cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 33 Documents clear
PERAN SAKTI WEB KEMENKEU DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEMBUATAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR (SPM) DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fuadi, M. Noor
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4854

Abstract

This study examines in depth the role of the implementation of the Ministry of Finance's Sakti Web in optimizing the productivity of making Payment Orders (SPM) at the Office of the Ministry of Religious Affairs (Kankemenag) of Hulu Sungai Utara Regency. Using a qualitative approach with a case study design, data collection was carried out through in-depth interviews with related employees, participatory observation of the work process, and analysis of SPM documents and financial reports. The results of the study significantly indicate that the Ministry of Finance's Sakti Web has succeeded in increasing the efficiency of the SPM making process. This integrated system cuts down on manual workflows, substantially reducing the time required to complete each SPM document, thus allowing for a faster response in budget realization. Furthermore, the implementation of the Ministry of Finance's Sakti Web has contributed positively to increasing transparency and accountability in financial management at the Hulu Sungai Utara Kankemenag. Each stage of the transaction is recorded digitally, facilitating tracking and auditing, and minimizing the potential for human error. However, this study also identified several challenges, mainly related to the difficulty of some employees in adapting to new technologies and complex systems. This underscores the urgent need for a more comprehensive and sustainable training program. Overall, the Ministry of Finance's Sakti Web has had a significant positive impact on employee productivity, freeing up their time to concentrate more on other strategic tasks such as program planning and improving religious services. The main recommendation of this study is the importance of institutional commitment to provide ongoing technical support and training to maximize the potential of system utilization and ensure smooth digital transformation. These findings are expected to be a valuable reference for other government agencies in their efforts to adopt information technology to improve public administration performance and service quality. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji secara mendalam peran implementasi Sakti Web Kemenkeu dalam mengoptimalisasi produktivitas pembuatan Surat Perintah Membayar (SPM) pada Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Hulu Sungai Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para pegawai terkait, observasi partisipatif terhadap proses kerja, dan analisis dokumen SPM serta laporan keuangan. Hasil penelitian secara signifikan menunjukkan bahwa Sakti Web Kemenkeu berhasil meningkatkan efisiensi proses pembuatan SPM. Sistem terintegrasi ini memangkas alur kerja manual, mengurangi waktu yang dibutuhkan secara substansial untuk penyelesaian setiap dokumen SPM, sehingga memungkinkan respons yang lebih cepat dalam realisasi anggaran. Lebih lanjut, penerapan Sakti Web Kemenkeu berkontribusi positif terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan di Kankemenag Hulu Sungai Utara. Setiap tahapan transaksi tercatat secara digital, memudahkan pelacakan dan audit, serta meminimalisir potensi kesalahan manusia. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, utamanya terkait dengan kesulitan sebagian pegawai dalam beradaptasi dengan teknologi baru dan sistem yang kompleks. Hal ini menggarisbawahi adanya kebutuhan mendesak akan program pelatihan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, Sakti Web Kemenkeu membawa dampak positif yang signifikan terhadap produktivitas pegawai, membebaskan waktu mereka untuk lebih berkonsentrasi pada tugas-tugas strategis lainnya seperti perencanaan program dan peningkatan layanan keagamaan. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah pentingnya komitmen institusional untuk menyediakan dukungan teknis dan pelatihan berkelanjutan guna memaksimalkan potensi pemanfaatan sistem dan memastikan kelancaran transformasi digital. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi instansi pemerintah lain dalam upaya mengadopsi teknologi informasi guna meningkatkan kinerja administrasi publik dan kualitas layanan.
IMPLEMENTASI QANUN NO 6 TAHUN 2014 PADA WH (WILAYATUL HISBAH) DALAM PENCEGAHAN PELANGGARAN DI KOTA BANDA ACEH Faiqah, Razita; Melayu, Hasnul Arifin; Umur, Azmil
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4855

Abstract

Qanun No. 6 of 2014 serves as a key instrument in the enforcement of Islamic law (sharia) in Aceh, established under the framework of regional autonomy as stipulated in Law No. 11 of 2006 concerning the Government of Aceh. This study aims to evaluate the implementation of Qanun Aceh No. 6 of 2014 on Jinayat Law by Wilayatul Hisbah (WH) in preventing violations of Islamic law in Banda Aceh City. The research employs a qualitative method with a descriptive approach. The findings indicate that the enforcement of the qanun has been carried out through various mechanisms, including routine patrols, public outreach, and legal action. However, its effectiveness remains hindered by several challenges such as limited human resources, inadequate infrastructure, uneven public understanding, and social resistance to the application of sharia-based legal sanctions. The study highlights the importance of adopting a persuasive approach, strengthening inter-agency coordination, and enhancing the capacity of WH personnel to improve the effectiveness of the qanun’s implementation. Based on George C. Edwards III’s policy implementation theory, key factors such as communication, resources, disposition of implementers, and bureaucratic structure significantly influence the success of the policy. Through integrated and collaborative strategies, the implementation of the qanun is expected to be more effective in fostering social order in accordance with Islamic values in Banda Aceh.   ABSTRAKQanun No. 6 Tahun 2014 menjadi instrumen penting dalam penegakan syariat Islam di Aceh, yang diatur secara khusus melalui otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat oleh Wilayatul Hisbah (WH) dalam pencegahan pelanggaran syariat Islam di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan qanun ini telah dilakukan melalui berbagai mekanisme seperti patroli rutin, sosialisasi, serta tindakan hukum. Namun, efektivitas pelaksanaan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, pemahaman masyarakat yang belum merata, serta resistensi sosial terhadap penegakan hukum berbasis syariat. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif, penguatan koordinasi antar instansi, serta peningkatan kapasitas aparat WH dalam meningkatkan efektivitas implementasi qanun. Berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III, aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi menjadi faktor penentu dalam keberhasilan kebijakan ini. Dengan strategi yang terintegrasi dan kolaboratif, implementasi qanun diharapkan dapat berjalan lebih optimal dalam menciptakan ketertiban sosial sesuai nilai-nilai syariat Islam di Banda Aceh.
ANALISIS MAKRO PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SMPN 1 ANGGANA Ratnawati, Eny; Rachim, Abd.; Mulawarman, Widyatmike Gede; Warman, Warman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4856

Abstract

This study aims to conduct an in-depth analysis of the management of School Operational Assistance (BOS) funds at Anggana 1 State Junior High School. The background of this study is based on the importance of transparency and accountability in the use of BOS funds to support school operations and improve the quality of education. The main focus of this study is to examine how the BOS fund management process, from planning to accountability, is implemented at Anggana 1 State Junior High School. To achieve this goal, this study uses a qualitative-descriptive approach. Important steps in this study include collecting primary data through in-depth interviews with the principal, school treasurer, and several other key informants who are directly involved in the management of BOS funds. Secondary data is also collected through a review of related documents. Furthermore, data analysis is carried out comprehensively by focusing on three main aspects of BOS fund management, namely the budget planning stage, the budget implementation or use stage, and the accountability stage for the use of these funds. The results of the study indicate that in general, the management of BOS funds at SMPN 1 Anggana has been carried out in accordance with the provisions stipulated in the Regulation of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology (Permendikbudristek) Number 12 of 2022. One important finding is the implementation of the School Financial Management Application (ATKP) system in the implementation of the use of BOS funds, where no cash payment transactions were found. In addition, the process of accountability for the use of BOS funds has also been carried out optimally by the school. However, this study also identified several obstacles faced, especially related to the delay in the disbursement of BOS funds from the district government. This delay has an impact on the smooth implementation of activities that have been budgeted by the school. The main conclusion of this study is that SMPN 1 Anggana has made efforts to manage BOS funds well and in accordance with regulations, but its effectiveness can be further improved by overcoming external obstacles such as delays in the disbursement of funds. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Anggana. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana BOS untuk mendukung operasional sekolah dan peningkatan mutu pendidikan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana proses pengelolaan dana BOS, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban, dilaksanakan di SMPN 1 Anggana. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Langkah-langkah penting dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, bendahara sekolah, serta beberapa informan kunci lainnya yang terlibat langsung dalam pengelolaan dana BOS. Data sekunder juga dikumpulkan melalui telaah dokumen terkait. Selanjutnya, analisis data dilakukan secara komprehensif dengan memfokuskan pada tiga aspek utama pengelolaan dana BOS, yaitu tahap perencanaan anggaran, tahap pelaksanaan atau penggunaan anggaran, dan tahap pertanggungjawaban atas penggunaan dana tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara garis besar, pengelolaan dana BOS di SMPN 1 Anggana telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 1 2 Tahun 2022. Salah satu temuan penting adalah implementasi sistem Aplikasi Tata Kelola Keuangan Sekolah (ATKP) dalam pelaksanaan penggunaan dana BOS, di mana tidak ditemukan adanya transaksi pembayaran secara tunai (cash). Selain itu, proses pertanggungjawaban penggunaan dana BOS juga telah dilaksanakan secara maksimal oleh pihak sekolah. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi, terutama terkait dengan keterlambatan proses pencairan dana BOS dari pihak pemerintah kabupaten. Keterlambatan ini berdampak pada kelancaran pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang telah dianggarkan oleh sekolah. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa SMPN 1 Anggana telah berupaya mengelola dana BOS dengan baik dan sesuai regulasi, namun efektivitasnya dapat lebih ditingkatkan dengan mengatasi kendala eksternal seperti keterlambatan pencairan dana.
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, LINGKUNGAN KERJA, WORK LIFE BALANCE, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. UNIVERSAL TEMPUREJO Safikri, Hastanti Nindita; Setyowati, Trias; Winahyu, Pawestri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4931

Abstract

Universal Tempurejo faces significant operational challenges, including unmet company targets and high employee turnover, indicating issues with employee performance. Given that employee performance is essential to organizational success, this study aims to identify its determinants. The focus of the problem is to analyze the influence of personal characteristics, work environment, work-life balance, and compensation on employee performance at PT. Universal Tempurejo. This study uses a quantitative method with a survey approach, where primary data is obtained by distributing questionnaires to 217 active employees. The results of data analysis indicate that the four independent variables—personal characteristics, work environment, work-life balance, and compensation—simultaneously have a positive and significant influence on employee performance. The contribution of the four factors to the variation in employee performance is 68.7% (R2=0.687), while the remaining 32.3% is influenced by other variables outside this study. The main conclusion emphasizes that the management of PT. Universal Tempurejo needs to prioritize improvements in aspects of appropriate personal characteristics, a conducive work environment, a healthy work-life balance, and a fair compensation system to encourage employee productivity and welfare in a sustainable manner. ABSTRAKUniversal Tempurejo menghadapi tantangan operasional signifikan, termasuk target perusahaan yang tidak terpenuhi dan frekuensi pergantian karyawan yang tinggi, yang mengindikasikan isu pada kinerja karyawan. Mengingat kinerja karyawan adalah esensial bagi keberhasilan organisasi, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor determinannya. Fokus masalah adalah menganalisis pengaruh karakteristik personal, lingkungan kerja, work-life balance, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di PT. Universal Tempurejo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 217 karyawan aktif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keempat variabel independen—karakteristik personal, lingkungan kerja, work-life balance, dan kompensasi—secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kontribusi keempat faktor tersebut terhadap variasi kinerja karyawan adalah sebesar 68,7% (R2=0,687), sedangkan sisanya 32,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen PT. Universal Tempurejo perlu memprioritaskan peningkatan pada aspek karakteristik personal yang sesuai, lingkungan kerja yang kondusif, keseimbangan kehidupan kerja yang sehat, dan sistem kompensasi yang adil untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN KONSELING NARATIF DALAM MENGATASI PERMASALAHAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA Aisyah, Siti; Purwoko, Budi; Habsy, Bakhrudin All
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.5097

Abstract

Identity issues are a significant challenge for adolescents. This qualitative case study study aimed to evaluate the effectiveness of a narrative counseling approach in addressing identity confusion in adolescents. Ten adolescents aged 15–18 years experiencing an identity crisis participated in eight individual narrative counseling sessions over two months, involving techniques such as externalization and re-authoring to reconstruct their life narratives. Data were collected through in-depth interviews before and after the intervention, participant observation during the sessions, and analysis of reflective personal journals. Data were analyzed using a thematic analysis approach, with data validity ensured through triangulation of sources and techniques, and member checking. The results showed that narrative counseling effectively helped adolescents reflect on, understand, and change their life narratives. Participants showed significant improvements in more positive self-perceptions, increased self-confidence, and improved social skills. It is concluded that narrative counseling is a valuable approach and is recommended for wider integration into counseling services to support the formation of healthy adolescent identities. ABSTRAKPermasalahan identitas diri merupakan tantangan signifikan bagi remaja. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendekatan konseling naratif dalam mengatasi kebingungan identitas pada remaja. Sepuluh remaja berusia 15-18 tahun yang mengalami krisis identitas berpartisipasi dalam delapan sesi konseling naratif individu selama dua bulan, yang melibatkan teknik seperti externalization dan re-authoring untuk merekonstruksi narasi hidup mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam sebelum dan sesudah intervensi, observasi partisipan selama sesi, dan analisis jurnal pribadi reflektif. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik, dengan validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan teknik, serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling naratif secara efektif membantu remaja merefleksikan, memahami, dan mengubah narasi kehidupan mereka. Partisipan menunjukkan perkembangan signifikan dalam persepsi diri yang lebih positif, peningkatan rasa percaya diri, dan kemampuan sosial yang lebih baik. Disimpulkan bahwa konseling naratif adalah pendekatan yang berharga dan direkomendasikan untuk diintegrasikan lebih luas dalam layanan konseling guna mendukung pembentukan identitas remaja yang sehat.
ANALISIS GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH (PBLHS) DALAM RANGKA AKSI INDONESIA BEBAS SAMPAH PLASTIK 2025 Suhaila, Suhaila; Novaria, Eva; Syukri, Farhat; Nata, Nasir; Yusuf, Achmad; Nursiwan, Nursiwan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.5099

Abstract

The increasing concern about changes in global environmental conditions places environmental issues as a crucial topic. Schools, as the basis for forming the next generation, have a strategic role in fostering environmental awareness through the Environmental Care and Culture Movement in Schools (PBLHS). This study aims to determine teachers' perceptions of the implementation of PBLHS and analyze how the movement's policies are implemented in schools in South Sumatra Province. Using the snowball sampling technique, data were collected from 154 teacher respondents through an online questionnaire and analyzed using descriptive statistics. The findings show teachers' positive attitudes towards PBLHS and the provision of fairly good supporting facilities by most schools, although canteen management related to the provision of environmentally friendly food packaging still needs to be improved. Various PBLHS activities have been carried out, but student involvement and creativity in this movement have not been optimal. The implementation of the PBLHS policy has been proven to have a significant influence on changes in student behavior, especially in reducing plastic use, with teachers acting as facilitators and motivators. Analysis of the dimensions of policy implementation indicates effective communication, efficient resource management, a conducive school environment, and consistent application of policy content and context. This study underlines the success of PBLHS as well as the room for increasing creativity and student participation. ABSTRAKMeningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan kondisi alam global menempatkan isu lingkungan hidup sebagai topik krusial. Sekolah, sebagai basis pembentukan generasi penerus, memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap implementasi PBLHS dan menganalisis bagaimana kebijakan gerakan tersebut diterapkan di sekolah-sekolah Provinsi Sumatera Selatan. Menggunakan teknik snowball sampling, data dikumpulkan dari 154 responden guru melalui kuesioner daring dan dianalisis secara statistik deskriptif. Temuan menunjukkan sikap positif guru terhadap PBLHS dan adanya penyediaan fasilitas penunjang yang cukup baik oleh sebagian besar sekolah, meskipun pengelolaan kantin terkait penyediaan pembungkus makanan ramah lingkungan masih perlu ditingkatkan. Berbagai kegiatan PBLHS telah dilaksanakan, namun keterlibatan dan kreativitas siswa dalam gerakan ini belum optimal. Implementasi kebijakan PBLHS terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku siswa, khususnya dalam pengurangan penggunaan plastik, dengan guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Analisis dimensi implementasi kebijakan mengindikasikan adanya komunikasi yang efektif, pengelolaan sumber daya yang efisien, lingkungan sekolah yang kondusif, serta penerapan konten dan konteks kebijakan yang konsisten. Penelitian ini menggarisbawahi keberhasilan PBLHS sekaligus ruang peningkatan untuk kreativitas dan partisipasi siswa.
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN NIKAH (SIMKAH) DALAM ADMINISTRASI PERNIKAHAN DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SEBERANG ULU DUA KOTA PALEMBANG Nasrullah, Nasrullah; Lisdiana, Lisdiana; Novaria, Eva
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.5100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dalam administrasi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KANTOR URUSAN AGAMA) Seberang Ulu Dua Kota Palembang. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan modernisasi layanan administrasi pernikahan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan Kantor Urusan Agamalitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Kantor Urusan Agamalitatif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMKAH telah berhasil mempercepat proses pencatatan pernikahan, meningkatkan akurasi data, dan memudahkan akses informasi bagi masyarakat. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kompetensi staf dalam mengoperasikan Sistem dan gangguan teknis jaringan internet. Kendala ini memengaruhi kelancaran implementasi SIMKAH. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan staf, perbaikan infrastruktur teknologi, dan sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat. Penerapan SIMKAH dinilai cukup efektif meskipun memerlukan perbaikan pada aspek teknis dan sumber daya manusia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan teknologi informasi di sektor pelayanan publik, khususnya administrasi pernikahan.
ANALISIS PENGAWASAN DIGITAL MELALUI CLOSED CIRCUIT TELEVISION DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KRIMINALITAS DI WILAYAH KERJA KEPOLISIAN SEKTOR KECAMATAN ILIR TIMUR II KOTA PALEMBANG Lisdiana, Lisdiana; Trihandayani, Trihandayani; Novaria, Eva
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.5101

Abstract

This study aims to gain an in-depth understanding of the implementation of digital surveillance through Closed Circuit Television (CCTV) in an effort to prevent criminal acts in the working area of ??the Ilir Timur II District Police Sector, Palembang City. Adopting a qualitative approach with a descriptive design, this study collected data through technical triangulation, including in-depth interviews with key informants from the police and the community, direct observation in the field, and relevant documentation studies. Qualitative data analysis was conducted using an interactive model involving data condensation, data presentation, and drawing conclusions/verification. The results of the study indicate that the CCTV system has generally been operational and has made a positive contribution in supporting reporting and improving public security perceptions. However, its optimal effectiveness as a crime prevention instrument is significantly hampered by several fundamental obstacles. The main obstacles include the absence of a structured follow-up mechanism after the detection of a criminal incident, insufficient technical competence of personnel, and limited geographic coverage of surveillance due to the inadequate number and placement of cameras. These deficiencies in response procedures, human resource capabilities, and spatial coverage collectively hamper the realization of the full potential of the CCTV system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi pengawasan digital melalui Closed Circuit Television (CCTV) dalam upaya pencegahan tindak pidana kriminalitas di wilayah kerja Kepolisian Sektor Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini menghimpun data melalui triangulasi teknik, mencakup wawancara mendalam dengan informan kunci dari kepolisian dan masyarakat, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi relevan. Analisis data kualitatif dilakukan menggunakan model interaktif yang melibatkan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CCTV secara umum telah operasional dan memberikan kontribusi positif dalam mendukung pelaporan serta meningkatkan persepsi keamanan publik. Namun, efektivitas optimalnya sebagai instrumen pencegahan kejahatan terhambat secara signifikan oleh beberapa kendala fundamental. Hambatan utama meliputi ketiadaan mekanisme tindak lanjut yang terstruktur pasca-deteksi insiden kriminal, insufisiensi kompetensi teknis personel, dan keterbatasan cakupan geografis pengawasan akibat jumlah serta penempatan kamera yang belum memadai. Defisiensi pada prosedur respons, kapabilitas SDM, dan cakupan spasial ini secara kolektif menghambat realisasi potensi penuh sistem CCTV.
LANDASAN SPIRITUAL DALAM ETOS BELAJAR PERSPEKTIF AL QUR’AN DAN HADIST Sukma, Aishah Natasya; Daroin, Rahma Xenia; Thobroni, Ahmad Yusam
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.5709

Abstract

Education is the main foundation of a nation's civilization, but student success is often hampered by a weak learning ethos. Many students want success without being accompanied by enthusiasm and positive habits in seeking knowledge. This article aims to examine the concept of learning ethos from the perspective of the Qur'an and Hadith, and to highlight the importance of a spiritual foundation as the main pillar of Islamic education. This study uses a library research method by analyzing data from the Qur'an, hadith, and relevant literature descriptively. The results of the study show that Islam, through the Qur'an (QS. Al-Ghasyiyah: 17-21) and hadith, greatly emphasizes the learning ethos as a form of worship. A strong learning ethos is not only characterized by perseverance and curiosity, but also deep spiritual motivation. The forming factors include internal (interest, attitude) and external (family, school, community) aspects. Thus, the integration of learning enthusiasm with spirituality is the key to forming a generation of knowledge and noble character. All elements of education are recommended to work together to instill this spiritual-based learning ethos. ABSTRAKPendidikan merupakan fondasi utama peradaban bangsa, namun keberhasilan siswa sering kali terhambat oleh etos belajar yang lemah. Banyak pelajar menginginkan kesuksesan tanpa diiringi semangat dan kebiasaan positif dalam menuntut ilmu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep etos belajar dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis, serta menyoroti pentingnya landasan spiritual sebagai pilar utama pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis data dari Al-Qur’an, hadis, dan literatur relevan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam, melalui Al-Qur’an (QS. Al-Ghasyiyah: 17-21) dan hadis, sangat menekankan etos belajar sebagai bentuk ibadah. Etos belajar yang kuat tidak hanya ditandai oleh ketekunan dan rasa ingin tahu, tetapi juga motivasi spiritual yang mendalam. Faktor pembentuknya meliputi aspek internal (minat, sikap) dan eksternal (keluarga, sekolah, masyarakat). Dengan demikian, integrasi semangat belajar dengan spiritualitas adalah kunci membentuk generasi berilmu dan berakhlak mulia. Seluruh elemen pendidikan direkomendasikan untuk bersinergi menanamkan etos belajar berbasis spiritual ini.
HUBUNGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTH DENGAN ANGKA RETIKULOSIT, KADAR HEMOGLOBIN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH & SEHAT PADA ANAK SEKOLAH DASAR Maudita, Nauril; Sasongkowati, Retno; Suliati, Suliati; Anggraini, Anita Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.5710

Abstract

Soil-transmitted helminth (STH) infections are a significant public health problem, especially in tropical and subtropical countries with limited sanitation. Transmission occurs through soil contaminated with the feces of infected individuals, which contain helminth eggs such as Ascaris lumbricoides (roundworm) and Trichuris trichiura (whipworm), as well as hookworm larvae. This study aims to analyze the relationship between STH infection and hematological status (reticulocyte count and hemoglobin level) and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in vulnerable elementary school students. Using a cross-sectional design, the study involved 44 students at SDN Sobontoro 2. The results showed that 23% of students (10 children) tested positive for STH infection. Statistical analysis using the Spearman test found no significant correlation between STH infection and reticulocyte count (p=0.072) or hemoglobin level (p=0.124). However, a very significant relationship was found between STH infection and PHBS (p=0.000). These findings underline that poor PHBS practices are a major risk factor that directly contributes to high rates of STH infections. ABSTRAKInfeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah, atau Soil Transmitted Helminth (STH), merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara-negara tropis dan subtropis dengan sanitasi terbatas. Penularannya terjadi melalui tanah yang terkontaminasi tinja penderita, yang mengandung telur cacing seperti Ascaris lumbricoides (cacing gelang) dan Trichuris trichiura (cacing cambuk), serta larva cacing tambang (hookworm). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara infeksi STH dengan status hematologis (angka retikulosit dan kadar hemoglobin) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa sekolah dasar yang rentan. Menggunakan desain cross-sectional, penelitian melibatkan 44 siswa di SDN Sobontoro 2. Hasil menunjukkan 23% siswa (10 anak) positif terinfeksi STH. Analisis statistik menggunakan uji Spearman tidak menemukan korelasi signifikan antara infeksi STH dengan angka retikulosit (p=0,072) maupun kadar hemoglobin (p=0,124). Namun, ditemukan hubungan yang sangat signifikan antara infeksi STH dan PHBS (p=0,000). Temuan ini menggarisbawahi bahwa praktik PHBS yang buruk adalah faktor risiko utama yang berkontribusi langsung terhadap tingginya angka infeksi STH.  

Page 2 of 4 | Total Record : 33