cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
Pelatihan Analisis Bibliometrik menggunakan Aplikasi Database Scopus dan VOSviewer Publikasi Ilmiah Akhmad, Noor; Muhsan , Muhsan; Satrianingsih, Baiq; Kurniawan, Edi; Muksan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/esjvzv63

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini menghadapi keterbatasan dalam mengimplementasikan analisis bibliometrik, terutama dalam hal penggunaan alat seperti Scopus dan VOSviewer untuk menganalisis publikasi ilmiah, visualisasi jaringan sitasi, dan penyusunan artikel berbasis data bibliometrik. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami melakukan pelatihan berbasis aplikasi Scopus dan VOSviewer, yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam menganalisis tren publikasi dan kolaborasi riset. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta dalam mengintegrasikan analisis bibliometrik ke dalam artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal terakreditasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta berhasil menginstal dan menggunakan VOSviewer dengan efektif, sementara 75% peserta mampu mengunduh data bibliografis dari Scopus dengan benar. Meskipun demikian, 60% peserta masih mengalami kesulitan dalam menginterpretasi hasil analisis, dan hanya 50% yang dapat menyusun artikel sesuai dengan standar jurnal terakreditasi. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam menggunakan alat analisis bibliometrik, meskipun diperlukan pelatihan lanjutan untuk memperdalam pemahaman dalam penyusunan artikel ilmiah. Kegiatan ini merupakan pelatihan/pengabdian, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam bidang penelitian ilmiah. Training on Bibliometric Analysis Using the Scopus Database Application and VOSviewer for Scientific Publications Abstract The partners in this activity face limitations in implementing bibliometric analysis, particularly in the use of tools such as Scopus and VOSviewer for analyzing scientific publications, visualizing citation networks, and drafting articles based on bibliometric data. To address these issues, we conducted training based on the Scopus and VOSviewer applications, designed to enhance participants' technical skills in analyzing publication trends and research collaboration. The training aimed to strengthen participants' understanding of how to integrate bibliometric analysis into scientific articles that meet the standards of accredited journals. Evaluation results showed that 80% of participants successfully installed and used VOSviewer effectively, while 75% were able to correctly download bibliographic data from Scopus. However, 60% of participants still struggled to interpret the analysis results, and only 50% were able to draft articles that met the standards of accredited journals. The training successfully enhanced participants' capacity to use bibliometric analysis tools, although further training is needed to deepen their understanding of article writing. This activity is a training/service program, aimed at improving participants' practical skills in scientific research.
Program Penguatan Literasi Keuangan bagi Pengurus Koperasi untuk Mendorong Keberlanjutan Usaha Anggota Meiriasari, Vhika; Pebriani, Reny Aziatul; Aziatul Pebriani, Reny
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xntdc174

Abstract

Koperasi Merah Putih di Desa Rejodadi mengalami stagnasi operasional selama beberapa tahun akibat rendahnya literasi keuangan pengurus, ketiadaan sistem pembukuan, dan lemahnya tata kelola. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi keuangan pengurus sebagai fondasi reaktivasi koperasi dan keberlanjutan usaha anggota. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui pelatihan teknis, simulasi pembukuan, dan penyusunan SOP tata kelola. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman literasi keuangan pengurus dari rata-rata 30–40% menjadi 80–90%. Sebanyak lima orang pengurus kini memiliki kompetensi teknis dalam menyusun laporan keuangan sederhana, dengan satu operator khusus yang terlatih mengelola sistem digital berbasis Excel. Capaian program mencakup ketersediaan buku kas harian, laporan arus kas bulanan, dan rekapitulasi simpanan anggota yang sebelumnya tidak terdokumentasi. Selain peningkatan kapasitas internal, program ini berhasil memulihkan kepercayaan publik yang dibuktikan dengan adanya 27 warga yang menyatakan minat kembali menjadi anggota aktif. Keberhasilan reaktivasi ini juga didukung dengan terbentuknya dokumen SOP simpan pinjam dan struktur organisasi yang jelas. Program ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi keuangan sebesar 50% secara efektif mampu mengubah status koperasi dari tidak berjalan menjadi siap beroperasi kembali. Fondasi kelembagaan yang kuat ini membuka peluang besar bagi penguatan ekonomi lokal berbasis koperasi di Desa Rejodadi. Financial Literacy Strengthening Program for Cooperative Administrators to Encourage Members' Business Sustainability Abstract The Merah Putih Cooperative in Rejodadi Village has experienced operational stagnation for several years due to low financial literacy among its administrators, the absence of an accounting system, and weak governance. This community service program aims to strengthen the financial literacy of administrators as a foundation for reactivating the cooperative and ensuring the sustainability of its members' businesses. The method used is a participatory empowerment approach through technical training, bookkeeping simulations, and the development of governance SOPs. Evaluation results through pre-tests and post-tests show a significant increase in the managers' understanding of financial literacy from an average of 30-40% to 80-90%. Five administrators now have the technical competence to compile simple financial reports, with one specially trained operator managing an Excel-based digital system. The program's achievements include the availability of daily cash books, monthly cash flow reports, and a recapitulation of member deposits that were previously undocumented. In addition to improving internal capacity, the program succeeded in restoring public trust, as evidenced by 27 residents expressing interest in becoming active members again. The success of this reactivation was also supported by the creation of loan and savings SOP documents and a clear organizational structure. The program concluded that a 50% increase in financial literacy was effective in changing the status of the cooperative from non-operational to ready to resume operations. This strong institutional foundation opens up great opportunities for strengthening the cooperative-based local economy in Rejodadi Village.
Peningkatan Visibilitas Bisnis, Pemasaran Media Sosial, dan Pembukuan Digital UMKM Vidyasari, Rahmanita; Pratiwi, Desyria; Alyssa, Heidy Puspa; Cahya, Nilam; Aghna, Nashwa Alia; Tajuddin, Arif Hafiidh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0zz8em66

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah ekonomi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital UMKM melalui pelatihan optimalisasi Google Business Profile, pemasaran media sosial, dan pembukuan digital. Program dilaksanakan selama dua bulan di Kabupaten Bogor dengan rangkaian kegiatan berupa pelatihan tatap muka, praktik langsung, serta pendampingan intensif kepada pelaku UMKM dalam mengimplementasikan materi yang diberikan. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan aset komunitas yang telah dimiliki sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha. Google Business Profile dimanfaatkan untuk memperkuat visibilitas dan aksesibilitas informasi usaha, sementara strategi pemasaran digital difokuskan pada penggunaan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Pembukuan digital diperkenalkan sebagai alat yang membantu UMKM mencatat transaksi secara akurat dan memantau kondisi keuangan secara lebih teratur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta berdasarkan perbandingan skor pre-test dan post-test. Skor rata-rata pada domain Penggunaan Teknologi Marketing meningkat dari 10,47 menjadi 14,47; domain Penerapan Digital Marketing meningkat dari 6,93 menjadi 14,37; dan domain Keberhasilan Usaha meningkat dari 7,10 menjadi 14,90. Peningkatan ini menunjukkan potensi kontribusi program dalam memperkuat kesiapan dan kapasitas digital UMKM, meski verifikasi jangka panjang masih diperlukan untuk menilai keterkaitannya dengan performa dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Digital Capacity Building for MSMEs through Business Visibility, Social Media Marketing, and Digital Bookkeeping Abstract Digital transformation has become a strategic necessity for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to survive and compete in the technology-based economic era. This community service activity aims to increase the digital capacity of MSMEs through training on optimizing Google Business Profile, social media marketing, and digital bookkeeping. The implementation method uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach in developing MSMEs in Bogor Regency, focusing on strengthening assets that are already owned by the community to increase competitiveness and business sustainability, as well as direct assistance to MSME actors in the target area. Google Business Profile is used to improve visibility and accessibility of business information in search engines, while digital marketing strategies emphasize the use of social media and e-commerce platforms to expand market reach efficiently. Digital bookkeeping is introduced to help MSMEs record transactions accurately, monitor cash flow, and make data-based decisions. The results of the pre-test and post-test evaluation show a significant increase in participants' understanding of the use of digital technology in business operations. The average pre-test score for the Marketing Technology Usage domain was 10.47, increasing to 14.47 in the post-test. For the Digital Marketing Implementation domain, it increased from 6.93 to 14.37, and for the Business Success domain, it increased from 7.10 to 14.90. The implementation of this strategy is expected to encourage business growth, strengthen competitiveness, and foster MSME sustainability amid digital economic development.
Pemberdayaan Pramuka Siaga Di SDN 1 Mojopanggung Dengan Permainan Ular Tangga Anti Bullying Sebagai Pencegahan Dan Peningkatan Kesadaran Bullying Putri, Novita Surya; Migaputri, Septilia; Iriyanti, Devanny Dwi; Lestari, Hestin Ayu; Ariyani, Ridma
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8a626t88

Abstract

Viralnya video Bullying di media sosial yang dilakukan oleh siswa SDN 1 Mojopanggung dan didukung oleh pernyataan kepala sekolah bahwa pihak sekolah kesulitan memberikan edukasi tentang bullying, hal ini menjadi masalah prioritas utama yang di alami SDN 1 Mojopanggung. Pembullyan yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan dampak serius bagi korban sehingga seorang siswa terganggu dan keberhasilan dalam sekolahnya akan terhambat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan peningkatan kesadaran tentang perilaku bullying. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Game Based Learning (GBL)-peserta pemberdayaan pramuka yaitu siswa kelas 4 dan 5 SDN 1 Mojopangung. Siswa kelas 4 berjumlah 15 orang dan siswa kelas 5 berjumlah 15 orang. Total peserta yang diberdayakan dalam pengabdian masyarakat ini berjumlah 30 orang mahasiswa. Untuk menilai pemahaman siswa tentang bullying diberikan pre-test dan post-test, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 60% siswa memiliki pemahaman yang kurang tentang bullying, terutama terkait bentuk-bentuk tindakan verbal, fisik, dan pelecehan. Setelah intervensi berupa pemberian materi dan pelatihan menggunakan papan permainan ular tangga yang memuat kata-kata terkait tindakan bullying dan tindakan positif, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, terdapat 90% siswa menunjukkan pemahaman baik tentang konsep anti-bullying. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pendekatan GBL yang mampu melibatkan siswa secara aktif, membuat materi lebih mudah dipahami, serta membantu mereka membedakan perilaku yang termasuk bullying dan yang tidak. Temuan ini menegaskan bahwa permainan edukatif dapat menjadi metode intervensi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran anti-bullying pada siswa sekolah dasar. Empowerment of Cub Scouts at SDN 1 Mojopanggung Through Anti-Bullying Snakes and Ladders Games as Prevention and Awareness Enhancement of Bullying Abstract The viral video of bullying on social media carried out by students of SDN 1 Mojopanggung and supported by the principal's statement that the school has difficulty providing education about bullying, this is a top priority problem experienced by SDN 1 Mojopanggung. Bullying that occurs continuously can cause serious impacts for victims so that a student is disturbed and his success in school will be hampered. The purpose of this activity is to increase knowledge and raise awareness about bullying behavior. The method used in this community service is Game Based Learning (GBL) - Scout empowerment participants are students of grades 4 and 5 of SDN 1 Mojopangung. 4th grade students numbered 15 people and 5th grade students numbered 15 people. The total number of participants empowered in this community service was 30 students. To assess students' understanding of bullying, a pre-test and post-test were given, which were then analyzed descriptively. Pre-test results showed that 60% of students had a poor understanding of bullying, especially regarding forms of verbal, physical, and harassment. After the intervention of providing materials and training using a snakes and ladders board game containing words related to bullying and positive actions, there was a significant increase in post-test results, with 90% of students showing a good understanding of the concept of anti-bullying. This increase reflects the effectiveness of the GBL approach which is able to actively engage students, make the material easier to understand, and help them distinguish between behaviors that are bullying and those that are not. These findings confirm that educational games can be an effective intervention method in increasing anti-bullying awareness in elementary school students.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Gulma Rawa dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Majid, Zuliyan Agus Nur Muchlis; Purba, Febriani; Saputra, Riza Adrianoor; Rohmanna, Novianti Adi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rq9vqt56

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan teknologi pembuatan pupuk organik berbasis gulma rawa dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk mendukung keberlanjutan budidaya Cabai Hiyung di Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Metode yang diterapkan meliputi survei awal, sosialisasi, pembangunan rumah pupuk, pelatihan pembuatan pupuk organik dan pengoperasian mesin pencacah bahan organik, serta pendampingan dan monitoring produksi kompos pada skala kelompok. Hasil pelaksanaan menunjukkan: (1) terbangunnya fasilitas rumah pupuk beserta mesin pencacah; (2) percepatan waktu kematangan kompos dari rata-rata 2–3 bulan menjadi sekitar 3–4 minggu pada kondisi operasional rumah pupuk; (3) pengurangan kebutuhan tenaga kerja pada tahap pengolahan hingga ≈40%; (4) 100% peserta pelatihan mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri setelah pendampingan; dan (5) estimasi awal potensi penghematan biaya pembelian pupuk anorganik berkisar 20–30% dengan penurunan penggunaan NPK tampak pada tingkat kelompok (≈10% pada periode awal adopsi). Selain itu, sampel kompos yang dipantau selama 21 hari menunjukkan karakter fisik kematangan yang sesuai kriteria (warna coklat gelap, tekstur remah, tidak berbau menyengat). Kegiatan ini memperkuat kemandirian penyediaan input organik oleh kelompok tani dan berpotensi meningkatkan kesuburan tanah jangka menengah. Rekomendasi meliputi pendampingan lanjutan untuk uji lapang efektivitas pupuk terhadap produktivitas tanaman, optimasi rasio bahan, serta pemeliharaan fasilitas agar keberlanjutan produksi pupuk organik dapat terjamin.  Empowerment of Farmer Groups through Organic Fertilizer Production Based on Swamp Weeds and Oil Palm Empty Fruit Bunches Abstract This community service program aimed to develop an organic fertilizer production technology utilizing swamp weeds and empty fruit bunches of oil palm (EFB) to support the sustainable cultivation of Hiyung chili in Hiyung Village, Tapin Regency, South Kalimantan. The methods included preliminary surveys, awareness sessions, the construction of an organic fertilizer house, training on the production of organic fertilizer and the operation of a shredding machine, as well as mentoring and monitoring of compost production at the farmer-group level. The results demonstrated: (1) the successful establishment of an organic fertilizer house equipped with a shredding machine; (2) a significant reduction in compost maturation time, from the usual 2–3 months to approximately 3–4 weeks under controlled operational conditions; (3) a reduction of labor requirements by around 40% during the processing stage; (4) full adoption of the technology by participants, with 100% of trainees able to independently produce organic fertilizer after the mentoring phase; and (5) an estimated 20–30% potential reduction in chemical fertilizer expenditure, accompanied by an observed initial decrease of about 10% in NPK use at the group level. Weekly monitoring over 21 days also showed that the compost produced met the physical criteria for maturity—including dark brown color, crumbly texture, and the absence of foul odor. Overall, the program strengthened the self-sufficiency of the farmer group in producing organic inputs and has the potential to improve soil fertility in the medium term. Future recommendations include extended mentoring through field trials, optimization of raw material ratios, and regular maintenance of production facilities to ensure long-term sustainability.
INOVASI PESTISIDA NABATI: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Muhammad Amiruddin; Amiruddin, Muhammad; Khasanah, Nur; Nuranisa, Nuranisa; Jusriadi, Jusriadi; Mutmainah, Mutmainah; Dwiyanto, Diky
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6em8sf34

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi serta memanfaatkan pestisida nabati sebagai strategi pengendalian hama yang berkelanjutan di Desa Padang Tumbuo, Kabupaten Tojo Una-Una. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berbasis tumbuhan lokal, serta evaluasi efektivitas kegiatan melalui pre-test dan post-test. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati antara lain daun widuri, daun mimba, serai wangi, bawang putih, cabai, lengkuas dan daun sirsak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani yang sangat signifikan. Pada tahap pre-test, sebanyak 71% peserta berada pada kategori “sangat tidak paham” dan tidak terdapat peserta pada kategori “paham” maupun “sangat paham”. Setelah pelaksanaan kegiatan (post-test), terjadi peningkatan yang drastis, di mana 89% peserta berada pada kategori “sangat paham” dan 19% pada kategori “paham”. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan demonstrasi langsung sangat efektif dalam mentransfer pengetahuan serta membentuk sikap positif petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. kegiatan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa, sebagai upaya mendukung pengurangan penggunaan pestisida kimia dan mendorong penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan. Innovation of Local Plant-Based Botanical Pesticides as an Effort for Sustainable Pest Control among Farmers in Padang Tumbuo Village Abstract This community service activity aims to improve farmers' knowledge and skills in producing and utilizing botanical pesticides as a sustainable pest control strategy in Padang Tumbuo Village, Tojo Una-Una Regency. The implementation method includes initial observation, socialization, training, and demonstration of making botanical pesticides based on local plants, as well as evaluating the effectiveness of the activity through pre-tests and post-tests. The main ingredients used in making botanical pesticides include widuri leaves, neem leaves, lemongrass, garlic, chili, galangal, and soursop leaves. The evaluation results show a very significant increase in farmers' understanding. In the pre-test stage, 71% of participants were in the "very unclear" category and there were no participants in the "understanding" or "very understanding" categories. After the implementation of the activity (post-test), there was a drastic increase, where 89% of participants were in the "very understanding" category and 19% were in the "understanding" category. These findings indicate that the training and direct demonstration methods are very effective in transferring knowledge and forming positive attitudes of farmers towards the use of botanical pesticides. Overall, this activity contributes significantly to increasing farmers' awareness and capacity to reduce dependence on synthetic chemical pesticides. This activity has great potential for replication and development in other regions with similar challenges, as an effort to reduce the use of chemical pesticides and encourage the implementation of sustainable agricultural systems
Pendampingan Desain Perangkat Pembelajaran Deep Learning di MA NW Sukamulia Fatmawati, Baiq; Muliawan, Wawan; Asri, Indra Himayatul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4204

Abstract

Program Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan desain pembelajaran mendalam (deep learning) bagi guru-guru di MA NW Sukamulia. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman praktis tentang penerapan deep learning dalam pembelajaran. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang meliputi sosialisasi teori deep learning dan pendampingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran berbasis deep learning sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Hasil tes pengetahuan yang dilakukan melalui platform Quizizz menunjukkan bahwa mayoritas guru memahami konsep dasar deep learning, terutama dalam kategori Kerangka Pembelajaran Mendalam (94,2% jawaban benar) dan Prinsip Pembelajaran Mendalam (87,3% jawaban benar). Namun, terdapat tantangan pada kategori Pengalaman Belajar Mendalam, dengan 21,5% jawaban salah, yang mengindikasikan kesulitan dalam penerapan konsep tersebut di kelas. Kontribusi pengabdian ini adalah untuk memperkuat pemahaman praktis guru dalam menerapkan deep learning, dengan fokus pada peningkatan keterampilan dalam merancang pengalaman belajar mendalam. Diharapkan, pendampingan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk tantangan pendidikan abad ke-21, dengan menekankan pemahaman yang mendalam, berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah. Deep Learning Device Design Assistance at MA NW Sukamulia Abstract This Community Service Program aims to provide deep learning design assistance to teachers at MA NW Sukamulia. The main problem faced by partners is a lack of practical understanding of the application of deep learning in teaching. This program uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, which includes socialization of deep learning theory and assistance in developing deep learning-based learning tools according to the subjects taught. The results of the knowledge test conducted through the Quizizz platform indicate that the majority of teachers understand the basic concepts of deep learning, especially in the categories of Deep Learning Framework (94.2% correct answers) and Deep Learning Principles (87.3% correct answers). However, there are challenges in the Deep Learning Experience category, with 21.5% incorrect answers, indicating difficulties in implementing these concepts in the classroom. The contribution of this community service is to strengthen teachers' practical understanding in implementing deep learning, with a focus on improving skills in designing deep learning experiences. It is hoped that this assistance will improve the quality of learning and prepare students for the challenges of 21st-century education, by emphasizing deep understanding, critical thinking, and problem-solving skills.
Optimalisasi Ketahanan Pangan melalui Pelatihan Manajemen Usaha Tani dan Edukasi Pupuk Berbasis Unsur Hara Tanah harini puspita; Puspita, Ni Nyoman Harini; Wisnawa, I Putu Oka; Rai, I Nyoman; Pratama, I Putu Arie; Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4336

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan ketahanan pangan melalui pelatihan manajemen usaha tani yang berfokus pada pencatatan keuangan sederhana serta peningkatan pemahaman praktik pertanian berkelanjutan pada kelompok tani. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendampingan pemanfaatan informasi unsur hara tanah untuk mendukung pengambilan keputusan penggunaan input pertanian secara lebih bijak. Pelatihan yang dilaksanakan pada 13 November 2025 meliputi pencatatan keuangan usaha tani serta sosialisasi dampak penggunaan pupuk kimia terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara kepada peserta pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80% peserta mampu memahami dan melakukan pencatatan keuangan usaha tani secara mandiri, serta 85% peserta meningkat pemahamannya mengenai dampak penggunaan pupuk kimia terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 17 (Partnership for the Goals) melalui penguatan kapasitas petani dan kolaborasi dalam penerapan praktik pertanian berkelanjutan. Optimizing Food Security through Farm Management Training and Soil Nutrient-Based Fertilizer Education Abstract This Community Service Program aims to optimize food security through farm business management training focused on financial record-keeping and improving farmers’ understanding of sustainable agricultural practices. The activity was conducted as part of mentoring in utilizing soil nutrient information to support more informed and responsible input management. The training, held on November 13, 2025, covered simple farm financial records and socialization on the environmental and soil fertility impacts of excessive chemical fertilizer use. The results indicate improved farmers’ awareness of the importance of financial records for evaluating farm performance and increased understanding of the risks associated with improper fertilizer application. Soil nutrient information was used as an educational medium to encourage more appropriate and sustainable fertilizer practices. Overall, the program contributed positively to enhancing farmers’ economic and environmental awareness in support of sustainable food security.
Inovasi Produk UMKM Tahu di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek Melalui Pelatihan dan Pendampingan Digitalisasi Pemasarannya Ermawati, Frida U.; Suaebah, Evi; Fitriana, Fitriana; Munasir, Munasir; Supardi, Zainul Arifin Imam; maftuhin, Wafa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4380

Abstract

Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, merupakan salah satu sentra produksi kedelai yang memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Namun, pengolahan kedelai oleh UMKM tahu setempat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan variasi produk dan pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga nilai jual dan jangkauan pasar produk belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu UMKM meningkatkan nilai tambah dan daya saing melalui inovasi produk serta pendampingan digitalisasi pemasaran. Kegiatan diawali dengan observasi dan identifikasi permasalahan mitra, dilanjutkan dengan penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan tahu sutera, pendampingan pemasaran digital, serta evaluasi dampak kegiatan. Pelatihan difokuskan pada penguasaan teknik pembuatan tahu sutera dengan tekstur lebih lembut dan cita rasa yang lebih baik, disertai penerapan higiene dasar dan pengemasan sederhana. Pada aspek pemasaran, mitra didampingi memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk promosi, penyusunan katalog produk, dan pengelolaan pemesanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada praktik usaha mitra, ditandai dengan kemampuan memproduksi tahu sutera sebagai produk bernilai tambah, penggunaan kemasan dan label yang lebih informatif, serta mulai aktifnya kanal pemasaran digital. Selain memberikan dampak awal terhadap peningkatan kompetensi produksi dan pemasaran UMKM tahu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs No. 1 (No Poverty), SDGs No. 2 (Zero Hunger), dan SDGs No. 3 (Good Health and Well-being). Kegiatan ini berpotensi memperkuat keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM secara bertahap. Tofu MSME Product Innovation in Gandusari District, Trenggalek Regency Through Digital Marketing Training and Mentoring  Abstract Gandusari District in Trenggalek Regency is a soybean production center with the potential to meet the community's protein needs. However, the utilization of soybeans by tofu Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still faces limitations, particularly in product variation and conventional marketing, resulting in relatively low market reach and selling value. This Community Service (PKM) activity aims to increase the added value and competitiveness of tofu MSMEs through product innovation training in making silk tofu (tahu sutera) and digital marketing assistance. The implementation methods included observation and problem identification, program planning, counseling, practical training and mentoring, and impact evaluation. Product innovation training focused on mastering the techniques of producing seasoned silk tofu with a soft texture and improved flavor, accompanied by the application of basic hygiene and simple packaging. Digital marketing assistance was conducted by optimizing social media and instant messaging applications for promotion, product catalogs, and ordering. The results showed a significant increase in the partner's understanding and skills in producing silk tofu and managing digital marketing channels. This activity has successfully opened up new market opportunities and increased the economic value of the partner's tofu products.
Penerapan Metode Experiential Learning pada  Pelatihan Pencatatan Transaksi UMKM Binaan Perum Peruri Rilla Gantino; Gantino, Rilla; Rachmadany, Lianda
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4419

Abstract

Program pengabdian masyarakat melalui Peruri Entrepreneur Academy (PEDIA) bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas pencatatan transaksi UMKM binaan Perum Peruri, dengan fokus pada permasalahan klasik yaitu pencampuran harta pribadi dan usaha. Peserta dibekali pemahaman akuntansi dasar, mulai dari konsep akun hingga penyusunan laporan keuangan terintegrasi seperti neraca dan laporan laba rugi. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan empiris bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia belum memiliki sistem pencatatan standar dan sering mencampuradukkan keuangan pribadi dengan usaha. Metode pelatihan menggunakan kerangka Experiential Learning Kolb (Kolb DA, 1984.) melalui empat tahap: pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Program dilaksanakan secara daring selama 12 minggu (3 bulan) dengan frekuensi satu kali pertemuan per minggu berdurasi 1,5 jam, total 18 jam. Setiap sesi terdiri atas penyampaian teori (30 menit), praktik studi kasus bisnis peserta (45 menit), serta diskusi dan tanya jawab (15 menit). Materi disusun progresif dari pengenalan akuntansi, pemahaman akun, neraca, laba rugi, pencatatan jurnal khusus, hingga integrasi laporan keuangan lengkap. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan. Pemahaman tujuan pencatatan transaksi naik dari 9,6% (Pre-Test) menjadi 80,6% (Post-Test). Pengetahuan laporan posisi keuangan meningkat dari 9,6% menjadi 87%. Dalam praktik, 25 dari 31 peserta (lebih dari 80%) berhasil menyusun neraca dengan baik. Program ini juga mengubah persepsi peserta, dari anggapan “uang masuk ke kantong adalah milik pribadi” menjadi kesadaran pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Implementation of Experiential Learning Method in Training on Transaction Recording for MSMEs Assisted by Perum Peruri  Abstract This community service program aimed to strengthen financial literacy and transaction recording capacity among MSMEs assisted by Perum Peruri through the Peruri Entrepreneur Academy (PEDIA). The initiative addressed a common challenge faced by entrepreneurs: mixing personal and business finances. To overcome this, participants were introduced to fundamental accounting concepts, from accounts to preparing integrated financial statements such as balance sheets and income statements. The program responded to the reality that most MSMEs in Indonesia lack standardized recording systems and often combine personal and business funds.Training applied Kolb’s Experiential Learning framework (1984), implemented through four stages: Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, and Active Experimentation. Conducted fully online over three months (12 weeks), each weekly session lasted 1.5 hours, totaling 18 hours. Materials progressed from basic to advanced, covering accounting introduction, accounts, balance sheets, income statements, journal entries, and integrated reporting. Evaluation showed significant improvement. Correct answers on the purpose of financial recording rose from 9.6% (Pre-Test) to 80.6% (Post-Test). Over 80% of participants successfully prepared balance sheets, and perceptions shifted toward recognizing the importance of separating personal and business finances.