cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS BANTILANG KABUPATEN LUWU TIMUR Ritmala; Ma'rufi, Ma'rufi; Montolalu, Freddy Chandra; Zamli, Zamli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32330

Abstract

Asi eksklusif adalah sumber dengan komposisi seimbang dalam kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan sumber utama kehidupan sehingga diupayakan hanya meminum ASI tanpa ada tambahan lainnya seperti susu formula, madu, dll. Rendahnya pemberian ASI eksklusif dapat berdampak pada kualitas dan daya hidup generasi penerus. Salah satu indikator yang berperan dalam tingginya angka kematian bayi yaitu rendahnya cakupan ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional dan uji chisquare menggunakan SPSS 26 for windows. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki anak usia lebih dari 6 bulan. Sampel penelitian berjumlah 56 orang menggunakan teknik purposive sampling dengan perhitungan rumus slovin. Analisis data penelitian ini yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pengetahuan Ibu terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai p value = 0,690 (>0,05), terdapat pengaruh pendidikan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai p value = 0,004 (<0,05), terdapat pengaruh pekerjaan Ibu terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai p value = 0,015 (< 0,05), dan terdapat pengaruh dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai p value = 0,003 (<0,05) di Puskesmas Bantilang Kabupaten Luwu Timur.
STUDI KASUS PEMBERIAN JUS MENTIMUN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MANDIRAJA 1 Faizah, Maisarotul; Yanti, Linda; Dewi, Feti Kumala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32339

Abstract

Masalah dapat dialami pada ibu hamil yakni hipertensi. Hipertensi ialah keadaan meningkatnya darah tinggi melebihi normal. Darah tinggi dijelaskan ketika sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Angka Kematian Ibu (AKI) di Banjarnegara tahun 2022 130,83/100.000 lahir hidup secara absolut kematian ibu hamil sebanyak 17 kasus dari total 12.994 kelahiran hidup 5,88% kasus hipertensi kehamilan. Kasus ibu hamil penderita hipertensi di Puskesmas Mandiraja 1 terdapat 6 ibu hamil menderita hipertensi dari 62 wanita hamil pada bulan Desember. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan jus timun pada ibu hamil penderita hipertensi sebagai upaya membantu menurunkan tekanan darah. Metode yang digunakan yakni studi kasus yang dilaksanakan di Puskesmas Mandiraja 1. Sampel penelitian minimal 5 orang responden yaitu ibu hamil yang mengidap penyakit hipertensi dengan pengukuran  140/90 mmHg di wilayah Puskesmas Mandiraja 1. Hasil diperoleh dari penelitian ini yakni setelah mengkonsumsi jus timun 2x/hari dalam 7 hari mengalami penurunan hipertensi rata-rata yaitu sistol 10-20 mmHg dan diastol 10-20 mmHg pada 5 orang responden. Kesimpulan yang diperoleh dengan perawatan komplementer minum jus mentimun pada wanita hamil dengan penderita hipertensi sangat efektif membantu menurunkan tekanan darah. Setelah ibu hamil dengan hipertensi minum jus timun sistol turun menjadi 10 – 20 mmHg dan diastol 10 – 20 mmHg.
PENGGUNAAN TERAPI BIFOSFONAT UNTUK PASIEN OSTEOPOROSIS DI RSUD R.T.NOTOPURO SIDOARJO Anggraini, Dini; Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32366

Abstract

Osteoporosis adalah jenis kelainan sistemik tulang yang disebabkan oleh massa tulang yang lemah sehingga mengakibatkan tulang rapuh dan meningkatkan resiko patah tulang. Masalah sebagian besar wanita dan pria usia lanjut adalah degenerasi sel-sel tulang yang menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang yang membuat tulang menjadi rawan terkena fraktur. Jika tidak ditangani dengan tepat pasien akan mengalami hambatan mobilitas dan nyeri sehingga penatalaksanaan osteoporosis yang tepat diperlukan untuk mencegah kerapuhan tulang lebih lanjut sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat osteoporosis golongan bifosfonat meliputi jenis, dosis, rute pemberian, dan lama pemberian obat. Metode pada penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pengumpulan data yang didapat melalui rekam medis bersifat retrospektif dari bulan Januari-Desember 2023 dan di analisis secara deskriptif. Pada metode ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 31 pasien yang sesuai kriteria inklusi penelitian. Hasil yang diperoleh pada penelitian adalah pemberian obat osteoporosis golongan bifosfonat berupa risedronate dengan dosis 35mg/minggu selama 30 hari dengan rute pemberian oral. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa jenis pengobatan, dosis, rute pemberian, lama pemberian sudah sesuai dan tepat.
PENGARUH BEBAN KERJA FISIK DAN BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA Purwanto, Mita Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32387

Abstract

Pada dasarnya, semua perusahaan ingin memiliki strategis peningkatan hasil kinerja karyawan yang optimal untuk dapat menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman dan keselamatan baik fisik maupun mental karyawan. Kinerja yang baik merupakan harapan bagi semua perusahaan di bidang jasa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat misalnya, Rumah Sakit Umum Haji (RSUH) yang merupakan bentuk organisasi jasa yang memberikan pelayanan bagi masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan kajian pustaka, dengan mengumpulkan, membaca dan mengolah data. Hasil pengumpulan data diperoleh dari beberapa sumber diantaranya jurnal nasional, buku, dan bacaan yang terkait memiliki topik yang sama dengan artikel dari Google Scholar. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel independen (beban kerja fisik dan beban kerja mental) dan variabel dependen (kinerja karyawan). Hasil menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi dapat mengakibatkan menjadi kurang maksimal, dapat mempengaruhi penurunan kinerja karyawan karena kelelahan emosional akibat tuntutan pekerjaan yang diberikan, terjadinya kelelahan dan stress sehingga berpengaruh dalam kinerja. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian upaya pencegahan melalui beberapa cara, dapat mengadakan refreshing, mengatur ulang terkait tugas dan shift kerja, melakukan upaya pelatihan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilakukan secara berkala kepada seluruh karyawan di RSU Haji Surabaya agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik dan optimal.
ANALISIS KETERSEDIAAN BIDAN APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP MUTU PELAYANAN PUSKESMAS DI KOTA TOMOHON Wenur, Rezzi; Ma’rufi, Ma’rufi; Montolalu, Freddy Chandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32405

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. SDM Kesehatan yang berkualitas dan tersedia dalam jumlah yang mencukupi diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata kepada masyarakat. Tenaga kesehatan memberikan konstribusi hingga 80% dalam keberhasilan pembangunan kesehatan dan salah satu jalan terbaik untuk menyelesaikan krisis ketenagaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yaitu melalui pendidikan dan pelatihan, bersama dengan perbaikan kebijakan manajemen SDM. Tujuan penelitian untuk   mengetahui ketersediaan bidan aparatur sipil negara terhadap mutu pelayanan Puskesmas di Kota Tomohon Tahun 2024. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini semua bidan ASN Puskesmas di wilayah DINKES Kota Tomohon yaitu sebanyak 57 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat, uji bivariat yang digunakan adalah uji chi-square menggunakan laptop dengan program Microsoft Excel dan program statistik (SPSS). Terdapat pengaruh lama bekerja dengan mutu pelayanan ASN puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Tomohon dengan nilai p value 0,002<a =0,05, selanjutnya tidak terdapat pengaruh tersertifikasi dengan mutu pelayanan ASN puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Tomohon dengan nilai p value 0,474>a =0,05, dan terdapat pengaruh pelatihan dengan mutu pelayanan ASN puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Tomohon dengan nilai p value 0,000<a =0,05 dengan uji Chi Square.
The HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, KUALITAS TIDUR DAN TINGKAT STRESS DENGAN STATUS GIZI PEGAWAI BP3IP JAKARTA Puspitasari, Anandita Ramadhanty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32417

Abstract

Ketidakseimbangan energi adalah penyebab utama dari masalah gizi lebih yang disebabkan oleh banyak faktor masalah kesehatan global. Perusahaan harus memiliki pegawai yang produktif. Oleh karena itu, untuk mencapai hal tersebut status kesehatan pegawai seperti status gizi harus diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana hubungan antara status gizi, asupan zat gizi makro, kualitas tidur, dan tingkat stres pada pegawai BP3IP. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan sampel penelitian terdiri dari 70 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat stres, kualitas tidur, dan asupan zat gizi makro. Status gizi juga diukur melalui penilaian antropometri. Metode simple random sampling digunakan untuk mendapatkan sampel. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan uji statistik metode chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan energi (p = 0,036), asupan protein (p = 0,040), adan asupan lemak (p = 0,027) dengan status gizi. Namun, tidak terdapat hubungan antara asupan karbohdirat (p = 0,436) dengan status gizi. Dinyatakan terdapat hubungan antara tingkat stress (p = 0,024) dengan status gizi. Namun, tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur (p = 0,744) dengan status gizi. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas pegawai mengalami obesitas karena konsumsi zat gizi makro yang berlebihan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan status gizi pegawai. Tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi pegawai, diketahui mayoritas pegawai memiliki tingkat stres sedang. Untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas pegawai, penelitian ini menyarankan pegawai untuk memantau asupan zat gizi pegawai secara teratur, memperbaiki kualitas tidur, dan menerapkan manajemen stres.
Pengaruh Sosiodemografi Terhadap Keberhasilan Pengobatan Pasien TB-RO di RSUD Dr. J. P. Wanane Tutuhatunewa, Priscillia Ryani; Hardia, Lukman; Irwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32421

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, penggunaan obat secara berulang dan lama seringkali menyebabkan pasien kurang patuh terhadap terapi yang mengakibatkan resisten. Indonesia masih berada di posisi penderita TB ke-2 terbanyak setelah India dengan perkiraan TB-RO sebanyak 37.197, Papua barat menempati peringkat ke-12 secara nasional dalam penemuan kasus TB-RO sebanyak 47% dengan Kabupaten Sorong menduduki peringkat terakhir angka success rate TB dari 10 Kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat yaitu 25% (Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, 2019). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara variabel sosiodemografis dengan keberhasilan pengobatan terapi pengobatan pasien TB-RO di poliklinik TB DOTS RSUD Dr. J. P. Wanane. Penelitian observasional dengan desain cross sectional dan teknik sampling yaitu total sampling. Penelitian dilaksanakan dari bulan mei hingga juni 2024 di RSUD Dr. J. P. Wanane Kabupaten Sorong. Data yang didapat yaitu terdapat 100 orang penderita TB-RO tahun 2020-2023, sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 55 orang. Analisis data menggunakan uji chi square, dengan faktor sosiodemografi berhubungan dengan keberhasilan pengobatan jika nilai P<0,05. Hasil analisis mendapatkan nilai antara umur (P = 1), jenis kelamin (P = 0,157), tingkat pendidikan (P = 0,166), jarak ke RSUD (P = 0,639), status pekerjaan (P = 1), suku (P = 0,867), penyakit komorbid (P = 1). Dari hasil analisis menunjukkan bahwa umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jarak ke RSUD, status pekerjaan, suku dan penyakit komorbid tidak memiliki hubungan dengan keberhasilan pengobatan pasien TB-RO tahun 2020-2023 di RSUD Dr. J. P. Wanane Kabupaten Sorong.
PERBANDINGAN AKTIVITAS EKSTRAK RANTING PATAH TULAN (EUPORBIA TIRUCALLI) DAN DAUN YODIUM (JATROPHA MUITIFIDA) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Mukti, Asri Wido; Adawiyah, Rofiatul; Sanulingga, Amanda Safithri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32422

Abstract

tanaman yodium dan ranting patah tulang menunjukkan potensi antibakteri terhadap Staphylococcus aureus penyebab infeksi di negara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini menguji kedua ekstrak tersebut menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan etanol 70% dan membandingkannya dengan antibakteri sintetis, yaitu povidon iodin. Povidon iodin 10% digunakan sebagai kontrol positif, sementara etanol 70% digunakan sebagai kontrol negatif untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat pada berbagai konsentrasi ekstrak menggunakan metode sumuran.  Hasil menunjukkan bahwa ekstrak ranting patah tulang memiliki zona hambat sebesar 11,02 ± 3,07 mm pada konsentrasi 40%, 12,13 ± 2,16 mm pada 60%, dan 14,01 ± 0,97 mm pada 80%. Sedangkan ekstrak daun yodium menunjukkan zona hambat 12,82 ± 2,05 mm pada konsentrasi 40%, 15,18 ± 1,08 mm pada 60%, dan 16,7 ± 1,18 mm pada 80%. Povidon iodin 10% menghasilkan zona hambat terbesar, yaitu 20,25 ± 0,87 mm, sementara etanol 70% tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki efek antibakteri yang kuat (11-20 mm) terhadap Staphylococcus aureus, dan efektivitasnya meningkat seiring dengan konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi. Uji statistik Two-Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara efektivitas kedua ekstrak (p > 0,05). Kesimpulannya, ekstrak ranting patah tulang dan daun yodium sama-sama efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan efektivitas yang meningkat pada konsentrasi yang lebih tinggi.
ANALISIS KADAR SGOT DAN SGPT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DALAM PENGOBATAN OAT DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Wabula, Supardin; Widyantara, Aji Bagus; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32428

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan dengan angka kasus dan kematian yang signifikan. Kota Yogyakarta merupakan salah satu daerah dengan angka kejadian tuberkulosis yang masih relatif tinggi, dengan jumlah kasus 1.335 kasus pada tahun 2022. Terjadi peningkatan dari tahun 2021 sebelumnya dengan jumlah kasus 879 kasus. Pengobatan tuberkulosis dapat menyebabkan kerusakan hati. Parameter untuk menentukan adanya kerusakan hati adalah dengan melihat kadar SGOT dan SGPT. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar enzim SGOT dan SGPT pada pasien tuberkulosis dalam pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama enam bulan di RSU PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dengan ketentuan pasien hanya penderita tuberkulosis paru dalam pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama masa pengobatan bulan 1 sampai dengan bulan 6. Hasil penelitian menunjukan bahwa laki-laki lebih tinggi daripada perempuan yaitu sebesar 55,9% sedangkan perempuan 44,1%. Hasil pemeriksaan juga menunjukan bahwa kelompok usia <60 tahun sebagian besar pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT sebesar 67,6% sedangkan usia 60 tahun 42,4%. Hasill pemeriksaan berdasarkan lama pengobatan, kadar SGOT dan SGPT yang meningkat sebagian besar lama pengobatan 6 bulan dengan persentase sebesar 5,9% sedangkan kadar SGOT normal persentase sebesar 94,1%. Hasil pemeriksaan SGPT juga menunjukan bahwa terjadi peningkatan berdasarkan lama pengobatan sebagian besar lama pengobatan 6 bulan dengan persentase 5,9% sedangkan kadar SGPT normal persentase sebesar 94,1%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat kenaikan kadar sgot dan sgpt pada pasien tuberkulosis dalam pengobatan OAT selama 6 bulan.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) SEBAGAI PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH YANG DI INDUKSI ALOKSAN TERHADAP TIKUS JANTAN PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SUKUN Keliat, Elsa Nova Q Pani; Muhammad Yunus; Sembiring, Novitaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32446

Abstract

Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit jangka panjang yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah melebihi normal. Secara khusus, diabetes mellitus ditentukan apabila kadar gula darah saat mencapai 200mg/dL ataupun lebih, serta kadar glukosa darah puasa mencapai 126mg/dL. Salah satu tanaman tradisional yang terdapat di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah tanaman sukun (Artocarpus altilis). Ekstrak etanol daun sukun diketahui mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, falvonoid, tanin, saponin dan polifeno. Berdasarkan kandungan metabolit sekundernya yaitu tanin yang berfungsi sebagai antioksidan, astringen dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun matahari (Artocarpus Altilis) pada tikus putih jantan (Rattus Norvegicus) yang diinduksi aloksan dan mengetahui perbandingan ekstrak daun sukun dan vitamin C. Dalam uji penurunan glukosa darah kadarnya menggunakan ekstrak daun sukun dosis 100mg, 200mg dan 400mg. Sebagai kontrol negatif menggunakan Na-CMC dan kontrol positif menggunakan metformin. Metode penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) Data dianalisis menggunakan uji Annova dan LSD. Uji antioksidan menghitung nilai IC50 menggunakan persamaan linier. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus Altilis) efektif menurunkan kadar glukosa darah tikus jantan (Rattus Norvegicus) dengan dosis 400mg pada hari ke 9.  Hasil penelitian antioksidan menunjukkan bahwa aktivitas ekstrak etanol daun sukun lebih rendah dibandingkan Vitamin C Nilai IC50 ekstrak daun sukun sebesar 63,8 µg/ml, sedangkan vitamin C sebesar 30,5. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sukun efektif menurunkan kadar glukosa darah pada tikus jantan. Namun aktivitas antioksidan ekstrak daun sukun lebih rendah dibandingkan vitamin C.