cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
comdev.idpub@gmail.com
Phone
+6281907755024
Journal Mail Official
info@idpublishing.org
Editorial Address
Indonesian Journal Publisher Yogyakarta 55253, Indonesia Telp. +62 821-4089-8548 Email : info@idpublishing.org Web: https://idpublishing.org
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Community Development
ISSN : -     EISSN : 27472760     DOI : https://doi.org/10.47134/comdev.v1i1
Journal of Community Development is officially registered in the Centre for Data and Scientific Documentation (PDDI), Indonesia Institute of Science with ISSN Number 2747-2760 (online). Journal of Community Development is published biannually (October and April) by Indonesian Journal Publisher. Journal of Community Development a scientific journal, double-blind peer-reviewed and open-access journal. Journal of Community Development (Comdev) is an academic journal organized and operated by Indonesian Journal Publishing which aims at publishing conceptual thought or idea and research findings that have been achieved in the field of community development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
Kolaborasi UMKM Buket Bunga dengan Petani Lokal sebagai Jalur Implementasi SDGs Yessica, Maria; Prawihatmi, Chatarina
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1751

Abstract

Pelaksanaan kegiatan ini  melibatkan dua mitra utama yaitu UMKM The Bouquet Smg di Kota Semarang dan kelompok petani bunga lokal di Bandungan. UMKM florist memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kontribusi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, masih dihadapkan pada keterbatasan seperti akses pembiayaan, penggunaan kemasan plastik, dan manajemen limbah bunga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan praktek usaha berkelanjutan melalui analisis praktek usaha buket bunga florist yang berpotensi terkait dengan berbagai indikator SDGs dan menganalisis peran kolaborasi UMKM buket bunga dengan petani lokal dalam mendukung pencapaian SDGs. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan studi kasus deskriptif, melibatkan wawancara, observasi langsung, serta pendampingan usaha bersama mitra. Hasil kegiatan ini memberdayakan perempuan sebagai pelaku utama florist dan pekerja kebun bunga, serta menciptakan kesempatan kerja baru dengan upah setara yang mendukung kesetaraan gender (SDG 5) dan pekerjaan layak (SDG 8). The Bouquet Smg berkontribusi pada dimensi ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan akses pasar (SDG 1, 2, 8, 9), dan pada dimensi lingkungan melalui pengelolaan limbah bunga, diversifikasi tanaman, serta adaptasi terhadap perubahan iklim (SDG 12, 13, 15) dan kesehatan emosional masyarakat (SDG 11). Kolaborasi dengan petani lokal memperkuat jejaring kelembagaan dan efisiensi rantai pasok yang sejalan dengan semangat kemitraan global (SDG 17). Dengan demikian, kegiatan implementasi program ini menunjukkan bahwa kemitraan antara UMKM florist dan petani lokal mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara langsung bagi masyarakat, dan memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan.
A Literasi Keuangan UMKM Wanita Sejahtera Paramitha Nida, Desak Rurik Pradnya; Diviariesty, Kadek; Yudi Asri, Ida Ayu Trisna; Purnama, Aldi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1755

Abstract

Topik ini penting untuk dibahas karena laporan keuangan berperan penting pada kemajuan bisnis. Laporan keuangan digunakan untuk menunjukkan akuntabilitas manajemen dan menyediakan informasi tentang posisi keuangan serta kinerja entitas bagi pengguna laporan dalam pengambilan keputusan ekonomik. Namun, masih banyak UMKM yang belum menyusun laporan keuangan sesuai standar keuangan yang berlaku. Mereka cenderung membuat catatan dengan format sendiri yang dianggap lebih mudah, tetapi hal ini bertentangan dengan prinsip akuntansi berterima umum yang memungkinkan timbulnya bias informasi.  Sesuai dengan arahan Ikatan Akuntan Indonesia, standar akuntansi keuangan untuk UMKM diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK Indonesia untuk EMKM) yang isinya lebih sederhana dibandingkan standar keuangan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penyusunan laporan keuangan, pengendalian internal dan perpajakan. Metodenya adalah workshop focus discussion group. Akibatnya, peserta telah menerapkan pencatatan keuangan namun belum menyiapkan pelaporan keuangan sesuai standar EMKM. Peserta merespon kegiatan dengan sangat baik. Kemampuan pengelolaan dalam hal mengatur dan mengalokasikan uang yang dimiliki pada peserta sudah sangat baik. Mereka memiliki banyak ide kreatif dan pengelolaan uang yang beragam. Namun kesulitan yang dialami adalah konsistensi dalam mencatat dan format pencatatan yang belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penyusunan Kontrak Digital: Analisis Validitas dan Kepastian Hukum di Indonesia Novel, Mochamad; Ardianto, Brenda Christy; Athayya, Keira Adzra; Meiliani, Meiliani; Yuwono, Lila Graciella
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1758

Abstract

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam penyusunan kontrak digital di Indonesia tidak mengurangi keabsahan kontrak secara substansial. Keabsahan kontrak secara esensial tetap ditentukan oleh terpenuhinya empat syarat sah perjanjian, yaitu kesepakatan, kapasitas pihak, objek tertentu, dan kausa yang halal, sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dalam hal ini, AI hanya berfungsi sebagai alat teknologi untuk mempercepat dan menyederhanakan proses penyusunan draf, dan bukan merupakan subjek hukum. Kontrak digital yang dihasilkan AI juga tetap memiliki kedudukan hukum yang sah dan dapat ditegakkan selama mematuhi ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan menggunakan tanda tangan elektronik yang diakui. Meskipun AI menawarkan potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi drafting, penerapannya menimbulkan tantangan hukum, termasuk isu tanggung jawab jika terjadi kesalahan — di mana tanggung jawab tetap berada pada pengguna atau penyedia teknologi, bukan pada AI itu sendiri — serta masalah perlindungan data pribadi sesuai UU PDP. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan adanya urgensi untuk membentuk regulasi yang lebih fleksibel dan komprehensif guna memberikan kepastian hukum dan mengantisipasi perkembangan teknologi AI dalam praktik hukum kontrak di Indonesia.
Penguatan Literasi Hukum Syari’ah terhadap Bahaya Narkoba bagi Generasi Z di Desa Bedengung, Kecamatan Payung Ashidiq, Abdul; Ridwan, Eka; Aldi, Muhammad; Cahyani, Dwi; Alisya, Nadifa
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1762

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan Generasi Z di Desa Bedengung, Kecamatan Payung, telah menjadi masalah serius yang mempengaruhi kesehatan mental, sosial, dan stabilitas hukum mereka. Minimnya tingkat literasi hukum syari’ah mengenai narkoba dan larangan serta ancaman hukum yang terkait menyebabkan kurang kesadaran akan bahaya dari sudut pandang hukum dan agama. Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan membantu mengurangi permasalahan ini dengan cara meningkatkan literasi hukum syari’ah melalui metode edukasi, partisipasi, dan nilai-nilai Islam yang baik. Metode pelaksanaan program ini antara lain ceramah interaktif, pendampingan kelompok dan penyuluhan digital. Hasil dari program ini menunjukkan pemahaman materi mengenai hukum syari’ah yang signifikan meningkat. Semula pada saat pre-test, 80% peserta hanya mengetahui sanksi pidana positif (penjara), namun setelah post-test dilakukan, hasil menunjukkan 75% peserta mampu menjelaskan minimal dua jenis sanksi syari'ah dengan tepat. Adapun dampak program PKM ini tidak terbatas pada transfer pengetahuan saja, tetapi secara nyata mengubah keyakinan dan praktik sehari-hari. Selain itu, program ini dapat diadopsi menjadi program unggulan Desa Bedengung dan peserta dapat dibentuk menjadi tim inti sebagai pelopor untuk melakukan edukasi rutin melalui akun media sosial desa.
Pelatihan Manajemen Inklusif dan Pengelolaan Merek bagi Anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Wijanarko, Adrian; Antoro, Rian; Pratiwi, Permata; Azahra, Khaila; Putri, Delinta; Putra, Fauzan
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1766

Abstract

Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Bekasi memiliki sekitar 24 anggota aktif dengan latar belakang dan ragam disabilitas, menghadapi berbagai kendala dalam upaya pemberdayaan ekonomi anggotanya. Salah satu masalah utama adalah keterbatasan akses terhadap pelatihan kewirausahaan dan keterampilan yang inklusif, sehingga banyak anggota kesulitan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk berbisnis. Stigma dan diskriminasi sosial juga turut memperparah situasi, mengurangi kepercayaan diri dan peluang bisnis mereka. Di sisi lain, kurangnya pendampingan bisnis yang berkelanjutan menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan usaha, pemasaran, dan pengembangan jejaring. Masalah lain yang tak kalah penting adalah lemahnya branding produk, seperti ketiadaan logo yang konsisten, kemasan yang kurang menarik, dan strategi promosi yang tidak terencana, sehingga produk mereka sulit bersaing di pasar. Permasalahan tersebut mengarahkan tim pengabdian untuk memberikan solusi terpadu berupa pelatihan dan pendampingan manajemen inklusif dan pengelolaan merek selama 3 bulan. Tahapan awal yaitu dilakukan sosialisasi, kemudian pelatihan, penerapan teknologi, tahapan pendampingan sampai dengan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas 15 anggota HWDI yang bersedia berpartisipasi dalam dua bidang utama, yaitu manajemen usaha dan branding produk. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh indikator utama tercapai 100%, seperti peserta memiliki pembagian tugas yang jelas, mampu memcatat keuangan secara rutin, mampu membuat desain dan logo usaha secara mandiri, dan mampu menyampaikan pesain inklusi melalui desain. Program ini mendapat respon positif dari anggota HDWI dan mereka berharap ada pendampingan berkelanjutan.
Peningkatan Kemandirian Petani Padi Melalui Pelatihan Pengelolaan Hasil Panen dan Keuangan Keluarga Junianta, Maria
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1771

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga petani padi di Desa Engkersik melalui pelatihan manajemen keuangan keluarga berbasis kewirausahaan. Sebagian besar petani di desa ini masih menerapkan pola pertanian subsisten dan belum memiliki kebiasaan menyusun perencanaan keuangan rumah tangga. Pelatihan dilakukan satu hari dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Peserta belajar membuat pencatatan keuangan sederhana, mengelompokkan pengeluaran, serta menyusun rencana keuangan keluarga. Kegiatan juga menanamkan nilai kewirausahaan agar peserta mampu melihat peluang ekonomi dari aktivitas pertanian yang selama ini hanya untuk konsumsi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai literasi keuangan dan kemampuan menyusun buku kas sederhana. Peserta mulai mampu mengenali potensi ekonomi dari hasil pertanian serta memahami pentingnya tabungan, dana darurat, dan pengeluaran produktif. Kegiatan ini memberikan dampak awal berupa meningkatnya kesadaran finansial dan kemampuan mengelola pendapatan rumah tangga secara lebih terarah sebagai fondasi kemandirian ekonomi keluarga petani.
Pelatihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital Melalui Penerapan Model Project Based Learning Bagi Guru SMA di Kabupaten Belitung Timur Saepudin, Epin; Purwanto, Yedi; Jatnika, Asep; Kusnadi, Ade
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1449

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberikan pelatihan model Project-Based Learning (PjBL) kepada guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan tingkat SMA di Kabupaten Belitung Timur. Program dilaksanakan dengan metode partisipatif yang melibatkan 50 guru PKn Tingkat SMA melalui tiga tahap utama, yakni; perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan terdiri dari identifikasi peserta, koordinasi, pemilihan lokasi, dan penyusunan materi. Tahap pelaksanaan dimulai dengan diskusi mengenai masalah pembelajaran di sekolah, penyampaian materi mengenai penerapan Project-Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, serta sesi diskusi dan tanya jawab seputar integrasi teknologi dalam pembelajaran hingga pengembangan proyek yang relevan dengan isu kewarganegaraan di era digital. Pada sesi ini, dilaksanakan pula pendampingan secara intensif untuk membantu guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek pembelajaran di kelas. Pada tahap evaluasi, peserta diminta memberikan umpan balik untuk menilai efektivitas pelatihan dan pemantauan penerapan PjBL di sekolah. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bagi guru SMA di Kabupaten Belitung Timur berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan model Project-Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di era digital. Peningkatan ini dicerminkan dari kemampuan guru dalam merancang proyek pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, memfasilitasi diskusi dan kolaborasi siswa, serta mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai dengan karakteristik PjBL. Pelatihan-pelatihan seperti ini sangat di perlukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru, sehingga guru memiliki kemampuan dalam mengatasi berbagai kendala dalam pembelajaran dan senantiasa berinovasi untuk mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Inovasi Pengembangan Web Sekolah Dan Media Pembelajaran Interaktif Dalam Kurikulum Merdeka SD Muhammadiyah Kaliwates Jember Suharso, Wiwik; Setyowati, Trias; Arifianto, Deni; Wardhani, Wahju Dyah Laksmi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1476

Abstract

Revolusi Industri 4.0 mempengaruhi kebijakan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar. Pendidik merancang pembelajaran interaktif agar dapat menghasilkan peserta didik yang berprestasi. Pemerintah menerapkan Kurikulum Merdeka 2022 untuk menguatkan karakter dan kompetensi peserta didik. Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut pendidik memiliki kompetensi teknologi dan kurikulum. Kompetensi teknologi berfokus pada kemampuan TIK untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Kompetensi kurikulum berfokus pada pengembangan capaian pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam suatu mata pelajaran, dikenal sebagai Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Wawancara bersama mitra SD Muhammadiyah Kaliwates Jember menemukan permasalahan prioritas. Diantaranya adalah sebagian besar Guru kesulitan dalam menyusun dokumen ATP sesuai Kurikulum Merdeka, Tenaga Kependidikan (Tendik) tidak optimal memberikan dukungan teknologi, dan tidak tersedianya web sekolah sebagai media informasi dan promosi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan web sekolah dan dokumen ATP untuk mendukung pembelajaran interaktif dan operasional sekolah. Tim Pelaksana telah melaksanakan sosialisasi program, pengembangan web sekolah, penyusunan dokumen ATP terdiri dari IPAS (IPA dan IPS), Matematika dan Bahasa Inggris, pendampingan pengelolaan web sekolah dan implementasi dokumen ATP dalam pembelajaran, pemberian LCD Proyektor. Hasil kegiatan ini berupa web sekolah dan dokumen ATP yang mengintegrasikan profile sekolah, penerimaan peserta didik baru, ensiklopedia, dan pembelajaran berbasis dokumen ATP. Tim pelaksana sebagai pendamping, sedangkan Guru dan Tendik sebagai peserta. Metode pelatihan, pendampingan dan penugasan digunakan sebagai pendekatan yang efektif. Kegiatan ini berhasil memenuhi tujuan dan luaran yang diharapkan, dan peningkatan kualitas pembelajaran dan promosi sekolah
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Untuk Diversifikasi Produk Olahan Jagung dalam Rangka Mendukung Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Bubulan Bojonegoro Puspita, Hery; Suyoso, Gandu; Rudianto; Sanata, Andi; Arianto, Pratama
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1493

Abstract

Desa Bubulan yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Desa Bubulan adalah sebuah daerah yang dikenal sebagai daerah produsen tanaman pangan yang memiliki potensi tinggi. Terdapat dua panganan yang menjadi andalan didaerah ini yaitu padi dan jagung, desa Bubulan memiliki sumbangsi terbesar dalam penghasil jagung dengan presentasi 3,90%. Walaupun Desa Bubulan unggul dalam produksi jagung, masyarakatnya belum memanfaatkannya secara optimal. Sebagian besar masih terbatas pada penjualan biji jagung mentah, meskipun jagung memiliki potensi untuk diolah menjadi produk dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi. Tujuan utama program ini adalah mendukung peningkatan keterampilan kelompok PKK dalam mengolah biji jagung menjadi produk bernilai ekonomis dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Hal ini bertujuan untuk membentuk atau mengembangkan masyarakat yang mandiri guna mempercepat pencapaian SDGs di tingkat desa. Metode pengabdian ini diawali dengan survei mitra, penyuluhan potensi desa Bubulan dan pelatihan pembuatan produk jagung menggunakan teknologi tepat guna. Kegiatan ini di hadiri oleh 20 ibu-ibu PKK desa Bubulan.dengan adanya kegiatan pengabdian ini didapatkan beberapa hal yaitu: adanya peningkatanpengetahuan peserta tentang potensi desa dan manfaat dari pengolahan produk jagung sebesar 34,5%: produk yang dibuat dalam pengabdian ini adalah marning, tortila, dan stik jagung; Sebagai bagian dari pemasaran, peserta diajarkan cara membuat akun di marketplace online untuk memasarkan produk secara digital.
Pemberdayaan Masyarakat Pantai Puger-Jember dengan Pemberian Ketrampilan Pembuatan Kerupuk Ikan Laut Suci Wulandari; Alditya Putri Yulinarsari; Dadik Pantaya; Adib Norma Respati; Diyah Larasati, Nova Hidayati
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1716

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang aplikasi teknologi pengolahan hasil ikan laut menjadi produk ‘Kerupuk Ikan Laut’ dan memberikan pembekalan metode pengemasannya. Harapannya produk kerupuk ikan laut ini dapat meningkatkan nilai tambah dagangan ikan yang dijual ataupun memanfaatkan ikan yang tidak laku dijual segar, sehingga keluarga nelayan pantai Puger dapat mandiri secara ekonomi. Metode yang dilakukan adalah: 1)Persiapan; 2)Penyuluhan dan pelatihan; 3)Bantuan peralatan pendukung berupa satu paket peralatan produksi kerupuk aneka ikan laut yang masing-masing terdiri dari pisau, telenan, baskom, alat blender daging, dan gelas ukur plastic; dan 5)evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh UD Dua Berlian selaku mitra beserta ibu-ibu nelayan masyarakat sekitar yang berjumlah 20 orang. Penyuluhan dan pelatihan diawali dengan pengisian kuesioner oleh peserta (pre test) dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan kerupuk ikan dan diakhiri dengan post test serta diskusi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat telah terlaksana dengan baik, dimana solusi yang ditawarkan dinilai mampu menyelesaikan permasalahan mitra jika dilihat dari sudut pandang mitra yang sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Peseta juga langsung melakukan produksi kerupuk ikan laut secara mandiri setelah kegiatan pengabdian selesai. Kegiatan pendampingan akan tetap terus dilakukan selama mitra masih membutuhkan, walaupun kegiatan telah berakhir