cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 352 Documents
PERKEMBANGAN LARVA UDANG GALAH (MACROBRACHIUM ROSENBERGII) HASIL PERSILANGAN POPULASI ACEH DAN STRAIN SIRATU Istiqomah Nuraini; Tarsim Tarsim; Wisnu Sujatmiko
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.411 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.55-63

Abstract

Budidaya udang galah sangat diminati dan berkembang pesat karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Permasalahan yang timbul yakni pengendalian terhadap kualitas genetik udang galah menjadi turun terutama pada produksi larva tanpa diikuti manajemen induk yang baik, upaya yang dapat dilakukan yaitu perbaikan genetik melalui kegiatan persilangan induk (hibridisasi) untuk menghasilkan larva dengan kualitas unggul. Hibridisasi intraspesifik menggunakan udang galah populasi Aceh (A) dan strain Siratu (R) dilakukan secara resiprokal (RA dan AR) dan galur murni (RR dan AA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persilangan resiprokal udang galah populasi Aceh dan strain Siratu terhadap laju dan durasi perkembangan larva yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva hasil persilangan dengan metode resiprokal hibrida Siratu x Aceh (RA) dengan nilai laju perkembangan 9,87 dan durasi perkembangan 27 hari lebih baik dibandingkan hibrida Aceh x Siratu (AR) dengan nilai laju perkembangan 9,78 dan durasi perkembangan 30 hari untuk mencapai post larva. Hasil persilangan hibridisasi RA dan AR lebih lama dibandingkan inbrida Siratu x Siratu (RR) tetapi lebih cepat dibandingkan dengan inbrida Aceh x Aceh (AA) sebagai tetua.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIS PADA IKAN ASAP PINEKUHE Ely John Karimela; Frans G Ijong; Jaka F P Palawe; Jeffri A Mandeno
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.537 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.35-42

Abstract

Pinekuhe smoked fish is a fishery product traditionally processed by fishermen of Sangihe Island Regency. Staphylococcus epidermis is an opportunistic phatogen that causes infection to humans of weak immunity. This study aims to identify S. epidermis isolated from the Pinekuhe smoked fish. Fourty isolate samples were grown on Mannitol salt Agar medium and suspect colonies were tested for Gram staining, Catalase, Motility and Coagulase test There were 13 isolates identified as S. epidermis which characteristics as gram-positive, round shapes, clustering, 0,5μm-1μm in diameter, non-motilepositive catalase, and not ferment Mannitol. So, there were 32.5% S. epidermis that contaminated Pinekuhe smoked fish.
PENGUKURAN KOEFISIEN ATENUASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS AIR DI PERAIRAN KELURAHAN PULAU PANGGANG Fanny Meliani; Vincentius P Siregar; Nani Hendiarti; Ety Parwati
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1778.922 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.73-81

Abstract

Koefisien atenuasi merupakan gambaran seberapa besar cahaya datang berkurang atau hilang dibandingkan dengan energi cahaya datang di permukaan. Pengurangan energi cahaya dikarenakan adanya proses absorpsi dan hamburan oleh kolom air dan materi yang terkandung di dalamnya seperti fitoplankton, padatan tersuspensi dan colored dissolved organic matter. Kuantitas cahaya yang mengalami atenuasi setara dengan jumlah cahaya yang diabsorpsi dan dihamburkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara koefisien atenuasi dengan kualitas air, serta mengkaji karakteristik optik perairan Kelurahan Pulau Panggang. Pengukuran spektral menggunakan TriOSRamses yang memiliki sensor irradiance dengan panjang gelombang antara 320 nm sampai 950 nm dan rentang kanal 3,3 nm. Perhitungan koefisien atenuasi (Kd) berdasarkan perubahan downwelling irradiance pada dua kedalaman berbeda. Korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui hubungan antara Kd dengan kualitas air. Berdasarkan rentang panjang gelombang, Kd dibagi menjadi 4 yaitu Kd PAR, Kd biru, Kd hijau dan Kd merah. Kd biru dan Kd hijau memiliki hubungan paling erat dengan kecerahan sebesar 0,5406 dan 0,3990 serta bersifat negatif, sedangkan Kd PAR dan Kd merah paling erat hubungannya dengan muatan padatan tersuspensi sebesar 0,4015 dan 0,4073 dan bersifat positif. Perairan Kelurahan Pulau Panggang merupakan perairan turbid dengan nilai Kd PAR > 0,115 m-1.
DAYA DUKUNG BUDIDAYA IKAN KERAPU PADA KERAMBA JARING APUNG TELUK AWANG DAN TELUK BUMBANG, NTB Lydia Safriyani Marpaung; Yusli Wardiatno; Isdradjad Setyobudiandi; Taslim Arifin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.013 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.43-53

Abstract

The carrying capacity is potential of the waters fot utilize coastal or ecosystem resources without cousing damage dan sustainable. This study aims to determine carrying capacity of the water for accommodate the waste from grouper cultivation activities in floating net in Awang Bay and Bumbang Bay. This research was conducted from April until novemver 2015. The research method used is survey method with direct measurements in Awang Bay and Bumbang Bay waters. Carrying capacity analysis used to estimated loading waste the waters from antropogenic and from grouper cultivation activities. The calculation result carrying capacity in Awang Bay and Bumbang Bay waters from N antropogenic waste are 39,14 kg/day, NH3 average concentration is 0,0081 mg/l in Awang Bay and 0,0062 mg/l in Bumbang Bay. The estimated of floating net can be used in Awang Bay are 67 units and 248 units of floating net can be used in Bumbang Bay.
TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP GILL NET DI KECAMATAN NIPAH PANJANG, JAMBI Lisna Lisna; Jasmine Masyitha Amelia; Nelwida Nelwida; Mia Andriani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.092 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.83-96

Abstract

Kompetisi antar alat tangkap untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya over fishing. Oleh sebab itu, alat tangkap ramah lingkungan merupakan acuan dalam penggunaan teknologi dan alat tangkap ikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat keramah lingkungan dari masing-masing alat tangkap nelayan gill net yang ada di Kelurahan Nipah Panjang 1 pada bulan Februari 2018, berdasarkan kriteria FAO (1995). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan responden nelayan yang telah melaut minimal 5 tahun dan kapal yang digunakan minimal berukuran 3 GT. Sampel diambil sebanyak 50% dari masing-masing populasi alat tangkap untuk dianalisis tingkat keramah lingkungannya. Hasil analisis tingkat keramah lingkungan alat tangkap nelayan gill net di Kelurahan Nipah Panjang 1 menunjukkan bahwa gill net kurau termasuk dalam kategori alat tangkap sangat ramah lingkungan dengan nilai sebesar 28. Sedangkan untuk alat tangkap gill net 7 inci, gill net millennium, dan gill net 4 inci termasuk dalam kriteria alat tangkap ramah lingkungan dengan nilai berturut-turut adalah 25.2, 23.8, dan 23.5.
SPEKTRUM SUARA GULAMAH SEBAGAI KAJIAN AWAL PEMBUATAN RUMPON: KASUS DI PERAIRAN TUBAN, JAWA TIMUR Eko Sulkhani Yulianto; Alfan Jauhari; Dewa Gedhe Raka Wiadnya; Sunardi Sunardi; Muhammad Arif Rahman
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2180.205 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.169-176

Abstract

One of the leading commodities in the North Coast of East Java which has a large production is gulamah (Sciaenidae). This fish is one of the marine fisheries commodities that have high potential. Previously the use of gulamah was limited to fresh fish and dried fish. Lately these organs in fish (swimming bladders) have also been widely used and actually have much higher economic value. The high economic value of these commodities has implications for the increasing pressure on exploitation of these fish. In fact, sometimes arrests are made without regard to responsible fishing rules. Gulamah is one type of fish that often makes a “croak” sound in its behavioral activities. Study of the schooling sound spectrum of gulamah (Sciaenidae) as a preliminary study for the manufacture of effective and environmentally friendly Sound-Fish Aggreagating Device as one of the food security instruments for marine fisheries products. So it isexpected that with the introduction of new technologies that are efficient, effective, simple and can provide economic added value for fishermen. Analytical descriptive research method and experimental fishing, the data collected is the sound spectrum data schooling gulamah (Sciaenidae), where data collection is carried out at Tombokboyo Waters, Tuban, East Java. The results showed that gulamah in Tombokboyo waters issued a sound with an average amplitude of around -54,97 dB, an average frequency of 732,129 Hz, with a sound duration of 130 miliseconds
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP PANCING ULUR (HAND LINE) PADA RUMPON PORTABLE DI PERAIRAN ACEH UTARA Imam Shadiqin; Roza Yusfiandayani; Mohammad Imron
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2231.104 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.105-113

Abstract

The rumpon portable is a fishing auxiliary device that functions to collect fish with 11,000-15,000 Hz frequencey by using sound on the atractors of portable FADs that be able to collect small pelagic fish around portable FADs. The small pelagic fish have habit to configurate a schooling group in their lives for migrating, feeding, and spawning. The hand line is one of fishing gear used by small-scale fisherman to catch small pelagic fish. Therefore, it is important to know about productivity of handline on the portable FADs. This study used production data of handline with 15 fishing trips in August-September 2018 located in the waters of North Aceh. The result showed that 8 types,that is selar tetengkek (Megalaspis cordyla), pompano (Caranx ignobilis), grauper (Epinephelus fuscoguttatus), selar (Selaroides leptolepis), squid (Loligo indica), turmeric (Upeneus moluccensis), barred (Scomberomorini), and mackerel (Rastrelliger) with a total weight of 24,25 kg was caught around portable FADs using handline. The average productivity of handline on the portable FADs was 1,61 kg/trip. The catch composition showed that the dominant catch was squid.
TINGKAT PEMANFAATAN DAN STATUS KONSERVASI PERIKANAN HIU DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) CILACAP Irfan Hanifa; Mulyono S Baskoro; Sulaeman Martasuganda; Domu Simbolon
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.389 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.25-34

Abstract

Hiu merupakan sumber daya perikanan sangat rentan terhadap usaha penangkapan yang berlebihan (over-eksploitasi). Eksploitasi hiu di Indonesia masih berlanjut hingga hari ini tanpa diimbangi dengan tata kelola dan manajemen yang mengarah pada perikanan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan hiu dan mengidentifikasi jenis hiu yang didaratkan di PPS Cilacap berdasarkan status konservasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2015 di PPS Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survey. Tingkat pemanfaatan dihitung dengan cara menghitung jumlah hasil tangkapan pada tahun tertentu terhadap nilai TAC (Total Allowable Catch) atau jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) tersebut adalah 80% dari potensi maksimum lestari (MSY). Pendugaan nilai MSY dianalisis menggunakan model surplus produksi Fox. Status konservasi hiu dianalisis berdasarkan hasil tangkapan hiu yang didaratkan di PPS Cilacap dibandingkan dengan daftar kategori konservasi International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiu tertangkap dan didaratkan di PPS Cilacap pada bulan Februari-Mei 2015 terdiri dari 11 famili atau 30 spesies. Hasil tangkapan terdiri dari famili Alopiidae, Carcharhinidae, Squalidae, Hexanchidae, Lamnidae, Triakidae, Sphyrnidae, Squatinidae, Rhinidae, Centrophoridae, dan Chimaeridae. Hasil tangkapan tertinggi berasal dari famili Alopiidae (2.028 hiu) dan hasil tangkapan terendah berasal dari famili Chimaeridae (2 hiu). Tingkat pemanfaatan hiu yang didaratkan di PPS Cilacap pada tahun 2010-2014 berdasarkan model surplus produksi Fox adalah 24-81%. Sebagian besar dari jumlah tangkapan hiu mendarat di PPS Cilacap pada bulan Februari-Mei 2015 yang mencakup dalam kategori dari rentan (46,44%) dan hampir terancam (39,65%). Jenis hiu yang didaratkan di PPS Cilacap termasuk dalam kategori rawan adalah A. pelagicus, A. superciliosus, I. paucus, C. plumbeus, R. ancylostoma, I. oxyrinchus, N. acutidens, C. squamosus, C. longimanus, sedangkan jenis hiu yang termasuk dalam kategori hampir terancam adalah C. sorrah, C. falciformis, H. perlo, P. glauca, C. brevivina, C. amblyrhynchoides, G. cuvieri, C. leucas, H. griceus, C. albimarginatus.
HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN KAKATUA (Chlorurus strongycephalus) DI TAMAN NASIONAL WAKATOBI Mercy Patanda; Urip Rahmani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2115.494 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.115-121

Abstract

Ikan kakatua merupakan sumber daya penting di Kabupaten Wakatobi dan ikan kakatua ditangkap dengan alat tangkap jaring, bubu, dan muroami. Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Wakatobi pada bulan Desember 2014 sampai Maret 2015. Tujuan penelitian adalah melihat pola pertumbuhan dan ukuran pertama kali tangkap untuk ikan kakatua (Chlorurus strongycephalus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposif (purposive sampling) dan data yang digunakan adalah panjang dan berat ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan allometrik negatif dan faktor kondisi yaitu sebesar 1,07 yang berarti bahwa ketersedian makanan masih cukup sedangkan ukuran minimal ikan yang tertangkap adalah 31,82 cm. Hasil ini memperlihatkan perlunya regulasi untuk penangkapan ikan kakatua (Chlorurus strongycephalus) di Kabupaten Wakatobi dan modifikasi alat tangkap seperti celah pelolosan untuk bubu.
ADAPTASI RETINA IKAN SELAR (SELAROIDES LEPTOLEPSIS) TERHADAP INTENSITAS CAHAYA LAMPU Nur Lina M Nabiu; Mulyono S Baskoro; Zulkarnain Zulkarnain; Roza Yusfiandayani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.014 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.97-102

Abstract

Potensi ikan selar merupakan salah satu potensi ikan pelagis yang cukup besar di Indonesia. Nelayan banyak menangkap ikan selar melalui light fishing yang hingga saat ini masih terus dikembangkan teknologinya. Penggunaan cahaya tidak dapat terlepas dari sifat fototaksis positif yang dimiliki ikan. Peranan retina pada mata ikan menjadi penting dalam melihat kemampuan adaptasi ikan, sehingga diperlukan penelitian yang lebih banyak mengenai adaptasi retina ikan pada ikan hasil tangkapan light fishing guna menunjang pengembangan teknologi penangkapan. Penelitian ikan selar ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Ikan, Departemen Budidaya Perikanan, IPB untuk pengamatan retina ikan melalui metode histologi sehingga dapat dilihat rasio penjuluran sel kon mata ikan pada setiap intensitas cahaya, yaitu 10 lux, 20 lux, 35 lux dan 50 lux dengan dua warna cahaya, yaitu putih dan biru. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pergerakan sel kon tetap terjadi seiring dengan peningkatan intensitas cahaya yang dipaparkan. Akan tetapi peningkatan pergerakan sel kon menuju membran pembatas luar untuk tiap warna cahaya berbeda. Pengaruh warna cahaya pada intensitas yang berbeda didapatkan bahwa ikan selar ini sensitif terhadap warna cahaya putih dan biru pada hampir semua intensitas yang diujicoba dengan kisaran penjuluran antara 79%-90%. Ikan selar lebih cepat bereaksi pada cahaya dengan iluminasi rendah karena penjuluran ikan lebih maksimal terjadi pada pemaparan 10 lux hingga 35 lux. Hal ini dapat disebabkan oleh tempat hidup ikan selar yang tergolong pelagik sehingga ikan selar tidak memerlukan iluminasi dan cahaya dengan panjang gelombang yang tinggi.