cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER POSYANDU TENTANG GIZI PADA SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN DAN STUNTING Chahyanto, Bibi Ahmad; Purba, Dorce Dame; Doloksaribu, Tetty Herta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32511

Abstract

Kader posyandu merupakan ujung tombak penggerak masyarakat dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga dituntut memiliki pengetahuan dan kompetensi yang cukup untuk mensukseskan transformasi layanan primer. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap kader posyandu tentang gizi pada periode 1000 HPK dan stunting. Penelitian observasional rancangan potong lintang ini dilakukan di Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 127 orang kader posyandu balita. Data diolah secara deskriptif dan analitik menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebanyak 18,89% kader posyandu memiliki kategori tingkat pengetahuan yang baik terkait gizi pada 1000 HPK, sisanya kurang (19,69%) dan  cukup (61,42%). Hanya 11,81% dari kader posyandu memiliki sikap yang baik terkait gizi pada 1000 HPK, sisanya cukup (88,19%). Jumlah kader dengan tingkat pengetahuan tentang masalah gizi stunting pada kategori kurang hampir sama jumlahnya dengan kategori cukup, berurut-urut sebesar 44,09% dan 55,91%. Tidak ada kader yang memiliki sikap kategori kurang tentang gizi pada 1000 HPK dan tingkat pengetahuan kategori baik tentang stunting. Sebanyak 66,93% kader sudah pernah memperoleh informasi terkait gizi pada 1000 HPK dan 93,70% kader sudah pernah memperoleh informasi tentang masalah gizi stunting. Sebagian besar sumber informasi berasal dari petugas kesehatan. Pengetahuan tentang gizi pada 1000 HPK secara signifikan berhubungan dengan sikap terkait gizi pada 1000 HPK dan pengetahuan terkait masalah gizi stunting. Kader yang memiliki tingkat pengetahuan baik terkait gizi pada 1000 HPK cenderung memiliki sikap yang baik juga terkait hal tersebut dan memiliki pengetahuan yang cukup terhadap stunting.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD DEPATI BAHRIN SUNGAILIAT TAHUN 2024 Saputra, Yogi; Anggraini, Rima Berti; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32516

Abstract

Penyakit ginjal merupakan masalah serius di seluruh dunia. Penderita penyakit ginjal kronis harus menjalani terapi pengganti ginjal, seperti hemodialisis (HD). Masalah klinis yang sering ditimbulkan oleh gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa yaitu berdampak negatif terhadap fisik dan aspek psikologis yang dapat mempengaruhi tingkat stres pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross - sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Pada Bulan Desember Tahun 2023 yang berjumlah 52 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu 37 responden. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara  frekuensi hemodialisa (p-value = 0,007), mekanisme koping (p-value = 0,014), dan regulasi emosi (p-value = 0,001) dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronis di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Kesimpulan dari penelitian ini Ada hubungan antara frekuensi hemodialisa, mekanisme koping dan regulasi emosi dengan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024.
HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DENGAN TINGKAT KEPUASAN WISATAWAN DI WISATA BUMI PERKEMAHAN BEDENGAN Noto, Stefany Kurnia; Yuniastuti, Tiwi; Jeogijantoro, Rudy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32530

Abstract

Objek wisata sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dalam rangka berwisata, sehingga beresiko menjadi media penyebaran penyakit, terutama jika fasilitas sanitasi umum tidak memenuhi syarat. Higiene perorangan dan fasilitas saniatasi umum yang buruk dapat menimbulkan masalah pada kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi fasilitas sanitasi dengan tingkat kepuasan wisatawan di wisata Bumi Perkemahan Bedengan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling insidental. Instrumen yang digunakan lembar observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji spearmen rank. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fasilitas sanitasi dinyatakan laik sehat  nilai 454 (75,11%) dengan tingkat  kepuasan  wisatawan 27,1% sangat puas, 68,8% puas, 4,2% cukup puas dan, 0% untuk tidak puas dan sangat tidak puas. Hasil analisis uji spearmen rank menunjukan nilai p-value 0,000 (p-value<0,05),  dengan koefisien korelasi sebesar 0,446 (0,40-0,599 cukup) dan koefisien determinasi sebesar 19,89%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara kondisi fasilitas sanitasi dengan tingkat kepuasan di objek wisata Bumi Perkemahan Bedengan dengan tingkat keeratan hubungan yang cukup/ sedang.  
GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT KADALUARSA DI APOTEK KIMIA FARMA 134 PEJANGGIK Maziya, Raehanul; Dalila, Virga Fathiya; Andanalusia, Mahacita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32538

Abstract

Apotek merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang berfokus pada pelayanan kefarmasian, mulai dari menyediakan hingga mendistribusikan obat-obatan, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik merupakan salah satu apotek yang paling ramai di Kota Mataram. Hal ini menyebabkan Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik menyediakan obat-obatan dalam jumlah banyak agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Tingginya jumlah persediaan obat ini menyebabkan angka kejadian obat kadaluarsa di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik menjadi cukup tinggi. Obat yang sudah kadaluarsa tidak dapat dikonsumsi lagi karena dikhawatirkan dapat membahayakan nyawa pasien mengingat obat-obatan tersebut sudah mengalami reaksi degradasi. Untuk itu, perlu dilakukan pengelolaan obat kadaluarsa dengan baik dan benar. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik sudah melakukan pengelolaan obat kadaluarsa sesuai aturan atau tidak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Dimana, penulis melakukan pengambilan data secara kualitatif dengan melakukan wawancara terstruktur pada salah satu petugas Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik terkait dengan pengelolaan obat kadaluarsa di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik tidak melakukan pemusnahan obat mandiri melainkan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk melakukan pemusnahan obat. Akan tetapi, Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik sudah melakukan pengelolaan obat sebelum pemusnahan sesuai dengan aturan yang ada.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA 134 PEJANGGIK Dalila, Virga Fathiya; Maziya, Raehanul; Andanalusia, Mahacita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32539

Abstract

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat sebagai garis terdepan dalam distribusi obat-obatan. Guna menjamin mutu pelayanan kefarmasian, perlu adanya standar pelayanan kefarmasian di apotek, termasuk dalam pengelolaan sediaan farmasi khususnya aspek penyimpanan obat. Evaluasi penyimpanan obat bertujuan untuk memastikan bahwa obat disimpan dalam kondisi optimal untuk menjaga mutu dan efektivitasnya. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah sistem penyimpanan obat di apotek, sedangkan sampel yang digunakan adalah sistem penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil observasi dengan checklist standar penyimpanan. Penelitian dilakukan selama periode September hingga November 2023 di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik. Hasil menunjukkan penyimpanan obat berdasarkan aspek sarana dan prasarana memiliki kategori baik dengan persentase implementasi 83,33% serta penyimpanan obat khusus dan penyimpanan obat narkotika dan psikotropika tergolong sangat baik dengan masing-masing persentase implementasi 100%. Secara keseluruhan, Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik memenuhi standar penyimpanan obat yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek serta dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma sangat baik dengan sarana prasarana yang tergolong sangat baik serta penyimpanan obat khusus, narkotika dan psikotropika yang sangat baik.  
EVALUASI PENDOKUMENTASIAN 3S (SDKI, SIKI, SLKI) DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RUANG RAWAT DEWASA KELAS III RSUD Dr (H.C) Ir. SOEKARNO PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2024 Andriana, Sevtia; Maryana; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32545

Abstract

Pendokumentasian yang efektif dan efisien dari proses keperawatan sangat penting. Teknologi yang telah berkembang untuk mendukung pendokumentasian secara elektronik salah satunya adalah SIMRS. Kurang lebih 128 rumah sakit sudah memiliki sistem namun tidak berfungsi dengan baik dan terdapat 425 rumah sakit yang belum memiliki SIMRS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 4 informan utama yaitu perawat dan kepala ruangan dan 2 informan pendukung yaitu kabid pelayanan keperawatan dan kabid information tehcnology dan pengamatan langsung pendokumentasian didalam SIMRS. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode wawancara, maka diidentifikasi 3 tema yaitu pemahaman perawat mengenai pendokumentasian dalam SIMRS, kebijakan pendokumentasian dalam SIMRS dan faktor penghambat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendokumentasian 3S dalam SIMRS secara umum telah berjalan baik dan sesuai pedoman walaupun masih terdapat kendala dalam pengimplementasiannya. Saran dari penelitian ini menekankan pentingnya fasilitas penunjang pendokumentasian, SDM pada bidang IT, serta mengadakan program pelatihan secara menyeluruh kepada perawat diruangan.
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISASI LIP CREAM DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUZ) DENGAN PERBANDINGAN STIFFENING AGENT hamdaniyah, imraatil; Ambarwati , Nadya; Hardani, Prisma Trida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32552

Abstract

Pemanfaatan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizuz) telah banyak dilakukan. Pada bidang farmasi salah satunya lip cream sebagai cosmeceutical untuk memperelok bagian bibir. Perpaduan Mycrocrystalline wax dan carnauba wax dimanfaatkan guna menciptakan dasar yang ideal bagi formulasi pewarna alami dalam lip cream dan dengan harapan dapat disukai oleh pengguna lip cream, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio konsentrasi stiffening agent sediaan lip cream dari ekstrak kulit buah naga merah terhadap karakteristik fisik. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96% dan digunakan konsentrasi 35% sebagai khasiat utama. Dibuat 5 formulasi sediaan dengan variasi konsentrasi stiffening agent. F1 dibuat dengan konsentrasi Carnauba Wax 10% dan  Mycrocristallin Wax 5 %, F2 Carnauba Wax 15% dan Mycrocristallin Wax 8 %, F3 Carnauba Wax 20% dan  Mycrocristallin Wax 10 %, F4 tanpa Carnauba Wax dan  Mycrocristallin Wax 10 % dam F5 Carnauba Wax 20% dan tanpa Mycrocristallin Wax. Perbedaan stiffening agent tidak berpengaruh terhadap karakteristik formulasi yakni pengujian pH, pengujian homogenitas, dan pengujian organoleptis tetapi berpengaruh terhadap pengujian daya sebar, pengujian daya lekat dan pengujian daya oles. Berdasarkan temuan penelitian ini, diketahui F1 dan F2 lebih disukai banyak responden, dan hasil evaluasi yang lebih stabil.
HUBUNGAN RESPON TIME DAN PENERAPAN TRIAGE PERAWAT DENGAN TINGKAT ANSIETAS DAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Fadila, Nurul; Januarista, Afrina; Hidayat, Elin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32581

Abstract

Respon time dan triage yang tidak tepat dapat meningkatkan kecemasan dan ketidakpuasan pasien, tujuan penelitian ini yaitu telah dibuktikan hubungan respon time dan penerapan triage perawat dengan tingkat ansietas dan kepuasan pasien di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif, desain survey analitik, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu semua pasien yang masuk di IGD RSUD Undata, sampel berjumlah 96 responden, teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Dari 96 responden, sebagian besar mendapatkan kategori respon time yang cepat sebanyak 67 responden (69.8%), kategori penerapan triage sesuai sebanyak 53 responden (55.2%). Variabel ansietas kategori terbanyak adalah kecemasan sedang sebanyak 55 responden (57.3%), kategori puas sebanyak 54 responden (56.2%). Hasil uji chi square, terdapat hubungan respon time dengan tingkat ansietas pasien di IGD RSUD Undata dengan p value 0.000 < 0.05. Terdapat hubungan respon time dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Undata dengan p value 0.000 <0.05. Terdapat hubungan penerapan triage dengan tingkat ansietas pasien di IGD RSUD Undata dengan p value 0.000 < 0.05. Terdapat hubungan penerapan triage dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Undata dengan p value 0.000 < 0.05. Ada Hubungan respon time dan penerapan triage dengan tingkat ansietas dan kepuasan pasien di Instalasi Gawat darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Bagi rumah sakit dapat memberikan edukasi audio visual kepada pasien maupun keluarga terkait respon time dan triage, melalui videotron agar pasien dan keluarga mengetahui alur proses triage dan respon time, sehingga dapat membantu menurunkan kecemasan pada pasien.
PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MARO SEBO ILIR TAHUN 2023 Manik, Feranika; Andriani, Medi; Sutrisno, Deny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32589

Abstract

Hipertensi atau sebutan lainnya sering disebut silent killer merupakan suatu  penyakit yang berbahaya dan dapat berujung pada kematian jika terjadi komplikasi. Hal ini dikarenakan hipertensi merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol. Kepatuhan dalam minum obat merupakan salah satu faktor tingkat keberhasilan dalam pengobatan hipertensi, tetapi hal ini sering diabaikan oleh pasien hipertensi jika tidak ada gejala yang serius. Dalam hal ini dapat ditingkatkan pengetahuan pasien dengan pemberian informasi obat menggunakan media leaflet. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian leaflet terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Maro Sebo Ilir. Metode penelitian ini menggunakan quasy eksperiment two group dengan desain kontrol grup pretest-posttest. Data penelitian yang diambil secara prospektif yaitu berjumlah 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok yang dikontrol, kemudian diukur tingkat kepatuhannya dengan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Kelompok intervensi diberikan informasi obat menggunakan media leaflet. Uji analisis pada penelitian ini dengan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon terdapat pengaruh yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan dengan menggunakan uji Mann Whitney terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemberian leaflet terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi yang ada di Puskesmas Maro Sebo Ilir.
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN DAN KERAGAMAN PANGAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK JALANAN DI KOTA SURABAYA Socadevia, Annisa; Nadhiroh, Siti Rahayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32595

Abstract

Angka penduduk miskin di Indonesia masih tinggi. Akibat dari tingginya angka kemiskinan menyebabkan terjadi kesenjangan sosial, utamanya di kota besar, yang akhirnya menimbulkan permasalahan baru dimana keluarga miskin banyak mengorbankan anak-anak mereka untuk bekerja di jalanan padahal mereka masih belum cukup usia untuk bekerja dan masih dalam tahap remaja dimana membutuhkan asupan gizi yang seimbang sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh agar menjadi pribadi dewasa yang sehat. Tujuan penelitian ini  untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan dan keragaman pangan dengan status gizi pada anak jalanan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan didapatkan sebanyak 60 anak jalanan berusia 10-18 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran antropometri secara langsung untuk mengukur status gizi, serta wawancara menggunakan kuesioner HFIAS dan food recall 1x24 jam yang kemudian skor keragaman pangan dilihat berdasarkan jenis pangan pada IDDS. Analisis korelasi menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara ketahanan pangan (p-value=0.003, r=0.381), dan keragaman pangan (p-value=0.047, r=0.257) dengan status gizi pada anak jalanan di Kota Surabaya. Simpulan dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia anak jalanan adalah 12 tahun, 40% anak jalanan mengalami status gizi kurang, mayoritas memiliki skor keragaman pangan rendah serta hampir semua anak jalanan mengalami rawan pangan.