cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,609 Documents
Faktor Pendorong dan Penghambat Pemilihan Terapi Hemodialisa bagi Penderita Gagal Ginjal Kronik di Kota Bekasi Salsabila, Annida; Husain, Fadly
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15531

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney failure is a condition in which the kidney organs are no longer able to perform their functions to filter the remaining metabolism in the body that should be excreted through the urine. Hemodialysis is one of the medical measures that can help a person suffering from chronic kidney failure to deal with the problem using dialysis tools. The study aims to understand the drivers and inhibitors that are considered in the selection of informants to undergo hemodialysis in Bekasi City, reviewed from the experience of the informants regarding hemodializes at the hospital. This research uses qualitative methods with a descriptive phenomenological approach. This research uses qualitative methods with a descriptive phenomenological approach. The research conducted observations and interviews with informants to explore the experiences that directed informants into choosing hemodialysis therapies and their judgment of these choices in the light of their different life situations. Based on data analysis, there are research results showing that the driving factor of selection hemodialysis lies in their freedom to choose according comfort and safety to their body up to the inhibitory factor of hemodialyze lies on their body resistance during undergoing hemodializes. As for other factors such as funding, the primary role of the family, the relationship obtained from consultation with health professionals, and the relationship with a friend of the same tribe. Therefore, this article analyzes critically the selection of hemodialysis and reconsideres its sustainability and cost in view of the daily experiences of informants living with this technology. Keywords: Chronic Renal Failure, Health, Hemodialysis  ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan suatu kondisi dimana organ ginjal sudah tidak mampu melakukan fungsinya untuk menyaring sisa metabolisme dalam tubuh yang seharusnya dikeluarkan melalui urin. Hemodialisa merupakan salah satu tindakan medis yang dapat membantu seseorang yang menderita gagal ginjal kronik untuk menangani permasalahan tersebut menggunakan alat dialisis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor pendorong dan penghambat yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan informan untuk menjalani hemodialisa di Kota Bekasi yang ditinjau dari pengalaman para informan mengenai hemodialisa dirumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Penelitian ini melakukan observasi dan wawancara kepada informan untuk mengeksplorasi pengalaman yang mengarahkan informan untuk memilih terapi hemodialisa dan penilaiannya terhadap pilihan ini mengingat berbagai situasi kehidupan para informan. Berdasarkan analisa data, terdapat hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong pemilihan hemodialisa terletak pada kebebasan informan untuk memilih sesuai kenyamanan dan keamanan terhadap tubuhnya dan faktor penghambat yang terletak pada ketahanan tubuh mereka saat menjalani hemodialisa. Adapun faktor lainnya seperti pembiayaan, peran utama keluarga, hubungan yang diperoleh dari konsultasi dengan professional kesehatan, dan hubungan dengan teman satu bangsal. Oleh karena itu, artikel ini menganalisis secara kritis mengenai pemilihan hemodialisa dan mempertimbangkan kembali keberlanjutan dan biayanya mengingat pengalaman sehari-hari dari informan yang hidup dengan teknologi ini. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis, Kesehatan, Hemodialisa
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pendokumentasian Early Warning Score System (EWSS) di RSUD dr. JUSUF SK Armanto, Armanto; Lesmana, Hendy; Ose, Maria Imaculata; Pujianto, Ahmat; Tukan, Ramdya Akbar; Hasriana, Hasriana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14762

Abstract

ABSTRACT One of the strategies used to mortality in patients was to implement early warning score system (EWSS). EWSS is a scoring system for evaluating vital signs to detect changes or worsening in patients before emergencies occur. The purpose of the research was to determine the factors related to nurse compliance in documenting the early warning score system at RSUD dr. H. Jusuf SK. This research used a non-experimental method with an analytical obervasional design and employed cross sectional approach. The research is by means of probalility and the method used is random sampling. The population of the research were all nurses in-patient rooms, with a sample of 103 respondents. The results showed that nurses’ knowledge about EWSS was poor (66%), nurses’ attitude about EWSS was negative (88.3%), and nurses motivation about EWSS was low (86,4%). The results of the chi-square test showed that there was no significant relationship between nurses’ knowledge and compliance with EWSS documentation with a ρ value of 0.062, there was a relationship between attitude and nurses’ compliance in documenting EWSS showing that the ρ value was 0.015, and there was a relationship between motivation and nurses’ compliance in documenting EWSS showing a ρ value af 0.008. Training and socialization of EWSS filling needs tobe improved in order to rapidly detect changes or worsening in patients and to increase the quality of services at hospitals. Keywords: Compliance, Documentation, Early Warning Score System, EWSS  ABSTRAK  Salah satu strategi yang digunakan untuk menurunkan angka kematian pada pasien adalah dengan menerapkan early warning score system (EWSS). EWSS adalah sistem skoring untuk mengevaluasi tanda-tanda vital untuk mendeteksi perubahan atau perburukan pada pasien sebelum terjadi kegawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pendokumentasian early warning score system di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimen dengan desain obervasional analatik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini adalah dengan cara probability dan metode yang digunakan adalah random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat ruang rawat inap, dengan jumlah sampel 103 responden. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan perawat mengenai EWSS kurang (66%), sikap perawat mengenai EWSS negatif (88,3%), dan motivasi perawat mengenai EWSS rendah (86,4%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan pendokumentasian EWSS dengan p value sebesar 0,062, ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan perawat dalam mendokumentasikan EWSS menunjukkan bahwa ρ value sebesar 0,015, dan ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan perawat dalam pendokumentasian EWSS menujukkan hasil ρ value sebesar 0,008. Pelatihan dan sosialisasi pengisian EWSS perlu ditingkatkan lagi agar dapat mendeteksi dengan cepat perubahan atau perburukan pada pasien dan untuk meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit. Kata Kunci: Early Warning Score System, EWSS, Kepatuhan, Pendokumentasian 
Clinical Manifestations of the Gastrointestinal System in Patients with SARS-CoV-2 Infection Kharizmatika, Kharizmatika; Sukmana, Judya; Indrawati, Roostantia; Sulistio, Christian Bambang
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15845

Abstract

ABSTRACT SARS-CoV-2 infection was declared as a pandemic by the WHO since March 11, 2020, with confirmed cases increasing every year. SARS-CoV-2 is one of the varian of coronavirus that has a higher transmission rate, where it is transmitted through infected droplets. SARS-CoV-2 can manifest in the digestive tract. This descriptive study uses a literature study method. Diarrhea was a common symptom of gastrointestinal manifestations in COVID-19 patients. Apart from diarrhea, other symptoms are anorexia, nausea, vomiting and abdominal pain. Gender prevalence varies. The average age of patients exposed to COVID-19 was over 50 years with hypertension as the most common comorbidity. SARS-CoV-2 are associated with Gastrointestinal manifestations which binds to ACE2 on gastrointestinal epithelial cells. SARS-CoV-2 infection causes an imbalance in the gut microbiota that can trigger secondary infections and multiple organ disorders and affect the severity of COVID-19. Keywords: COVID-19, Gastrointestinal Symptoms, ACE2, Gut Microbiota, Gut-Lung Axis
Analisa Cemaran Bakteri Staphylococcus Aureus pada Soto Banjar yang Dijual Dibeberapa Tempat di Kota Bandung Sukmayadi, Asep Edi; Faradiba, Faradiba
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.14802

Abstract

ABSTRACT Soto Banjar, an Indonesian culinary delight, is a traditional dish from South Kalimantan, predominantly served by the Banjar ethnic group. It is typically enjoyed with ketupat or rice and comprises various ingredients such as rice vermicelli, boiled eggs, free-range chicken, garnished with fried shallots, and accompanied by potato cakes, making it a complete and enticing dish to savor. Knowing the level of contamination of Staphylococcus aureus bacteria in Soto Banjar sold in several places in Bandung City, as well as assessing whether the food meets microbiological consumption standards according to the regulations of the Indonesian National Agency of Drug and Food Control Number HK.00.06.1.52.4011 of 2009. A quantitative descriptive approach was employed, conducted in June 2022. Two samples of Soto Banjar were taken for this study. The methodology involved bacterial isolation, gram staining, the use of selective media, and total plate count testing. It was found that in the tested Soto Banjar, Staphylococcus aureus bacteria were present based on total plate count testing, with sample A yielding 11 x 102 colonies/g and sample B yielding 20.5 x 102 colonies/g. Both sample A and sample B did not meet microbiological requirements according to the regulations of the Indonesian National Agency of Drug and Food Control Number HK.00.06.1.52.4011 of 2009. Keywords: Contamination, Staphylococcus Aureus Bacteria, Soto Banjar  ABSTRAK Soto Banjar, sebuah kuliner Indonesia, adalah makanan tradisional dari Kalimantan Selatan, terutama disajikan oleh etnis Banjar (Umbi-umbian 2021). Makanan ini disantap dengan ketupat atau nasi dan berisi berbagai bahan seperti bihun, telur rebus, ayam kampung, taburan bawang goreng, serta perkedel, menjadikannya sebuah sajian lengkap yang menarik untuk dinikmati (Muin 2020). Mengetahui tingkat cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada Soto Banjar yang dijual di beberapa tempat di Kota Bandung, serta menilai apakah makanan tersebut memenuhi standar konsumsi secara mikrobiologis sesuai dengan peraturan Badan POM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009. Pendekatan kuantitatif deskriptif dan dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Dua sampel Soto Banjar diambil untuk penelitian ini. Pendekatan metodologi meliputi isolasi bakteri, pengecatan gram, penggunaan media selektif, dan pengujian angka lempeng total. Menunjukkan bahwa dalam Soto Banjar yang diuji, terdapat keberadaan bakteri Staphylococcus aureus berdasarkan pengujian angka lempeng total, dengan sampel A menghasilkan 11 x 102 koloni/g dan sampel B menghasilkan 20,5 x 102 koloni/g. Sampel A maupun sampel B tidak memenuhi persyaratan secara mikrobiologis sesuai dengan aturan Badan POM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009. Kata Kunci: Cemaran, Bakteri Staphylococcus Aureus, Soto Banjar
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr M Yunus Bengkulu Wijaya, Andri Kusuma; Andari, Fatsiwi Nunik; Wati, Nopia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14992

Abstract

ABSTRACT Chronic renal failure is a condition where there is a progressive, irreversible problem with kidney function, characterized by a decrease in the body's ability to fail to maintain a balance between fluids and electrolytes, which results in the emergence of uremia. This condition also causes the kidneys to lose physiological performance in concentrating or diluting urine through normal procedures. This condition occurs where there is retention of fluid and sodium which results in an increased risk of edema, congestive heart failure or hypertension, the appearance of anemia, this is caused by the production of erythropoietin. work optimally, the lifespan of red blood cells becomes shorter, nutritional deficiencies, and a tendency to bleed due to the patient's uremic status. One intervention that can be given to help chronic kidney failure patients live their lives is hemodialisa therapy. Continuous hemodialisa therapy causes physical and physiological health problems for patients, one of which is a decrease in the patient's sleep quality. One intervention that can be given to improve the sleep quality of chronic kidney failure patients undergoing hemodialisa therapy is by carrying out progressive muscle relaxation. The aim of this research is to determine the distribution of respondents' characteristics based on gender and to determine the effect of progressive muscle relaxation on the sleep quality of chronic kidney failure patients at RSUD Dr M Yunus Bengkulu. This research was carried out as a quantitative type of research using a quasi-experiment method with a pre- and post-test design carried out on a group (One group pre-post design). The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents were male with a total of 10 respondents (66.7%) while there were 5 respondents with female gender (33.3%). Meanwhile, the results of bivariate analysis from this research using statistical tests in the form of the dependent t test obtained a p value = 0.00 < 0.05. The conclusion of this study is that there is an influence of progressive muscle relaxation on the sleep quality of chronic kidney failure patients at RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Keywords: Sleep Quality, Progressive Relaxation, Chronic Kidney Disease  ABSTRAK Gagal ginjal kronik ialah kondisi dimana adanya masalah pada fungsi ginjal yang bersifat progresif, irreversible ditandai dengan penurunan pada kemampuan tubuh yang gagal dalam mempertahankan keseimbangan antara cairan, elektrolit dimana berakibat pada munculnya keadaan uremia. Keadaan ini juga menyebabkan fisiologis ginjal kehilangan kinerja dalam  mengkonsentrasikan atau mengencerkan urin melalui tata cara normal, kondisi ini terjadi dimana adanya penahanan cairan dan natrium yang berakibat pada peningkatan resiko munculnya edema, gagal jantung kongestif maupun hipertensi, munculnya anemia, hal ini disebabkan oleh produksi eritropoetin bekerja secara maksimal, usia dari sel darah merah menjadi lebih pendek, defisiensi nutrisi, dan kecenderungan munculnya perdarahan akibat dari status uremik pasien. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk membantu kehidupan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani kehidupanya ialah pemberian terapi hemodialisa. Terapi hemodialisa yang dilakukan secara terus menerus menyebabkan permasalahan kesehatan fisik dan fisiologis bagi pasien salah satunya penurunan kualitas tidur pasien. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa ialah dengan melakukan relaksasi otot progresif. Adapun tujuan  dari penelitian ini diketahui distribusi karateristik responden berdasarkan jenis kelamin serta diketahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan  jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasy experiment  dengan desain pre dan post tes yang dilakukan pada suatu kelompok (One group pre-post design).  Hasil dari analisis univariat diketahui sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 10 responden (66,7%) sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 5 responden (33,3%).  Sementara hasil analsis  bivariat dari penelitian ini dengan menggunakan uji statistik berupa uji t dependent  diperoleh nilai p value = 0,00 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini ialah ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Relakasi Progresif, Gagal Ginjal Kronik
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Orang tua dengan Penggunaan Baby Walker Pada Bayi Usia 8-12 Bulan di Klinik Khadijah Suliasni, Natasya Putri; Hulu, Nente Sugianti; Sitepu, Nika Ayu Adelia Br; Siregar, Debi Novita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15179

Abstract

ABSTRACT Every family wants to give birth to healthy, intelligent children who will become the next generation who will be useful for their parents, nation and state. One effort to achieve this is by providing children with proper care which will help children achieve their optimal abilities, so parents must provide appropriate stimulation for their children so that the development of language, motor skills, socialization and independence of toddlers is appropriate to their age. Baby walkers are known as tools to help toddlers walk which are designed to be safe and independent. The knowledge and attitudes of working parents also influence children’s development, both having a positive and negative impact on the use of baby walkers for babies aged 8-12 months. Todetermine the relationship between parental knowledge and attitudes and the use of Baby Walkers in babies aged 8-12 months at the Khadijah Clinic in 2023. This research uses analytical observational research using correlation study research methods which aims to determine the relationship between people'sknowledge and attitudes. old age on walking ability in children aged 8-12 months.In this design a cross sectional approach is used. Data collection used questionnaires and interviews. The results of the chi-square test obtained ap value = 0.000 < 0.05, this shows that there is a relationship between parental knowledge and attitudes and the use of Baby Walkers in babies aged 8-12 months at the Khadijah Clinic in 2023.  Keywords: Knowledge, Attitude, Parent, Baby Walker, Baby   ABSTRAK Setiap keluarga pasti ingin melahirkan anak yang sehat, cerdas dan menjadi generasi penerus yang berguna bagi orang tua, bangsa dan negara. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memberikan pengasuhan yang tepat pada anak yang akan membantu anak mencapai kemampuan optimalnya, sehingga orang tua harus memberikan stimulasi yang tepat bagi anaknya agar perkembangan bahasa, motorik, sosialisasi dan kemandirian balita sesuai dengan usianya. Baby walker dikenal sebagai alat untuk membantu balita berjalan yang didesain agar aman dan mandiri. Pengetahuan dan sikap orang tua yang bekerja juga berpengaruh terhadap perkembangan anak, baik yang berdampak positif maupun negatif terhadap penggunaan baby walker pada balita usia 8-12 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan penggunaan baby walker pada bayi usia 8-12 bulan di Klinik Khadijah pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode penelitian studi korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap orang tua terhadap kemampuan berjalan pada anak usia 8-12 bulan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan penggunaan Baby Walker pada bayi usia 8-12 bulan di Klinik Khadijah tahun 2023. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Orang Tua, Baby Walker, Bayi
Hubungan Dukungan Keluarga dan Self Efficacy dengan Frekuensi Kekambuhan Pasien Skizofrenia Marbun, Betty Nurita; Nasution, Siti Saidah; Daulay, Wardiyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15544

Abstract

ABSTRACT Family support is a form of interpersonal relationship that includes attitudes, actions, and acceptance of family members, so that family members feel that someone cares about them. increase self-ability to the situation experienced (Effendy, 2021). Low self-efficacy can increase risk, it is found that the majority of family self-efficacy is low because the family's understanding and ability to care for schizophrenia patients is not so good, resulting in a higher possibility of relapse. Relapse of patients with mental disorders has a major impact on the family and the development of family members. The purpose of this study was to identify the relationship between family support and self-efficacy with the frequency of relapse of schizophrenia patients in the inpatient room. The approach used in this study was cross-sectional, with a descriptive correlation method. The sampling method in this study used a type of non-probability sampling with purposive sampling technique so that the final sample needed in this study was 68 respondents. The instruments used in this study were family support questionnaires, self-efficacy and relapse of schizophrenia patients. To prove the existence of a significant relationship between the independent variables, namely family support and work self-efficacy with the dependent variable, namely the frequency of recurrence of schizophrenia, the chi-squer test was used with the help of computerization at 5% (0.05). The results showed that there is a relationship between family support and the frequency of relapse of schizophrenia patients p (0.007) < α (0.05). there is a relationship between self efficacy with the frequency of relapse of schizophrenia patients p value (0.005) < α (0.05).   Keywords: Family Support, Relapse, Schizophrenia  ABSTRAK Dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan, dan penerimaan terhadap anggota keluarga, sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikannya. meningkatkan kemampuan diri terhadap situasi yang dialami. Self-efficacy rendah dapat meningkatkan risiko, didapatkan bahwa self-efficacy keluarga mayoritas rendah karena pemahaman dan kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia belum begitu baik, sehingga mengakibatkan kemungkinan untuk kambuh semakin tinggi. Kekambuhan pasien gangguan jiwa memberikan dampak yang besar terhadap keluarga dan perkembangan anggota keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan self efficacy dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia di ruang rawat inap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini cross-sectional, dengan metode deskriptif korelasi. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan jenis non probability sampling dengan tehnik purposive sampling sehingga sampel akhir yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 68 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dukungan keluarga, self-efficacy dan kekambuhan pasien skizofrenia. Untuk membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu dukungan keluarga dan self eficacy kerja dengan variabel terikat yaitu frekuensi kekambuhan skizofrenia digunakan uji  chi-squer dengan bantuan komputerisasi pada bebas kemaknaan 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia p (0,007) <   (0,05).   ada hubungan self efficacy dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia nilai  p (0,005) <   (0,05).  Keluarga harus memberikan dukungan pada pasien skizofrenia dan meningkatkan self efficacy melalui kunjungan ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi atau penyuluhan tentang manajemen kesehatan jiwa utnuk mencegah kekambuhan berulang. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kekambuhan, Skizofrenia
Hubungan Stres Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga Sumarni, Tri; Andini, Amelia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14862

Abstract

ABSTRACT Nurse productivity in health services is greatly influenced by factors related to nurse stress and job satisfaction. Stress and job dissatisfaction are increasing problems among nurses. Nurses as individuals must pay the price for stress and job satisfaction in terms of health and well-being, and hospitals must bear the consequences of nurse absenteeism and turnover, this has a direct impact on the quality of care provided to patients. The aim of this research is to analyze the relationship between work stress and nurses' job satisfaction. This research is a descriptive correlational study with a cross sectional approach. The sampling technique uses purposive sampling technique. The total sample of nurses was 96. The research instruments were the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) with 57 questions and the Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) questionnaire with 20 questions. Bivariate analysis uses the Spearman rank statistical test. Most of the nurses' work stress was in the moderate category, 82 (85.4%), most of the nurses' job satisfaction was in the moderate category, 80 (83.3%), there was a relationship between work stress and nurses' job satisfaction (r=-.284 , p=0.005). There is a relationship between work stress and nurses' job satisfaction. It is important to identify stressors because work stress can have a negative impact on patient care and well-being. It is recommended that changes be made in managerial matters and policies to reduce work stress and increase nurses' job satisfaction. Keywords: Work Stress, Job Satisfaction, Nurses  ABSTRAK Produktivitas perawat dalam pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor yang berhubungan dengan stres perawat dan kepuasan kerja. Stres dan ketidakpuasan kerja menjadi masalah yang semakin meningkat di kalangan perawat. Perawat sebagai individu harus membayar harga untuk stres dan kepuasan kerja dalam hal kesehatan dan kesejahteraan, dan rumah sakit harus menanggung akibat dari ketidakhadiran dan pergantian perawat, hal ini mempunyai dampak langsung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan stress kerja kerja dengan kepuasan kerja perawat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel perawat 96. Instrumen penelitian berupa Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) sebanyak 57 pertanyaan dan kuesioner Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) dengan 20 pertanyaan. Analisis bivariat menggunakan uji statistik spearman rank. Stres kerja perawat sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 82 (85,4%), kepuasan kerja perawat sebagian besar pada kategori sedang sebanyak 80 (83,3%), ada hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja perawat (r=-,284, p=0,005). Terdapat hubungan antara stres kerja dengan kepuasan kerja perawat.  Penting untuk mengidentifikasi faktor penyebab stres karena stres kerja dapat menimbulkan dampak negatif pada perawatan dan kesejahteraan pasien. Disarankan agar dilakukan perubahan dalam urusan manajerial dan kebijakan untuk menurunkan stres kerja dan meningkatkan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci: Stres Kerja, Kepuasan Kerja, Perawat
Pengaruh Pemberian Jahe Merah Terhadap Penurunan Nyeri Disminorea Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung Cahya, Yuwika; Susilawati, Susilawati; Utami, Vida Wira; Hermawan, Dessy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.11835

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is abdominal pain originating from uterine cramps that occurs during menstruation. The prevalence of dysmenorrhea, according to the World Health Organization (WHO) (2013), is approximately 1,769,425 individuals. The global incidence of dysmenorrhea is about 50% of women experiencing dysmenorrhea. In Indonesia, according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2016, indicates that around 55% of adolescents experience dysmenorrhea. This study aims to determine the effect of consuming a red ginger beverage on 10th grade female students at SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung who experience dysmenorrhea. This was a quantitative research study using a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population of this study consisted of 92 10th-grade female students at SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung, and the sample consisted of 21 female students who experienced dysmenorrhea. Data analysis involved univariate and bivariate analyses using the Wilcoxon test. The average dysmenorrhea pain among female students before consuming the red ginger beverage on the first day was 43.33. On the third day of measurement after consuming the red ginger beverage, the dysmenorrhea pain among female students decreased to an average of 4.29. The Wilcoxon statistical test yielded a p-value of 0.000 (<0.05), indicating that there was an effect of consuming red ginger beverages on reducing dysmenorrhea pain among 10th-grade female students at SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung in 2023.Conclusion: It is recommended that female students experiencing dysmenorrhea consider consuming a red ginger beverage as an alternative to reduce dysmenorrhea pain. Keywords: Dysmenorrhea, Red Ginger, Female Students  ABSTRAK Dismenorea adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Prevalensi dismenore menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018 angka dismenore di dunia sangat besar, rata rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara (Puspita, 2018) dan sekitar 10-15% diantaranya mengalami dismenore berat (Apriyanti, dkk, 2018). Di Indonesia sendiri, angka kejadian dismenore menurut Kementerian Kesehatan RI (2016) menunjukkan bahwa sekitar 55% remaja mengalami dismenore. Mengaetahui pengaruh pemberian minuman jahe merah pada remaja putri kelas X di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantitatif, dengan metode pra ekpeimental dengan pendekatan one group pretest-postest design, populasi dalam penelitian ini berjumlah 92 siswi kelas X di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung dan siswi yang mengalami nyeri disminorea sebanyak 21 siswi. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Rata-rata nyeri disminorea remaja putri sebelum diberikan minuman jahe merah pada hari pertama dengan mean 43,33. Pada hari ketiga pengukuran setelah diberikan minuman jahe merah nyeri disminorea remaja putri mengalami penurunan dengan mean 4,29. Hasil uji statistic Wilcoxon di dapat nilai p-value 0,000 (<0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian minuman jahe merah terhadap penurunan nyeri disminorea kelas X di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung Tahun 2023. Diharapkan remaja putri yang mengalami nyeri disminorea dapat mengonsumsi minuman jahe merah sebagai alternatif untuk mengurangi nyeri disminorea. Kata Kunci: Disminorea, Jahe Merah, Remaja Putri
Efektivitas Cocos Nucifera 200ml dan 330ml dalam Mengurangi Intensitas Nyeri Dismenore Primer pada Remaja Kamal, Muhammad Hasyim; Santi, Tahara Dilla; Agustina, Agustina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14681

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea, a painful condition experienced by women during menstruation, affects the majority of women worldwide, causing challenges to daily life and quality of life. Despite its high prevalence, effective management strategies are limited. A study investigated the potential therapeutic benefits of green coconut water, which is rich in magnesium and known for its prostaglandin inhibitory properties, in reducing primary dysmenorrhea. However, few studies have compared the levels of coconut water to determine the exact dosages.The study involved a randomized controlled trial with 30 participants, comparing the efficacy of two different volumes of green coconut water 200 ml and 330 ml in reducing pain intensity. Pain levels were assessed before and after treatment. The results of the study showed that the intervention using 200 ml green coconut water showed better efficacy in reducing pain intensity compared to the 330 ml intervention and the control group.These findings suggest that green coconut water could be a promising non-pharmacological approach to treating primary dysmenorrhea. Health professionals may consider recommending the use of 200 ml of green coconut water to improve treatment results for women experiencing dysmenorrhea. Further research is needed to elucidate the underlying mechanisms and optimize the clinical application of this natural medicine. Keywords: Dysmenorrhea, Non-Pharmacological Treatment, Green Coconut Water, Pain Relief  ABSTRAK Dismenore, kondisi nyeri yang dialami oleh wanita saat menstruasi, memengaruhi sebagian besar wanita di seluruh dunia, menyebabkan tantangan dalam kehidupan sehari-hari dan kualitas hidup. Meskipun prevalensinya tinggi, strategi pengelolaan yang efektif masih terbatas. Sebuah penelitian menyelidiki potensi manfaat terapi air kelapa hijau, yang kaya akan magnesium dan dikenal karena sifat penghambatan prostaglandinnya, dalam mengurangi dismenore primer. Namun, sedikit penelitian yang membandingkan kadar air kelapa untuk menentukan dosis yang tepat. Penelitian ini melibatkan uji coba terkontrol secara acak dengan 30 peserta, membandingkan efektivitas dua volume air kelapa hijau yang berbeda 200 ml dan 330 ml dalam mengurangi intensitas nyeri. Tingkat nyeri dinilai sebelum dan setelah pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menggunakan air kelapa hijau 200 ml menunjukkan efikasi yang lebih baik dalam mengurangi intensitas nyeri dibandingkan dengan intervensi 330 ml dan kelompok kontrol. Temuan ini menyarankan bahwa air kelapa hijau dapat menjadi pendekatan non-farmakologis yang menjanjikan untuk mengobati dismenore primer. Profesional kesehatan dapat mempertimbangkan untuk merekomendasikan penggunaan air kelapa hijau 200 ml untuk meningkatkan hasil pengobatan bagi wanita yang mengalami dismenore. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap mekanisme yang mendasarinya dan mengoptimalkan aplikasi klinis dari obat alami ini. Kata Kunci: Dismenore, Pengobatan Non Farmakologi, Air Kelapa Hijau, Pereda Nyeri

Page 83 of 161 | Total Record : 1609


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026) Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue