cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 44 Documents clear
DINAMIKA PERKEMBANGAN BAHASA ANAK DI MTS RU PABUARAN KELAS VIII A DI ERA DIGITAL: PENGARUH GAWAI DAN MEDIA SOSIAL TIKTOK Subroto, Desty Endrawati; Farhan, Agus Ikhsan; Oktavia, Wulan; Fauziyah, Fauziyah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10710

Abstract

Technological developments in the digital era have changed the dynamics of language use among adolescents. The use of gadgets and social media, especially TikTok, affects students’ vocabulary mastery, sentence structure, and language style in daily life. This study aims to analyze the impact of gadget and TikTok use on the language development of eighth-grade students at MTs RU Pabuaran. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of participatory observation, in-depth interviews with teachers and parents, as well as documentation and analysis of digital content conducted from January to March 2026. The research subjects consisted of 30 students of class VIII A MTs RU Pabuaran, with research informants selected through purposive techniques involving 20 students who actively used gadgets for more than four hours per day. Data validity was tested through source triangulation and member checking, while data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed a dual dynamic in the use of TikTok and gadgets. On the one hand, digital media enriched students’ vocabulary and enhanced communication creativity. On the other hand, it encouraged the use of informal language, code-mixing, and more relaxed communication styles that relied heavily on emojis. In addition, most students tended to use short and fragmentary sentences, while only a small number were able to construct well-structured paragraphs. This study recommends strengthening digital literacy in learning, limiting gadget usage time, and implementing activities that transform digital language into standard language as an effort to maintain proper and correct Indonesian language skills. ABSTRAK Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah dinamika berbahasa di kalangan remaja. Penggunaan gawai dan media sosial, khususnya TikTok, memengaruhi penguasaan kosakata, struktur kalimat, dan gaya berbahasa siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gawai dan TikTok terhadap perkembangan bahasa siswa kelas VIII di MTs RU Pabuaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi dan analisis konten digital selama Januari–Maret 2026. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VIII A MTs RU Pabuaran, dengan informan penelitian dipilih secara purposive sebanyak 20 siswa yang aktif menggunakan gawai lebih dari empat jam per hari. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member check, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika ganda dalam penggunaan TikTok dan gawai. Di satu sisi, media digital memperkaya kosakata siswa dan meningkatkan kreativitas komunikasi. Di sisi lain, penggunaan media digital memunculkan bahasa tidak baku, campur kode (code-mixing), serta perubahan gaya komunikasi yang lebih santai dan bergantung pada emoji. Selain itu, sebagian besar siswa cenderung menggunakan kalimat pendek dan fragmentatif, sementara hanya sebagian kecil yang mampu menyusun paragraf dengan struktur yang baik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital dalam pembelajaran, pembatasan waktu penggunaan gawai, serta kegiatan mengubah bahasa digital menjadi bahasa baku sebagai upaya menjaga kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (INKLUSI KOGNITIF) Hendriani, Mira Rizalia; Nabilah, Puji; Asi, Rindi Santi; Mulani, Ratu Emillyan; kurniawati, Devi ayu; Hamzah, Amaylia Rosyida
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10712

Abstract

Students with special needs, particularly those with cognitive impairments, require optimal support in both instructional and social environments. In the context of inclusive education, peer support is a crucial factor in facilitating the learning process and enhancing learning motivation. This study aims to analyze the role of peers in improving the learning motivation of students with cognitive impairments at SMA Negeri 8 Kota Serang. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews. The research subjects consisted of one student with special needs (MC) and three of their peers from the same class. The findings indicate that students with cognitive impairments experience difficulties in understanding learning materials, particularly abstract concepts, thus requiring support from their social environment. Peers play a significant role in enhancing learning motivation through emotional support, academic assistance, and positive social interactions. These contributions lead to increased self-confidence, greater engagement in learning activities, and improved ability to adapt to the classroom environment.                                                                 ABSTRAK Siswa berkebutuhan khusus, khususnya dengan hambatan kognitif, memerlukan dukungan optimal baik dalam aspek pembelajaran maupun lingkungan sosial. Dalam konteks pendidikan inklusif, teman sebaya menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa berkebutuhan khusus dengan hambatan kognitif di SMA Negeri 8 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri atas satu siswa berkebutuhan khusus berinisial MC dan tiga teman sebayanya dalam satu kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan hambatan kognitif mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, terutama yang bersifat abstrak, sehingga membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial. Teman sebaya berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar melalui dukungan emosional, bantuan akademik, dan interaksi sosial yang positif. Peran tersebut berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri, keaktifan dalam pembelajaran, serta kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kelas.
PENGARUH PROMOSI JABATAN DAN MUTASI TERHADAP MOTIVASI DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG Sari, Indah Permata; Mikial, Msy; Hakima, Yusro
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10716

Abstract

This study aims to analyze the effect of promotion and transfer on employee performance, with work motivation as a mediating variable, at the Kayuagung District Court. The research phenomenon is based on the importance of optimizing human resource management in the public justice sector to achieve accountable organizational performance targets. The research method used was quantitative with a saturated sampling technique, involving the entire population of 47 State Civil Apparatus (ASN) at the Kayuagung District Court. Data analysis used a Structural Equation Modeling (SEM) approach based on Partial Least Squares (PLS) using SmartPLS software to test direct and indirect relationships between latent variables. The results showed that promotion and transfer had a positive and significant effect on work motivation. Furthermore, promotions, transfers, and work motivation were shown to have a significant impact on employee performance. Mediation analysis confirmed that work motivation acts as an intervening variable, significantly bridging the influence of promotions and transfers on employee performance. The R-square value for the motivation variable was 0.987 and for the employee performance variable was 0.989, indicating that the structural model has very strong predictive power in explaining variations in employee performance. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi jabatan dan mutasi terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi di Pengadilan Negeri Kayuagung. Fenomena penelitian didasarkan pada pentingnya optimalisasi manajemen sumber daya manusia di sektor publik peradilan untuk mencapai target kinerja organisasi yang akuntabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, melibatkan seluruh populasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pengadilan Negeri Kayuagung yang berjumlah 47 orang. Teknik analisis data menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel laten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi jabatan dan mutasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Selanjutnya, promosi jabatan, mutasi, dan motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Analisis mediasi mengonfirmasi bahwa motivasi kerja berperan sebagai variabel intervening yang menjembatani pengaruh promosi jabatan dan mutasi terhadap kinerja pegawai secara signifikan. Nilai R-Square untuk variabel motivasi sebesar 0,987 dan variabel kinerja pegawai sebesar 0,989, yang mengindikasikan bahwa model struktural memiliki daya prediksi yang sangat kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai.
MENJAGA TRADISI DARI GENERASI MUDA: PERAN KOMUNITAS REMAJA ADAT DI DESA LEGIAN, BALI Loise, Mariani; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10717

Abstract

This study is motivated by the increasing influence of modernization and globalization, which has the potential to shift local cultural values, particularly among the younger generation in Balinese indigenous communities. The focus of this study is to examine the role of youth customary communities in Legian Village in preserving and maintaining traditions, the strategies employed to address the challenges of modernization, and the factors influencing youth participation in customary communities. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected purposively based on their involvement in youth customary communities. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings reveal that youth customary communities serve as effective agents of informal education in transmitting cultural values and shaping the character of the younger generation through direct involvement in customary practices. The communities also develop adaptive strategies, such as the use of social media and educational approaches, to maintain the relevance of traditions in the modern era. Youth participation is influenced by interconnected internal and external factors, including cultural awareness, family support, and social environment. This study concludes that youth customary communities play a strategic role as mediators between tradition and modernity in sustaining cultural continuity. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus modernisasi dan globalisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda pada masyarakat adat Bali. Fokus penelitian ini adalah mengkaji peran komunitas remaja adat di Desa Legian dalam menjaga dan melestarikan tradisi, strategi yang dilakukan dalam menghadapi tantangan modernisasi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan generasi muda dalam komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam komunitas remaja adat. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas remaja adat berperan sebagai agen pendidikan informal yang efektif dalam mentransmisikan nilai budaya dan membentuk karakter generasi muda melalui keterlibatan langsung dalam praktik adat. Komunitas juga mengembangkan strategi adaptif, seperti pemanfaatan media sosial dan pendekatan edukatif, untuk menjaga relevansi tradisi di era modern. Keterlibatan generasi muda dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan, termasuk kesadaran budaya, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas remaja adat memiliki peran strategis sebagai mediator antara tradisi dan modernitas dalam menjaga keberlanjutan budaya.  
HUBUNGAN PROSES ANAK MENGHAFAL AL-QUR’AN DENGAN KEHARMONISAN KELUARGA Kusumawijaya, Muhammad Farhan Hadi; Ashari, Winning Son
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10718

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the Qur’an memorization process of children and family harmony among families of students at Kuttab Rabbani Jember. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The research subjects were parents of students in grades 2–6, selected through purposive sampling, totaling 31 respondents. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring the children’s Qur’an memorization process and family harmony. Data analysis was conducted using Spearman’s rho correlation test due to the non-normal distribution of the data. The results revealed a strong and significant relationship between the Qur’an memorization process and family harmony, with a correlation coefficient of 0.712 and a significance value of 0.000 (p < 0.01). These findings indicate that a better Qur’an memorization process is associated with higher levels of family harmony. This study implies that Qur’anic memorization education involving active parental involvement not only supports children’s spiritual development but also strengthens family relationships and harmony. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara proses anak menghafal Al-Qur’an dengan keharmonisan keluarga pada keluarga santri Kuttab Rabbani Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah orang tua santri kelas 2-6 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 31 orang. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mengukur proses anak menghafal Al-Qur’an dan tingkat keharmonisan keluarga. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara proses anak menghafal Al-Qur’an dengan keharmonisan keluarga, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,712 dan signifikansi 0,000 (p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik proses anak dalam menghafal Al-Qur’an, maka semakin tinggi tingkat keharmonisan keluarga. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pendidikan tahfizh Al-Qur’an yang melibatkan pendampingan aktif orang tua tidak hanya berkontribusi pada perkembangan spiritual anak, tetapi juga berperan dalam memperkuat relasi dan keharmonisan keluarga.  
PULAU BAWEAN SEBAGAI PUSAT ISLAMISASI DI KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR Hidayah, Kamilatul; Wulandari, Nursinta; Hasan, M. Syakir Hudaifi; Syafitri, Bella; Nurhidayat, Febri; Emyus, Ahmad Zaki
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10719

Abstract

Bawean Island is an archipelagic region that has historically played an important role in the Islamization process in Gresik Regency, East Java. Its strategic geographical location on the Java Sea trade route made Bawean Island a space for interaction between the local community and Muslim traders and scholars from various regions. This study aims to analyze the role of Bawean Island as a center of Islamization and the factors that supported the spread of Islam in the area. The research method used is a literature study by examining various written sources, such as history books, journal articles, archives, and previous research relevant to the topic of Islamization in Bawean Island and Gresik Regency. The findings indicate that the Islamization process in Bawean Island took place peacefully through trade routes, the teachings of scholars, and the strengthening of religious institutions such as Islamic boarding schools and mosques. In addition, the integration of Islamic teachings with local culture has also shaped the moderate and sustainable Islamic character of the Bawean community. ABSTRAK Pulau Bawean merupakan wilayah kepulauan yang secara historis memiliki peran penting dalam proses Islamisasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Letak geografisnya yang strategis di jalur perdagangan Laut Jawa menjadikan Pulau Bawean sebagai ruang interaksi antara masyarakat lokal dengan pedagang dan ulama Muslim dari berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pulau Bawean sebagai pusat Islamisasi serta faktor-faktor yang mendukung berkembangnya Islam di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber tertulis, seperti buku sejarah, artikel jurnal, arsip, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik Islamisasi di Pulau Bawean dan Kabupaten Gresik. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses Islamisasi di Pulau Bawean berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan, dakwah ulama, serta penguatan lembaga keagamaan seperti pesantren dan masjid. Selain itu, integrasi ajaran Islam dengan budaya lokal turut membentuk karakter keislaman masyarakat Bawean yang moderat dan berkelanjutan.  
TRANSFORMASI LIMBAH KAIN PERCA MENGGUNAKAN METODE WATER SOLUBLE EMBROIDERY MENJADI MATERIAL TEKSTIL INOVATIF Novianto, Wawan Dwi; Purwanningrum, Dinarisni; Pradifta, Reski Alya; Hermawan, Didiek; Aribowo, Irham; Kevasoka, Contardo Alfabian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10720

Abstract

Fabric waste, a common by-product of textile manufacturing, has grown into a pressing environmental issue due to its sheer volume and limited ways of reuse. This study explores creative ways to transform fabric remnants from small and medium textile industries into value-added materials through a patchwork approach paired with a Water-Soluble Embroidery technique. Conducted in a laboratory using an exploratory-descriptive method, the study involved carefully sorting fabric scraps, measuring and arranging them on a Water-Soluble Stabilizer, stitching them together, and finally dissolving the stabilizer to create a continuous textile sheet. The new material was then evaluated for both its visual appeal and mechanical properties. The results suggests that the Water-Soluble Embroidery technique can effectively bring disparate fabric remnants together into a unified textile structure. While it is not yet ready to replace traditional fabrics, this method shows strong potential as a creative recycling solution that adds tangible value. Moreover, it opens up possibilities for further refinement to enhance material performance while promoting sustainable practices through the reuse of textile waste. ABSTRAK Limbah kain, produk sampingan umum dari manufaktur tekstil, telah berkembang menjadi masalah lingkungan yang mendesak karena volumenya yang sangat besar dan terbatasnya cara penggunaan kembali. Studi ini mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk mengubah sisa kain dari industri tekstil kecil dan menengah menjadi material bernilai tambah melalui pendekatan tambal sulam yang dipadukan dengan teknik Bordir Larut Air. Dilakukan di laboratorium menggunakan metode eksploratif-deskriptif, studi ini melibatkan penyortiran potongan kain secara hati-hati, mengukur dan menyusunnya pada Stabilizer Larut Air, menjahitnya bersama-sama, dan akhirnya melarutkan stabilizer untuk menciptakan lembaran tekstil kontinu. Material baru tersebut kemudian dievaluasi baik dari segi daya tarik visual maupun sifat mekaniknya. Hasilnya menunjukkan bahwa teknik Bordir Larut Air dapat secara efektif menyatukan sisa-sisa kain yang berbeda menjadi struktur tekstil yang terpadu. Meskipun belum siap untuk menggantikan kain tradisional, metode ini menunjukkan potensi yang kuat sebagai solusi daur ulang kreatif yang menambah nilai nyata. Selain itu, hal ini membuka kemungkinan untuk penyempurnaan lebih lanjut guna meningkatkan kinerja material sekaligus mempromosikan praktik berkelanjutan melalui penggunaan kembali limbah tekstil.  
ANALISIS PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI RS. PERMATA DALIMA SERPONG Salzabilla, Cherryl Anadya; Rohendi, A; Rinawati, Rinawati
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10721

Abstract

The development of globalization and changes in digital technology in the health sector have encouraged various healthcare facilities, including Permata Dalima Serpong Hospital, to use information technology such as Electronic Medical Records (EMR) to provide more efficient services, more accurate data, and better medical decision-making. Although EMR has been mandated by Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 and is expected to overcome weaknesses in manual recording, its implementation still faces problems such as insufficient workforce skills, lack of training, and low system integration, resulting in suboptimal acceptance and use of EMR. This study aims to determine the factors influencing user acceptance of the EMR system in the inpatient unit of Permata Dalima Serpong Hospital using the Technology Acceptance Model (TAM) method. This study uses a quantitative approach, with a causal research type. The population in this study is all healthcare workers who are involved in electronic medical records in the inpatient unit of Permata Dalima Serpong Hospital. Using simple random sampling, a sample of 154 people was obtained. Data collection was conducted through primary questionnaires and analyzed using structural equation modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). The results showed a significant positive effect of perceived usefulness on attitudes toward use, a significant positive effect of perceived ease of use on attitudes toward use, a significant positive effect of perceived usefulness on intention to use, no significant positive effect of perceived ease of use on intention to use, a significant positive effect of attitude toward use on intention to use, and a significant positive effect of intention to use on actual use of electronic medical records among healthcare workers in inpatient care at Permata Dalima Hospital, Serpong. ABSTRAK Perkembangan globalisasi dan perubahan teknologi digital di bidang kesehatan mendorong berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Rumah Sakit Permata Dalima Serpong, untuk menggunakan teknologi informasi seperti Rekam Medis Elektronik (RME) agar layanan lebih efisien, data lebih akurat, dan pengambilan keputusan medis lebih baik. Meski RME sudah diwajibkan melalui Permenkes No. 24 Tahun 2022 dan diharapkan dapat mengatasi kelemahan dalam pencatatan manual, penerapannya masih menghadapi masalah seperti kurangnya kemampuan tenaga kerja, kurangnya pelatihan, serta rendahnya keterpaduan sistem, sehingga tingkat penerimaan dan penggunaan RME belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pada penerimaan pengguna dari adanya sistem RME di  rawat inap  RS. Permata Dalima Serpong menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM).  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif,  dengan jenis penelitian,  kausal. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh tenaga kesehatan yang berhubungan dengan rekam medis elektronik di unit rawat inap RS Permata Dalima Serpong, dengan teknik sampling, simple random sampling, maka diperoleh sebanyak 154 orang sebagai sample penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer penyebaran kuisioner serta dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan Partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemanfaatan terhadap sikap  penggunaan, terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap  penggunaan,  terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemanfaatan   terhadap niat untuk  menggunakan,  tidak terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemudahan penggunaan  (perceived ease of use) terhadap niat untuk  menggunakan, terdapat pengaruh positif signifikan sikap  penggunaan terhadap niat untuk  menggunakan    dan terdapat pengaruh positif signifikan niat untuk  menggunakan    terhadap penggunaan aktual  rekam medis elektronik tenaga kesehatan di  rawat inap  RS Permata Dalima Serpong.
OPTIMALISASI IMPLEMENTASI KEGIATAN MONITORING DAN KONSULTASI PADA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS CIJAKU KABUPATEN LEBAK Setiawan, Muhammad Faridz; Purwadhi, H.; Santoso, Budi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10722

Abstract

The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is a BPJS Kesehatan initiative aimed at improving the quality of life of patients with chronic diseases through structured activities such as education, monitoring, and consultation. However, its implementation at primary health care facilities is often suboptimal. This study aims to determine the factors influencing optimization, organization, implementation, and control of Prolanis monitoring and consultation activities at Cijaku Public Health Center. A qualitative case study design was applied. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews from six key informants. Thematic analysis with method and source triangulation was conducted. The results indicate that optimization is influenced by human resource readiness, leadership of the program coordinator, recording systems, and cross-sector support. Clear role allocation and routine scheduling support service regularity, although geographic constraints and participant attendance remain challenges. Continuous monitoring and internal evaluation are essential to ensure sustainable implementation of Prolanis. ABSTRAK Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan strategi BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dengan penyakit kronis melalui pelayanan terstruktur berupa edukasi, monitoring, dan konsultasi kesehatan. Namun pada tingkat fasilitas kesehatan primer, implementasi Prolanis sering kali belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi, bagaimana pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian implementasi kegiatan monitoring dan konsultasi Prolanis di Puskesmas Cijaku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap enam informan kunci. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, kepemimpinan koordinator program, sistem pencatatan, serta dukungan lintas sektor. Pengorganisasian berbasis pembagian peran yang jelas dan pelaksanaan berbasis jadwal rutin mendukung keteraturan layanan, meskipun kendala geografis dan partisipasi peserta masih menjadi hambatan. Pengendalian melalui monitoring dan evaluasi internal berperan penting dalam menjaga kesinambungan implementasi Prolanis.  
FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA ANGKA PERNIKAHAN DINI PADA CIRCLE PEMUDA DI BEKASI Jati, Muhammad Yuskandi Satrio; Husaini, Akhmad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10723

Abstract

The phenomenon of early marriage among young people in Bekasi City is driven by complex social dynamics and financial pressures. This study aims to analyze various factors driving the high rate of early marriage in the region through a qualitative approach using semi-structured interviews. The results identified that social variables such as promiscuous social interactions, low levels of education, limited knowledge, the influence of lifestyles in the mass media, and pressure from parental parenting styles are the main triggers. Furthermore, premarital pregnancy and coercion from partners contribute to this trend. From an economic perspective, family financial constraints and parental debt often position marriage as a quick solution to alleviate financial burdens or repay material obligations. Field findings indicate that most informants aged 19 to 20 decided to marry due to this combination of pressures, despite less than optimal physical and mental preparation. The main conclusion of the study confirms that the high rate of early marriage is the result of the interaction between economic vulnerability and a lack of understanding of socio-reproductive issues. Therefore, preventive measures are needed through family economic empowerment and extensive strengthening of sexual and reproductive education for adolescents to reduce the rate of underage marriage and ensure the quality of life for future generations. ABSTRAK Fenomena pernikahan dini pada kalangan pemuda di Kota Bekasi dilatarbelakangi oleh dinamika sosial dan tekanan finansial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor pendorong tingginya angka pernikahan usia muda di wilayah tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa variabel sosial seperti pergaulan lingkungan yang bebas, rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan pengetahuan, pengaruh gaya hidup di media massa, serta tekanan pola asuh orang tua menjadi pemicu utama. Selain itu, faktor kehamilan di luar nikah dan paksaan pasangan turut memperkuat tren ini. Dari aspek ekonomi, keterbatasan finansial keluarga dan jeratan hutang orang tua sering kali memosisikan pernikahan sebagai solusi instan untuk meringankan beban ekonomi atau melunasi kewajiban materiel. Temuan lapangan menunjukkan bahwa mayoritas informan berusia 19 hingga 20 tahun memutuskan menikah akibat kombinasi tekanan tersebut, meski persiapan fisik dan mental belum optimal. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa tingginya angka pernikahan dini merupakan hasil interaksi antara kerentanan ekonomi dan minimnya pemahaman sosial-reproduksi. Oleh karena itu, diperlukan langkah preventif melalui pemberdayaan ekonomi keluarga serta penguatan edukasi seksual dan reproduksi yang masif bagi remaja guna menekan angka pernikahan di bawah umur demi menjamin kualitas hidup generasi masa depan.