cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Pelatihan Manajemen Produksi dan Pemasaran Usaha Pangan Beku Bagi Calon Entrepreneur Muda Nur Asizah; Ernawati Ernawati; Tajuddin Tajuddin; Muhammad Syarif; Muhammad Natsir; Abd Azis Muthalib; Zainuddin Saenong; Saemu Alwi; Asrianti Dja’wa; Baheri Baheri; Syamsir Nur; Wa Ode Rachmasari Ariani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.691

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu meningkatnya pemahaman dan minat calon entrepreneur muda atas produksi dan pemasaran usaha pangan beku.  Peserta pelatihan terdiri dari 15 lulusan perguruan tinggi/mahasiswa tahap akhir di Kota Kendari. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan sosialisasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dari aspek produksi dan  pemasaran. Kegiatan produksi berupa pelatihan pembuatan frozen food yang terdiri dari bakso daging, bakso tahu, gorengan, dan roti. Instrumen evaluasi kegiatan menggunakan observasi dan kuisioner pre-post kegiatan.  Observasi dilakukan untuk menilai kemampuan peserta dalam pembuatan pangan beku, sementara kuisioner digunakan untuk menilai tingkat pemahaman dan minat peserta akan usaha pangan beku. Kegiatan pengabdian masyarakat telah efektif yang ditunjukkan dengan hasil evaluasi  dimana peningkatan pemahaman pengelolaan usaha pangan beku peserta berada pada kategori sangat tinggi. Minat peserta untuk membuka usaha pangan beku juga sangat tinggi. Peserta mempersepsikan bahwa kendala utama yang dihadapi  membuka usaha pangan beku yaitu permodalan. Rekomendasi yang diajukan berupa ketersediaan lembaga keuangan yang dapat melayani pembiayaan modal kerja bagi wirausaha baru yang merintis usaha. Frozen Food Production Management and Marketing Management Training for Prospective Young Entrepreneurs The aim of community service activities is to increase the understanding and interest of prospective young entrepreneurs in the production and marketing of frozen food businesses. Participants in the activity consisted of 15 college graduates/final stage students in Kendari City. The method of implementation is through training and socialization. Service activities are carried out from the production and marketing aspects. Production activities are in the form of training on making frozen food consisting of meatballs, tofu meatballs, fried foods, and bread. The activity evaluation instrument used observation and pre-post activity questionnaires. Observations were made to assess the ability of participants in making frozen food, while questionnaires were used to assess the level of understanding and interest of participants in the frozen food business. Community service activities have been effective as shown by the evaluation results where the increased understanding of frozen food business management by participants is in the very high category. The participants' interest in opening a frozen food business is also very high. Participants perceived that the main obstacle faced by opening a frozen food business is capital. The recommendation put forward is the availability of financial institutions that can serve working capital financing for new entrepreneurs starting businesses.
Pelatihan Penilaian Model Kepemimpinan Transformasional Oleh Pejabat Struktural Instansi Pemerintah Kota Kupang Pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Kupang Jefirstson Richset Riwukore; Fellyanus Habaora
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.699

Abstract

Tujuan pelaksanaan pengabdian kegiatan pada masyarakat adalah pelatihan penilaian model kepemimpinan transformational kepada pejabat struktural di instansi Pemerintah Kota Kupang. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah pejabat struktural di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang. Jumlah peserta sebanyak 25 orang yang berasal dari organisasi pemerintah di Kota Kupang. Metode dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah melalui Focus Group Discussion dan lokakarya. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrapilan ASN dalam memahami kepemimpinan dan kemampuan personal pejabat struktural dalam melakukan tindakan transformasional kepada bawahannya untuk peningkatan produktivitas kinerja. Rekomendasi yang dapat dilakukan adalah perlu adanya rutinitas penambahan pengetahuan melalui pelatihan di setiap semester. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan proses mutasi dan promosi pegawai yang memiliki karakter berbeda sebagai pemimpin. Selain itu, perlu penambahan pengetahuan yang berbeda agar kualitas dan kuantitas semakin berkembang. Training on Assessment of Transformational Leadership Models by Structural Officials of Kupang City Government Agencies at Badan Keuangan and Aset Daerah Kota Kupang The purpose of implementing community service activities is training on the assessment of transformational leadership models for structural officials in institutions of the Kupang City Government. Partners in this service activity are structural officials at the Badan Keuangan and Aset Daerah Kota Kupang. The number of participants was 25 people who came from government organizations in Kupang City. The method of implementing this training activity is through Focus Group Discussions and workshops. The result of this service is an increase in ASN knowledge and skills in understanding the leadership and personal abilities of structural officials in carrying out transformational actions to their subordinates to increase performance productivity. Recommendations that can be made are the need for routine knowledge addition through training every semester. This is very important because it relates to the process of mutation and promotion of employees who have different characteristics as leaders. In addition, it is necessary to add different knowledge so that the quality and quantity are growing.
Pendampingan Kompetensi Penulisan Karya Ilmiah Guru Sebagai Upaya Penguatan Prestasi Guru Fendy Hardian Permana; Dwi Setyawan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.700

Abstract

Era revolusi industri 4.0 mendorong berkembangnya pengetahuan menjadi lebih pesat. Perkembangan pengetahuan akan berdampak pula pada dunia pendidikan. Guru adalah orang terdepan di pendidikan karena guru adalah orang yang berinteraksi langsung menanamkan kompetensi pada peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada empat guru di SMP Muhammadiyah 1 Malang menunjukkan bahwa guru memang sering melakukan penelitian- penelitian, tetapi guru mengalami beberapa kendala ketika hasil penelitian tersebut diubah menjadi artikel dan makalah. Kendala guru salah satunya adalah guru kesulitan mengikuti gaya penulisan setiap jurnal yang memiliki gaya penulisan artikel yang berbeda-beda. Guru di sekolah juga perlu banyak motivasi dan dorongan untuk mengikuti kegiatan berupa lomba-lomba karya ilmiah. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepad a guru untuk mendampingi guru dalam membuat karya ilmiah dan publikasi ilmiah. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah dengan dilakukan diskusi, sosialisasi, praktek, dan evaluasi. Hasil yang didapat adalah kegiatan pendampingan kompetensi penulisan karya ilmiah guru menjadi sebuah upaya untuk guru dalam memberikan penguatan pada prestasi. Hal tersebut terbukti dengan dihasilkannya artikel dan makalah Bapak Ibu Guru dari hasil pendampingan ini. Kedepannya mungkin perlu dilakukan pendampingan kompetensi penulisan karya ilmiah untuk siswa. Mentoring Competency in Writing Teacher Scientific Work as an Effort to Strengthen Teacher Achievement The era of the industrial revolution 4.0 encourages the development of knowledge to be more rapid. The development of knowledge will also have an impact on the world of education. The teacher is the foremost person in education because the teacher is the person who interacts directly, instilling competence in students. The results of observations and interviews with four teachers at Muhammadiyah 1 Malang Junior High School show that teachers often do research but experience some problems when the research results are converted into articles and papers. One of the teacher's obstacles is that the teacher has difficulty following the writing style of each journal which has a different style of writing articles. Teachers in schools also need a lot of motivation and encouragement to take part in activities in the form of scientific work competitions. Based on this, it is necessary to carry out community service activities to assist teachers in making scientific works and publications. The method used in achieving these goals is through discussion, socialization, practice, and evaluation. The results obtained are the activities of mentoring the competence of writing teacher scientific papers in an effort for teachers to reinforce achievement. This is proven by the production of articles and papers by Mr. Guru from the results of this mentoring. In the future, it may be necessary to assist in writing scientific papers for students.
Pendampingan Implementasi Hibryd Learning dengan Mengintegrasikan Inquiry Based Learning dan Google Classroom Fendy Hardian Permana; Alimin Adi Waloyo
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.701

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat terjadinya perubahan pada bidang pendidikan. Perubahan dalam dunia pendidikan tersebut apabila dihadapkan dengan perkembangan teknologi saat ini tentunya tidak akan mengalami hambatan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan saat ini dunia berada dalam era revolusi industri 4.0. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada pihak sekolah di SMP Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran e-learning yang dilakukan oleh guru-guru disekolah sebagian besar menggunakan Google Classroom. Kegiatan pembelajaran e-learning yang dilakukan oleh guru-guru disekolah tersebut berjalan dengan optimal dan baik, tetapi tentunya terdapat beberapa kekurangan dan kelemahan dalam  implementasin pembelajaran ini. Solusi dalam mengatasi permasalahan dalam pembelajaran e-learning di SMP Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang salah satunya adalah dengan mengintegrasikan model pembelajaran kedalam teknologi. Dalam hal ini berarti perlu adanya kemampuan pedagogik saat pengoperasian teknologi. Model pembelajaran yang cocok diterapkan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah menggunakan model Inquiry. Metode yang akan dilakukan adalah 1) Sosialisasi pertama antara pelaksana pengabdian dengan pihak Sekolah, 2) Sosialisasi kedua penyampaian materi pengabdian kepada pihak Sekolah, 3) Analisis perangkat dan desain pembelajaran daring Sekolah, 4) Pemaparan temuan dari kegiatan analisis perangkat dan desain pembelajaran daring, 5) Pelatihan pada Guru dan pihak Sekolah dalam menggunakan LMS Google classroom berbasis inquiry, 6) Pelatihan pada siswa dalam menggunakan LMS Google classroom berbasis inquiry, 7) Praktik pembelajaran daring menggunakan perangkat dan desain yang sudah dirancang, dan 8) Review atau refleksi terhadap kegiatan praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru di SMP Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang bisa membuat desain pembelajaran di google classroom dengan menggunakan sintak inquiry. Assistance in Hybrid Learning Implementation by Integrating Inquiry-Based Learning and Google Classroom The COVID-19 pandemic has brought about a change in the education sector. When faced with current technological developments, changes in the world of education will certainly not experience obstacles in the implementation of learning activities. This is because the world is currently in the era of the industrial revolution 4.0. Based on the results of observations and interviews conducted with the school at Junior High School Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang, e-learning learning activities carried out by teachers in schools mostly use Google Classroom. The e-learning learning activities carried out by the teachers at the school are running optimally and well. Still, of course, there are some shortcomings and weaknesses in implementing this learning. One of the solutions to overcome problems in e-learning learning at Junior High School Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang is to integrate the learning model into technology. In this case, there is a need for pedagogic skills when operating the technology. The learning model that is suitable to be applied to overcome partner problems is to use the Inquiry model. The methods that will be carried out are 1) The first socialization between service implementers and the school, 2) The second socialization of the delivery of service material to the school, 3) Analysis of school online learning tools and designs, 4) Presentation of findings from online learning device analysis and design activities, 5) Training for teachers and schools in using the inquiry-based Google classroom LMS, 6) Training for students in using the inquiry-based Google classroom LMS, 7) Online learning practices using devices and designs that have been designed, and 8) Reviewing or reflecting on activities learning practices that have been carried out. This service activity shows that teachers at Junior High School Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang can make learning designs in Google Classroom using the inquiry syntax.
Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter dengan Penerapan Literasi dalam Pembelajaran sebagai Upaya Inovasi Pembelajaran dalam Merdeka Belajar pada Pandemi Covid-19 Lise Chamisijatin; Fendy Hardian Permana; Siti Zaenab; Syarief Hidayat; Nur Aini
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.702

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui literasi dapat memenuhi salah satu program merdeka belajar yang implementasinya masih dipertanyakan di berbagai sekolah di Indonesia. Pengembangan literasi melalui pendekatan PPK Berbasis Kelas di masa pandemic Covid-19 ini dilakukan melalui pembelajaran daring. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi permasalahan dalam mempraktikkan inovasi pembelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada masa pandemi Covid-19 melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan perencanaan inovasi pembelajaran melalui gerakan literasi untuk merdeka belajar. Pelaksanaan pendampingan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan yang mengacu pada analisis situasi program-program yang telah disepakati bersama. Sasaran pengabdian ini meliputi guru IPA, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data adalah deskriptif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya wawasan dan kompetensi guru dalam menyusun RPP berbasis PPK melalui gerakan literasi, meningkatnya ketrampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai Kurikulum 2013 yang menerapkan, serta terlaksananya pembelajaran yang kaya akan literasi yang dapat memenuhi salah satu program merdeka belajar. Menindaklanjuti hasil pengabdian ini maka inovasi pembelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter harus lebih dioptimalkan melalui kegiatan literasi. Implementation of Strengthening Character Education by Applying Literacy in Learning as an Effort for Learning Innovation in Independent Learning in the Covid-19 Pandemic Strengthening Character Education (PPK) through literacy can fulfill one of the independent learning programs whose implementation is still being questioned in various schools in Indonesia. Literacy development through the Class-Based PPK approach during the Covid-19 pandemic was carried out through online learning. This activity aims to solve problems in practicing learning innovations in Strengthening Character Education (PPK) during the Covid-19 pandemic through training and assistance in developing learning innovation planning through the literacy movement for independent learning. The implementation of mentoring uses training and mentoring methods that refer to the situation analysis of programs that have been mutually agreed upon. This service targets include natural science teachers, school principals, and deputy principals of Muhammadiyah 02 Kota Batu junior high school. The data collection technique was observation and documentation, while the data analysis technique was descriptive. The conclusion of this service activity is to increase the insight and competence of teachers in preparing PPK-based learning practice plans through the literacy movement. Improve teacher skills in carrying out classroom learning according to the 2013 curriculum. The implementation of literacy-rich learning can fulfill one of the independent learning programs. Following up on the results of this service, learning innovations in Strengthening Character Education must be optimized through literacy activities
Pelatihan Pengelolaan Pajak Bagi Bendahara Rumah Sakit Sapto Hendri; Iman Waskito; Muhammad Ali Fikri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.704

Abstract

Tujuan dari kegitan pengabdian ini adalah sosialisasi dan pelatihan kepada bendaharawan dan para pengelola keuangan di rumah sakit yang menyangkut pengelolaan pajak. Pengabdian bermitra dengan Rumah Sakit Universitas Mataram.  Metode pelaksanaan dengan sosialisasi dan pelatihan, ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pihak rumah sakit terkait pengelolaan pajak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 8 bulan antara bulan Maret hingga November 2021 di rumah sakit Universitas Mataram. Penyajian materi perpajakan telah dilakukan secara sistematis dengan mengutamakan persentasi, diskusi dan tanya jawab. Tiap permasalahan yang dihadapi dalam konteks pengelolaan pajak menjadi materi diskusi antara penyaji (pemateri kegiatan pelatihan) dengan peserta. Selanjutnya, pelatihan berkesinambungan dilakukan secara dinamis dimana peserta melakukan konsultasi pada tiap-tiap permasalahan yang dihadapi dalam implementasi pajak rumah sakit, bentuk konsultasi melalui pertemuan langsung, maupun menggunakan perangkat komunikasi seperti telfon. Hasil kegiatan secara umum (kualitatif) adalah peserta pelatihan terutama bendaharawan sebagai faktor kunci pengelolaan pajak rumah sakit telah sepenuhnya memahami pengelolaan pajak. Akhirnya, pemahaman terkait pengelolaan pajak ini dapat diplikasi sebagai pedoman dalam pengelolaan pajak rumah sakit. Tax Management Training for Hospital Treasurers  The purpose of this service activity is to socialize and train treasurers and financial managers in hospitals regarding tax management. Devotion partnered with Mataram University Hospital. The implementation method with socialization and training aims to provide understanding to the hospital regarding tax management. This community service activity was carried out for 8 months between March and November 2021 at the Mataram University Hospital. The presentation of tax material has been carried out systematically by prioritizing presentations, discussions and questions and answers. Each problem faced in the context of tax management becomes a subject of discussion between the presenters (the presenters of training activities) and the participants. Furthermore, continuous training is carried out dynamically where participants conduct consultations on any problems encountered in the implementation of hospital taxes, in the form of consultations through face-to-face meetings, or using communication devices such as telephones. The result of the activity in general (qualitative) is that the training participants, especially the treasurer as a key factor in hospital tax management, have fully understood tax management. Finally, this understanding of tax management can be applied as a guide in hospital tax management.
Pelatihan Kerajinan Bambu sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan dan Ekonomi Keluarga Di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyu Asin Husni Mubarat; Aji Windu Viatra; Mukhsin Patriansah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.706

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat pelatihan kerajinan bambu di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyu Asin bertujuan untuk memberikan keterampilan dasar, pengetahuan desain produk kerajinan, dan manajemen produksi kerajinan bambu. Adapun mitra yang terlibat dalam kegiatan terdiri dari Desa Berlian Makmur, Desa Bukit Jaya, Desa Panca Tunggal. Masing-masing peserta dari setiap desa berjumlah 20 orang. Selain dapat membuat produk kerajinan bambu, peserta juga diberikan pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial sebagai media promosi dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan kerajinan bambu dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu; tahap analisa situasi mitra, tahap identifikasi masalah, tahap pemecahan masalah, tahap pelaksanaan terdiri sosialisasi penyampaian materi secara teoriti, pembuatan desain produk kerajinan bambu, pelaksanaan praktik praktik, evaluasi kegiatan. Adapun hasil kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yakni peserta mampu membuat desain produk kerajinan, peserta dapat membuat produk kerajinan lampu hias dari bambu, peserta mampu mengimplementasikan manajemen produksi kerajinan lampu hias dari bambu, peserta dapat mengenali bahan bambu yang baik, peserta dapat menerapkan tekhnik ukiran pada bambu, penggunaan alat ukiran dan alat-alat mesin sehingga pesrta pelatihan dapat memiliki ketrampilan dalam mengolah kerjainan bambu.   Bamboo Craft Training as an Effort to Improve Family Skills and Economy in Sungai Lilin District, Musi Banyu Asin Regency Community service training on bamboo crafts in Sungai Lilin District, Musi Banyu Asin Regency aims to provide basic skills, knowledge of craft product design, and management of bamboo handicraft production. The partners involved in the activity consisted of Berlian Makmur Village, Bukit Jaya Village, and Panca Tunggal Village. There were 20 participants from each village. Besides being able to make bamboo handicraft products, participants were also given knowledge about the use of social media as a medium for product promotion and marketing. The method of implementing bamboo craft training activities is carried out in several stages, namely; partner situation analysis stage, problem identification stage, problem solving stage, implementation stage consists of socializing theoretical material delivery, making bamboo craft product designs, implementing practical practices, evaluating activities. The results of community service implementation activities are that participants are able to design craft products, participants can make decorative lighting craft products from bamboo, participants are able to implement production management of decorative lamps from bamboo, participants can recognize good bamboo materials, participants can apply carving techniques on bamboo, the use of carving tools and machine tools so that training participants can have skills in processing bamboo works
Bimbingan Teknis Pengolahan Jerami Padi Menjadi Pakan Sapi Potong pada Musim Kemarau di Lahan Kering Mashur Mashur; Hunaepi Hunaepi; Subagio Subagio
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.712

Abstract

Tujuan kegiatan bimbingan teknis pengolahan jerami padi menjadi pakan sapi potong pada musim kemarau di lahan kering untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan merubah sikap milenial calon pengusaha sapi potong peserta bimbingan teknis agar mau dan mampu mengolah jerami padi sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan penyediaan pakan sapi potong yang terbatas pada musim kemarau di lahan kering. Metode bimbingan teknis yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah kombinasi metode penyuluhan gelar teknologi (showcase technology), tatap muka langsung dan penyebaran lembaran informasi (liptan). Hasil kajian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta bintek pada kelima indikator penilaian teknologi pembuatan hay rata-rata 26,91%; pembuatan amoniasi basah meningkat 29,31% dan pembuatan amoniasi kering meningkat 25,47%. Simpulannya kegiatan bimbingan teknis pengolahan jerami padi menjadi pakan sapi potong dengan metode gelar teknologi pembuatan hay, amoniasi basah dan amoniasi kering mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta merubah sikap peserta bimbingan teknis dalam menyebarluaskan hasil binteknya kepada peternak lainnya, sehingga dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi kesulitan penyedian pakan sapi potong pada musim kemarau di lahan kering. Technical Guidance for Processing Rice Straw into Beef Cattle Feed during the Dry Season on Dry Land  The aims of the technical guidance activity for processing rice straw into beef cattle feed in the dry season on dry land is to increase knowledge, and skills and change the attitude of millennial prospective beef cattle entrepreneurs participating in technical guidance so that they are willing and able to process rice straw as a solution to overcome difficulties in providing beef cattle feed that limited to the dry season on dry land. The technical guidance method used to solve the problem is a combination of face-to-face counseling methods with showcase technology and the distribution of information sheets. The results of this study showed an average increase in knowledge, skills, and attitudes of the participants in the five indicators of haymaking technology assessment of 26.91%; the manufacture of wet ammonia increased by 29.31%, and the manufacture of dry ammonia by 25.47%. In conclusion, the technology guidance activities for rice straw processing with the showcase technology method of making hay, wet ammonia, and dry ammonia can be used as a solution to overcome the difficulties of providing beef cattle feed in the dry season on dry land because it can increase knowledge and skills and change the attitude of participants in technical guidance in disseminating the results of their technical guidance to other farmers.
Strategi Marketing Melalui Store Atmoesfer Dan Media Sosial Di Rumah Batik Tresna Art Mayang Viodita; Candraningrat Candraningrat; Siti Mujanah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.714

Abstract

Galeri Seni Batik Tresna mengalami kesulitan penjualan., sehingga penjualan menurun dan keuntungan sangat minim. Kondisi ini sepertinya disebabkan karena kurangnya promosi mengingat saat ini Batik lagi di produksi di banyak daerah sehingga persaingan sangat ketat baik secara online maupun offline, sehingga upaya untuk menjual secara online tidak bisa di tinggalkan. Penjualan online bisa dilakukan melalui social media, akan tetapi membuat pelanggan offline juga harus diperhatikan antara lain dengan menata store atmosfer. Untuk itu dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu memberikan pendampingan dalam melaksanakan strategi pemasaran di rumah Batik Tresna Art yaitu melalui Social media dengan Instagram dan Website sebagai media promosi Rumah Batik Tresna Art bagi pelanggan online, sedangkan untuk pelangan offline maka dilakukan dengan mengatur atmosfer Rumah Batik Tresna Art sehingga pengunjung yang akan membeli di galeri batik merasa nyaman. Setelah dilakukan pembenahan atmosfer di Rumah batik Trisna Art dan dilakukan promosi secara online di social media dan website yang di miliki ternyata pengunjung dan pembeli Batik Trisna Art dapat meningkat sebanyak 30%, dan selanjutnya diharapkan penjualan akan mencapai peningkatan sebanyak 100%.  Marketing Strategy Through Atmoesfer Store And Social Media At Rumah Batik Tresna Art Tresna Art Batik Gallery is experiencing difficulties in selling, so sales are declining and profits are minimal. This condition seems to be caused by a lack of promotion considering that currently Batik is being produced in many areas so competition is very tight both online and offline so that efforts to sell online cannot be abandoned. Online sales can be done through social media, but making offline customers must also be considered, among others, by setting up a store atmosphere. For this reason, this community service activity is carried out by providing assistance in implementing marketing strategies at the Tresna Art Batik house, namely through Social media with Instagram and the Website as a promotional medium for the Tresna Art Batik House for online customers, while for offline customers it is done by adjusting the atmosphere of the Batik House. Tresna Art so that visitors who will buy at the batik gallery feel comfortable. After revamping the atmosphere at the Trisna Art Batik House and conducting online promotions on social media and websites that are owned, it turns out that visitors and buyers of Batik Trisna Art can increase by 30%, and then it is hoped that sales will increase by 100%.    
Pembinaan Pengelolaan Lembaga Pendidikan Keagamaan Di Desa Sembalun Bumbung Hilmiati Hilmiati
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.715

Abstract

Kurang pemhaman menegemen pengelolaan lembaga pendidikan keagaaman seperti Taman pendidikan Alquran (TPQ) dan Pondok pesantren menjadi masalah utama lembaga pendidikan keagaaman di desa Sembalun Bumbung kurang maju. Adanya kondisi ini perlu ada pembinaan dan pendampingan sehingga Lembaga pendidikan keagamaan dapat maju dan berkembang. Adapun mitra dalam kegitan ini adalah Lembaga keagamaan yang ada di desa Sembalun Bumbung. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah pembinaan kepala lembaga pendidikan ke agamaan di desa sembalun Bumbung. Mitra dalam kegitan ini adalah Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang ada diwilayah sembalun bumbung. Metode pelaksanaan dari kegitan ini adalah penyuluhan dan pelatihan dengan langkah-langkah kegatan; 1) Persiapan, 2) Pelaksanan, dan 3) Evaluasi. Hasil dari kegiatan pembinaan ini terjadi pengembangan lembaga secara signifikan sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditargetkan. Kegitan-kegitan pembinaan masih perlu dilakukan secara berkelanjutan agar lembaga pendidikan ke agaman seperti TPQ makin maju dan berkembang. Guidance on the Management of Religious Education Institutions in Sembalun Bumbung Village Lack of understanding of the management of religious education institutions such as the Qur'an education park (TPQ) and Islamic boarding schools is the main problem for religious education institutions in the less developed village of Sembalun Bumbung. With this condition, there needs to be guidance and assistance so that religious education institution can progress and develop. The partners in this activity are religious institutions in Sembalun Bumbung village. The purpose of this community service is to foster the head of a religious education institution in the village of Sembalun Bumbung. The partner in this activity is the Qur'an Education Park (TPQ) in the Sembalun Bumbung area. The implementation method of this activity is counseling and training with activity steps; 1) Preparation, 2) Implementation, and 3) Evaluation. The results of this coaching activity resulted in significant institutional development in accordance with the expectations and goals that have been targeted. Development activities still need to be carried out on an ongoing basis so that religious education institutions such as TPQ are more advanced and developed.