cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,165 Documents
Development of Moodle-Based E-Learning to Improve Students’ Mathematical Ability Dian Rahadian; Nugraha Hasan Sadikin; Iman Nasrulloh; Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2708

Abstract

Pengembangan pembelajaran elektronik yang merata merupakan isu pendidikan yang krusial dalam menjawab tantangan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem e-learning berbasis Moodle di SMK Bina Karya Mandiri untuk meningkatkan kemampuan matematis peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 35 peserta didik kelas X-Multimedia sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, angket, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi komprehensif mengenai kemampuan matematis dan pengalaman belajar peserta didik. Analisis data dilakukan dengan uji t satu pihak (one-tailed t-test) untuk mengukur peningkatan kemampuan matematis peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-learning berbasis Moodle efektif untuk meningkatkan kemampuan matematis peserta didik. Sistem e-learning ini berfungsi sebagai pelengkap dalam kegiatan belajar mengajar, terutama ketika pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan di sekolah. Namun demikian, pembelajaran yang ideal tetap memerlukan peran aktif guru secara langsung guna mencapai hasil belajar yang optimal. The development of equitable e-learning is a crucial educational issue in responding to the challenges of digitalization. This study aims to develop a Moodle-based e-learning system at SMK Bina Karya Mandiri to improve students’ mathematical abilities. The research method used was Research and Development (R&D) with a purposive sampling approach, involving 35 tenth-grade Multimedia students as the sample. Data were collected through tests, questionnaires, and documentation to obtain comprehensive information on students’ mathematical abilities and learning experiences. Data analysis was carried out using a one-tailed t-test to measure the improvement in students’ mathematical abilities. The results showed that the development of Moodle-based e-learning was effective in enhancing students’ mathematical abilities. This e-learning system serves as a complement to teaching and learning activities, especially when learning cannot be conducted according to the predetermined school schedule. Nevertheless, ideal learning still requires the active role of teachers in person to achieve optimal learning outcomes.
Effectiveness of Realistic Mathematics Education Assisted by Interactive Videos on Students’ Learning Outcomes and Motivation Lutfi Asyari; Yova Anugrah; Suyato Kusumaryono; Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2709

Abstract

Salah satu pendekatan efektif untuk menjembatani konsep matematika abstrak dengan situasi kehidupan nyata adalah Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas model pembelajaran RME berbantuan video interaktif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas V salah satu SDN di Garut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Quasi Experimental dan Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian meliputi 60 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes tulis. Analisis data dilakukan dengan statistika deskriptif dan uji t. Sebelum penerapan, motivasi belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 54,9%, meningkat menjadi 81,1% setelah perlakuan. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 69,73 menjadi 87,00 pada kelas eksperimen, sedangkan pada kelas kontrol hanya naik dari 69,67 menjadi 74,60. Hasil ini menunjukkan penerapan RME berbantuan video interaktif berpengaruh terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian merekomendasikan pemanfaatan teknologi pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif. One effective approach to bridge abstract mathematical concepts with real-life situations is Realistic Mathematics Education (RME). This study aims to examine the effectiveness of the RME model assisted by interactive videos in improving the motivation and mathematics learning outcomes of fifth-grade students at one of SDN in Garut. The research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design and a Non-Equivalent Control Group Design. The subjects consisted of 60 students, divided into an experimental class and a control class. Data were collected through written tests and analyzed statistically using descriptive statistics and Independent Sample T-Test. Prior to implementation, students’ learning motivation in the experimental class was 54.9%, which increased to 81.1% after the treatment. The average learning outcomes improved from 69.73 to 87.00 in the experimental class, while the control class increased only from 69.67 to 74.60. These results indicate that the implementation of RME assisted by interactive videos has a significant effect on enhancing students’ motivation and learning outcomes. The study recommends utilizing educational technology to create more engaging, interactive, and effective learning experiences.
Comparing the Effectiveness of Learning Video Media and the Imitation Model in Enhancing Mathematical Learning Outcomes and Student Motivation Suyato Kusumaryono; Akhmad Santosa; Ayu Puji Rahayu; Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.2712

Abstract

Abstrak Media pembelajaran memegang peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan, karena dapat membantu guru menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efektif kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi dan hasil belajar matematis siswa yang menggunakan media video pembelajaran dan model tiruan di SDN 3 Karangpawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental, tepatnya dengan model static group comparison design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam motivasi belajar antara siswa yang menggunakan media video pembelajaran dan model tiruan. Siswa yang menggunakan media video pembelajaran menunjukkan motivasi belajar sebesar 80%, yang tergolong dalam kategori "baik", sedangkan motivasi siswa yang menggunakan model tiruan hanya mencapai 46,4%, yang tergolong dalam kategori "kurang". Selain itu, hasil belajar matematis siswa yang menggunakan video pembelajaran mengalami peningkatan (gain) sebesar 0,717 yang termasuk dalam kategori tinggi, sementara siswa yang menggunakan model tiruan hanya mengalami peningkatan sebesar 0,248, yang tergolong dalam kategori rendah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media video pembelajaran lebih efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematis siswa dibandingkan dengan model tiruan. Abstract Learning media plays a crucial role in achieving educational goals, as it can help teachers deliver subject matter more effectively to students. This study aims to determine the differences in motivation and mathematical learning outcomes between students using instructional videos and simulation models at SDN 3 Karangpawitan. The method used in this study was a quasi-experimental experiment, specifically a static group comparison design. The results showed a significant difference in learning motivation between students using instructional videos and simulation models. Students using instructional videos demonstrated learning motivation of 80%, which is categorized as "good," while students using simulation models only achieved 46.4%, which is categorized as "poor." Furthermore, students using instructional videos experienced a gain of 0.717, which is categorized as high, while students using simulation models only experienced an increase of 0.248, which is categorized as low. Therefore, this study concludes that instructional videos are more effective in improving students' motivation and mathematical learning outcomes compared to simulation models.
Global Trends in Contextual Trigonometry E-Books: A Scopus Bibliometric Study Nur Sahara; Y Mochammad Cholily; Abdulkadir Rahardjanto; Moh Mahfud Effendi; Siti Inganah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.2739

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis tren global terkait pengembangan dan penerapan e-book trigonometri kontekstual berdasarkan publikasi internasional yang terindeks Scopus (2019–2024). Dengan menggunakan metode PRISMA, 82 artikel terpilih dianalisis melalui VOSviewer dan Excel untuk memetakan dinamika publikasi, kutipan, kolaborasi antarnegara, serta fokus penelitian yang diarahkan pada pola pertumbuhan publikasi dan kolaborasi serta arah perkembangan riset. Metode penelitian yang digunakan adalah bibliometrik dengan memanfaatkan perangkat lunak VOSviewer dan analisis data dari basis Scopus. Data yang diperoleh kemudian dikaji untuk mengidentifikasi produktivitas publikasi, jejaring sitasi, serta tema-tema utama yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan publikasi sejak 2020, dengan puncak pada 2022–2024 akibat adopsi teknologi selama pandemi COVID-19. China mendominasi jumlah publikasi (204 dokumen), sementara Amerika Serikat unggul dalam pengaruh kutipan. Topik utama mencakup peningkatan pemahaman konseptual, pembelajaran kontekstual, dan sistem pembelajaran dengan teknologi. Publikasi awal (2019–2020) menjadi rujukan paling berpengaruh dengan 4750 kutipan. Namun, studi mengidentifikasi kesenjangan, termasuk minimnya penelitian dampak jangka panjang, variasi konteks budaya, dan peran pendidik dalam pembelajaran berbasis simulasi. Abstract This study aims to analyze global trends related to the development and implementation of contextual trigonometry e-books based on international publications indexed by Scopus (2019–2024). Using the PRISMA method, 82 selected articles were analyzed using VOSviewer and Excel to map the dynamics of publications, citations, international collaborations, and research focus, focusing on publication and collaboration growth patterns and the direction of research development. The research method used was bibliometrics, utilizing VOSviewer software and data analysis from the Scopus database. The obtained data were then reviewed to identify publication productivity, citation networks, and key emerging themes. The results showed a significant increase in publications since 2020, with a peak in 2022–2024 due to technology adoption during the COVID-19 pandemic. China dominated the number of publications (204 documents), while the United States excelled in citation influence. Key topics included improving conceptual understanding, contextual learning, and technology-enabled learning systems. Early publications were the most influential references with 4,750 citations. However, the study identified gaps, including a lack of research on long-term impact, variations in cultural context, and the role of educators in simulation-based learning.
Improving Students' Computational Thinking Skills Based on Minangkabau Literature Trinindi Eriswan Fitri; Ayu Ningsih Almairus; Estuhono Estuhono; Eka Filahanasari; Syafri Ahmad; Elfia Sukma; Alwen Bentri; Aisyah Anggraeni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2760

Abstract

Kemampuan berpikir komputasi diperlukan untuk beradaptasi dengan kecanggihan teknologi era society 5.0. Penelitian ini bertujuan merancang pembelajaran literasi numerasi berbasis sastra Minangkabau untuk meningkatkan keterampilan berpikir komputasional siswa. Penelitian Research and Development ini berdasarkan model Plomp. Instrumen penelitian meliputi instrumen validasi dan lembar angket praktikalitas. Analisis validitas dan analisis praktikalitas menjadi bagian dari teknik analisis data. Penelitian melibatkan validator ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan ahli desain. Uji praktikalitas melibatkan guru dan siswa di salah satu gugus di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menunjukkan hasil validasi dari desain pembelajaran yaitu 90% dengan kategori sangat valid oleh ahli bahasa, 85% valid oleh ahli materi, 90% sangat valid oleh ahli media, dan 80% valid oleh ahli desain. Rata-rata praktikalitas berdasarkan respon guru dan siswa adalah 91,73% dengan kategori sangat praktis. Penelitian ini berhasil menghasilkan desain pembelajaran literasi numerasi berbasis sastra Minangkabau yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir komputasi siswa sekolah dasar. Computational thinking skills are needed to adapt to the technological sophistication of the Society 5.0 era. This study aims to design numeracy literacy learning based on Minangkabau literature to improve students' computational thinking skills.. This research is Research and Development study based on the Plomp model. The research instruments consist of a validation sheet and a practicality questionnaire. The data analysis methods employed in this study were validity analysis and practicality analysis. The research involved content expert validators, linguists, media experts, and design experts. The practicality test involved teachers and students in one cluster in Lima Puluh Kota Regency. The findings of the study indicate that the validation of the learning design created is 90% with a very valid category by linguists, 85% valid by content experts, 90% very valid by media experts, and 80% valid by design experts. The average practicality based on teacher and student responses is 91.73% with very paractical category. This research successfully produced a Minangkabau literature-based numeracy literacy learning design to improve elementary school students' computational thinking skills.
Math Communication Growth through Two Stay Two Stray Approch Sahat Saragih; Nurhasanah Siregar; Indriyani Mu'awiyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2838

Abstract

Kemampuan komunikasi matematika siswa masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI Sains A2 dan A4 yang berjumlah 72 siswa. Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Instrumen penelitian berupa lima tes uraian untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis. Data dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test dengan nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,000, dari hasil tersebut diketahui bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Adapun nilai effect size sebesar 1,7 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Two Stay Two Stray sebesar 95,5% terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI. Students' mathematical communication ability in schools are still very low. This study aims to analyze the effect of the two stay two stray learning model on the mathematical communication ability of grade XI students. The research sample was 72 grade XI A2 and A4 Science students. The method used was a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The research instrument was five essay tests to measure mathematical communication ability. The data were analyzed using the Independent Sample T-Test with a significance value of 0,000, from these results it is known that the significance value of 0,000 < 0,05. The effect size value of 1,7 indicates that there is an influence of the Two Stay Two Stray model of 95,5% on the mathematical communication ability of grade XI students. Thus, it can be concluded that there is an influence of the Two Stay Two Stray learning model on the mathematical communication ability of grade XI students.
PCK Based Learning Design: Development Through Design Research to Improve Matematics Teachers’ Teaching Skills Diar Veni Rahayu; Dedi Muhtadi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2882

Abstract

Untuk dapat mengajar secara efektif, seorang guru tidak hanya dituntut memahami konten materi, tetapi juga mampu menyampaikannya sesuai dengan karakteristik siswa melalui penguasaan Pedagogical Content Knowledge (PCK). Keterampilan ini menjadi kunci pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain pembelajaran berbasis PCK yang dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru matematika. Metode yang digunakan adalah design research model Plomp, yang terdiri dari tahapan preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Subjek penelitian adalah tiga guru matematika, dengan instrumen berupa RPP dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Desain pembelajaran berbasis PCK dapat dikembangkan dalam bentuk RPP yang mengacu pada konsep PCK John K. Lannin, dengan adaptasi berupa penekann pada identifikasi student thinking, pemilihan representasi matemais yang bervariasi, serta perencanaan antisipasi kesulitan siswa berdasarkan PCK Mathematics Lesson Plan Template; dan (2) RPP tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru. Secara keseluruhan, desain pembelajaran berbasis PCK mampu memfasilitasi pengembangan keterampilan praktis mengajar secara nyata, serta meningkatkan kemampuan esensial dalam pembelajaran matematika yang bermakna. Implikasi dari penelitian ini aalah bahwa adaptasi model PCK Lannin dapat dijadikan acuan dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang lebih kontekstual, sehingga guru lebih siap menghdapi keragaman cara berpikir siswa di kelas. To be able to teach effectively, a teacher is not only required to understand the content of the material, but also to be able to convey it according to the characteristics of the students through mastery of Pedagogical Content Knowledge (PCK). This skill is the key to achieving learning objectives. This study aims to develop a PCK-based learning design that can improve the teaching skills of mathematics teachers. The method used is the Plomp design research model, which consists of the stages of preliminary research, prototyping phase, and assessment phase. The subjects of the study were three mathematics teachers, with instruments in the form of lesson plans and observation sheets. The results of the study indicate that: (1) PCK-based learning designs can be developed in the form of lesson plans that refer to John K. Lannin's PCK concept, with adaptations in the form of emphasis on identifying student thinking, selecting varied mathematical representations, and planning to anticipate student difficulties based on the PCK Mathematics Lesson Plan Template; and (2) the lesson plans have proven effective in improving teachers' teaching skills. Overall, PCK-based learning design is able to facilitate the development of practical teaching skills in real terms, as well as improve essential abilities in meaningful mathematics learning. The implication of this research is that the adaptation of Lannin's PCK model can be used as a reference in compiling more contextual learning tools, so that teachers are better prepared to deal with the diversity of students' ways of thinking in the classroom.
Beyond the Formula: A Systematic Review of How Senior High Students Make Sense of Derivatives Elika Kurniadi; Zulkardi Zulkardi; Ratu Ilma Indra Putri; Darmawijoyo Darmawijoyo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2922

Abstract

Turunan merupakan konsep dasar kalkulus yang memegang peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk fisika, teknik, dan ekonomi. Tetapi, banyak siswa yang mengalami kesulitan memahami dan menerapkan konsep-konsep turunan secara efektif. Penelitian ini bertujuan melakukan telaah pustaka sistematis tentang pengajaran konsep turunan dalam kalkulus di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian Systematic literature review (SLR) ini disusun menggunakan lima komponen inti yaitu merumuskan pertanyaan penelitian, pendarian dan pemilihan literatur, pengumpulan data dan evaluasi kualitas, sintesis dan analisis data, serta pelaporan dan interpretasi. Telaah ini mengidentifikasi tantangan-tantangan utama yang dihadapi oleh siswa, mengeksplorasi strategi pengajaran yang efektif, serta peran sumber daya digital dalam meningkatkan pemahaman siswa. Telaah ini memberikan wawasan tentang praktik pengajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengidentifikasi bidang-bidang yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Hasil telaah ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif dalam pengajaran kalkulus di sekolah menengah atas. Derivatives are fundamental concepts in calculus that play a vital role in various disciplines, including physics, engineering, and economics. However, many students struggle to understand and effectively apply derivative concepts. This study aims to conduct a systematic literature review on the teaching of derivative concepts in calculus at the high school level. This systematic literature review (SLR) is structured using five core components: formulating a research question, searching and selecting literature, collecting data and evaluating its quality, synthesizing and analyzing data, and reporting and interpreting. The review identifies key challenges faced by students, explores effective teaching strategies, and explores the role of digital resources in enhancing student understanding. It provides insights into teaching practices that can improve student learning outcomes and identifies areas requiring further research. The results of this review can contribute to the development of more effective curricula and teaching methods for calculus in high schools.
Fostering Conceptual Understanding of Dilation in Geometry through Motion Graphics: A Didactical Design Research Approach Muchamad Subali Noto; Cita Dwi Rosita; Ikman Nurhakim Rahadi; Nur Komalasari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.2933

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain didaktis berbasis media motion graphic guna meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada materi transformasi geometri, khususnya dilatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahap: analisis didaktis prospektif, analisis metapedadidaktis, dan analisis retrospektif. Subjek sebanyak 10 siswa kelas XII di salah satu SMK bidang teknik komputer dan jaringan. Instrumen yang digunakan mencakup rancangan desain didaktis dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan dalam memahami konsep dilatasi seperti titik pusat dan faktor skala, serta mampu mengaitkan konsep dengan konteks kehidupan sehari-hari. Namun, hambatan belajar seperti kesalahan prosedural, kesulitan mengekspresikan ide dalam struktur matematika, dan miskonsepsi simbolik masih ditemukan. Revisi desain dilakukan dengan menambahkan contoh kontekstual dan lembar kerja siswa untuk membantu strukturisasi jawaban dan meningkatkan keterhubungan konsep. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media visual yang bermakna dan pendampingan dengan alat bantu belajar untuk mengoptimalkan pembelajaran geometri secara konseptual. Abstract This study aims to develop a motion graphic-based didactical design to enhance students’ conceptual understanding of geometric transformations, focusing on dilation. The research employed a Didactical Design Research (DDR) framework consisting of three phases: prospective didactical analysis, metapedadidactical analysis, and retrospective analysis. The study involved 10 twelfth-grade students from a vocational high school in the Computer and Network Engineering field. Instruments included a didactical design document and a semi-structured interview guide. Results indicated that most students improved their understanding of dilation concepts such as center and scale factor and were able to relate these concepts to real-life situations. However, learning obstacles such as procedural errors, difficulties in expressing ideas in mathematical structure, and symbolic misconceptions were still observed. The design was revised by incorporating contextual examples and student worksheets to support structured responses and conceptual linkage. This study recommends the integration of meaningful visual media and learning scaffolds to optimize conceptual learning in geometry.
Analysis of Mathematical Concept Understanding and Responsibility in Learning with Padlet Yayu Laila Sulastri; Deti Ahmatika; Siska Kartika Syahrani; Annisa Nurmaulani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2988

Abstract

Pemahaman konsep matematis dan tanggung jawab merupakan aspek penting dalam pembelajaran Kalkulus, namun mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep. Penggunaan Padlet sebagai media kolaboratif ditawarkan untuk mendorong partisipasi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis dan tanggung jawab pada pembelajaran dengan Padlet. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh dari mahasiswa mata kuliah Kalkulus Integral di Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Islam Nusantara melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Teknik pengolahan data: pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan mahasiswa belum memenuhi seluruh indikator kemampuan pemahaman konsep matematis; M1 dan M5 hanya memenuhi satu indikator, sementara M2 tidak memenuhi satupun. Sebaliknya, tanggung jawab meningkat, ditunjukkan oleh konsistensi M5 serta peningkatan M1 dan M2. Padlet menumbuhkan tanggung jawab, tetapi perlu dioptimalkan dengan menambahkan fitur diskusi aktif yang lebih terstruktur untuk mendukung ketercapaian kemampuan pemahaman konsep matematis. Mathematical concept understanding and responsibility are crucial in Calculus learning, yet students often struggle with these concepts. The use of Padlet as a collaborative media is offered to encourage active participation. This study aims to analyze the ability to understand mathematical concepts and responsibility in learning with Padlet. The research method used is qualitative with a case study strategy. Data were obtained from students of the Integral Calculus course in the Mathematics Education Study Program, Universitas Islam Nusantara, through interviews, observations, documentation, and questionnaires—data processing techniques: collection, reduction, presentation, and conclusion. The results indicate that students have not met all the mathematical concept understanding ability indicators. Specifically, M1 and M5 meet only one indicator, while M2 does not meet any. In contrast, responsibility increases, indicated by the consistency of M5 and the increase in M1 and M2. Padlet fosters responsibility, but it needs to be optimized by adding more structured active discussion features to support the achievement of understanding mathematical concepts.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 3 (2025): July Vol. 14 No. 2 (2025): April Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue