cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Ethnomathematics: Two Dimensional Figure Geometry Concept in the Balla Lompoa Traditional House in South Sulawesi Ja’faruddin Ja’faruddin; Muhammad Ammar Naufal
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2769

Abstract

Rumah adat Balla Lompoa merupakan bangunan adat yang dulunya digunakan sebagai istana tempat tinggal Raja Gowa. Sebagai bagian dari budaya, arsitektur tradisional dan ornamen pada Balla Lompoa berkait dengan konsep geometri yang jika digali dapat dijadikan sebagai bahan ajar. Kajian tentang konsep matematika dengan praktik budaya disebut etnomatematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan salah satu penjaga rumah adat Balla Lompoa. Eksplorasi rumah adat Balla Lompoa memperlihatkan berbagai konsep geometris bangunan datar seperti bujur sangkar, bujur sangkar panjang, segitiga, lingkaran, dan belah ketupat. Bentuk bangun datar ini dapat ditemukan di Balla Lompoa dan dapat menjadi salah satu bahan ajar berupa media pembelajaran, model dan pendekatan pembelajaran serta modul menggunakan Etnomatematika.The Balla Lompoa traditional house is a traditional building once used as the palace of the King of Gowa's residence. As part of the culture, the traditional architecture, and ornaments on the Balla Lompoa connect with the concept of geometry which, if explored, can be used as teaching materials. The study of mathematical concepts with cultural practice is called Ethnomathematics. This study is a descriptive exploratory study, with data collected through observation and interviews with one of the guards of the Balla Lompoa traditional house. The exploration of the Balla Lompoa traditional house shows various geometric concepts of Two-Dimensional Figures such as squares, square Panjang, triangles, circles, and rhombuses. This flat shape can be found in the Balla Lompoa and can be one of the teaching materials in the form of learning media, teaching models and approaches and modules using Ethnomathematics.
Development of Android-Based Titungan Game Learning Media to Train Students' Creative Thinking Rahayu Ranila; Tri Nova Hasti Yunianta; Erlina Prihatnani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2788

Abstract

Media pembelajaran adalah suatu alat yang bisa membantu proses belajar mengajar, dan sekaligus memiliki fungsi  memperjelas makna yang disampaikan dalam sebuah proses pembelajaran, sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran hendaknya mengikuti arus perkembangan teknologi. Salah satu pengembangan media berbasis teknologi  ialah game edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran game Titungan berbasis android. Pengembangan Media pembelajaran ini menggunakan metode RnD (Research and Development)  dengan model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation and evaluation). Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar validasi media, lembar kepraktisan, pretest, posttest, dan lembar respon siswa terhadap media. Subjek Penelitian ini ialah Siswa Sekolah Menengah Pertama. Media ini telah diujicobakan terhadap 27 siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Media game Titungan berbasis android telah dinyatakan valid oleh pakar media. Hasil uji kepraktisan mendapat persentase sebesar 91,67% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Uji paired t-test dengan taraf signikan 5% menghasilkan signifikan mendekati nol dengan rata-rata posttest lebih tinggi daripada pretest. Berdasarkan ketiga uji tersebut, dapat disimpulkan media ini valid, praktis, dan efektif. Learning media is a tool that can help the teaching and learning process, and at the same time has the function of clarifying the meaning conveyed in the learning process, so that learning objectives are achieved. Learning media must follow the flow of technological developments. One of the technology-based media developments is educational games. This study aims to develop learning media for Android-based Titungan games. The development model used in this study is the ADDIE model. The instruments used consisted of media validation sheets, practicality sheets, pretest, posttest, and student response sheets to the media. This media has been tested on 27 grade VII students of SMP Pangudi Luhur Ambarawa. The Android-based Titungan game media has been declared valid by media experts. The practicality test results got a percentage of 91.67% which was included in the very good category. The paired t-test with a significant level of 5% produces a significant close to zero with a higher posttest average than the pretest. Based on these three tests, it can be concluded that this media is valid, practical, and effective. 
Student Anxiety Level When Going to College in the Mathematics Education Study Program with Mathematics Scores Fransiskus Gatot Iman Santoso; Gregoria Ariyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2896

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (PSPM) UKWMS ketika akan berkuliah di PSPM terhadap nilai matematika di STTB SMA/SMK. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa PSPM (Kampus Kota Madiun) UKWMS Angkatan Tahun 2022 sebanyak 7 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuesioner. Kuesioner yang dibuat adalah kecemasan mahasiswa dalam menghadapi mata pelajaran matematika. Aspek kecemasan yang diteliti adalah aspek fisik, aspek mental, dan aspek perilaku. Metode analisis data dalam penelitian ini ialah statistik deskriptif karena data berupa angka-angka. Data ini berupa skor kecemasan mahasiswa dan nilai matematika di STTB SMA/SMK mahasiswa. Hasil penelitian ini diperoleh rataan skor kecemasan mahasiswa ketika akan berkuliah di PSPM berdasarkan aspek fisik sebesar 42,43 (kriteria tingkat kecemasan sedang), aspek mental sebesar 42,29 (kriteria tingkat kecemasan sedang), dan aspek perilaku sebesar 39,43 (kriteria tingkat kecemasan rendah). Secara keseluruhan rataan skor kecemasan mahasiswa ketika akan berkuliah di PSPM sebesar 124,14 (kriteria tingkat kecemasan sedang). Sedangkan rataan nilai matematika mahasiswa di STTB SMA/SMK sebesar 84,91.The purpose of this study is to determine the description of the level of anxiety in students of the UKWMS Mathematics Education Study Program (PSPM) when going to study at PSPM on mathematics grades in the high school/vocational school STTB. This type of research is descriptive. The research subjects were 7 students of MESP (Madiun City Campus) WMSCU Class of 2022. The data collection method used in this research is the questionnaire method. The questionnaire made is student anxiety in facing math subject. The aspects of anxiety studied are physical aspects, mental aspects and behavioral aspects. The data analysis method in this research is descriptive statistics because the data is in the form of numbers. This data is in the form of student anxiety scores and math scores in the STTB SMA / SMK students. The results of this study obtained an average student anxiety score when going to college at PSPM based on physical aspects of 42.43 (moderate anxiety level criteria), mental aspects of 42.29 (moderate anxiety level criteria), and behavioral aspects of 39.43 (low anxiety level criteria). Overall, the average score of student anxiety when going to study at PSPM is 124.14 (moderate anxiety level criteria). Meanwhile, the average student's mathematics score at the high school/vocational school STTB is 84.91.
The Effect of Gender on Fifth-Grade Students’ Computational Thinking Skills Yahya Gunawan; Zetra Hainul Putra; Zariul Antosa; Dahnilsyah Dahnilsyah; Hartono Tjoe
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2712

Abstract

Computational thinking (CT) merupakan topik baru yang muncul dalam penelitian pendidikan matematika. Isu gender telah mendapat perhatian ilmiah untuk diselidiki di antara banyak faktor yang mempengaruhi CT siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi pengaruh gender pada keterampilan CT siswa kelas lima sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode komparatif. Subjek penelitian ini adalah 120 siswa kelas V di Pekanbaru, Riau, Indonesia. Analisis data menggunakan uji parametrik untuk membandingkan keterampilan CT siswa secara umum dan tes non parametrik untuk membandingkan keterampilan CT siswa dalam empat kompetensi yaitu dekomposisi, berpikir algoritmik, pengenalan pola, dan abstraksi. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan berpikir komputasi yang rendah dan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir komputasi yang signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan pada umumnya. Namun, pengenalan pola siswa laki-laki secara signifikan lebih tinggi daripada siswa perempuan. Ini menyiratkan bahwa pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan CT sebagai bagian dari kurikulum matematika di sekolah dasar.Computational thinking (CT) becomes an emerging topic in mathematics education research. The gender issue has gained scholarly attention to be investigated among many factors affecting students' CT. Therefore, the present study seeks to explore the effect of gender on the fifth-grade students' CT skills. This study applied quantitative research using the comparative method. The subjects were 120 fifth-grade students in Pekanbaru, Riau, Indonesia. Data analysis used the parametric test to compare students’ CT skills in general and the non-parametric test to compare students' CT skills in four competencies, decomposition, algorithmic thinking, pattern recognition, and abstraction. The findings indicate that students have low CT skills and no significant differences in CT skills between male and female students in general. However, male students' pattern recognition is significantly higher than that of female students. This implies that policymakers need to consider CT as part of mathematics curriculum in primary schools.
The Analysis of Language Use in Math Story Problems in Mid and Final Semester Assessment Manuscript Lina Siti Nurwahidah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2884

Abstract

Soal cerita matematika merupakan bentuk soal yang melatih pemahaman berhitung dan membaca. Evaluasi akan menjadi tidak efektif jika penggunaan bahasa dalam soal cerita matematika kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang penggunaan bahasa dalam soal cerita pada naskah Penilaian Akhir Semester (PAS) dan Penilaian Tengah Semester (PTS) mata pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Sumber data didapatkan dari naskah soal PAS dan PTS Matematika yang digunakan oleh sekolah dasar di Garut. Jumlah seluruh naskah ada 36 naskah dengan jumlah butir soal   yang merentang dari tahun pelajaran 2017-2018 sampai 2022-2023 sebanyak 1020 soal.  Penganalisisan dilakukan pada soal cerita yang tersebar pada lima tipe jenis soal, yakni soal pilihan ganda, soal pilihan ganda analisis kasus, betul-salah, menjodohkan, dan soal uraian. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa terdapat ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa soal cerita matematika dengan persentase yang variatif. Untuk ketidakgramatikalan berjumlah 31 persen, ketidaktepatan diksi 25 persen, ketidakhematan 15 persen, ketidakparalelan 6 persen, dan ketidaklogisan 22 persen.Math story problems are a form of problem that trains counting and reading comprehension. The evaluation will be ineffective if the use of language in the math story problems is flawed. This study aimed to get an overview of the use of language in the Math story problems in Final and Mid Semester Assessment manuscripts. This study used a qualitative approach with an analytic descriptive method. The data was obtained from the mathematics assessment question texts used by elementary schools in Garut, with 36 manuscripts comprising 1020 questions spanning from 2017-2018 to 2022-2023 academic years. The analysis was carried out on the language problems in the story problems question types used in the multiple choices, case analysis multiple choices, true-false, matching, and essay questions. Based on the analysis, there were inaccuracies in the use of the language with varying percentages. Thirty-one percent of the data are ungrammatical, 25 percent use incorrect diction, 15 percent are ineffective, 6 percent are non-parallel, and 22 percent are illogical.
TPACK Capabilities of Mathematics Teachers: An Overview Based on Teacher Certification Status and School Accreditation Busnawir Busnawir; Mery Aryanti; Nana Sumarna; Kodirun Kodirun; Hafiludin Samparadja
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2779

Abstract

Keterampilan TPACK guru dapat dipengaruhi oleh status sertifikasi guru dan akreditasi sekolah. Guru bersertifikat diharapkan mampu mengintegrasikan TPACK dengan baik dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan TPACK guru matematika sekolah menengah berdasarkan status sertifikasi guru dan akreditasi sekolah di Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian sebanyak 53 guru matematika sekaligus sebagai subyek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan TPACK guru matematika sekolah menengah di Kabupaten Buton Utara termasuk kategori rendah; ada perbedaan kemampuan TPACK yang signifikan antara guru matematika di sekolah terakreditasi A dan B; terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan TPACK antara guru matematika di sekolah terakreditasi A dan C; tidak terdapat perbedaan kemampuan TPACK antara guru matematika di sekolah terakreditasi B dan C; terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan TPACK antara guru bersertifikasi dan tidak bersertifikasi di sekolah terakreditasi B; tidak ada perbedaan keterampilan TPACK antara guru bersertifikasi dan tidak bersertifikasi di sekolah terakreditasi A dan C.Teachers' TPACK skills can be influenced by teacher certification status and school accreditation. Certified teachers are expected to be able to integrate TPACK well in learning. The purpose of this study was to examine the TPACK ability of high school mathematics teachers based on teacher certification status and school accreditation in North Buton District. This research uses a quantitative descriptive approach with a survey method. The research population consisted of 53 mathematics teachers who were also research subjects. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation. The results showed that the TPACK mastery ability of high school mathematics teachers in North Buton Regency was in a low category; there is a significant difference in TPACK ability between mathematics teachers in schools accredited A and B; there is a significant difference in TPACK skills between mathematics teachers in schools accredited A and C; there is no difference in TPACK abilities between mathematics teachers in schools accredited B and C; there is a significant difference in the ability of TPACK between certified and uncertified teachers in schools accredited B; there is no difference in TPACK skills between certified and uncertified teachers in schools accredited A and C.
Digibook Media and Novice Teacher Mathematical Beliefs Puji Lestari; Supratman Supratman; Komara Komara
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2760

Abstract

Belief matematis yang dipahami sebagai keyakinan terhadap mata pelajaran matematika, kenyataannya sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran matematika, khususnya terhadap hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis belief matematis guru pemula dalam mengajar dan belajar matematika, ditinjau dari media Digibook yang telah dikembangkan. Sebanyak 9 guru pemula dengan belief matematis pada aspek belajar matematika yang berbeda menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk pada deskriptif kualitatif dengan pengambilan data berupa media Digibook yang dikembangkan oleh subjek, angket belief matematis yang sebelumnya telah divalidasi dan wawancara semi terstruktur.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pemula dengan keyakinan belajar level platonis meyakini bahwa dalam belajar matematika, pemahaman akan konsep merupakan inti dari belajar. Hal ini berdampak pada cara mereka mengajar, meyakinkan siswa bahwa matematika bukan hanya prosedur. Bagi guru pemula dengan keyakinan belajar problem solving, belajar merupakan proses mengeksplorasi pengetahuan dan media pembelajaran berperan sebagai alat bantu, alat komunikasi dan alat pengembangan berfikir matematis. Hasil penelitian ini mengimplikasi bahwa guru pemula dengan semangat belajar dan mengajarnya serta keinginan dalam mengembangkan media pembelajaran mampu menghasilkan media Digibook yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswanya.Mathematical beliefs, which are understood as beliefs about mathematics subjects, are in fact very influential in the process of learning mathematics, especially on student learning outcomes. The purpose of this study is to analyze the mathematical beliefs of novice teachers in teaching and learning mathematics, in terms of the Digibook media that has been developed. A total of 9 (nine) novice teachers with mathematical beliefs in different aspects of learning mathematics became subjects in this study. This research is included in descriptive qualitative with data collection in the form of Digibook media developed by the subject, a mathematical belief questionnaire that has been previously validated and semi-structured interviews.  The results of this study show that novice teachers with platonic level learning beliefs believe that in learning mathematics, understanding concepts is the core of learning. This has an impact on the way they teach, convincing students that math is not just a procedure. For novice teachers with problem solving learning beliefs, learning is a process of exploring knowledge and learning media acts as a tool, a communication tool and a mathematical thinking development tool. The results of this study imply that novice teachers with their passion for learning and teaching and the desire to develop learning media are able to produce Digibook media in accordance with the characteristics and needs of their students.
Analysis of Mathematical Reasoning Ability in Trigonometry Materials Viewed from Students' Mathematical Resilience Ahmad Iswanto; Ayu Faradillah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2855

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan penalaran matematis pada materi trigonometri terkait resiliensi siswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga siswa kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan dalam memvalidasi data adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kemampuan penalaran yang paling tinggi adalah indikator melakukan perhitungan. Terlihat dari hasil jawaban bahwa subjek rata-rata mampu menghitung dengan benar sesuai dengan konsep yang digunakan, sedangkan indikator terendah adalah indikator membuat prediksi dan kesimpulan yang hanya sedikit yang mampu membuat model, mengilustrasikan , dan sederhanakan setiap soal yang diberikan. Hubungan antara kemampuan penalaran matematis dan resiliensi terlihat dari berbicara dan memastikan kesamaan antara jawaban tertulis dan lisan saat melakukan wawancara. Kemudian hasil yang ditemukan peneliti adalah respon dari jawaban S1 mampu dijawab secara lisan dengan tepat dan detail, sedangkan resiliensi untuk S2 dan S3 masih kurang saat menjelaskan hasil jawaban subjek karena sudah ada jawaban. itu tidak benar. Mereka tidak memahami jawaban mereka, mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri dan keinginan untuk mencari ilmu dan wawasan. Oleh karena itu, penelitian ini berimplikasi bahwa guru dapat menyesuaikan dengan kemampuan penalaran matematis dan ketahanan siswa dalam menentukan metode pembelajaran.This study analyzes mathematical reasoning abilities in trigonometry material regarding student resilience. The participants in this study were three class X high school students. The method used in this study was descriptive-qualitative. The technique used in validating the data is the triangulation technique. The results showed that the highest indicator of reasoning ability was an indicator of performing calculations. It could be seen from the results of the answers that the subjects, on average, could calculate correctly according to the concepts used, while the lowest indicator was an indicator of making predictions and conclusions in which only a few were able to make models, illustrate, and simplify each of the problems given. The relationship between mathematical reasoning ability and resilience is seen from speaking and ensuring similarities between written and oral answers when conducting interviews. Then the results found by the researcher were that the responses from the S1 answers were able to be answered orally in a precise and detailed manner, while the resilience for S2 and S3 was still lacking when explaining the results of the subject's answers because there were answers that were not quite right. They did not understand their answers, resulting in a lack of self-confidence and will to seek knowledge and insights. Hence, this research implies that teachers can adjust to students' mathematical reasoning abilities and resilience in determining learning methods.
Buna Woven Fabric Based Teaching Materials: ADDIE Model Meryani Lakapu; Irmina Veronika Uskono; Maria Gracia Manoe Gawa; Agapitus Hendrikus Kaluge
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2886

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu alat yang dapat membantu guru dan siswa mempelajari sesuatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis budaya lokal yang berkualitas baik. Bahan ajar berbasis budaya lokal yang dikembangkan berfokus pada materi bangun datar untuk mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Kualitas bahan ajar ini diukur menggunakan beberapa instrumen, antara lain: (1) lembar validasi untuk mengumpulkan data kevalidan, (2) lembar observasi aktivitas dosen dan mahasiswa untuk mengumpulkan data kepraktisan, dan (3) soal pretest dan posttest digunakan untuk mengumpulkan data keefektifan hasil belajar mahasiswa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahan ajar berbasis budaya lokal yang dihasilkan berkualitas baik karena memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Kelebihan dari bahan ajar ini adalah mudah dipahami karena memuat unsur budaya berupa kain tenun, memanfaatkan aplikasi geogebra dalam pengembangannya serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelajar.Teaching materials are one of the tools that can help teachers and students learn something. This research aims to develop good quality local culture-based teaching materials. The local culture-based teaching materials developed a focus on flat building materials for Elementary School Teacher Education students. The quality of these teaching materials is measured using several instruments, including (1) validation sheets to collect validity data, (2) observation sheets of lecturer and student activities to collect practical data, and (3) pretest and posttest questions used to collect data on the effectiveness of student learning outcomes. This study concludes that the local culture-based teaching materials produced are of good quality because they meet the valid, practical, and effective criteria. The advantage of this teaching material is that it is easy to understand because it contains cultural elements in the form of woven fabrics, utilizes geogebra applications in its development, and is developed according to student needs.
Development of Mathematical Cognitive Test Instruments on Fraction Materials for Elementary School Students Based on Idea Exploration Ability Yeni Fitriya; Hendra Listya Kurniawan; Ardiyan Latif
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2681

Abstract

Eksplorasi ide sebagai bagian dari disposisi matematis memiliki peran penting bagi siswa. Dengan kemampuan eksplorasi ide, siswa akan mampu memecahkan soal matematika secara mandiri dan kreatif untuk mendukung keberhasilan pembelajaran matematika. Namun berdasarkan studi pendahuluan diketahui kemampuan eksplorasi ide siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrument tes kognitif dengan membuktikan validitas dan reliabilitas konstruk instrumen tes eksplorasi ide materi pecahan di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif secara cross sectional dengan 307 siswa sebagai subjek penelitian. Analisis data menggunakan analisis faktor konfirmasi dengan software SPSS 26 dan Lisrel 8.80 untuk mengetahui nilai indeks daya beda dan nilai muatan faktor yang kemudian digunakan untuk menemukan nilai korelasi antar dimensi (AVE), validitas konstruk dan reliabilitas instrumen.  Hasil penelitian menunjukan terdapat 12 butir soal valid secara konstruk dan reliabel. Penelitian ini memberikan implikasi dan rekomendasi dalam penggunaan instrument tes berbasis eksplorasi ide di sekolah dasar.Exploration of ideas as part of a mathematical disposition has an important role for students. With the ability to explore ideas, students will be able to solve math problems independently and creatively to support the success of learning mathematics. However, based on a preliminary study, it shows that students' ability to explore ideas in solving word problems on fractions is still low. This study aims to develop by prove the construct validity and reliability of the exploratory test instrument for ideas on fractional material in elementary schools. The method in this study was quantitative with cross-sectional method with 307 students as research subjects. Data analysis was carried out by confirming factor analysis using SPSS 26 and Lisrel 8.80 software to determine the value of the differential index and factor loading values which can then be used to find the inter-dimensional correlation (AVE) values, construct validity and instrument reliability. Of the 35 items, there are 17 questions that have high discriminatory power to be analyzed using Lisrel 8.80. The results showed, there were 12 items that were stated to be constructively valid and reliable. This study provides implications and recommendations for the use of test instruments based on idea exploration in elementary schools.

Page 41 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue