cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN SIKAP DENGAN KESIAPAN PERAWAT PADA PENANGANAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANG IGD DAN ICU RSUD WONOGIRI Masyitoh, Septina Devi; Agustin, Wahyu Rima; Suparmanto, Gatot
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32222

Abstract

Henti jantung merupakan penyebab utama kematian di beberapa negara. Apabila tidak ditangani sesegera mungkin dan dengan tindakan yang tidak tepat maka akan mengakibatkan kematian. Sikap perawat dan kesiapan perawat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan asuhan keperawatan pasien yang sedang dalam kondisi gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sikap dapat berhubungan dengan kesiapan perawat pada penanganan RJP diruang IGD dan ICU RSUD Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan studi korelasi dan menggunakan metode clusster random sampling sehingga mendapatkan sampel sejumlah 34 responden. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa sikap perawat mayoritas baik sebesar 18 responden (52.9%) dan kesiapan perawat mayoritas baik sebesar 24 responden (70.6%). Uji analisa bivariat menunjukkan bahwa variabel sikap dan kesiapan dengan p-value <0,04 kurang dari 0,05 maka artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara sikap dengan kesiapan perawat pada penanganan resusitasi jantung paru (RJP) di ruang IGD dan ICU RSUD Wonogiri.
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN GOBAK SODOR DALAM MENURUNKAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAWAI DI MADRASAH TSANAWIYAH AL - HUDA 1 KARANGPANDAN Sajdah, Suci Asri; Puji Utami, Ratih Dwilestari; Hapsari, Happy Indri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32223

Abstract

Gawai memberikan dampak positif bagi remaja dalam kegiatan belajar, mengakses materi, penyelesaian tugas secara cepat. Penggunaan gawai terlalu lama, akan berdampak negatif dimana dapat menimbulkan rasa malas belajar, kemampuan sosialisasi yang rendah. Salah satu upaya preventif untuk mengurangi intensitas penggunaan gawai adalah dengan melakukan terapi bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bermain gobak sodor dalam menurunkan intensitas penggunaan gawai pada remaja awal di Madrasah Tsanawiyah Al- Huda 1 Karangpandan. Metode penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Quasy Experimental dengan Rancangan Pre-Test Post-Test With Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di Madrasah Tsanawiyah Al- Huda 1 Karangpandan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan 128 responden yang dibedakan menjadi 2 yaitu 64 responden kelompok intervensi dan 64 responden kelompok kontrol. Analisa bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukan adanya perbedaan efektivitas pemberian terapi bermain gobak sodor dengan pemberian edukasi terhadap intensitas penggunaan gawai pada remaja awal di Madrasah Tsanawiyah Al-Huda 1 Karangpandan atau p-value 
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS KRIM ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN INSULIN (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS MANGUNE, GLORYA DORCHICYLHIA; EDY, HOSEA JAYA; JAYANTO, IMAM
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32232

Abstract

Masalah kulit yang sering dihadapi pada zaman sekarang adalah jerawat, penyebabnya bisa karena banyak hal salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan jerawat tidak terbatas dengan penggunaan zat kimia tetapi penggunaan produk yang dihasilkan dari tanaman. Insulin (Smallanthus sonchifolius) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, saponin, dan tannin yang tinggi sehingga berpotensi sebagai antibakteri, terlepas dari khasiat tanaman insulin pemanfaatannya sebagai antibakteri guna untuk pengobatan jerawat masih jarang. Penelitian ini untuk menguji efektivitas antibakteri sediaan krim ekstrak etanol daun insulin dan mengevaluasi sediaan menggunakan parameter uji sifat fisik dan stabilitas fisik. Formula sediaan krim dibuat dengan variasi konsenterasi ekstrak etanol daun insulin 1%, 2%, 3%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunujukkan zona bening sebesar 10,20 mm pada konsenterasi 1%, 13,77 mm pada konsenterasi 2%, 14,40 mm pada konsenterasi 3% dan daya hambat tergolong kuat pada setiap konsenterasi. Hasil evaluasi fisik sediaan yang dilakukan sebelum dan sesudah cycling test menunjukkan bahwa sediaan krim memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun insulin efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus, memenuhi parameter uji fisik dan stabil.  
PEMBERIAN DIET PASCA BEDAH RENDAH LEMAK DAN RENDAH SERAT PADA PASIEN OP. LAPAROTOMY APPENDECTOMY DENGAN CHRONIC APPENDICITIS DAN SECONDARY PERITONITIS Juviangelika, Destri Adinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32240

Abstract

Apendisitis kronis merupakan kondisi peradangan pada apendiks vermiformis dengan gejala khas nyeri perut yang terjadi secara terus menerus. Penyakit ini paling sering menjadi kedaruratan bedah umum. Laparotomi apendektomi menjadi tindakan bedah yang umumnya segera dilakukan untuk penanganan apendisitis kronis, sering kali disertai dengan peritonitis sekunder. Manajemen diet pasca bedah berperan penting dalam pemulihan dan pencegahan komplikasi lebih lanjut yang dapat memengaruhi morbiditas dan mortalitas. Prinsip diet rendah lemak dan rendah serat pada pasien pasca bedah abdomen diberikan untuk mengurangi beban kerja pencernaan dan mendukung proses penyembuhan. Protein diberikan tinggi untuk mobilitas serta pemulihan luka dan kondisi pasien secara keseluruhan. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran efektivitas asuhan gizi klinis pada pasien pasca bedah laparatomi apendektomi dengan diagnosis apendisitis kronis dan peritonitis sekunder. Penelitian ini adalah studi kasus metode observasional analitik yang dilakukan pada satu pasien rawat inap Rumah Sakit X di Kota Surabaya. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan observasi dengan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu 24 h food recall, SQ-FFQ, food weighing, data rekam medis pasien (biokimia, dan fisik klinis), serta pengukuran antropometri. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terkait intervensi terhadap pasien selama 3 hari, didapati hasil bahwa asupan zat gizi pasien meningkat secara bertahap hingga mencapai target yang ditetapkan untuk mencukupi kebutuhan hariannya sesuai dengan prinsip diet pasca bedah. Kondisi fisik klinis pasien turut membaik secara keseluruhan sehingga pemberian zat gizi lebih lanjut perlu diberikan sesuai jenis dan kebutuhan untuk optimalisasi pengelolaan kondisi pasien.
GAMBARAN UJI KEPEKAAN ANTIBIOTIK CEFTRIAXONE DAN GENTAMYCIN TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE PADA PASIEN DEWASA Rosiana, Putri Dwi Ivanka; Widyantara, Aji Bagus; Mu'awanah, Isnin A Ulfah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32248

Abstract

Infeksi akut yang merusak jaringan paru-paru dan menghentikan aliran udara bebas disebut pneumonia, pneumonia disebabkan oleh mikroba infeksius termasuk virus, parasit, dan bakteri. Bakteri Klebsiella pneumoniae merupakan penyebab umum banyak infeksi. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pernapasan, infeksi nosokomial, infeksi saluran kemih, dan yang paling buruk yaitu kematian. Infeksi pada bakteri Klebsiella pneumoniae dapat ditangani menggunakan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi uji sensitivitas antibiotik untuk bakterilebsiella pneumoniae pada orang dewasa menggunakan Ceftriaxone dan Gentamycin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data yang diambil dari penelitian ini berupa data sekunder mengenai uji kepekaan antibiotik ceftriaxone dan gentamycin terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae terhadap pasien dewasa dari hasil catatan rekam medis pada tahun 2023 di RSU PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Sampel penelitian ini sebanyak 55 sampel. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampling secara total sampling. Hasil menunjukan nilai  sensitivitas antibiotik Ceftriaxone adalah 56,4%, Gentamycin adalah 67,3%, nilai resistensi antibiotik Ceftriaxone adalah 43,6% , Gentamycin adalah 30,9%, sedangkan hasil distribusi responden berdasarkan jenis kelamin yaitu jenis kelamin laki-laki adalah 58,2%, perempuan 41,8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa antibiotik Gentamycin memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae, antibiotik Ceftriaxone memiliki resisten yang tinggi terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae, dan jenis kelamin laki-laki merupakan jenis kelamin yang paling banyak terinfeksi bakteri Klebsiella pneumoniae pada penyakit pneumonia.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI MP-ASI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI IBU BADUTA DI POSYANDU MENTARANG BARU KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA Forlina, Dres; Hasanah, Laeli Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32250

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah tahap penting dalam tumbuh kembang anak, yang dimulai saat bayi berusia 6 bulan. Pengetahuan ibu mengenai MP-ASI sangat mempengaruhi kualitas gizi dan kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi MP-ASI terhadap pengetahuan ibu di posyandu Mentarang Baru, Desa Mentarang Baru, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau. Penelitian dilakukan di Posyandu Mentarang Baru Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan desain quasy experimental study. Jumlah sampel sebanyak 40 ibu yang memiliki anak balita usia 6-24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang MP-ASI di Posyandu Menatrang Baru sebelum diberi edukasi dengan media buku saku, yaitu 30 (75,0%) yang memiliki pengetahuan kurang dan 10 (25,0%) ibu memiliki pengetahuan sedang, setelah diberi edukasi gizi dengan media buku saku,  yaitu 28 (70,0%) memiliki pengetahuan sedang dan 12 (30,0%) ibu memiliki pengetahuan baik, sebelum diberi edukasi pengetahuan ibu memiliki nilai rata-rata sebesar 53,33 dan setelah diberikan edukasi nilai rata-rata pengetahuan ibu meningkat menjadi 76,25 atau naik 23,25 poin. Ada pengaruh yang signifikan pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberi edukasi tentang MP-ASI menggunakan buku saku
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN BERAT BADAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI PUSKESMAS KLAMPOK 1 Safitri, Dewi; Nur Adriyani, Fauziah Hanum; Hikmanti, Arlyana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32259

Abstract

Anak prasekolah adalah anak-anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun. Untuk anak usia 4 hingga 6 tahun biasanya mengikuti program taman kanak-kanak (Saputri, 2019). Salah satu kondisi yang bisa dijumpai pada anak prasekolah yaitu stunting. Faktor pendukung terjadinya stunting yaitu pemberian asupan energi yang kurang baik dari masa kehamilan sampai usia dini Oleh sebab itu sangat diperlukan upaya untuk meningkatkan status gizi yang baik dengan perbaikan pola asupan makanan, pola asuh dan sanitasi (Suhartini & Rahma, 2023). Salah satunya Puskesmas 1 Klampok pada bulan Mei tahun 2023 ada 35 anak stunting dari 370 anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu menilai efektivitas pemberian puding daun kelor sebagai upaya peningkatan berat badan pada anak prasekolah di Puskesmas Klampok 1. Metode yang dilakukan yaitu studi kasus. Sampel penelitian yang digunakan yaitu 5 responden yaitu anak pasekolah dengan.di wilayah Puskesmas Klampok 1 Banjarnegara. Hasil yang didapatkan setelah pemberian makanan tambahan puding anak mengalami rata-rata kenaikan berat badan 1,8kg. Untuk tinggi badan setelah diberikan makanan tambahan puding daun kelor naik dengan rata-rata 3 cm. Oleh karena itu pemberian itu makanan tambahan puding daun kelor dapat digunakan sebagai upaya peningkatan BB pada anak prasekolah.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DENGAN DAN TANPA HAPUSAN KAPAS KERING METODE ENZIMATIK GLUCOSE OXIDASE Kumalasari, Dei; Bagus Widyantara, Aji; Novalina, Dhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32282

Abstract

Pemeriksaan kadar glukosa darah dapat dilakukan dengan metode enzimatik glucose oxidase menggunakan sampel darah kapiler pada alat glukometer (POCT). Tahap pra-analitik dapat memberikan kontribusi sekitar 61% dari total kesalahan di Laboratorium. Salah satu tahapan pra analitik adalah pengambilan darah kapiler. Pengambilan darah kapiler tetesan darah yang pertama kali keluar dihapus dengan kapas kering kemudian tetesan darah selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan karena tetesan darah kapiler pertama rentan tercampur dengan cairan jaringan dan kemungkinan besar terkontaminasi dengan alkohol sehingga kurang representatif sebagai sampel. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sewaktu tanpa dan dengan hapusan kapas kering metode POCT. Metode penelitian ini yaitu penelitian analitik dengan desain penelitian eksperimental dengan jumlah responden sebanyak 25 orang yang didapatkan dari rumus slovin dan metode sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu glukosa darah sewaktu dan variabel independen pada penelitian ini yaitu dengan dan tanpa hapusan kapas kering. Hasil diuji dengan uji statistik Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukan kadar glukosa darah sewaktu tanpa hapusan kapas kering antara 72-146 mg/dL dengan rerata 101,08 mg/dL. Kadar glukosa darah dengan hapusan kapas kering antara 86-167 mg/dL dengan rerata 117,16 mg/dL. Uji statistik Paired Samples T-Test menunjukan psig 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar glukosa darah sewaktu tanpa hapusan kapas kering dan dengan hapusan kapas kering metode enzimatik glucose oxidase.
PENGARUH PENDIAMAN PLASMA SITRAT SELAMA 2 JAM PADA SUHU 25°C TERHADAP HASIL ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) Munawaroh, Nisa; Hadi, Wahid Syamsul; Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32288

Abstract

Gangguan perdarahan merupakan kelainan perdarahan yang terjadi akibat ketidakmampuan pembuluh darah, trombosit, dan faktor pembekuan pada sistem hemostatik. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh pendiaman sampel plasma sitrat selama 2 jam pada suhu 25°C terhadap hasil APTT. Jenis penelitian ini adalah Pre-experimental dengan desain One-shot case study. Jumlah sampel penelitian ini yaitu sebanyak 15 sampel, yang dilakukan secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai APTT pada plasma sitrat yang segera diperiksa adalah 34,08 detik, sedangkan rata-rata nilai APTT pada plasma sitrat yang diakukan pendiaman selama 2 jam pada suhu 25°C adalah 38,98 detik. Hasil uji statistik Independent Sample T-Test didapat nilai signifikansi sebesar 0,046. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil yang signifikan secara statistik antara sampel plasma sitrat yang segera diperiksa dan sampel plasma sitrat yang dilakukan pendiaman selama 2 jam pada suhu 25°C terhadap nilai APTT.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN KOMBINASI MEDIA SHORT EDUCATION MOVIE (SEM) DAN SIMULASI TERHADAP KETERAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA LUKA RINGAN PADA TUNAGRAHITA DI SLB C PUTRA HARAPAN GONDANG Permatasari, Lulu Febrilia; Puji Utami, Ratih Dwilestari; Murharyati, Atiek
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32305

Abstract

Tunagrahita memiliki kesulitan dalam melakukan pertolongan pertama luka ringan karena memiliki gangguan kognitif yang berdampak pada segala aspek kehidupannya termasuk kemampuan merawat diri, oleh karena itu pemberian pembelajaran dan pelatihan sangat penting untuk diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan kombinasi media short education movie (SEM) dan simulasi terhadap keterampilan pertolongan pertama luka ringan pada tunagrahita di SLB C Putra Harapan Gondang. Metode penelitian menggunakan metode Pre-Eksperimen One Group Pre-Test And Post-Test Design, populasi penelitian ini seluruh siswa tunagrahita, pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu tunagrahita ringan yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan selama 4 kali pada bulan Maret 2024 menggunakan lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon p value=0,000 yang berarti terdapat pengaruh sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan menggunakan kombinasi media short education movie (SEM) dan simulasi terhadap keterampilan pertolongan pertama luka ringan pada tunagrahita. Hasil pre-test mayoritas responden memiliki keterampilan kurang dalam melakukan pertolongan pertama luka ringan sebanyak 12 responden (60,0%), keterampilan cukup sebanyak 6 responden (30,0%) dan keterampilan baik sebanyak 2 responden (10.0%). Hasil penelitian post-test mayoritas responden memiliki keterampilan baik sebanyak18 responden (90,0%) dan keterampilan cukup sebanyak 2 responden (10.0%). Dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan kombinasi media short education movie (SEM) dan simulasi terhadap keterampilan pertolongan pertama luka ringan pada tunagrahita di SLB C Putra Harapan Gondang.