cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
renjana@prospek.unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Brawijaya No.22, Cakranegara Selatan, Kec. Cakranegara, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Renjana Pendidikan Dasar
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27470725     EISSN : 27757838     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Renjana Pendidikan Dasar merupakan wadah publikasi artikel-artikel hasil penelitian mahasiswa dan kajian studi literatur dalam bidang pendidikan dasar. Bidang pendidikan dasar ini mencakup model pembelajaran pendidikan dasar, evaluasi pembelajaran pada pendidikan dasar, strategi pembelajaran, media pembelajaran, pendidikan karakter pada pendidikan dasar, pembelajaran tematik, pendidikan inklusi dan pendidikan mata pelajaran utama pada jenjang pendidikan dasar (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Matematika, serta Seni Budaya).
Articles 239 Documents
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK QUANTUM LEARNING DENGAN STRUKTUR TANDUR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS IV SD Novanita Arini; Asep Supena
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, antara lain rendahnya partisipasi peserta didik, kurangnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi secara lisan, serta keterbatasan penguasaan kosakata. Permasalahan tersebut umumnya disebabkan oleh strategi pembelajaran yang cenderung berfokus pada kegiatan menghafal dan pengerjaan soal tertulis. Artikel ini bertujuan untuk menelaah implementasi Model Quantum Learning berbasis kerja otak dengan tahapan TANDUR dalam pembelajaran Bahasa Inggris bertema Daily Activities pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi pengamatan selama proses pembelajaran, penilaian kemampuan berbicara, serta dokumentasi aktivitas belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan keterampilan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Quantum Learning dengan struktur TANDUR mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih kondusif, interaktif, dan sesuai dengan mekanisme kerja otak. Peserta didik tampak lebih aktif, memiliki sikap yang lebih positif terhadap pembelajaran Bahasa Inggris, serta menunjukkan peningkatan keberanian dan kelancaran dalam berbicara. Temuan ini menegaskan bahwa model pembelajaran berbasis otak merupakan alternatif yang efektif dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar.
INTEGRASI METODE JIGSAW DAN MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN KOLABORATIF DI SD BAS PASURUAN Robbiatul Amalia; Nunuk Indarti; Purwaningrum Puji Lestari; Dies Nurhayati
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kolaboratif menuntut keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman bersama, namun pada praktiknya masih ditemukan dominasi siswa tertentu dan rendahnya partisipasi sebagian siswa. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah integrasi metode Jigsaw dengan Mind Mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan integrasi metode Jigsaw dan Mind Mapping dalam pembelajaran kolaboratif serta mengidentifikasi potensi, tantangan, dan implikasinya dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pembelajaran dan wawancara mendalam terhadap satu guru kelas di SD BAS. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kelompok yang selama ini diterapkan masih menghadapi kendala berupa ketimpangan peran siswa dan kurang terstrukturnya hasil belajar kelompok. Integrasi metode Jigsaw dan Mind Mapping dipandang mampu meningkatkan tanggung jawab individu, memperkuat kolaborasi antar siswa, serta membantu siswa menyusun pemahaman secara visual dan sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kedua metode tersebut berpotensi menjadi strategi pembelajaran kolaboratif yang efektif dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
KONTROVERSI KEBERLANJUTAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) : KAJIAN SOSIAL MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Ithroh Qothrunnada; Rahmat Kamal
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi isu di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Program ini dinilai memiliki manfaat strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan gizi peserta didik. Namun demikian, kelanjutan pelaksanaannya masih menimbulkan berbagai kontroversi di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, isu penghentian Program Makan Bergizi Gratis perlu dikaji secara mendalam dalam perspektif sosial masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, guna memahami dinamika penerimaan, resistensi, serta tantangan implementasinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis respon serta dinamika sosial terhadap keinginan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan jenis penelitian kepustakaan (library Research). Data diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, sumber akademik yang relevan, konten media sosial, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBG dipersepsikan positif karena mendukung penyediaan gizi siswa dan meningkatkan perhatian terhadap kesehatan peserta didik, namun juga menimbulkan kontroversi terkait konsistensi pelaksanaan, kualitas layanan, dan pengeluaran anggaran. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis memerlukan evaluasi berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak agar tujuan sosial dan pendidikan dapat tercapai secara optimal.
MODERASI SEBAGAI JIWA PENDIDIKAN KARAKTER: STRATEGI PENCEGAHAN RADIKALISME DARI SEKOLAH HINGGA MASYARAKAT Sakhat Maulidah; Syarifah Anjani; Muhlisin Muhlisin; Muchamad Fauyan
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman radikalisme yang mengganggu harmoni sosial dan nilai kemanusiaan di Indonesia. Dalam konteks negara demokratis dan masyarakat majemuk, pendidikan berperan penting sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai moderasi beragama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran sinergi antara sekolah dan masyarakat dalam mencegah radikalisme melalui integrasi nilai-nilai moderasi dan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, serta karya ilmiah relevan yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme membutuhkan kolaborasi strategis antara kebijakan pendidikan nasional, seperti UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) 2021–2024, dengan program masyarakat berbasis moderasi dan toleransi. Integrasi nilai moderasi dalam pendidikan karakter terbukti mampu menumbuhkan sikap inklusif, toleran, dan cinta damai di kalangan pelajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan kebijakan sekolah dan partisipasi masyarakat sebagai ekosistem sinergis dalam pencegahan radikalisme secara kultural dan struktural.
PENGARUH PENERAPAN ETNOMATEMATIKA DALAM BUDAYA BIMA DORO RO TA NGARA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SATUAN PANJANG KELAS III SDN 1 MARIA Nurhidayati Nurhidayati; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh penerapan etnomatematika berbasis budaya Bima Doro ro Ta Ngara terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi satuan panjang siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode quasi-experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan 20 siswa kelas III SDN 1 Maria sebagai kelompok eksperimen dan 20 siswa kelas III SDN Inpres 2 Maria sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan pendekatan etnomatematika yang mengintegrasikan prosesi menaiki dan menuruni tangga tebu dalam tradisi Doro ro Ta Ngara sebagai visualisasi konkret konversi satuan panjang, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan pemecahan masalah dengan rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 49,40 menjadi 81,55 (peningkatan 32,15 poin), sementara kelas kontrol meningkat dari 46,70 menjadi 64,90 (peningkatan 18,20 poin). Uji-t independen menghasilkan nilai t hitung 18,970 > t tabel 1,656 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, membuktikan terdapat pengaruh signifikan penerapan etnomatematika berbasis budaya Bima Doro ro Ta Ngara terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi satuan panjang.
ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERGERAK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Enjelia Enjelia; Waridah Waridah
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat siswa terhadap matematika sering disebabkan oleh metode pengajaran tradisional yang kurang bervariasi dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik . Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana respon siswa kelas II ketika memanfaatkan media gambar bergerak dalam proses pembelajaran matematika. Dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di SDN 19 Tanjung Tengang pada 23 siswa kelas II yang dilaksanakan pada tanggal  21 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media gambar bergerak memberikan respon positif dari siswa. Media ini dapat membantu siswa memahami materi matematika yang sulit, siswa terlihat antusias, aktif saat mengikuti pembelajaran. media gambar bergerak juga membantu menarik perhatian siswa dan menciptakan pembelajaran  yang menyenangkan. Media gambar  bergerak efektif dalam membantu meningkatkan respon siswa terhadap pembelajaran matematika. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media gambar bergerak merupakan solusi efektif untuk meningkatkan respon positif siswa dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS IMPLEMENTASI ANSAMBEL MUSIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arbi Julta; Siti Latifah
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan ansambel musik dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV sekolah dasar. Pendidikan seni musik tidak hanya berfungsi sebagai pengembang kreativitas, melainkan sebagai media internalisasi nilai karakter, seperti karakter disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru seni dan 28 siswa kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif selama kegiatan ansambel, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, dan dokumentasi pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ansambel musik dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan latihan rutin, dan evaluasi penampilan. Kegiatan ansambel mendorong munculnya indikator karakter disiplin, seperti ketepatan waktu hadir, kepatuhan terhadap instruksi dan tempo, konsistensi latihan, serta tanggung jawab terhadap alat musik. Faktor pendukung pembentukan disiplin meliputi keteladanan guru dan aturan latihan yang jelas, sedangkan faktor penghambat berupa kurang konsentrasi dan motivasi sebagian siswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian implementasi ansambel musik sebagai media pembelajaran yang berperan membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN KHUSUSNYA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Duta Prima Manunggal; Fahmi Rizqi Nashrullah; Yosi Pebriana; Aries Nur Shandy
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu perubahan penting pada jenjang Sekolah Dasar adalah pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, tantangan, dan dampaknya bagi guru maupun peserta didik. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai artikel dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS telah berjalan cukup baik di sejumlah sekolah. Namun, masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman guru, terbatasnya pelatihan, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kesulitan dalam menyusun asesmen dan modul ajar. Keberhasilan implementasi memerlukan penguatan kompetensi guru, penyediaan sumber daya yang memadai, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
INTEGRASI PEMBELAJARAN AQIDATUL AWWAM DALAM KURIKULUM BERBASIS CINTA UNTUK MEMBINA KECERDASAN EKSISTENSIAL DAN INTRAPERSONAL ANAK-ANAK Siti Mufarochah; Rohmatul Badi’ah; Novita Widiyaningrum; Naftakhur Rizqy Ainus Syifa; i'in Khalimatus Sa'diyah
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan modern menuntut pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan spiritual, emosional, dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Aqidatul Awwam Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta serta dampaknya terhadap kecerdasan eksistensial dan intrapersonal peserta didik di MI Al Azhar Menganti. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri atas kepala madrasah, guru agama, guru kelas, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Metode Fenomenologi Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Aqidatul Awwam melalui kegiatan nadzoman setelah salat dhuha menciptakan suasana belajar yang humanis, reflektif, dan penuh kedekatan emosional. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tampak melalui komunikasi empatik, pembiasaan religius, dan pembelajaran yang penuh kasih. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran spiritual, pemahaman ketauhidan, perilaku religius, pengendalian emosi, kemandirian, dan kesadaran diri peserta didik.