deskriptif sebagai perolehan informasi terkait deskripsi hasil pengecekan penyakit sifilis pada ibu yang sedang hamil, dengan pendekatan cross-sectional. Semua ibu hamil terlebih dahulu dihimbau agar melaksanakan pemeriksaan untuk mengetahui adanya infeksi sifilis saat kunjungan pranatal pertama, langkah untuk pencegahan sangat penting dilakukan mulai dari awal masa kehamilan. Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan melalui rumah sakit atau pusat kesehatan akan memperoleh peranan pelayanan kesehatan yang sangat penting. Berlandaskan pada hasil pengecekan penyakit sifilis pada ibu hamil memperlihatkan bahwa di Puskesmas Urimessing Kota Ambon Provinsi Maluku  terdapat 60 sampel dengan hasil reaktif 37 pasien (61,7%), dan hasil non reaktif 23 pasien (38,3%). Hasil pemeriksaan sifilis terhadap 60 sampel serum pada tahun 2020-2023 didapatkan hasil positif 37 pasien ibu hamil dan negatif terdapat 23 pasien ibu hamil. Terdapat 23 sampel penelitian pada ibu hamil di Puskesmas Urimessing Kota Ambon Provinsi Maluku berada dalam kondisi sehat dari penyakit sifilis.
PERBEDAAN VARIASI KECEPATAN DAN WAKTU SENTRIFUGASI TERHADAP PEMERIKSAAN TELUR CACING STH Oktaviani, Nabela; Putri Solikhah, Monika; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31998

Abstract

Infeksi kecacingan dapat diidentifikasi dengan menemukan telur cacing pada pemeriksaan laboratorium tinja. Pemeriksaan tinja meliputi dua jenis, yaitu pemeriksaan secara kualitatif dan kuantitatif. Salah satu metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitatif adalah metode sedimentasi, metode ini memanfaatkan gaya gravitasi dengan menggunakan larutan ringan sehingga telur cacing dapat mengendap di bawah larutan tersebut dengan bantuan alat centrifuge. Salah satu faktor yang mempengaruhi sentrifugasi adalah kecepatan dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan variasi kecepatan dan waktu sentrifugasi terhadap hasil pemeriksaan jumlah telur cacing STH metode sedimentasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biomolekuler Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, bahan penelitian yang digunakan 10 sampel feses positif telur STH kemudian dilakukan sentrifugasi dengan variasi kecepatan dan waktu 1500 selama 3 menit, 2000 rpm selama 5 menit dan 3500 rpm selama 10 menit. Data dianalisis secara univariat kemudian data hasil penelitian diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk dan analisis data menggunakan uji Kruskall-Walls. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan hasil pemeriksaan jumlah telur cacing STH berdasarkan kecepatan dan waktu sentrifugasi antara 1500 rpm 3 menit, 2000 rpm 5 menit dan 3500 rpm 10 menit dengan p value = 0,197 >  (0,05). Disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada hasil pemeriksaan jumlah telur cacing STH.
HUBUNGAN TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA TAHAP IV DENGAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) KOTA MALANG Maurenne, Dentika Jaatsiyah; Arum Dewi Satiti, Ika; Muntaha, Muntaha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31999

Abstract

Pada tugas perkembangan keluarga anak usia sekolah, keluarga memiliki peran atau tugas yaitu menyesuaikan diri dengan komunitas sekolah secara konstruktif dan mendorong tercapainya prestasi akademik maupun non akademik anak di sekolah. Ketika anak mengikuti proses pembelajaran di SLB, anak berkebutuhan khusus tidak hanya diajarkan dalam pengembangan potensi akademik dan non akademik saja, namun juga dituntut untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 42 responden yang merupakan orang tua anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner variabel independent dan variabel dependent. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Somers’D. Hasil penelitian menunjukkan Ketercapaian tugas perkembangan keluarga tahap IV paling banyak pada tahap tercapai penuh dengan jumlah 25 responden (59,5%) sedangkan anak berkebutuhan khusus yang memiliki kemampuan sosialisasi baik sejumlah 26 orang dengan persentase (61,9%). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan tugas perkembangan keluarga tahap IV dengan kemampuan bersosialisasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Malang dengan didapatkan p value = (0,000) < (0,05). Besar uji korelasi adalah 0,783 yang artinya hubungan antar variabel kuat. Hal tersebut menginformasikan bahwa semakin tercapai tugas perkembangan keluarga maka semakin baik pula kemampuan bersosialisasi anak berkebutuhan khusus, begitu pula sebaliknya semakin tidak tercapai tugas perkembangan keluarga maka semakin kurang kemampuan sosialisasi anak berkebutuhan khusus.
UPAYA PREVENTIF STUNTING MELALUI EDUKASI TERHADAP REMAJA, IBU HAMIL, KADER POSYANDU SERTA DEMO MASAK MPASI DI DESA GAMBIRAN KABUPATEN BANYUWANGI Putri, Crisna Ayutama; Pahlevi, Amarylis Faustine Talitha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32001

Abstract

Masalah stunting menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia, khususnya di Desa Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Dengan angka kejadian stunting tertinggi di kecamatan, upaya preventif dan edukatif sangat diperlukan untuk menanggulangi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan melalui edukasi kepada remaja, ibu hamil, kader posyandu, serta demo masak MPASI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, sosialisasi, dan demonstrasi masak MPASI berbahan dasar lokal yang ekonomis dan bergizi. Sasaran kegiatan ini meliputi ibu balita stunting, ibu hamil, serta remaja putri yang berpotensi mengalami anemia. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya gizi seimbang, khususnya dalam 1000 hari pertama kehidupan anak, serta hubungan antara anemia pada remaja putri dengan potensi stunting. Demo masak berhasil memperkenalkan dua inovasi menu MPASI yang bergizi tinggi dan mudah diterapkan di rumah. Selain itu, program edukasi tablet tambah darah bagi remaja putri berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan anemia sebagai langkah awal mencegah stunting. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi holistik melalui sosialisasi dan demo masak efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Implementasi program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Desa Gambiran dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA HIDUP TERHADAP INFEKSI PROTOZOA USUS PADA PENDUDUK SEKITAR TPST Febriana, Euis; Solikhah, Monika Putri; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32002

Abstract

Infeksi protozoa usus masih menjadi permasalahan di dunia. Angka infeksi protozoa usus relatif tinggi, terutama pada masyarakat miskin, dengan tingkat pendidikan rendah, masyarakat dengan sanitasi buruk, tidak memiliki toilet, dan air minum yang tidak mencukupi. Kualitas lingkungan yang bersih mendukung dalam keberlangsungan hidup manusia. Infeksi protozoa usus dapat ditularkan melalui berbagai cara, seperti tangan yang tidak bersih, kebiasaan buang air besar sembarangan, serta konsumsi air minum yang belum dimasak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dan pola hidup terhadap infeksi protozoa usus pada penduduk sekitar TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah penduduk RT 03, 04 dan 05 Dusun Ngablak, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul yang berjumlah 468 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 24 sampel, dengan jumlah sampel yang ditentukan dengan rumus slovin. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampling secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 25,0 % teridentifikasi protozoa usus dengan jenis Entamoeba histolytica 16,8% dan Balantidium coli 8,2%. Penduduk yang memiliki sanitasi lingkungan yang buruk 45,8 % dan penduduk yang memiliki pola hidup yang buruk 50,0%. Pada penelitian ini adanya hubungan antara sanitasi lingkungan dengan infeksi protozoa usus dengan pvalue =0,003 dan adanya hubungan antara pola hidup dengan infeksi protozoa usus dengan  pvalue =0,014. 
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) STUDI KASUS PERAWAT IGD RS X JOMBANG Putri , Azuan Ludia; Subhi , Misbahul; Joegijantoro, Rudy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32005

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat pelayanan fasilitas kesehatan yang memiliki risiko tinggi terjadinya paparan penyakit infeksi, kecelakaan kerja, dan penyakit akibat kerja. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penunjang kecelakaan kerja terjadi pada perawat seperti : bahaya fisik, biologi, ergonomi dan psikologi. Menurut hasil data studi pendahuluan didapatkan kasus kecelakaan kerja tertusuk jarum suntik pada RS X Jombang pada tahun 2022 terdapat 18 kasus, sedangkan pada tahun 2023 terjadi peningkatan sejumlah 29 kasus keluhan tertusuk jarum suntik dan ergonomi. Karena itu penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja dengan metode JSA (Job Safety Analysis) pada perawat IGD di Rumah Sakit X Kabupaten Jombang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kuantitatif.Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan sampel 34 perawat IGD dengan menggunakan instrument kuisoner, lembar observasi dengan acuan dasar AS/NZS 4360:2004. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan bahwa dari seluruh tindakan di IGD terdapat   6 tindakan yang memiliki 28 potensi bahaya. sehingga didapatkan basic risk 20,5% pada kategori acceptable; 7,1% pada kategori priority 3; 53,5% pada kategori substansial dan 17,8 % pada priority 1. Pengendalian  risiko kecelakaan kerja pada perawat IGD RS X Jombang adalah substitusi: seperti pergantian peralatan sebagai penunjang keselamatan kerja, administratif, pelatihan dengan komunikasi hazard,   dan alat pelindung diri untuk mengurangi tingkat risiko paparan penyakit .Untuk mencegah dan menurunkan angka terjadinya kecelakaan kerja disarankan agar pihak rumah sakit melaksanakan rekomendasi pengendalian risiko sejalan dengan hierarki pengendalian risiko serta penunjang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap perawat ketika  melakukan tindakan.
PENGARUH PENAMBAHAN KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUICULATA (L.)) DAN SUBSTITUSI TEPUNG MIX N2O TERHADAP DAYA TERIMA BALITA PADA PASTA ROKAT-JAM Sufina, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32006

Abstract

Pemilihan makanan oleh wali/orangtua balita yang kurang bervariasi dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting dan wasting di Indonesia, khususnya di daerah Madura. Kejadian stunting dan wasting pada balita dapat ditekan dengan mengkonsumsi asupan kalori dan protein yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh substitusi tepung Mix N2O dan penambahan kacang tunggak terhadap perbedaan organoleptik, kandungan kalori dan protein pada pasta Rokat-jam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan panelis penelitian terdiri dari panelis terbatas sebanyak 4 orang dan panelis tidak terlatih sebanyak 25 balita usia 4-6 tahun yang berdomisili di wilayah Madura. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan uji Kruskall-Wallis dan Uji MannWhitney Hasil uji organoleptik menunjukkan formula yang paling disukai balita adalah formula F1 dengan nilai rata-rata 2,6. Kandungan gizi per 100 g pasta Rokat-jam F1 berdasarkan analisis laboratorium adalah kalori sebesar 386,2 kkal dan protein 7,82 g. Hasil uji statistik Kurskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan kesukaan balita ). Formula dengan substitusi 6 g (20%) tepung Mix N2O dan penambahan 45 g (8,7%) kacang tunggak memiliki tingkat kesukaan organoleptik yang baik, tinggi kalori dan mengandung protein sehingga layak untuk menjadi preferensi camilan alternatif yang tinggi kalori, mengandung protein bagi balita usia 4-6 tahun
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN RAMBUSA (PASSIFLORA FOETIDA L.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) Rahayu, Mellawati Yuningtyas; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32009

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki khasiat untuk anti peradangan, tetapi belum ada penelitian terkait efektivitas antiinflamasi daun rambusa (Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun rambusa memiliki efektivitas antiinflamasi terhadap mencit putih dan untuk mengetahui dosis efektif dari pengujian ekstrak etanol 96% daun rambusa dalam penyembuhan peradangan di mencit. Populasi yang digunakan pada pengujian ini yaitu daun rambusa (Passiflora foeitida L.) yang saya peroleh dari daerah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Sampel yang digunakan adalah daun rambusa (Passiflora foeitida L) yang telah cukup umur dengan ciri-ciri daun berwarna hijau tua berbentuk lebar dan segar. Hasil pengujian yang didapat dari skirining fitokimia yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Pada pengujian bebas etanol yang dilakukan menunjukkan bahwa daun rambusa tidak tercium bau ester yang khas. Hasil yang diperoleh yaitu kelompok kontrol dosis 1  memiliki efek lebih rendah dari kelompok kontrol positif, sedangkan kelompok kontrol dosis 2 dan kelompok kontrol dosis 3 tidak terdapat perbedaan efek dengan kelompok kontrol positif. Uji paired sampel T test diperoleh hasil terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan dengan hasil p value<0,05 (0,00<0,05). Uji anova menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh adalah p value<0,05 (0,038<0,05) terdapat perbedaan secara signifikan. Berdasarkan penelitian uji aktivitas antiinflamasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN FREKUENSI KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Rahmaniasari, Wanda Aisyah; Zhafirah, Hashifah Dzhihniyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat stres dan frekuensi kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. ASI adalah sumber nutrisi utama bagi bayi baru lahir, dan kelancaran produksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis ibu. Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian melibatkan 69 ibu menyusui dengan anak berusia 1 minggu hingga 6 bulan, yang dipilih melalui simple random sampling. Variabel yang diteliti meliputi tingkat stres dan frekuensi kelancaran produksi ASI. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat stres dan frekuensi kelancaran produksi ASI. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stres dan frekuensi kelancaran produksi ASI. Penelitian ini menemukan bahwa 18,8% ibu di wilayah kerja Puskesmas Putat Jaya mengalami ketidaklancaran produksi ASI. Semakin tinggi tingkat stres, semakin rendah frekuensi kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. Temuan ini menyoroti pentingnya manajemen stres bagi ibu menyusui untuk memastikan kelancaran produksi ASI dan kesehatan bayi.