cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,421 Documents
Analisis Pola Makan Tinggi Purin dengan Kadar Asam Urat pada Lansia di Perum Taman Flamboyan Rt.26 Di Buni Bakti Chalid, Desrideus; Thobbari, Mohammad Wakhid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19718

Abstract

ABSTRACT Gout is one one the most common diseases in Indonesia, one of which is a disease that occurs a lot in the province West Java, which is 32.1 %. Knowing the Analysis of a High Purine Diet with Uric Acid Levels in the Elderly at Perum Taman Flamboyan Indah RT 26 in Buni Bakti. The type of research used is quantitative research and the design used is a corelation wtudy with a retrospective approach, samples are taken by using purposive sampling.The relationship between a diet high in purine and uric acid levels in the elderly a correlation coefficient value of -0.628 shows that the level of strong relationships and negative relationship directions that indicate that changes or deterioration in diet tends to be followed by an increase in uric acid levels, while dietary improvements have the potensial to help keep uric acid levels stable. With a (p-value) of 0.000, which is smaller than 0.01. The result of the study showed that there was a significant relationship between a diet high in purine and an increase in uric acid levels in the elderly. This shows thar diet has an important role in contributing uric acid levels the body of the elderly. Keywords: Diet High in Purines, Uric Acid Levels, The Elderly.  ABSTRAK Penyakit Asam Urat merupakan salah satu penyakit yang terbanyak terjadi di Indonesia, salah satunya penyakit yang banyak terjadi di provinsi  Jawa Barat yaitu sebesar 32,1%. Mengetahui Analisis Pola Makan Tinggi Purin dengan Kadar Asam Urat pada Lansia di Perum Taman Flamboyan Indah RT.26 di Buni Bakti., Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan desain yang di gunakan yaitu corelation study dengan pendekatan retrospektif sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan menggunakan uji spearman rank. Adanya hubungan pola makan tinggi purin dengan kadar asam urat pada lansia dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,628 menunjukan tingkat hubungan kuat dan arah hubungan negatif yang mengindikasikan bahwa perubahan atau perburukan pola makan cenderung diikuti dengan peningkatan kadar asam urat, sementara perbaikan pola makan berpotensi membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil. Dengan (p-value) sebesar 0.000, yang lebih kecil dari 0.01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan tinggi purin dengan peningkatan kadar asam urat pada lansia. Hal ini menunjukkan bahwa pola makan memiliki peran penting dalam реnyumbang kadar asam urat dalam tubuh lansia. Kata Kunci: Pola Makan Tinggi Purin, Kadar Asam Urat, Lansia.
Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Perubahan Kualitas Tidur dan Berat Badan Pada Bayi Lahir Prematur di Klinik Pratama Mitra Subang Jusmawati, Jusmawati; Widiastuti, Dewi Ayu; Selviyana, Linda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19784

Abstract

ABSTRACT The growth and development of premature babies is different from that of full-term babies. The growth and development of premature babies is influenced by various factors including sleep quality and body weight. Massage on the baby will provide stimulation to the body in a sustainable manner, providing a sense of security and comfort to the baby. Babies become relaxed, comfortable, calm, gain weight and sleep well so as to stimulate their growth and development. To analyse the effectiveness of infant massage on changes in sleep quality and weight of premature born babies at Pratama Mitra Subang Clinic. This study used a pre-experimental method with a research design of one group pretes-posttest design involving 60 respondents divided into two groups 30 groups of sleep quality of infants aged 0-6 months and 30 groups of baby weight aged 0-6 months. The research instrument used BISQ questionnaire to measure sleep quality and baby scale (which has been calibrated) for measuring baby weight. Theresults showed that infant massage was effective on changes in sleep quality and changes in body weight of premature infants. The quality of sleep of infants before the majority was sufficient as many as 20 infants (66.7%) after the majority was good as many as 23 infants (76.7%) (p=0.000), while the weight of infants before reat-average 6230 grams and after the average weight of infants 6530 grams (p=0.000). Infant massage is effective in improving the quality of infant sleep and weight gain of infants born prematurely. Keywords: Preterm Infants, Infant Weight Gain, Sleep Quality, Infant Massage.  ABSTRAK Pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur berbeda dengan bayi cukup bulan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi lahir premature dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kualitas tidur dan berat badan. Pijat pada bayi akan memberikan rangsangan pada tubuh secara berkelanjutan, memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Bayi menjadi rileks, nyaman, tenang, berat badan naik dan tidur pulas sehingga mampu menstimulasi tumbuh kembangnya.Untuk menganalisis efektivitas pijat bayi terhadap perubahan kulaitas tidur dan berat badan bayi lahir prematur di Klinik Pratama Mitra Subang. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan desain penelitian one group pretes-posttest design dengan melibatkan 60 responden terbagi dalam dua kelompok 30 kelompok kualitas tidur bayi usia 0-6 bulan dan 30 kelompok berat badan bayi usia 0-6 bulan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner BISQ untuk mengukur kualitas tidur dan timbangan baby scale (yang sudah di kalibrasi) untuk pengukuran berat badan bayi.Hasil menunjukkan bahwa pijat bayi terbukti efektif terhadap perubahan kualitas tidur dan perubahan berat badan bayi prematur. Kualitas tidur bayi sebelum mayoritas cukup sebanyak 20 bayi (66,7%) sesudah mayoritas baik sebanyak 23 bayi (76,7%) (p=0,000), sedangkan berat badan bayi sebelum reat-rata 6230 gram dan sesudah ata-rata berat badan bayi 6530 gram (p=0,000).Pijat bayi efektif  terhadap peningkatan kualitas tidur bayi dan kenaikan berat badan bayi lahir prematur. Kata Kunci: Bayi Prematur, Berat Badan Bayi, Kualitas Tidur, Pijat Bayi
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Tin (Ficus Carica) terhadap Peningkatan Kadar Kolesterol Total & Kadar Trigliserida pada Mencit (Mus Musculus) dengan Diet Tinggi Lemak Muthalib, Iqra Muhamad Zulmadhani Z.; Rachman, Mochammad Erwin; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Safitri, Asrini; Syamsu, Rachmat Faisal
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19930

Abstract

ABSTRACT Fat, especially cholesterol, plays an important role in the human body, including as a base for steroid hormones. However, high cholesterol levels can trigger atherosclerosis and various cardiovascular diseases such as hypertension, heart attack and stroke. Dyslipidemia, as a disorder of lipid metabolism, is a major risk factor for coronary heart disease, which has a high prevalence rate in Indonesia. Based on WHO data, cardiovascular disease causes 17.9 million deaths and is expected to increase to 23.3 million by 2030. Tin leaves (Ficus carica Linn) contain various active compounds such as flavonoids, alkaloids, and tannins that have potential as antioxidants. Studies show that tin leaf water extract has a good IC50 value and is able to reduce total cholesterol levels in mice. To determine the effect of antioxidant compounds contained in tin leaf extract (Ficus carica) on total cholesterol levels in mice (Musmusculus) with a fat diet, and to determine the effect of antioxidant compounds contained in tin leaf extract (Ficus carica) on triglyceride levels in mice (Musmusculus) with a fat diet. The type of research used in this study is true experimental type. There is a decrease in total cholesterol and triglyceride levels in mice (Mus Musculus) with a high-fat diet after being given tin leaf extract. Giving tin leaf extract (Ficus Carica L.) at a dose of 1.3 mg/0.5 ml effectively reduces total cholesterol and triglyceride levels in mice. Tin leaf extract (Ficus carica L.) effectively reduces total cholesterol and triglyceride levels in mice with a high-fat diet, so it has potential as a natural therapy for dyslipidemia. Keywords: Tin Leaf Extract, Total Cholesterol Level, Triglyceride Level, Mice, Fat Diet.  ABSTRAK Lemak, khususnya kolesterol, berperan penting dalam tubuh manusia, termasuk sebagai bahan dasar hormon steroid. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu aterosklerosis dan berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke. Dislipidemia, sebagai gangguan metabolisme lipid, menjadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner, yang memiliki angka prevalensi tinggi di Indonesia. Berdasarkan data WHO, penyakit kardiovaskular menyebabkan 17,9 juta kematian dan diperkirakan meningkat menjadi 23,3 juta pada tahun 2030.Daun tin (Ficus carica Linn) mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan tannin yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Studi menunjukkan bahwa ekstrak air daun tin memiliki nilai IC50 yang baik dan mampu menurunkan kadar kolesterol total pada mencit. untuk mengetahui efek pemberian senyawa antioksidan yang terkandung dalam ekstrak daun tin (Ficus carica) terhadap kadar kolesterol total pada mencit (Musmusculus) dengan diet lemak, serta untuk mengetahui  efek pemberian senyawa antioksidan yang  tekandung dalam ekstrak daun tin (Ficus carica) terhadap kadar trigliserida pada mencit (Musmusculus) dengan diet lemak. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental murni (true experimental). Adanya penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida pada mencit (Mus Musculus) dengan diet tinggi lemak setelah diberi ekstrak daun tin. Pemberian ekstrak daun tin (Ficus Carica L.) dengan dosis 1,3 mg/0,5 ml efektif menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida pada mencit. Ekstrak daun tin (Ficus carica L.) efektif menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida pada mencit dengan diet tinggi lemak, sehingga berpotensi sebagai terapi alami dislipidemia. Kata Kunci: Ekstrak Daun Tin, Kadar Kolesterol Total, Kadar Trigliserida, Mencit, Diet Lemak.
Hubungan Lama Terapi Hemodialisis dengan Kualitas Hidup pada Pasien GGK di RS Mekar Sari Kota Bekasi Futriani, Elfira Sri; Jailani, Hafiz
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19765

Abstract

ABSTRACT Chronic renal failure (CKD) is a pathophysiological condition caused by various factors, resulting in decreased kidney function. In 2013, it was recorded that 2 out of 1000 people or 499,800 people in Indonesia experienced CKD. In sufferers of chronic kidney failure, the body is weakened and dependent on dialysis machines. The quality of life of patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis is poor, the analysis shows that the factors that influence the quality of life of patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. To determine the relationship Length of Hemodialysis Therapy and Quality of Life in CKD Patients at Mekar Sari Hospital, Bekasi City in 2025. This research uses a quantitative research approach with a correlational design which aims to understand the relationship between variables. Cross-sectional method. Results: Chi-Square test results show a significance (p) value of 0.038 (p < 0.05), which means there is a significant relationship between the duration of hemodialysis and the patient's quality of life. There is a relationship between the duration of hemodialysis therapy and the quality of life in CKD patients at Mekar Sari Hospital, Bekasi City in 2025. It is hoped that the results of this research will provide understanding for families so that they can increase family support and quality of life so that patients do not feel bored with their families who suffer from hemodialysis therapy. Keywords: Chronic Kidney Failure, Hemodialysis Therapy, Quality of Life.   ABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi patofisiologi yang disebabkan oleh berbagai faktor, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Pada tahun 2013, tercatat 2 dari 1000 orang atau sebanyak 499.800 orang di Indonesia mengalami CKD.Pada penderita gagal ginjal kronik kondisi tubuh yang melemah dan ke tergantungan pada mesin-mesin dialysis. Kualitas hidup pasien  penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis buruk, dari analisis menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Untuk mengetahui Hubungan Lama Terapi Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien GGK DI RS Mekar Sari Kota Bekasi Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional yang bertujuan untuk memahami hubungan antara variabel. Metode cross-sectional. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi (p) value sebesar 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara lama hemodialisis dan kualitas hidup pasien. Terdapat Hubungan Lama Terapi Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien GGK DI RS Mekar Sari Kota Bekasi Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini memberikan pemahaman bagi keluarga sehingga dapat meningkatkan dukungan keluarga serta kualitas hidup agar pasien tidak merasa bosan terhadap keluarga yang menderita terapi hemodialisis.  Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Terapi Hemodialisis, Kualitas Hidup
Peran Deteksi Dini Hipoksia Janin dalam Mencegah Komplikasi Kehamilan: Tinjauan Sistematis Husna, Asmaul; Widyawati, Melyana Nurul; Kurnianingsih, Kurnianingsih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19947

Abstract

ABSTRACT Fetal hypoxia is a complication or problem that occurs during pregnancy that can disrupt and endanger the health of both the mother and the fetus. During pregnancy, pregnant women try to avoid the emergence of pregnancy problems. Therefore, pregnant women must be vigilant about certain factors that can increase the likelihood of pregnancy complications that endanger the health of the mother, the fetus, or both. Insufficient oxygen supply during pregnancy can result in fetal hypoxia, a condition that can lead to serious problems such as intrauterine growth restriction (IUGR), premature birth, poor metabolism, and neurological development disorders. Early detection of prenatal hypoxia is crucial to prevent long-term impacts on neonatal health. The aim of this research is to detect fetal hypoxia early in pregnant women to prevent complications during pregnancy. Using a literature review methodology, this research analyzes national and international journals published in the past 10 years. The findings show that fetal hypoxia is a factor in neonatal morbidity and mortality. Some of the impacts of fetal hypoxia include the occurrence of prematurity, neonatal asphyxia, intrauterine fetal death (IUFD), and IUGR. Maternal anemia, preeclampsia, placental issues, and umbilical cord anomalies are also among the many causes.Continuous hypoxia can disrupt the development of the brain, heart, and metabolism of the embryo, thereby increasing the likelihood of birth defects and cardiovascular diseases later in life. To avoid this problem, early detection is very important. Keywords: Fetal Hypoxia, Complications, Early Detection, Pregnancy  ABSTRAK Hipoksia janin merupakan komplikasi atau permasalahan yang terjadi dalam masa kehamilan yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Selama kehamilan, ibu hamil berusaha menghindari munculnya masalah kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil harus mewaspadai faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi kehamilan yang membahayakan kesehatan ibu, janin, atau keduanya. Pasokan oksigen yang tidak mencukupi selama kehamilan dapat mengakibatkan hipoksia janin, suatu kondisi yang dapat menyebabkan masalah serius seperti hambatan pertumbuhan intrauterin (IUGR), kelahiran prematur, metabolisme yang buruk, dan gangguan perkembangan saraf. Deteksi dini hipoksia prenatal sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan neonatal. Tujuan penelitian ini sebagai upaya deteksi dini hipoksia janin pada ibu hamil untuk mencegah komplikasi selama kehamilan. Menggunakan metodologi tinjauan pustaka, penelitian ini menganalisis jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa, hipoksia janin merupakan faktor morbiditas dan moralitas neonatal. Beberapa dampak dari hipoksia janin yaitu terjadinya Prematuritas, asfiksia neonatal, kematian janin intrauterin (IUFD), dan IUGRtermaksud juga Anemia ibu, preeklamsia, masalah plasenta, dan anomali tali pusat merupakan beberapa di antara banyak penyebabnya. Temuan menunjukkan bahwa, hipoksia janin merupakan faktor morbiditas dan moralitas neonatal. Beberapa dampak dari hipoksia janin yaitu terjadinya Prematuritas, asfiksia neonatal, kematian janin intrauterin (IUFD), dan IUGRtermaksud juga Anemia ibu, preeklamsia, masalah plasenta, dan anomali tali pusat merupakan beberapa di antara banyak penyebabnya Kata Kunci: Hipoksia Janin, Komplikasi, Deteksi Dini, Kehamilan
Efektivitas Video Edukasi Premenstrual Syndrom terhadap Pengetahuan, Perilaku dan Tingkat Kecemasan pada Remaja Putri Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.17926

Abstract

ABSTRACT Premenstrual syndrome (PMS) is a symptoms of physical and mental disorders, which usually appear from one week to several days before menstruation comes, and disappear after menstruation comes, although sometimes it lasts until menstruation stops. PMS which occurs in teenagers can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in teenagers can affect their performance at school. The incidence of PMS affects activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends, it is also possible that there will be a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism and attendance. The purpose this research was to determine the effectiveness of premenstrual syndrome educational videos on the knowledge, behavior and stress levels of teenager at Senior high School 1 Dawan Klungkung. This research are pre-experimental design with  one-group pretest-post-test desaign. This research location was at Senior high School 1  DawanKlungkung. Analysis data was used univariate analysis, bivariate analysis with Wilcoxon test. The results of this study show that educational videos are effective in increasing knowledge and behavior as well as reducing the anxiety level of teenager with premenstrual syndrome with a p value of 0.0001. Educational videos are effective to increasing knowledge and behavior as well as reducing the anxiety level of teenager with premenstrual syndrome  Keywords: Educational Video, Knowledge, Behavior and Anxiety Level  ABSTRAK Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalammelakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas video edukasi premenstrual syndrom dengan pengetahuan, perilaku dan tingkat stress remaja putri di SMAN 1 Dawan Klungkung. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain pre eksperimental dengan pendekatan one- group pretest-post-test. Tempat penelitian yaitu di SMA 1 Dawan Klungkung. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video edukasi efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku serta penurunan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome dengan p value 0,0001. Video edukasi efektif dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku serta penurunan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome Kata Kunci: Video Edukasi, Pengetahuan, Perilaku dan Tingkat Kecemasan
Pengaruh Penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Ruam Popok Pada Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD Karawang Risdiana, Rani; Yulianti, Wiwin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19773

Abstract

ABSTRACT Diaper rash or diaper irritant dermatitis is a general term to describe acute inflammation of the area affected by diapers. WHO (World Health Organization) stated that the incidence of diaper rash in babies is 25% of the 6,840,507,000 babies born throughout the world in 2019. Management of diaper rash in neonates can be done non-pharmacologically, one of which is by using natural ingredients by administering VCO (Virgin Coconut Oil) or pure coconut oil. VCO contains natural moisturizers and medium chain saturated fatty acids so it easily penetrates the deep layers of the skin and keeps the skin soft and supple without negative side effects so it is safe to use for the skin of babies or neonates. VCO given or applied to the surface of the perianal skin will kill the bacteria or microorganisms that cause rashes so that the symptoms of diaper rash gradually improve. The results of a preliminary study conducted on 15 neonates being treated in the Perinatology room at Karawang Hospital, 11 of them experienced diaper rash with varying levels of severity. To determine the effect of using virgin coconut oil (VCO) on diaper rash in neonates in the Perinatology room at Karawang Hospital. The type of research used is quantitative research and the design used is Pre Experimental with one group pretest and post test design techniques. The sample size was calculated using statistical methods using the Slovin formula. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Wilcoxon test.  there is an effect of using virgin coconut oil (VCO) on the degree of diaper rash with a p value of 0.003 < α 0.05 with a value of Zhitung = --3.488b < Ztabel (0.05). The effect of using virgin coconut oil (VCO) on diaper rash in neonates in the Perinatology room at Karawang Hospital. It is known that there is a significant difference in the reduction in the degree of diaper rash in measurements before and after intervention. Keywords: Diaper Rash, VCO, Virgin Coconut Oil, Neonates.  ABSTRAK Ruam popok atau dermatitis iritan karena popok adalah istilah umum untuk menggambarkan inflamasi akut pada area yang terkena popok. WHO (World Health Organization) disebutkan bahwa angka kejadian diaper rash atau ruam popok pada bayi adalah 25% dari 6.840.507.000 bayi yang lahir diseluruh dunia pada tahun 2019. Penatalaksanaan ruam popok pada neonatus dapat dilakukan secara non farmakologi salahsatunya dengan memanfaatkan bahan alami dengan pemberian VCO (Virgin Coconut Oil) atau minyak kelapa murni. VCO mengandung pelembab alami dan asam lemak jenuh rantai sedang sehingga mudah menembus lapisan dalam kulit dan menjaga kulit tetap lembut dan kenyal tanpa efek samping negatif sehingga aman digunakan untuk kulit bayi atau neonatus. VCO yang diberikan atau dioleskan di permukaan kulit perianal akan membunuh bakteri atau mikroorganisme penyebab ruam sehingga gejala ruam popok berangsur membaik. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 15 neonatus yang sedang di rawat di ruang Perinatologi RSUD Karawang, 11 diantaranya mengalami ruam popok dengan tingkat keparahan yang berbeda – beda. Mengetahui pengaruh penggunaan virgin coconut oil (VCO) terhadap ruam popok pada Neonatus di ruang Perinatologi RSUD Karawang. jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan yaitu Pre Eksperimental dengan teknik one group pretest and post test design. Penghitungan jumlah sampel dilakukan dengan metode statistik menggunakan formula slovin. Analisa data menggunakan analisa  univariat dan analisa bivariat dengan uji wilcoxon.  Adanya pengaruh penggunaan virgin coconut oil (VCO) terhadap derajat ruam popok dengan p value 0,003 < α 0,05 dengan nilai Zhitung = --3,488b < Ztabel (0,05). Adanya pengaruh penggunaan virgin coconut oil (VCO) terhadap ruam popok pada neonatus di ruang Perinatologi RSUD Karawang. Diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dalam penurunan derajat ruam popok pada pengukuran sebelum dan sesudah intervensi.  Kata Kunci: Ruam Popok, VCO, Virgin Coconut Oil, Neonatus
Faktor – Faktor Penyebab Anemia yang Terjadi Pada Remaja Putri di SMK Jakarta Timur 2 Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung Nurmaliyati, Nurni; Istiqomah, Istiqomah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19900

Abstract

ABSTRACT The prevalence of anemia in the world ranges from 40 - 88%. The prevalence of iron deficiency anemia in adolescent girls in Indonesia is 22.7%. (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2021). Meanwhile, data on the achievement of anemia in adolescent girls from the DKI Jakarta Provincial Health Office in 2023 was 48.30%. Then in the same year in the Cakung Health Center area, it was 56.75%, where one of the areas with a fairly high anemia rate was the Cakung Timur Village area of 54.01%.this study aims to determine the Factors Causing Anemia That Occurs in Adolescent Girls at SMK Jakarta Timur 2, Cakung Timur Village, Cakung District. This study is a type of quantitative research using a cross-sectional approach. The population in this study were 190 grade 10 female students of SMK Jakarta Timur 2, Cakung Timur Village, Cakung District, with a sample of 64 female students using random sampling. The data types are primary and secondary data. Data analysis uses univariate and bivariate analysis using chi square correlation. Based on the chi-square test, it was found that there was no significant relationship between parental education (p = 0.272), knowledge (p = 0.200), menstrual status (p = 0.066), menstrual cycle (p = 0.157), duration of menstruation (p = 0.463), menstrual volume (p = 0.117), consumption of Fe tablets (p = 0.536), number of Fe tablets consumed (p = 0.568) on the incidence of anemia in adolescent girls, it was found that there was a significant relationship between the status of iron tablet consumption on the incidence of anemia in adolescent girls (p = 0.047) with an OR value of 4.063 (0.966-17.091. The research that has been conducted at SMK Jakarta Timur 2, Cakung Timur Village, Cakung District, obtained that 45% of adolescent girls suffer from anemia. Factors such as parental occupation, level of knowledge and menstruation according to the adolescent girls who were respondents were not factors that caused anemia in adolescent girls. Keywords: Factors, Anemia, Adolescent Girls.  ABSTRAK Prevalensi anemia di dunia berkisar antara 40 – 88%. Prevalensi anemia gizi besi pada remaja putri di Indonesia sebesar 22,7%. (Kemenkes RI, 2021). Sementara data capaian anemia remaja putri dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2023 sebesar 48.30%. Lalu pada tahun yang sama di wilayah Puskesmas Cakung, sebesar 56,75%, dimana salah satu wilayah dengan angka anemia yang cukup tinggi adalah wilayah Kelurahan Cakung Timur sebesar 54,01%. Penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui Faktor - Faktor  Penyebab Anemia Yang Terjadi Pada Remaja Putri Di SMK Jakarta Timur 2 Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas 10 SMK Jakarta Timur 2 Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung sebanyak 190, sampel sebanyak 64 orang siswi dengan random sampling. Jenis data adalah data primer dan sekunder Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan korelasi chi square.  Berdasarkan uji chi-square, didapatkan hasil tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan orang tua (p=0,272), pengetahuan (p=0,200), status menstruasi (p=0,066), siklus menstruasi (p=0,157), lama menstruasi (p=0,463), volume menstruasi (p=0,117), konsumsi tablet Fe (p=0,536), jumlah konsumsi tablet Fe (p=0,568) terhadap kejadian anemia remaja putri, didapatkan hasil ada hubungan bermakna antara status konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia remaja putri (p=0,047) dengan nilai OR 4.063 (0.966-17.091. Penelitian yang telah dilakukan di SMK Jakarta Timur 2 Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung diperoleh sebanyak 45% remaja putri menderita anemia. Faktor-faktor seperti pekerjaan orang tua, tingkat pengetahuan dan menstruasi menurut para remaja putri yang dilakukan sebagai responden bukanlah faktor yang menyebabkan kejadian anemia pada remaja putri.  Kata Kunci: Faktor – Faktor, Anemia, Remaja Putri.
Peran Perawat dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Program PAP Smear pada Wus di Poli Kebidanan RSUD Karawang Dewi, Nunik Kurnia; Hardiati, Iis Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19750

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is one of the number one causes of death caused by cancer in women in developing countries. Cervical cancer cases in Indonesia increased to 36,633 (17.2%) with 234,511 deaths. Cervical cancer cases can actually be prevented in several ways, one of which is early detection with the pap smear method and also supported by nurse support when undergoing a screening procedure with the pap smear method. The support of nurses as health workers is also an important role in increasing women's interest or willingness to carry out early detection examinations with the pap smear method. To analyze the role of nurses in women of childbearing age in decision-making for early detection of cervical cancer by the pap smear method. This research was conducted with a quantitative approach, with a cross sectional research design. Sampling was taken by Simple Random Sampling of 24 people. The quantitative approach analysis was carried out using frequency distribution for univariate analysis and T-test test for bivariate analysis. The relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in carrying out pap smears is seen from the results of the T-test test of 0.467 with a p-value of 0.000 which means that there is a significant relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in early detection with the pap smear method.From the results of the study, it is known that there is a significant influence between the role of nurses or health worker support in the decision-making of women of childbearing age in early detection of cervical cancer using the pap smear method. The majority of women of childbearing age have a supportive attitude towards the implementation of pap smear as much as 83.3%, full support from health workers, especially nurses as much as 100%, and the implementation of pap smear for women of childbearing age as much as 58.3%. Keywords: Cervical cancer, Pap Smear, Nurse Support  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu yang disebabkan oleh kanker pada wanita di negara berkembang. Kasus kanker serviks di Indonesia meningkat berjumlah 36,633 (17,2%) dengan kematian sejumlah 234.511. Kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara salah satunya dengan deteksi dini dengan metode pap smear dan juga ditunjang dengan dukungan perawat saat menjalani prosedur skrining dengan metode pap smear. Dukungan perawat sebagai tenaga kesehatan juga merupakan suatu peran penting dalam meningkatkan minat atau kemauan wanita untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini dengan metode pap smear.Untuk menganalisis peran perawat pada wanita usia subur dalam pengambilan keputusan deteksi dini kanker serviks dengan metode pap smear. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel diambil secara Simple Random Sampling sebanyak 24 orang. Analisis pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk analisis univariat dan uji T-test untuk analisa bivariat. Adanya hubungan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melaksanakan pap smear dilihat dari hasil uji T-test sebesar 0,467 dengan p-value 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan pada wanita usia subur dalam deteksi dini dengan metode pap smear. Dari hasil penelitian diketahui adanya pengaruh yang signifikan antara peran perawat atau dukungan tenaga kesehatan pada pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunaan metode pap smear. Mayoritas wanita usia subur memiliki sikap yang mendukung pada pelaksanaan pap smear sebanyak 83,3%, dukungan penuh dari tenaga Kesehatan khususunya perawat sebanyak 100%,  dan pelaksanaan pap smear pada wanita usia subur sebanyak 58,3%. Kata Kunci: Kanker serviks, Dukungan Perawat, Pap Smear 
Pengaruh Pemberian Antipsikotik Atipikal terhadap Perubahan Berat Badan pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Oktaviani, Mentari Dwi; Syamsu, Rachmat Faisal; Amaliyah B, Ilma Khaerina; Bamahry, Aryanti R.; Jaya, Muhammad Alim
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19863

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a chronic mental disorder that affects the quality of life of sufferers. One of the common side effects of atypical antipsychotic therapy is weight gain, which can affect patient compliance with treatment and increase the risk of metabolic syndrome. This study aims to analyze the effect of atypical antipsychotic administration on weight changes in schizophrenia patients at the Dadi Regional Special Hospital, South Sulawesi Province. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sample consisted of schizophrenia patients who underwent outpatient and inpatient care at the hospital during the study period. Weight measurements were taken before treatment, one month, and two months after atypical antipsychotic therapy began. Data analysis was performed using normality tests, homogeneity tests, and inferential statistical tests. The results showed that there was a significant increase in weight after one and two months of treatment. The average weight of patients increased from 66.33 kg before treatment to 67.93 kg after one month, and 74.63 kg after two months. Statistical tests showed significant differences in weight changes at various measurement periods. Administration of atypical antipsychotics has a significant effect on weight gain in schizophrenia patients. Therefore, regular weight monitoring and implementation of weight management strategies are important to reduce the risk of metabolic side effects and improve the quality of life of patients. Keywords: Schizophrenia, Atypical Antipsychotics, Weight, Metabolic Side Effects, Therapy Management.  ABSTRAK Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Salah satu efek samping yang umum dari terapi antipsikotik atipikal adalah peningkatan berat badan, yang dapat berdampak pada kepatuhan pasien terhadap pengobatan serta meningkatkan risiko sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian antipsikotik atipikal terhadap perubahan berat badan pasien skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari pasien skizofrenia yang menjalani rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit tersebut selama periode penelitian. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum pengobatan, satu bulan, dan dua bulan setelah terapi antipsikotik atipikal dimulai. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan berat badan yang signifikan setelah satu dan dua bulan pengobatan. Rata-rata berat badan pasien meningkat dari 66,33 kg sebelum pengobatan menjadi 67,93 kg setelah satu bulan, dan 74,63 kg setelah dua bulan. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna dalam perubahan berat badan pada berbagai periode pengukuran. Pemberian antipsikotik atipikal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan pasien skizofrenia. Oleh karena itu, pemantauan berat badan secara berkala serta penerapan strategi manajemen berat badan menjadi penting untuk mengurangi risiko efek samping metabolik dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Skizofrenia, Antipsikotik Atipikal, Berat Badan, Efek Samping Metabolik, Manajemen Terapi.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue