cover
Contact Name
Fauzi Rachman
Contact Email
fauzirachman.veteranbantara@gmail.com
Phone
+6285728585911
Journal Mail Official
pendidikansejarahunivet@gmail.com
Editorial Address
Univet Bantara Sukoharjo Jl. Letjend Sujono Humardani No. 1 Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Keraton: Journal of History Education and Culture
Keraton: Journal of History Education and Culture Is a scientific journal that contains and disseminate the results of research, in-depth study, and the ideas or innovative work in the field of science and history education. The innovative work of the teachers and lecturers of the development of the education sector which is able to make a positive contribution to the schools and educational institutions the focus of this journal. History Education History literature Cultural studies Anthropology Social Studies Humaniora Multicultural Education Character Education Education Issues and Policy Curriculum Instructional Media and Model Teaching and Learning
Articles 133 Documents
Perwujudan Serat Kalatidha dalam Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Surakarta Pramestia, Vinandhita Anjellya; Hoang Ha, Van Kim; Pramudawardhani, Ira; Rachman, Fauzi; Andriyanto
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.5079

Abstract

Serat Kalatidha merupakan serat yang dianggap relevan dengan segala zaman yang memuat kritikan terhadap situasi menyimpang dari ajaran moral hingga disebut sebagai zaman edan. Salah satu contohnya adalah peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Surakarta. Tujuan penelitian ini sebagai penafsiran isi Serat Kalatidha dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998 yang terjadi di Surakarta sekaligus sebagai sarana pengingat akan zaman edan yang selalu ada pada setiap aspek kehidupan. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus tunggal dan menggunakan analisis linguistik semantik dan pragmatik. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa, wartawan, organisasi, dan korban kerusuhan Mei 1998. Validasi data dilakukan menggunakan triangulasi sumber data dan metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, kerusuhan yang terjadi di Surakarta merupakan persilangan permasalahan politik mengenai berlangsungnya kekuasaan nasional bersinggungan dengan krisis moneter yang berlangsung cepat sehingga menimbulkan dampak yang menyengsarakan rakyat dan memicu tindakan amoral mengakibatkan terjadinya huru-hara yang sesuai dengan isi dalam Serat Kalatidha terutama bait ke-7.
Nilai Kearifan Lokal Nengah Nyappur dalam Pencegahan Kasus Kriminalitas Anak di Kota Bandar Lampung Deviana; Amelia, Mega Suci; Aris, Muhammad; Handayani, Risthy Puji; Aprilia, Anjelita Amanda; Sumargono
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i1.5216

Abstract

Kasus kriminalitas anak terus meningkat di Kota Bandar Lampung setiap tahunya. Hal ini dapat mengancam generasi bangsa dan negara di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami lebih mendalam mengenai eksistensi kearifan lokal Nengah Nyappur yang dapat berperan dalam mencegah kasus kriminalitas anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskripsi argumentatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, pihak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), kepolisian, guru bimbingan konseling, dan masyarakat. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Nengah Nyappur, seperti toleransi, sopan santun, dan kerja sama, memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter anak dan mencegah keterlibatan mereka dalam aktivitas kriminal. Lingkungan yang mendukung dan penanaman nilai-nilai moral sejak dini melalui konsep Nengah Nyappur mampu menciptakan tatanan sosial yang harmonis. Kesimpulannya, implementasi kearifan lokal Nengah Nyappur dapat menjadi upaya dalam mencegah kasus kriminalitas anak di Kota Bandar Lampung, sejalan dengan tujuan penelitian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan positif anak-anak.
Analisis Perkembangan Motif Batik Sulawesi Selatan Evawani Nurdin, Aulia
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i1.5421

Abstract

Sulawesi Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam. Beragam suku atau etnis hadir di Sulawesi Selatan yakni Suku Bugis-Makassar dan Tojara. Setiap suku memiliki tradisi, bahasa, adat istiadat dan seni yang terus berkembang sehingga mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Batik merupakan salah satu budaya di Indonesia dan telah menjadi warisan budaya dunia oleh Badan Internasional PBB, United Nations Education, Scientific, and Culture Organization (UNESCO). Batik Sulawesi Selatan menjadi satu diantara beragam batik di Indonesia yang menerapkan kearifan lokal sebagai motif batik. Beragam batik tercipta dengan inspirasi budaya sulawesi selatan, seperti kapal pinisi, aksara lontara Bugis-Makassar, ukiran Toraja dan sebagainya. Batik Makassar khas Sulawesi Selatan yang memiliki motif aksara lontara Bugis-Makassar telah dipasarkan hingga mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motif batik yang ada di Sulawesi Selaran tahun 1995 – 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara dengan Bapak Drs. A. Mattaropura Husain membuat karya batik sutera sulawesi selatan mulai tahun 1995 dengan menerapkan motif batik berbasis kearifan lokal sulawesi selatan yakni motif Bugis-Makassar dan Toraja. Hal tersebut beliau lakukan sebagai wujud kecintaannya terhadap sulawesi selatan dan upaya pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Pada tahun 1995 – 2009 mahasiswa membuat batik yang terinspirasi dari budaya Sulawesi Selatan yakni ukiran Toraja yang terdapat di Rumah Adat Tongkonan suku Toraja. Pada tahun 2010 – 2023 mahasiswa membuat batik dengan inspirasi ide motif dari kaligrafi dan alam sekitar seperti bunga, ikan dan sebagainya. Karya batik yang dibuat berupa kain batik panjang dan batik untuk pajangan atau lukis batik. Motif batik yang diterapkan oleh Batik Sulawesi Istinana berupa motif khas Makassar – Sulawesi Selatan seperti motif rumah adat, aksara lontara Bugis-Makassar, lagosi, coto, I Lagaligo, pinisi dan beragam motif lainnya. Pada tahun 2023 mahasiswa mengangkat tema batik sulawesi selatan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan meraih juara perunggu. Batik tersebut dijadikan sebagai media terapi dan sebagai upaya pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Karya batik Sulawesi Selatan yang diciptakan pada tahun 1995 – 2023 memiliki motif batik yang sangat bervariatif. Motif tersebut berupa motif Ukiran Toraja, aksara lontara Bugis-Makassar, sulapa appa, kaligrafi, tumbuhan, hewan dan makanan tradisional Sulawesi Selatan.
Konflik dan Integrasi Palang Putih Nusantara (PPN) Kejawen Urip Sejati di Onggosoro, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Tahun 1992 hingga 2022 Angga, Vicky Verry
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.4410

Abstract

This article describes the history of the journey of PPN Kejawen Urip Sejati members in Onggosoro who experienced conflict until they reached an integration with their environment. Onggosoro residents have been involved in the embryonic organizations of PPN Kejawen Urip Sejati since the 1930s. Onggosoro residents were actively involved in social, cultural, economic and political activities in various embryonic organizations of PPN Kejawen Urip Sejati. In the 1990s, PPN Kejawen Urip Sejati was officially founded as an organization which was then followed by Onggosoro residents. The members of PPN Kejawen Urip Sejati in Onggosoro gave up their religious identity and chose to be believers. Conflicts with the general public cannot be avoided, until physical violence occurs against Kejawen Urip Sejati PPN members in Onggosoro. Kejawen Urip Sejati PPN members managed to make accommodation so that they were able to live in harmony and respect each other with their environment. This article is analyzed using the historical method which begins with the process of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography or writing. The sources of writing are obtained from interviews, journals, books, and online media.
KAMPANYE PRA PEMILU 1955: ANTARA PARTAI PNI, MASYUMI, NAHDATUL ULAMA, DAN PKI HINGGA DAMPAK PASCA PEMILU 1955 Pipit Nur'Aini
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i1.4612

Abstract

Democracy is seen as a political system and procedures for organizing life in society, especially in Indonesia. With democracy, this is closely related to the general election or election process. Since the proclamation of Indonesian independence, elections have been held eight times. The first elections took place in 1955 which resulted in a constituent body and the DPR. The 1955 election was participated by many parties and became one of the major events after Indonesian independence. In this article, the author wants to discuss the 1955 pre-election campaign that took place in Indonesia. The main problem raised by this author is the campaign and political battles leading up to the 1955 election as well as the impact after the 1955 election. In this context, the author uses historical writing methods, including collecting sources, verifying sources, interpreting and writing history. The results of the writing show that the campaigns and political battles carried out by the PNI, Masyumi, Nahdatul Ulama and PKI parties have their own ideologies, methods and methods for obtaining as many votes as possible. Unfortunately, after the 1955 election there was a lot of socio-political turmoil, including conflict between various components and elites, which then reached its peak in the Presidential Decree of July 5 1959, where President Soekarno replaced the era of liberal democracy with guided democracy.
Pembelajaran Kooperatif dalam Inovasi Pengajaran Sejarah Sakti, Tegar Bima; Djono
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i1.5393

Abstract

Dalam pembelajaran sekarang ini metode ceramah sudahlah tidak efektif digunakan, hal itu terjadi disebabkan peserta didik hanya sebagai penerima informasi dari pendidik, peserta didik tidak melakukan proses pencarian informasi mereka secara mandiri. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya kejenuhan dalam pembelajaran sejarah. Cooperatif Learning merupakan metode pembelajaran yang melibatkan peran aktif peserta didik hal itu dirasa mampu membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini ialah penelitian studi pustaka. Pembelajaran kooperatif memiliki karakter yakni pembelajaran menuntut peran aktif dari peserta didik, pembelajaran ini juga melibatkan kelompok sebagai peran aktif proses pembelajaran dimana dalam kelompok tersebut saling memberikan koreksi terkait pemahaman materi pembelajaran. Pembelejaran kooperatif ini memiliki beberapa model yang bisa digunakan dalam pembelajaran sejarah, yakni: (STAD,TGT,Jigsaw,Group Investigation). Pembelajaran kooperatif diasumsikan mampu memberikan nuansa baru dalam proses pembelajaran sejarah yang dirasa sudah kering dan hanya bersifat transfer ilmu dari pendidik kepeserta didik, asumsi ini berdasar pada pembelajaran kooperatif yang menuntut keaktifan dari peserta didik, dengan memanfaatkan sistem kelompok. Yang bertujuan untuk membuat grup diskusi guna memecahkan permasalahan pembelajaran.
Dinamika Haji Indonesia: Masa Prakolonial Sampai Masa Kolonial Wulandari, Nuryuana Dwi; Agung, Rendi Marta; Andriyanto
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i1.5510

Abstract

Indonesia is one of the countries with the largest Muslim population in the world. The purpose of this study is 1) to find out the implementation of the pre-colonial hajj, 2) to find out the implementation of the hajj during the VOC era, 3) to find out the implementation of the hajj during the Dutch colonial era, 4) to find out the hajj according to Snouck Hurgronje's view. This study uses a historical research method with heuristic, interpretation, verification, and historiography steps. The results of this study are as follows: 1) The hajj began in the 15th century, but there has been no evidence to support this, in addition, the hajj began with traders who traded in the Middle East; 2) the rules for carrying out the hajj were tightened because of the VOC's fear that the Nusantara community would be influenced; 3) The emergence of hajj regulations with passports, sufficient financially for people who will go on the hajj and for the families left behind; 4) The Nusantara community went to perform the hajj of their own accord because they would receive the honor.
Awal Masuk dan Perkembangan Perkebunan Karet di Lampung Pasca Orde Baru Jovanda, Renaldy; Meta Iskarina; Tata Atmadewi
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.5558

Abstract

The objectives of this study are 1) to determine the beginning of entry of rubber plantations in Lampung, 2) to determine the condition of rubber plantations in Lampung after the New Order, 3) the determine the sosio-economic conditions of rubber farmers in Lampung after the New Order. The method used in this research is the historical method which includesh heuristics,ccriticism/ verification,i interpretation, and historiography. The resultssand this study state that at the beginning of the 20th century rubber began to be developed in Lampung Initially rubber was planted in the Bogor BotanicallGardens as a collection which was then introduced in 1864 in Indonesia Lampung is one of the largest rubber-producing areas in Indonesia considering that the area has climate, soil type and land area suitable for rubber plantations. This sector is expected to become a driving force for the municipal economy and the main sourceeof income for the people of Lampung Province.
Permainan Ayunan Jantra di Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Badung Kajian Tentang Latar Belakang, Dampak, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar di SMA I Putu Dandy Riartha; I Made Pageh; I Wayan Putra Yasa
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.6350

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu, mengetahui latar belakang permainan AyunanJantra di Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui dampakpermainan Ayunan Jantra bagi masyarakat Banjar Kerobokan di Desa Munggu,Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui aspek-aspek dari permainan AyunanJantra yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA. Metode yangdigunakan di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganteknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, studi dokumendan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik sumber,interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwapermainan Ayunan Jantra dibuat tahun 1930 untuk mensejahterahkan SkahaAyunan Jantra dengan latar belakang adanya krisis yang disebabkan oleh kenaikanpajak oleh kolonial Belanda. Permainan Ayunan Jantra memiliki dampak sosialyaitu terciptanya Skaha Ayunan Jantra Nugraha dan memiliki dampak ekonomiyang mensejahterakan Skaha. Adapun aspek-aspek dari permainan Ayunan Jantrayang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA dikarenakan permainanAyunan Jantra memiiki sejarah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajarsejarah lokal pada pendidikan formal tepatnya pada Fase E (Kelas 10), semester1, Bab II dalam materi “Penelitian Sejarah Lokal”.
Integrasi Nilai Kewirausahaan dalam Pembelajaran Sejarah: Analisis Model Pembelajaran Berbasis Tokoh Wirausahawan Sejarah Indonesia Andriyanto, Andriyanto; Muslikh; Ira Pramudawardhani
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.5334

Abstract

Transformasi pendidikan menuntut pembelajaran sejarah yang lebih relevan dengan tantangan abad ke-21. Integrasi nilai kewirausahaan dalam pembelajaran sejarah bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha peserta didik dengan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh wirausahawan sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis model pembelajaran berbasis tokoh wirausahawan sebagai strategi integrasi nilai kewirausahaan dalam sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Haji Samanhudi, Tirto Adhi Soerjo, dan Nitisemito memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Nilai-nilai kewirausahaan seperti kreativitas, inovasi, kegigihan, dan kepemimpinan dapat diidentifikasi dalam biografi mereka dan diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah melalui pendekatan kontekstual. Model pembelajaran berbasis tokoh ini dirancang untuk menghubungkan sejarah dengan keterampilan praktis, mendorong refleksi kritis, serta meningkatkan minat peserta didik terhadap kewirausahaan. Kesimpulannya, model ini berpotensi meningkatkan relevansi pembelajaran sejarah dan membekali peserta didik dengan wawasan kewirausahaan yang aplikatif. Disarankan adanya pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel, pelatihan guru interdisipliner, serta penelitian lebih lanjut mengenai dampak model ini terhadap pemahaman sejarah dan minat kewirausahaan peserta didik.

Page 11 of 14 | Total Record : 133