cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,421 Documents
The Effect of Giving Coconut Water (Cocos Nucifera L) to Overcome Dysminorrhea In Students Of SMAN 1 Kragilan Serang Banten Rizqian, Amalia; Sutarno, Maryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17390

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea has a detrimental impact on adolescent life, including: disrupted activities, lower academic achievement, disrupted performance and sleep quality, negatively impacted mood, and caused anxiety and depression. Management of menstrual pain (dysmenorrhea) can be done with non-pharmacological therapy, one of which is giving coconut water. The purpose of this study was to analyze the effect of giving coconut water (cocos nucifera L) on reducing menstrual pain. The design of this study was a quasi-experimental study conducted at SMAN 1 Kragilan, Banten in July - August 2024. The sample used was 60 female students. The intervention in this study was the provision of 250 ml of green coconut water drunk 2 times a day for 3 days. The outcome in this study was the degree of pain as measured by a verbal rating scale. The analysis used was chi square. In the control group, the majority of respondents had pain intensity above or equal to the average, namely 22 out of 30 female students or 36.7%. Meanwhile, in the intervention group, the lower pain intensity was mostly in the pain category below the average, which was 17 people or equivalent to 28.4%. The results of the study and bivariate analysis obtained odds ratio (OR) 2.7, p value 0.035 <0.05; 95% CI (0.09 - 0.82). giving coconut water intervention will reduce dysmenorrhea pain 2 times compared to not being given coconut water and this result is statistically significant. Keywords: Coconut Water, Cocos Nucifera L, Dysmenorrhea
Efektivitas Pemberian Kunyit Asam terhadap Penurunan Skala Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri di SMAN 2 Karawang Fadhillah, Anisa Candra Rini; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17076

Abstract

ABSTRACT According to data from the World Health Organization (WHO) in 2016, the prevalence of menstrual pain is quite high in various countries with the average incidence of menstrual pain in adolescent girls between 17% and 81%. In Indonesia, the prevalence of primary menstrual pain, where three quarters experience mild to severe pain and the remainder experience severe menstrual pain. The impact of primary dysmenorrhea causes young women to experience decreased concentration, feel weak when studying and choose to remain silent in class. To determine the effectiveness of giving tamarind turmeric to reduce the pain scale of dysmenorrhea in adolescent girls. Quasy experiment using a pretest posttest with control group design. The sampling technique used a total sampling of 30 respondents. The analysis used is univariate and bivariate test analysis using the paired simple t test with the SPSS version 26 program.  The frequency distribution of the intensity of menstrual pain before being given turmeric acid was mostly moderate pain (60.0%) and after being given turmeric acid was mild pain (60.0%). The frequency distribution of menstrual pain intensity in the pre-test control group was mostly moderate pain (80.0%) and post-test mild pain (66.7%).There is effectiveness of giving tamarind turmeric in reducing the dysmenorrhea pain scale in young women and there is a difference in the effect of giving tamarind turmeric between the experimental group and the control group. It is hoped that young women who experience menstrual pain are encouraged to consume tamarind turmeric to reduce menstrual pain and reduce the use of pharmacological drugs to treat the pain. Keywords: Tamarind Turmeric, Dysmenorrhea, Pain  ABSTRAK Menurut data World Health Organization (WHO) pada 2016, prevalensi kejadian nyeri menstruasi cukup tinggi di berbagai negara dengan rata-rata insiden terjadinya nyeri menstruasi pada remaja putri antara 17% hingga 81%. Di Indonesia, prevalensi nyeri menstruasi primer, di mana tiga perempat mengalami nyeri ringan hingga berat dan sisanya mengalami nyeri menstruasi tingkat berat. Dampak dismenore primer menjadikan remaja putri mengalami penurunan konsentrasi, meras lemas saat pembelajaran dan memilih berdiam diri di kelas. Mengetahui efektivitas pemberian kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri. Quasy eksperimen menggunakan rancanganpretest posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling sebanyak 30 responden. Analisa yang dipakai yaitu analisa uji univariat dan bivariat dengan uji paired simple t test dengan program SPSS versi 26. Distribusi frekuensi intensitas nyeri haid sebelum diberikan kunyit asam sebagian besar dengan nyeri sedang (60,0%) dan sesudah diberikan kunyit asam dengan nyeri ringan (60,0%). Distribusi frekuensi intensitas nyeri haid pada kelompok kontrol pre test sebagian besar dengan nyeri sedang (80,0%) dan post test dengan nyeri ringan (66,7%). Ada efektivitas pemberian kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri dan terdapat perbedaan pengaruh pemberian kunyit asam antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Diharapkan kepada Remaja putri yang mengalami nyeri menstruasi dianjurkan menkonsumsi kunyit asam untuk mengurangi nyeri menstruasi dan mengurangi penggunaan obat-obatan farmakologi untuk mengatasi nyerinya. Kata Kunci: Kunyit Asam, Dismenore, Nyeri
Hubungan Pola Tidur dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa S1 Keperawatan yang Sedang Menyusun Skripsi di Stikes Abdi Nusantara Jakarta Alfitriani, Alfitriani; Idealistiana, Lia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16672

Abstract

ABSTRACT The final project of scribbry is one of the requirements for graduating and obtaining a bachelor's degree. As a result of the work process and obstacles in the thesis preparation process, many students feel burdened and in the end feel tension, worry, anxiety Fear makes students stressed. One of the efforts in stress management is the support of family. Family support is obtained in the form of emotional support, instrumental support, award support and information support. With family support, it motivates individuals to face every problem and can reduce the stress felt. To find out the relationship between sleep patterns and family support with stress levels in S1 Nursing students who are preparing their thesis at STIKES ABDI NUSANTARA JAKARTA 2024. This study uses quasi-analytical with a cross-sectional research design. Sampling was conducted using a purposive sampling technique with a sample of 49 respondents. Data collection uses questionnaire sheets. The data techniques included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the SPSS. The results showed that there was no relationship between sleep patterns and stress levels, the results of the chi-square statistical test obtained a p-value of 0.714, and there was a relationship between family support and the level of chi-square statistical test results obtained a p-value of 0.0033. There was no relationship between sleep patterns and stress levels and there was a relationship between family support and stress levels. Keywords: Sleepn Paterns, Family Support, Stress Levels  ABSTRAK Tugas akhir srikpsi merupakan salah satu syarat untuk lulus dan memperoleh gelar sarjana. Akibat dari proses pengerjaan dan hambatan-hambatan dalam proses penyusunan skripsi, banyak mahasiswa yang merasa terbebani dan pada akhirnya merasakan ketegangan, kekhawatiran, kecemasan, rasa takut sehingga membuat mahasiswa menjadi stres. Salah satu upaya dalam manajemen stres adalah adanya dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang didapatkan dalam bentuk dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Dengan adanya dukungan keluarga memotivasi individu untuk menghadapi setiap masalahnya dan dapat mengurangi stres yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pola tidur dan dukungan keluarga dengan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan yang sedang menyusun skripsi di STIKES ABDI NUSANTARA JAKARTA 2024. Penelitian ini menggunakan quasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 49 responden. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik data termasuk dalam analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan pola tidur dengan tingkat stress hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-value 0,714,dan dan ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-value0,0033. Tidak terdapat hubungan pola tidur dengan tingkat stress dan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress. Kata Kunci: Pola Tidur, Dukungan Keluarga, Tingkat Stress.
The Assessment of Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio in Obesity: A Descriptive Study on University Students in Surabaya, Indonesia Damayanti, Inggit; Raharjo, Budiono; Setiawan, Heru; Herawaty, Wike; Linggawan, Stephani; Sumarpo, Anton; Bintoro, Siprianus Ugroseno Yudho
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17939

Abstract

ABSTRACT The incidence of obesity worldwide is rapidly increasing, both in developed and developing countries. Obesity, particularly central obesity, is an inflammatory condition occurring within the body. The neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) is a simple biomarker used to indicate the inflammatory response. This study aims to determine the profile of the neutrophil-to-lymphocyte ratio in students with obesity at the Faculty of Medicine, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.  This study employs a descriptive-analytic method with a cross-sectional approach. The study population comprises students from the Faculty of Medicine, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya; 47 individuals, with 30 obese individuals and 17 individuals with a normal BMI. The results showed that the average neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) for individuals with a normal BMI is 1,95. In contrast, the average NLR for obese individuals is 2,09. There is an increase in the average neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) among obese students at the Faculty of Medicine, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Keywords: Obesity, Neutrophil, Lymphocyte, Neutrophil-To-Lymphocyte Ratio
Hubungan Problem-Focused Coping dengan Stres Akademik pada Siswa Siswi Kelas 12 di Sekolah Menengah Kejuruan 04 Muhammadyah Bangsri Jepara Isnaeni, Isnaeni; Paramitha, Pradnia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19690

Abstract

ABSTRACT Academic stress in students causes difficulty concentrating, reduces academic motivation, reduces academic achievement and learning outcomes, reduces mental health and well-being, and increases aggressive behavior and drop out (Cahyono, 2020). One effort to reduce academic stress situations is through problem-focused coping. This research is a descriptive correlational study with a cross sectional approach. This research was conducted at the Muhammadyah Bangsri Jepara Vocational High School on February 3-4 2025. The population in this study were students at the Muhammadyah Bangsri Jepara Vocational High School with a sample size of 61 people taken using a purposive sampling technique. The problem-focused coping variable was measured by the Ways of Coping questionnaire, while the academic stress variable was measured by the educational stress scale for adolescents (ESSA) questionnaire. The data was analyzed using the Spearman rank correlation formula. Most of the respondents had problem-focused coping in the good category, namely 32 people (52.5%) and most of them experienced academic stress in the moderate category, namely 41 people (67.2%). There is a significant relationship between problem-focused coping and academic stress in grade 12 female students at Muhammadyah Bangsri Jepara Vocational High School, with a p value of 0.029 < 0.05 (α).  Keywords: Problem-Focused Coping, Academic Stress, Junior High School Students.  ABSTRAK Stres akademik pada siswa menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, menurunkan motivasi akademik, menurunkan prestasi akaemik dan hasil belajar, menurunkan kesehatan mental dan well being, serta meningkatkan perilaku agresif dan droup out (Cahyono, 2020). Salah satu upaya mengurangi situasi stres akademik dengan problem-focused coping. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang bermakna  problem-focused coping dengan stres akademik pada siswa siswi kelas 12 di SMK Muhammadyah Bangsri Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadyah Bangsri Jepara pada 3-4 Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadyah Bangsri Jepara dengan besar sampel 61 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel problem-focused coping diukur kuesioner  Ways of Coping, sedangkan variabel stres akademik diukur dengan kuesioner educational stress scale for adolescents (ESSA). Data di analisis menggunakan rumus korelasi rank spearman. Sebagian besar responden mempunyai problem-focused coping kategori baik yaitu sebanyak 32 orang (52,5%) dan mengalami stress akademik sebagian besar kategori sedang yaitu sebanyak 41 orang (67,2%). Ada hubungan yang bermakna  problem-focused coping dengan stres akademik pada siswa siswi kelas 12 di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadyah Bangsri Jepara, dengan p value sebesar 0,029 < 0,05 (α).  Kata Kunci: Problem-Focused Coping,  Stres Akademik, Siswa SMP
Hubungan Pengetahuan Menstruasi dengan Kesiapan Menghadapi Menarche pada Siswi SD Kelas IV, V, VI Wijayanti, Lumastari Ajeng; Ningrum, Fadhliya Ika; Rahayu, Dwi Estuning; Indriani, Ririn
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.21786

Abstract

ABSTRACT The Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) for Adolescents in 2021 found that the average age of menarche occurred in 27.7% of girls aged 13, 22.9% aged 14, 10.9% aged 15, 2.3% aged 16, and 3.6% aged 17. This study aims to determine the level of menstrual knowledge, the readiness to face menarche, and the relationship between the two.This research used a quantitative approach with a cross-sectional correlational design. A total of 45 female students were selected through simple random sampling. The research instrument used was a structured questionnaire, and data analysis was conducted using the Spearman Rank test.The results showed that most respondents had a moderate level of menstrual knowledge (62.2%), followed by good knowledge (20%), and low knowledge (17.8%). In terms of readiness for menarche, 37.8% were ready, while 62.2% were not. The statistical test showed a significant relationship between menstrual knowledge and readiness for menarche (p = 0.001). Improving early education on menstruation is crucial in preparing young girls emotionally and cognitively to face the changes of puberty with confidence. Keywords: Menstrual Knowledge, Menarche Readiness, Female Students, Elementary School.  ABSTRAK Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Remaja tahun 2021 menemukan bahwa rata-rata usia Menarche adalah 27,7% pada anak berusia 13 tahun, 22,9% pada anak berusia 14 tahun, 10,9% pada anak berusia 15 tahun, 2,3% pada anak berusia 16 tahun, dan 3,6% untuk anak berusia 17 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang menstruasi, kesiapan menghadapi menarche, dan hubungan antara keduanya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 siswi, diambil secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur, dan analisis data menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang menstruasi (62,2%), berpengetahuan baik (20%), dan memiliki pengetahuan kurang (17,8%). Sebanyak 37,8% responden siap menghadapi menarche, sementara 62,2% tidak siap. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche (p=0,001). Kesimpulan: Peningkatan edukasi mengenai menstruasi sejak dini sangat diperlukan untuk membentuk kesiapan emosional dan pengetahuan remaja putri menjelang masa pubertas. Kata Kunci: Pengetahuan Menstruasi, Kesiapan Menarche, Siswi, Sekolah Dasar
Pengaruh Konseling dengan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Kepada Pasangan Usia Subur terhadap Pengetahuan Kepesertaan Keluarga Berencana di Puskesmas Asologaima Kab. Jayawijaya Yuliani, Indah; Salmawati, Salmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19641

Abstract

ABSTRACT According to WHO data, 2023 shows that there will be 1.9 billion women in the reproductive age group. Global contraceptive prevalence by any method is estimated at 65% and modern methods at 58.7%. The prevalence of PUS for family planning participants in Indonesia in 2023 will be 60.4%. Based on provincial distribution, the highest prevalence rate of family planning use is South Kalimantan (71.2%), and the lowest is Papua (10.5%). At the Asologaima Community Health Center, family planning coverage is still low, due to a lack of knowledge and interest in couples of childbearing age in choosing contraceptives. Efforts that can be made are by providing Communication, Information and Education (KIE) before family planning acceptors choose which contraception to use. To determine the effect of counseling with Decision Making Tools (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation. Quasi experiment with a one group pretest-posttest design. The sampling technique uses random sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon Signed Ranks Test. Before being given counseling with ABPK, the majority of respondents had poor knowledge, 66.3%, and after being given counseling with ABPK, the majority of respondents had good knowledge, 59.1%. There is an influence of counseling with decision making tools (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation at the Asologaima Health Center, Jayawijaya Regency (p. value 0.003). There is an influence of counseling with decision-making aids (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation. It is hoped that health workers can improve the quality of family planning services to mothers both through counseling and education about contraception using ABPK feedback sheets. Keywords: Counseling, Couples of Childbearing Age, Family Planning  ABSTRAK Menurut data WHO, 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 1,9 miliar perempuan pada kelompok usia reproduksi. Prevalensi kontrasepsi global dengan metode apa pun diperkirakan sebesar 65% dan metode modern sebesar 58,7%. Prevalensi PUS peserta KB di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 60,4%. Berdasarkan distribusi provinsi, angka prevalensi pemakaian KB tertinggi adalah Kalimantan Selatan (71,2%), dan terendah adalah Papua (10,5%). Di Puskesmas Asologaima cakupan KB masih rendah, dikarenakan kurangnya pengetahuan dan minat pasangan usia subur dalam pemilihan alat kontrasepsi. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sebelum akseptor KB memilih kontrasepsi yang akan digunakan. Mengetahui pengaruh  konseling  dengan  Alat  Bantu  Pengambilan Keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana. Quasi experiment  dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum diberikan konseling dengan ABPK mayoritas responden berpengetahuan kurang 66,3% dan sesudah diberikan konseling dengan ABPK mayoritas responden berpengetahuan baik 59,1%. Ada pengaruh  konseling dengan  alat  bantu  pengambilan keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana di Puskesmas Asologaima Kabupaten Jayawijaya (p. value 0,003). Ada pengaruh  konseling dengan  alat  bantu  pengambilan keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan mutu pelayanan keluarga berencana kepada ibu-ibu baik melalui konseling maupun penyuluhan tentang kontrasepsi dengan menggunakan lembar balik ABPK. Kata Kunci: Konseling, Pasangan Usia Subur, Keluarga Berencana
Pengaruh Kompres Ice Bag terhadap Penurunan Nyeri Kanulasi pada Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisis Suleman, Mianti; Simbala, Iskandar; Mokoginta, Nelyan; Syamsuddin, Fadli
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17197

Abstract

ABSTRACT The hemodialysis process requires the installation of a device to gain vascular access that will be connected to the hemodialysis machine. The intervention is called cannulation and can cause pain during cannulation. This study is to determine the effect of ice bag compresses on reducing cannulation pain in patients with kidney failure undergoing hemodialysis in the hemodialysis room of Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City. The research used in this study was pre-experimental with a one-group pre-post test design approach. The sample used was patients with kidney failure who underwent hemodialysis in the hemodialysis room of Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City with a total of 15 respondents. Based on the results of statistical tests using the Wilcoxon test, the significant value or Pvalue is 0.001, which means 0.001 <0.05 so it can be concluded that Ha is accepted, which means that there is an effect of ice bag compresses on reducing cannulation pain in patients with renal failure undergoing hemodialysis in the hemodialysis room of Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City. This study can be a source of information and reference material for further researchers by using two research groups, namely the ice bag intervention group and the control group so that it is clearer and more effective in providing ice compresses. Keywords: Ice Bag, Renal Failure, Hemodialysis, Compression, Normalization  ABSTRAK Proses hemodialisa memerlukan pemasangan sebuah alat untuk mendapatkan akses vaskuler yang akan dihubungkan dengan mesin hemodialisa intervensi tersebut disebut kanulasi dan dapat menyebabkan rasa nyeri saat dilakukan kanulasi. Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kompres ice bag terhadap penurunan nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di ruangan hemodialisa RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design.Sampel yang digunakan yaitu pasien dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di ruangan hemodialisa RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo dengan jumlah 15 responden. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxondidapatkan nilai signifikan atau nilai Pvalue yaitu 0,001 yang berarti 0,001<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh kompres ice bag terhadap penurunan nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di ruangan hemodialisa RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dan bahan referensi bagi peneliti selanjutnya dengan menggunakan dua kelompok penelitian yaitu kelompok pemberian intervensi ice bag dan kelompok kontrol agar lebih jelas dan terlihat keefektifan dari pemberian kompres ice. Kata Kunci: Ice Bag, Gagal Ginjal, Hemodialisis, Kompre, Nyerikanulasi
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi Muldiansyah, Faisal; Sahrudi, Sahrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16707

Abstract

ABSTRACT Anxiety is a feeling that arises when someone is in a situation that can threaten their life. Fear and anxiety are emotions felt by patients in health facilities. Anxiety appears vaguely without a clear cause and can make someone feel uncomfortable with the surrounding environment. Anxiety can also be a signal for someone to prepare themselves to face a situation. Anxiety is characterized by feelings of tension, worry and fear, and physiological changes can occur. Emergency care makes patients afraid and anxious in facing treatment. Providing life-saving measures can cause anxiety because it can threaten the integrity of the soul. Anxiety is a form of non-specific reaction that causes discomfort and is life-threatening. The purpose of this study was to identify and determine the factors that influence the level of anxiety of patients in the Emergency Room of the Bekasi Regency Hospital. This research method uses a primary data collection method obtained from a questionnaire measuring instrument for the level of anxiety of patients in the Emergency Room of the Bekasi Regency Hospital using the Zung Self Rating Anxiety Scale (ZSRAS) questionnaire. This study is descriptive non-experimental using a cross-sectional approach, namely research that emphasizes the time of observation research only once at one time. The level of anxiety is divided into 5 levels, namely no anxiety, mild anxiety, moderate anxiety, and severe anxiety. The sample used was patients who visited and were in the Emergency Room of Bekasi Regency Hospital, namely 42 patients. The results of the study using gamma and lambda statistical tests showed that the majority of patients in the Emergency Room of Bekasi Regency Hospital experienced moderate levels of anxiety as many as 23 patients (54.8%). The results of the study found a relationship between age and anxiety levels p value = 0.000 (<0.05), gender p value = 0.000 (<0.05), last education p value = 0.000 (<0.05), type of work p value = 0.000 (<0.05), type of financing p value = 0.001 (<0.05), type of visit p value = 0.000 (<0.05), there was no relationship between religion and anxiety levels p value = 0.852 (>0.05). Conclusion: There is a significant relationship between age, gender, last education, type of work, type of financing, type of visit with anxiety level, there is no relationship between religion and anxiety level and there is a majority of patients in the Emergency Room of Bekasi Regency Hospital experiencing moderate anxiety level. Keywords: Anxiety, Emergency Room  ABSTRAK Cemas merupakan suatu perasaan yang muncul saat seseorang berada dalam keadaan yang dapat mengancam keadaan jiwa. Takut dan cemas sebagai emosi yang dirasakan oleh pasien di sarana kesehatan. Kecemasan muncul secara samar tanpa penyebab yang jelas dan dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman terhadap keadaan lingkungan sekitarnya. Kecemasan juga dapat menjadi sinyal kepada seseorang untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi suatu keadaan. Kecemasan ditandai dengan adannya perasaan tegang, khawatir dan ketakutan, serta dapat terjadi perubahan fisiologis. Perawatan gawat darurat membuat pasien takut dan cemas dalam menghadapi tindakan perawatan. Memberikan tindakan penyelamatan jiwa dapat menyebabkan kecemasan karena dapat mengancam integritas jiwa. Cemas merupakan bentuk reaksi yang tidak spesifik yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengancam jiwa. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruh tingkat kecemasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer yang didapatkan dari alat ukur kuesioner tingkat kecemasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale (ZSRAS) penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian dengan menekankan waktu penelitian observasi hanya satu kali pada satu saat. Tingkat kecemasan dibagi menjadi 5 tingkatan, yaitu tidak ada kecemasan, kecemasan ringan, kecemasan sedang, dan kecemasan berat. Sampel yang digunakan yaitu pasien yang berkunjung dan berada di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi yakni sebanyak 42 pasien. Hasil penelitian menggunakan uji statistik gamma dan lambda menujukan mayoritas pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 23 pasien (54,8%). Hasil penelitian ditemukan ada hubungan antara usia dengan tingkat kecemasan p value=0,000 (<0,05), jenis kelamin p value=0,000 (<0,05), Pendidikan terakhir p value=0,000 (<0,05), jenis pekerjaan p value=0,000 (<0,05), jenis pembiayaan p value=0,001 (<0,05), jenis kunjungan p value=0,000 (<0,05), tidak ada hubungan antara agama dengan tingkat kecemasan p value=0,852 (>0,05). Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, jenis pekerjaan, jenis pembiayaan, jenis kunjugan dengan tingkat kecemasan, tidak terdapat hubungan antara agama dengan tingkat kecemasan dan terdapat mayoritas pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi mengalami tingkat kecemasan sedang. Kata Kunci: Kecemasan, Instalasi Gawat Darurat
Hubungan Pengetahuan, Tingkat Pendidikan, Paritas dan Usia Ibu terhadapn Kunjungan Posyandu Mawar 15 Agustina, Ratih Widi; Novita, Novita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17117

Abstract

ABSTRACT The development of nutritional status in Pandeglang Regency over the past 3 years (2019-2023) shows that over the past four years good nutritional status has tended to increase from 86.63% to 70.30%. While the status of poor nutrition and malnutrition tends to decrease. The coverage of weighing toddlers at the Integrated Health Post (D/S) is an indicator related to the coverage of nutritional services for toddlers and their development, in Pandeglang Regency, the Majasari Health Center has reached a target of above 85% in the coverage of weighing toddlers in monitoring growth and development. To determine the relationship between knowledge, education level, parity and maternal age to visits to the Mawar 15 Integrated Health Post in 2024. Research method using research This study uses a descriptive-analytic research design using a cross-sectional approach, meaning that the subject is only observed once. Measurement of subject variables is carried out during the study. The sample in this study were all mothers who had toddlers at Posyandu Mawar 15. The population was 80 people. There is a relationship between knowledge and visits to Posyandu Mawar 15 with a p-value of 0.002. and Odds Ratio (OR) 5.333, and the relationship between education and visits to Posyandu Mawar 15 with a p-value of 0.038 and Odds Ratio (OR) 1.203 There is a relationship between age and visits to Posyandu Mawar 15 with a p-value of 0.035. And the Odds Ratio (OR) value of 5.795, There is a relationship between parity and visits to Posyandu Mawar 15 with a p-value of 0, and an Odds Ratio (OR) value of 1.096. Based on data analysis and discussion of the results of the research that has been conducted regarding the relationship between knowledge, education, age and parity with visits to Posyandu Mawar 15. Keywords: Visits to Posyandu, Knowledge, Education, Age and Parity  ABSTRAK Perkembangan status gizi di Kabupaten Paandeglang selama 3 tahun terakhir (2019-2023) menunjukan bahwa selamaempat tahun terakhir status gizi baik cenderung mengalami peningkatan dari 86,63% menjadi 70,30%. Sementarapada status gizi buruk dan gizi kurang cenderung menurun. Cakupan penimbangan   Balita di Posyandu (D/S)merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita dan perkembangannya, di Kabupaten Pandeglang Puskesmas Majasari yang telah mencapai target diatas 85% dalam cakupan penimbanganbalita dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, tingkat pendidikan, paritas dan usia ibu terhadapn kunjungan posyandu mawar 15 Tahun 2024. Metode penelitianmenggunakan penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, artinya subjek hanya diamati satu kali. Pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat penelitian. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki balita di posyandu mawar 15. Populasinya yitu sebanyak 80 orang. Terdapat hubungan  pengetahuan dengan kunjungan ke posyandu mawar 15 dengan nilai p-value 0,002.dan Odds Ratio (OR) 5,333 , Dan pada ubungan pendidikan dengan kunjungan ke posyndu mawar 15 dengan nilai p-value 0,038 dan nilai Odds Ratio (OR) 1,203  Terdapat hubungan usia dengan kunjungan ke posyandu mawar 15 dengan nilai p-value 0,035. Dan nilai  Odds Ratio (OR) 5,795 , Terdapat hubungan paritas dengan kunjungan ke posyandu mawar 15 dengan nilai p-value 0,dan nilai  Odds Ratio (OR) 1,096. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai hubungan pengetahuan , pendidikan usia dan paritas dengan kunjungan ke posyandu mawar 15. Kata Kunci: Kunjungan Posyandu, Pengetahuan Pendidikan, Usia dan Paritas 

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue