cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Diseminasi Aplikasi Teknologi SODIS (Solar Water Disinfection) dalam Pengolahan Air Bersih Menjadi Air Minum bagi Masyarakat Karangploso Kabupaten Malang Lud Waluyo; Samsun Hadi; Erni Yohani Mahtuti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.718

Abstract

Salah satu cara untuk memusnahkan mikroba dalam air konsumsi adalah dengan menggunakan teknologi sederhana, yang dapat dilakukan pada hampir setiap rumah tangga, yaitu Solar Water Disinfection (SODIS). SODIS merupakan teknologi untuk memperoleh air minum  dengan memanfaatkan panas matahari secara langsung. Tujuan pengabdian ini adalah mendiseminasikan teknologi SODIS dalam mengolah air mentah menjadi air minum yang siap dikonsumsi oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah–tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi yang diberikan adalah (a) Memberikan penyuluhan tentang: (1)  kualitas air bersih dan air minum, (2) peranan air bersih berkaitan dengan dengan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat, (3) definisi, peranan, ruang lingkup, peranan  secara ekonomis, teknologi, dampak positif, dan cara penerapan SODIS secara sederhana; (b) Memberikan pelatihan dalam bentuk demontrasi dan praktek tentang pembuatan air minum dengan teknologi SODIS, dan (c) Mengevaluasi hasil penyuluhan dan pelatihan tentang penerapan teknologi SODIS. Hasil yang diperoleh adalah cara-cara diseminasi teknologi SODIS adalah (a) dengan memberikan penyuluhan tentang: (1)  kualitas air bersih dan air minum, (2) peranan air bersih berkaitan dengan dengan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat, (3) teknologi definisi, peranan, ruang lingkup, peranan  secara ekonomis, teknologi, dampak positif SODIS, dan cara penerapannya secara sederhana; (b) Memberikan pelatihan, dalam bentuk demontrasi dan praktek langsung tentang pembuatan air minum dengan teknologi SODIS. Dapat disimpulkan bahwa diseminasi teknologi SODIS dalam mengolah air mentah menjadi air minum yang siap dikonsumsi oleh masyarakat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Dissemination of Solar Water Disinfection (SODIS) Applications in Drinking Water Treatment for the Karangploso Community, Malang Regency One way to destroy microbes in drinking water is to use a simple technology, which can be done in almost every household, namely Solar Water Disinfection (SODIS). SODIS is a technology to obtain drinking water by utilizing direct sunlight. The purpose of this service is to disseminate SODIS technology in processing raw water into drinking water that is ready for consumption by the community. The methods used in this service are lectures – questions and answers, demonstrations, and hands-on practice. The materials provided are (a) Providing counseling about: (1) the quality of clean water and drinking water, (2) the role of clean water in relation to the health of individuals, families, and communities, (3) the definition, role, scope, role in general. economy, technology, positive impact, and simple way of implementing SODIS; (b) Provide training in the form of demonstrations and practice on the manufacture of drinking water with SODIS technology, and (c) Evaluate the results of counseling and training on the application of SODIS technology. The results obtained are ways to disseminate SODIS technology are (a) by providing counseling on: (1) the quality of clean water and drinking water, (2) the role of clean water in relation to the health of individuals, families, and communities, (3) technology definition, role, scope, role economically, technologically, the positive impact of SODIS, and how to apply it in a simple way; (b) Provide training, in the form of demonstrations and hands-on practice on the manufacture of drinking water using SODIS technology. It can be concluded that the dissemination of SODIS technology in processing raw water into drinking water that is ready to be consumed by the community is going well and is beneficial for the community.
Biointerprenership Skill Modal Sukses Pasca Pandemi Covid-19 Hulyadi Hulyadi; Muhali Muhali; Hendrawani Hendrawani; Taufik Samsuri; Baiq Mirawati; Muhammad Fuaddunazmi; Helmi Rahmawati
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.724

Abstract

Mitra pengabdian ini adalah kelompok tani jamur sekecamatan pringgarata. Masalah yang paling banyak dikeluhkan petani jamur khususnya jenis merang dan tiram adalah produksi yang tidak menentu dan kualitas jamur yang sulit dipertahankan. Ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan petani jamur untuk dapat menghasilkan panen jamur yang maksimal. Pertama jamur merupakan tumbuhan yang tidak berklorofil sehingga tidak dapat memproduksi makanannya sendiri. Jamur memperoleh maknannya dari media tumbuhnya. Jadi kualitas media tumbuh merupakan kunci untuk mendapatkan jamur dengan jumlah dan kualitas yang diharapkan. Kedua jamur rentan dengan perubahan iklim jadi petani harus mampu menciptakan lingkungan yang ideal untuk tumbuh kembang jamur. Faktor terahir yang biasanya berpengaruh dalam budidaya jamur adalah kontaminan penggangu yang biasanya hadir karena media tanam dan lingkungan yang kurang bersih atau tidak seteril. Ketiga faktor ini masih kurang dipahami oleh klompok tani jamur Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata sehingga hasil panennya masih belum maksimal. Ketiga faktor tersebut yang menjadi fokus tim pengabdian untuk diberikan kepada mitra untuk mendapatkan hasil panen jamur yang maksimal. Target dalam pengabdian ini adalah klompok tani dapat membuat media tanam yang ideal untuk tumbuh kembang jamur. Klompok tani juga mampu membuat larutan formalin untuk sterilisasi lingkungan media tanam jamur. Hasil kegiatan ini petani jadi lebih mehami teknik pengomposan dan kontaminan yang harus diatasi. Petani jamur memiliki keterampilan dalam merekayasa ikilim kumbung jamur untuk dapat menghasilkan produk jamur yang maksimal. Produksi maksimal ekonomi petani jamur terangkat ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Iointerprenership Skill Capital Success Post-Covid-19 Pandemic This service partner is a mushroom farmer group in the Pringgarata sub-district. The problem that most mushroom farmers complain about, especially the types of straw and oysters is the erratic production and the quality of the mushrooms that are difficult to maintain. There are three main components that must be considered by mushroom farmers to be able to produce maximum mushroom harvests. First, fungi are plants that do not contain chlorophyll, so they cannot produce their own food. Mushrooms derive their meaning from their growing medium. So the quality of the growing media is the key to getting mushrooms with the expected quantity and quality. Both mushrooms are vulnerable to climate change so farmers must be able to create an ideal environment for mushroom growth. The last factor that usually affects mushroom cultivation is nuisance contaminants which are usually present due to the planting media and an environment that is not clean or not sterile. These three factors are still poorly understood by the mushroom farmer group in Taman Indah Village, Pringgarata District so the harvest is still not optimal. These three factors are the focus of the dedicated team to give to partners to get maximum mushroom yields. The target of this service is that farmer groups can make ideal planting media for mushroom growth. Farmer groups are also able to make formalin solutions for the environmental sterilization of mushroom growing media. As a result of this activity, farmers have a better understanding of composting techniques and the contaminants that must be overcome. Mushroom farmers have skills in engineering the lumbung mushroom climate to be able to produce maximum mushroom products. The maximum economic production of mushroom farmers is raised amid uncertain economic conditions. 
Socialization and Practice of Processing Coconut Cooking Oil based on SNI 3741:2013 Quality Standard for Residents in Gondoruso Village, Pasirian Lumajang Frida Ulfah Ermawati; Dzulkiflih Dzulkiflih; Tony Seno Aji; Choirul Anna Nur Afifah; Abu Zainuddin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.766

Abstract

Gondoruso village, Pasirian Lumajang has many coconut trees. However, the coconuts were only harvested and sold in the local market at a price of IDR 2,000-3,000/fruit. Some local residents had initiated efforts to process coconuts into cooking oil, but the resulting oil smelled rancid so they stopped it. This paper reported the results of our community service activities in assisting Gondoruso Village residents to proceed coconut into cooking oil that meets the SNI 3741:2013 quality standard. The aim was to train the residents’ skills in producing qualified coconut cooking oil so they could earn extra family income. Eight old coconuts were grated, and thick coconut milk was taken. The coconut milk was left overnight in the refrigerator to produce lumps of coconut milk. The lumps of coconut milk were taken and cooked over low heat. About 10 minutes later, the oil started to come out, and the cooking process continued for 40-45 minutes until all the oil-came out, and 550 ml of cooking oil was produced. The SNI 3741:2013 quality test revealed that the cooking oil was of very good quality because the values of 6-SNI parameters met the standard, i.e., organoleptic is liquid, clear yellow, sweet coconut, and tasteless; moisture content=0.13% w/w; acid number=0.06% w/w; peroxides number=0; the pelican oil=negative, and the linoleic acid=0.13%. The production and market analyses stated that the production cost of 550 ml of coconut oil=IDR 27,600, while the selling price in the market=IDR 80,000/500 ml.
Penanaman Mangrove di Pantai By Pass Kolaka untuk Membangun Karakter Peduli Lingkungan Pesisir dan Pantai Mahasiswa Andri Estining Sejati; La Ode Nursalam; L.M. Ruspan Takasi; Eko Harianto; Sakka Hasan; Sitti Kasmiati; Arisona Arisona
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.789

Abstract

Lingkungan pesisir dan pantai terjaga dengan adanya tanaman mangrove. Abrasi yang mengenai jalan by pass Kolaka yang berhadapan dengan Teluk Bone dapat direduksi oleh mangrove sebagai tanggul alami. Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi FKIP USN Kolaka perlu mempraktekkan upaya penanaman mangrove sebagai upaya untuk untuk meningkatkan kepedulian lingkungan pesisir dan pantai. Pelaksanaan penanaman melibatkan 15 mahasiswa, 5 instruktur, dan 12 panitia yang merupakan tim pengabdian kepada masyarakat penanaman pohon mangrove. Kegiatan dilaksanakan dengan membersihkan lingkungan pesisir dan pantai dari sampah, menanam, dan merawat 200 pohon mangrove. Mahasiswa merasakan manfaat dalam hal mengasah karakter peduli lingkungan pesisir dan pantai dengan melakukan praktek langsung dan mengkaitkan dengan mata kuliah terkait. Kegiatan dapat dijadikan role model dan kegiatan rutin bagi perusahaan yang memiliki dampak kepada lingkungan sekitar. Mangrove Planting in The Kolaka By Pass Beach for Construct Students Coastal and Beach Environment Awareness Abstact The coastal and coastal environment is maintained by the presence of mangrove plants. Abrasion on the Kolaka by-pass road facing Bone Bay can be reduced by mangroves as natural embankments. S1 students of Geography Education FKIP USN Kolaka need to practice mangrove planting efforts to increase awareness of the coastal and beach environment. The implementation of the planting involved 15 students, five instructors, and 12 committees who were a community service team for planting mangrove trees. Activities carried out by cleaning the coastal and beach environment from garbage, planting, and caring for 200 mangrove trees. Students feel the benefits of honing the character of caring for the coastal and beach environment by doing direct practice and linking it with related courses. Activities can be used as role models and routine activities for companies that impact the surrounding environment.
Budidaya Lele Mutiara (Mutu Tinggi Tiada Tara) berbasis Shipon Termodifikasi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Moh. Toifur; Yahya Hanafi; Okimustava Okimustava; Muhammad Faisal; Bayu Setiawan; Silvia Laeli; Irfan Rosyadi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.793

Abstract

Permasalahan yang dijumpai di mitra yaitu modal usaha KWT, pengalaman budidaya lele Mutiara, pemeliharaan lele Mutiara, pengelolaan limbah ikan, penyakit ikan, pengobatan penyakit ikan, pemasaran dan pengolahan pasca panen. Solusi yang ditawarkan berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang terdapat di mitra yaitu melalui budidaya ikan lele Mutiara dengan metode Shipon termodifikasi. Metode Siphon sangat bermanfaat untuk mengurangi endapan ammonia di dasar kolam lele yang bersumber dari kotoran ikan dan sisa pakan. Kadar ammonia dalam air akan sangat menentukan kesehatan ikan, jika dapat diturunkan maka kualitas air juga akan lebih sehat untuk ikan lele. Tujuan dari PkM yaitu meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi warga masyarakat khususnya KWT Mekar Jannah dan  pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan yang produktif. Tahapan kegiatan PkM dibagi menjadi empat yaitu persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pemasaran. Teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner dengan instrumen berupa angket. Jumlah responden yaitu 30 anggota KWT Mekar Jannah. Hasil pengukuran keberdayaan yaitu  warga sasaran memberikan penilaian sangat baik pada semua aspek meliputi: kejelasan perolehan transfer teknologi (93%), keunggulan metode shipon dibanding metode konvensional (91,67%), peningkatan pengetahuan mitra (92,50%), peningkatan kemampuan mitra (80,83%), manfaat yang diperoleh (89,17%), komitmen peserta (96,67%), transfer keterampilan (95,83%), meningkatkan pendapatan warga (95,83%). Berdasarkan hasil angket tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, dan warga sasaran memiliki komitmen terkait keberlanjutan program. Modified Shipon-based Pearl Catfish Cultivation as an Effort to Improve Community Economy Abstract The problems partners encounter are KWT business capital, the experience of pearl catfish cultivation, maintenance of pearl catfish, fish waste management, fish diseases, treatment of fish diseases, marketing, and post-harvest processing. The solution offered is based on analyzing the situation and problems found in partners, namely through Pearl catfish cultivation with the modified Shipon method. The Siphon method is beneficial for reducing ammonia deposits at the bottom of catfish ponds sourced from fish waste and leftover feed. Ammonia levels in the water will significantly determine the health of fish, and if they can be lower, the water quality will also be healthier for catfish. The purpose of the PkM is to improve food security and the community's economy, especially KWT Mekar Jannah, and limit land use for productive activities. The stages of PkM activities are divided into preparation, implementation, maintenance, and marketing. The data collection technique is through a questionnaire with an instrument in the form of a questionnaire. The number of respondents is 30 members of the Mekar Jannah KWT. The results of the empowerment measurement are that the target citizens gave an excellent assessment on all aspects, including clarity of technology transfer acquisition (93%), the superiority of the Shipon method compared to conventional methods (91.67%), increased partner knowledge (92.50%), increased partner capabilities (80.83%), the benefits obtained (89.17%), the commitment of the participants (96.67%), the transfer of skills (95.83%), increasing the income of the residents (95.83%). The questionnaire results show that PkM activities have achieved the predetermined success indicators, and the target residents are committed to the program's sustainability.
Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web bagi Guru-Guru SMA di Kabupaten Konawe La Ode Nursalam; Zalili Sailan; Sakka Hasan; L.M. Ruspan Takasi; Eko Hariyanto; Syarifuddin Syarifuddin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.798

Abstract

Telah dilakukan Pengabdian Pada Masyarakat melalui Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web Bagi Guru-Guru SMA di Kabupaten Konawe. Sasaran dari pelatihan ini adalah Guru-Guru SMA/Sederajat Se Kabupaten Konawe. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah melatih guru SMA di Kabupaten Konawe dalam menyusun bahan ajar berbasis web. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi model pembelajaran, materi E-Learning  berbasis Web secara ringkas, kemudian diikuti dengan diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas mandiri kepada setiap peserta. Hasil Pengabdian yang dilakukan diperoleh bahwa Bahan ajar Interaktif Model e-Learning Berbasis Web memenuhi kelayakan dengan deskripsi untuk tampilan media web bahan ajar masuk dalam kategori Baik (dengan rata-rata persentase 78,39%), untuk bahan ajar masuk dalam kategori Baik (dengan rata-rata persentase 88,47%), dan untuk persepsi siswa terhadap bahan ajar masuk dalam kategori Cukup Baik (dengan rata-rata persentase 66,84%). Hasil pengabdian ini dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe untuk mencoba menerapkan model pembelajaran inovatif dan perangkat pembelajaran model E-learning berbasis Web tersebut pada sekolah lain yang ada di Kabupaten Konawe. Training of Web-Based Teaching Materials for High School Teachers in Konawe District Abstract Community Service has been conducted through Training on the Preparation of Web-Based Teaching Materials for High School Teachers in Konawe Regency. The target of this training is a high school/equivalent teachers throughout Konawe Regency. The purpose of this activity is to train high school teachers in Konawe Regency in compiling web-based teaching materials. The method used includes the presentation of learning model material, Web-based E-Learning material briefly, then followed by discussion, question and answer, and giving independent assignments to each participant. The results of the service carried out showed that the interactive teaching materials of the Web-Based e-Learning Model met the eligibility with a description for displaying web media, teaching materials were in the Good category (with an average percentage of 78.39%), for teaching materials were in the Good category (with an average percentage of 78.39%), the average percentage is 88.47%). Students' perceptions of teaching materials are in the Good Enough category (with an average percentage of 66.84%). The results of this service can be used as the basis for policy-making for the Konawe Regency Education and Culture Office to try to apply innovative learning models and Web-based E-learning models to other schools in Konawe Regency
Pengukuran Pemahaman Kelistrikan Masyarakat Daerah Rawan Banjir Desa Dringu Menggunakan Metode System Usability Scale Agung Yatiningrum; Sabrina Annisa Rizky; Putro Adi Pamungkas; Ahmad Bayhaqi; Ainur Rofiq
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.801

Abstract

Tiga bahaya yang diakibatkan oleh listrik, yaitu kesetrum (sengatan listrik), ledakan, dan panas atau kebakaran. Tidak jarang masyarakat cenderung lalai akan antisipasi bahaya yang disebabkan oleh listrik. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang kelistrikan, khususnya penanganan listrik ketika terjadi bencana. Konsleting listrik merupakan hal nyata yang akan dihadapi saat banjir terjadi.  Di mana banjir yang terjadi di Desa Dringu beberapa tahun terakhir ini menjadi perhatian khusus. Karenanya, dibutuhkan kesigapan serta kerjasama antar warga dan pemerintah serta PLN sebagai perusahaan penyedia listrik. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Panca Marga Probolinggo mengadakan kegiatan sosialisasi kelistrikan. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh RT, RW, dan Kader PKK Desa Dringu dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat sekitar tentang pemasangan instalasi listrik rumah tangga dengan prosedur pemasangan yang benar sesuai standar SNI dan PUIL, dan pencegahan serta penanganannya agar meminimalisir kecelakaan dan dampak yang dapat ditumbulkan pra dan pasca bencana banjir terjadi. Melalui kegiatan penyuluhan ini juga dilakukan pengukuran tingkat pemahaman masyarakat menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Didapatkan hasil yaitu sebelum dilakukan penyuluhan, rata rata tingkat pemahaman masyarakat sebesar 63,6 dan dapat dikategorikan kurang paham dan kurang tanggap. Sedangkan hasil pengukuran pasca penyuluhan, rata-rata tingkat pemahaman masyarakat meningkat menjadi 94,5. Kata Kunci: Banjir, Konsleting, Keamanan Listrik, System Usability Scale (SUS) The Measurement of Electricity Understanding for Flood Prone Area Society in Dringu Village Using System Usability Scale Method Three hazards caused by electricity, namely electrocuted (electric shock), explosion, and heat or fire. Not infrequently people tend to ignore the anticipation of the dangers caused by electricity. This is due to the public's lack of understanding about electricity, especially handling electricity when a disaster occurs. Electrical short circuit is a real thing that will be faced when a flood occurs. Wherein the flood that occurred in Dringu Village in the last few years has received particular concern. Therefore, it takes alertness and cooperation between citizens and the government as well as PLN as an electricity supply company. Through Kuliah Kerja Nyata (KKN) activities, the student of Panca Marga University of Probolinggo has held electricity socialization program. The program was attended by RT, RW, and PKK Cadres of Dringu Village with total 25 participants. This program is expected to be able to educate the surrounding community about the installation of household electrical installations in accordance with the correct procedures according to SNI and PUIL, and prevention as well its handling in order to minimize the accident and the impact that can be caused before and after the flood disaster occurs. This program also measuring the level of public understanding using System Usability Scale (SUS) method. The result obtained that before the socialization was carried out, the average level of public understanding was 63,6 and could be categorized as less understanding and less responsive. While after the socialization, the average level of public understanding increased to 94,5.  
Pelatihan Pembuatan Eco enzyme sebagai Handsanitizer dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Lembah Damai Yesi Mutia Basri; Poppy Nurmayanti; Nita Wahyuni; Fitri Fitri; Mukhlis Mukhlis; David Febryant; Dira Febrianti; Nanda Fatmawati; Nurhafida Nurhafida; Putri Badriah Mukarromah; Ruminda Ruminda; Annisa Dwi Yuliana; Melta Suplina; Citra Rezki Ramadhani; Widiasti Sukmaningrum
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.815

Abstract

Saat sekarang ini sampah sudah mulai dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Pengolahan sampah menjadi produk yang lebih berguna mulai aktif dilakukan seperti menjadikan sampah untuk energi, kompos, pupuk atau sebagai bahan baku dalam industri. Sampah organik dapat diolah menjadi Eco enzyme yang memiliki manfaat ganda. Cairan Eco enzyme ini multifungsi dan aplikasinya dapat meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Program ini bertujuan menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih (Zero Waste) sekaligus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Kegiatan ini mengenalkan inovasi alat fermentor eco enzyme yang dapat digunakan lebih efektif. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan pelatihan yang dilakukan secara langsung  dan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan eco enzyme dengan menggunakan eco fermentor dan pembuatan handsanitizer. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman mitra dalam produksi handsanitizer. Handsanitizer yang dihasilkan selanjutnya  diuji efektivitasnya dalam membunuh bakteri. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh mitra Bank sampah dalam memproduksi handsanitizer sehingga dapat meningkatkan ekonomi. Workshop on the production of Eco enzyme as a Hand Sanitizer in Improving the Economy of the Village Community of Lembah Damai  Abstract Nowadays, waste has begun to be seen as a resource that has economic value. Processing waste into more valuable products has started to be actively carried out, such as making waste for energy, compost, fertilizer, or as raw material in the industry. Organic waste can be processed into Eco enzyme, which has multiple benefits. This Eco enzyme liquid is multifunctional, and its applications can include households, agriculture, and livestock. This program aims to be a solution to create a clean environment (Zero Waste) as well as to improve the economy of the surrounding community. This activity introduces an innovative eco-enzyme fermenter that can be used more effectively. The method of implementing the action is through training which is carried out directly and followed by assistance in making eco enzymes using an eco fermenter and hand sanitizer. This activity resulted in an increased understanding of partners in the production of hand sanitizer. The hand sanitizer produced is then tested for its effectiveness in killing bacteria. This activity is expected to be continued by Waste Bank partners in creating hand sanitizer to improve the economy
Workshop Editing Video Pembelajaran Pada SMP Negeri 30 Palembang Dewi Sartika; Imelda Saluza; Indah Permatasari; Yosef Yulius
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.817

Abstract

Proses pembelajaran dilakukan dengan bantuan teknologi guna mengurangi kontak fisik yang dianggap sebagai salah satu penyebab cepat tersebarnya virus covid-19. Oleh karena itu, perlunya pemahaman terkait pemanfaatan teknologi dalam menciptakan media pembelajaran yang dapat membantu proses penyampaian materi ajar secara efektif. Salah satu media pembelajaran yang digunakan berupa video pembelajaran yang dapat diputar berulang – ulang oleh siswa dirumah sampai materi tersebut dipahami. Video pembelajaran diharapkan berisikan materi yang telah diringkas sehingga durasinya tidak terlalu lama, memiliki kualitas audio yang jelas, serta transisi atau dapat ditambahi dengan musik agar lebih menarik dan tidak membosankan. SMP Negeri 30 Palembang selaku mitra ingin meningkatkan kreativitas sekaligus kompetensi guru mata pelajaran dalam menyusun dan mengembangkan media pembelajaran yang menarik khususnya dalam bentuk video pembelajaran Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan editing video yaitu Shotcut. Aplikasi ini dianggap paling relevan untuk digunakan karena selain memiliki fitur-fitur yang lengkap, mudah dipahami, tidak berbayar dan video hasil editing tidak dibubuhi watermark layaknya aplikasi editing video gratis lainnya. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan berupa workshop yang diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran. Setelah kegiatan terlaksana diperoleh hasil bahwa seluruh peserta telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membuat video pembelajaran sedangkan untuk pengetahuan dan keterampilan editing video menggunakan Shotcut telah dikuasai oleh 70% peserta. Hasil tersebut diperoleh karena fasilitas yang diperlukan belum memadai, sehingga direkomendasikan kepada mitra untuk melakukan pengadaan fasilitas yang dapat digunakan secara bersama bagi guru mata pelajaran dalam membuat media pembelajaran. The Learning Video Editing in SMP Negeri 30 Palembang Abstract The learning process is carried out with the help of technology to reduce physical contact, which is considered one of the causes of the rapid spread of the covid-19 virus. Therefore, it is necessary to understand the use of technology in creating learning media that can help deliver teaching materials effectively. One learning media used is a video that students can rewind at home until they understand the materials. Learning video is expected to contain summarized materials so that the duration is not too long, the audio quality is clear, and there is a transition or music to make the video more interesting and fun. SMP Negeri 30 Palembang, as a partner, wanted to increase the creativity and the competence of teachers in compiling and developing interesting learning media, especially learning videos. One of the applications that could be used to edit videos was Shotcut. Shotcut is considered the most relevant application because it not only has complete features but is also easy to understand and free. Besides, the edited video is not watermarked like other free video editing applications. Implementing the Community Partnership Program was carried out through a workshop that all teachers attended. After the activity was carried out, it was found that all participants had acquired the knowledge and skills to make a learning video. Knowledge and skill of video editing using shortcuts had also been mastered by 70% of the participants. These results were obtained because the required facilities were not adequate. Because of that reason, SMP Negeri 30 Palembang needs to have some facilities which teachers can use in making learning media in the future.
Produksi Kompos melalui Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Composter Bag di Desa Ayunan, Kabupaten Badung Javandira Cokorda; I Made Wahyu Wijaya; Anak Agung Istri Ita Paramita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.824

Abstract

Pengembangan Desa Ayunan sebagai desa wisata tentunya akan berdampak pada peningkatan pengunjung dan berimplikasi pada peningkatan timbulan sampah. Pengelolaan sampah yang baik tentunya sangat penting dalam pengembangan desa wisata untuk memberikan suasana yang nyaman dan asri baik bagi masyarakat desa ataupun pengunjung. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai akselerasi pengelolaan persampahan di Desa Ayunan untuk mendukung pengembangan Desa Ayunan sebagai Desa Wisata. Kegiatan yang dilakukan berupa pembinaan kelompok PKK Desa Ayunan sebanyak 50 orang untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dengan menggunakan komposter bag. Serangkaian kegiatan berupa workshop pembuatan kompos dan pendampingan intensif telah dilakukan untuk memastikan kegiatan pengolahan sampah organik di Desa Ayunan telah dilakukan. Berdasarkan hasil monitoring, anggota PKK telah melakukan pembuatan kompos di rumah nya masing-masing dan tentunya akan memanfaatkan kompos yang dihasilkan. Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan, pihak desa tentunya perlu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk upaya pengolahan sampah organik di rumah masing-masing. Compost Production in Household Waste Management by Using Composter Bag in Ayunan Village, Badung Regency Developing Ayunan Village as tourism village will increase the visitors and activities that has impact on waste generation in the village. A good waste management in the village will support the convenience and cleanliness the tourism village. The project aims to accelerate the involvement of village community in managing their household waste in supporting the Ayunan Village as tourism village. The main activity is empowering about 50 PKK community member to make compost from organic household waste by using composter bag. A workshop in organic waste recycling into compos has been conducted and followed by monitoring to each household to make sure the program is ongoing. According to regular monitoring, the PKK members can manage the organic waste and recycle it into compos by using the composter bag. As recommendation, the village authority should continue this initiative to other households to guarantee the sustainability of the program and increase the community involvement in handling their waste.