cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN PELAYANAN PUBLIK TERHADAP PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DALAM PERSPEKIF MEMBANGKITKAN KEARIFAN LOKAL Isa, Fadhilah Octaviani; Wantu, Sastro Mustapa; Djafaar, Lucyane
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6327

Abstract

This study aims to analyze public service policies in flood disaster management in Tenilo Village, Gorontalo Regency, and to examine the integration of local wisdom in the policy process. A qualitative approach was employed to gain in-depth insights from both community members and local government officials. Primary data were collected through direct interviews with the village head and affected residents, while secondary data were sourced from official documents and relevant literature. The results reveal that the implemented public service policies tend to be reactive and lack community participation. Key challenges include limited authority at the village level, insufficient resources, weak inter-institutional coordination, and the declining role of local wisdom. Thus, policy reform is necessary to incorporate local knowledge and enhance collaboration between the government, community, and other stakeholders. Such an approach is expected to strengthen community resilience in facing flood disasters in a more sustainable manner. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pelayanan publik dalam penanggulangan bencana banjir di Kelurahan Tenilo, Kabupaten Gorontalo, serta meninjau sejauh mana pelibatan kearifan lokal dalam proses kebijakan tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali secara mendalam persepsi masyarakat dan pemerintah kelurahan terhadap efektivitas kebijakan yang diterapkan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan kepala kelurahan dan warga terdampak, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelayanan publik yang diterapkan masih bersifat reaktif dan belum sepenuhnya partisipatif. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kewenangan pemerintah kelurahan, sumber daya yang minim, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya partisipasi masyarakat akibat menurunnya nilai-nilai kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi kebijakan yang mengintegrasikan pendekatan berbasis kearifan lokal serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir secara berkelanjutan.
KONSEP MEMPERBAHARUI HATI DENGAN TAUBAT DALAM KEHIDUPAN (STUDI PEMIKIRAN H. AHMAD ZACKY) Sukirman, Sukirman; Akmir, Akmir; Askahar, Askahar
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6352

Abstract

ABSTRACT This research is a library study (library research) using a philosophical approach, as it explores the ideas and thoughts of H. Ahmad Zacky presented in his book titled, Yuk, Instal Hati Kita dengan Tobat (Let’s Install Our Hearts with Repentance). The main focus of this study is the concept of repentance as a method for renewing the heart, as proposed by Ahmad Zacky in a modern and contextual framework. The data used in this research is classified into two types: primary data, sourced from Ahmad Zacky’s own book, and secondary data, obtained from various literature such as classical Islamic texts, reference books, scientific journals, articles, dissertations, theses, and relevant digital sources. The core idea of Ahmad Zacky’s thought emphasizes that the corruption of the heart is the root of sinful acts; therefore, the heart must be renewed through sincere repentance. According to him, repentance is not merely a momentary act but a continuous process of self-correction supported by various spiritual practices. In this regard, he outlines ten key practices to support heart renewal, including prayer, remembrance, night prayer, fasting, invoking blessings upon the Prophet, pilgrimage, almsgiving, charity, patience, and sincerity. This study aims to explore the spiritual values within the concept of repentance and its contribution to heart purification in modern life. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis karena membahas gagasan pemikiran H. Ahmad Zacky dalam bukunya yang berjudul Yuk, Instal Hati Kita dengan Tobat. Fokus utama penelitian ini adalah pada konsep tobat sebagai cara untuk memperbarui hati yang dikemukakan oleh Ahmad Zacky dalam bingkai modern dan kontekstual. Data dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni data primer yang bersumber dari buku karya Ahmad Zacky sendiri, serta data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur seperti kitab klasik, buku referensi, jurnal ilmiah, artikel, disertasi, tesis, dan sumber digital lainnya yang relevan. Inti pemikiran Ahmad Zacky menekankan bahwa kerusakan hati adalah awal dari perbuatan dosa, sehingga perlu dilakukan pembaruan hati melalui tobat. Tobat menurutnya bukan hanya tindakan sesaat, tetapi sebuah proses pembenahan diri yang terus-menerus dengan dukungan berbagai amalan. Dalam hal ini, ia menyebutkan sepuluh amalan utama yang mendukung proses pembaruan hati, antara lain shalat, zikir, qiyamul lail, puasa, membaca shalawat, menunaikan haji, membayar zakat, bersedekah, bersabar, dan berikhlas. Penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai spiritual dalam konsep tobat dan kontribusinya terhadap kebersihan hati dalam kehidupan modern.
DELIRIUM PADA ENSEFALOPATI HEPATIK STADIUM LANJUT DENGAN RIWAYAT PENGGUNAAN METAMFETAMIN: TANTANGAN DIAGNOSTIK DAN TERAPI Nahusona, Gladya Florenscia Anggelly; Aryani, Luh Nyoman Alit
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6612

Abstract

Delirium is an acute neuropsychiatric condition characterized by disturbances in consciousness, attention, and cognition, which often develops over a short period due to serious medical conditions, including hepatic encephalopathy. Advanced-stage hepatic encephalopathy (stage III–IV) is typically associated with liver cirrhosis and elevated ammonia levels, and may be precipitated by factors such as infection, gastrointestinal bleeding, or psychoactive substance use. We report a case of delirium in a patient with stage III hepatic encephalopathy and a history of methamphetamine use under a harmful use pattern, currently in early remission. The coexistence of systemic metabolic dysfunction due to liver failure and the neurotoxic effects of stimulant abuse complicates the clinical presentation and management. Comprehensive clinical, psychiatric, and toxicological assessment is essential for accurate diagnosis. Management includes supportive therapy for hepatic encephalopathy, addiction-focused psychiatric care, and family education. This case underscores the importance of interdisciplinary collaboration in managing delirium in patients with comorbid substance use disorders, and emphasizes the need for a biopsychosocial approach to long-term recovery planning. ABSTRAKDelirium merupakan gangguan neuropsikiatri akut yang ditandai oleh gangguan kesadaran, perhatian, dan kognisi, yang dapat berkembang dalam waktu singkat akibat berbagai kondisi medis serius, termasuk ensefalopati hepatik. Ensefalopati hepatik stadium lanjut (stadium III–IV) sering kali berkaitan dengan sirosis hati dan peningkatan kadar amonia, serta dapat diperberat oleh faktor presipitasi seperti infeksi, perdarahan saluran cerna, dan penggunaan zat adiktif. Kami melaporkan kasus seorang pasien dengan delirium et causa ensefalopati hepatik stadium III yang juga memiliki riwayat penggunaan metamfetamin dengan pola penggunaan yang merugikan (harmful use) dan berada dalam masa remisi awal. Kombinasi antara gangguan metabolik sistemik akibat disfungsi hepatik dan efek neurotoksik dari penggunaan stimulan memperumit perjalanan klinis pasien. Diagnosis memerlukan evaluasi menyeluruh secara klinis, psikiatrik, dan toksikologis. Penanganan melibatkan terapi suportif untuk ensefalopati, pendekatan psikiatri adiksi, serta edukasi keluarga. Laporan kasus ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi kasus delirium pada pasien dengan komorbiditas gangguan penggunaan zat, serta perlunya pendekatan biopsikososial dalam perencanaan terapi jangka panjang.
FEAR OF BREATHING, FEAR OF DEPENDENCE: LAPORAN KASUS GANGGUAN ANXIETAS ORGANIK PADA PASIEN MYASTHENIA GRAVIS PASCATIMEKTOMI DENGAN KETERGANTUNGAN VENTILATOR Karouw, Grace Venny Febe; Kurniawan, Lely Setyawati; Aryani, Luh Nyoman Alit; Mahardika, I Komang Ana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6613

Abstract

Patients with Myasthenia Gravis (MG) undergoing thymectomy are at risk of developing postoperative respiratory complications requiring mechanical ventilation. This dependence may lead to severe paradoxical anxiety, characterized by both fear of breathing (anxiety about ventilator removal) and fear of dependence (fear of lifelong reliance on mechanical support). This narrative review analyzed recent literature from the past decade, focusing on neuropsychiatric perspectives of ventilator dependence in MG patients. Fear of breathing involves hyperactivation of brain structures such as the amygdala and insular cortex, resulting in anticipatory dyspnea. Fear of dependence stems from existential anxiety linked to loss of autonomy and identity, mediated by dysregulation in the ventromedial prefrontal cortex and default mode network. These fears contribute to a maladaptive cycle involving learned helplessness and avoidance behavior. Early psychiatric evaluation, cognitive behavioral therapy (CBT), and low-dose SSRI pharmacotherapy have shown promising outcomes. Multidisciplinary collaboration is essential to optimize psychophysical recovery and reduce ICU length of stay. Paradoxical respiratory anxiety in MG patients presents a significant barrier to ventilator weaning and recovery. Integrated psychiatric interventions are crucial to address both physiological and psychological needs, ensuring holistic care in critical settings. ABSTRAKPasien dengan Myasthenia Gravis (MG) yang menjalani tindakan timektomi sering menghadapi komplikasi pernapasan yang memerlukan dukungan ventilator. Ketergantungan ini dapat memunculkan kecemasan berat yang paradoksal, yakni rasa takut saat ventilator dilepas (fear of breathing) dan kecemasan terhadap ketergantungan jangka panjang pada alat bantu napas (fear of dependence). Studi tinjauan pustaka menggunakan literatur dari jurnal internasional yang terbit dalam 10 tahun terakhir, dengan fokus pada aspek neuropsikiatri pasien MG dengan ventilator dependence. Fear of breathing melibatkan disregulasi sistem saraf pusat (amigdala, insula, prefrontal cortex) yang memperkuat anticipatory dyspnea. Sementara itu, fear of dependence muncul dari ketakutan eksistensial akan kehilangan otonomi dan harga diri. Kedua bentuk kecemasan ini memperburuk prognosis melalui siklus learned helplessness dan anxiety-avoidance. Pendekatan psikiatri berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), farmakoterapi selektif, dan keterlibatan tim multidisiplin telah terbukti mempercepat pemulihan. Kecemasan respiratorik paradoksal merupakan tantangan penting dalam perawatan pasien MG. Intervensi psikiatri terintegrasi diperlukan untuk mendukung keberhasilan weaning dan menjaga kesehatan mental pasien.
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP DAN TINGKAT KEBAHAGIAAN PADA KLIEN TERAPI RUMATAN METADON DI POLIKLINIK ADIKSI RS NGOERAH Ayustama, Fariza; Lesmana, Cokorda Bagus Jaya; Aryani, Luh Nyoman Alit; Putra, I Wayan Gede Artawan Eka; Mahardika, I Komang Ana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6615

Abstract

Methadone Maintenance Therapy (MMT) has been proven effective in reducing the risk of opioid relapse. However, psychosocial aspects such as happiness and quality of life are still rarely addressed as indicators of therapeutic success. To assess the relationship between quality of life (WHOQOL-BREF) and happiness level (Oxford Happiness Questionnaire/OHQ) among MMT clients in Bali Province. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 36 respondents from four MMT institutions in Bali were selected purposively. Pearson correlation, chi-square, and multiple linear regression analyses were conducted. The mean total quality of life score (WHOQOL-BREF) was 118.53 ± 12.77, and the mean happiness score (OHQ) was 101.17 ± 15.67. Significant correlations were found between the psychological domain and happiness (r = 0.521; p = 0.001), the environmental domain (r = 0.415; p = 0.012), and the social domain (r = 0.336; p = 0.045). The physical domain was not significantly associated (r = 0.239; p = 0.161). In the multivariate analysis, significant predictors of happiness were marital status (B = -4.589; p = 0.004), duration of methadone use (B = 1.791; p = 0.007), and the psychological domain (B = 0.490; p = 0.022). The model's R² was 0.635, indicating a strong predictive contribution of these variables. There is a significant relationship between quality-of-life scores in the psychological, environmental and social domains with happiness scores. The control variables in the marital status and length of methadone use were significantly related to happiness scores in the multivariate model. The PTRM program needs to integrate supportive psychological, social and environmental approaches as part of holistic recovery. ABSTRAKProgram Terapi Rumatan Metadon (PTRM) terbukti efektif dalam menurunkan risiko kekambuhan opioid. Namun, indikator keberhasilan terapi belum banyak menyoroti aspek psikososial seperti kebahagiaan dan kualitas hidup. Menilai hubungan antara kualitas hidup (WHOQOL-BREF) dan tingkat kebahagiaan (Oxford Happiness Questionnaire/OHQ) pada klien PTRM di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 36 responden dari empat institusi PTRM di Bali dipilih secara purposif. Analisis korelasi Pearson, chi-square, dan regresi linear multivariat digunakan. Skor rata-rata kualitas hidup (WHOQOL-BREF total) adalah 118,53 ± 12,77, sedangkan skor kebahagiaan (OHQ) adalah 101,17 ± 15,67. Terdapat korelasi signifikan antara domain psikologis dengan kebahagiaan (r = 0,521; p = 0,001), domain lingkungan (r = 0,415; p = 0,012), dan domain sosial (r = 0,336; p = 0,045). Domain fisik tidak menunjukkan hubungan bermakna (r = 0,239; p = 0,161). Dalam analisis multivariat, variabel yang berhubungan signifikan terhadap kebahagiaan adalah status perkawinan (B = -4,589; p = 0,004), lama penggunaan metadon (B = 1,791; p = 0,007), dan domain psikologis (B = 0,490; p = 0,022). R² model sebesar 0,635 menunjukkan kontribusi variabel-variabel prediktor terhadap kebahagiaan cukup kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara skor kualitas hidup pada domain psikologis, lingkungan dan sosial dengan skor kebahagiaan. Variabel kendali berupa perkawinan dan lama penggunaan metadon berhubungan signifikan terhadap skor kebahagiaan dalam model multivariat. Program PTRM perlu mengintegrasikan pendekatan psikologis, sosial dan lingkungan yang mendukung sebagai bagian dari pemulihan holistik.
KONSERVASI AIR TERPADU: KERANGKA HOLISTIK BERBASIS EKOTEOLOGI ISLAM, KEARIFAN LOKAL, DAN SAINS UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN Susanti, Agus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6616

Abstract

This research is motivated by the environmental crisis that demands a holistic conservation approach, where technocratic solutions often fail due to neglecting ethical, spiritual, and local wisdom dimensions. The focus of this research is to synthesize various literatures to develop a water resource conservation framework that integrates Islamic values, local wisdom, and modern science. As a crucial step, this research employed a literature review method, qualitatively analyzing 15 selected scientific articles to identify and synthesize diverse perspectives. The key findings of this literature synthesis identify three fundamental pillars for sustainable conservation: Islamic ecotheology, which provides an ethical foundation (the mandate as a caliph), local wisdom, which offers community-based practices, and science, which provides innovative solutions. This study confirms that the most effective approach is a synergistic integration of these three pillars. In conclusion, effective environmental conservation can be achieved through an integrated approach that combines the power of religious spirituality, traditional knowledge, and scientific innovation, supported by collaborative policies and comprehensive environmental education. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis lingkungan yang menuntut pendekatan konservasi holistik, di mana solusi teknokratis seringkali gagal karena mengabaikan dimensi etika, spiritual, dan kearifan lokal. Fokus penelitian ini adalah untuk mensintesiskan berbagai literatur guna membangun kerangka kerja konservasi sumber daya air yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan sains modern. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, dengan menganalisis secara kualitatif 15 artikel ilmiah terpilih untuk mengidentifikasi dan menyatukan berbagai perspektif. Temuan utama dari sintesis literatur ini mengidentifikasi tiga pilar fundamental untuk konservasi berkelanjutan: ekoteologi Islam yang memberikan landasan etis (amanah sebagai khalifah), kearifan lokal yang menawarkan praktik berbasis komunitas, serta sains yang menyediakan solusi inovatif. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan paling efektif adalah integrasi sinergis dari ketiga pilar tersebut. Kesimpulannya, konservasi lingkungan yang efektif dapat terwujud melalui pendekatan terpadu yang memadukan kekuatan spiritualitas agama, pengetahuan tradisional, dan inovasi ilmiah, yang didukung oleh kebijakan kolaboratif dan pendidikan lingkungan komprehensif.
ANALISIS MODEL MANAJEMEN KORIDOR EKOLOGI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK Situmorang, Marningot Tua Natalis; Noviana, Linda
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6824

Abstract

This research is motivated by habitat fragmentation in Mount Halimun Salak National Park (TNGHS), which threatens the biodiversity and ecological function of its connecting corridors. The gap between the theoretical focus on corridor design and the lack of practical management guidance in the field, particularly amidst high human activity pressures, drives the urgency of this study. Therefore, this research focuses on analyzing various ecological corridor management models and formulating an adaptive and relevant framework for TNGHS. This research employed library research with a qualitative descriptive-analytical approach. Secondary data from various scientific literature were systematically analyzed using qualitative synthesis and thematic analysis techniques to identify best practices. Key findings indicate that effective corridor management must go beyond physical design and integrate the mitigation of artificial barriers, riparian zone management, and integrated agricultural and settlement management. It concludes that the TNGHS corridor management model must be holistic, incorporating agroecological principles, multi-stakeholder collaboration, and an understanding of animal movement ecology to ensure long-term landscape connectivity amidst complex socio-economic dynamics. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fragmentasi habitat di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang mengancam keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis koridor penghubungnya. Adanya kesenjangan antara fokus teori pada desain koridor dan minimnya panduan pengelolaan praktis di lapangan, terutama di tengah tekanan aktivitas manusia yang tinggi, mendorong urgensi studi ini. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis berbagai model manajemen koridor ekologi dan merumuskan kerangka kerja yang adaptif dan relevan bagi TNGHS. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data sekunder dari berbagai literatur ilmiah dianalisis secara sistematis menggunakan teknik sintesis kualitatif dan analisis tematik untuk mengidentifikasi praktik terbaik. Temuan utama menunjukkan bahwa pengelolaan koridor yang efektif harus melampaui desain fisik dan mengintegrasikan mitigasi hambatan buatan, manajemen zona riparian, serta pengelolaan pertanian dan pemukiman secara terpadu. Disimpulkan bahwa model manajemen koridor TNGHS harus bersifat holistik, menggabungkan prinsip agroekologi, kolaborasi multi-pemangku kepentingan, dan pemahaman ekologi pergerakan hewan untuk memastikan konektivitas lanskap jangka panjang di tengah dinamika sosial-ekonomi yang kompleks.
PENGUATAN KAPASITAS RELAWAN BENCANA MELALUI POSKO PELATIHAN PENGETAHUAN KEBENCANAAN (PAS WACANA P3K) DI KABUPATEN OKU SELATAN Liska, Uliyati; Novaria, Eva; Farhat, Farhat; Suhaila, Suhaila; Yusuf, Akhmad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6925

Abstract

This research is motivated by the high disaster risk in South OKU Regency and the significant capacity gaps in human resources for disaster management, both within official institutions (BPBD) and among unorganized community volunteers. This gap hinders the effectiveness of disaster mitigation and education. The focus of this research is to analyze the process and success of strengthening volunteer capacity through an innovative change project called the Disaster Knowledge Training Post (PASWACANA P3K). Using a qualitative approach with a descriptive case study design, data were collected through in-depth interviews, document analysis, and participant observation of the project's leadership and implementation processes. Key findings indicate that this initiative was successful thanks to strategic leadership that secured internal legitimacy and orchestrated a multi-helix collaboration model, culminating in the formation of the South OKU Siaga Volunteer Forum (ForOKUSS). This training program effectively improved the volunteers' skills, which were then directly applied in community education activities. It is concluded that the First Aid (P3K) model is an innovative solution that successfully bridges the capacity gap by empowering local potential, transforming volunteers from mere responsive forces into proactive mitigation agents, and offering a proven blueprint for building community resilience. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana di Kabupaten OKU Selatan serta adanya kesenjangan kapasitas yang signifikan pada sumber daya manusia penanggulangan bencana, baik di lembaga resmi (BPBD) maupun di kalangan relawan komunitas yang belum terorganisir. Kesenjangan ini menghambat efektivitas mitigasi dan edukasi kebencanaan. Fokus penelitian ini adalah menganalisis proses dan keberhasilan penguatan kapasitas relawan melalui sebuah proyek perubahan inovatif bernama Posko Pelatihan Pengetahuan Kebencanaan (PASWACANA P3K). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipatif terhadap proses kepemimpinan dan implementasi proyek. Temuan utama menunjukkan bahwa inisiatif ini berhasil berkat kepemimpinan strategis yang mampu mengamankan legitimasi internal dan mengorkestrasi kolaborasi model multi-helix, yang puncaknya adalah pembentukan Forum Relawan OKU Selatan Siaga (ForOKUSS). Program pelatihan ini secara efektif meningkatkan keterampilan relawan yang kemudian langsung diaplikasikan dalam kegiatan edukasi masyarakat. Disimpulkan bahwa model P3K merupakan solusi inovatif yang berhasil menjembatani kesenjangan kapasitas dengan memberdayakan potensi lokal, mengubah relawan dari sekadar tenaga responsif menjadi agen mitigasi proaktif, dan menawarkan cetak biru yang terbukti efektif untuk membangun ketangguhan komunitas.
DAMPAK KEBIJAKAN UTANG, DIVIDEN, DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR TERCATAT BEI Suryadi, Muhammad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.6992

Abstract

ABSTRACT Manufacturing is a vital industrial sector, playing a crucial role in the global and national economies. This sector involves converting raw materials into finished products using labor, machinery, and advanced technology, a manufacturing business is a business engaged in the production of goods, especially on a large scale, and is usually equipped with a processing process, making it an industrial company. This business includes purchasing raw materials and then processing them, such as new commodities that are ready for use or reprocessed. The processed goods are then selected, sorted, packaged, purchased, and sold. For the 2020-2022 period, the purpose of this study was to determine the impact of dividend regulations, debt policies, and profitability on the value of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Annual financial reports were used as a data source for the documentation research data collection method. All 193 manufacturing companies listed on the IDX in 2020–2022 became the population of this study. Descriptive UIJ analysis, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis were the methods used in this study. The hypothesis test used was a partial test (t-test). The study's findings indicate that while debt policy impacts firm value, dividend policy does not. Profitability also has an effect. ABSTRAK Manufaktur adalah salah satu sektor industri yang vital, memainkan peran penting dalam perekonomian global dan nasional. Sektor ini melibatkan konversi bahan mentah menjadi produk jadi menggunakan tenaga kerja, mesin, dan teknologi canggih, bisnis manufaktur adalah bisnis yang bergerak di kegiatan produksi barang terutama dalam skala besar dan biasanya dilengkapi dengan proses pengolahan, yang menjadikannya perusahaan industri. Dalam bisnis ini meliputi pembelian barang mentah kemudian di proses, seperti komoditas baru yang siap digunakan atau pun diolah kembali, yang kemudian barang olahan tersebut dipilih, disortir, dikemas, dibeli, dan dijual. Untuk periode 2020-2022, tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dampak aturan dividen, kebijakan utang, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Laporan keuangan tahunan digunakan sebagai sumber data untuk metode pengumpulan data penelitian dokumentasi. Seluruh 193 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2020–2022 menjadi populasi penelitian ini. Analisis deskriptif UIJ, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji parsial (uji-t). Temuan studi menunjukkan bahwa meskipun kebijakan utang berdampak pada nilai perusahaan, kebijakan dividen tidak berpengaruh. Profitabilitas juga berpengaruh.
SEGMENTASI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK MAKANAN MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING: STUDI KASUS DI PRINGSEWU, LAMPUNG Widodo, Teguh; Ardianto, Andi; Syam, Syahrul; Heikal, Jerry
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7120

Abstract

The local food business sector in semi-urban areas such as Pringsewu, Lampung, is increasingly influenced by the complex and dynamic shifts in consumer preferences. A limited understanding of market segmentation has made it difficult for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to develop effective product and marketing strategies. Therefore, this study aims to identify consumer preference segmentation for food products using the K-Means Clustering method and statistical analysis with SPSS, with a case study in Pringsewu, Lampung. The resulting segmentation is expected to provide a more structured understanding of consumer characteristics and the potential for local food business development by MSMEs. Data were collected through an online questionnaire distributed via platforms such as Google Forms and shared across local community WhatsApp groups in Pringsewu. Respondents came from diverse occupational backgrounds, including civil servants, teachers, police officers, private sector employees, and entrepreneurs. The questionnaire consisted of three main sections: demographic data, food preferences, and business potential. The data analysis identified five distinct consumer clusters: Spicy Instan, a group that prefers spicy and ready-to-serve meals; Mama Fit & Fresh, health-conscious consumers who prioritize nutrition; Petualang Rasa, adventurous individuals drawn to culinary variety and new experiences; Mas-mas Hemat, a price-sensitive and practical segment, particularly active in the field; and Sultan Rasa, consumers who associate high-quality food with professional lifestyle aspirations. This study highlights the importance of marketing strategy differentiation based on consumer segmentation, enabling businesses to reach their target markets more effectively. The resulting segmentation provides strategic insights for food entrepreneurs and MSMEs in designing more targeted products and marketing approaches. ABSTRAK Persaingan usaha makanan lokal di daerah semi-perkotaan seperti Pringsewu, Lampung, semakin dipengaruhi oleh perubahan preferensi konsumen yang kompleks dan dinamis. Minimnya pemahaman terhadap segmentasi pasar menyebabkan pelaku UMKM kesulitan dalam merancang strategi produk dan pemasaran yang tepat sasaran.Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi segmentasi preferensi konsumen terhadap produk makanan menggunakan metode K-Means Clustering dan analisis statistik dengan SPSS, dengan studi kasus di Pringsewu, Lampung. Segmentasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai karakteristik konsumen dan potensi pengembangan usaha makanan lokal oleh UMKM. Data dikumpulkan melalui survei kuisioner daring seperti Google Forms serta didistribusikan melalui media sosial seperti WhatsApp grup komunitas lokal masyarakat Pringsewu dengan responden berasal dari berbagai latar belakang seperti ASN, Guru, Polri, Karyawan Swasta hingga Wiraswasta. Kuisioner penelitian ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Data Diri, Preferensi Makanan, dan Potensi Usaha. Analisis data menghasilkan lima klaster konsumen yang berbeda secara karakteristik, yaitu, Spicy Instan, kelompok yang menyukai makanan bercita rasa pedas dan mudah disajikan. Mama Fit & Fresh, konsumen yang memprioritaskan aspek kesehatan dan nutrisi dalam konsumsi pangan. Petualang Rasa, individu dengan ketertarikan tinggi terhadap variasi dan pengalaman kuliner baru. Mas-mas hemat, segmen yang mengutamakan efisiensi harga dan kepraktisan, terutama untuk aktivitas lapangan; dan Sultan Rasa, konsumen yang memilih produk makanan berkualitas tinggi sebagai bagian dari gaya hidup profesional. Penelitian ini menekankan pentingnya diferensiasi strategi pemasaran berdasarkan segmentasi konsumen, agar bisnis dapat secara optimal menjangkau target pasar yang sesuai. Segmentasi ini memberikan wawasan strategis bagi pelaku usaha maupun UMKM dibidang makanan dalam merancang produk dan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.