cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
Pelatihan Tata Rias Inklusif sebagai Upaya Pemberdayaan Wirausaha Mandiri bagi Penyandang Disabilitas di Surabaya Windayani, Novia Restu; Fernanda, Hanny Ferry; Fatmasari, Fitria Hansyah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5v6kj398

Abstract

Pelatihan tata rias inklusif merupakan salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Fira Modelling Disabilitas (FMD) Surabaya, yang menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, ketiadaan kurikulum pelatihan, serta minimnya media dokumentasi karya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan tata rias inklusif, menganalisis peningkatan keterampilan peserta, serta menilai dampaknya terhadap kesiapan wirausaha mandiri. Metode yang digunakan adalah participatory learning melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, integrasi teknologi pembelajaran, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis peserta dalam menerapkan teknik rias dasar hingga lanjutan, pemahaman higienitas alat, serta kemampuan dokumentasi visua Pelatihan tata rias inklusif merupakan salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Fira Modelling Disabilitas (FMD) Surabaya, yang menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, ketiadaan kurikulum pelatihan, serta minimnya media dokumentasi karya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan tata rias inklusif, menganalisis peningkatan keterampilan peserta, serta menilai dampaknya terhadap kesiapan wirausaha mandiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest–posttest melibatkan 40 peserta dari berbagai ragam disabilitas. Instrumen yang digunakan mencakup tes keterampilan tata rias, skala kepercayaan diri, dan skala kesiapan wirausaha. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan keterampilan tata rias setelah pelatihan, dari skor rata-rata 56,3 menjadi 82,7. Uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (t = 12,84; p < 0,001). Kepercayaan diri peserta juga meningkat dari nilai rerata 62,1 menjadi 88,5 (t = 10,47; p < 0,001), sedangkan kesiapan berwirausaha meningkat dari 58,9 menjadi 85,2 (t = 11,03; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan tata rias inklusif mampu meningkatkan kompetensi teknis sekaligus aspek psikososial penyandang disabilitas. Dengan demikian, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan yang efektif dan berkelanjutan di Surabaya. Inclusive Makeup Training as an Effort to Empower Independent Entrepreneurship for Persons with Disabilities in Surabaya  Abstract Inclusive makeup training represents a strategic approach to enhancing the capacity and economic independence of persons with disabilities. This community service program was carried out in collaboration with Fira Modelling Disabilitas (FMD) Surabaya, which faces several challenges, including limited facilities, the absence of a structured training curriculum, and minimal documentation of participants’ work. This study aims to describe the implementation of inclusive makeup training, analyze participants’ skill improvement, and assess its impact on their readiness for independent entrepreneurship. The method employed was participatory learning, consisting of needs analysis, material development, training implementation, integration of learning technology, and continuous evaluation. The results indicate a significant improvement in participants’ technical abilities, including the application of basic to advanced makeup techniques, understanding of tool hygiene, and visual documentation skills through digital portfolios. Additionally, participants demonstrated increased self-confidence, motivation, and readiness to promote makeup services through social media. The establishment of the “Inclusive MUA FMD” group signifies the sustainability of the program and opens opportunities for broader business networking. Overall, this training has proven effective in bridging the competency gap faced by the partner institution while strengthening empowerment and entrepreneurial readiness among persons with disabilities in Surabaya.l melalui portofolio digital. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, motivasi berkarya, dan kesiapan mempromosikan jasa rias melalui media sosial. Pembentukan kelompok “MUA Inklusif FMD” menandai keberlanjutan program dan membuka peluang jejaring usaha. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan kompetensi yang dihadapi mitra, sekaligus memperkuat pemberdayaan dan kesiapan wirausaha mandiri bagi penyandang disabilitas di Surabaya.
Ketahanan Pangan : Simbiosis Peternakan dan Pertanian Endang, Endang; Wijoyo, Handoko Sosro Hadi; Yudha, Danang Ananda
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/53j1pd91

Abstract

Sebanyak 10.248,68 ton limbah peternakan per siklus panen ayam pedaging di Bojonegoro menjadi persoalan serius, karena sering tidak terkelola dan menimbulkan pencemaran. limbah ini berpotensi diolah menjadi pupuk organik melalui fermentasi. Melalui metode kesepakatan bersama, limbah diolah di peternakan oleh petani dan dimanfaatkan di lahan garapan LMDH Wono Lestari. secara teknis peternak menyediakan tempat pengolahan kompos, sedangkan petani menyediakan tenaga dan SDM, serta komitmen penerapan, pengabdian ini menghasilkan 30 ton kompos untuk lahan pertanian di wilayah hutan, kompos menjadi sekam bakar dengan penerapan aktivator M21, Molase, Tricoderma dengan tepat jumlah, waktu, metode, telah menghasilkan : Terkoneksinya antara petani dan peternak secara terpadu, penerapan strategi cleaner production, tersedianya sistem pengolahan limbah terpadu, pelatihan dan edukasi, supply chain pupuk organik, efisiensi rantai pasok, diversifikasi usaha pengomposan dan kerjasama antar petani, standarisasi kualitas, edukasi dan penerapan pertanian berkelanjutan, serta optimalisasi pemasaran, melalui pengmas ini diperkirakan menekan pembelian pupuk kurang lebih 2 - 3 juta perhektar, masyarakat terlibat aktif khususnya para petani yang memproduksinya, karena mendapatkan keuntungan saat mengakomodir kompos dalam jumlah besar, terlebih penjualan di marketplace atau online estimasi pendapatan yang diperoleh mencapai Rp 37.937.500, hal ini menjawab sumberdana untuk operasional berkelanjutan, kontribusi program ini terhadap SDGs, terutama terkait dengan ketahanan pangan serta mendorong pertanian berkelanjutan (Goal 2) dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab (Goal 12), keberlanjutan program ini dapat di tingkatkan dengan integrasi dengan program pemerintah, penguatan kapasitas petani dan peternak, untuk replikasi program ini dapat di di lakukan pemetaan wilayah peternakan potensial, adaptasi teknologi inovasi, pengembangan  produk turunan. Food Security: The Interdependence Between Livestock and Agriculture Abstract A total of 10,248.68 tons of livestock waste per broiler chicken harvest cycle in Bojonegoro is a serious problem, as it is often unmanaged and causes pollution. This waste has the potential to be processed into organic fertilizer thru fermentation. Thru a method of mutual agreement, waste is processed on the farm by farmers and utilized on the cultivated land of LMDH Wono Lestari. Technically, the farmers provide the composting processing area, while the farmers provide the labor and human resources, as well as a commitment to implementation. This service resulted in 30 tons of compost for agricultural land in the forest area. Composting turns rice husks into burnt rice husks with the application of M21 activator, molasses, and Trichoderma in the correct amounts, at the right times, and using the appropriate methods, resulting in: integrated connection between farmers and livestock breeders, implementation of clean production strategies, availability of an integrated waste management system, training and education, an organic fertilizer supply chain, supply chain efficiency, diversification of composting businesses and cooperation among farmers, quality standardization, education and implementation of sustainable agriculture, and optimized marketing. Thru this community service, it is estimated that fertilizer purchases can be reduced by around 2 - 3 million per hectare. The community is actively involved, especially the farmers who produce it, as they benefit from accommodating large quantities of compost. Furthermore, online sales are estimated to generate revenue of Rp 37,937,500. This addresses the source of funds for sustainable operations. The contribution of this program to the SDGs, particularly in relation to food security and promoting sustainable agriculture (Goal 2) and responsible consumption and production (Goal 12). The sustainability of this program can be enhanced by integrating it with government programs and strengthening the capacity of farmers and livestock breeders. To replicate this program, potential livestock farming areas can be mapped, innovation technology can be adapted, and derivative products can be developed.
PKM Literasi Cerdas: Optimalisasi Perpustakaan Desa Ambalutu sebagai Pusat Edukasi Berbasis Digitalisasi Yanti, Sri Rahmayanti; Dailami, Dailami; Dewi, Nur Winda; Saleh, Khairul; Dani, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5yxaw338

Abstract

Penguatan literasi digital masyarakat desa menjadi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan perpustakaan Desa Ambalutu sebagai pusat edukasi berbasis digitalisasi untuk meningkatkan literasi dan akses informasi masyarakat. Metode pengabdian dilakukan melalui pelatihan literasi digital bagi perangkat desa, pengurus PKK, dan siswa sekolah dasar, disertai pendampingan penggunaan aplikasi perpustakaan digital dan monitoring berkelanjutan. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, kuesioner, dan wawancara untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi digital serta partisipasi aktif masyarakat dalam pemanfaatan layanan perpustakaan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas layanan perpustakaan dan kapasitas SDM pengelola, terbukti dari skor tertinggi pada aspek perencanaan kerja berkelanjutan dan pelatihan staf profesional. Digitalisasi perpustakaan membuka akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan digital dan meningkatkan minat baca masyarakat secara inklusif. Kemitraan multipihak antara perangkat desa, kelompok PKK, institusi pendidikan dan sektor swasta memperkuat pengelolaan dan kelangsungan program. Tantangan berupa keterbatasan infrastruktur jaringan dan kesiapan teknologi warga menjadi fokus perbaikan ke depan. Keberlanjutan program dijaga melalui beberapa strategi terstruktur: pertama, pembentukan kader literasi digital dari generasi muda dan pengurus PKK sebagai agen perubahan yang mengelola perpustakaan secara mandiri; kedua, penyusunan dokumen rencana kerja berkelanjutan dan SOP pengelolaan perpustakaan digital; ketiga, pelaksanaan monitoring dan evaluasi berkala minimal tiga kali per tahun untuk mengukur efektivitas program; keempat, pengembangan kemitraan jangka panjang dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk dukungan infrastruktur dan pendanaan; kelima, integrasi perpustakaan digital dalam kegiatan rutin desa dan sistem pembelajaran sekolah setempat. Keberlanjutan diukur melalui indikator kuantitatif seperti jumlah pengguna aktif perpustakaan digital, frekuensi peminjaman buku digital, dan jumlah kegiatan literasi yang dilaksanakan, serta indikator kualitatif berupa peningkatan kompetensi pengelola, kepuasan pengguna (skor 4,5), dan partisipasi aktif masyarakat dalam program literasi. Kesimpulan program ini menegaskan bahwa pengoptimalan perpustakaan berbasis digital efektif meningkatkan literasi digital masyarakat desa dan memperkuat ekosistem edukasi komunitas. Model pengabdian ini layak direplikasi untuk pengembangan perpustakaan desa lainnya dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Keberhasilan program membuka peluang pengembangan berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan literasi digital yang terstruktur. Smart Literacy Community Service Program: Optimization of Ambalutu Village Library as a Digital-Based Education Center  Abstract The digital literacy empowerment of rural communities is crucial for supporting sustainable human resource development. This community service program aims to optimize the Ambalutu Village Library as a digital-based education center to enhance literacy and access to information among the community. The program’s method involves digital literacy training for village officials, PKK administrators, and elementary school students, supplemented by assistance in using digital library applications and continuous monitoring. Data were collected through direct observation, questionnaires, and interviews to measure improvements in digital literacy skills and active community participation in utilizing library services. Evaluation results show significant improvements in the quality of library services and the capacity of human resources managing the library, evidenced by the highest scores in sustainable work planning and professional staff training. The digitalization of the library provides broader access to digital reading materials and inclusively increases public reading interest. Multi-stakeholder partnerships between village officials, PKK groups, educational institutions, and the private sector strengthen the program's management and sustainability. Challenges related to limited network infrastructure and community readiness for technology remain key focuses for future improvement. In conclusion, this program confirms that optimizing libraries based on digitalization effectively enhances the digital literacy of rural communities and strengthens the community’s educational ecosystem. This community service model is worthy of replication for the development of other village libraries aiming to empower communities based on technology. The program’s success opens opportunities for sustainable development supported by infrastructure and structured digital literacy training.
Promosi Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Lombok Tengah Sofyandi, Arif; Kardi, Kardi; Una; Ningsih, Murtiana; Desimal, Iwan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5y6k1y43

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi dan otot hebat, serta ruam.  Pada Tahun 2024 kasus Demam Berdarah Dangue di Lombok Tengah terjadi peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, ialah sebanyak 238 kasus. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi tentan pencegahan Deman Berdarah. Metode kegiatan ini meliputi beberapa tahap pelaksanaan, yaitu : a. Tahap Persiapan Tahap ini seluruh warga mengisi daftar hadir. b. Pembukaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pembukaan kegiatan, dilanjutkan dengan pre test/tes awal secara verbal bagi peserta untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang diare dan cara penanganannya sebelum diberikan penyuluhan, c. Penyampaian materi oleh Narasumber. Materi yang disampaikan adalah mengenai pengertian, penularan, gejala, fase penyakit, derajat keparahan, pencegahan 3M dan 3M Plus dan Penanganan. Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab. d. Kegiatan diakhiri dengan pemberian tes akhir menggunakan metode statistik analisis uji t pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pegetahuan siswa(i) dengan nilai rata-rata pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan penyuluhan adalah 40.22 namun setelah diberikan penyuluhan tentang tentang DBD, rata-rata pengetahuan siswa/siswi meningkat menjadi 59.78 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih atau perbedaan nilai pre-test dan post test dengan selisih 19.56 dengan nilai P Value 0.000 (P<0.005). Improving Knowledge of Dengue Fever Prevention at State Elementary School 3, Central Lombok Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infectious disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito, characterized by high fever, severe joint and muscle pain, and rashes. In 2024, cases of Dengue Hemorrhagic Fever in Central Lombok increased from previous years, amounting to 238 cases. The purpose of this community service is to increase the knowledge of male and female students about preventing Dengue Fever. The method of this activity includes several stages of implementation, namely: a. Preparation Stage This stage all residents fill out the attendance list. b. Opening of Community Service Activities The opening of the activity, followed by a verbal pre-test/initial test for participants to determine the extent of participants' knowledge about diarrhea and how to handle it before being given counseling, c. Delivery of material by the resource person. Delivery of material is carried out using the lecture method, the material present is about definitions, transmission, symptoms, disease stages, severty levels, 3M and 3M plus prevention and treatment. The material delivery is done through lecture and question and answer methods. d. The end of the activity ends with a final test. The result of this community service activity is an increase in student knowledge (i) with the average value of student knowledge before being given counseling is 40.22 but after being given counseling about dengue fever, the average knowledge of students increased to 59.78 so it can be concluded that there is a difference or difference in pre-test and post-test values with a difference of 19.56 with a P Value of 0.000 (P <0.005).
Ecobrick Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Plastik Di SDN Gerintuk Praya Mursali, Saidil; Fatmawati, Any; Harisanti, Baiq Muli; Utami, Septiana Dwi; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Wijaya, Chandra; Rozali, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xx3at937

Abstract

Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah menjadi isu yang memerlukan penangan serius, termasuk di SDN Gerintuk Praya. Berdasarkan hasil observasi, sekitar 70% sampah disekolah tersebut merupakan sampah plastik yang belum dikelola secara efektif, dan sering kali dibakar, sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar. Sebagai solusi, tim pengabdian UNDIKMA menerapkan program Ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik. Metode ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni sosialisasi, pelaksanaan, pemanfaatan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan pembuatan ecobrick. Tahap pelaksanaan melibatkan mahasiswa dan siswa secara aktif dalam proses pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik kedalam botol hingga padat. Hasil akhir dari program ini berupa produk yang bernilai guna berupa meubeler seperti meja dan kursi dari ecobrick yang dapat dimanfaatkan dilingkungan sekolah, yaitu sebagai pojok baca di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan. Program ini memiliki keberlanjutan karena mendorong penerapan kebiasaan pengelolaan sampah oleh warga sekolah secara konsisten, serta memberikan dampak sosial jangka panjang melalui terbentuknya budaya peduli lingkungan dan meningkatnya kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Penerapan ecobrick terbukti efektif sebagai solusi ekologis sekaligus edukatif dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Ecobricks as an Effort for Plastic Waste Management at Gerintuk Public Elementary School, Praya Abstract The problem of plastic waste in the school environment has become an issue that requires serious handling, including at SDN Gerintuk Praya. Based on observations, about 70% of the waste in that school is plastic waste that has not been managed effectively and is often burned, causing negative impacts on health and the surrounding environment. As a solution, the UNDIKMA service team implements the Ecobrick program as a plastic waste management solution. This method is carried out in three stages: socialization, implementation, and utilization. The socialization stage aims to educate about the importance of plastic waste management and the creation of ecobricks. The implementation stage actively involves students and students in the process of collecting and managing plastic waste into bottles until solid. The final result of this program is a useful product in the form of furniture such as tables and chairs made from ecobrick that can be utilized in the school environment, specifically as a reading corner. This program not only impacts the reduction of plastic waste volume but also increases students' awareness and responsibility towards environmental cleanliness. This program demonstrates sustainability as it encourages the consistent practice of waste management among school members and generates long-term social impacts through the development of an environmentally conscious culture and increased collaboration between the school and the community. The application of ecobrick has proven effective as both an ecological and educational solution in fostering a culture of environmental care in schools.
Strategi Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Suplementasi Tablet Tambah Darah pada Remaja Desa Mandala Haji Isviyanti, Isviyanti; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Gumangsari, Ni Made Gita; Hidayati, Diana; Gustiya, Sherly Dwi; Hairani, Hairani; Kandisa, Amelia; Mayasari, Astri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0cy98828

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berimplikasi pada kualitas generasi mendatang. Salah satu faktor penyebabnya adalah anemia pada remaja putri yang dapat berlanjut hingga masa kehamilan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi remaja serta kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mandala Haji pada 162 remaja melalui diskusi interaktif, games, diskusi kelompok, pembagian leaflet, dan pendampingan konsumsi TTD. Hasil pengukuran keberhasilan kegiatan diukur dengan kuesioner pre test dan post test yang kemudian dianalisis dengan uji t yang menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi sebesar 45% dan kepatuhan konsumsi TTD sebesar 75%. Program ini efektif meningkatkan kesadaran gizi remaja dan mendukung upaya pencegahan stunting berbasis teman sebaya. Upaya ini memberikan gambaran bahwa kader remaja efektif dalam promosi kesehatan pada remaja. Stunting Prevention Strategy through Nutrition Education and Iron Supplementation for Adolescents Mandala Haji Village Abstract Stunting remains a public health problem in Indonesia, impacting the quality of future generations. One contributing factor is anemia in adolescent girls, which can persist into pregnancy. This community service program aims to improve adolescent nutritional knowledge and adherence to iron supplementation (IBT) consumption as a stunting prevention measure. The program was conducted in Mandala Haji Village with 162 adolescents through interactive discussions, games, group discussions, leaflet distribution, and iron supplementation support. The success of the program was measured using pre- and post-test questionnaires, which were then analyzed using a t-test, showing a 45% increase in nutritional knowledge and a 75% increase in iron supplementation compliance. This program effectively increases adolescent nutritional awareness and supports peer-based stunting prevention efforts. These efforts demonstrate the effectiveness of youth cadres in promoting health among adolescents
Edukasi Kesetaraan Gender dan Pencegahan Pernikahan Anak di Pesantren M. Zainul Asror; Asror, M. Zainul; Marzuki, Muhammad; Aulia, Fitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jzydt837

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Darul Muttaqien, Lombok Timur, dengan fokus pada edukasi kesetaraan gender dan pencegahan pernikahan usia anak. Permasalahan utama meliputi tingginya angka putus sekolah akibat pernikahan dini, rendahnya kesadaran orang tua, serta keterbatasan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan. Metode pelaksanaan mencakup baseline survey untuk memetakan kondisi awal, penyusunan modul edukasi, pelatihan guru, workshop siswa, post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, pembentukan peer educator, hingga kampanye sekolah dengan slogan “Remaja Sehat, Pesantren Kuat”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata lebih dari 30% pada pengetahuan guru terkait isu gender, hak remaja, dan strategi komunikasi pencegahan. Sementara itu, pengetahuan siswa meningkat rata-rata sebesar 33%, terutama pada aspek keterampilan mengambil keputusan untuk menunda pernikahan dan merancang masa depan pendidikan. Pembentukan santri pelopor menjadi strategi keberlanjutan agar edukasi sebaya terus berjalan di lingkungan pesantren. Secara teoretis, program ini memperkuat bukti bahwa intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan perspektif gender, nilai keagamaan, dan pendekatan vokasional efektif meningkatkan kesadaran kritis remaja dan pendidik. Secara praktis, model ini mudah direplikasi di pesantren lain karena memadukan pelatihan, pendampingan, dan peer learning dalam satu rangkaian intervensi. Program ini menunjukkan potensi signifikan dalam menekan praktik pernikahan usia anak di Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan. Gender Equality Education and the Prevention of Child Marriage in Islamic Boarding Schools Abstract This community service program was conducted at SMK Darul Muttaqien, East Lombok, focusing on gender equality education and the prevention of child marriage. The main challenges identified included a high school dropout rate due to early marriage, low parental awareness, and limited teacher capacity in prevention efforts. The implementation method included a baseline survey to map the initial conditions, development of an education module, teacher training, a student workshop, a post-test to measure knowledge change, formation of peer educators, and a school campaign with the slogan “Healthy Youth, Strong Pesantren (Islamic Boarding School).” The results showed an average increase of more than 30% in teachers’ knowledge regarding gender issues, adolescent rights, and prevention communication strategies. Meanwhile, students' knowledge increased by an average of 33%, particularly in the aspect of decision-making skills to postpone marriage and plan their educational future. The formation of santri pelopor (pioneer students) serves as a sustainability strategy to ensure peer education continues within the pesantren environment. Theoretically, this program reinforces the evidence that community-based educational interventions which integrate gender perspectives, religious values, and a vocational approach are effective in increasing the critical awareness of adolescents and educators. Practically, this model is easily replicable in other pesantren because it combines training, mentoring, and peer learning in one intervention series. The program demonstrates significant potential in curbing the practice of child marriage in Indonesia through a contextual and sustainable educational approach.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan Teknologi Alternatif Penjernihan Air dengan Memanfaatkan Kulit Kerang Hijau (Perna viridis) di Desa Mulawarmana Khotimah, Khusnul; Nasiah, Siti; Raihan, Raihan; Ermawati, Ermawati
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/66n8ec36

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Mulawarmana melalui pendampingan teknologi alternatif penjernihan air dengan memanfaatkan limbah kulit kerang hijau (Perna viridis) sebagai media filter. Kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan program. Pendampingan dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan praktik langsung pembuatan teknologi sederhana pengolahan air dengan memanfaatkan limbah kulit kerang hijau yang tersedia di lingkungan sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas air yang diolah, ditandai dengan penurunan parameter kekeruhan, bau, dan pH. Program ini tidak hanya berhasil dalam aspek teknis, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah lokal. Pendekatan PAR terbukti efektif dalam menciptakan proses pembelajaran dua arah dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.acuan daftar pustaka, dan lengkap menggambarkan esensi isi artikel secara keseluruhan. Empowering Communities through Mentoring of Alternative Water Purification Technology Utilizing Green Mussel (Perna viridis) Shells in Mulawarmana Village Abstract This community service aims to empower the Mulawarmana Village community through alternative water purification technology assistance by utilizing green mussel shell waste (Perna viridis) as a filter medium. This activity employs the Participatory Action Research (PAR) method, which actively involves the community in every stage of the program. The assistance is conducted through a series of training sessions and direct practice in creating simple water treatment technology by utilizing green mussel shell waste available in the surrounding environment. The results show significant improvements in treated water quality, marked by decreased parameters of turbidity, odor, and pH. The program has not only succeeded in technical aspects but also encouraged changes in community mindset towards environmental management and local waste utilization. The PAR approach has proven effective in creating a two-way learning process and enhancing community capacity in developing appropriate technology based on sustainable local wisdom.
Pelatihan Manajemen Pengelolaan Media Sosial Instagram sebagai Sarana Promosi untuk Membangun Branding pada Akun @beranda_14 Nurashila, Rikma; Suseno, Novie Susanti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/21ebrm97

Abstract

Media sosial, khususnya Instagram, telah berkembang menjadi sarana strategis dalam membangun citra dan branding digital bagi komunitas kreatif. Namun, keterbatasan pemahaman dalam manajemen media sosial sering menjadi kendala dalam mengoptimalkan potensi promosi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan akun Instagram @beranda_14 sebagai media promosi dan branding digital bagi komunitas kreatif muda “Beranda 14” yang bergerak di bidang literasi dan seni visual di Kabupaten Garut. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta aktif yang terdiri atas pengelola dan anggota komunitas. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif, diskusi partisipatif, praktik langsung, dan evaluasi berbasis indikator keberhasilan pelatihan. Materi yang diberikan mencakup strategi perencanaan konten, visual branding, pemanfaatan fitur Instagram (reels, story, dan insight), serta teknik peningkatan engagement audiens. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep branding digital, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor evaluasi pemahaman dari rata-rata 65% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Selain itu, kualitas pengelolaan akun mengalami peningkatan yang tercermin dari konsistensi unggahan konten sebanyak minimal tiga kali per minggu, peningkatan jumlah konten visual terkurasi sebesar 40%, serta peningkatan interaksi audiens berupa jumlah suka, komentar, dan jangkauan akun sebesar 35% dalam dua minggu pascapelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berkontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas manajerial media sosial mitra dan mendukung kemandirian komunitas dalam mengelola identitas digital secara profesional dan berkelanjutan. Strengthening Digital Branding through Instagram Management Training for the “@beranda 14” Creative Community Abstract Social media, particularly Instagram, has become a strategic platform for building digital branding and public image for creative communities. However, limited understanding of social media management often constrains the optimization of digital promotion potential. This community service program aimed to enhance the capacity of managing the Instagram account @beranda_14 as a medium for digital promotion and branding for the youth creative community “Beranda 14,” which operates in the fields of literacy and visual arts in Garut Regency. The program involved 30 active participants consisting of account managers and community members. The implementation methods included intensive training, participatory discussions, hands-on practice, and evaluation based on predefined training success indicators. The training materials covered content planning strategies, visual branding, utilization of Instagram features (reels, stories, and insights), and audience engagement techniques. The results indicated a substantial improvement in participants’ understanding of digital branding concepts, as reflected by an increase in evaluation scores from an average of 65% in the pre-test to 90% in the post-test. Furthermore, improvements in account management quality were evidenced by consistent content posting of at least three uploads per week, a 40% increase in curated visual content, and a 35% rise in audience interaction, including likes, comments, and reach, within two weeks after the training. These findings demonstrate that the training significantly strengthened the partners’ social media management capacity and supported the community’s independence in managing its digital identity in a professional and sustainable manner.
Pelatihan Strategi Fundraising Digital bagi Pengurus Masjid: Implementasi Participatory Action Research di FORSIMMA Bekasi Muchtasib, Ach. Bahrul; Lisnawati, Rika; Aidid, Muhammad Yusuf; Khaerunisa, Alya; Rafifanto, Fakhri; Prayogi, Sabrina Putri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/12b0f483

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid FORSIMMA Bekasi dalam mengimplementasikan strategi fundraising digital sebagai upaya memperkuat pendanaan masjid yang berkelanjutan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya literasi digital dan minimnya kemampuan teknis pengurus masjid dalam mengelola media sosial serta sistem donasi digital, padahal digitalisasi filantropi telah menjadi tren utama dalam pengelolaan dana keagamaan. Pelatihan dirancang menggunakan metode partisipatif deskriptif berbasis community-based training dengan tahapan analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan teori dan praktik, evaluasi post-test, serta tindak lanjut. Instrumen kuesioner disusun berdasarkan indikator Digital Philanthropy dan Technology Acceptance Model (TAM), dan divalidasi oleh dua ahli sebelum digunakan. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari di bawah koordinasi FORSIMMA Bekasi, bertempat di Masjid Al-Kahfi Bunut, Bekasi, dengan melibatkan 13 peserta dari berbagai masjid dan musholla. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta memiliki persepsi positif terhadap relevansi dan kemanfaatan materi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial dan sistem pembayaran digital untuk penggalangan dana. Meskipun demikian, ditemukan variasi pemahaman antara peserta muda dan senior, serta adanya hambatan berupa keterbatasan perangkat digital dan resistensi jamaah terhadap metode donasi elektronik. Data post-test menggambarkan peningkatan persepsi, namun tidak dapat memastikan perubahan kompetensi secara faktual karena tidak adanya pre-test. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan literasi digital dan kesiapan awal implementasi fundraising digital di lingkungan masjid, sekaligus menghasilkan model pelatihan yang dapat direplikasi dalam konteks pengembangan ekonomi keumatan berbasis teknologi. Digital Fundraising Strategy Training for Mosque Administrators: Implementation of Participatory Action Research at FORSIMMA Bekasi Abstract This community service program aims to enhance the capacity of FORSIMMA Bekasi mosque administrators in implementing digital fundraising strategies to strengthen sustainable mosque financing. The background of this activity lies in the low level of digital literacy and limited technical skills among mosque administrators in managing social media and digital donation systems, despite the growing trend of digital philanthropy in religious financial management. The training was designed using a descriptive-participatory method based on a community-based training approach, consisting of needs assessment, material preparation, theoretical and practical sessions, post-test evaluation, and follow-up actions. The questionnaire instrument was developed using indicators from Digital Philanthropy and the Technology Acceptance Model (TAM), and validated by two experts prior to its use. The one-day training was conducted under the coordination of FORSIMMA Bekasi at Masjid Al-Kahfi Bunut, Bekasi, involving 13 participants from various mosques and prayer rooms. The analysis indicates that participants expressed positive perceptions regarding the relevance and usefulness of the material, particularly in the use of social media and digital payment systems for fundraising. Nevertheless, variations in understanding were found between younger and older participants, along with challenges such as limited access to digital devices and resistance from congregants toward electronic donation methods. The post-test data reflects an increase in participant perceptions, although it cannot confirm actual competency improvement due to the absence of a pre-test. Overall, this program contributes to improving digital literacy and the initial readiness for implementing digital fundraising in mosque environments, while also generating a replicable training model for the development of technology-based Islamic community economic empowerment.