cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
renjana@prospek.unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Brawijaya No.22, Cakranegara Selatan, Kec. Cakranegara, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Renjana Pendidikan Dasar
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27470725     EISSN : 27757838     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Renjana Pendidikan Dasar merupakan wadah publikasi artikel-artikel hasil penelitian mahasiswa dan kajian studi literatur dalam bidang pendidikan dasar. Bidang pendidikan dasar ini mencakup model pembelajaran pendidikan dasar, evaluasi pembelajaran pada pendidikan dasar, strategi pembelajaran, media pembelajaran, pendidikan karakter pada pendidikan dasar, pembelajaran tematik, pendidikan inklusi dan pendidikan mata pelajaran utama pada jenjang pendidikan dasar (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Matematika, serta Seni Budaya).
Articles 229 Documents
TES FORMATIF BERBASIS ETNO-SOCIAL UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEMAMPUAN CRITICAL THINKNING PADA MATERI IPS Oktaviyanti, Itsna; Nurhasanah, Nurhasanah; Ermiana, Ida; Kholifatur Rosyidah, Awal; Khair, Baiq Niswatul
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrument soal tes formatif berbasis etno-social untuk mengidentifikasi kemampuan critical thinking mahasiswa PGSD UNRAM pada materi IPS Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan soal tes formatif berbasis etno-social dan mengetahui kepraktisan soal tes formatif berbasis etno-social. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan tipe formative research Tessmer. Model penelitian pengembangan ini meliputi tahap preliminary, self evaluation, prototyping (expert review dan one to one, small group), serta field test. Penelitian dilakukan di PGSD UNRAM dengan populasi seluruh mahasiswa semester dua. Sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa kelas 2D. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Hasil akhir dari penilaian terhadap pengembangan instrument soal formatif berbasis etno-social untuk mengidentifikasi kemampuan critical thinking pada materi IPS SD Sekolah Dasar yang dilakukan menunjukan atau berada pada tingkat kualifikasi valid atau layak. Hasil persentase penilaian yang diberikan pada tahap validasi ahli sebesar 87,5% berada pada tingkat sangat layak. Persentasi peniliaan keparkatisan sebesar 88,6%. Hasil ujicoba one to one dan small group terdapat penjelasan mengenai soal yang dikerjakan, Sebagian besar merasa soalnya Panjang dan perlu pemikiran kritis, hanya dengan hal tersebut maka bisa mengerjakan soal dengan baik. Untuk hasil identifikasi kemampuan critical thinking mahasiswa kelas 2D didapatkan hasil sebanyak 7 mahasiswa berada pada nilai 75-100, dan 18 mahasiswa memperoleh nilai 50-74. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan critical thinking mahasiswa PGSD kelas 2D pada materi IPS SD masih belum baik, hanya 28% mahasiswa yang berada pada kriteria Baik.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN STEM-PJBL DALAM MENINGKATKAN REGULASI DIRI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPA KELAS 5 SEKOLAH DASAR Kamila, Sofi; Maryani, Ika
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar berperan penting dalam melatih peserta didik berpikir analitis, memecahkan masalah, dan mengembangkan regulasi diri. Namun, IPA sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan model STEM-PjBL (Science, Technology, Engineering, and Mathematics – Project-Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model STEM-PjBL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan regulasi diri peserta didik kelas V SD Muhammadiyah Mertosanan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 21 peserta didik sebagai sampel penelitian. Data diperoleh melalui pre-test dan post-test, serta dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah dengan nilai signifikansi 0,005 (< 0,05) dan regulasi diri dengan nilai signifikansi 0,012 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa model STEM-PjBL efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik dalam memahami dan menyelesaikan masalah secara sistematis, mengelola waktu, serta meningkatkan motivasi dan kemandirian dalam belajar. Pembelajaran berbasis proyek yang menekankan eksplorasi, kreativitas, dan kolaborasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian, penerapan model STEM-PjBL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.
PERAN PROGRAM KESISWAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK SD NASIMA SEMARANG DI ERA 5.0 Sa’idah, Qoimatul Ulya; Hanik, Elya Umi; Zulfa, Nur Amrina; Rosidah , Nurul Kholifatur
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era 5. 0 mengharuskan para peserta didik untuk memiliki karakter yang kuat dan mampu beradaptasi dengan baik dalam menghadapi tantangan kompleks di lingkungan yang terus berubah. Dalam konteks ini, program kesiswaan mengambil peran krusial dalam membentuk karakter tersebut melalui beragam kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran program kesiswaan dalam membangun karakter peserta didik di era 5. 0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi kegiatan kesiswaan di SD Nasima Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kesiswaan yang diterapkan di sekolah ini berhasil membentuk karakter peserta didik yang tangguh dan adaptif. Para siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan beradaptasi dengan cepat terhadap situasi baru. Keterlibatan aktif dalam program kesiswaan ini juga memberikan kontribusi pada pengembangan rasa kepemimpinan dan kerja sama di antara siswa. Oleh karena itu, penting untuk merekomendasikan agar program kesiswaan yang efektif dan berkelanjutan dapat diimplementasikan secara luas, tidak hanya di SD Nasima Semarang, tetapi juga di sekolah-sekolah lain. Hal ini sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan tuntutan di era 5. 0, sehingga mereka siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS IIIA SDN 4 PALANGKA Kristina, Arnopen; Azahari, Abd Rahman; Sugiyanto, Roso
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas IIIA SDN 4 Palangka melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa akibat kurangnya semangat, kejenuhan, dan minimnya perhatian terhadap materi pelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan media pembelajaran berupa flashcard sebagai proyek yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas IIIA, dengan penelitian dilaksanakan pada tanggal 11–20 Februari 2025. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest serta dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 64 (ketuntasan 45%) pada tahap pra-siklus, menjadi 70,5 (ketuntasan 70%) pada siklus I, dan mencapai 81 (ketuntasan 90%) pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL dengan pendekatan CRT efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
KESULITAN KOGNITIF SISWA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA Bulqis, Ratu; Adiansha, Adi Apriadi; Hendrawansyah, Hendrawansyah; Mulyadi, Mulyadi; Syarifuddin, Syarifuddin
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kesulitan kognitif yang dialami siswa kelas rendah sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memahami, merencanakan, dan menyelesaikan soal berbasis konteks naratif, yang sering kali tidak tercermin dari kemampuan berhitung semata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan 25 siswa kelas III di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal cerita, wawancara terstruktur, dan observasi langsung, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa terletak pada ketidakmampuan memahami teks soal (72%), salah dalam menentukan operasi matematika (80%), dan lemahnya kemampuan membangun representasi masalah (64%). Temuan juga mengungkap bahwa siswa dengan kemampuan numerik tinggi tetap mengalami kegagalan karena tidak mampu memproses struktur cerita secara logis. Analisis berdasarkan tahapan Polya menunjukkan bahwa 84% siswa mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah. Hasil ini diperkuat oleh wawancara guru dan observasi kelas, yang mengindikasikan dominasi pendekatan pembelajaran prosedural dan minimnya penggunaan strategi kontekstual. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pemahaman konseptual dan representasi masalah dalam pembelajaran matematika, khususnya pada soal cerita, melalui pendekatan visual, kontekstual, dan reflektif.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPAS MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DAN KUIS INTERAKTIF PADA MATERI SUMBER DAYA ALAM Sriwahyuni, Lely; Sukmawati, Sukmawati; Lubis, Nazriani; Merda, Lidia
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan hasil belajar siswa pada materi Sumber Daya Alam disebabkan oleh rendahnya keterlibatan siswa akibat pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang mendukung berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantu kuis interaktif pada siswa kelas V SDN 060788 Medan Maimun. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan, baik dari sisi nilai rata-rata maupun ketuntasan belajar siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 56,11 pada pra siklus menjadi 71,67 pada siklus I dan 81,94 pada siklus II. Sementara itu, ketuntasan belajar meningkat dari 44,44% menjadi 83,33%. Penelitian ini merekomendasikan guru untuk mengintegrasikan model pembelajaran PBL dan media kuis interaktif sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran IPAS untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.
PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK PADA MATA PELAJARAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR XAVERIUS 1 PALEMBANG Dwimaysinta, Faontina Ririn; Indriasari , B. A.
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Pop-Up Book yang valid, praktis dan efektif guna meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran Pancasila kelas III di SD Xaverius 1 Palembang. Materi yang dikembangkan dalam Pop-Up Book spesifik pada topik Perbedaan di Sekitar Kita. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian melibatkan tiga (3) peserta didik dalam tahap one-to-one, enam (6) peserta didik dalam small group, dan dua puluh lima (25) peserta didik dalam tahap field test. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Pop-Up Book yang dikembangkan memiliki nilai kevalidan sebesar 87,82%, kepraktisan 85,92%, dan efek potensial 84,4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Pop-Up Book dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi Perbedaan di Sekitar Kita pada mata pelajaran Pancasila.
KAJIAN LITERATUR : MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA Nashifatul Izzah; Aswai'daiyah; Ramadhani Fitri, Karunia; Oman Farhurohman
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan utama yang perlu dimiliki individu di abad ke-21 dan perlu dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Kajian dilakukan melalui studi literatur terhadap sepuluh artikel ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, yang mencakup berbagai jenjang pendidikan dan metode penelitian. Hasil tinjauan tersebut menunjukkan bahwa PBL secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, terutama dalam hal analisis, evaluasi, sintesis, dan pemecahan masalah. Selain itu, model ini juga berkontribusi pada pengembangan kemandirian belajar, rasa tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan keterampilan komunikasi siswa. PBL mendorong siswa menjadi pelaku aktif dalam pembelajaran dengan menghadapi dan menyelesaikan permasalahan nyata yang sesuai dengan konteks kehidupan mereka, sehingga menghubungkan antara teori yang dipelajari dan praktik di lapangan. Dengan demikian, pendekatan PBL menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif yang sesuai untuk menghadapi tantangan pendidikan di era saat ini.
ANALISIS KASUS BULLYING DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI DI MI ISLAMIYAH WIRODITAN BOJONG DAN UPAYA PENCEGAHANNYA Hermiati, Hermiati; Sopiah, Sopiah
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus bullying di lembaga pendidikan dasar telah menjadi perhatian serius di kalangan masyarakat dan pendidik, termasuk di MI Islamiyah Wiroditan Bojong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perilaku bullying, penyebabnya, karakteristik pelaku dan korban, serta dampak psikologis yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 21 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying di MI Islamiyah Wiroditan Bojong meliputi bullying fisik, verbal, dan psikologis. Pelaku bullying umumnya memiliki karakteristik dominan, kurang empati, dan berasal dari lingkungan keluarga yang permisif, sedangkan korban cenderung lebih lemah, pendiam, yang dianggap berbeda oleh pelaku. Dampak psikologis yang ditimbulkan berupa kecemasan, rendahnya rasa percaya diri, hingga depresi. Upaya pencegahan dilakukan melalui pendekatan psikologi, baik terhadap pelaku maupun korban, dengan tujuan untuk mengurangi kasus bullying serta memberikan dukungan emosional bagi korban. Dengan pendekatan psikologis yang tepat, kasus bullying dapat diminimalisir, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
PEMBELAJARAN BERBASIS SIKLUS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA: STUDI KASUS DI KELAS IV SDN 1 AMPENAN Fitriani, Fitriani; Arrahman, Hafid; Ramadhani, Ilham Kharisma; Ardila, Indah Aulia; Setiyani, Lilis; Ramadhani, Lovita
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 1 Ampenan melalui penerapan model pembelajaran siklus belajar 5E. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika, dimana hanya 20% siswa yang mencapai KKM. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 30 siswa dan guru kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis dan fokus terhadap konsep inti matematika. Implementasi model 5E (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration) mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan pemahaman konsep, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penggunaan media konkret seperti alat peraga nyata juga terbukti membantu dalam memperjelas konsep abstrak matematika. Penelitian ini merekomendasikan penerapan konsisten model 5E dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.