cover
Contact Name
Fransisca Anjar Rina Setyani
Contact Email
jurnalicare@stikespantirapih.ac.id
Phone
+6281392620390
Journal Mail Official
fransisca.anjarrina@stikespantirapih.ac.id
Editorial Address
Jl. Tantular 401 Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
I Care : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
ISSN : 27217272     EISSN : 27462315     DOI : 10.46668
Core Subject : Health, Education,
Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih Yogyakarta adalah jurnal keperawatan yang diterbitkan oleh STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan secara berkala 2 kali dalam setahun yaitu setiap bulan maret dan oktober. Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih merupakan media ilmiah untuk mempublikasikan hasil penelitian, study kasus, ataupun literature review di bidang keperawatan.
Articles 113 Documents
indonesia Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Rahayu Kelor Nugroho, Andreas Agung; Pujiastuti, Th. Tatik; Suparmi, Lucilla
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 1 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i1.212

Abstract

Prevalensi penduduk Indonesia yang menderita Gagal Ginjal sebesar 3,8‰ meningkat dibandingkan prevalensi gagal ginjal pda tahun 2013. Sedangkan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 20% per tahunnya, sehingga kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialiasa perlu diperhatikan. Tujuan penelitian : mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Rahayu Kelor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional survey. Populasi penelitian ini adalah semua pasien hemodialisa rutin dari dari Desember 2020-Februari 2021 di Rumah Sakit Panti Rahayu: 38 responden. Metode pengumpulan menggunakan instrument kuisioner dan lembar studi dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan deskriptif karakteristik responden meliputi rata-rata usia 56,43 tahun, sebagian besar jenis kelamin laki – laki, rata –rata status nutrisi skor IMT 23,547, rata-rata kadar Hb 9,9 gr%, rata-rata tekanan darah 169/90mmHg, rata-rata skor kualitas hidup domain Symptom/ problem list 83,33, effect of kidney disease 78,13, burden of kidney disease 48,51, physical composite 37,57, mental composite 44,62, hasil uji bivariat : ada hubungan antara usia dengan kualitas hidup: physical composite dengan p-value= 0,014, kadar hb dengan kualitas hidup: physical composite dengan p value=0,033, tekanan darah diastole dengan kualitas hidup: physical composite dengan p value= 0,040, tidak terdapat hubungan antara status nutrisi, jenis kelamin dan tekanan darah dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan p value >0,05
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Terhadap ROM Pada Pasien Strok Non Hemoragik di Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta Sesilia Novia; Marti , Eva; Ratnawati, Emmelia
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 1 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i1.221

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: ROM merupakan salah satu bentuk intervensi fundamental perawat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya cacat permanen pada pasien stroke non hemoragik, sehingga perawat harus mempunyai pengetahuan yang baik supaya mempunyai sikap yang baik dalam memberikan ROM pada pasien stroke non hemoragik. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap perawat terhadap ROM pada pasien stroke non hemoragik di Rumah Sakit Santa Elisabeth. Metode: Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu 30 perawat yang bekerja di Ruang Rawat Inap Santa Elisabeth. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling dan accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner yang terdiri dari pengetahuan dan sikap dengan menggunakan google form. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian kecil (6,7%) memiliki pengetahuan yang baik tentang ROM, hampir setengahnya (30,0%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang ROM dan sebagian besar (63,3%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang ROM pada pasien stroke non hemoragik. Sebagian besar (63,3%) sikap perawat positif terhadap ROM dan hampir setengahnya (30,0%) sikap perawat cukup positif terhadap ROM pasien stroke non hemoragik. Simpulan: Hasil uji spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap perawat terhadap ROM pada pasien stroke non hemoragik dengan p-value 0,773 (<0,05). Perawat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang ROM pada pasien stroke non hemoragik dengan mengikuti aktif pelatihan ROM. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, ROM, Stroke Non Hemoragik
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di RT.01 Dusun Kadirojo II Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta Katarina Vita Wahyu Kristiani; Widyastuti, Chatarina Setya; Ratnawati, Emmelia
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 1 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i1.222

Abstract

Background: hypertension is systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Hypertension factors such as age, gender, family history, diet, physical activity, smoking habits, alcohol consumption, stress, diabetes, and BMI should be controlled. Objective: this study aims to analyze the factors of hypertension in residents of RT 01 Dusun Kadirojo II, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Methods: using a quantitative descriptive research design that used a correlation analytic method with a cross-sectional approach. The sample was 34 people aged ≥15 using simple random sampling. The data was collected through questionnaires. It used univariate and bivariate analysis with a Chi-square test. Result: there was no relationship between age and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05), there was no reliationship between sex and hypertension, p-value 1000 (pv > 0.05), there was no relationship between family history and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05), there was no relationship between smoking and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05), there was no relationship between alcohol consumption and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05), there was no relationship between physical activity and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05) , there was no relationship between stress and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05), there was no relationship between diabetes and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05), there was no relationship between BMI and hypertension, p-value 0.180 (pv > 0.05). Conclusion: there was no relationship between age, sex, family history, smoking, alcohol consumption, physical activity, stress, diabetes, and BMI with hypertension. Keywords: Factors of hypertension.
Pengaruh Komunikasi Terapeutik Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Sawasta di Yogyakarta Tarigan, Lady Agitha; Oktri Hastuti, Agustina Sri; Widianti, Christina Ririn
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.227

Abstract

Abstract Background: Therapeutic communication is one of the activities where nurses assist patients in overcoming the problems experienced and emotional to achieve patient recovery. Objective : to determine the correlation of nurse therapeutic communication against inpatient satisfaction in the nursing room at the Santa Elisabeth Hospital. Methods : Correlative descriptive method, using a cross sectional approach, purposive sampling was carried out from March to July 2021 with 47 respondents using a questionnaire, and data analysis using the Spearmen correlation test through SPSS. Results :univariate analysis, mostly 23 (53.4%) patients said that therapeutic communication was in the poor category and most of the patients' satisfaction as many as 27 (67.4%) were in the low category. The results of the bivariate analysis obtained a significance number or probability number 0.003 <0.05, then there is an influence of therapeutic communication on patient satisfaction in the Inpatient Room of Santa Elisabeth Hospital. Conclusion : There is a relationship between nurses' therapeutic communication and the satisfaction of inpatients in Santa Elisabeth Hospital. Suggestion: as an evaluation material and also input in providing useful nursing services to improve the quality of hospital services
Hubungan Implementasi Icare Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kemoterapi Di Ruang One Day Care Rumah Sakit Swasta Bandung Nunung Warnasih, Yulita; Sinaga, Friska; Shinta Parulian, Tina
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.229

Abstract

Kemoterapi merupakan terapi kanker yang melibatkan penggunaan zat kimia ataupun obat-obatan. Sebagian pasien mengalami kecemasan pada saat dilakukan tindakan kemoterapi yang berdampak buruk terhadap proses pengobatan. Caring adalah suatu kemampuan untuk menunjukkan perhatian, perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi kepada pasien. ICARE sebagai bentuk Caring dan diharapkan mampu menurunkan tingkat kecemasan pasien yang menjalankan kemoterapi. Tujuan penelitian mengetahui hubungan implementasi ICARE dengan tingkat kecemasan pasien kemoterapi di ruang One Day Care Rumah Sakit Swasta Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, desain deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional dengan teknik insidental sampling didapat 110 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner, hasil analisa univariat didapatkan 43,6% implementasi ICARE sangat tinggi, 51,8% mengalami tingkat kecemasan ringan. Analisa Bivariat menggunakan spearman rank didapatkan hasil ada hubungan yang sangat kuat antara implementasi ICARE dengan tingkat kecemasan, dengan arah hubungan negatif. Rumah Sakit perlu melakukan pelatihan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi sehingga perawat memiliki kemampuan dan keinginan untuk bekerja secara kreatif dan berani membuat ide baru untuk perubahan yang lebih baik.
Pendidikan Kesehatan Menggunakan Audiovisual Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Marsanti, Francisca Devysintia Rintan; Setyani, Fransisca Anjar Rina; Rahayu, Margareta Hesti
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.236

Abstract

Background: The high mortality rate due to breast cancer who come to health services is at an advanced stage, because patients do not know about breast cancer such as risk factors, signs and symptoms and how to detect cancer early, in Indonesia, more than 80% of cases are found are in an advanced stage, where treatment efforts are difficult to do.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of health education about BSE with audiovisual for class XII students at SMK Jogonalan Klaten.Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pre-test-post-test design approach. The sample in this study was obtained by 72 respondents obtained by accidental sampling technique.Results: The results of data analysis using the Wilcoxone test obtained p value = 0.000 (p <0.005) meaning that there was a significant difference in the level of knowledge of female students before and after being given health education using audiovisual about BSE.Conclusion: The results of the characteristics of the study showed that most of the respondents were 17 years old (66%), based on the characteristics of a family history of breast cancer, there were 70 people (97.2%), then the third characteristic, namely sources of information about BSE, were 67 people with a proportion of 93.1%. The results of research that has been conducted on the effect of health education using audiovisual on the level of knowledge of class XII students at Jogonalan Vocational School in self-breast examination (BSE) shows that the knowledge of students before being given health education is in the sufficient category, a large proportion of 38.9% and after being given health education some the majority of respondents have knowledge in the good category with a proportion of 87.5%.
Pengalaman Pasien Sindrom Koroner Akut yang Menjalani Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Widyastanti, Christina Restu; Marti, Eva; Setya Widyastuti, Chatarina
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 5 No 1 (2024): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v5i1.240

Abstract

Background: Acute Coronary Syndrome (ACS) causes high mortality and increases every year, due to an imbalance between oxygen demand in the heart and blood flow due to the narrowing of the heart's blood vessels. The cardiac catheterization procedure can cause several responses in the patient, such as anxiety, pain, fear about the procedure, and fear of death, and this action is performed on the patient while conscious. so that patients can see directly the process of cardiac catheterization. After the procedure, the patient will be taken to the ICCU room for further post-catheterization care Objective: To find out the experiences of ACS patients undergoing cardiac catheterization at Panti Rapih Hospital, Yogyakarta. Methods: The research design used is qualitative with a descriptive phenomenology approach. The sampling technique was non-probability sampling (purposive sampling), with inclusion criteria for participants undergoing cardiac catheterization for the first time and having a stent/ring placed. The sample in this study was 5 participants according to data saturation, data collection used in-depth interviews with interview guidelines and tape recorders. The data analysis method used is from Creswell. Results: The study found six themes, namely 1) Internal and external motivation in performing cardiac catheterization 2) Surrender in undergoing cardiac catheterization, 3) The description of cardiac catheterization is not scary 4) Feelings of discomfort after cardiac catheterization 5) Positive feelings of after undergoing catheterization heart 6) Good service by health workers. The role of the nurse is very important in accompanying patients undergoing cardiac catheterization before, during, and after the procedure, because it will have an impact on the patient's psychology. For health workers, to provide services holistically, especially paying attention to psychological aspects such as providing support and explanations about cardiac catheterization procedures so as to reduce anxiety and provide patient satisfaction Keywords: Experience, Acute Coronary Syndrome, Cardiac Catheterization
Hubungan Respon Time Dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Emergency Severity Index Level 1 dan 2 di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Destiningrum, Clara Kurnia; Marti, Eva; Nugraha, Dwi Antara
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 5 No 1 (2024): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v5i1.242

Abstract

Latar belakang : Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor yang digunakan untuk mengevaluasi mutu pelayanan di rumah sakit. IGD merupakan salah satu unit yang mendukung kepuasan pasien pertama kali. Pelayanan yang cepat dan tepat dilaksanakan sesuai prioritas berdasarkan kondisi kegawatan pasien. Rumah sakit Panti Rapih mengadopsi sistem triase Emergency Severity Index (ESI) sebagai sistem dalam memilah atau mengkategorikan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya. Respon time yang dibutuhkan untuk penanganan ESI level 1 dan 2 adalah kurang dari 5 menit. Hasil studi pendahuluan dengan metode obeservasi didapatkan data masih terdapat pasien yang menunggu diperiksa lebih dari 5 – 10 menit sehingga menimbulkan ketidakpuasan pasien dan keluarga dan sebanyak 45 pasien batal periksa pada periode 1 bulan Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan respon time dengan tingkat kepuasan keluarga pasien ESI level 1 dan 2 di IGD Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observational analitic dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sejumlah 67 responden yang diambil dengan accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner angaka kepuasan yang diberikan secara langsung pada responden dan lembar obersvasi untuk mengukur respon time. Hasil : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar respone time tepat sebanyak 61 responden (91%), sedangkan untuk kepuasan keluarga mengatakan sangat puas sebanyak 60 responden (89,6%). Uji Kolmogorov-Smirnov bivariat antara kepuasan dan respon time menunjukkan kemaknaan secara statistik diperoleh data p value 0,011 < 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara respon time dengan tingkat kepuasan keluarga pasien ESI level 1 dan 2 di IGD Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Saran: Penelitian lebih lanjut mengenai faktor faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan dan respon time.
Pengalaman Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Dalam 3 Bulan Pertama Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Isparwanti, Yustina; Estri, Arimbi Karunia; Rahayu, Margareta Hesti
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.243

Abstract

Latar Belakang : Chronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan pada fungsi ginjal yang bersifat progresif dan tidak dapat dipulihkan lagi. Hal tersebut mengakibatkan terjadi kegagalan pada ginjal dalam proses metabolisme atau proses pembuangan zat- zat sisa dalam tubuh sehingga meningkatkan kadar ureum dalam darah. Pasien CKD yang menjalani hemodialisis terutama dalam 3 bulan pertama akan mengalami banyak perubahan dalam hidupnya di semua aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial, ekonomi dan spiritual. Tujuan : Penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis dalam 3 bulan pertama. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskripstif. Sampel dalam penelitian sebanyak 5 responden dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang telah di buat oleh peneliti yang memuat tentang probing pengalaman pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis dalam 3 bulan pertama dan analisa data dengan menggunakan metode colaizzi. Hasil Penelitian : Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengalaman pasien CKD yang menjalani Hemodialisis dalam 3 bulan pertama di rumah sakit Panti Rapih didapatkan 5 tema yaitu : (1) Perubahan Fisik dan Aktivitas Fisik, (2) Perasaan dan gejolak emosional, (3) Ketidaktahuan partisipan mengenai faktor penyakit berisiko CKD (4) Penerimaan terhadap kondisi sakit, (5) Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi sumber motivasi partisipan. Kesimpulan : Pengalaman pasien CKD dalam tiga bulan pertama merupakan suatu hal penting yang menentukan keberhasilan terapi. Untuk pengembangan lebih lanjut dan implementasi yang lebih holistik disarankan adanya penelitian yang berpusat pada pasien untuk membantu setiap pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kata Kunci : Pengalaman, Chronic Kidney Disease, Hemodialisis
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tenaga Kesehatan Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini di Rumah Sakit Swasta Yogyakarta Beta Gemeliana Noviandari; Mahayanti, Agnes; Hardjanti, CB, Sr. Therese Maura
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.246

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : WHO menyatakan bahwa tindakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan tindakan ‘penyelamatan kehidupan’, karena Inisiasi Menyusu Dini dapat menyelamatkan 22 % bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan dan Ibu yang memberikan ASI eksklusif dapat menyelamatkan 87 % nyawa bayi dibawah 6 bulan. Inisiasi menyusu dini berpengaruh kuat terhadap kesuksesan pelaksanaan ASI Eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan IMD di Rumah Sakit Swasta Yogyakarta. Metode: Metode pada penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi adalah seluruh tenaga kesehatan di ruang operasi yang menangani Sectio Caesaria dan seluruh tenaga kesehatan di ruang bersalin. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling sejumlah 34 responden. Pengambilan data dengan menggunakan instrument kuesioner. Analisis data yang digunakan dengan Chi square. Hasil : Hasil penelitian tingkat pengetahuan tenaga kesehatan 18 (53%) tinggi, 9 (26%) sedang, dan 7 (21%) rendah, berdasarkan pelaksanaan IMD 9(26%) baik, 7(21%) cukup, dan 18(53%) kurang. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) diketahui hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value 0,034 lebih kecil dari 0,05 (0,034 < 0,05) Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Rumah Sakit Swasta Yogyakarta, dengan p-value 0,034 lebih kecil dari 0,05 (0,034 < 0,05) Adapun saran bagi semua tenaga kesehatan yang terlibat pelaksanaan IMD lebih aktif lagi menjalankan proses IMD sesuai SOP atau aturan yang ada. Kata kunci: Inisiasi Menyusu Dini, Tenaga Kesehatan, Pengetahuan, Pelaksanaan IMD

Page 7 of 12 | Total Record : 113