cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH PENGETAHUAN, ASUPAN MAKAN DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI KURANG PADA BADUTA USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MA’RANG Syamsu, Rezky Rahmadhani; Yusuf, Kurnia; MB, Andi Rahmaniar; St. Masithah, St. Masithah; Selvia, Selvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37206

Abstract

Penyakit terkait gizi dimana terus jadi permasahan di Indonesia merupakan kekurangan gizi. Jika tidak diobati, kekurangan gizi pada anak dapat mengakibatkan hilangnya generasi karena dapat mempengaruhi kualitas SDM. Malnutrisi bisa membuat perkembangan serta pertumbuhan terhambat, serta peningkatan risiko penyakit serta kematian, utamanya anak di bawah 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, asupan makanan dan ASI Eksklusif dengan status gizi kurang pada baduta usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah Desain penelitian cross sectional study untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling dengan menggunakan Rumus Slovin sebanyak 34 responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengetahuan gizi ibu dengan nilai P-Value 0,400 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh antara pengetahuan gizi ibu. Selain itu terdapat pengaruh yang signifikan antara asupan makan dengan nilai P Value asupan energi (p-0.001), asupan protein (p-0.000), asupan lemak (P-0.003), dan asupan karbohidrat (P-0.000) terhadap status gizi baduta dari hasil penelitian menggunakan uji statistik Chi-square. Selanjutnya tidak ada pengaruh ASI Eksklusif terhadap status gizi kurang dikarenakan niai p-value sig(a)-0,161 lebih besar dari sig(a)- <0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi kurang baduta usia 6-24 bulan. Namun, asupan makan memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi, sementara ASI eksklusif tidak berpengaruh secara signifikan. Asupan makan dinilai sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap status gizi kurang pada baduta tersebut.
GAMBARAN MIKROSKOPIS SITOLOGI EKSFOLIATIF MUKOSA MULUT PADA PEROKOK AKTIF BERDASARKAN LAMA WAKTU MEROKOK Pehan, Laurensia Rivoniarti Ese; Rahmawati, Previta Zeizar; Basyaruddin, Muhammad; Mahtuti, Erni Yohani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37221

Abstract

Merokok adalah salah satu faktor risiko untuk terjadinya kerusakan pada rongga mulut mulut. Paparan dari zat-zat kimia yang terkandung  dalam rokok mengakibatkan ketidakseimbangan antara enzim antioxidant dalam memetabolisme dan mendetoksifikasi zat karsinogen dalam rokok, sehingga dapat menyebabkan perubahan pada epitel rongga mulut yang akan berkembang menjadi lesi dan keadaan dysplasia, dimana sel-sel dapat mengalami perubahan abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker. Perubahan ini salah stunya dipengaruhi oleh lama waktu dalam mengkonsumsi rokok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran mikroskopis sitologi eksfoliatif mukosa mulut perokok aktif berdasarkan lama waktu merokok dan mengetahui ada tidaknya perubahan sel epitel mukosa mulut pada perokok aktif berdasarkan lama waktu merokok. Penelitian ini menggunakan Analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional,sebagai metode penelitian. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jenis pemilihan consecutive sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer menggunakan kuisioner dan pemeriksaan sel epitel dibawah mikroskop. Analisis data menggunakan tabulasi silang. Pada hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh  antara kebiasaan merokok dengan terjadinya perubahan sel epitel rongga mulut lama waktu merokok dan frekuensi merokok perhari, dimana pada pengamatan dibahawah mikroskop terdapat 4 orang perokok yang mengalami perubahan sel epitel rongga mulut (20%) dengan 2 orang mengalami perubahan tingkat displasia ringan, 1 orang mengalami perubahan tingkat displasia sedang dan 1 orang mengalami perubahan sel tingkat displasia berat. Dapat disimpulkan bahwa lama waktu merokok dan frekuensi merokok perhari mempengaruhi perubahan sitologi pada rongga mulut.
GOSSYPIBOMA AFTER TWO PREVIOUS OPERATIONS : A CASE REPORT Astari, Prilly
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37228

Abstract

Gossypiboma atau textiloma adalah retensi kain kasa bedah yang tidak disengaja dengan reaksi inflamasi di rongga tubuh setelah prosedur pembedahan. Insidensi gossypiboma yang sesungguhnya tidak diketahui karena terkait masalah etika dan medikolegal, akan tetapi diperkirakan angka kejadiannya antara 1 dari 1000-1500 operasi intra abdomen. Keluhan klinis yang bervariasi serta pencitraan yang tidak spesifik menyebabkan sulitnya mendiagnosis gossypiboma. Kami melaporkan satu kasus perempuan, 49 tahun, P4A0, dengan keluhan nyeri perut yang hilang timbul dan perut membesar sejak 4 tahun yang lalu dan memberat 1 minggu terakhir setelah sebelumnya menjalani operasi histerektomi subtotal atas indikasi perdarahan postpartum pasca seksio sesarea 17 tahun yang lalu dan operasi kistektomi atas indikasi kista ovarium kanan 11 tahun yang lalu di 2 rumah sakit berbeda. Pemeriksaan fisik didapatkan massa kistik setinggi umbilikus mobile terbatas, tidak nyeri tekan. Ultrasonografi menunjukkan kista pada adneksa kiri dan diputuskan laparotomi eksplorasi. Intraoperatif didapatkan massa kistik berbatas tegas diameter 13 cm sepenuhnya terselimuti omentum, dilakukan adhesiolisis kemudian massa dibelah didapatkan 650 ml cairan kecoklatan dan 1 buah kain kasa yang sebagian sudah hancur berukuran 15x40 cm. Pasien pulang dengan kondisi baik tanpa komplikasi setelah 3 hari perawatan. Pada pasien yang datang dengan keluhan massa di perut dan riwayat operasi laparotomi sebelumnya, diagnosis gossypiboma perlu dimasukkan ke dalam diagnosis banding. Pencegahan melalui penghitungan yang cermat dan eksplorasi lokasi secara menyeluruh sebelum penutupan abdomen dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 6 KOTA BANDA ACEH Melfira, Roza; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37258

Abstract

Kejadian anemia banyak ditemukan pada remaja putri karena mereka termasuk kelompok rentan dengan risiko kesehatan yang tinggi. Laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 oleh Balitbangkes di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri berkisar sebesar 27.2 % pada kelompok usia 15-24 tahun. Dampak anemia pada remaja putri mencakup pertumbuhan terhambat, mudah terkena infeksi, prestasi menurun, dan risiko tinggi komplikasi saat hamil dan melahirkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri di SMAN 6 Kota Banda Aceh tahun 2023. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pemeriksaan kadar hemoglobin pada remaja putri. Populasi berjumlah 122 orang, sampel sebanyak 55 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 29-31 Juli 2023 uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa responden yang tidak anemia sebanyak 69,1%, pendapatan orang tua siswa diatas UMP sebanyak 70,9%, pengetahuan kurang sebanyak 50,9%, mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 54,5%, status gizi normal sebanyak 67,3% dan pola menstruasi normal sebanyak 76,4%. Hasil uji statistik diketahui ada hubungan pendapatan (p-value 0,003), pengetahuan (p -value 0,001), konsumsi tablet Fe (p- value 0,005), status gizi (p- value 0,002) dan pola menstruasi care (p -value 0,013) dengan anemia pada remaja putri. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan tentang anemia serta pentingnya konsumsi tablet Fe bagi remaja putri secara teratur melalui kerjasama antara sekolah dan Puskesmas.
UJI DAYA HAMBAT DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) TERHADAP BAKTERI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS Sihombing, Ruth Agree Kartini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37284

Abstract

Penyakit tuberculosis adalah penyakit yang sangat berbahaya dan menular khususnya di daerah Sumatera Utara. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri patogen yaitu Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis adalah penyakit yang menyerang paru-paru terutama parenkim paru-paru yang dapat menyebabkan infeksi dalam waktu jangka panjang. Mycobacterium tuberculosis merupakan patogen obligat yang memiliki kemampuan bertahan pada hostnya dalam jangka panjang serta termasuk sebagai basil tahan asam (BTA). Kemampuan daun sirih merah (Piper crocatum) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis diakui dan telah diteliti sangat manjur dan efektif. Zat bahan kimia alami yang terkandung dalam daun sirih merah (Piper crocatum) ini adalah minyak atsiri, flavonoid, tanin, alkaloid dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat dari daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian menggunakan metode pra eksperimen one grup pre dan post test. Penelitian ini menggunakan populasi penelitian yang sudah positif Mycobacterium tuberculosis di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat zona daya hambat dari daun sirih merah (Piper crocatum) yaitu pada konsentrasi 20% adalah 4,63 mm, dan konsentrasi 100%  adalah 22,16 mm yang menunjukkan bahwa kategori resisten ditemukan pada konsentrasi terkecil yaitu 20%, sedangkan kategori kuat ditemukan pada konsentrasi terbesar yaitu 100%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa uji daya hambat konsentrasi tertinggi pada daun sirih merah (Piper crocatum) yaitu 100% sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis.
PENGETAHUAN GIZI ORANG TUA DAN STATUS GIZI ANAK AUTIS DI SLB NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA shindiana, shindiana; Hasanah, Laeli Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37321

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam pengasuhan anak termasuk anak berkebutuhan khusus yakni anak  dengan autisme. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam menentukan status gizi anak autis yang rentan terhadap masalah gizi akibat pola makan yang selektif dan gangguan perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi orang tua status gizi anak autis di SLB Negeri Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah  observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling di SLB N Pembina Yogyakarta sebanyak 38 orang tua dengan anak autis. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner pengetahuan gizi dan pengukuran status gizi dilakukan dengan cara menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak autis laki-laki berusia 7-11 tahun, orang tua sebagian besar berusia madya (41-60 tahun) dan memiliki pendidikan tinggi. Pengetahuan gizi orang tua sebagian besar berkategori baik dan status gizi anak autis berkategori baik. Pada penelitian ini tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi orang tua terhadap status gizi anak autis di SLB N Pembina Yogyakarta (p>0.05). Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam pemantauan status gizi anak autis, melibatkan tidak hanya pengetahuan orang tua, tetapi juga intervensi yang mempertimbangkan kebutuhan khusus anak dengan autisme.
PERSPEKTIF ULAMA DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP SECTIO CAESAREA TANPA INDIKASI MEDIS NURFADILAH, SYFA DINI; Lestari, Destiana Dwi; Aulia, Layli Nur; Mahyati, Mahyati; Ramadhani, Siffa Octavia; Nuryani, Siti; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37344

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi, sectio caesarea tanpa indikasi medis semakin banyak dilakukan di Indonesia. Namun, hal ini masih menjadi permasalahan dalam pandangan hukum islam dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sudut pandang hukum Islam melalui ulama serta pandangan tenaga kesehatan mengenai tindakan sectio caesarea tanpa indikasi medis. Diharapkan penelitian ini dapat memperkuat dasar hukum dalam pengambilan keputusan klinis terkait praktik persalinan, serta memberikan wawasan yang jelas mengenai legalitas dan etika tindakan, baik dari perspektif agama maupun medis. Penulis memakai pendekatan kualitatif melalui analisis kualitatif tematik, bertempat di Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap partisipan yang berkaitan dengan fenomena judul yang diangkat. Adapun partisipan dari penelitian ini yaitu 2 tokoh ulama dan 3 tokoh ahli medis, yaitu dokter spesialis kandungan, bidan, serta perawat yang berdomisili di Kabupaten Sumedang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua tenaga kesehatan berpendapat bahwa tindakan sectio caesarea tanpa indikasi medis tidak dianjurkan sehingga diupayakan tidak dilakukan karena mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul dari tindakan tersebut akan lebih banyak dibandingkan persalinan normal. Namun selanjutnya dokter berpendapat bahwa tindakan ini tidak dianggap ilegal atau melanggar kode etik selama pasien memperoleh informasi dengan komprehensif terkait tindakan tersebut. Selanjutnya, kedua ulama berpendapat bahwa tindakan sectio caesarea tanpa indikasi medis termasuk haram hukumnya dalam islam karena dianggap lebih memilih mudharat yang sudah jelas adanya sedangkan ia bisa memilih yang banyak maslahatnya yaitu persalinan normal. Maka dapat disimpulkan bahwa tindakan sectio caesarea tanpa indikasi medis tidak diperbolehkan menurut pandangan islam dan tidak dianjurkan menurut pandangan tenaga kesehatan. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI BAWANG MERAH DI DESA DULANG KECAMATAN MALUA KABUPATEN ENREKANG Muchlis, Faramida Putri Mardiah; Muttalib, Nurul Ulfah; Syam, Nasruddin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37353

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular, penyakit ini banyak terjadi dan mempunyai tingkat mortalitas yang cukup tinggi serta mempengaruhi kualitas hidup dan produktifitas seseorang. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan sistolik darah >140 mmHg atau diastolik >90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan aktivitas fisik, pola makan, kebiasan merokok, konsumsi kopi dan stres kerja pada petani bawang merah di desa dulang kecamatan malua kabupaten enrekang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah petani bawang merah di desa dulang kecamatan malua kabupaten enrekang yang berjumla 156 orang. Data diperoleh dengan mengunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi (p value = 0.109 >0,05). ada hubungan pola makan dengan hipertensi (p value = 0.013 <0,05), ada hubungan kebiasaan merokok dengan hipertensi (p value = 0.013 <0,05), ada hubungan konsumsi kopi dengan hipertensi (p value = 0.001 <0,05), ada hubungan stres kerja dengan hipertensi (p value = 0.000 <0,05). Dari hasil penelitian ini diharapkan petani lebih memperhatikan kesehatan, rajin memeriksa tekanan darah dan menjaga pola makan.
EVALUASI DAMPAK IMPLEMENTASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) TERHADAP EKONOMI DI RSUD TENRIAWARU KAB. BONE Karmilasari, Karmilasari; Basri, Zaenal; Pratama, Adi Putra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37360

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial berjalan sejak 1 Januari 2014, Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Kabupaten Bone merupakan salah satu rumah sakit dalam naungan pemerintah daerah yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pemerintah Kabupaten Bone telah mendaftarkan 237.381 jiwa ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap pendapatan Rumah Sakit, pembiayaan Rumah Sakit dan kompensasi finansial pegawai rumah sakit di RSUD Tenriawaru Kab, Bone. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendapatkan studi evaluasi secara mendalam tentang evaluasi dampak ekonomi implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap Rumah Sakit. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang terdiri dari Kasubag Keuangan, petugas case mix JKN, Kasubag Pelayanan, Kasubag SDM dan Kasubag Public Relation. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berdampak pada pendapatan di rumah sakit adanya implementasi JKN memberikan keuntungan yang besar bagi pihak Rumah Sakit.  implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga berdampak pada pembiayaan Rumah Sakit, JKN mengcover biaya operasional Rumah Sakit, klaim JKN memiliki porsi masing-masing untuk SDM Rumah Sakit, Sumber daya obat dan BHP di Rumah Sakit.  Berdasarkan hasil penelitian dari evaluasi dampak implementasi Jaminan Kesehatan Nasonal terhadap ekonomi di RSUD Tenriawaru Kab. Bone, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pendapatan dan pembiayaan di pengaruhi dengan adanya implementasi JKN.
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN DI INDONESIA Adilla, Zahara; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37369

Abstract

HIV adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS atau Aquired immune deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Berdasarkan data SDKI (2017) didapat bahwa sebanyak 657 (61,17%) melakukan hubungan seks pranikah dan berpengetahuan kurang sebanyak 601 (55,96%) untuk semua umur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku seks pranikah pada remaja usia 15-19 tahun menggunakan data SDKI 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dilakukan menggunakan data sekunder dari data SDKI 2017 dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja usia 15-19 tahun yang memenuhi kriteria berjumlah 873 sampel. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.  Setelah melakukan analisis dengan mempertimbangkan beberapa variabel pengontrol, didapakan hasil dari uji regresi logistik menunjukkan bahwa setelah dikontrol oleh variabel keterpaparan sumber informasi, daerah tinggal, dan pendidikan, remaja dengan pengetahuan kurang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terlibat dalam perilaku seks pranikah (OR = 1,73, p = 0,001). Variabel keterpaparan sumber informasi juga signifikan dengan OR sebesar 1,43 (p = 0,018), sementara daerahn tinggal dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap perilaku seks pranikah. Kesimpulan secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengetahuan yang kurang dan keterpaparan terhadap informasi lebih mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja dibandingkan dengan variabel daerah tinggal dan pendidikan.