cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PELATIHAN TERHADAP MOTIVASI KERJA: STUDI KASUS PT REGIONAL ECONOMIC DEVELOPMENT INSTITUTE Farel, Kholin Gio; Yuniningsih, Yuniningsih; Haryanto, Albertus Eka Putra; Fauzi, Indra Nur
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6176

Abstract

Work motivation is one of the key aspects that influences individual performance within an organization, including in research projects with limited timeframes. PT Regional Economic Development Institute (REDI) is an independent research institution that conducts data collection with the assistance of contract workers (enumerators). Enumerators play a crucial role in collecting data, which can determine the success of a research project; therefore, high work motivation among enumerators is essential. This study aims to examine the influence of organizational culture and training on the work motivation of enumerators at PT REDI. A quantitative approach was employed in this research, using a survey method through Likert-scale questionnaires distributed to enumerators at PT REDI who were actively involved in research projects during the period January–May 2025. Data analysis was carried out using multiple linear regression as one of the statistical methods to explain the influence of organizational culture and training on work motivation. The results of the study show that, partially, organizational culture has a positive and significant effect on work motivation, while training has a positive direction but does not show a significant effect on the work motivation of enumerators. ABSTRAKMotivasi kerja ialah salah satu aspek penting yang memengaruhi kinerja individu pada suatu organisasi, termasuk dalam proyek penelitian dengan durasi waktu terbatas. PT Regional Economic Development Institute (REDI) merupakan lembaga penelitian independen yang melakukan pengumpulan data dengan bantuan tenaga kerja kontrak (enumerator). Enumerator memiliki peran utama dalam pengumpulan data yang dapat menentukan keberhasilan suatu proyek penelitian, sehingga motivasi kerja yang tinggi pada enumerator sangat diperlukan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh budaya organisasi serta pelatihan terhadap motivasi kerja enumerator di PT REDI. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode survei melalui kuesioner berskala likert yang diberikan kepada enumerator di PT REDI yang aktif terlibat pada proyek penelitian pada periode Januari–Mei 2025. Analisis data menggunakan regresi linear berganda sebagai salah satu metode statistik yang dapat menjelaskan pengaruh budaya organisasi dan pelatihan terhadap motivasi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan pelatihan memiliki arah positif namun tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja enumerator.
PENGARUH REMUNERASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP LOYALITAS ENUMERATOR DI PT REGIONAL ECONOMIC DEVELOPMENT INSTITUTE (REDI) Lestari, Sukma Puji; Yuniningsih, Yuniningsih; Haryanto, Albertus Eka Putra; Fauzi, Indra Nur
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6177

Abstract

Employee loyalty is a crucial factor in maintaining the stability and effectiveness of organizational performance, particularly in project-based institutions such as the Regional Economic Development Institute (REDI), which relies on contract-based workers, commonly referred to as enumerators. Enumerators play a key role in the successful completion of REDI's projects, as they are responsible for the data collection process. Therefore, high enumerator loyalty is essential to ensure smooth project implementation at PT REDI. This study aims to analyze the influence of remuneration and work environment on the loyalty of REDI enumerators during the period of January to May 2025. The research uses primary data collected through a Likert-scale-based survey questionnaire completed by all enumerators who were actively working during the study period. A quantitative approach was employed, with multiple linear regression used to examine the effects of the independent variables on enumerator loyalty. The findings indicate that the work environment has a positive and significant partial effect on enumerator loyalty, while remuneration does not have a significant partial effect. ABSTRAKLoyalitas karyawan merupakan faktor dalam menjaga stabilitas dan efektivitas kinerja organisasi, terutama pada institusi berbasis proyek seperti Regional Economic Development Institute (REDI) yang mengandalkan tenaga kerja kontrak, atau biasa disebut enumerator. Enumerator merupakan salah satu kunci keberhasilan PT REDI dalam menyelesaikan proyek pekerjaan yang memiliki peran penting dalam proses pengumpulan data, sehingga loyalitas enumerator yang tinggi sangat dibutuhkan untuk menjaga kelancaran pelaksanaan proyek PT REDI. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh remunerasi dan lingkungan kerja terhadap loyalitas enumerator PT REDI periode bulan Januari–Mei 2025. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner survei berbasis skala likert, dan diisi oleh seluruh enumerator yang bertugas selama periode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik analisis data berupa regresi linier berganda untuk menguji pengaruh faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap loyalitas enumerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas enumerator, sedangkan remunerasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas enumerator.
PENGARUH CONTENT MARKETING DAN PERCEIVED VALUE TERHADAP CITRA PERUSAHAAN (STUDI KASUS: INSTAGRAM DI PT REDI) Kusumaningsih, Intan; Yuniningsih, Yuniningsih; Haryanto, Albertus Eka Putra; Fauzi, Indra Nur
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6179

Abstract

Corporate image can have an impact on the sustainability of a company's business. In today's increasingly competitive digital era, maintaining a company's image through social media is one of the challenges faced. PT. Regional Economic Development Institute is one of the research institutions that uses Instagram as a means of two-way communication with users through content marketing in increasing brand awareness and increasing the existence of the company's image. This study aims to determine the effect of content marketing and perceived value on REDI's corporate image mediated by brand awareness. This study uses quantitative data collection techniques by distributing online questionnaires based on a Likert scale filled out by REDI's Instagram followers. The data analysis method used in this study is Structural Equation Modeling (SEM) - Partial Least Square (PLS) to analyze the causal relationship between unmeasured variables. The results of the study show that content marketing and perceived value have a positive and significant direct effect on corporate image. Brand awareness can be a mediating variable in the perceived value variable in influencing corporate image positively and significantly. ABSTRAKCitra perusahaan mampu memberikan dampak pada kelangsungan bisnis suatu perusahaan. Pada era digital yang semakin ketat saat ini mempertahankan citra perusahaan melalui media sosial menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. PT. Regional Economic Development Institute merupakan salah satu lembaga penelitian yang menggunakan instagram sebagai sarana komunikasi dua arah dengan pengguna melalui pemasaran konten dalam meningkatkan kesadaran merek dan meningkatkan eksistensi citra perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh content marketing dan perceived value terhadap citra perusahaan REDI yang dimediasi oleh brand awareness. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner online berbasis skala likert yang diisi oleh pengikut instagram REDI. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan kausal antar konstruk laten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content marketing dan perceived value berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap citra perusahaan. Brand awareness mampu menjadi variabel mediasi pada variabel perceived value dalam memengaruhi citra perusahaan secara positif dan signifikan.
KRISIS PERNIKAHAN DI ERA DIGITAL: STUDI NETNOGRAFI TIKTOK TENTANG GENERASI Z DAN RELEVANSINYA TERHADAP HUKUM KELUARGA ISLAM Izzuddin, Azhar Fikri; Cahyadi, Teguh Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6180

Abstract

This study explores the marriage crisis in the digital era through a netnographic analysis of TikTok content related to Generation Z's perceptions of marriage. The primary aim is to understand how Gen Z interprets the concept of marriage, examine the influence of TikTok content on their views, and identify key factors contributing to the crisis from the perspective of Islamic Family Law. Using a qualitative approach and netnographic methods, data were collected through observations of videos, comments, and trends on TikTok, and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that Generation Z tends to have a dynamic, often conflicting understanding of marriage, shaped by both religious values and popular social media narratives. Phenomena such as the “marriage is scary” trend, the glorification of non-committed relationships, and fear of traditional marital roles significantly contribute to a negative perception of marriage. Additionally, low levels of digital and religious literacy further intensify this crisis. From the standpoint of Islamic Family Law, this situation highlights the need for more adaptive, digitally integrated educational and religious approaches. The study recommends active involvement of religious institutions and educators in crafting positive narratives about marriage in line with Islamic values, utilizing platforms like TikTok to effectively engage with Generation Z. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji krisis pernikahan di era digital melalui studi netnografi terhadap konten-konten di platform TikTok yang berhubungan dengan persepsi Generasi Z terhadap institusi pernikahan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Generasi Z memaknai konsep pernikahan, mengidentifikasi dampak konten TikTok terhadap pandangan mereka, serta menelaah faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap krisis pernikahan dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode netnografi, data diperoleh melalui pengamatan terhadap video, komentar, dan tren yang relevan di TikTok, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung memiliki pemahaman yang dinamis dan sering kali bertentangan antara nilai-nilai agama dan narasi populer di media sosial. Fenomena seperti "marriage is scary", glorifikasi hubungan tanpa komitmen, serta ketakutan terhadap peran tradisional dalam pernikahan menjadi dominan dalam membentuk persepsi negatif terhadap pernikahan. Selain itu, minimnya literasi digital dan keagamaan turut memperburuk kondisi ini. Dalam konteks Hukum Keluarga Islam, krisis ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk pendekatan dakwah dan edukasi yang lebih adaptif dan berbasis media digital. Penelitian ini merekomendasikan peran aktif lembaga keagamaan dan edukatif dalam membentuk narasi positif tentang pernikahan yang selaras dengan ajaran Islam, dengan memanfaatkan platform seperti TikTok untuk menjangkau Generasi Z secara lebih efektif.
DAYA TARIK WISATA, ATRAKSI WISATA DAN KELOMPOK ACUAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG PADA OBJEK WISATA KOLAM BERENANG TAMAN AYLA BUKIT TENGAH Lestari, Anggia Ayu; Arjun, M.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6181

Abstract

This study aims to analyze the influence of tourist attractions, tourist attractions and reference groups on visitor satisfaction at the Ayla Bukit Tengah swimming pool tourist attraction. The method used is a survey with a questionnaire distributed to 100-150 visitors. The data collected were analyzed using regression analysis to test the relationship between variables. The results of the study indicate that both tourist attractions, tourist attractions and reference groups have a positive and significant influence on visitor satisfaction. Attractions that include natural beauty, facilities, and available activities make a major contribution to the positive experience of visitors. In addition, the tourist attractions offered also increase satisfaction, and also the reference group that is a reference for consumers and increases visitor satisfaction. This study recommends improving facilities, promoting attractions, and improving accessibility to increase visitor satisfaction. These findings are expected to provide insight for tourism managers in developing the Ayla Bukit Tengah swimming pool as a leading tourist destination in Kerinci Regency and Sungai Penuh City. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik wisata, atraksi wisata dan kelompok acuan terhadap kepuasan pengunjung pada objek wisata kolam berenang Ayla Bukit Tengah. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner yang disebarkan kepada 100-150 pengunjung. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis regresi untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik daya tarik wisata, atraksi wisata maupun kelompok acuan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Daya tarik yang mencakup keindahan alam, fasilitas, dan aktivitas yang tersedia berkontribusi besar terhadap pengalaman positif pengunjung. Selain itu, atraksi wisata yang ditawarkan juga meningkatkan kepuasan, dan juga kelompok acuan yang menjadi acuan konsumen dan meningkatkan kepuasan pengunjung. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas, promosi daya tarik, dan perbaikan aksesibilitas untuk meningkatkan kepuasan pengunjung. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengelola objek wisata dalam mengembangkan kolam berenang Ayla Bukit Tengah sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
KEUNEUNONG DAN ADAPTASI PETANI PADI DI GAMPONG UJONG DRIEN KABUPATEN ACEH BARAT Azahra, Rahfa; Humaira, Humaira; Jumaini, Jumaini; Juliana, Juliana; Wannira, Ayu; Sopar, Sopar
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6182

Abstract

Ujong Drien village, located in the Meureubo District, Aceh Barat Regency, is one of the farming communities that still maintains the local wisdom system in farming practices. Keuneunong, as a traditional calendar system of the Acehnese people, has been a generational guide for farmers in determining the ideal time for agricultural activities, particularly rice planting. This research aims to analyze the implementation of the keuneunong system as local wisdom in the adaptation of rice farmers in Ujong Drien village to face the challenges of climate change and agricultural modernization. This study uses a qualitative approach to understand the keuneunong practices and farmers' adaptation strategies. Data is collected through in-depth interviews with senior farmers, field observations of farming practices, and documentation of traditional knowledge still being practiced. The keuneunong system in Ujong Drien village shows unique characteristics as a nature observation-based calendar that includes 12 keuneunong (periods). Each keunenuong has specific indicators in the form of natural signs, animal behavior, and weather patterns that serve as guidelines for farmers in determining agricultural activities. Farmers' adaptation to climate change is carried out by integrating traditional keuneunong knowledge with modern weather information, adjusting rice varieties that are resilient to environmental stress, and modifying planting patterns according to changing climate conditions. ABSTRAKDesa Ujong Drien yang terletak di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, merupakan salah satu komunitas pertanian yang masih mempertahankan sistem kearifan lokal dalam praktik bercocok tanam. Keuneunong sebagai sistem penanggalan tradisional masyarakat Aceh, telah menjadi panduan turun-temurun bagi petani dalam menentukan waktu ideal untuk kegiatan pertanian, khususnya penanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem keuneunong sebagai kearifan lokal dalam adaptasi petani padi di Desa Ujong Drien menghadapi tantangan perubahan iklim dan modernisasi pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  untuk memahami praktik keuneunong dan strategi adaptasi petani. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petani senior, observasi lapangan terhadap praktik pertanian, dan dokumentasi pengetahuan tradisional yang masih dipraktikkan. Sistem keuneunong di Desa Ujong Drien menunjukkan karakteristik unik sebagai kalender berbasis pengamatan alam yang meliputi 12 keunong (periode). Setiap keuneunong memiliki indikator spesifik berupa tanda-tanda alam, perilaku binatang, dan pola cuaca yang menjadi pedoman petani dalam menentukan aktivitas pertanian. Adaptasi petani terhadap perubahan iklim dilakukan dengan mengintegrasikan pengetahuan keuneunong tradisional dengan informasi cuaca modern, penyesuaian varietas padi yang tahan terhadap cekaman lingkungan, dan modifikasi pola tanam sesuai dengan kondisi iklim yang berubah.
REPRESENTASI BUDAYA LOKAL PADA LEGENDA DANAU TOBA DI ERA DIGITAL Siregar, Musbar Soleman; Nirmawan, Nirmawan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6238

Abstract

This research aims to analyze the representation of local culture in the Legend of Lake Toba as presented through blog media in the digital era. The background of this study is rooted in concerns about the potential reduction of cultural values in the process of digitizing folktales, as well as the importance of preserving local cultural identity amid globalization and the advancement of information technology. The research employs a descriptive-analytical qualitative approach, with primary data consisting of two versions of the Legend of Lake Toba: the original text version and the digital version from the blog "Cerita Nusantara". The findings reveal that while some cultural elements such as the agrarian setting, family structure, spiritual values, and geographical symbolism are preserved, significant changes occur in narrative delivery, the reduction of local vocabulary, and the addition of visual and narrative elements. These changes impact cultural interpretation and may lead to the loss of depth in local cultural values. However, digitization also presents opportunities for broader cultural preservation and dissemination, particularly among younger generations. The digital transformation of folk literature like the Legend of Lake Toba is a complex process that requires caution to ensure cultural values are not diminished by the demands of modern media. Therefore, culturally sensitive adaptation strategies are necessary to ensure that digital media serves as a means of preservation rather than a distortion of local culture. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya lokal dalam Legenda Danau Toba yang disajikan melalui media blog di era digital. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya reduksi nilai-nilai budaya dalam proses digitalisasi cerita rakyat, serta pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, dengan data utama berupa dua versi cerita Legenda Danau Toba: versi teks asli dan versi digital dari blog “Cerita Nusantara”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa unsur budaya seperti latar agraris, struktur keluarga, nilai spiritual, dan simbolisme geografis tetap dipertahankan, terdapat perubahan signifikan dalam bentuk penyampaian narasi, pengurangan kosakata lokal, serta penambahan elemen visual dan naratif. Perubahan ini berdampak pada pemaknaan budaya dan dapat menyebabkan hilangnya kedalaman nilai-nilai budaya lokal. Namun, digitalisasi juga membuka peluang bagi pelestarian dan penyebaran budaya kepada generasi muda secara lebih luas. Transformasi digital terhadap sastra rakyat seperti Legenda Danau Toba merupakan proses yang kompleks, yang memerlukan kehati-hatian agar nilai-nilai budaya tidak tereduksi oleh tuntutan media modern. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi yang sensitif terhadap konteks budaya untuk memastikan bahwa media digital berfungsi sebagai wahana pelestarian, bukan pengaburan, budaya lokal.
STRATEGI MENGATASI DAMPAK DIGISEKSUAL TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA MUSLIM DI ERA SOCIETY 5.0 PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Adlin, Arief Budiman; Husaini, Akhmad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6249

Abstract

Digisexuality defined as a sexual inclination reliant on technologies such as artificialintelligence  (AI),  virtual  reality  (VR), and sex robots, has become a significant challenge  to  the integrity  of  Muslim  households  in  the  era of Society 5.0. This phenomenon  disruptsmarital relationships  on  psychological,  spiritual,  social, and moral  levels.  This  study  aims  to  examine  the  impact  of  digisexuality  on  family harmony and to formulate counter-strategies  based on  the  perspective  of  Maqasid  Sharia. Using  a qualitative  approach  and  library  research  method,  the  study  draws upon  primary  and secondary  sources  including  Islamic  jurisprudence,  tafsir,  academic  journals, and  relevant digital data. The findings reveal  that  digisexuality  negatively affects five  core  objectives of Maqasid Sharia: religion,  intellect,  honor,  lineage,  and  wealth.  In  response, five  integrative strategies  are  proposed: (1) Islamic  sexual  ethics ; (2) Islamic sexual  education  based  on digital  media; (3) managing  media  communication  and  digital  financial  technology; (4) increasing  quality time  through  digital  literacy within the household; and (5) revitalizing religious education  in  the  domestic  sphere. These strategies  are curative, preventive, and transformative in strengthening  the  moral and spiritual  resilience  of  Muslim  families  amid  the  growing  wave  of  digitalization. ABSTRAK Digiseksualitas yaitu kecenderungan seksual yang bergantung pada teknologi seperti AI,VR, dan robot seks, telah menjadi tantangan nyata dalam menjaga keutuhan keluarga muslim di era Society 5.0. Fenomena ini mengganggu relasi suami istri secara psikologis, spiritual, sosial, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak digiseksualitas terhadap keharmonisan keluarga serta merumuskan strategi penanggulangannya berdasarkan perspektif Maqashid Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, memanfaatkan sumber-sumber primer dan sekunder seperti buku fikih, tafsir, jurnal ilmiah, dan  data digital relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digiseksualitas berdampak pada lima  aspek  utama  maqashid syariah: agama,  akal, kehormatan,  keturunan, dan  harta. Sebagai respons,  dirumuskan lima strategi integratif: (1) Etika seksualitas dalam islam ; (2)  Edukasi seksual  islam berbasis media digital (3) Mengelola Media  Komunikasi dan Teknologi Finansial Digital (4) Peningkatan quality time dengan literasi digital dalam keluarga (5) Revitalisasi pendidikan agama  dalam lini keluarga. Kelima strategi tersebut bersifat kuratif, preventif, dan transformatif dalam membangun ketahanan nilai dan spiritualitas keluarga muslim di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang.
ANALISIS PENGELOLAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI INSTALASI FARMASI DINAS KESEHATAN KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2025 Dewaty, Lintang Rachma; Ramadani, Nur Rizky
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6252

Abstract

Hypertension as a health problem was measured at 10.7% in the 18-24 year age group, and 17.4% in the 25-34 year group (SKI 2023). Recording and reporting of drugs carried out manually increases the workload of officers and affects the quality of service. The purpose of this study was to analyze the management of antihypertensive drugs based on aspects of recording and reporting at the Pharmacy Installation of the Palangka Raya City Health Office. This study is a qualitative research with a case study design. The research component consists of three components, namely input, process, and output components. Data collection techniques were carried out by means of in-depth interviews with informants, observation and documentation. This study shows that the input aspect requires an increase in human resources in terms of type, number, competence, and capacity, as well as infrastructure that still needs to be fulfilled to meet the standards. The process aspect of drug management must be carried out in an integrated manner from selection to recording and reporting as well as deletion, so that recording and reporting are effectively efficient and available in real-time. The output aspect requires standardization of recording and reporting, followed by the use of google spreadsheets in the entire drug management process. Local governments can issue official regulations or SOPs for the use of web-based information systems in all lines of drug management. Then multi-sector collaboration is needed to support integrated health information systems based on local needs. ABSTRAKipertensi sebagai masalah kesehatan diperoleh hasil pengukuran sebesar 10,7% pada kelompok usia 18–24 tahun, dan 17,4% pada kelompok 25–34 tahun (SKI 2023). Pencatatan dan pelaporan obat yang dilakukan secara manual membuat beban kerja petugas meningkat dan mempengaruhi kualitas pelayanan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan obat antihipertensi berdasarkan aspek pencatatan dan pelaporan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Komponen penelitian terdiri dari tiga komponen yaitu komponen input, proses, dan output. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan aspek input diperlukan peningkatan sumber daya manusia dari segi jenis, jumlah, kompetensi, maupun kapasitas, demikian dengan prasarana masih diperlukan upaya pemenuhan agar sesuai dengan standar. Aspek proses pada pengelolaan obat harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari seleksi sampai dengan pencatatan dan pelaporan serta penghapusan, agar pencatatan dan pelaporan efektif efisien dan tersedia secara real-time. Aspek Output diperlukan standarisasi terhadap pencatatan dan pelaporan, yang selanjutnya pemanfaatan google spreadsheet pada seluruh proses pengelolaan obat. Pemerintah Daerah dapat menerbitkan regulasi atau SOP resmi penggunaan sistem informasi berbasis web di seluruh lini terhadap pengelolaan obat. Kemudian diperlukan kolaborasi multisektor untuk mendukung sistem informasi kesehatan terpadu berbasis kebutuhan lokal.
STRATEGI PENINGKATAN PENYERAPAN ANGGARAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN SALUR LANGSUNG PUSKESMAS DI KOTA BANDA ACEH Erlinda, Vivi Gus; Hartono, Risky Kusuma; Lukman, Lukman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6310

Abstract

This study aims to analyze the influence of budget planning, budget implementation, human resource capacity, organizational commitment, and internal control on the absorption of the Directly Disbursed Health Operational Assistance (BOK) funds at 11 Community Health Centers (Puskesmas) in Banda Aceh City. The research design employed a cross-sectional approach with a total sample of 90 respondents selected through proportional stratified random sampling. Data analysis was conducted using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS–SEM). The results indicate that budget planning has a direct effect on budget absorption of 27.4% and an indirect effect of 14.85%. Budget implementation has the most dominant direct effect on budget absorption at 39.3%. Human resource competency, organizational commitment, and internal control each have indirect effects of 9.33%, 4.03%, and 3.26%, respectively. It can be concluded that budget implementation is the main factor influencing the absorption of BOK funds. This study recommends strategies such as the development of Standard Operating Procedures (SOPs) covering technical implementation through to financial reporting, enhanced monitoring and evaluation, and strengthened budget execution control by the Health Office and the Community Health Centers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, kapasitas sumber daya manusia, komitmen organisasi  dan pengawasan internal  terhadap penyerapan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) salur langsung pada 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 90 responden dipilih melalui proporsional stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS–SEM). Hasil penelitian menunjukkan perencanaan anggaran berpengaruh langsung terhadap penyerapan anggaran sebesar 27,4 dan tidak  langsung sebesar 14,85%. Pelaksanaan anggaran memiliki berpengaruh langsung paling dominan terhadap penyerapan anggaran sebesar 39,3%. Kompetensi SDM, Komitmen organisasi, dan pengawasan internal masing-masing berpengaruh secara tidak langsung sebesar 9,33%, 4,03% dan 3,26%. Dapat disimpulkan pelaksanaan anggaran merupakan faktor utama yang mempengaruhi penyerapan dana BOK. Penelitian ini merekomendasikan strategi berupa penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) mulai dari pelaksanaan teknis hingga pelaporan keuangan, peningkatan monitoring evaluasi serta pengendalian dalam pelaksanaan anggaran oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas.