cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 497 Documents
Pembuatan Soal Online di Google Form Bagi Guru MA Al-Intishor Tanjung Karang Dwi Pangga; Sukainil Ahzan; Syifaul Gummah; Dwi Sabda Budi Prasetya; Samsun Hidayat
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.551

Abstract

Pembelajaran secara daring  merupakan  bentuk  pembelajaran  di  masa  penyebaran  Covid-19  yang  dilaksanakan  oleh  seluruh  jenjang  sekolah  di  Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut  guru-guru harus mampu menyiapkan perangkat pembelajaran dan evaluasi secara online. Pengabdian ini dilaksanakan  untuk  mendukung  hal  tersebut dengan tujuan untuk melatih guru-guru MA Al-Intishor Tanjung Karang membuat soal online di google form.  Permasalahan yang dialami mitra yaitu kurang memahami fungsi dan cara membuat soal evaluasi pada google form, sehingga perlu mendapatkan bimbingan dan pelatihan. Metode pelaksanaan menggunakan transfer of knowledge melalui  workshop  dan sosialiasi.  Hasil dari kegitan ini yaitu  1)  guru  MA Al-Intishor Tanjung karang dapat memahami  bermacam  fungsi  dari  fitur  pada  google  form.  2) guru MA Al-Intishor Tanjung karang dapat  memahami pentingnya penggunaan Google Form dengan indikator  bahwa  guru dapat membuat  soal   online sendiri. Online Question Making Training on Google Form For Teachers of MA Al-Intishor Tanjung Karang Abstract Online learning is a form of learning during the spread of Covid-19 carried out by all levels of schools in Indonesia. To support this, teachers must be able to prepare online learning and evaluation tools. This service is carried out to support this with the aim of training MA Al-Intishor Tanjung Karang teachers to make online questions on the google form. The problem experienced by partners is that they do not understand the function and how to make evaluation questions on the google form, so they need to get guidance and training. The implementation method uses the transfer of knowledge through workshops and socialization. The results of this activity are 1) MA Al-Intishor Tanjung Karang teachers can understand the various functions of the features on the google form. 2) MA teachers at Al-Intishor Tanjung Karang can understand the importance of using Google Forms with indicators that teachers can create their own online questions.
Pelatihan Perancangan Perangkat Pembelajaran Daring dan Luring sebagai Pendukung Belajar Dari Rumah Ita Chairun Nissa; Masjudin Masjudin; Ali Sukanta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.562

Abstract

Belajar Dari Rumah merupakan bentuk pembelajaran di masa darurat penyebaran Covid-19 yang diamanatkan oleh Kemendikbud untuk dilaksanakan oleh seluruh jenjang sekolah di Indonesia. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mendukung hal tersebut dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru merancang perangkat pembelajaran khususnya rencana pembelajaran daring, rencana pembelajaran luring dan kombinasi keduanya. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka di sekolah selama dua hari dengan peserta sebanyak 14 orang guru. Pelatihan hari pertama fokus untuk menyampaikan materi sehingga menggunakan metode ceramah dan diskusi sedangkan hari kedua fokus pada penyajian hasil kerja guru sehingga menggunakan metode presentasi dan tanya-jawab. Selama pelatihan berlangsung, pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen lembar pemeriksaan rencana pembelajaran dan kuesioner evaluasi pelatihan. Data dari kedua instrumen tersebut kemudian dianalisa secara statistik deskrikptif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam merancang RPP berada pada kriteria “Baik” dengan persentase ketercapaian sebesar 85,57% evaluasi pelatihan juga berada pada kriteria “Baik” dengan persentase ketercapaian sebesar 89,14%.  Online and Offline Learning Tools Design Training to Support Learning From Home Abstract  Learning from Home is a form of learning in the emergency period of the spread of Covid-19 which is mandated by the Ministry of Education and Culture to be carried out by all levels of schools in Indonesia. This training is carried out to support this and aims to improve the ability of teachers to design learning tools, especially online learning plans, offline learning plans, and a combination of both. The training was held face-to-face at the school for two days with 14 teachers participating. The first day of training focused on delivering material using the lecture and discussion method, while the second day focused on presenting the teacher's work using the presentation and question-and-answer method. During the training, data were collected using the learning plan examination sheet instrument and the training evaluation questionnaire. The data from the two instruments were then analyzed descriptively statistically. The results of the training show that the teacher's ability to design lesson plans is in the "Good" criteria with an achievement percentage of 85.57%. The training evaluation is also in the "Good" criteria with an achievement percentage of 89.14%.  
Pelatihan Penggunaan Semiotika Ikon dan Simbol dalam Komunikasi Sains pada Komunitas Videographer LinkpictureID Depok Supratman Supratman; Ahmad Zakki Abdullah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.565

Abstract

Sebuah tuntutan bagi para content creator, yakni para pembuat acara atau program pada youtube untuk memberikan hasil karya yang kreatif sehingga bisa menarik perhatian para penontonnya. Sekarang, kegandrungan untuk memberikan konten pendidikan yakni memberikan penonton literasi, cara mengerti dan memahami bisa membuka kesempatan dalam memanfaatkan permintaan pasar. Komunikasi sains sebuah bidang kajian komunikasi yang khusus pada bidang sains, adalah pendekatan yang tepat dalam memberikan literasi dan juga bisa dijadikan konten. Komunitas linkpictureID yang mewadahi beberapa videographer, berperan sebagai content creator yang mencoba menyampaikan literasi sains untuk menjelaskan industri kreatif terutama pada perfilman, dan juga masalah sosial lainnya untuk pelaku industri seperi videographer dan penulis pemula. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan komunikasi sains dengan menggunakan semiotika ikon dan simbol dengan pendekatan naratif untuk menambah keterampilan dalam menyampaikan literasi mengenai ekologi industri kreatif dalam memenuhi konten pendidikan pada youtube. Hasil pengabdian mayarakat yang dilakukan di linkpictureID dapat memenuhi kebutuhan untuk membuat konten yang menarik dalam prihal film dengan menggunakan ikon dan simbol, dengan rekommendasi perlunya pengukuran secara berkala terjadap pengerjaan konten tersebut terutama dalam bobot materi penulisan narasi (storytelling). Use of Semiotics Icons and Symbols in Science Communication in the Videographer Community, LinkpictureID Depok Abstract A demand for content creators, namely the creators of events or programs for YouTube, is to provide creative works so that they can attract attention of the audience. Now, a passion for providing educational content is a way to give the audience literacy, namely a way of knowing and understanding and also opening up opportunities to take advantage of market demands. Science communication, a field of communication study that is specialized in the field of science, would be the right approach in providing such literacy and also can be used as content. The linkpictureID community, which accommodates several videographers, acts as a content creator who tries to convey scientific literacy to explain films, the film industry and also behavioral science on the phenomenon of “writing stories” for videographers and beginner writers. Science communication using semitical icon and symbol can be used as a foundation for building skills in conveying literacy behind science about writing stories, namely using narration through semiotics. The results of this community service us carried out at lkinpictureID which can meet the needs of making creative works, namely interesting content in terms of films using icons and symbols, with recommendations the need for periodic measurements of the output
Pembuatan Pestisida Nabati untuk Meningkatkan Keterampilan Petani Desa Duman Menuju Pertanian Organik Anisa Syafitri; Dewi Yuliatina; Hendrawani Hendrawani; Nur Azizah; Muhammad Roil Bilad; Siti Asmiati; Yusran Khery
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.572

Abstract

Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani, mengurangi tingkat penggunaan pestisida berbahan kimia berbahaya dan menurunkan biaya produksi pertanian di Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Pelatihan melibatkan tim KKN Tematik UNDIKMA yang didukung oleh Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Duman dan bekerjasama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lingsar. Khalayak sasaran dari kegiatan pelatihan ini adalah masyarakat Desa Duman yang bekerja sebagai petani baik di area perkebunan maupun persawahan. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah dan pendampingan praktik tentang pemanfaatan dan pembuatan pestisida nabati. Penyampaian materi pelatihan dilakukan oleh Tim Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lingsar. Bahan baku utama pembuatan pestisida nabati ini terdiri dari daun sirsak dan daun papaya. Sedangkan bahan pendukungnya terdiri dari minyak tanah, detergent pencuci piring, dan air. Jumlah Peserta yang terlibat sebanyak 19 orang petani perkebunan dan 10 orang petani sawah. Ketercapaian tujuan kegiatan dievaluasi melalui survey respon peserta pelatihan menggunakan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil observasi menunjukkan bahwa 100 % peserta memahami materi pelatihan dan mampu membuat pestisida nabati, sedangkan 79,31 % peserta lebih memilih untuk mencoba menggunakan pestisida nabati produk mandirinya sebagai zat tambahan pada pestisida sintetis kimia. Training on Making Vegetable Pesticides to Improve the Skills of Duman Village Farmers Towards Organic Farming Abstract  This PkM activity aims to improve farmers' skills, reduce the level of use of pesticides made from hazardous chemicals and reduce agricultural production costs in Duman Village, Lingsar District, West Lombok Regency, NTB. The training involved the UNDIKMA Thematic Community Service Team supported by the Duman Village Government Community Empowerment Division and in collaboration with the Lingsar District Agricultural Extension Center (BPP). The target audience of this training activity is the Duman Village community who work as farmers in both plantation and rice fields. The training was carried out using the lecture method and practical assistance on the use and manufacture of botanical pesticides. The delivery of training materials was carried out by the Extension Team from the Agricultural Extension Center (BPP) of Lingsar District. The main raw materials for making this vegetable pesticide consist of soursop leaves and papaya leaves. While the supporting materials consist of kerosene, dishwashing detergent, and water. The number of participants involved were 19 plantation farmers and 10 rice farmers. The achievement of the objectives of the activity was evaluated through a survey of participants' responses using a questionnaire. Data were analyzed descriptively. Observation results showed that 100% of participants understood the training material and were able to make vegetable pesticides, while 79.31% of participants preferred to try using their own self-made vegetable pesticides as additives to chemical synthetic pesticides.
Penyuluhan Stop Bullying Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Perundungan yang Terjadi Pada Siswa di Sekolah Nuraini Nuraini; I Made Sonny Gunawan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.573

Abstract

Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terkait dengan perilaku perundungan atau bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi informasi bagi siswa di sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan guru dapat menyampaikan informasi terkait dengan cara meminimalisir perundungan yang terjadi di sekolah terhadap para siswa. Adapun peserta di dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 150 orang siswa yang terdiri dari berbagai kelas dan jurusan yang ada di SMK Negeri 3 Mataram. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan partisipasi aktif dari siswa, di mana sebanyak 10 orang siswa mengajukan pertanyaan terkait dengan materi perundungan dan 3 orang guru mengajukan pertanyaan tentang bagaimana peran para guru atau sekolah di dalam membantu siswa untuk mengurangi perundungan yang terjadi di sekolah. Dari pertanyaan yang diajukan tersebut terjadi interaksi aktif antara narasumber dengan peserta yang diselingi dengan permainan dan games untuk menghangatkan suasana. Providing Information Services as an Effort to Prevent Bullying Behavior in Students in Schools Abstract The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge and understanding related to bullying or bullying behavior. This community service activity is carried out by providing counseling in the form of information dissemination for students at school. Through this activity, it is hoped that teachers can convey information related to how to minimize bullying that occurs in schools against students. The participants in this community service activity amounted to 150 students consisting of various classes and majors at SMK Negeri 3 Mataram. The results of this community service show active participation from students, where as many as 10 students ask questions related to bullying material and 3 teachers ask questions about how the role of teachers or schools in helping students to reduce bullying that occurs in schools. From the questions asked, there was an active interaction between the resource persons and the participants, interspersed with games and games to warm the atmosphere.
Sosialisasi Perpajakan Bagi Masyarakat dan UMKM M. Ali Fikri; Aditya Bayu Suryantara; Iman Waskito
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.574

Abstract

Kesadaran pajak oleh masyarakat dan wajib pajak merupakan kunci dari masalah perpajakan. Regulasi pajak oleh masyarakat masih sulit dipahami, apalagi jika mengikuti standar pelaporan. Wajib pajak memiliki multitafsir tentang peraturan perpajakan. Oleh karena itu, dialaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pemahaman mengenai regulasi perpajakan yang berlaku di Indonesia. Secara spesifik kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan sosialisasi dan memberikan pelatihan perpajakan atas kendala atau masalah pelaporan pajak oleh masyarakat dan UMKM serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pajak. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, selanjutnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode sosialisasi (in-service training) dan pelatihan (on-service training). Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan selama 8 bulan antara bulan Maret hingga November 2021 bertempat di Kantor Jasa Akuntan, Jl. Tulung Agung No. 2, Mataram - Nusa Tenggara Barat. Peserta pelatihan adalah masyarakat pelaku usaha dan karyawan bagian keuangan yang bekerja di berbagai sektor, seperti Koperasi dan Apotek. Hasil sosialisasi telah dapat memberi pengetahuan tentang pajak dan sekaligus memberikan dorongan pada peserta untuk patuh pada pajak dan ketentuan yang berlaku dalam sistem perpajakan di Indonesia. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta kegiatan pengabdian telah memahami regulasi perpajakan dan cara perhitungan pajak terutama beberapa Pasal PPh 21 dan 25/29 yang sering diaplikasikan di lapangan dalam pembayaran pajak.  Tax Socialization and Training for the Community and UMKM Abstract  Tax awareness by the public and taxpayers is the key to tax problems. Tax regulation by the public is still difficult to understand, especially if it follows reporting standards. Taxpayers have multiple interpretations of tax regulations. Therefore, community service activities are carried out by providing an understanding of the tax regulations that apply in Indonesia. Specifically, this service activity aims to socialize and provide tax training on tax reporting problems or problems by the public, and micro, small and medium enterprises (MSMEs/UMKM) as well as increasing public awareness of taxes. Based on the goals that have been set, then community service activities are carried out using the methods of socialization (in-service training) and training (in-service training). This Community Service is carried out for 8 months between March and November 2021 at the Accountant Service Office, Jl. Tulung Agung No. 2, Mataram - West Nusa Tenggara. The training participants are business people and employees of the finance department who work in various sectors, such as cooperatives and pharmacies. The results of the socialization have been able to provide knowledge about taxes and at the same time provide encouragement to participants to comply with taxes and regulations that apply in the tax system in Indonesia. The results of the training show that the participants in the service activities have understood tax regulations and how to calculate taxes, especially some Sections of PPh 21 and 25/29 which are often applied in the field in tax payments.  
Pendidikan Pranikah Di Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Israfil Israfil; Sparda Masr; Usman Usman; Sri Hariati; Aminullah Aminullah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.580

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pendidikan Pra Nikah. Kegitan ini bermitra dengan masyarakat desa Terong Tawah kabupaten Lombok barat yang berjumlah 25 orang. Metode pelaksaan PkM adalah knowledge transfer  melalui cermah, diskusi dan Tanya jawab. Langkah-langkah kegiatan 1) perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman mitra tentang pedidikan pra nikah pemahaman awal  rata-rata (46,64) dengan kategori  rendah, sedangkan pemahaman setelah dilakukan kegiatan pendidikan pranikah  menjadi rata-rata (83,48) dengan kategori sangat tinggi. Rata-rata peningkatan pemahaman sebesar (36,84) Meskipun terjadi peningkatan pada pemahaman mitra masih perlu dilakukan sosialisasi dan pempingan secara berkelanjutan. Premarital Education in Terong Tawah Village, Labuapi District, West Lombok Regency Abstract The purpose of this service is to increase knowledge and understanding of pre-marital education. This activity is in partnership with the 25 people of Terong Tawah village, West Lombok district. The PkM implementation method is knowledge transfer through lectures, discussions, and questions and answers. The activity steps are 1) planning, 2) implementation, and 3) evaluation. The results of the service activities showed that there was an increase in partners' understanding of pre-marital education on average (46.64) in the low category, while understanding after pre-marital education activities was on average (83.48) in the very high category. The average increase in understanding is (36.84). Although there is an increase in the understanding of partners, it is still necessary to carry out socialization and mentoring on an ongoing basis.
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Literasi melalui Pendampingan Lesson Study di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu Lise Chamisijatin; Siti Zaenab
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i1.633

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terintegrasi dengan literasi dapat dikembangkan di sekolah melalui implementasi program lesson study. Namun, hal ini belum berjalan di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu Jawa Timur. Pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan penguatan pendidikan karakter berbasis literasi melalui lesson study di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu.. Metode pelaksanaan pengabdian terdiri dari 2 kegiatan yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan Pendampingan lesson study. Teknis pelaksanaan FGD adalah: a. Membentuk Tim FGD (Moderator, Asisten Moderator/Co-fasilitator, Pencatat Proses/Notulen, Penghubung Peserta, Logistik dan Dokumentasi. b. Pelaksanaan FGD secara daring menggunakan Zoom meet, selama 2 jam. Peserta kegiatan adalah semua guru SMP Muhammadiyah 02 Batu yang berjumlah 16 orang dan Kepala Sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah dilaksanakan kegiatan FGD dengan baik, dan pendampingan lesson study sebanyak tiga siklus. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendampingan dengan model Lesson study dalam pengembangan PPK berbasis literasi di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu telah dilaksanakan dengan lancar (sesuai target yang telah ditetapkan). Adapun rekomendasi yang dapat diberikan adalah sebaiknya kegiatan lesson study terus dilanjutkan dan dijadikan sebagai program unggulan sekolah. Untuk meningkatkan keberhasilan program, maka kerjasama dalam bentuk pendampingan yang berkesinambungan dengan perguruan tinggi perlu dilaksanakan. Strengthening Literacy-Based Character Education through Lesson Study Assistance at SMP Muhammadiyah 02 Batu City Strengthening Character Education integrated with literacy can be developed in schools through the implementation of lesson study programs. However, this has not yet been implemented at SMP Muhammadiyah 02 Batu City, East Java. Therefore, this service aims to implement a mentoring model through lesson study in developing literacy-based character education strengthening at Muhammadiyah 02 SMP, Batu City. The method of implementing this service consists of 2 major activities, namely Focus Group Discussion (FGD) and Lesson Study Assistance. The technical implementation of the FGD is a. Forming an FGD Team (Moderator, Assistant Moderator/Co-facilitator, Process Recorder/Minutes, Participant Liaison, Logistics, and Documentation. b. Implementation of the online FGD using Zoom meeting, for 2 hours. Participants in the activity are all teachers of SMP Muhammadiyah 02 Batu, totaling 16 people and the principal. Good practice Lesson study is carried out by science teachers, and good practice is the implementation of PPK learning based on science teacher literacy. The results of the activity show that FGD activities have been carried out well, and lesson study assistance is in three cycles. Thus, it can be concluded that mentoring with the Lesson study model in the development of literacy-based KDP at SMP Muhammadiyah 02 Batu City has been carried out smoothly (according to the set targets). The recommendations that can be given are that lesson study activities should be continued and made as to the school's flagship program. will have an impact on improving the quality of lessons implemented. To increase the success of the program, collaboration in the form of continuous mentoring with universities needs to be implemented.    
Pelatihan Pencatatan Informasi Keuangan berbasis SI APIK untuk UMKM Karawaci Kota Tangerang Ahmad Eko Saputro; Aries Sundoroa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i1.655

Abstract

Pemahamanan para pelaku UMKM mengenai laporan keuangan saat ini masih terbilang minim dan konvensional. Alih-alih menyusun laporan keuangan, para pelaku UMKM lebih disibukkan dengan penjualan dan produk. Hal ini dikarenakan, menyusun laporan keuangan membutuhkan proses yang rumit dan panjang, terlebih lagi perlu pemahaman mengenai akuntansi dan menguasai komputer. Padahal tidak semua para pelaku UMKM memiliki pengetahuan mengenai hal itu. Untuk itu pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM untuk menggunakan Aplikasi SIAPIK dalam membuat laporan keuangan. Adapun Peserta dalam kegiatan ini antara lain UMKM dari kelurahan Bojong Jaya, UMKM Kelurahan Cimone, UMKM Kelurahan Karawaci, UMKM Kelurahan Karawaci baru. Jumlah peserta adalah 80 peserta. Metode yang digunakan antara lain: (1) metode pengajaran tentang teori dasar akuntansi dan laporan keuangan, (2) metode simulasi studi kasus 3 jenis perusahaan UMKM jasa, dagang dan manufaktur. Hasil dari pelatihan ini sebanyak 93% dari 80 peserta sudah mampu menjalankan aplikasi SIAPIK. Untuk memperlancar penggunaan sebaiknya peserta membiasakan diri setiap hari menggunakan aplikasi SIAPIK agar lebih lancar dalam penggunaannya serta didampingi oleh tim dan sumber referensi yang lain. SI APIK-based Financial Information Recording Training for UMKM Karawaci Tangerang City The understanding of UMKM actors regarding financial reports is currently still minimal and conventional. Instead of compiling financial reports, UMKM actors are more preoccupied with sales and products. This is because, compiling financial reports requires a complicated and lengthy process, moreover it requires an understanding of accounting and mastering computers. Even though not all UMKM actors have knowledge about it. For this reason, this training is intended to provide education to UMKM actors to use the SIAPIK application in making financial reports. The participants in this activity include UMKM from the Bojong Jaya village, UMKM from Cimone Village, UMKM from Karawaci Village, UMKM from the new Karawaci Village. The number of participants is 80 participants. The methods used include (1) teaching methods on the basic theory of accounting and financial reports, (2) case study simulation methods for 3 types of service, trade, and manufacturing UMKM companies. The results of this training were 93% of the 80 participants were able to run the SIAPIK application. To facilitate use, participants should familiarize themselves with using the SIAPIK application every day to make it smoother in use and accompanied by a team and other reference sources.    
Pemanfaatan LMS Molearn Bagi Guru SMK Pawiyatan Surabaya Sebagai Sarana Pembelajaran Hybrid Learning M.J. Dewiyani Sunarto; Tan Amelia; Tri Sagirani; Julianto Lemantara; Bambang Hariadi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i1.661

Abstract

Meskipun pandemi sudah mulai mereda, namun proses belajar mengajar di sekolah belum sepenuhnya dapat pulih seperti sebelumnya. Di saat masa normal baru, dibutuhkan suatu Learning Management System (LMS) yang mampu mewadahi pembelajaran campuran (hybrid learning). MoLearn, sebuah LMS yang dibuat khusus agar pendidik mempunyai wadah yang memudahkan dalam menyajikan materi, memberikan tugas, serta melakukan penilaian dari tugas dan ujian yang dibuat oleh peserta didik. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman tentang hybrid learning, serta workshop pelatihan penggunaan MoLearn, dan pendampingan penggunaannya. Metode yang digunakan adalah metode KSA (Knowledge, Skill, Attitude) transfer yang diwujudkan dalam seminar, workshop dan pendampingan pada saat pelaksanaan. Di samping penyediaan LMS, guru juga dibekali dengan cara membuat materi yang lebih menarik dengan teknologi informasi.  Hasil yang didapat dari pelatihan adalah guru mampu meningkatkan diri baik dari penyajian materi maupun sarana pendistribusian materi melalui LMS. Utilization of LMS Molearn for Teachers of SMK Pawiyatan Surabaya as a Hybrid Learning Facility  Although the pandemic has begun to subside, school teaching and learning have not fully recovered as before. During the new normal, a Learning Management System (LMS) is needed that can accommodate hybrid learning. MoLearn, an LMS that was made specifically so that educators have a place that makes it easier to present material, give assignments, and conduct assessments of assignments and exams made by students. The purpose of this service is to provide an understanding of hybrid learning, and training workshops on the use of MoLearn,, and assistance in its use. The method used is the KSA (Knowledge, Skill, Attitude) transfer method which is realized in seminars, workshops, and mentoring during implementation. In addition to providing LMS, teachers are also provided with ways to make a material more interesting with information technology. The results obtained from the training are teachers can improve themselves both from the presentation of the material and the means of distributing material through the LMS.  

Page 8 of 50 | Total Record : 497