cover
Contact Name
Yandi Andiyana
Contact Email
yandi_andiyana@usahid.ac.id
Phone
+6281504860901
Journal Mail Official
jtepakes@usahid.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Universitas Sahid Jakarta. Jl. Prof. DR. Soepomo No.84, RT.7/RW.1, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Food Technology and Health
ISSN : -     EISSN : 26207753     DOI : https://doi.org/10.36441/jtepakes
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan adalah jurnal ilmiah di bawah naungan Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Sahid Jakarta yang terbit setiap Mei dan November sejak 2019. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait bidang teknologi pangan meliputi kimia, biokimia, rekayasa dan mikrobiologi pangan serta bidang gizi meliputi gizi klinis, gizi masyarakat dan food service. Artikel yang dimuat belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar/konferensi).
Articles 176 Documents
KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK DAN SENSORI INSTANT MASHED SWEET POTATO Sabri Ella Afni; Dedi Fardiaz; Nuri Andarwulan
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5, No 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i1.1825

Abstract

ABSTRAK: Instant mashed sweet potato merupakan makanan cepat saji berbahan dasar ubi jalar hasil dari inovasi instant mashed potato. Instan mashed sweet potato dibuat untuk mendukung program pemerintah yaitu program diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi proses produksi instant mashed sweet potato (IMSP) sebagai subtitusi untuk instant mashed potato.  Pengujian dilakukan dengan dua pembagian pada kondisi berbeda: IMSP dan MSP (IMSP hasil rehidrasi) ubi jalar kuning dan ungu yang berasal dari Cianjur dan Cikarawang. Data yang diperoleh dianalisis dengan rancangan acak lengkap pola faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ubi jalar 70%, margarin 2,5%, susu bubuk full cream 1,73% air mineral 25%, garam 0,7% dan lada 0,07% adalah formula optimal untuk pembuatan IMSP. Hasil pada penelitian ini memperlihatkan bahwa sifat kimia pada produk dipengaruhi oleh warna daging ubi jalar (P0,05). Selanjutnya, sifat fisik IMSP Cianjur (densitas kamba, indeks penyerapan air dan kekuatan gel) lebih rendah dibandingkan IMSP Cikarawang (P0,05). Karakteristik sensori pada parameter warna terungkap bahwa warna ungu mashed sweet potato (MSP) lebih diterima dan disukai panelis dibandingkan warna kuning (P0,05). Pada parameter tekstur, ratio terbaik IMSP dan air untuk MSP Cianjur dan MSP Cikarawang adalah 1:1,5 dan 1:2,5 masing-masingnya (P0,05). Analisa profile tekstur MSP menunjukkan bahwa hardness, springiness, cohesiveness, adhesiveness dan gumminess dipengaruhi oleh jumlah penambahan air IMSP. 
TEKNOLOGI PANGAN CERDAS: OPTIMASI E-NOSE UNTUK DETEKSI MUTU KOPI Pujilestari, Shanti; Bayuadji, Handono
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v4i2.2808

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi mutu kopi berbasis Electronic Nose (E-Nose) dengan optimasi konfigurasi sensor dan penerapan algoritma kecerdasan buatan (AI). Evaluasi mutu kopi melalui pengujian organoleptik (penilaian sensori) bersifat subyektif, tergantung pada persepsi panelis, serta memakan waktu, yang dapat menghasilkan penilaian yang tidak konsisten. Teknologi sensor elektronik akan digunakan untuk memberikan evaluasi yang lebih objektif dan konsisten. Delapan sensor gas (SP-12A, SP-31, TGS-813, TGS-842, SP-AQ3, TGS-823, ST-31, dan TGS-800) digunakan untuk mendeteksi mutu kopi. Empat algoritma AI, yaitu Random Forest, Neural Network, Decision Tree, dan Naive Bayes, diterapkan untuk menilai akurasi prediksi mutu kopi berdasarkan data sensor.  Selain itu, konfigurasi sensor ekonomis seperti seri MQ juga dievaluasi untuk mengatasi keterbatasan biaya dan ketersediaan sensor di pasar lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memberikan akurasi tertinggi, yaitu 99,48% dengan penggunaan semua sensor. Namun, penggunaan sensor TGS secara eksklusif menurunkan akurasi hingga 88,74%. Penelitian ini juga menemukan bahwa kombinasi sensor TGS dan seri MQ memberikan solusi lebih ekonomis dengan performa yang tetap optimal. Optimasi sensor elektronik dan algoritma AI dapat menghasilkan sistem deteksi mutu kopi yang handal dan terjangkau. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teknologi evaluasi mutu pangan yang lebih efisien, khususnya pada industri kopi lokal.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) TERHADAP KADAR AIR, ABU, PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT, TOTAL ENERGI, DAN SERAT KASAR BUBUR BAYI INSTAN Dewi, Dhani Kurnia; Setiyaningrum, Zulia
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i2.2714

Abstract

Sorgum merupakan bahan pangan sumber karbohidrat yang potensial menjadi pengganti beras. Kandungan protein dan lemak yang tinggi dalam sorgum dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung sorgum terhadap zat gizi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, total energi, serta serat kasar bubur bayi instan. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengap (RAL) 3 perbandingan dengan 2 kali pengulangan analisis. Analisa data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan pada kadar abu, kadar lemak, total energi dan serat kasar pada substitusi tepung sorgum bubur bayi instan (p0,05) serta menunjukkan adanya perbedaan pada kadar air, kadar protein, dan kadar karbohidrat pada substitusi tepung sorgum bubur bayi instan (p0,05). Substitusi yang disarankan berdasarkan hasil penelitian ini yakni subtitusi tepung sorgum sebanyak 75%.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, VITAMIN C DAN INDEKS MASA TUBUH DENGAN KEJADIAN ASAM URAT PADA DEWASA DI DESA PADURENAN GUNUNG SINDUR Husin, Ana Srimaldina; Khusun, Helda
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i2.2715

Abstract

Prevalensi penyakit sendi termasuk asam urat di indonesia yaitu 7,3% sedangkan di Kabupaten Bogor sebesar 9,28%. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan asupan protein, vitamin C dan indeks masa tubuh dengan kejadian asam urat pada dewasa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Desa Padurenan Gunung Sindur pada Juli 2023. Responden yang terlibat sebanyak 67 orang. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, wawancara recall konsumsi pangan 2 × 24 jam dan pemeriksaan kadar asam urat dengan easy touch GCU. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivarian menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 14 laki laki dewasa (21%) kadar asam urat tinggi dan 30 perempuan dewasa (45%) kadar asam urat tinggi dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein (p= 0,689) asupan vitamin C (p= 0,838) dan indeks masa tubuh (p= 0,124) dengan kejadian asam urat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan masyarakat mengkonsumsi lebih beragam protein dan mengkonsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin.
ANALISIS PENERAPAN CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA IRTP XY (PRODUK KUE DAN ROTI) DI KABUPATEN BATU BARA, SUMATERA UTARA Fatonah, Dea Sri; Azis, Lukman; Komalasari, Ema
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i1.2772

Abstract

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah IRTP cukup besar. Berdasarkan data laporan tahunan Balai POM Sumatera Utara pada tahun 2022 menunjukan bahwa dari jumlah realisasi pelaksanaan pemeriksaan sebanyak 70 sarana, diperoleh bahwa 29 IRTP sudah memenuhi ketentuan sedangkan 41 IRTP lainnya tidak memenuhi ketentuan. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah IRTP yang tidak memenuhi ketentuan masih lebih besar dibanding yang sudah memenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CPPB pada IRTP XY yang memproduksi Kue dan diharapkan mampu memberikan saran perbaikan jika ditemui ketidaksesuaian dalam penerapan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif berupa observasi dan wawancara. Penilaian penerapan CPPB ini merujuk pada PerkaBPOM (2012) yang mencakup 14 aspek yang akan diamati. Hasil dari penelitian yang dilakukan di IRTP XY masih berada pada level IV dengan penyimpangan minor sebanyak 1 poin, serius sebanyak 3 poin dan kritis sebanyak 2 poin pada aspek bangunan dan fasilitas, fasilitas dan kegiatan higiene, pencatatan dan dokumentasi, serta pelabelan pangan. Penerapan CPPB di IRTP XY masih kurang baik sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan. Rekomendasi perbaikan untuk kelima poin penyimpangan tersebut yaitu melakukan penyusunan ulang tata letak tempat produksi sesuai dengan alur produksi untuk peralatan, mesin dan bahan. Melakukan pembersihan pada area seperti dinding dan langit-langit, menyediakan sarana pencuci tangan yang dilengkapi dengan  sabun pencuci tangan, serta alat pengering di depan pintu masuk ruang produksi dan toilet, menyediakan tempat sampah tertutup di lingkungan produksi dan toilet, serta membuat dokumen produksi seperti SOP, formulir, dan checklist lalu disimpan dan dipelihara untuk memudahkan proses telusur saat ada penarikan produk.
PENGARUH FORMULASI EKSTRAK SEREH (Cymbopogon citratus) DAN LEMON (Lemon citrus) TERHADAP MUTU “MINUMAN SEMON” SUMBER ANTIOKSIDAN Sucitra, Vianita Intan; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v4i2.2672

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan minuman fungsional ready to drink berbasis ekstrak sereh dan ekstrak lemon sebagai sumber antioksidan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 1 faktor, yaitu perbandingan ekstrak sereh dan ekstrak lemon dengan empat taraf yang terdiri dari 1:2, 1:1, 2:1, dan 5:1 v/v. Mutu minuman ditentukan berdasarkan (1) uji fisik meliputi uji warna; (2) uji kimia meliputi uji pH, uji kandungan vitamin C dengan metode titrasi, dan uji aktivitas antioksidan IC50 dilakukan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl); dan (3) uji organoleptik menggunakan metode uji hedonik dan uji skor mutu. Parameter yang diuji yaitu  warna, aroma, dan rasa.Data dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) (α0,05) dan jika berpengaruh nyata dilakukan uji lanjutan Duncan untuk melihat perbedaan taraf di antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan ekstrak sereh dan ekstrak lemon berpengaruh signifikan terhadap warna minuman (brightness, redness, yellowness), nilai pH, vitamin C, dan  aktivitas antioksidan, kesukaan aroma dan mutu rasa minuman. Sampel terbaik berdasarkan kandungan vitamin C, aktivitas antioksidan, dan mutu rasa adalah pada perbandingan 1:2 . Karakteristik mutu minuman sereh sereh dan lemon terbaik adalah L* 7,38; a* 4,40; b* 3,48; pH 3,55; vitamin C 7,93 mg/ml; aktivitas antioksidan 17,18 ppm; warna kuning pucat (skor 3,7); aroma bau sereh kuat (skor 3,7); rasa tidak asam (skor 3,7) yang disukai asesor.
KARAKTERISTIK TEPUNG ROTI BASAH PANKO YANG DISUBSTITUSI DENGAN TEPUNG TERIGU PROTEIN SEDANG Wulandari, Nur; Fathullah, Aufar; Rahmatunnisa, Ratu
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i1.2773

Abstract

Tepung roti merupakan ingridien pangan yang banyak digunakan.  Salah satu jenisnya yang populer yaitu tepung roti basah panko yang diproses dengan oven electro bake. Substitusi bahan baku dalam formulasi dengan tepung terigu protein sedang diharapkan dapat menurunkan penggunaan tepung terigu protein tinggi yang harganya lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi bahan baku tepung roti (dengan menggantikan tepung terigu protein tinggi dengan tepung terigu protein sedang), terhadap karakteristik tepung roti basah panko yang dihasilkan,  beserta  aplikasinya pada  produk  ebi furai.   Penelitian terdiri tahap pembuatan tepung roti basah dengan perlakuan substitusi; tahap karakterisasi tepung roti basah yang dihasilkan; dan tahap aplikasi pada produk ebi furai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi bahan baku dengan tepung terigu protein sedang dapat meningkatkan densitas kamba, akan tetapi persentase tepung roti utuh yang dihasilkan lebih rendah.  Aplikasi tepung roti basah panko pada produk ebi furai dipengaruhi perlakuan substitusi yang ditunjukkan dengan penempelan tepung roti (bread crumbs pick up) yang lebih rendah.  Penerimaan panelis terhadap ebi furai yang dilapis dengan tepung roti basah panko tersubstitusi berbeda signifikan pada atribut kerenyahan dan aroma.
AKTIVITAS ANTIOKSIDASI CAMPURAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH DAN KULIT KAYU MANIS Kartika, Yayuk; Syaefudiin, Syaefudin; Safithri, Mega
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i2.2712

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum) dan kulit kayu manis (Cinnamomum burmanii) berkhasiat sebagai tanaman obat. Tanaman tersebut memiliki kandungan senyawa yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidasi formula campuran ekstrak daun sirih merah dan kulit kayu manis dengan metode Thiobarbituric acid (TBA) dan metode 1,1- diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Proses ekstraksi daun sirih merah dan kulit kayu manis dilakukan secara terpisah dengan pelarut air. Ekstrak air daun sirih merah dicampur dengan kulit kayu manis dengan perbandingan 5:0, 4:1, 3:2, 2.5:2.5, 0:5. Hasil penelitian menunjukkan formula 3:2 konsentrasi 200 ppm (61%) memiliki daya hambat yang sama dengan vitamin E terhadap pembentukan malondialdehida. Sementara itu, Formula 2.5:2.5 konsentrasi 25 ppm (59%) memiliki daya hambat yang sama dengan vitamin E terhadap penghambatan radikal DPPH.
EVALUASI SENSORI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DAN KULIT JERUK LEMON Giyatmi, Giyatmi; Putri, Adinda; Hamidatun, Hamidatun
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i1.2776

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti aktivitas antioksidan. Meskipun demikian, studi ilmiah tentang produk berbasis bunga telang hingga kini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi minuman fungsional berbahan baku bunga telang dan kulit jeruk dengan parameter sifat kimia dan evaluasi sensori. Kulit jeruk digunakan untuk meningkatkan penerimaan sensori minuman bunga telang. Dua bentuk sediaan bunga telang (bentuk kering dan segar) diformulasikan dengan prosentase kulit jeruk yang berbeda yaitu 0%, 5%, 10%, 15% and 20%. Sifat kimia ditentukan dengan cara menganalisa kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan. Parameter sensori yang dievaluasi ialah warna, rasa dan aroma. Panelis terdiri dari 20 orang tidak terlatih menggunakan skala tingkat kesukaan 1-5; sangat tidak suka-suka. Hasil penelitian menunjukkan produk minuman yang terbaik ialah formulasi bunga telang bentuk sediaan kering dengan 20% kulit jeruk. Produk tersebut memiliki tingkat penerimaan warna 3,7 dan rasa 3,6 dengan skala netral hingga suka sedangkan untuk aroma 4,2 dengan skala suka hingga sangat suka. Produk ini juga mengandung vitamin C sebesar 3.07% dan tinggi antioksidan IC50 23.01 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa minuman hasil kombinasi bunga telang dan kulit jeruk memiliki antioksidan yang tinggi dan dapat diterima oleh panelis.
KARAKTERISTIK MUTU KIMIA DAN FISIK MINYAK GORENG HASIL PENGGORENGAN BERULANG PRODUK HATI AYAM Dewi, Felicitas Lady Faustina; Fauziyyah, Athiefah
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i2.2713

Abstract

Hampir kebanyakan masyarakat di Indonesia memasak makanan dengan cara digoreng. Dengan alasan berhemat, tidak sedikit masyarakat yang menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang. Penggorengan yang dilakukan secara berulang dapat menyebabkan penurunan kualitas minyak goreng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas minyak goreng yang digunakan secara berulang. Parameter kualitas minyak goreng yang diuji ditinjau dari kadar asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA), kadar air dan uji warna. Sampel minyak goreng digunakan secara berulang sebanyak 6 kali dengan bahan makanan berupa hati ayam. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak goreng hasil penggorengan ke 5 sudah tidak memenuhi syarat mutu SNI 7709:2019 dilihat dari kadar air sedangkan dilihat dari kadar FFA dan uji warna menunjukkan minyak goreng tidak memenuhi syarat mutu pada penggorengan ke 6. Hasil kualitas minyak goreng yang digunakan berulang pada penelitian ini diperoleh pada kisaran sebagai berikut: kadar air 0,032-0,012% (b/b), kadar FFA 0,088-0,339% (b/b), uji warna 1,6-4,1 (merah) dan 17,5-51,9 (kuning).

Page 8 of 18 | Total Record : 176


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), Me Vol 6, No 2 (2024): November Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), No Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), Me Vol 6, No 1 (2024): Mei Vol 5, No 2 (2023): November Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 5, No 1 (2023): Mei Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 4, No 2 (2022): November Vol 4, No 1 (2022): Mei Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 3, No 2 (2021): November Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 3, No 1 (2021): Mei Vol 2, No 2 (2020): November Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 2, No 1 (2020): Mei Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 1, No 2 (2019) Vol 1, No 2 (2019): November Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 1, No 1 (2019): Mei Vol 1, No 1 (2019) More Issue