Jurnal Kedokteran Raflesia
JKR (Jurnal Kedokteran Raflesia) is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in medicine, biomedic and health sciences. It is published by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia with the ISSN (online): 2622-8343; and ISSN (print): 2477-3778. The journal seeks to disseminate research to educators around the world and is published twice a year in the months of June and December. The newest template has been published since Volume 6(2): December 2020.
Articles
81 Documents
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN KOMPUTER DAN JARAK MATA DENGAN MONITOR KOMPUTER TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA KARYAWAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BENGKULU TAHUN 2020
Maria Yolanda;
Reyno Satria Ali;
Swandito Wicaksono
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v8i2.30118
Latar Belakang: Computer Vision Syndrome (CVS) didefinisikan sebagai kumpulan gejala okuler yang beragam seperti kelelahan pada mata, nyeri kepala, penglihatan kabur, mata kering serta gejala lainnya seperti nyeri pada leher dan punggung yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam waktu yang cukup lama. Penggunaan komputer secara terus-menerus dan jarak mata dengan monitor komputer yang tidak ideal dapat menyebabkan CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan komputer dan jarak mata dengan monitor komputer terhadap kejadian CVS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek terdiri dari 69 karyawan pada delapan fakultas di Universitas Bengkulu yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Data gejala CVS dan durasi penggunaan komputer diperoleh dari Computer Vision Questionnaire serta pengukuran jarak mata dengan monitor komputer secara langsung terhadap subjek. Selanjutnya data penelitian dianalisis menggunakan uji chi square, fisher's exact test dan uji regresi logistik. Hasil: Prevalensi kejadian CVS pada subjek sebanyak 49 karyawan (71%). Uji statistik antara variabel terhadap kejadian CVS didapatkan hasil, yaitu durasi penggunaan komputer > 2 jam (p=0,048; OR=3,977) dan jarak mata dengan monitor komputer < 50 cm (p=0,013; OR=7,787) Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan komputer terhadap kejadian CVS dan terdapat hubungan yang signifikan antara jarak mata dengan monitor komputer terhadap kejadian CVS. Dengan durasi penggunaan komputer > 2 jam berisiko 3,977 kali lipat daripada pengguna komputer ≤ 2 jam. Jarak mata dengan monitor komputer < 50 cm berisiko 7,787 daripada jarak mata dengan monitor komputer ≥ 50 cm. Kata Kunci: CVS, durasi penggunaan komputer, jarak mata dengan monitor komputer.
Literature Review: Hubungan Kadar Asam Urat terhadap Risiko Kematian Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa
Erdhika Pradigma;
Mulyadi;
Novriantika Lestari
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v8i2.30127
Penyakit gagal ginjal terus mengalami peningkatan hingga 32% hingga tahun 2015. Penurunan kadar asam urat dapat menurunkan aktivitas antioksidan plasma sedangkan peningkatan kadar asam urat yang lebih tinggi mencerminkan peran asam urat dalam menginduksi penyakit pembuluh darah dan hipertensi yang dapat menjadi risiko kematian pada pasien yang menjalani hemodialisa. Serum asam urat juga dikaitkan dengan kualitas hidup dan nutrisi pasien yang menjalani hemodialisa serta prediktor independen untuk risiko kematian kardiovaskuler dan non-kardiovaskuler. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kadar asam urat terhadap risiko kematian pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau studi literatur dengan menggunakan dua sumber kepustakaan, yaitu PubMed dan Trip database. Pencarian menggunakan kata kunci yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebanyak 372 artikel yang didapatkan dari kata kunci, didapatkan 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah membaca full text, didapatkan 7 kepustakaan terkait kadar asam urat dan risiko kematian pasien yang menjalani hemodialisa. Kadar asam urat dapat mempengaruhi risiko kematian pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Literature review ini menyimpulkan bahwa terdapat dua risiko kematian pada pasien yang menjalani hemodialisa yaitu kematian kardiovaskular dan non-kardiovaskular. Kadar asam urat yang rendah lebih berisiko menyebabkan kematian pada pasien yang akan menjalani hemodialisa. Kata Kunci : Asam Urat, Risiko Kematian, Hemodialisa
PERAN STRES MENTAL DALAM MEMENGARUHI KETAHANAN KARDIORESPIRASI PADA DEWASA MUDA : TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIS
Teren Nadya Putri;
Andri Sudjatmoko;
Riry Ambarsarie
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i1.30128
Tujuan : Tinjauan kepustakaan sistematik ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran stres mental dalam mempengaruhi ketahanan kardiorespirasi pada dewasa. Metode : Pencarian kepustakaan melibatkan dua pusat data yaitu PubMed / PubMed Central (PMC) dan Cochrane. Kepustakaan dengan judul yang sama (duplikat) atau studi yang tidak relevan dieliminasi, serta dilakukan screening abstrak yang dilanjutkan dengan membaca keseluruhan teks kepustakaan untuk memilih jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penilaian kualitas studi menggunakan Central for Evidence- Based Medicine tools (CEBM). Hasil : Berdasarkan prosedur pencarian kepustakaan mengikuti alur prisma flow chart terdapat enam kepustakaan yang sesuai kriteria. tiga kepustakaan mendeskripsikan pengaruh stres mental yang tinggi dapat menyebabkan ketahanan kardiorespirasi lebih rendah, dan dua kepustakaan mendeskripsikan pengaruh stres mental yang lebih rendah dapat menyebabkan ketahanan kardiorespirasi lebih tinggi, dan satu dari enam jurnal menyebutkan stres mental secara signifikan berkorelasi dengan perubahan nilai VO2 max sebagai indikator penilaian ketahanan kardiorespirasi Kesimpulan: Peran stres mental pada ketahanan kardiorespirasi terbagi menjadi dua yaitu dapat positif dan negatif pada ketahanan kardiorespirasi Kata Kunci : Dewasa Muda, Ketahanan Kardiorespirasi, Stres Mental
PERAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PASIEN ANEMIA : SUATU TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIS
Yohana Sumuanggang;
Riry Ambarsarie;
Galuh Setyorini
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i1.30129
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu penyakit hematologi, yang ditandai dengan penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin yang dapat memengaruhi kemampuan darah dalam mengangkut oksigen yang diperlukan tubuh. Salah satu faktor risiko anemia adalah indeks massa tubuh (IMT) yang tidak ideal. Anemia pun berpengaruh terhadap aktivitas fisik individu. Anemia dapat menyebabkan penurunan kemampuan aktivitas fisik dan kurangnya aktivitas fisik dapat memicu peningkatan IMT pada pasien anemia. Penelitian ini berfungsi untuk mengeksplorasi peran aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh (IMT) pada pasien anemia. Metode: Pencarian tinjauan bersumber pada Pubmed and Chochrane dengan kriteria dipublikasikan pada 2010-2020. Pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan mengadopsi konsep Cook dan West. Penilaian kualitas kepustakaan dilakukan menggunakan tools The Central for Evidence-Based Medicine develops (CEBM). Hasil: Dari total 2.431 kepustakaan yang didapatkan, terdapat delapan kepustakaan yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat enam dari delapan kepustakaan yang didapatkan menjelaskan mengenai aktivitas fisik dan tiga diantaranya menjelaskan aktivitas fisik intensitas sedang dapat berpengaruh terhadap pasien anemia. Aktivitas fisik intensitas berat dapat menurunkan hemoglobin yang memicu anemia. Selanjutnya, dua dari delapan kepustakaan membahas pengaruh aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh (IMT). Serta satu dari delapan kepustakaan menjelaskan hubungan anemia dan indeks massa tubuh (IMT). Kesimpulan: Anemia dapat menurunkan kemampuan aktivitas fisik seseorang. Aktivitas fisik intensitas sedang berperan efektif dalam penurunan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien anemia. Aktivitas fisik intensitas berat dapat menurunkan hemoglobin yang memicu anemia. Kata Kunci: Aktivitas fisik, Anemia, Indeks Massa Tubuh (IMT)
PERAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DALAM MEMPENGARUHI MASSA LEMAK VISCERAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: SUATU TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIK
Stevany Gracia;
Riry Ambarsarie;
Ety Febrianti
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i1.30130
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik akibat adanya kelainan pada proses sekresi insulin, kerja insulin, ataupun keduanya sehingga tubuh mengalami hiperglikemia kronis. Insulin dihubungkan dengan massa lemak viseral. Massa lemak viseral berkontribusi terhadap inflamasi, aterosklerosis, dislipidemia, dan hipertensi. Kurangnya aktivitas fisik pada pasien DM tipe 2 menyebabkan peningkatan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran aktivitas fisik terhadap massa lemak visceral pada pasien DM tipe 2. Metode: Pencarian tinjauan bersumber pada PubMed dan Cochrane dengan kriteria dipublikasikan pada 2010-2020. Pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan mengadopsi konsep Cook dan West. Penilaian kualitas kepustakaan dilakukan menggunakan tools The Central for Evidence-Based Medicine develops (CEBM). Hasil: Dari total 8.279 kepustakaan yang didapatkan, terdapat sebelas kepustakaan yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Sepuluh dari sebelas kepustakaan membahas pengaruh aktivitas fisik terhadap massa lemak visceral. Lima diantaranya menyatakan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang 3-5 kali dalam seminggu berpengaruh dalam penurunan massa lemak visceral pada pasien DM tipe 2. Sepuluh dari sebelas kepustakaan menggambarkan rerata massa lemak visceral pada pasien DM tipe 2. Mayoritas pengukuran massa lemak visceral dilakukan dengan menggunakan CT. Kesimpulan: Aktivitas fisik intensitas sedang secara signifikan berperan dalam menurunkan massa lemak visceral, mengontrol kadar gula darah, dan memperbaiki sensitivitas insulin pada pasien DM tipe 2. Kata Kunci: Aktivitas fisik, Diabetes Melitus tipe 2, Massa Lemak Visceral
KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS: SEBUAH TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIS DAN META ANALISIS
Bagus Pambudi;
Amalia Rizkha Malini;
Riry Ambarsarie;
Maria Eka Patri Yulianti;
Mardhatillah Sariyanti
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i1.30131
Latar belakang: Akne vulgaris (AV) adalah penyakit kulit tersering ke-3 di dunia. Studi mengenai pengaruh indeks massa tubuh (IMT) terhadap derajat keparahan AV telah banyak dilakukan dengan beragam metode dan menghasilkan laporan yang berbeda. Karena itu, diperlukan tinjauan kepustakaan sistematik (TKS) dan meta analisis untuk menyimpulkan penelitian yang ada. Tujuan: Mengeksplorasi korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV. Metode: TKS dilakukan di Pubmed selama bulan Juli 2020. Penilaian kualitas studi menggunakan JBI. Korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV dianalisis secara kualitatif dan meta analisis. Meta analisis menggunakan fixed effect analysis pada aplikasi comprehensive meta analysis (CMA). Hasil: Terdapat 3 literatur yang sesuai kriteria. Satu Literatur melaporkan hasil tidak bermakna secara statistik, sedangkan dua literatur lain bermakna. Secara klinis, korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV dilaporkan lemah pada satu literatur, sedangkan satu literatur lainnya melaporkan tidak bermakna. Ketiga literatur dilakukan meta analisis dan dilaporkan bahwa korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV bermakna secara statistik, tetapi secara klinis tidak. Kesimpulan: Secara statistik, terdapat korelasi bermakna antara IMT dan derajat keparahan AV, tetapi secara klinis tidak bermakna. Kata Kunci: Akne, IMT, Korelasi, Derajat Keparahan AV, Tinjauan Kepustakaan Sistematis
EFEK ANTIDIABETES DAUN JAMBU BIJI PADA HEWAN COBA: TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIS
oktoviani, oktoviani;
sania aulia fasa;
ahmad azmi
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i2.33175
Background: Indonesia ranks fifth in the world with diabetes and diabetes cases are expected to increase continuously. The treatment of diabetes is taking medication and modifying life style. Herbal medicine is used as an additional or substitute drug for diabetes because of its efficacy and has few side effects. Guava leaf is one of the traditional plants that are widely used by the community. Guava leaves have been used as a treatment for diabetes and hypertension in South Africa. Secondary metabolites found in guava leaves such as flavonoids, phenolics and terpenoids were found to have antidiabetic activity. Previous studies have been conducted, but there was no systematic literature review that discussed the efficacy of the antidiabetic effect administration of guava leaves on experimental animals comprehensively. Methods: This systematic literature review was conducted on three databases, namely Pubmed, Cochrane and Elsevier. Duplicate and irrelevant studies are eliminated, abstracts are screened and followed by reading the entire articles to select journals that fit the inclusion criteria. Critical appraisal uses Joana Brigs Institute tool. Results: There were three articles met the criterias. The result of the three studies showed that administration of guava leaf extract is reported able to reduce blood glucose level and improve sensitivity insulin. Conclusion: Administration of guava leaf extract significantly reduce blood glucose level and improve insulin sensitivity on animal laboratory.
Uji Efektivitas Antijamur Ekstrak Bunga Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.) Terhadap Jamur Candida albicans (Robin Berkhout)
TRIYULIANI, CIKMAH;
Sariyanti, Mardhatillah
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i2.33463
Latar Belakang: Salah satu penyakit infeksi akibat jamur adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh spesies Candida albicans. Penggunaan ketokonazol sebagai antijamur untuk mengobati infeksi jamur Candida albicans memiliki keterbatasan seperti efek samping yang ditimbulkan hingga resistensi. Pemanfaatan tanaman obat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Ekstrak bunga bugenvil merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antijamur. Metode: Penelitian ini menggunakan ekstraksi bunga bugenvil dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dilarutkan dengan DMSO 5%. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan uji Minimal Inhibitory Concentration (MIC) dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga bugenvil 0%-100%. Setelah dilakukan uji MIC kemudian dilanjutkan pengujian efektivitas. Kedua uji ini menggunakan metode difusi kertas cakram. Parameter yang digunakan adalah diameter zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram. Pembanding dalam penelitian ini adalah antijamur ketokonazol. Hasil: Hasil pengujian MIC dan efektivitas didapatkan bahwa ekstrak bunga bugenvil memiliki kemampuan sebagai antijamur terhadap jamur Candida albicans. Dari analisis statistik pengujian Anova One-way pengaruh ekstrak bunga bugenvil dalam menghambat jamur Candida albicans memiliki nilai Fhitung>Ftabel dengan nilai α=0,05, dan kemudian diuji lanjut dengan menggunakan uji Duncan. Hasil uji Duncan menunjukan bahwa konsentrasi 70 % (A3) merupakan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang ditandai dengan hasil uji stastistik. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan ekstrak bunga bugenvil mempunyai aktivitas sebagai antijamur dengan konsentrasi 70% sebagai konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
DEXTRA TIBIA FRACTURE RESULTING FROM A TRAFFIC ACCIDENT
petrus, asan
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i2.33464
Latar Belakang: Secara definisi, trauma benda tumpul adalah suatu gaya yang ditimbulkan oleh benda tumpul pada permukaan tubuh yang mengakibatkan luka. Trauma tumpul dapat disebabkan oleh benda-benda yang permukaannya tumpul seperti batu, kayu, palu, tinju dan lain sebagainya, termasuk terjatuh dari tempat tinggi, kecelakaan lalu lintas dan lain sebagainya yang saat ini semakin parah. Laporan kasus: Dilaporkan, korban berinisial N merupakan seorang pejalan kaki yang ditabrak sepeda motor Hasil: Pada pemeriksaan fisik dan radiologi korban mengalami patah tulang tibialis kanan terbuka. Kesimpulan: Korban berjenis kelamin perempuan mengalami kecelakaan lalu lintas dan mengalami luka lecet, terkoyak, dan patah tulang akibat trauma benda tumpul yang mengharuskan korban menjalani perawatan. Kata Kunci: Patah tulang, trauma benda tumpul, kecelakaan lalu lintas
Analisis In Silico Potensi Hesperidin sebagai Inhibitor Main Protease (Mpro) Pada SARS CoV-2 dan Reseptor Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2)
Yunita, Elvira;
Sariyanti, Mardhatillah
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/juke.v9i2.33465
Latar Belakang: Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2) dan proses transkripsi dari genome RNA virus oleh Main Protease (Mpro) memiliki peran penting sebagai mekanisme patogenesis virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Penghambatan aktivitas ACE-2 dan Mpro menggunakan berbagai senyawa seperti hesperidin yang terkandung dalam buah kalamansi (Citrus microcarpa) khas bengkulu menjadi salah satu target pengobatannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan senyawa hesperidin dari golongan flavonoid dalam berinteraksi dengan sisi aktif ACE-2 dan Mpro menggunakan metode molecular docking. Metode: Penelitian secara in silico dengan menggunakan metode molecular docking pada struktur 3D ACE-2 (PDB ID 1R4L) dan Mpro (PDB ID 7JQ1) terhadap Hesperidin yang diambil dari situs database Protein Data Bank dan diolah dengan program BIOVIA Discovery Studio dan Autodock Vina. Hasil: Analisis skor docking dan ikatan ligan dan sisi aktif ACE-2 serta Mpro menunjukan bahwa keduanya memiliki ikatan spontan (∆G -12,1 kkal/mol pada ACE-2 dan -9.5 kkal/mol pada Mpro) terhadap hesperidin dan dapat mengikat pada sisi aktif reseptor. Hesperidin hanya memenuhi satu dari tiga kriteria Lipinski’s Rule of five sehingga hesperidin dapat dikembangkan sebagai obat non-oral. Kesimpulan: Hesperidin dapat membentuk ikatan secara spontan (∆G < 0) pada sisi aktif protein ACE-2 dan Mpro berdasarkan hasil molecular docking. Ikatan antara senyawa hesperidin lebih kuat dengan protein ACE-2 dibandingkan dengan protein Mpro. Hesperidin dapat berpotensi sebagai kandidat obat baru sebagai inhibitor ACE-2 dan aktivitas Mpro. Kata Kunci: SARS-CoV-2, Reseptor ACE-2, Mpro, Hesperidin, In Silico