cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT DAN IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEM (DRP) PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA MEDAN Tafonao, Rachel Julia; Yunus, Muhammad; Lubis, Yolanda Eliza Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32447

Abstract

Pengelolaan diabetes melitus tipe 2 sering kali kompleks dan membutuhkan penggunaan lebih dari satu jenis obat, yang dapat menyebabkan Drug Related Problems (DRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat dan mengidentifikasi Drug Related Problem (DRP) yang kemungkinan terjadi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif, yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan dari September hingga November 2023. Data yang digunakan adalah 450 resep pasien rawat jalan yang berusia 18 tahun dan didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2, baik dengan atau tanpa komplikasi, serta menggunakan obat antidiabetes oral. Dari hasil penelitian, karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang paling banyak adalah kelompok usia dewasa (19-59 tahun) dengan 55.33% dan jenis kelamin perempuan dengan 60.44%. Metformin adalah obat antidiabetes yang paling umum digunakan dengan persentase 36.74%. Potensi DRP yang paling sering ditemukan adalah interaksi obat (97%) dan overdosis (3%). Identifikasi dan manajemen DRP yang tepat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien. Disarankan juga adanya edukasi berkelanjutan bagi pasien dan pelatihan bagi tenaga medis untuk meminimalkan risiko DRP.
HUBUNGAN AKTIVITAS MELIHAT JARAK DEKAT DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA Syahbani, Safira Trisna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32448

Abstract

Miopia merupakan kondisi gangguan penglihatan berupa gangguan refraksi, dimana saat melihat objek dekat individu dapat melihat dengan jelas, tetapi saat melihat objek jauh tampak kabur. Di Indonesia prevalensi miopia mencapai 25% pada orang dewasa dan 10-12% pada anak-anak. Miopia di Indonesia merupakan salah satu penyakit yang urgensinya masih belum begitu diperhatikan. Jika ditelaah lebih lanjut, berbagai faktor risiko yang berhubungan dengan gaya hidup mengambil andil lebih besar dalam mencetak kasus miopia di Indonesia. Miopia terjadi karena adanya faktor risiko berupa status gizi dan aktivitas melihat jarak dekat. Miopia jika tidak segera diberi penanganan medis dapat berdampak buruk dan berkembang menjadi komplikasi penyakit mata yang semakin membahayakan bagi penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas melihat jarak dekat dan status gizi dengan kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Besar sampel penelitian 70 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Pada penelitian ini, didapatkan prevalensi kejadian miopia di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga sebesar 51,4 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas melihat jarak dekat (p-value = 0,009 < 0,005) dengan miopia. Namun, tidak terdapat hubungan antara status gizi (p-value = 0,247 > 0,005) dengan kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
ANALISIS KEBERADAAN BORAKS PADA PEMPEK YANG TERKENAL DI KOTA PALEMBANG Hasibuan, Tri Oktaviana Hasibuan; Husni, Husni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32449

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan observasional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei 2021 di Laboratorium STIKESMAS Abdi Nusa Palembang. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran keberadaan boraks pada pempek terkenal di kota palembang tahun 2021.Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai bahan kimia yang terdapat pada makanan dan minuman khususnya bahan pengawet berupa boraks. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling . Metode yang digunakan yaitu Metode kertss kurkumin. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 10 sampel pempek yang terkenal di kota palembang, Hasil penelitian keberadaan boraks pada pempek terkenal di kota palembang, menunjukkan bahwa dari 10 sampel yang diteliti diperoleh 10 sampel negatif atau tidak mengandung boraks sama sekali dimana dapat dilihat dari tekstur dan aroma dan harga bisa mempengaruhi dengan kualitas pempek itu sendiri. Simpulan Pada penelitian ini didapatkan hasil yang baik,dengan kategori semua negatif pada pempek terkenal dan sudah memiliki nama tidak perlu lagi takut untuk mencobanya dan diharapkan jadi daya tarik oranag-orang makan pempek enak dikota Palembang.
ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN UREUM DAN KREATININ DENGAN METODE SIX SIGMA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2023 WA MARLIN, ALIN; widyantara, Aji bagus; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32472

Abstract

Quality control adalah rangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi proses pengujian. Six sigma merupakan metode quality control yang menggambarkan penyimpangan dalam setiap proses yang mungkin terjadi dalam satu juta pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presisi, akurasi dan nilai six sigma terhadap hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin. Desain penelitian yang digunakan adalan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah data hasil quality control dari pemeriksaan ureum dan kreatinin, sampel penelitian berupa hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin bulan Agustus-Oktober, teknik pengumpulan sampel berdasarkan total sampling. Variabel dependen dan independen adalah quality control dan six sigma. Analisis data menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan Nilai CV% pemeriksaan ureum bulan Agustus-Oktober sebesar 2,96%, 2,83% dan 3,15%, pemeriksaan kreatinin bulan Agustus-Oktober sebesar 1,21%, 1,21% dan 2,38%. Nilai akurasi pemeriksaan ureum bulan Agustus-Oktober sebesar -6,56%, -7,86% dan -10,41%, pemeriksaan kreatinin bulan Agustus-Oktober sebesar -15,82%, 15,82% dan -14,29%. Nilai Six sigma tertinggi pemeriksaan ureum bulan Oktober sebesar 6,16 sigma, sedangkan nilai sigma tertinggi pemeriksaan kreatinin yaitu bulan Agustus dan September sebesar 25,82 sigma. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil CV% di bawah batas maksimum, nilai akurasi yang diperoleh memiliki nilai bias ±10%, dan nilai six sigma berkisar 5->6 dengan kualitas baik dan word class.
ANALISIS PENGGUNAAN SKRINING KPSP DENGAN DENVER II TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN Ibrahim, Alwi; Sudirman, Andi Akifa Sudirman; Rokani, Muryati Rokani; Modjo, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32473

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang sangat penting karena memberikan kesempatan untuk intervensi yang tepat waktu dan optimal bagi perkembangan anak. Deteksi tumbuh kembang dengan menggunakan srining bertujuan untuk mengetahui potensi gejala awal penyakit yang dapat mengakibatkan gangguan perkembangan anak karena deteksi dini kelainan perkembangan anak sangat berguna agar diagnosa maupun pemulihannnya dapat dilakukan lebih awal. Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan desain penelitian menggunakan metode penelitian Komparatif untuk melihat tentang perbandingan skrining Denver II dan KPSP terhadap perkembangan anak usia 3-5 tahun. Instrument pengukuran perkembangan yang digunakan adalah Denver II dan KPSP, Sampel penelitian menggunakan metode accidental sampling Jumlah sampel penelitian sebanyak 15 responden uji statistik koefisein cohen’s kappa untuk menguji perbedaan proporsi dan reliabelnya suatu instrumen. Hasil penelitian menunjukkan pada skrining perkembangan KPSP menunjukkan untuk interpretasi Sesuai sebanyak 10 responden serta meragukan 5 responden, sedangkan pada skrining perkembangan Denver II menunjukkan untuk interpretasi Normal sebanyak 8 responden, serta suspect 7 responden. Uji statistik menggunakan Coeficient cohen’s kappa didapatkan hasil konsistensi skrining antara skrining KPSP dengan skrining Denver II terhadap perkembangan anak usia 3-5 tahun adalah 0,727 yang mendekati 1 serta memiliki p-value = 0,003 dimana < 0,05 yang artinya memiliki konsistensi secara signifikan antara skrining perkembangan KPSP dengan Denver II. Deteksi dini perkembangan sangat penting untuk milestone dan penanganan awal keterlambatan terhadap tahap perkembangan anak secara keseluruhan. Kata kunci: Denver II, KPSP, Perkembangan, Skrining
PENERAPAN PEMBERIAN MADU DAN TEMULAWAK TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA ANAK DI PUSKESMAS KABILA BONE Sudirman, Andi Akifa; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Modjo, Dewi; Hadju, Belawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32476

Abstract

Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan balita pasti menemui masalah-masalah yang dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan Salah satu masalah yang dialami pada anak yakni penurunan nafsu mkanan yang berakibat berat badan pada balita. Pemberian temulawak dan madu secara bersamaan kepada anak secara teratur dapat meningkatkan nafsu makan pada anak. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian madu dan temulawak terhadap peningkatan nafsu makan pada balita. Penelitian ini merupakan eksperimen two group pre-post test sampel penelitian berjumlah 30 responden. Dalam penelitian ini, kriteria inklusinya meliputi orang tua pasien yang bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent serta pasien anak berusia 1-5 tahun, Kriteria eksklusi dalam penelitian ini mencakup pasien anak yang tidak kooperatif saat pemberian asuhan keperawatan dan yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan vitamin C. Hasil penelitian nafsu makan post intervensi pada kelompok intervensi yaitu berada pada nafsu makan baik 9 responden (30%) serta nafsu makan kurang 6 responden (20%), sedangkan kelompok control berada pada nafsu makan kurang 15 responden (50%). Hasil statistik non parametrik Mann-Whitney didapatkan hasil penerapan pemberian madu dan temulawak terhadap peningkatan nafsu makan pada anak adalah  p-value = 0,000 dimana < 0,05 dengan peningkatan nafsu makan sebesar 30% dibandingkan kelompok kontrol yang artinya intervensi pemberian madu dan temulawak dapat meningkatkan nafsu makan anak secara signifikan. Terdapat bukti yang konsisten mengenai efektivitas pemberian madu dan temulawak dalam meningkatkan nafsu makan pada anak-anak
HUBUNGAN POLA GAYA HIDUP (LIFE STYLE) DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS DI KDS JCC+ KABUPATEN JOMBANG Adawiyah, Radiatul; Daramatasia, Wira; RufaIndah, Ervin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32484

Abstract

Pendahuluan: HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Gaya hidup merupakan salah satu indikator kualitas hidup seseorang. Seseorang yang memiliki gaya hidup sehat akan menjalankan kehidupannya dengan memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan seperti makanan, pikiran, kebiasaan olahraga, dan lingkungan sehat. Hal ini akan dapat menjadikan kualitas hidup seseorang meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola gaya hidup (life style) dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling pada 31 sampel dari 125 ODHIV yang ada di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner gaya hidup untuk mengukur gaya hidup dan WHOQOL HIV-BREFF untuk mengukur kualitas hidup. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji statistic somers’d. Hasil: Hasil penelitain menunjukkan adanya hubungan pola gaya hidup (life style) dengan kualitas hidup pada orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di KDS JCC+ Kabupaten Jombang dengan hasil tingkat kekuatan korelasi/hubungannya adalah sedang nilai 0,396 dan nilai signifikan p value 0,026 (p-value <0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola gaya hidup (life style) dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Kata kunci: HIV/AIDS, Gaya Hidup (Life Style), Kualitas Hidup.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK DI BANGSAL ANAK RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Safitri, Helni Yusriya; Ekawaty, Fadliyana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32491

Abstract

Sindrom nefrotik merupakan sekumpulan gejala yang mengindikasi ginjal tidak bekerja secara normal yang biasanya terjadi ketika glomerulus rusak sehingga menyebabkan terlalu banyak protein yang bocor dari darah ke dalam urin. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit ginjal yang paling sering menyerang anak-anak sehingga mengakibatkan anak harus menjalani hospitalisasi. Hospitalisasi dapat mengakibatkan reaksi yang tidak adaptif dan mengakibatkan anak mengalami kecemasan. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan anak yaitu dengan melakukan terapi bermain puzzle. Tujuan penelitian dengan penerapan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi pada anak dengan sindrom nefrotik di Bangsal Anak RSUD Raden Mattaher Jambi. Penerapan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan ini merupakan studi kasus yang meliputi proses keperawatan. Jumlah sampel dalam penerapan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan ini yaitu sebayak 1 anak yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Berdasarkan penerapan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan yang telah dilakukan, saat dilakukan pengkajian awal, tingkat kecemasan anak berada dalam tingkat kecemasan dengan gejala berat. Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari, tingkat kecemasan anak menurun menjadi kecemasan dengan gejala ringan. Terapi bermain puzzle mampu menurunkan tingkat kecemasan pada anak akibat hospitalisasi di Bangsal Anak RSUD Raden Mattaher Jambi.
PENERAPAN TERAPI PURSED LIPS BREATHING DENGAN MODIFIKASI TIUP BALON TERHADAP STATUS OKSIGENASI PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI BANGSAL ANAK RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Komala, Rossie Intan; Ekawaty, Fadliyana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32495

Abstract

Bronkopneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau benda asing sehingga terjadi peradangan pada paru dan menyebabkan gejala seperti panas tinggi, gelisah, dispnea, pernapasan cepat, muntah, diare, serta batuk. Bronkopneumonia yang dialami pada anak dapat menyebabkan peningkatan sekret sehingga timbul masalah seperti bersihan jalan napas tidak efektif. Masalah keperawatan tersebut dapat dilakukan secara mandiri yaitu terapi pursed lips breathing dan dilakukan secara kolaborasi yaitu terapi inhalasi. Tujuan penerapan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai terapi pursed lips breathing terhadap saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia di Bangsal Anak RSUD Raden Mattaher Jambi. Penerapan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan ini adalah studi kasus yang meliputi proses keperawatan. Jumlah sampel dalam penerapan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan ini yaitu 1 anak dengan bronkopneumonia. Berdasarkan Evidence Based Nursing (EBN) dalam proses keperawatan yang telah dilakukan, hasil secara keseluruhan selama 3 hari implementasi didapatkan bahwa terdapat perubahan setelah pemberian terapi pursed lips breathing terhadap status oksigenasi pada anak dengan bronkopneumonia. Dimana didapatkan peningkatan saturasi oksigen, perubahan frekuensi napas, sesak berkurang, namun masih terdapat bunyi napas ronkhi. Dari hasil evaluasi penerapan terapi pursed lips breathing dengan modifikasi tiup balon terhadap status oksigenasi pada anak dengan bronkopneumonia menunjukkan efektif untuk dilakukan.
Analisis Kualitatif Terhadap Kejadian Tuberkulosis pada Anak Chabib, Ahmad Arifal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32502

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang tidak hanya menyerang dewasa tetapi juga menjadi ancaman serius bagi anak-anak di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian TBC pada anak melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data dari artikel, jurnal, laporan, dan buku relevan yang diperoleh dari database ilmiah seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kriteria inklusi meliputi literatur yang membahas kejadian TBC pada anak berdasarkan factor pengetahuan orang tua dan riwayat kontak TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat kontak TBC dan pengetahuan orang tua yang baik signifikan terhadap penyebaran TBC pada anak. Dampak TBC pada anak-anak mencakup kerusakan kesehatan serius, beban ekonomi bagi keluarga, dan stigma sosial. Upaya pencegahan dan pengobatan harus dilakukan secara holistik, melibatkan program vaksinasi, perbaikan kondisi hidup, peningkatan pengetahuan orang tua, dukungan sosial dan pendidikan. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan interdisipliner dan komprehensif untuk mengatasi masalah TBC pada anak-anak secara efektif.