Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra
Lingue merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Bahasa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon mulai tahun 2019. Jurnal ini memuat tulisan ilmiah berupa hasil penelitian atau gagasan konseptual tentang kajian kebahasaan, kebudayaan, dan sastra. Penulis dalam jurnal ini berasal dari berbagai instansi dan profesi baik mahasiswa,guru, dosen,peneliti, peminat bahasa dan porfesi lainya yang berkaitan dengan bahasa, budaya, dan sastra. Penerbitan jurnal lingue pertama kali dimulai bulan juni 2019 dengan 6 naskah, begitu pula pada edisi terbitan berikutnya. Sejak awal mulai penerbitan Lingue menggunakan sistem online melalui Open Jurnal Sistem (OJS) versi 2. Lingue:Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra memuat artikel kajian tentang kebahasaan, kebudayaan, dan sastra. semua artikel ditinjau sekurang-kurangnya dua mitra bestari. jurnal lingue terbit berkala dua kali dalam satu tahun. Tebitan pertama bulan Juni dan terbitan ke dua bulan Desember. Ruang lingkup kajian bahasa jurnal lingue terdiri atas kajian linguistik (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik), analisis wacana, psikolinguistik, sosiolinguistik, pragmatik, semiotika, pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, pengajaran bahasa Inggris, pengajaran bahasa Arab, metode pengajaran bahasa dan kajian bahasa lainnya yang terkait dengan kebahasaan. Ruang lingkup budaya jurnal lingue terdiri atas filologi, sejarah, cultural studies dan kajian budaya lainya yang terkait dengan budaya. Selanjutnya, ruang lingkup kesastraan jurnal lingue terdiri atas teori sastra, sastra interdisipliner, sastra dan politik identitas, sastra anak, sastra lokal tradisi lisan, sastra Inggris, pengajaran sastra, dan bidang lainnya yang terkait dengan studi sastra.
Articles
115 Documents
REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM LIRIK LAGU “CAPING GUNUNG” KARYA GESANG
Syaifudin, Nanang
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.5882
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai budaya Jawa dalam lirik lagu "Caping Gunung" yang diciptakan oleh Gesang dengan befokus pada pengungkapan (1) pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos pada lirik lagu; (2) pemaknaan bentuk simbolik pada lirik lagu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik oleh Roland Barthes. Dalam analisis ini, penulis mengeksplorasi bahasa yang digunakan dalam lirik, nilai-nilai tradisional yang tercermin, serta hubungan antara manusia dan alam, yang merupakan aspek penting dalam budaya Jawa. Penulis berusaha untuk memahami bagaimana lirik tersebut memainkan peran penting dalam melestarikan dan memperkuat identitas budaya Jawa. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa (1) Pada pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos, lirik lagu ini memiliki makna yang dalam dan merujuk pada elemen-elemen khas budaya Jawa dalam melestarikan dan memperkuat identitas budaya Jawa yang mencakup sejarah, nilai-nilai budaya, dan hubungan manusia dengan alam; (2) Makna simbolik "Caping Gunung" adalah tanda yang melambangkan pakaian tradisional Jawa sebagai identitas budaya Jawa.Kata-kata kunci: lagu jawa, denotasi, konotasi, mitos, dan makna simbolik
STRUKTUR TEKS, KOGNISI DAN KONTEKS SOSIAL DALAM BERITA ONLINE MENGENAI PENGUSUNGAN GIBRAN SEBAGAI CAWAPRES
Adlah, Yusi Yustisian;
Hamdani, Agus
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.5891
AbstractThis study adopts the theory of Critical Discourse Analysis by Teun A. van Dijk in evaluating online news articles published in two media, namely Kompas.com and detik.com, in order to explore the author's views and compare the views of both. The news topic chosen by the researcher was about "The Siege of Gibran Rakabuming Raka as Prabowo's Vice President in the 2024 Election". This research is a qualitative descriptive research method. Data analysis techniques include data redaction, data presentation, and conclusion pulling.From the analysis of text structure, in both news macro in both news, it can be concluded that there is a difference in meaning between the titles taken by each news portal but still has the same context that news writers try to form a discourse that presents PDIP as a victim (has a positive image) and Gibran as a traitor and has no political ethics (negative image). The socicial cognition highlighted from the news is a role scheme with a social context of power practices where readers are led to sympathize with PDIP.Keywords : News Text Structure, Social Context, Teun A Van Dijk, Gibran Cawapres AbstrakPenelitian ini mengadopsi teori Analisis Wacana Kritis oleh Teun A. van Dijk dalam mengevaluasi artikel berita online yang dipublikasikan di dua media, yakni Kompas.com dan detik.com, guna mengeksplorasi pandangan penulis dan membandingkan sudut pandang keduanya. Topik berita yang dipilih peneliti yaitu mengenai “Pengusungan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres Prabowo pada Pemilu 2024”. Penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data meliputi redaksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan.Dari analisis struktur teks, pada kedua berita tersebut makro pada kedua berita, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan makna antara judul yang diambil oleh setiap portal berita namun tetap memiliki persamaan konteks bahwa penulis berita berusaha membentuk sebuah wacana yang menghadirkan PDIP dianggap sebagai korban (memiliki image positif) dan Gibran sebagai pengkhianat serta tidak memiliki etika politik (image negative). Kognisi sosiial yang ditonjolkan dari berita yaitu skema peran dengan konteks social praktik kekuasaan Dimana pembaca digiring untuk bersimpati kepada pihak PDIP.Kata Kunci : Struktur Teks Berita, Konteks sosial, Teun A Van Dijk, Gibran Cawapres
NILAI-NILAI FILOSOFIS PELA GANDONG MASYARAKAT MALUKU DALAM HIBRIDSASI TRADSI MASYARAKAT PENDATANG
Toha, La Ilham
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.5907
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai filosofis Pela Gandong berperan dalam proses hibridisasi budaya antara masyarakat Maluku dan kelompok-kelompok masyarakat pendatang. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap literatur yang berhubungan dengan pandangan hidup Pela Gandong dan teori hibridisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pela Gandong, dengan prinsip-prinsip persahabatan, toleransi, dan keseimbangan, telah menjadi fondasi bagi integrasi budaya yang terdiri dari nilai kemanusiaan dan nilai persaudaraan yang mendalam. Ini memungkinkan masyarakat pendatang untuk berbagi tradisi mereka sambil tetap menghormati dan menghargai nilai-nilai lokal yang terkandung pada nilai kemanusiaan yang bersifat fleksibel. Namun, pada nilai persaudaraan mendalam pada kelompok tertentu yang bersifat ekslusif yang bersegmentasi pada kelompok tertentu memungkinkan terjadinya hibridisasi pada nilai ini yang bersifat kaku. Sehingga dampak hibridisasi budaya ini terhadap identitas masyarakat Maluku terdapat pada elemen nilai persaudaraan yang tidak melibatkan masyarakat pendatang yang tergabung dalam kelompok masyarakat tertentu, dan pada nilai kemanusiaan yang bersifat universal terdapat hubungan yang harmonis karna terdapat standar moral kemanusiaan bersama. Kata-kata kunci: Pela-Gandong, Madyarakat-Maluku, Masyaraka-Pendatang, Hibridisas
MEME POLITIK SEBAGAI KRITIK WACANA DALAM AKUN FACEBOOK KOMIKKITA: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH
Ismail, Asri;
Saleh, Muhammad;
Malik, Agung Rinaldy;
Salam, Salam;
Rahim, Abd
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.5936
Meme politik Komikkita.com mengkonstruksi wacana ideologis sebagai sebuah bentukmanifestasi demokrasi dalam era digitalisasi. Keberanian Komikkita.com mengkritisi elit politik lintas parta dengan tegas menjadi daya tarik tersendiri untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari akun Komikita.com melalui Facebook dan Instagram. Teori yang diterapkan adalah analisis wacana kritis Fairclough yang terdiri dari analisis teks, praktik diskursif dan sosiokultural. Penelitian ini mengkaji bagaimana meme media sosial mengkonstruksi wacana yang berkembang di Indonesia saat ini, ideologi apa yang ingin disampaikan dan untuk siapa ideologi tersebut dibuat. Di samping itu, kajian ini dilakukan untuk menganalisis konteks sosial dan budaya yang menjadi latar belakang meme politik tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa meme Komikkita.com mengkonstruksi citra dan wacana negatif tentang politisi yang mengkir dalam penyelidikian KPK serta orang-orang yang terlibat dalam kasus korupsi serta kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Pada analisis praktik diskursif, ideologi yang disampaikan melalui meme-meme tersebut ditujukan kepada elit politik dan pihak-pihak yang terkait dengan kasus-kasus yang dibahas. Respons masyarakat menunjukkan bahwa ideologi yang disampaikan melalui meme diterima dan didukung oleh pembaca. Pada analisis sosiokultural dapat dipahami bahwa praktik korupsi dan pelanggaran HAM saat ini masih menjamur di Indonesia yang mengakibatkan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap elit politisi. Hadirnya meme ini sebagai bentuk kritik wacana terhadap isu yang berkembang saat ini.
WACANA SIMBOLIK: BERITA PEMAKAIAN KAUS BERGAMBAR PRABOWO OLEH KAESANG DALAM PEMBERITAAN PORTAL ONLINE Liputan6 DAN KOMPAS.com
Unsha, Afina Faradila;
Abrian, Rizky
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Language and Literature Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v6i1.6009
Penelitian analisis wacana kritis ini menggunakan objek berita pada KOMPAS.com dan Liputan6 yang membahas Kaesang menggunakan kaus bergambar Prabowo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kedua media berita online di Indonesia menggunakan teks sebagai sarana penyebaran informasi, dan bagaimana hal-hal ini dapat memengaruhi persepsi pembaca tentang topik berita.. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan Fairclcough yang membahas tiga hal yaitu praktik teks, praktik wacana, dan praktik sosial budaya. Analisis teks menunjukkan bahwa kedua media berita memiliki konten yang sama.. Di mana pada Teks berita KOMPAS.com menekankan pada sinyal dukungan yang mungkin diberikan oleh Kaesang kepada Prabowo Subianto. Framing di sini lebih menyoroti pertanyaan tentang dukungan politik dan menggambarkan bahwa Kaesang bisa saja memiliki pertalian dengan Prabowo melalui penggunaan kaus ini. Sedangkan teks berita Liputan6, lebih menekankan pada fakta bahwa Kaesang adalah penggemar Prabowo. Framing di sini lebih menekankan pengaguman pribadi Kaesang terhadap Prabowo, dan berita ini tidak menggali informasi sebanyak berita KOMPAS.com mengenai pertanyaan dukungan politik. Pada kedua teks berita memberikan gambaran bahwa dengan kaesang menggunakan kaus bergambar Prabowo memunculkan perspektif publik bahwa Kaesang sebagai ketua umum Partai Politik PSI akan mendukung Prabowo dalam hubungan politik menuju Pilpres 2024. Kata-kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Fairclcough, Politik, Media
REGISTER BAHASA PENJUAL IKAN DI PASAR GUNUNG JAYA KABUPATEN KOLAKA TIMUR
Jumriah, Jumriah;
Saadillah, Andi;
Nursholehah, Siti
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.6054
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan register bahasa dari penjual ikan yang mayoritas bersuku Jawa, namun ketika mereka berinteraksi dengan pembeli dari suku lain mereka terkadang menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa yang sama dengan yang pembeli gunakan. Misalnya ketika pembeli bersuku Bugis dan menggunakan bahasa Bugis maka penjual memakai bahasa yang sama apabila bahasa yang digunakan oleh pembeli juga dikuasai oleh penjual ikan. Namun bahasa yang paling sering digunakan dalam interaksi jual beli adalah bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan register bahasa penjual ikan di pasar Gunung Jayabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian yakni penelitian kualitatif dengan sumber data berupa tuturan penjual ikan di pasar Gunung Jaya yang terletak di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik simak, rekam, catat, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 24 tuturan yang berkaitan dengan bentuk-bentuk dan fungsi register bahasa penjual ikan di Pasar Gunung Jaya, Kabupaten Kolaka Timur yang terdiri dari dua bentuk register yaitu (1) register selingkung terbatas dan (2) register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas terdapat 5 data tuturan dan register selingkung terbuka terdapat 19 data tuturan, dan 4 fungsi register bahasa yaitu (1) 6 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi emotif, (2) 10 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi referensial, (3) 3 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi fatik, dan (4) 5 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi konatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa register bahasa yang digunakan oleh penjual ikan sebagai salah satu profesi yang masyarakatnya terdiri dari berbagai latarbelakang suku seperti Jawa, Bugis, Sunda, Tolaki, dan Buton membuat register bahasa di pasar Gunung Jaya Kabupaten Kolaka Timur menjadi bervariasi dan digunakan sesuai dengan penguasaan bahasa antara penutur dan lawan tutur.Kata kunci: Sosiolinguistik, register bahasa, pasar tradisional, penjual ikan
KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN BAHASA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN PUTRA AL ANWAR 3 SARANG REMBANG
Anwar, Yusuf Khoiril;
Rosyid, Moh
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.6258
AbstrakBahasa merupakan salah satu alat komunikasi manusia. Melalui bahasa, manusia dapat menyampaiakn sesuatu yang dirasakan kepada lawan tutur. Penggunaan bahasa antara manusia satu dengan lainnya tidak dapat disamaratakan. Hal ini disebakan penggunaan bahasa dipengaruhi oleh bebrerapa faktor yang saling berkaitan. Untuk mengetahui ragam penggunaan bahasa dalam suatu lingkungan masyarakat maka diperlukan suatu kajian sosiolinguistik. Kajian sosiolinguitik mempunyai peranan sebagai bahan pertimbanagan dalam pemilihan bahasa yang akan digunakan dalam berkomunkasi dan berinteraksi dengan lawan tutur. Pondok pesantren merupakan salah satu lingkungan masyarakat yang memiliki kompleksitas berbahasa yang dibawa dan ditularkan oleh para santri dari berbagai macam daerah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan bahasa di lingkungan Pondok Pesantren Putra Al Anwar 3 Sarang Rembang serta mengetahui faktor yang melatar belakangi penggunaan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian sosiolinguistik dengan menggunakan desain kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisi data dilakukan dengan merdeuksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penggunaan bahasa dalam interaksi, komunikasi dan kegiatan sehari-hari di lingkungan Pondok Pesantren Putra Al Anwar 3 Sarang dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa jawa, bahasa daerah luar jawa dan bahasa campuran. Faktor yang melatarbelakangi penggunaan bahasa tersebut adalah status sosial dan latar belakang penutur serta kondisi lawan tutur.Kata Kunci: Bahasa, Sosiolinguistik, Pesantren AbstractLanguage is one of the tools of human communication. Through language, humans can convey something they feel to the person they are speaking to. The use of language between humans cannot be generalized. This is because language use is influenced by several interrelated factors. To find out the variety of language uses in a society, a sociolinguistic study is needed. Sociolinguistic studies have a role as material for consideration in selecting the language to be used in communicating and interacting with interlocutors. Islamic boarding schools are a community environment that has complex languages brought and transmitted by students from various regions. This research aims to describe and analyze language use in the Putra Al Anwar 3 Sarang Rembang Islamic Boarding School environment and determine the factors behind language use. This research is sociolinguistic research using a qualitative-descriptive design. Data collection was carried out using observation, interview and documentation techniques. Data analysis is carried out by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this research are the use of language in interaction, communication and daily activities in the Putra Al Anwar 3 Sarang Islamic Boarding School environment using Indonesian, Javanese, regional languages outside Java and mixed languages. The factors behind the use of language are the social status and background of the speaker as well as the condition of the interlocutor.Keyword: Sociolinguistic, Language, Boarding School
LOCAL WISDOM IN THE STORY OF NENE LUHU: LITERATURE RECEPTIONS OF THE MALUKU COMMUNITY
Masniati, Andi
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.6407
AbstractThis research aims to examine local wisdom in the folk tale of Nene Luhu, which is one of the folk stories from Maluku. This study employs an experimental synchronous reception research with a structural approach to assess respondents' reception of the structure and local values in the Nene Luhu story. The sample consists of productive-aged individuals in Maluku, specifically those aged 18-25, comprising both males and females who have read or heard the Nene Luhu story. The results of the research indicate that the Nene Luhu story vividly portrays values of diversity, tradition, archipelagic wisdom, and the rich and diverse customs of Maluku. The narrative also conveys moral messages emphasizing the importance of trust, justice, loyalty, courage, and environmental care. In conclusion, the Nene Luhu story is not merely a narrative but also a reflection of noble values and wisdom inherent in Maluku cultureKeywords: Nene Luhu, values, local, wisdom, diversity
PENGEMBANGAN MATERI ISTIMA’ TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS MEDIA ONLINE PADA MAHASISWA PBA SEMESTER 1 IAIN AMBON
Nirmala, Nirmala;
Fitriah, Fitriah;
Rais.TM, Ahmad;
S, Hasfikin
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v5i2.6502
Menyimak adalah langkah awal dalam proses penerimaan informasi bahasa. Melalui mendengarkan, seseorang mulai mengenali suara-suara, kata-kata, dan kalimat dalam bahasa tertentu. maharah istima' (keterampilan menyimak) namun, kurang mendapatkan perhatian yang memadai dalam pembelajaran bahasa Arab, itu dapat menjadi hambatan dalam pengembangan kemampuan berbahasa secara menyeluruh. Maka dari itu hadirnya media online dalam mengembangkan Materi Istima’ Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Media Online Pada Mahasiswa PBA Semester 1 IAIN Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif subjek penelitian dengan teknik pengumpulan data secara observasi terdapat 15 orang peserta didik sedangkan untuk subjek penelitan dengan teknik pengumpulan data secara wawancara terdapat 10 peserta, Teknik analisis data menggunakan Reduksi data, Penyajian data dan Verifikasi. Ditemukan hadirnya media online dapat memberikan dukungan dalam pemahaman materi istima, fleksibilitas pembelajaran, efektivitas media online dalam pembelajaran dan daya tarik media online dalam memahami materi istima’ lebih komprehensif karna memberikan kemudahan dalam mengakses materi.
METI KEI CHARM FESTIVAL IN BUILDING NATURAL AND CULTURAL HERITAGE PRESERVATION IN THE KEI ISLANDS, SOUTHEAST MALUKU
Lasaiba, Mohammad Amin;
Lasaiba, Djamila;
Silaratubun, Seli U
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Language and Literature Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v6i1.6715
Kelestarian alam dan warisan budaya adalah dua elemen penting yang saling terkait dalam menjaga keberlanjutan dan keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Festival Pesona Meti Kei dalam membangun kelestarian alam dan warisan budaya serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pelestarian alam dan warisan budaya di Pulau Kei. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan wawancara, observasi, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Pesona Meti Kei memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam dan warisan budaya. Melalui festival ini, masyarakat lokal dan pengunjung dapat menghargai keindahan alam Pulau Kei serta mengenal lebih jauh tentang budaya dan tradisi yang melekat pada masyarakat setempat. Festival ini juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, peran pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam mendukung Festival Pesona Meti Kei dan upaya pelestarian alam serta warisan budaya. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi kebijakan diajukan untuk membangun kelestarian alam dan warisan budaya meliputi pengembangan program pelestarian alam, pengenalan budaya lokal melalui pendidikan dan promosi pariwisata, serta peran aktif pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan