cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,165 Documents
Enhancing Matrix Multiplication Learning in Grade XI: A Design Thinking Approach with Talking Stick and Row-by-Column Techniques Wawan Fauzi; Lukman Harun; Nizaruddin Nizaruddin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2209

Abstract

Penelitian ini mengungkap penerapan konsep tongkat bicara dan teknik kolom-kali-baris untuk pembelajaran perkalian matriks siswa kelas XI dengan pendekatan desain berpikir. Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan guru mata pelajaran dan 32 peserta didik XI F 1 sebagai subjek penelitian. Penelitian ini diawali dengan observasi awal, diikuti dengan pelatihan teknik, metode, dan pendekatan gabungan, dan kemudian penerapan teknik gabungan oleh guru. Metode pengumpulan data dan instrumen yang diterapkan adalah lembar observasi untuk mengamati situasi sebelum dan sesudah guru saat menggunakan teknik, proses, dan pendekatan gabungan yang telah ditentukan. Para peneliti menganalisis data yang terkumpul menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi perubahan yang paling efektif. Hasilnya menemukan bahwa teknik, metode, dan pendekatan gabungan memiliki pembelajaran perkalian matriks yang lebih baik. Kombinasi yang diterapkan menciptakan suasana belajar yang terstruktur dan interaktif untuk mendorong tanggung jawab dan kolaborasi. Para siswa dapat menjelaskan konsep matriks, memberikan solusi, dan berkolaborasi dengan teman sebayanya. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa memadukan konsep tongkat bicara dengan teknik kolom dikalikan baris melalui pendekatan desain berpikir dapat berfungsi sebagai model pedagogis yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konseptual, dan pemecahan masalah kolaboratif dalam pembelajaran perkalian matriks. This research revealed the implementation of the talking-stick concept and column-multiplied-by-row technique for matrix multiplication learning of XI graders with a thinking design approach. This descriptive quantitative research involved the course teacher and 32 learners of XI F 1 as the research subjects. This research began with preliminary observation, followed by training in the combined technique, method, and approach, and then implementation of the combined technique by the teacher. The method of collecting data and the applied instruments were an observation sheet to observe the pre- and post-situations of the teacher while using the predetermined combined technique, process, and approach. The researchers analyzed the collected data using a quantitative descriptive analysis to identify the most effective changes. The results found that the combined technique, method, and approach had better matrix multiplication learning. The applied combination created structured and interactive learning atmospheres to encourage responsibility and collaboration. The students could explain the matrix concept, provide a solution, and collaborate with their peers. These findings suggest that integrating the talking-stick concept with the column-multiplied-by-row technique through a thinking design approach can serve as an effective pedagogical model to enhance student engagement, conceptual understanding, and collaborative problem-solving in matrix multiplication learning.
Computational Thinking in Polyhedron: Student Analysis Lisa Amelia; Hapizah Hapizah; Budi Mulyono
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.2222

Abstract

Abstrak Computational Thinking (CT) penting dalam Pembelajaran bangun ruang sisi datar karena membantu siswa memahami masalah kompleks melalui berpikir matematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan CT siswa kelas VIII berdasarkan empat indikator: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan tes berbasis konteks Tabot Bengkulu. Hasil menunjukkan siswa berada pada Kategori sedang, dengan capaian tertinggi pada abstraksi 73,75 dan terendah pada pengenalan pola 55,00. Temuan ini mengimplikasikan perlunya integrasi CT dalam evaluasi dan Pembelajaran Matematika untuk memperkuat kemampuan berpikir lagis siswa. Abstract Computational Thinking (CT) is important in learning polyhedra because it helps students understand complex problems through mathematical thinking. This study aims to analyze the CT abilities of eighth-grade students based on four indicators: decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithms. The methods used are descriptive, qualitative, and quantitative, with context-based tests from Tabot Bengkulu. The results show that students are in the moderate category, with the highest achievement in abstraction at 73.75 and the lowest in pattern recognition at 55.00. These findings imply the need to integrate CT into mathematics evaluation and learning to strengthen students' logical thinking skills.
Do Eligible Teacher and Student Activities in Problem-Based Mathematics Learning Impact Critical Thinking? Widya Kusumaningsih; Imam Kusmaryono
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2256

Abstract

Penelitian studi kasus ini dilakukan dengan cross sectional desain. Partisipan sebanyak 32 siswa kelas V dan seorang guru. Penentuan partisipan siswa dan guru menggunakan teknik sampling jenuh (non-probabilitas). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Tujuan penelitian menyelidiki apakah aktivitas belajar siswa dan guru yang eligible dalam model PBL dapat berdampak positif terhadap keterampilan berpikir kritis. Analisis data meliputi analisis resiko dan analisis dampak dari PBL. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model problem based learning (PBL) mampu mengaktifkan potensi siswa dan guru melalui penciptaan aktivitas belajar yang tinggi.  Aktivitas belajar siswa dan guru yang eligible dalam model PBL dapat berdampak positif terhadap keterampilan berpikir kritis. Dengan kata lain, kegiatan pembelajaran dalam PBL mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Dampak positif terhadap siswa ini tidak lepas dari peran guru sebagai fasilitator yang efektif dalam implementasi PBL.This case study research was conducted with a cross-sectional design. The participants were 32 fifth-grade students and a teacher. Determining student and teacher participants used saturated (non-probability) sampling techniques. Data collection techniques through observation, interviews, and tests. The research objective is to investigate whether the learning activities of eligible students and teachers in the PBL model can have a positive impact on critical thinking skills. Data analysis includes risk analysis and impact analysis of PBL. Research findings show that the problem-based learning (PBL) model can activate the potential of students and teachers through the creation of high-learning activities.  The learning activities of eligible students and teachers in the PBL model can have a positive impact on critical thinking skills. In other words, learning activities in PBL have a significant influence on students' critical thinking skills. This positive impact on students cannot be separated from the teacher's role as an effective facilitator in implementing PBL.
Meta-Synthesis: Ethnomathematics in Educational and Cultural Contexts Over the Last Decade Lessa Roesdiana; Turmudi Turmudi; Dadang Juandi; Suhendra Suhendra; Jarnawi Afgani Dahlan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.2257

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis hasil-hasil penelitian tentang etnomatematika dalam berbagai konteks selama satu dekade terakhir. Melalui pendekatan meta-sintesis, studi ini mengeksplorasi bagaimana konsep etnomatematika diterapkan dalam beragam budaya, lingkungan pendidikan, dan masyarakat untuk menghubungkan matematika dengan nilai-nilai budaya lokal. Fokus utama penelitian mencakup aplikasi etnomatematika dalam pembelajaran, kontribusi terhadap pemahaman matematika siswa, dan peran dalam pelestarian budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan meta-sintesis dengan melakukan tinjauan sistematis dan analisis terhadap studi-studi yang diterbitkan antara tahun 2020–2024 dari basis data yang yang relevan menggunakan NVIVO 12. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan artikel relevan, penerapan kriteria inklusi dan eksklusi, pengkodean tema, dan sintesis temuan dari berbagai studi. Hasil analisis menunjukkan bahwa etnomatematika tidak hanya berfungsi sebagai alat pedagogis yang efektif, tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung inklusivitas dan relevansi pendidikan matematika di berbagai latar belakang budaya. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kurikulum yang kontekstual, berbasis budaya, dan mendukung keberagaman dalam pendidikan matematika. Abstract This study aims to identify, analyze and synthesize research results on ethnomathematics in various contexts over the past decade. Through a meta-synthesis approach, this study explores how ethnomathematics concepts are applied in diverse cultures, educational settings and communities to connect mathematics with local cultural values. The main focus of the study includes the application of ethnomathematics in learning, the contribution to students' mathematical understanding, and the role in cultural preservation. This study used a meta-synthesis approach by conducting a systematic review and analysis of studies published between 2020 and 2024 from relevant databases using NVIVO 12. The methods used included collecting relevant articles, applying inclusion and exclusion criteria, coding themes, and synthesizing findings from various studies. The results of the analysis show that ethnomathematics not only serves as an effective pedagogical tool, but also as a means to support the inclusivity and relevance of mathematics education across different cultural backgrounds. This study provides important insights for the development of contextualized, culturally-based and diversity-supportive curricula in mathematics education.
Innovative Trigonometry Learning: The Role of Liveworksheets-assisted Interactive Worksheets in Improving Numerical Literacy Mochamad Abdul Basir; Mayana Agustyani; Hevy Risqi Maharani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2366

Abstract

Penelitian pengembangan lembar kerja interaktif berbasis teknologi masih sangat terbatas. Penelitian bertujuan mengembangkan lembar kerja interaktif berbantuan Liveworksheets sebagai upaya meningkatkan literasi numerasi siswa yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kevalidan lembar kerja interaktif dinilai oleh ahli media dan ahli materi. Kepraktisan penggunaan lembar kerja interaktif berdasarkan respon guru dan siswa. Keefektifan implementasi pembelajaran trigonometri menggunakan lembar kerja interaktif ditinjau dari hasil peningkatan pretest dan postest kemampuan literasi numerasi siswa. Penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE, meliputi Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan Lembar kerja Interaktif berbantuan Liveworksheets valid dengan skor 86% ​​dari ahli media dan 80% dari ahli materi. Penggunaan lembar kerja interaktif berkategori sangat praktis dengan skor 94,80% dari angket respon guru dan 84,60% dari angket respon siswa. Pembelajaran menggunakan lembar kerja interaktif berbantuan Liveworksheets efektif meningkatkan literasi numerasi siswa. Bantuan scaffolding berbasis teknologi yang diterapkan pada pembelajaran menggunakan liveworksheet menjadi lebih menarik dan memotivasi siswa untuk berpikir literasi numerasi.Research on the development of technology-based interactive worksheets is still minimal. The study aims to develop interactive worksheets assisted by Liveworksheets to improve students' numeracy literacy that meets the criteria of valid, practical, and effective. Media experts and material experts assess the validity of interactive worksheets. The practicality of using interactive worksheets is based on teacher and student responses. The effectiveness of implementing trigonometry learning using interactive worksheets is reviewed from the results of the pretest and posttest increase in students' numeracy literacy skills. The development research uses the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study results showed that the Interactive Worksheet assisted by Liveworksheets was valid, with 86% validity from media experts and 80% from material experts. Interactive worksheets are categorized as very practical, with a score of 94.80% from the teacher response questionnaire and 84.60% from the student response questionnaire. Learning using interactive worksheets assisted by Liveworksheets effectively improves students' numeracy literacy. Technology-based scaffolding assistance applied to learning using liveworksheets makes it more interesting and motivates students to think about numeracy literacy.
Evaluating the Professional Competence of Indonesian Mathematics Teacher Candidates to Face 21st Century Education Challenges Rivdya Eliza; Nita Putri Utami; Rahmatul Wahid
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.2475

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana kompetensi profesional calon guru matematika di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Empat aspek kompetensi profesional yang dikaji meliputi: penguasaan kompetensi dasar pembelajaran, kreatifitas dalam mengembangkan pembelajaran, pengembangan keprofesian serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam mendukung pembelajaran. Data dikumpulkan melalui kuisioner kompetensi profesional, tes kemampuan matematika dan kemampuan berpikir matematis, serta wawancara dengan calon guru matematika dari lima PTKIN. Sampel penelitian terdiri dari 448 mahasiswa yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum calon guru matematika PTKIN memiliki kompetensi profesional yang tinggi, yang menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skills (HOTs), yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran matematika. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan agar dosen dan institusi PTKIN melakukan evaluasi diagnostik awal guna mengidentifikasi kebutuhan dan hambatan spesifik dalam pengembangan profesional calon guru, khususnya dalam aspek analisis, evaluasi, dan sintesis berpikir. Abstract This study aims to reveal the extent of professional competence of prospective mathematics teachers at State Islamic Religious Universities (PTKIN) in Indonesia in facing the challenges of 21st century education. The four aspects of professional competence studied include: mastery of basic learning competencies, creativity in developing learning, professional development and utilization of information and communication technology (ICT) in supporting learning. Data were collected through professional competence questionnaires, tests of mathematical ability and mathematical thinking ability, and interviews with prospective mathematics teachers from five PTKIN. The research sample consisted of 448 students selected using proportional random sampling technique. The results showed that in general, PTKIN mathematics teacher candidates have high professional competence, which indicates their readiness to face the challenges of the 21st century. However, it is still necessary to improve the ability to solve Higher Order Thinking Skills (HOTs) questions that encourage students' critical and creative thinking skills in learning mathematics. The practical implications of this study suggest that PTKIN lecturers and institutions conduct an initial diagnostic evaluation to identify specific needs and obstacles in developing prospective teachers' professionalism, especially in the aspects of thinking analysis, evaluation, and synthesis.
Correlation Of Differentiated Learning Management to Students' Numeracy Literacy Ability in Realistic Mathematics Ida Nuraida; Sri Solihah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2493

Abstract

Penelitian korelasional ini bertujuan menyelidiki hubungan antara manajemen pembelajaran diferensiasi dan kemampuan literasi numerasi siswa dalam konteks pembelajaran matematika realistik di SMP Negeri 4 Ciamis. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel siswa kelas VII, penelitian mengungkap hubungan signifikan yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran diferensiasi memberikan kontribusi sebesar 66% terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Hasil analisis statistik memperlihatkan korelasi yang positif dan signifikan, mengindikasikan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi yang efektif berperan penting dalam pengembangan literasi numerasi. Selain itu, penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi sebesar 34% terhadap variasi kemampuan literasi numerasi. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen pembelajaran diferensiasi yang terstruktur sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan literasi numerasi siswa dalam pembelajaran matematika realistik. This correlational study aims to investigate the relationship between differentiated learning management and students' numeracy literacy skills in the context of realistic mathematics learning at SMP Negeri 4 Ciamis. Through a quantitative descriptive approach with a sample of seventh-grade students, the study revealed a powerful and significant relationship between the two variables. The main finding shows that differentiated learning management contributes 66% to the improvement of students' numeracy literacy skills. Statistical analysis results show a positive and significant correlation, indicating that the implementation of effective differentiated learning plays an important role in the development of numeracy literacy. In addition, the study identified other factors that contribute 34% to the variation in numeracy literacy skills. In conclusion, this study emphasises the importance of implementing structured differentiated learning management as part of a strategy to improve students' numeracy literacy in realistic mathematics learning.
Ethnomathematics: An Exploration of Traditional Musical Instruments and Sundanese Batik Culture in Garut Regency Sidiq Aulia Rahman; Usep Kosasih; Selma Auliya; Sindi Nurhayani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2499

Abstract

Artikel ini membahas konsep etnomatematika melalui alat musik tradisional Celentung dan batik bermotif cupat manggu sebagai bagian dari budaya Sunda di Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika dengan mengidentifikasi unsur-unsur matematika yang terdapat dalam alat musik tradisional, serta pola geometris dan simetri dalam motif batik Garut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk memberikan penjelasan mendalam dan komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Selain itu, pendekatan etnografi diterapkan untuk memandu metodologi penelitian. Sumber data berasal dari tokoh masyarakat di Leles, Kabupaten Garut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa budaya Sunda kaya akan konsep matematika, seperti pola, pengukuran, dan proporsi, yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan menarik. This article explores the concept of ethnomathematics through the traditional Celentung musical instrument and the Cupat Manggu batik motif, both of which are part of Sundanese culture in Garut Regency. This study aims to describe the results of ethnomathematics exploration by identifying mathematical elements found in traditional musical instruments, as well as geometric patterns and symmetry in Garut batik motifs. This study employs a qualitative descriptive research design to provide an in-depth and comprehensive understanding of the phenomena under investigation. Furthermore, an ethnographic approach was applied to guide the research methodology. Data sources came from community leaders in Leles, Garut Regency. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, with the researcher herself as the primary research instrument. The data analysis method used refers to the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results reveal that Sundanese culture is rich in mathematical concepts, such as patterns, measurement, and proportion, which can be utilized as contextual and engaging mathematics learning media.
Learning Trajectories of Different Denominator Fractions with Ote-ote Niva Al Kuril Ainin; Mohammad Faizal Amir; Fitria Wulandari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2506

Abstract

Abstrak Pecahan berpenyebut berbeda adalah subtopik pecahan yang sangat berkontribusi dalam menjelaskan konsep dasar pecahan. Namun, bagi siswa sekolah dasar menantang karena didasarkan dari konsep yang membutuhkan representasi beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan learning trajectories (LT) pada pecahan berpenyebut berbeda dengan konteks Ote-ote.  Ote-ote merupakan makanan khas Jawa Timur yang berbentuk mirip dengan lingkaran. Partisipan penelitian ini adalah 26 siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah desain research dengan tahapan: preparation, implementation, dan retropective analysis. Data dikumpulkan melalui lembar kerja siswa, observasi, dan tes. Teknis analisis data menggunakan triangulasi sumber. LT yang dikembangkan terdiri dari empat aktivitas, yaitu: (1) pengenalan pecahan, (2) penjumlahan pecahan berpenyebut sama (3) pecahan senilai, dan (4) penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Aktivitas LT membangun pemahaman siswa mengenai pecahan berpenyebut berbeda, umumnya dalam kategori memuaskan. Abstract Different denominator fractions is a subtopic of fractions that greatly contributes to explaining the basic concept of fractions. However, it is challenging for primary students because it is based on a concept that requires multiple representations. This study aims to develop learning trajectories (LT) on different denominator fractions in the context of Ote-ote. Ote-ote is a typical East Java food shaped similarly to a circle. The participants of this study were 26 grade 5 students from Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. The study design used was research design with stages: preparation, implementation, and retrospective analysis. Data were collected through student worksheets, observation, and tests—technical data analysis using source triangulation. The developed LT consists of four activities, namely: (1) introduction of fractions, (2) addition of common denominator fractions, (3) equivalent fractions, and (4) addition of different denominator fractions. The LT activities construct students' understanding of different denominator fractions, generally in the satisfactory category.
A Systematic Literature Review on Algebraic Reasoning in Mathematics Instruction Yumna Warifdah; Imam Sujadi; Rubono Setiawan; Farida Nurhasanah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2536

Abstract

Abstrak Penalaran aljabar menjadi topik hangat dalam dua dekade terakhir, tetapi siswa sekolah menengah mengalami kesulitan dalam mempelajari hal ini, sebab mengalami transformasi dari pemikiran aritmatika ke pemikiran aljabar yang abstrak. Penelitian ini menganalisis artikel penalaran aljabar dari basis data Scopus berdasarkan tahun penelitian, metode, dan sebaran geografis dalam satu dekade. Penelitian disajikan melalui tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan protokol PRISMA meliputi Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analytic. Dari proses seleksi, didapatkan 29 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan lolos tiga tahap penyaringan. Penelitian dengan topik ini cenderung mengalami penurunan, terutama dalam 4 tahun terakhir. Metode yang paling sering digunakan adalah metode penelitian kualitatif karena dianggap peneliti sangat cocok untuk meneliti kemampuan berpikir. Dari 8 wilayah yang melakukan penelitian penalaran aljabar, Indonesia merupakan negara yang paling banyak melakukannya. Hal ini dilatarbelakangi rendahnya penalaran aljabar siswa. Peluang penelitian pada topik ini masih terbuka lebar dengan menggunakan penelitian ini sebagai rujukan. Abstract Algebraic reasoning has become a hot topic in the last two decades, but high school students have difficulty in learning it, because they experience a transformation from arithmetic thinking to abstract algebraic thinking. This study analyzes algebraic reasoning articles from the Scopus database based on the year of research, methods, and geographical distribution in one decade. The research is presented through a systematic literature review using the PRISMA protocol including the Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analytic. From the selection process, 29 articles were obtained that met the inclusion criteria and passed three stages of screening. Research on this topic tends to decline, especially in the last 4 years. The most frequently used method is the qualitative research method because researchers consider it very suitable for researching thinking skills. Of the 8 regions that conduct algebraic reasoning research, Indonesia is the country that does it the most. This is due to the low algebraic reasoning of students. Research opportunities on this topic are still wide open by using this research as a reference.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 3 (2025): July Vol. 14 No. 2 (2025): April Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue