cover
Contact Name
Yandi Andiyana
Contact Email
yandi_andiyana@usahid.ac.id
Phone
+6281504860901
Journal Mail Official
jtepakes@usahid.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Universitas Sahid Jakarta. Jl. Prof. DR. Soepomo No.84, RT.7/RW.1, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Food Technology and Health
ISSN : -     EISSN : 26207753     DOI : https://doi.org/10.36441/jtepakes
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan adalah jurnal ilmiah di bawah naungan Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Sahid Jakarta yang terbit setiap Mei dan November sejak 2019. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait bidang teknologi pangan meliputi kimia, biokimia, rekayasa dan mikrobiologi pangan serta bidang gizi meliputi gizi klinis, gizi masyarakat dan food service. Artikel yang dimuat belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar/konferensi).
Articles 176 Documents
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN SARAPAN DENGAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS AL-AZHAR INDONESIA Irawan, Andi Muh Asrul; Yusuf, Andi Mukramin; Nailufar, Jasmine; Septiasari, Afradina; Harna, Harna
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i1.2823

Abstract

Konsentrasi merupakan upaya pemusatan pikiran pada satu objek yang melibatkan pikiran, perasaan, dan kemauan, saat belajar diperlukan konsentrasi untuk memusatkan pikiran terhadap materi yang diberikan, sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh asupan sarapan energi dan protein terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas sains dan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasi yang dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini dipilih secara purposive dari mahasiswa yang bersedia dilakukan pengukuran dan penilaian kadar hemoglobin dengan jumlah sampel 62 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Penelitian ini tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan konsentrasi belajar dengan nilai p=0.05 dan r=0.123. Terdapat hubungan positif antara asupan protein sarapan dan nilai konsentrasi belajar dengan nilai p=0.05 dan nilai korelasi r=0.250, Asupan energi sarapan secara signifikan tidak berhubungan, namun terdapat hubungan yang signifikan asupan protein sarapan terhadap konsentrasi belajar. Arah korelasi kedua variabel energi dan protein menunjukan arah positif yang artinya terdapat kecenderungan responden yang asupan energi dan proteinnya terpenuhi saat sarapan dapat meningkatkan konsentrasi belajar.
KADER PEMBANGUNAN MANUSIA (KPM) SEBAGAI PENDUKUNG AKSI KONVERGENSI PENURUNAN STUNTING : STUDI EVALUASI DI TINGKAT DESA Rahayu, Leni Sri; Maulida, Nursyifa Rahma; Sofyaningsih, Mira
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i1.2861

Abstract

Stunting menjadi masalah gizi yang cukup serius di Banten, terlihat dari masuknya Kabupaten Lebak dan Pandeglang dalam kategori 160 kabupaten/kota prioritas penurunan stunting di Indonesia. Adanya program khusus upaya penanganan stunting dari tingkat Provinsi sampai ke tingkat desa melalui pemberdayaan masyarakat yang belum dievaluasi. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dari integrasi program khusus penanganan stunting melalui pembentukan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Penelitian kualitatif eksplorasi menjadi desain pada penelitian ini dengan Informan yakni Kader Pembangunan Manusia dan Pendamping Desa/Pendamping Lokal Desa.  Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling.  Data yang dikumpulkan adalah hasil rekaman wawancara, studi dokumentasi dan catatan pribadi selama proses pengumpulan data di lapangan, juga selama membaca transkrip.  Pengumpulan data menggunakan form checklist, wawancara mendalam (Indepth Interview), serta kelompok diskusi terpimpin (Focus Group Discussion). Gambaran hasil dalam penelitian ini menunjukkan pelaksanaan penanganan stunting di Kabupaten Pandeglang dan Lebak telah sampai pada tahap moblisasi KPM. Setiap desa telah memiliki  KPM yang membantu pelaksanaan program penanganan stunting sampai di tingkat desa. Namun, masih ditemukan KPM yang belum memenuhi persyaratan. Pelatihan KPM telah dilaksanakan di bawah tanggung jawab DPMD dengan melibatkan beberapa OPD. Masih diperlukan pelatihan dan pendampingan KPM agar pelaksanaan program penanganan stunting di desa berjalan sesuai dengan target
PENGARUH RASIO SERBUK DAUN BELIMBING WULUH DAN SERAI TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MINUMAN HERBAL CELUP Putri, Sekar Selasih Ayuningtyas; Pujilestari, Shanti
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i2.2862

Abstract

Minuman herbal merupakan minuman yang terbuat dari bahan alami dengan kandungan bermanfaat bagi tubuh seperti antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio serbuk daun belimbing wuluh dan serai terhadap karakteristik mutu minuman herbal celup. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor dan lima taraf serta tiga kali ulangan, di mana faktor perlakuannya adalah rasio serbuk daun belimbing wuluh dan serai pada berbagai formula, berturut-turut 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dan 20:80 (v/v). Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk yaitu daun belimbing wuluh, serai, dan air. Analisis data dilakukan dengan uji statistik ANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil pengujian menunjukkan formulasi daun belimbing wuluh dan serai memberikan pengaruh nyata pada karakteristik minuman herbal celup, kecuali kadar abunya. Formulasi terbaik adalah 20:80 dengan perolehan intensitas warna berupa nilai kecerahan (L*) 7,725, nilai kemerahan (a*) 2,120, nilai kekuningan (b*) 3,285; kadar air 9,79%, kadar abu 5,06%, nilai pH 6,45, dan kadar aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 793,55 ppm. Hasil organoleptik yang diperoleh adalah disukai dengan karakteristik mutu berupa warna oranye pucat, aroma tidak langu, dan rasa tidak sepat. Hasil kadar abu telah memenuhi standar SNI 3836:2013, yaitu tidak melebihi batas maksimum 8%. Disarankan untuk mengoptimalisasi suhu dan waktu pengeringan, metode penyimpanan, serta pengujian lebih lanjut guna memperoleh kualitas produk yang lebih baik.
HUBUNGAN KEBERAGAMAN SARAPAN,TINGKAT KECUKUPAN GIZI TERHADAP DAYA INGAT SISWA SMAN 12 KOTA TANGERANG SELATAN Maharani, Nabila; Anwar, Khoirul; Maskar, Dadi Hidayat
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i2.2863

Abstract

Remaja adalah kelompok yang sangat rentan mengalami masalah gizi, Pada masa ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan gizi yang cukup dan optimal untuk menghindari terjadinya beberapa ganguan seperti malnutrisi dan menurunkan konsentrasi dalam belajar. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan keberagaman sarapan, tingkat kecukupan gizi terhadap status gizi dan daya ingat siswa SMAN 12 kota tangerang selatan. Rancangan penelitian menggunakan studi cross-sectional. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik probality sample dengan menggunakan simple random sampling dan penelitian ini menggunakan 100 subjek. Hasil penelitian ini menunjukan Tidak terdapat hubungan keberagaman sarapan terhadap status gizi siswa (p-value=0.012),Terdapat hubungan keberagaman sarapan ter-hadap daya ingat (p-value=0.000),Tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan gizi protein (p-value=0.892),karbohidrat (p-value=0.006), lemak (p-value=0.110), zat besi (p-value=0.996), vitamin C (p-value=0.115), dan zinc (p-value=0.413) terhadap status gizi, Sedangkan untuk kecukupan energi (p-value=0.005) Terdapat hubungan dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan gizi protein (p-value=0.355), karbohidrat (p-value=0.196), lemak (p-value=0.356),vitamin C (p-value=0.114), dan zinc (p-value=0.935) terhadap daya ingat. Namun, Pada kecukupan energi (p-value=0.001) dan zat besi (p-value=0.003) Terdapat hubungan dengan daya ingat. Kesimpulan dari penelitian ini Tidak terdapat hubungan keberagaman sarapan terhadap status gizi siswa, Terdapat hubungan keberagaman sarapan terhadap daya in-gat, Tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan gizi protein, karbohidrat, lemak, zat besi,vitamin C, dan zinc terhadap status gizi, Sedangkan untuk kecukupan energi Ter-dapat hubungan dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan gizi protein, karbohidrat, lemak, vitamin C  dan zinc terhadap daya ingat. Namun, Pada kecukupan energi dan zat besi Terdapat hubungan dengan daya ingat.
PERBEDAAN POLA KONSUMSI PANGAN SUMBER GULA, GARAM DAN LEMAK MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI UNIVERSITAS SAHID Nuraelah, Almira; Suhaila, Syafiqa; Sabariman, Mohammad
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i2.2865

Abstract

Konsumsi pangan mahasiswa antara program studi berbeda-beda. konsumen yang berusia 18-34 tahun paling banyak memilih makanan fastfood karena cenderung menginginkan makanan yang praktis, mudah dan cepat penyajiannya, namun tidak sedikit pula yang tidak memerhatikan kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi karena kandungan gula, garam dan lemak yang tinggi serta serat yang rendah. Sikap dan perilaku seseorang dalam memilih makanan dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan gizi. Tingkat pengetahuan yang semakin tinggi, diharapkan pada keadaan gizi yang semakin baik. Penelitian ini bertujuan menganilis perbedaan frekuensi konsumsi pangan sumber gula, garam dan lemak antara mahasiswa program studi gizi dan non gizi di Universitas Sahid. Pengumpulan data frekuensi konsumsi pangan sumber gula, garam dan lemak selama 1 bulan terakhir menggunakan food frequency questionnnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji beda Mann Whitney. Hasil peneltian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p0.05) pada frekuensi konsumsi pangan sumber gula, garam dan lemak pada kelompok mahasiswa gizi dan non gizi. Namun nilai persentase frekuensi konsumsi pangan sumber gula (71,7%), garam (73,9%) dan lemak (73,9%) dengan kategori jarang lebih tinggi pada kelompok gizi.
MUTU MINUMAN SARI TEMPE DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI SARI MARKISA UNGU DAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) YANG BERBEDA Susi, Susi; Yani, Farida Zaenur; Batubara, Siti Chairiyah; Sandrasari, Diny Agustini; Pratignjo, Listijono Setyo
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i2.2870

Abstract

Minuman sari tempe merupakan minuman fungsional yang terbuat dari bahan utama tempe, yang memiliki komposisi gizi yang baik untuk tubuh. Minuman sari tempe memiliki kekurangan yaitu memiliki aroma langu khas tempe dan tidak stabil selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi sari markisa ungu dan CMC terhadap mutu minuman sari tempe. Ditinjau dari uji total padatan terlarut, stabilitas, pH, kadar protein, kadar lemak, dan mutu organoleptik. Uji penunjang meliputi aktivitas antioksidan, cemaran logam (Pb, Hg, As), Angka Lempeng Total (ALT), dan E.coli. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor yaitu konsentrasi sari markisa ungu (10%, 15%, dan 20%) dan CMC (0,10%, 0,15%, 0,20%, 0,25%) dengan dua kali ulangan. Hasil analisis ANAVA berbeda nyata (p0,05) terhadap nilai stabilitas, protein, lemak, kesukaan (warna, aroma, rasa dan kekentalan), namun tidak berpengaruh nyata (p0,05) terhadap total padatan terlarut, pH, dan mutu (warna, aroma, rasa, dan kekentalan). Mutu terbaik dihasilkan pada minuman sari tempe dengan sari markisa ungu 20% dan CMC 0,15% dengan hasil akhir nilai total padatan terlarut 9,37°brix, stabilitas 76,00%, pH 4,02, protein 0,29%, dan lemak 0,51%. Kesukaan pada atribut warna 5,00 (suka), aroma 5,13 (suka), rasa 5,00 (suka), dan kekentalan 4,87 (agak suka-suka), sedangkan mutu pada atribut warna 5,15 (kuning), aroma 5,00 (tidak langu), rasa 5,02 (asam), dan kekentalan 3,71 (agak kental). Hasil uji penunjang aktivitas antioksidan 50,68 ppm, cemaran logam negatif atau tidak terdapat logam berat Pb, Hg, As pada produk, cemaran mikroba E.coli 0 MPN/ml dan angka lempeng total 0 koloni/ml.
KEJADIAN OBESITAS DAN KUALITAS DIET PADA DEWASA AWAL DI INDONESIA Fadlina, Athiya; Alifia, Syadreniya Zahra; Humayrah, Wardina; Maskar, Dadi Hidayat
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i2.2860

Abstract

Kejadian obesitas semakin meningkat beberapa dekade terakhir.Penurunan kualitas kesehatan pada dewasa muda saat ini, khususnya yang berkaitan dengan obesitas, berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis dan memengaruhi kesehatan fisik serta mental di masa yang akan datang. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah kualitas diet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan skor kualitas diet pada dewasa awal obesitas dan tidak obesitas di Indonesia. Desain studi penelitian ini adalah  cross sectional pada populasi dewasa awal di Indonesia. Pengambilan data dilakukan secara online dengan menggunakan kuesioner melalui Google Form yang diisi mandiri oleh responden. Kuesioner penelitian terdiri dari karakteristik sosiodemografi subjek dan kuesioner kualitas diet diadaptasi dari kuesioner WELL Diet Quality Score serta pertanyaan mengenai berat badan serta tinggi badan responden. Analisis data untuk melihat perbedaan rata-rata skor kualitas diet pada obesitas dan tidak obesitas menggunakan independent T-Test dan untuk data yang tidak terdistribusi normal menggunakan Mann Whitney U Test. Sebanyak 166 responden terkumpul dalam penelitian ini dan 31 (18,7%) responden mengalami obesitas. Hasil penelitian menunjukan rata-rata skor kualitas diet responden yang obesitas (51,967) secara signifikan lebih rendah dibandingkan yang tidak obesitas (57,192). Median skor konsumsi ikan, serealia utuh, dan buah-buahan juga secara signifikan lebih rendah pada responden yang obesitas dibandingkan yang tidak obesitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-rata skor kualiats diet pada dewasa awal yang obesitas dan tidak obesitas.
POTENSI SENYAWA AKTIF TANAMAN REMPAH TERHADAP KEMASAN EDIBLE FILM ANTIMIKROBA Putri, Nezly Nurlia; Annazhifah, Nurul; Nafisah, Ainun; Roidelindho, Kiki
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i1.1670

Abstract

Kemasan edible film merupakan pengemasan yang tepat untuk mempertahankan kualitas bahan pangan dan memperpanjang umur simpan produk. Edible film berbentuk lapisan tipis yang terbuat dari bahan biopolimer yang aman untuk dikonsumsi serta dapat diurai oleh mikroba.  Penambahan senyawa aktif tanaman rempah berupa antimikroba mampu menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan memperbaiki sifat fisik edible film. Penulisan ini dlakukan berdasarkan hasil penelitian terkait senyawa aktif tanaman rempah dan potensinya terhadap kemasan edible film antimikroba, serta tantangan pengembangannya. Metode yang digunakan berupa kajian literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber kajian literatur dikumpulkan melalui unduhan dari database utama yaitu google scholar, research gate, dan science direct dengan rentang tahun terbit jurnal dari 2006 sampai 2022 yang sumber isinya dapat dipertanggungjawabkan dan relevan dengan penelitian atau kajian yang dilakukan. Proses penyeleksian menghasilkan 11 pustaka sesuai kriteria yang memuat edible film antimikroba. Senyawa penyusun edible film berupa senyawa makromolekul alami seperti polisakarida, protein, atau lipid sedangkan senyawa aktif tanaman rempah sebagai zat antimikroba seperti, kunyit putih, lengkuas, daun beluntas, pinang, kayu manis, jahe merah dan bawang putih. zat antimikroba ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus. Potensinya terhadap edible film antimikroba terbukti mampu menghasilkan karakteristik edible film yang dihasilkan sesuai dengan JIS (1975) dan mampu mencegah kerusakan bahan pangan dimana terdapat zona hambat terhadap bakteri serta memperpanjnag umur simpan bahan pangan. Pemanfaatan edible film secara komersial belum banyak dikembangkan, meskipun jumlah produk olahan minimal meningkat di pasar modern. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pengaplikasian edible film antimikroba adalah penambahan zat antimikroba, plastisizer dan bahan tambahan lainnya yang kurang tepat berdampak pada karakteristik edible film yang dihasilkan. Selain itu, Setiap bahan pangan memiliki sifat yang berbeda-beda sehingga membutuhkan informasi yang lebih banyak dalam pengaplikasiannya.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI JENIS CAMILAN MALAM DAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA POPULASI DEWASA DI INDONESIA Fadlina, Athiya; Anwar, Khoirul
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i1.1748

Abstract

ABSTRAK: Konsumsi camilan pada malam hari dapat meningkatkan asupan energi dan dapat menyebabkan keseimbangan energi positif yang berujung pada peningkatan berat badan.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konsumsi camilan malam dengan kenaikan berat badan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan survei online pada populasi dewasa di Indonesia. Frekuensi dan jenis camilan malam, berat badan, tinggi badan dan kenaikan berat badan dilaporkan melalui kuesioner yang diisikan mandiri oleh subjek. Sebesar 157 subjek terkumpul pada penelitian ini. Didapatkan 39,5% dari subjek mengalami kenaikan berat badan dalam satu tahun terakhir. Sebesar 17,2% dan 24,8% subjek memiliki status gizi beresiko obesitas dan obesitas. Konsumsi camilan malam ≥ 3 kali seminggu dilakukan oleh 46,5% subjek dengan jenis camilan yang paling sering dikonsumsi dari sumber pangan karbohidrat dan berjenis makanan manis.  Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi camilan malam berupa makanan berminyak (P-Value = 0,009) dan minuman manis dan (P-Value = 0,048) dengan kenaikan berat. Dibutuhkan intervensi berupa mempromosikan pemilihan makanan yang lebih sehat dan menghindari makanan tinggi gula, energi, dan lemak sebagai camilan malam untuk pencegahan kenaikan berat badan.
KARAKTERISTIK MUTU MINUMAN FUNGSIONAL OKRA HIJAU DENGAN PENAMBAHAN SUKRALOSA DAN EKSTRAK KAYU MANIS) Kinanti, Alfi Sekar; Amelia, Julfi Restu
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i1.1797

Abstract

Minuman fungsional okra memiliki berbagai senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, namun memiliki nilai sensori yang kurang baik sehingga diperlukan adanya penambahan sukralosa dan ekstrak kayu manis. Penelitian bertujuan untuk mengkaji karakteristik minuman fungsional okra dengan penambahan konsentrasi sukralosa dan ekstrak kayu manis yang berbeda. Mutu minuman fungsional ditinjau dari karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi, dan organoleptik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktorial) dengan dua faktor yaitu konsentrasi sukralosa (0,01%, 0,02%, 0,03%) dan faktor konsentrasi ekstrak kayu manis (10%, 15%, 20%) dengan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dengan α<0,05 dan uji lanjut DMRT jika perlakuan berbeda nyata. Perlakuan terbaik dari penelitian yakni penambahan konsentrasi sukralosa 0,03% dan ekstrak kayu manis 20%, dengan karakteristik kadar total padatan terlaut sebesar 3,20˚Brix, pH 5,33, kadar keasaman 0,65261%, kadar aktivitas antioksidan IC50 37 ppm (sangat kuat), nilai uji hedonik pada parameter warna dengan rata-rata 4 (suka), aroma 4 (suka), rasa 4 (suka) serta pada pengujian logam berat Pb, Cd, Sn, Hg dan As bernilai di bawah ambang batas, kadar cemaran bakteri Escherichia coli <3 APM/ml, dan sudah sesuai dengan SNI 3719-2014.

Page 9 of 18 | Total Record : 176


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), Me Vol 6, No 2 (2024): November Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), No Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), Me Vol 6, No 1 (2024): Mei Vol 5, No 2 (2023): November Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 5, No 1 (2023): Mei Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 4, No 2 (2022): November Vol 4, No 1 (2022): Mei Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 3, No 2 (2021): November Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 3, No 1 (2021): Mei Vol 2, No 2 (2020): November Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 2, No 1 (2020): Mei Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 1, No 2 (2019) Vol 1, No 2 (2019): November Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei Vol 1, No 1 (2019): Mei Vol 1, No 1 (2019) More Issue