cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 33 Documents clear
ANALISIS COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PELAKSANAAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (P4GN) DI PROVINSI DKI JAKARTA Utami, Yuanita; Mu’minah, Sulton; Jumino, Tri Kisowo; Taqiyya, Zidny; Nasrudin, Arief; Madjid, Udaya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4377

Abstract

Pengedaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Provinsi DKI Jakarta adalah penyakit masyarakat yang belum dapat dituntaskan secara optimal. Namun demikian, upaya pemerintah terus dilakukan dalam program Pelaksanaan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta, aparat penegak hukum, DPRD Provinsi DKI Jakarta, pihak swasta, dan kelompok masyarakat berkolaborasi dalam melaksanakan amanat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024. Penelitian ini berfokus pada penerapan collaborative governance pada P4GN di Provinsi DKI Jakarta serta faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan bersumber pada data sekunder yang dikeluarkan pihak terkait. Berdasarkan teori Ansell dan Gash, kolaborasi pemerintahan berdasarkan dimensi Face to Face Dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding, dan intermediate outcome, telah diterapkan meskipun belum optimal karena faktor penghambat yaitu terkait lemahnya akuntabilitas vertikal, dasar hukum pelaksanaan yang belum kuat, serta belum adanya sistem atau tata kerja yang jelas terutama dalam kolaborasi dengan pihak non pemerintah.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ANEMIA PADA REMAJA BERBASIS MOTION GRAPHYC Puriningsih, Konita Rhamadani; Astuti , Aprilina Dwi; Marwiyati , Marwiyati; Hakim, Herry Abdul
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4553

Abstract

Motion graphic is a media that includes audio visual media so that its use can facilitate student understanding, strengthen memory, and attract students' attention and interest. The use of motion graphics in the process of developing learning videos is intended to increase interest in learning and increase students' digestibility of the information on the subject matter provided. The purpose of this study is to develop a learning video based on Motion graphic Anemia in Adolescents. This study uses a qualitative descriptive method, the research process goes through three stages, namely pre-production, production and post-production. The techniques applied include puppet pin tool, 2D animation and visual effects on illustration objects. The results of this study The Puppet pin tool technique can animate character movements and produce flexibility in objects that make the objects more realistic. The 2D animation technique is applied by applying the principles of 2D animation including squash and stretch, anticipation, follow through and overlapping as well as timing and spacing to create more lively and interesting animations so that the movements produced by the animation look more natural. The visual effects applied include drop shadow, gaussian blur, and optical flare, which have succeeded in improving visual quality and greater appeal to the work. ABSTRAK Motion graphic merupakan media yang mencakup media audio visual sehingga penggunaannya dapat mempermudah pemahaman siswa, memperkuat ingatan, serta menarik perhatian dan minat siswa. Pemakaian motion graphic dalam proses pengembangan video pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan minat belajar serta mempertinggi daya cerna siswa terhadap informasi materi pelajaran yang diberikan. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengembangkan video pembelajaran  berbasis  Motion graphic Anemia Pada Remaja. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif, proses penelitian melalui tiga tahapan yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Teknik yang diterapkan meliputi  puppet pin tool, 2D animation dan visual effect pada objek ilustrasi. Hasil dari penelitian ini Teknik  Puppet pin tool dapat menganimasikan pergerakan karakter dan menghasilkan kelenturan pada objek yang menjadikan objek tersebut lebih realistis. Teknik 2D animation diterapkan dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip 2D animation meliputi  squash and stretch, anticipation, follow through and overlapping juga timing and spacing untuk  menciptakan animasi yang lebih hidup dan menarik sehingga gerakan yang dihasilkan oleh animasi terlihat lebih alami. Visual effect yang diterapkan meliputi  drop shadow, gaussian blur,  dan optical flare berhasil meningkatkan  kualitas visual dan daya tarik lebih terhadap karya
STUDI PENGARUH TETAL BENANG PAKAN DAN NOMOR BENANG PAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU KEKUATAN SELIP JAHITAN KAIN DENIM KAPAS 100% Rumiyati, Valentina Sri Pertiwi; Putranto, Adhy Prastyo Eko; Wijayono, Andrian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4682

Abstract

The purpose of this study was to determine the type of weft yarn count and weft yarn density that can be used to make denim fabric with quality that meets SNI 0560:2008 standards in terms of its seam slip strength properties. The yarn materials used in this study were Open-end Ne 16 yarn as the warp and three types of weft yarn: Open-end Ne 9, Open-end Ne 11, and Open-end Ne 13 yarn as the weft yarn. There were three variations of weft yarn density used in this study: 46 ends per inch, 50 ends per inch, and 54 ends per inch. In this study, the Rapier Picanol machine was used at the AK-Tekstil Solo Weaving Workshop to make denim fabric with a 2/1 twill weave construction. The slip strength properties of each sample produced in this study were tested using the SNI 13936-1:2010 standard (Textiles - Test method for slip resistance of yarn in woven fabric seams - Part 1: Fixed seam opening method) at the AK-Textile Solo Fabric Evaluation Laboratory. The results of the slip strength test of each sample were evaluated and compared with the quality requirements for the slip strength of denim fabric according to SNI 0560:2008. In this study, it was found that all variations of denim fabric construction that had been made could meet the quality requirements for the slip strength of seams according to SNI 0560:2008. The results showed that the higher the weft yarn number in a denim fabric construction, the higher the slip strength of the denim fabric. The effect of weft yarn density on the slip strength of seams was also found in this study. The higher the weft yarn density in a denim fabric construction, the higher the slip strength of the seams obtained. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis nomor benang pakan dan tetal benang pakan yang dapat digunakan untuk membuat kain denim dengan mutu yang memenuhi standar SNI 0560:2008 ditinjau dari sifat kekuatan selip jahitannya. Bahan benang yang digunakan pada penelitian ini yaitu benang Open-end Ne 16 sebagai lusi, serta tiga jenis benang Open-end Ne 9, Open-end Ne 11 dan Open-end Ne 13 sebagai benang pakan. Terdapat tiga variasi tetal benang pakan yang digunakan pada penelitian ini, yaitu 46 helai per inci, 50 helai per inci dan 54 helai per inci. Pada penelitian ini telah digunakan mesin Rapier Picanol di Workshop Pertenunan AK-Tekstil Solo untuk membuat kain denim dengan anyaman twill 2/1. Sifat kekuatan selip jahitan dari setiap sampel yang dihasilkan pada penelitian ini diuji dengan menggunakan standar SNI 13936-1:2010 (Tekstil – Cara uji ketahanan selip benang pada jahitan kain tenun – Bagian 1: Metoda bukaan jahitan tetap) di Laboratorium Evaluasi Kain AK-Tekstil Solo. Hasil uji kekuatan selip jahitan dari setiap sampel dievaluasi dan dibandingkan dengan syarat mutu kekuatan selip jahitan kain denim sesuai SNI 0560:2008. Pada penelitian ini telah ditemukan bahwa seluruh variasi konstruksi kain denim yang telah dibuat dapat memenuhi syarat mutu kekuatan selip jahitan sesuai dengan SNI 0560:2008. Hasil menunjukan bahwa semakin besar nomor benang pakan pada sebuah konstruksi kain denim, maka semakin besar kekuatan selip jahitan kain denim tersebut. Pengaruh tetal benang pakan terhadap kekuatan selip jahitan juga telah ditemukan pada penelitian ini. Semakin besar tetal benang pakan pada sebuah konstruksi kain denim, maka semakin besar pula kekuatan selip jahitan yang diperoleh.
STUDI PERBANDINGAN METODE KAPASITANSI DAN METODE PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DALAM PENGUKURAN HAIRINESS PADA BENANG SPUN Murti, Wilda; Pradifta, Reski Alya; Wijayono, Andrian; Nurazizah, Verawati; Rusman, Fahmi Fawzy; Ikhsani, Nurfadilah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4703

Abstract

The objective of this study is to determine the relationship between the capacitance method and the digital image processing method in measuring the hairiness index of yarn, as well as to evaluate the potential of digital image processing as an alternative method for testing spun yarn hairiness. This study utilizes three types of yarn with counts of Nec 12, Nec 16, and Nec 24. Hairiness measurement is conducted using two methods: the capacitance method, based on the SNI ISO 16549:2010 standard (Textiles – Yarn Evenness and Similar Properties), utilizing the Textechno Covatest instrument, and the digital image processing method, employing a CMOS Dino-Lite camera and Java-based software. The digital image processing procedure consists of several stages, including yarn image acquisition, background segmentation and free fiber feature extraction, image conversion to binary format, quantitative analysis, and Hairiness index (HI) calculation. The hairiness index results from both methods are compared using linear regression analysis to determine their correlation. The findings indicate that the capacitance method and the digital image processing method exhibit a very strong relationship, with a coefficient of determination (R²) of 90.23%. This result suggests that the digital image processing method has significant potential as an alternative for measuring spun yarn hairiness. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara metode kapasitansi dan metode pengolahan citra digital dalam pengukuran hairiness index pada benang serta mengevaluasi kemungkinan metode pengolahan citra digital sebagai alternatif pengujian hairiness benang spun. Pada penelitian ini, digunakan tiga jenis benang dengan nomor Nec 12, Nec 16, dan Nec 24. Pengukuran hairiness  dilakukan dengan dua metode: metode kapasitansi berdasarkan standar SNI ISO 16549:2010 (Tekstil – Ketidakrataan Benang dan Sejenisnya) menggunakan alat Textechno Covatest, serta metode pengolahan citra digital dengan kamera CMOS Dino-Lite dan perangkat lunak berbasis pemrograman Java. Proses pengolahan citra digital dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu akuisisi citra benang, segmentasi latar belakang dan ekstraksi fitur serat bebas, konversi citra ke dalam format biner dan analisis kuantitatif dan perhitungan Hairiness index (HI). Hasil hairiness index dari kedua metode dibandingkan dengan analisis regresi linier untuk mengetahui hubungan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kapasitansi dan metode pengolahan citra digital memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 90,23%. Nilai ini menunjukkan bahwa metode pengolahan citra digital memiliki potensi sebagai alternatif dalam pengukuran hairiness benang spun.
PENGARUH LINGKUNGAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTISME SPECTRUM DISORDER (ASD) UMUR 6-12 TAHUN DI SURAKARTA Syafiq, Muh.; Setyawan, Dodiet Aditya; Tirtawati, Dewi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4706

Abstract

This study aims to analyze the influence of environment and family support on the social interaction abilities of children with ASD aged 6-12 years in Surakarta. This research employed a quantitative method with a correlational design. The study sample consisted of 30 children with ASD enrolled in Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Surakarta and the Center for Disability Services and Inclusive Education (PLDPI) Surakarta. Data collection was conducted using a validated and reliable questionnaire covering environmental factors, family support, and social interaction. Data analysis was performed using the Spearman Rank statistical test. The study results indicated that 63.3% of respondents had a good environment, 56.7% received good family support, and 66.7% had social interaction in the moderate category. Hypothesis testing showed a significant relationship between the environment and social interaction (? = 0.002, r = 0.536) as well as between family support and social interaction (? = 0.013, r = 0.446), with a moderate strength and positive correlation. The findings suggest that the better the environment and family support, the better the social interaction abilities of children with ASD. Therefore, increasing family awareness and optimizing a supportive environment are essential to fostering the social development of children with ASD. Interventions involving parents, educators, and speech therapists are necessary to help children with ASD enhance their social skills and adapt to their surroundings. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan dan dukungan keluarga terhadap kemampuan interaksi sosial anak ASD usia 6-12 tahun di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 30 anak ASD yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Surakarta dan Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Surakarta. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup variabel lingkungan, dukungan keluarga, dan interaksi sosial. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman Rank’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden memiliki lingkungan yang baik, 56,7% memperoleh dukungan keluarga yang baik, dan 66,7% memiliki interaksi sosial dalam kategori cukup. Uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan dengan interaksi sosial (? = 0,002, r = 0,536) serta dukungan keluarga dengan interaksi sosial (? = 0,013, r = 0,446), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik lingkungan dan dukungan keluarga, semakin baik pula kemampuan interaksi sosial anak ASD. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran keluarga dan optimalisasi lingkungan yang suportif untuk mendukung perkembangan sosial anak ASD. Intervensi yang melibatkan orang tua, pendidik, dan terapis wicara sangat diperlukan untuk membantu anak ASD dalam meningkatkan keterampilan sosial dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
KONTRIBUSI ILMU PENGETAHUAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Fadilah, Laili Nur; Istikomah, Nur; Afriantoni, Afriantoni
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4707

Abstract

This study, using a literature study method, examines the urgency and implementation of character education in the perspective of contemporary Islamic education. Islamic education strongly emphasizes fundamental moral principles for learners, aiming to form individuals who are moral, responsible, and disciplined according to the noble values ??of Islam. Literature analysis shows a close relationship between morality and science in Islam, where ethics is a guide for the application of science for the benefit. Character education is identified as a crucial component that requires holistic integration in the entire educational process, involving synergy between family, school, and society, in line with the views of Islamic figures such as Al-Ghazali and Ibn Khaldun. This study also highlights that although character education is effective in improving the quality of individuals and education, challenges such as educator readiness, curriculum, and the impact of modernity need to be addressed through a comprehensive strategy. It is concluded that character education is a vital element in developing strong intellectual and moral-spiritual awareness, as well as a potential solution to the moral degradation of society. ABSTRAKPenelitian ini, menggunakan metode studi pustaka, mengkaji urgensi dan implementasi pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan Islam kontemporer. Pendidikan Islam sangat menekankan prinsip moral fundamental bagi pembelajar, bertujuan membentuk individu yang bermoral, bertanggung jawab, dan disiplin sesuai nilai-nilai luhur Islam. Analisis pustaka menunjukkan adanya keterkaitan erat antara moralitas dan sains dalam Islam, di mana etika menjadi panduan aplikasi sains demi kemaslahatan. Pendidikan karakter diidentifikasi sebagai komponen krusial yang memerlukan integrasi holistik dalam seluruh proses pendidikan, melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, sejalan dengan pandangan tokoh Islam seperti Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun. Studi ini juga menyoroti bahwa meskipun pendidikan karakter efektif meningkatkan kualitas individu dan pendidikan, tantangan seperti kesiapan pendidik, kurikulum, dan dampak modernitas perlu diatasi melalui strategi komprehensif. Disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah elemen vital untuk mengembangkan intelektual dan kesadaran moral-spiritual yang kuat, serta solusi potensial bagi degradasi moral masyarakat.
KEBIJAKSANAAN MAHASISWA DENGAN IMPOSTOR SYNDROME: PERAN RESILIENSI AKADEMIK DAN HARGA DIRI Sahrani, Riana; Hungsie, Olivia Grace
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4850

Abstract

Individual development from birth to adulthood involves different complexities and responsibilities at each stage. Adolescence, as a crucial transition to adulthood, emphasizes the importance of readiness to face the world of work. In this context, students, as part of the adolescent group, have the responsibility to develop academic knowledge and abilities. Optimal academic achievement is not only beneficial for students but also for society. This study focuses on the relationship between academic resilience and wisdom in high-achieving students who experience impostor syndrome, as well as the role of self-esteem in this dynamic. This quantitative study with a correlational design involved 379 high-achieving students ranging in age from 18 to 26 years. Data were collected using the Academic Resilience Scale, Rosenberg Self-esteem Scale, Clance Impostor Phenomenon Scale, and Brief Self-Assessed Wisdom Scale. The results showed that academic resilience had a significant positive contribution to wisdom in students with impostor syndrome. In contrast, self-esteem was not found to contribute significantly to wisdom in the same group of students. These findings underscore the importance of academic resilience in fostering wisdom among high-achieving students who face the challenges of impostor syndrome. ABSTRAKPerkembangan individu dari lahir hingga dewasa melibatkan kompleksitas dan tanggung jawab yang berbeda pada setiap tahapnya. Masa remaja, sebagai transisi krusial menuju kedewasaan, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi dunia kerja. Dalam konteks ini, mahasiswa, sebagai bagian dari kelompok remaja, memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan akademik. Prestasi akademik yang optimal tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa tetapi juga bagi masyarakat. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara resiliensi akademik dan kebijaksanaan pada mahasiswa berprestasi tinggi yang mengalami impostor syndrome, serta peran harga diri dalam dinamika ini. Studi kuantitatif dengan desain korelasional ini melibatkan 379 mahasiswa berprestasi tinggi dengan rentang usia 18 hingga 26 tahun. Data dikumpulkan menggunakan Skala Resiliensi Akademik, Rosenberg Self-esteem Scale, Clance Impostor Phenomenon Scale, dan Brief Self-Assessed Wisdom Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi akademik memiliki kontribusi positif yang signifikan terhadap kebijaksanaan pada mahasiswa dengan impostor syndrome. Sebaliknya, harga diri tidak ditemukan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebijaksanaan pada kelompok mahasiswa yang sama. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya resiliensi akademik dalam menumbuhkan kebijaksanaan di kalangan mahasiswa berprestasi yang menghadapi tantangan impostor syndrome.
INTERAKSI RESIPROKAL OTAK DAN PERILAKU PADA PERKEMBANGAN ANAK Santana, Selly Aprilia; Kusumah, Tyara Intana Putri; Purwati, Purwati
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4851

Abstract

The golden period in early childhood is a critical phase in the development of the child's brain, where the neural foundation is intensively formed through experience, social interaction, and parenting patterns. This study aims to examine the reciprocal relationship between brain development and behavior in early childhood and how parenting patterns affect these dynamics. The method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, carried out through data collection and secondary data analysis from relevant scientific journal articles. The results of the study indicate that brain function structures such as the prefrontal cortex, amygdala, and hippocampus have an important role in the development of children's behavior and emotional regulation. The development of the prefrontal cortex contributes to the ability to manage emotions, focus attention, and demonstrate children's behavior that is in accordance with social norms. Maladaptive behavior in early childhood that arises due to negative parenting patterns can interfere with and damage the development of brain tissue, especially in the memory and self-control centers, thereby inhibiting healthy brain circuits in children. In conclusion, there is a reciprocal relationship between the brain and children's behavior, where positive, responsive, and consistent parenting plays a major role in shaping healthy neural development in early childhood. This study emphasizes the importance of parenting intervention approaches that support optimal child brain development. ABSTRAKPeriode keemasan pada anak usia dini merupakan fase kritis dalam perkembangan otak anak, di mana fondasi neural dibentuk secara intensif melalui pengalaman, interaksi sosial, dan pola pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan resiprokal antara perkembangan otak dan perilaku anak usia dini dan bagaimana pola pengasuhan memengaruhi dinamika tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilakukan melalui pengumpulan data dan análisis data sekunder dari artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur fungsi otak seperti prefontal cortex, amigdala, dan hippocampus memiliki peran penting dalam perkembangan perilaku dan regulasi emosi anak. Perkembangan prefontal cortex berkontribusi terhadap kemampuan mengelola emosi, fokus perhatian, serta menunjukkan perilaku anak yang sesuai dengan norma sosial. Perilaku maladaptif anak usia dini yang muncul akibat pola asuh negatif dapat mengganggu dan merusak perkembangan jaringan otak terutama pada pusat memori dan pengendalian diri, sehingga menghambat sirkuit otak anak yang sehat. Kesimpulannya, terdapat hubungan timbal balik antara otak dan perilaku anak, di mana pengasuhan yang positif, responsif, dan konsisten sangat berperan dalam membentuk perkembangan neural yang sehat pada anak usia dini. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi pendekatan pengasuhan yang mendukung perkembangan otak anak secara optimal.  
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA ANAK INTELLECTUAL DISABILITY DI SURAKARTA Taruna, Ramadhan Harja; Sudrajat, Kiyat; Sutanto, Alfiani Vivi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4852

Abstract

Intellectual disabilities are children who have a level of intelligence that is significantly below the average of children of the same age and accompanied by an inability to adapt to behavior that appears at the developmental stage. Children with intellectual disabilities or intellectual disabilities have limitations in learning, difficulty concentrating, perceptual disorders, and a tendency to forget. To determine the effectiveness of using MALL to improve vocabulary in children with Intellectual Disabilities. This research method includes quasi-experimental research with a quantitative research type. The sampling technique was carried out by purposive sampling with 20 child respondents with Intellectual Disabilities. Data The data collected will be analyzed univariately and bivariately, with the Shapiro-Wilk normality test, then the homogeneity test with the independent t-test, and the hypothesis test using the Ngain Score Test. The results of the study revealed that there was a difference in post-test values ??which before treatment had a mean (average) of 27.15 and after treatment had a mean (average) of 32.70. For the minimum value before treatment is 15 and after treatment is 25, while the maximum value before treatment is 37 and after treatment is 38. Based on the results of the Paired T-Test, the p value (Sig.) Is 0.000 where this value is smaller than the p value <0.05 so it can be concluded that there is an effectiveness of Using Mobile Assisted Language Learning to Improve the Vocabulary of Children with Intellectual Disabilities. There is an effectiveness of Using Mobile Assisted Language Learning to Improve the Vocabulary of Children with Intellectual Disabilities. ABSTRAKDisabilitas intelektual adalah anak-anak yang memiliki tingkat intelegensi yang signifikan di bawah rata-rata anak seusianya dan disertai dengan ketidakmampuan beradaptasi terhadap perilaku yang muncul pada tahap perkembangan. Anak tunagrahita atau disabilitas intelektual memiliki keterbatasan dalam belajar, kesulitan untuk memusatkan perhatian, kelainan persepsi, dan kecenderungan untuk lupa. Untuk mengetahui efektifitas penggunaan MALL untuk meningkatkan kosakata pada anak Intellectual Disability. Metode penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan 20 responden anak dengan Intellectual Disability. Data Data yang terkumpul akan dianalisis secara univariat dan bivariat, dengan uji normalitas shapiro-wilk, selanjutnya uji homogenitas dengan independent t-test, serta uji hipotesis menggunakan Uji Ngain Score. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan nilai post-test yang sebelum perlakuan memiliki mean (rata-rata) yaitu 27.15 dan setelah perlakuan memiliki mean (rata-rata) yaitu 32.70. Untuk nilai minimum sebelum perlakuan adalah 15 dan sesudah perlakuan yaitu 25, sedangkan nilai maksimum sebelum perlakuan adalah 37 dan sesudah perlakuan adalah 38. Berdasarkan hasil Uji Paired T-Test , maka didapatkan nilai p (Sig.) sebesar 0,000 dimana nilai ini lebih kecil dari nilai p<0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat efetivitas Penggunaan Mobile Assisted Language Learning untuk Meningkatkan Kosakata Anak Intellectual Disability. Terdapat efetivitas Penggunaan Mobile Assisted Language Learning untuk Meningkatkan Kosakata Anak Intellectual Disability.
EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DESA HAMBUKU LIMA KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN Nasripani, Nasripani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4853

Abstract

The Family Hope Program (PKH) aims to provide conditional cash assistance to poor families, but its implementation in Hambuku Lima Village faces significant obstacles. Problems include the lack of sustainable empowerment that triggers dependency, outdated recipient data, the implementation of Family Capacity Building Meetings (P2K2) only twice a month, and lack of fund monitoring. This descriptive qualitative study evaluates the PKH policy in poverty alleviation, involving twelve purposive informants, with data from observation, interviews, and documentation. The results show that PKH in Hambuku Lima Village is quite effective. Indicators such as fairness, rationality, substantiveness, and timeliness of distribution are effective; while aspects of expected results, program objectives, justice, and initial targeting accuracy are considered quite effective. However, effectiveness is still low in crucial aspects such as optimizing recipient efforts, accountability for the use of funds, fulfillment of basic needs, quality of field implementation, handling of ethical conflicts, and validity of program assumptions. Partial success is supported by timely distribution of assistance and increasing KPM access to education services. On the other hand, the main inhibiting factors include the unsynchronization of KPM data (DTKS and Dapodik in SIKS-NG), weak supervision of fund utilization, minimal integration of KPM in the PENA economic empowerment program, and inconsistent implementation of P2K2. This study highlights vital areas that require strategic intervention and improvement to optimize PKH's contribution. ABSTRAKProgram Keluarga Harapan (PKH) bertujuan memberikan bantuan tunai bersyarat kepada keluarga miskin, namun implementasinya di Desa Hambuku Lima menghadapi kendala signifikan. Permasalahan meliputi minimnya pemberdayaan berkelanjutan yang memicu ketergantungan, data penerima tidak mutakhir, pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) hanya dua bulanan, dan kurangnya monitoring dana. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengevaluasi kebijakan PKH dalam pengentasan kemiskinan, melibatkan dua belas informan purposif, dengan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan PKH di Desa Hambuku Lima cukup efektif. Indikator seperti kewajaran, rasionalitas, substantif, dan ketepatan waktu penyaluran berjalan efektif; sementara aspek hasil yang diharapkan, tujuan program, keadilan, dan ketepatan sasaran awal dinilai cukup efektif. Meskipun demikian, efektivitas masih rendah pada aspek krusial seperti optimalisasi usaha penerima, akuntabilitas penggunaan dana, pemenuhan kebutuhan dasar, kualitas pelaksanaan lapangan, penanganan konflik etis, dan validitas asumsi program. Keberhasilan parsial didukung penyaluran bantuan tepat waktu dan peningkatan akses KPM terhadap layanan pendidikan. Sebaliknya, faktor penghambat utama mencakup ketidaksinkronan data KPM (DTKS dan Dapodik dalam SIKS-NG), lemahnya pengawasan pemanfaatan dana, minimnya integrasi KPM dalam program pemberdayaan ekonomi PENA, serta pelaksanaan P2K2 yang tidak konsisten. Studi ini menggarisbawahi area vital yang memerlukan intervensi dan perbaikan strategis guna mengoptimalkan kontribusi PKH.

Page 1 of 4 | Total Record : 33