cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
ramadhita@syariah.uin-malang.ac.id
Phone
+6285648708718
Journal Mail Official
albalad.htn@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Balad: Journal of Constitutional Law
ISSN : -     EISSN : 27756467     DOI : -
Core Subject : Social,
Al-Balad: Journal of Constitutional Law merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum tata negara dengan berbagai aspek dan pendekatan.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 137 Documents
Status Hukum Calon Anggota Legislatif Terpilih Yang Ter-Recall oleh Partai Politik Safinatun Najah; jundiani jundiani
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 1 No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penggantian caleg terpilih yang disebabkan oleh recall partai politik pengusungnya kembali terjadi pada Pemilu tahun 2019. Sejumlah partai politik mengganti kadernya yang telah berhasil menjadi calon anggota legislatif terpilih tanpa alasan yang jelas. Beberapa caleg terpilih yang telah berhasil memenangkan suara terbanyak dari konstituennya menjadi kehilangan hak konstitusional akibat dari recall oleh partai politiknya. Penelitian ini bertujuan mengkaji hak konstitusional calon anggota legislatif terpilih yang di-recall oleh partai politiknya serta konstruksi pengaturan terhadap pemecatan anggota partai politik yang berdampak pada ketidakjelasan status hukum calon anggota legislatif terpilih. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil dari penelitian ini adalah calon anggota legislatif terpilih berhak untuk dilantik menjadi anggota legislatif yang sah. Apabila ada penggantian dari partai politiknya, prosedur yang dilakukan harus sesuai dengan undang-undang yang mengatur. Penggantian calon terpilih akibat diberhentikan partai politiknya dengan alasan melanggar AD dan ART tidak dapat serta merta dibenarkan. Karena klausula “melanggar AD dan ART.” belum diberi kejelasan dan batasan sehingga pengaturannya cenderung mengandung muatan politis dan berpotensi menghilangkan hak konstitusional calon anggota legislatif terpilih. The phenomenon of replacing elected candidates due to the recall of the political parties that bear them again occurred in the 2019 Election. A number of political parties have replaced their cadres who have succeeded in becoming elected legislative candidates for no apparent reason. Several elected candidates who have succeeded in winning the most votes from their constituents have lost their constitutional rights as a result of the recall by their political parties. This research aims to examine the constitutional rights of elected legislative member candidates who are recalled by their political parties and the construction of regulations on the dismissal of political party members which have an impact on the unclear legal status of the elected legislative candidates. This research uses normative legal research methods using two approaches, namely the statutory approach and the conceptual approach. The result of this research is that the elected legislative member candidates have the right to be appointed as legitimate members of the legislature. If there is a replacement from a political party, the procedure to be carried out must be in accordance with the governing law. Replacement of elected candidates due to dismissal of their political parties on the grounds of violating the AD and ART cannot be justified automatically. Because the clause "violates the AD and ART." clarity and limitations have not been given so that the regulations tend to contain political content and have the potential to diminish the constitutional rights of elected legislative candidates.
Effectiveness of Management and Development of Markets Bandar Kediri City Based on Regional Regulation of Kediri City Number 5 Year 2013 in Maslahah Mursalah Perspective Umi Azizah Tahta Almuna; Tutik Hamidah
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 1 No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In implementing regional regulations, it has not been fully implemented effectively. Legal factors, law enforcement factors, facilities and infrastructure or facilities, and community factors are obstacles in overcoming violations in traditional market areas. For example in the Bandar market area, the use of buildings provided for traders is not optimal, as evidenced by the emergence of traders who sell on the sidewalk. So that this condition results in a lack of comfort for market users and road users in their activities. Slum, dirty is something that will definitely be found in the market, this condition has a negative impact on the development of the market itself. The formulation of the selected problem is How is the effectiveness of Article 18 of the Regional Regulation of Kediri City Number 5 of 2013 concerning the Arrangement and Development of Traditional Markets, Shopping Centers and Modern Store in Bandar Market Kediri City? How is Maslahah Mursalah's review of the traditional market Bandar area in Kediri City Market after the enactment of Regional Regulation Number 5 of 2013? This research is empirical legal research using a sociological juridical approach by describing in depth about the object under study. And the data collection methods used are interviews (interviews), observation, and documentation. The results showed that the effectiveness of Regional Regulation No. 5 of 2013 concerning the Arrangement and Development of the Bandar Kediri City Traditional Market was not yet effective. This is due to the non-compliance of traders selling merchandise on the sidewalk. Whereas the Regional Regulation according to Maslahah Mursalah's perspective has provided benefits where the purpose of the establishment of Regional Regulations brings benefits to lawmakers, law enforcers, and those who implement the law.
Strategi Komisi Pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 (Studi di KPU Kabupaten Boyolali) Wibowo Saputra
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 1 No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The participation of public politics in the implementation of elections is a very important aspect, so the General Election Commission uses strategies aimed at improving the participation of the community in the implementation of the elections in 2019. This research aims to determine the strategy of the General Election Commission of Boyolali district in increasing public participation in the elections. This research uses the type of empirical research with a qualitative approach, then using methods of data collection in the form of interviews and documentation. Infotman in the study of this time is the KPU Boyolali district by adjusting to the topic of discussion. The results showed that the KPU strategy of Boyolali District in increasing community participation focuses more on socialization of the important segments of Boyolali. Then the factor that affects community participation is the education and political awareness of the society. In Islam there are also institutions in charge of choosing the head of State, the institution Ahlul Halli Wal-Aqin carrying its duty to choose the head of State using deliberation. Partisipasi politik masyarakat dalam pelaksanaan pemilu merupakan aspek yang sangat penting, sehingga Komisi Pemilihan Umum menggunakan strategi yang bertujuan agar dapat meningkatkam partisipasi masyarakat pada pelaksanaan pemilu tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, kemudian memakai metode pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Infotman pada penelian kali ini adalah KPU Kabupaten Boyolali dengan menyesuaikan dengan topik bahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi KPU Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat lebih berfokus kepada sosialisasi kepada segmen-segmen penting di Boyolali. Kemudian faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah pendidikan dan kesadaran politik masyarakatnya. Dalam Islam terdapat pula lembaga yang bertugas memilih kepala negara , lembaga Ahlul Halli Wal-Aqdi dalam menjalankan tugasnya memilih kepala negara menggunakan musyawarah.
Analisis Hukum Ujaran Kebencian Dalam Pemilu Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Fiqh Siyasah Dusturiyyah Zahra Mahrunisa; Mufidah Ch
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 1 No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hate speech is a vulnerable term dealing with the right to freedom of opinion and expression as in Article 28E paragraph (3) of the 1945 Republic of Indonesia Constitution. The intensity of hate speech behavior increases when approaching elections, due to differences representing SARA groups as a campaign strategy to attack and bring down political opponents. The purpose of this study is to analyze legally the hate speech in elections based on Law of Number 7 of 2017 concerning Elections and fiqh siyasah dusturiyyah. This study is a juridical-normative research with a statute approach and conceptual approach and the data includes primary legal material, namely from legislation especially Law Number 7 of 2017 concerning Elections while secondary legal materials are from books and journals of law and Islam. The results of the study showed that the hate speech in elections in Indonesia have not yet been interpreted clearly, even in Law Number 7 of 2017 concerning Election; it is not explained in detail about the definitions, victims, sanctions imposed, or benchmarks or restrictions that can be categorized as hate speech. In Islam, the hate speech is prohibited because it can cause harm to the soul, which should be maintained or safeguarded for every human being from any group as the concept and the principle of fiqh siyasah dusturiyyah in promoting human rights guarantees and bringing the justice. Ujaran kebencian merupakan istilah yang rentan berhadapan dengan hak kebebasan berpendapat dan berekspresi sebagaimana dalam Pasal 28E ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945. Intensitas perilaku ujaran kebencian meningkat saat mendekati pemilu, disebabkan adanya perbedaan yang mewakili kelompok SARA sebagai salah satu strategi kampanye guna menyerang dan menjatuhkan lawan politik. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis secara hukum tentang ujaran kebencian dalam pemilu berdasarkan UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan fiqh siyasah dusturiyyah. Studi ini merupakan kajian yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach) dan sumber data berupa bahan hukum primer yaitu dari peraturan perundang-undangan terutama UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu sedangkan bahan hukum sekunder dari buku-buku serta jurnal hukum maupun islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran kebencian dalam pemilu di Indonesia hingga sekarang belum ditafsirkan secara jelas, bahkan di UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak dijelaskan secara detail bagaimana definisi, korban, pelaku, sanksi yang dijatuhkan, maupun tolok ukur yang dapat dikategorikan sebagai ujaran kebencian. Dalam Islam, ujaran kebencian merupakan perbuatan terlarang karena dapat menimbulkan kerugian terhadap jiwa, yang seharusnya dijaga oleh setiap manusia dari golongan manapun sebagaimana konsep dan prinsip fiqh siyasah dusturiyyah yakni mengedepankan jaminan HAM serta mewujudkan keadilan.
Urgensi Sistem Proporsional Tertutup Untuk Pencegahan Praktik Money Politcs Pada Pemilihan Legislatif Afiq Faqih
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan legislatif dengan sistem proporsional terbuka selalu menimbulkan polemik yang hampir sama pada setiap musim pemilihan umum yakni maraknya oknum baik dari calon anggota legislatif sendiri maupun oleh tim sukses. Permasalahan ini menjadi permasalahan laten di setiap musim pemilihan umum yang mengakibatkan beberapa dampak buruk yakni diantaranya cost politics atau biaya kampanye yang tinggi mengakibatkan praktik tindak pidana korupsi dan memberikan Pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat. Sistem proporsional tertutup kembali menjadi opsi solusi untuk mencegah adanya praktik pembelian suara atau dikenal sebagai money politics. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Terdapat dua jenis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini. Pertama, bahan hukum primer, yakni Undang-Undang No. 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Tentang Partai Politik Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Penelitian ini mengerucut terhadap pentingnya tinjauan kembali tentang penerapan sistem proporsional tertutup pada pemilihan umum legislative sebagai upaya untuk mencegah adanya kecurangan money politics yang selama ini menjadi permasalan laten disetiap pemilihan umum di Indonesia Penelitan ini adalah untuk menijau kembali pengenai penggunaan sistem proporsional tertutup sebagai sistem yang palaing baik digunakan untuk menanggulangi praktik money politcs
Peran Kanwil Kemenkumham Dalam Harmonisasi Ranperda perspektif Siyasah Dusturiyah Ahmad Fikry Wilian
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harmonisasi ranperda diatur dalam UU No. 12 Tahun 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82) juncto UU No. 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183) guna mewujudkan Negara Indoneisa menjadi negara hukum serta merealisasikan pembangunan hukum nasional yang terencana, terpadu dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi tanggung jawab presiden melalui kemenkumham untuk memfasilitasi harmonisasi ranperda sebelum ditetapkan, guna menghindari conflict of norm. Namun hal tersebut belum terimplementasi dengan baik. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini untuk dapat mendeskripsikan bagaimana efektivitas harmonisasi ranperda yang dilakukan kanwil kemenkumham serta dapat menganalisis pandangan siyasah dusturiyah terhadap harmonisasi ranperda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Jenis dan sumber data berupa data primer, sekunder dan tersier. Hasil data penelitian disajikan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ialah pertama, harmonisasi ranperda yang dilakukan oleh kanwil kemenkumham belum efektif karena faktor hukum, faktor sarana dan fasilitas hukum dan faktor budaya hukum. Kedua, keberadaan kemenkumham sebagai pembantu presiden telah sesuai dengan konsep siyasah dusturiyah khususnya tentang wizarah (kementerian) sebagai bebanan pemimpin dalam mengemban tanggung jawab fasilitasi harmonisasi ranperda guna mewujudkan hukum nasional yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Efektivitas Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 18 Tahun 2009 Pasal 8 ayat (5) tentang Permohonan dan alat bukti Ainul Chasanah
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi ini dimana perkembangan teknologi semakin moderen, inovatis, dan profesional. Sudah sepantasnya jika teknologi dapat diaplikasikan ke berbagai bidang pekerjaan, termasuk lembaga peradilan. Salah satu teknologi yang telah diterapkan sebagai alat bantu persidangan di Indonesia yaitu video konferensi (video conference). Di Mahkamah Konstitusi (MK), penggunaan video konferensi ini sudah dimulai sejak penyelesaian perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah tahun 2009. Konstentrasi dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 18 Tahun 2009 pada Pasal 8 ayat (5) tentang Permohonan dan alat bukti harus pula disimpan atau diarsipkan secara elektronik ke dalam media pencadangan berupa flash disk, cakram padat (compact disk), atau yang sejenisnya, untuk tujuan pengarsipan perkara sudah efektif. Kategori efektif yang di kemukakan oleh Lawrence M. Friedman ada tiga yaitu:1. Struktur Hukum (Struktur of Law), 2. Substansi Hukum (Substance of Law), 3. Budaya Hukum (Legal Culture). Artikel ini menggunakan metode peneliti yuridis empiris dan menggunakan pendekatan sosiologis (Sosiologic approach). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, data sekunder, dan data tertier. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian dengan cara: wawancara, observasi, Dokumentasi. Peraturan Mahakmah Konstitusi Nomor 18 Tahuan 2009 ini sudah begitu efktif dari pengaplikasian, pengontrolan serta evaluasi yang dilakukan Mahkamah. Namun ada satu hal yang membuat Peraturan Mahkamah Konstitusi kurang begitu efektif yakni sudah tidak diterapkan lagi alat seperti flash Disk, kaset dan sejenisnya untuk penyerahan soft copyan-an permohonan, surat kuasa, daftar alat bukti dan lain sebagainya. Melainkan sudah di kirimkan ke aplikasi SIMPEL yang ada di Mahkmah Konstitusi.
Efektivitas Penggunaan Intelligent Transport System Dalam Menanggulangi Kemacetan Oleh Dinas Perhubungan Kota Malang Perspektif Maslahah Mursalah Aisyah Dhurrotun Nafisah
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan lalu lintas yang terjadi di perkotaan terutama yang terjadi di Kota Malang merupakan peristiwa yang umum dialami, yang menimbulkan dampak negatif. Manajemen rekayasa lalu lintas mengambil peran penting dalam memberikan kualitas arus lalu lintas yang lebih baik. Namun, pada kenyataanya kemacetan masih terjadi dibeberapa titik persimpangan yang sudah terpasang Intelligent Transport System (ITS). Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan permasalahan yakni bagaimana efektivitas serta hambatan penggunaan Intelligent Transport System (ITS) dalam menanggulangi kemacetan oleh Dinas Perhubungan Kota Malang dan bagaimana tinjauan maslahah mursalah terhadap penggunaan Intelligent Transport System (ITS) dalam mengatasi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan Intelligent Transport System (ITS) dalam mengatasi kemacetan di kota Malang. Adapun penelitian ini termasuk penelitian Yuridis Empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Sumber data primer yang diperoleh melalui Undang-Undang terkait Lalu Lintas dan Angkutan jalan. Bahan hukum sekunder meliputi buku-buku, jurnal, dan pendapat ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan Intelligent Transport System (ITS) sebagai bentuk manajemen rekayasa lalu lintas belum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku serta hambatan penggunaan Intelligent Transport System (ITS) ialah jaringan koneksi pada waktu cuaca hujan. Penggunaan Intelligent Transport System (ITS) ditinjau dari maslahah sesuai dengan prinsip kemaslahatan atau kebaikan dalam menetapkan hukum atau dapat diartikan perbuatan yang mengarah terhadap kebaikan.
Efektifitas Kewenangan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Berdasarkan Norma Hukum Pasal 37B UU No. 19 Tahun 2019 Perspektif Maslahah Mursalah Arina Manna Sikana Akbar
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewenangan khusus KPK berupa penyadapan untuk mempermudah dalam penyelidikan terduga pelaku korupsi selama ini mengalami penyelewangan dari tujuan penyadapan. Dewan Pengawas dengan kewenangannya berdasarkan Norma Hukum Pasal 27B UU No. 19 Tahun 2019 mengawasi kinerja KPK agar tetap berjalan pada koridor kewenangan. Pengawasan Internal tentu lebih aman dari kebocoran informasi, sehingga Dewan Pengawas memenuhi syarat hukum Maslahah Mursalah yang mana keberadaan Dewan Pengawas kemaslahatan tidak didukung syara’, dan tidak ditolak syara’ melalui dalil rinci.. Fokus penelitian adalah: Pertama, Bagaimana Efektifitas Peran Kewenangan Dewan Pengawas KPK Berdasarkan Norma Hukum Pasal 37B UU No. 19 Tahun 2019 Perspektif Maslahah Mursalah. Kedua, Apakah Fungsi Kewenangan Dewan Pengawas KPK dapat Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih dari Korupsi. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian hukum yuridis normatif dengan 2 pendekatan yakni pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif analisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dewan Pengawas dengan kewenangannya berdasarkan Norma Hukum Pasal 27B UU No. 19 Tahun 2019 mencegah kebocoran dan menjaga marwah KPK yang memiliki kepercayaan kuat dari masyarakat luas.memenuhi syarat hukum Maslahah Mursalah.
Efektivitas Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2015 Terhadap Pungutan Liar Oleh Juru Parkir Azzalia Nahda Firdani
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pungutan liar yang dilakukan oleh juru parkir di Kota Malang tanpa memberikan karcis kepada pelanggan perkir yang melatarbelakangi tulisan ini. Tujuan dalam penulisan ini untuk menganalisis efektivitas peraturan mengenai pungutan liar oleh juru parkir berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang nomor 3 tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian yuridis empiris dengan penedekatan yuridis sosiologis. Sumber data utamanya adalah data primer, sekunder dan tersier. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2015 terhadap pungutan liar yang dilakukan oleh juru parkir dapat dikatakan efektif apabila aparat penegak hukum telah menjalankan tugas pokok diantaranya pengelolaan dan penyelenggaraan perparkiran di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir, pengumpulan data dan pengolahan data, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum sekaligus memberikan perlindungan hukum, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu; Peraturan Daerah Kota Malang nomor 3 tahun 2015 dan peraturan pelaksana yang berkaitan sudah efektif namun terkendala oleh tingkat kesadaran dari juru parkir terhadap pungutan liar yang dilakukannya, pada pelaksanaan tugas Dinas Perhubungan terkendala dengan tingkat kesadaran hukum, kesadaran masyarakat dan upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penyuluhan atau sosialisasi ke koordinator maupun juru parkir yang melakukan pungutan liar serta laporan dari masyarakat yang dapat membantu tugas aparat penegak hukum.

Page 4 of 14 | Total Record : 137