cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 22 Documents clear
PENGARUH PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING BERBASIS EKSPLORASI EKOSISTEM BUATAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V UPTD SD 15 BIREUEN DHARLINA, INTAN; DANIL, M.; ALDYZA, NADIA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4156

Abstract

This research was motivated by the low learning motivation of students on artificial ecosystem material towards the learning motivation of class V students at UPTD SD Negeri 15 Bireuen.The researcher offers a solution with Experiential Learning with Artificial Ecosystem Exploration. The purpose of this study was to determine the effect of Experiential Learning based on Artificial Ecosystem Exploration on students' learning motivation in science subjects in Class V UPTD SD Negeri 15 Bireuen. The population in this study were all students of Class V UPTD SD Negeri 15 Bireuen consisting of 2 classes totaling 44 students. The sample in this study was all students of class V1 totaling 22 students,Vtotaling 22 students, Class V1 became the experimental class taught using Experiential Learning with Artificial Ecosystem Exploration and class V2 became the control class taught using conventional learning. Data collection techniques in the form of tests and observations. Data analysis techniques using the t-test. The analysis results obtained t count of 2.076 with a t table value of 1.303 at a significance level of 5%, meaning that Experiential Learning has an effect on the understanding of science lessons of grade V students of UPTD SD Negeri 15 Bireuen. The results of observations made by observers on teacher activities obtained an average percentage, which is 93% in the very good category. The results of student activities obtained an average percentage, which is 93%. very good category. The results of the study showed that the significance value Ha was accepted, meaning that PBL based on Artificial Ecosystem Exploration has an effect on students' learning motivation in science lessons of students at V UPTD SD Negeri 15 Bireuen.science lessons of students at V UPTD SD Negeri 15 Bireuen. ABSTRAKPenelian ini dilatarbelakangi pada proses pembelajaran masih kurang maksimal sehingga berdampak pada motivasi belajar siswa yang masih cukup rendah. Peneliti menawarkan solusi dengan pembelajaran Experiential Learning dengan Eksplorasi Ekosistem Buatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Experiential Learning berbasis Eksplorasi Ekosistem Buatan pada motivasi belajar siswa pelajaran IPA di Kelas V UPTD SD Negeri 15 Bireuen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas V UPTD SD Negeri 15 Bireuen yang terdiri dari 2 kelas berjumlah 44 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas yang berjumlah 22 siswa, yang berjumlah 22 siswa, Kelas V1 menjadi kelas eksperimen yang diajarkan menggunakan pembelajaran Experiential Learning dengan Eksplorasi Ekosistem Buatan dan kelas V2 menjadi kelas kontrol yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data berbentuk tes dan observasi. Teknik analisis data pengujian uji t. Hasil analsisi diperoleh thitung sebesar 2,076 dengan nilai ttabel sebesar 1,303 pada taraf signifikansi 5%, artinya pembelajaran Experiential Learning berpengaruh terhadap pemahaman pelajaran IPA siswa kelas V UPTD SD Negeri 15 Bireuen. Hasil observasi yang dilakukan pengamat terhadap kegiatan guru diperoleh persentase rata-rata, yaitu 93% kategori sangat baik. Hasil kegiatan siswa diperoleh persentase rata-rata, yaitu 93%. kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansinya Ha diterima, artinya PBL berbasis Eksplorasi Ekosistem Buatan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA siswa di V UPTD SD Negeri 15 Bireuen.
EFEKTIVITAS TERAPI SELF-TALK DALAM MENGURANGI KECEMASAN SISWA SEKOLAH DASAR SAAT TAMPIL DI DEPAN KELAS SARI, WORO APRILIANA; ZULFIKASARI, SONY
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4157

Abstract

Children often feel afraid to speak in front of the class due to various psychological and social factors affecting their development. This anxiety can hinder communication skills, reduce self-confidence, and negatively impact academic performance. The fear of negative evaluation, lack of self-confidence, and environmental pressure contribute to these feelings. Self-talk can help individuals recognize and transform negative thought patterns into positive affirmations, thereby enhancing self-confidence and improving their ability to handle challenging situations. This study aims to investigate the effectiveness of Self-Talk Therapy as an intervention method to reduce public speaking anxiety among elementary school students. The research employs a quantitative method with a quasi-experimental pretest-posttest design, and data analysis is conducted using the t-test technique. The results indicate that Self-Talk Terapi is effective in reducing students' anxiety, as reflected by a significant decrease in the average anxiety score from 70.47 to 43.13. These findings provide a foundation for developing broader, accessible mental health intervention programs that are relevant for the prevention and management of mental health issues in society. ABSTRAKAnak sering merasa takut untuk maju ke depan kelas karena berbagai faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi perkembangan mereka. Kecemasan ini menghambat kemampuan komunikasi, mengurangi rasa percaya diri, dan berdampak negatif pada prestasi belajar. Hal ini disebabkan oleh rasa takut terhadap penilaian negatif, kurangnya keyakinan diri, dan tekanan lingkungan. Self-talk membantu individu mengenali dan mengubah pola pikir negatif menjadi afirmasi positif, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan menghadapi situasi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas Self-Talk terapi sebagai metode intervensi untuk mengurasi kecemasan tampil di depan kelas pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pretest-posttest. Analisis data menggunakan Teknik uji-t. Self-talk terapi terbukti efektif mengurangi kecemasan siswa, ditunjukkan oleh penurunan signifikan skor rata-rata kecemasan dari 70,4667 menjadi 43,1333. Temuan ini menjadi dasar pengembangan program intervensi kesehatan mental yang lebih luas, mudah diakses, dan relevan untuk pencegahan serta penanganan masalah kesehatan mental di masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN: STUDI KUALITATIF PADA SEKOLAH DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN DEWI, ROOSWITA SANTIA; SURIANSYAH, AHMAD
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4158

Abstract

The role of community empowerment is considered important in efforts to improve the quality of education in rural and urban schools with a qualitative approach. Data in this study were collected through interviews and documentation from several schools in both areas. The results of the study indicate that community involvement, both in the form of moral support, material support, and provision of additional resources, has a significant impact on student motivation and achievement, but there are fundamental differences between rural and urban areas in terms of community participation. In rural areas, the main educational challenges are limited access to information, inadequate infrastructure, low levels of community participation, and lack of time and community understanding of education policies. While in urban areas, communities have better access to information, higher participation, and infrastructure that supports educational innovation. This study concludes that improving the quality of education in rural areas requires a more inclusive and flexible approach, such as the use of appropriate technology and socialization of policies at the right time for the community. While in urban areas, the focus can be directed at developing collaborative programs with various stakeholders to strengthen the quality of education. ABSTRAKPeran pemberdayaan masyarakat dianggap penting dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah pedesaan dan perkotaan dengan pendekatan kualitatif. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari beberapa sekolah di kedua wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat, baik dalam bentuk dukungan moral, material, maupun penyediaan sumber daya tambahan, berdampak signifikan pada motivasi dan prestasi siswa, namun terdapat perbedaan mendasar antara pedesaan dan perkotaan dalam hal partisipasi masyarakat. Di pedesaan, tantangan pendidikan yang utama adalah akses informasi yang terbatas, infrastruktur yang kurang memadai, rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, serta kurangnya waktu dan pemahaman masyarakat tentang kebijakan pendidikan. Sementara di perkotaan, masyarakat memiliki akses informasi yang lebih baik, partisipasi yang lebih tinggi, dan infrastruktur yang mendukung inovasi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan di pedesaan memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan fleksibel, seperti pemanfaatan teknologi yang sesuai dan sosialisasi kebijakan di waktu yang tepat bagi masyarakat. Sedangkan di perkotaan, fokus dapat diarahkan pada pengembangan program kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas pendidikan.
PERAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH (MDTA) TARBIYATUL ATHFAL DESA PULAU TUJUH DALAM PEMBINAAN GENERASI MUDA BRANSIKA, DIEN MUHAMMAD ISMAL; SESMIARNI, ZULFANI; ISWANTIR, ISWANTIR
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4159

Abstract

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) has a strategic role in shaping the morals and character of the younger generation through Islamic religious education. This study aims to analyze the role of MDTA Tarbiyatul Athfal Desa Pulau Tujuh in fostering the younger generation, the coaching methods used, and their impact on student character. Using a qualitative approach with a phenomenological method, this study was conducted through observation, interviews, and documentation for two months. The results of the study indicate that MDTA Tarbiyatul Athfal plays a role as a moral fortress by instilling religious values, such as honesty, discipline, and responsibility, through learning the Qur'an, aqidah, and morals. Coaching methods include lectures, talaqqi, worship practices, and teacher role models. The positive impacts of education at MDTA include increasing religious understanding, forming disciplined behavior, strengthening worship practices, and reducing negative behavior. This study concludes that MDTA contributes significantly to forming a young generation that is religious and has noble morals. This success shows the importance of ongoing support from various parties to improve the quality of education at MDTA. ABSTRAKMadrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan karakter generasi muda melalui pendidikan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran MDTA Tarbiyatul Athfal Desa Pulau Tujuh dalam membina generasi muda, metode pembinaan yang digunakan, serta dampaknya terhadap karakter siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MDTA Tarbiyatul Athfal berperan sebagai benteng moral dengan menanamkan nilai-nilai religius, seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, melalui pembelajaran Al-Qur'an, akidah, dan akhlak. Metode pembinaan meliputi ceramah, talaqqi, praktik ibadah, dan keteladanan guru. Dampak positif pendidikan di MDTA meliputi peningkatan pemahaman agama, pembentukan perilaku disiplin, penguatan praktik ibadah, dan berkurangnya perilaku negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MDTA berkontribusi signifikan dalam membentuk generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MDTA.
ANALISIS KREATIVITAS MAHASISWA PGSD DALAM INTEGRASI MEDIA DIGITAL DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING ASIA, NUR; MUKHLIS, MUKHLIS; FADILAH, NUR; DILA, DILA; LATIEF , SYEKH ADIWIJAYA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4160

Abstract

In the 21st century, technological and informational advancements have rapidly developed, including in the education sector. Education has also progressed in this era, marked by the evolution of thinking and behavior in addressing and solving problems in the surrounding environment. This study aims to analyze the use of the project-based learning model in integrating digital-based learning into the skill levels of PGSD students. The research method employed in this study is descriptive qualitative. The findings of this study indicate that the use of the project-based learning model in creating digital-based Indonesian language learning media has a positive impact on enhancing the creativity of PGSD students in developing educational media. PGSD students are provided with opportunities to maximize their creativity and ideas in designing digital-based learning media using the project-based learning model. ABSTRAKSaat ini telah memasuki abad ke-21, dimana pada abad ini perkembangan teknologi dan informasi telah berkembang sangat pesat, salah satunya sektor pendidikan. Pendidikan juga ikut serta mengalami perkembangan di abad ke-21 dengan berkembangnya cara berpikir dan berperilaku dalam menghadapi dan memecahkan sebuah permasalahan di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan model pembelajaran project based learning dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis digital terhadap tingkat keterampilan mahasiswa PGSD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model project based learning dalam pembuatan media pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kreativitas mahasiswa PGSD untuk menciptaan media pembelajaran. Dalam hal ini, mahasiswa PGSD memiliki kesempatan dalam memaksimalkan kreativitas dan ide-ide yang dimilikinya dalam membuat media pembelajaran berbasis digital menggunakan model pembelajaran project based learning..
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR MENULIS PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NISA, KHAIRUN; YULIAWATI, FITRI; KHOIRINI’MAH, SHINTA MELIA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4217

Abstract

Writing skills are one of the basic skills that students must have in participating in learning process activities. However, there are still many students who still experience difficulties in writing that affect the achievement of the learning process. The purpose of this study is to analyze the difficulties of learning to write in children in one of the elementary schools in Siak Regency, Riau. The research method used was qualitative with a case analysis study approach. Data collection techniques in the form of subject observation, writing tests and CA homeroom teacher interviews then, analyzed by means of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the subject with the initials CA experienced writing difficulties including (1) Errors in writing letters: Capital letters, small letters, double consonants and diphthongs; (2) Word structure errors: Omissions, additions, changes and misordering of letters; (3) Spacing and proportion errors: Spacing between words, letter shapes and writing results and (4) Difficulty distinguishing letters: Letters with almost the same shape and sound. The cause is due to the lack of assistance and support provided by families and teachers and the lack of vocabulary mastered. Therefore, it is very important to have assistance from parents and teachers in the process of learning to write children besides that, special training is also needed to improve writing skills to get better. ABSTRAKKeterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki peserta didik dalam mengikuti kegiatan proses belajar. Namun, masih banyak dijumpai peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menulis hingga mempengaruhi ketercapaian proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar menulis pada anak di salah satu sekolah dasar di daerah Kabupaten Siak, Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi analisis kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi subyek, tes menulis dan wawancara guru wali kelas CA kemudian, dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek berinisial CA mengalami kesulitan menulis diantaranya (1) Kesalahan dalam penulisan huruf: Huruf kapital, kecil, konsonan rangkap dan diftong; (2) Kesalahan struktur kata: Penghilangan, penambahan, perubahan serta salah menyusun huruf; (3) Kesalahan spasi dan proporsi tulisan: Spasi antar kata, bentuk huruf dan hasil tulisan dan (4) Kesulitan membedakan huruf: Huruf dengan bentuk dan bunyi yang hampir sama. Adapun penyebabnya karena kurangnya pendampingan dan dukungan yang diberikan oleh keluarga dan guru serta kurangnya perbendaharaan kosakata yang dikuasai. Oleh karena itu, sangatlah penting adanya pendampingan dari orang tua dan guru dalam proses belajar menulis anak selain itu, juga diperlukan pelatihan khusus untuk meningkatkan keterampilan menulis agar menjadi lebih baik.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN SAWUNGGALING DENGAN MEDIA AJAR KOTAK RAHASIA PURWITASARI, ERVINA DWI; HAPSARI, KARTIKA AYU; MARDHIYAH, SITI MARVUATIL; NGAZIZAH , NUR
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4239

Abstract

This research is motivated by the low results of student activity and learning on Pancasila material in class III SDN Sawunggaling. One solution to overcome this problem is to apply the secret box media (Mystery Box). The objectives of this research include 1) Knowing how the application of secret box teaching media can improve the activity and learning outcomes of class III SDN Sawunggaling students. 2) Knowing how to increase the activity and learning outcomes of class III SDN Sawunggaling students through the application of secret box teaching media. This study uses a classroom action research (CAR) approach implemented in two cycles. Each cycle includes two meetings with four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 10 grade III students. Data collection techniques are in the form of documentation, observation, and tests. Based on the results of data analysis, it can be seen that after the action in cycles I and II, there was an increase in student activity and learning outcomes. In the pre-action activities, an increase in student activity was obtained, the results in the pre-cycle, the percentage of student activity reached 40%, while in cycle I it increased to 55.56% with a sufficient category, then in cycle II it increased again to 88.89% with a high category. And the learning outcomes in the pre-action initially reached 30% completeness, in cycle I it reached 70%, and in cycle II it increased to 90%. So it can be concluded that the implementation of the secret box teaching media can increase the activity and learning outcomes of grade III students of SDN Sawunggaling. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil keaktifan dan belajar siswa pada materi Pancasila di kelas III SDN Sawunggaling. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan media ajar kotak rahasia (Mistery Box). Tujuan penelitin ini diantaranya 1) Mengetahui bagaimana penerapan media ajar kotak rahasia dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SDN Sawunggaling. 2) Mengetahui bagaimana peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SDN Sawunggaling melalui penerapan media ajar kotak rahasia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus mencakup dua pertemuan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan tes. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa setelah tindakan pada siklus I dan II, terjadi peningkatan hasil keaktifan dan belajar siswa. Pada kegiatan pra tindakan diperoleh peningkatan keaktifan siswa didapatkan hasil pada pra siklus, presentase keaktifan siswa mencapai 40%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 55,56% dengan kategori cukup, kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 88,89% dengan kategori tinggi. Serta hasil belajar pada pra tindakan awalnya mencapai ketuntasan sebesar 30%, pada siklus I mencapai 70%, dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Maka dapat disimpulkan implementasi media ajar kotak rahasia dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SDN Sawunggaling.
PENGARUH METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI ISNAENI, RESTI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4297

Abstract

Language skills are an important aspect in the learning process, especially in the ever-evolving world of education. English, as one of the subjects, aims to develop oral and written communication skills. In early childhood education, English is included in the local content that must be taught. One of the challenges in this learning is developing English vocabulary mastery in early childhood. Therefore, creative methods are needed to improve vocabulary mastery, one of which is by using the Total Physical Response (TPR) method, where students are asked to move their bodies to guess or interpret certain words or activities. This research was conducted at TK BINA ILMU Parung with respondents in groups A and B. The objectives were to: (1) determine the effect of the TPR method on English vocabulary mastery, (2) understand the implementation of learning with the TPR method, (3) evaluate the effectiveness of the TPR method in learning, and (4) identify obstacles and how to overcome them. Data were collected using several instruments, namely vocabulary tests to measure student mastery, observation sheets to monitor the learning process, and questionnaires to explore teacher and student responses to the implementation of the TPR method. The research began with field studies, problem identification, formulation of objectives, and data collection. The results of this study are expected to provide insight into the effectiveness of the TPR method in improving the mastery of English vocabulary in early childhood and become a reference for innovation in English learning at that level. ABSTRAKKemampuan berbahasa merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran, terutama dalam dunia pendidikan yang terus berkembang. Bahasa Inggris, sebagai salah satu mata pelajaran, bertujuan mengembangkan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan. Pada pendidikan anak usia dini, Bahasa Inggris dimasukkan ke dalam muatan lokal yang wajib diajarkan. Salah satu tantangan dalam pembelajaran ini adalah mengembangkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan metode kreatif untuk meningkatkan penguasaan kosakata, salah satunya dengan menggunakan metode Total Physical Response (TPR), di mana siswa diminta untuk menggerakkan tubuh untuk menebak atau mengartikan kata atau kegiatan tertentu. Penelitian ini dilakukan di TK BINA ILMU Parung dengan responden kelompok A dan B. Tujuannya adalah untuk: (1) mengetahui pengaruh metode TPR terhadap penguasaan kosakata Bahasa Inggris, (2) memahami pelaksanaan pembelajaran dengan metode TPR, (3) mengevaluasi efektivitas metode TPR dalam pembelajaran, dan (4) mengidentifikasi kendala serta cara mengatasinya. Data dikumpulkan menggunakan beberapa instrumen, yaitu tes kosakata untuk mengukur penguasaan siswa, lembar observasi untuk memantau proses pembelajaran, serta angket untuk menggali respons guru dan siswa terhadap penerapan metode TPR. Penelitian dimulai dengan studi lapangan, identifikasi masalah, perumusan tujuan, dan pengumpulan data. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas metode TPR dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris anak usia dini dan menjadi referensi untuk inovasi pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat tersebut.
PERSEPSI SISWA SEKOLAH INDONESIA RIYADH TERHADAP PENDEKATAN ETNOPEDAGOGI TERINTEGRASI PJBL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Suryanto, Suryanto; Widodo, Wahono; Gunansyah, Ganes
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4807

Abstract

The ethnopedagogy approach, by associating learning with the local wisdom context in Indonesian language learning material writing, can be a relevant solution. Ethnopedagogy is an education about culture that includes various fields. The study's goal was to find out how students felt about the integrated ethnopedagogy approach (PjBL) in Indonesian language learning materials, especially when it came to writing paragraph descriptions. This study employs a quantitative methodology, utilizing a questionnaire for analysis. The Indonesian School in Riyadh administered a questionnaire containing six statements to fourth-grade students. This statement represents aspects of learning motivation, material relevance, and writing ability. We distributed and processed the student-collected data using the percentage perception questionnaire score criteria. Based on the criteria of strongly agree or response percentage range of 79% to 83%, the results showed that students liked the integrated ethnopedagogy approach of PjBL in learning Indonesian. This is because students feel more involved in the project with relevant material, so they are motivated to learn, and their writing skills are better and more creative. ABSTRAKPendekatan etnopedagogi dengan mengaitkan pembelajaran dengan konteks budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis paragraf deskripsi dapat menjadi solusi yang relevan. Etnopedagogi adalah pendidikan yang mempelajari tentang budaya yang di dalamnya mencakup berbagai bidang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap pendekatan etnopedagogi terintegrasi PjBL dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis paragraf deskripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dekriptif menggunakan angket. Sebuah angket yang berisi 6 pernyataan diberikan kepada 20 siswa kelas IV dari Sekolah Indonesia Riyadh. Pernyataan ini mewakili aspek motivasi belajar, relevansi materi, dan kemampuan menulis. Data yang dikumpulkan oleh siswa disebarkan dan diolah menggunakan kriteria skor angket persepsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memberikan respons yang positif terhadap Pendekatan Etnopedagogi Terintegrasi PjBL dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kriteria sangat setuju atau rentang persentase respons 79% hingga 83%. Hal ini disebabkan karena siswa merasa lebih terlibat dalam proyek dengan materi yang relevan sehingga siswa termotivasi untuk belajar dan kemampuan menulisnya lebih baik dan kreatif.
PENYEBAB DAN DAMPAK KECURANGAN AKADEMIK: MENYONTEK DALAM UJIAN SEKOLAH SEBAGAI SOLUSI INSTAN: PENYEBAB DAN DAMPAK KECURANGAN AKADEMIK: MENYONTEK DALAM UJIAN SEKOLAH SEBAGAI SOLUSI INSTAN S ADAM, MUH WAHYUDDIN; RONDJO, NUR DWI NAFAN DINATA; LAYA, ALFINKA; RASYID, MARJAN; DJINGO, SRI MELIYANTI; KURNIAWATI, ASTRID
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4371

Abstract

Menyontek adalah sesuatu tindakan yang sering terjadi di kalangan pelajar. Menyontek merupakan suatu tindakan turun temurun dan perilaku yang tidak mencerminkan kejujuran. Menyontek tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah dasar. Melainkan sampai di tingkatan pertama, atas bahkan di dunia perkuliahan pun masih sering melakukan tindakan tidak jujur. Penelirian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil survei secara detail mengenai penyebab dan dampak menyontek pada siswa SMA. Hasil dari penelitian mengemukakandari 35 responden mengaku pernah menyontek karena takut akan kegagalan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang berbentuk kuesioner dalam bentuk Googlefrom. Dari penelitian ini bisa mengetahui penyebab dan dampak menyontek daalm ujian yang di anggap sebagai solusi instan.

Page 1 of 3 | Total Record : 22