Articles
225 Documents
PENGEMBANGAN WISATA HIU PAUS BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) MELALUI SIARAN LANGSUNG JELAJAH VIRTUAL HIU PAUS DI ALAM LIAR DI PANTAI DESA BOTUBARANI, KABILA BONE, BONE BOLANGO, GORONTALO
Himawan, Mahardika Rizqi;
Tilahunga, Sukirman Dj;
Hidayati, Eni;
Nurliah;
Amar, Fahri;
Tania, Casandra
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.500
The whale shark (Rhincodon typus) is the largest fish species in the world that is not aggressive to humans, so it has become a popular tourist icon. The presence of whale sharks has become a tourist magnet and has transformed Botubarani Village from an ordinary fishing village into a bustling tourist village. However, the Covid19 pandemic has dealt a severe blow to whale shark tourism on the coast of Botubarani Village. The drastic reduction in tourists not only eliminates tourist income but also stops whale shark monitoring activities. The government's New Normal pilot is the hope for the return of whale shark tourism on the coast of Botubarani Village. Preparations for the opening of PPKM in the area of ​​origin of tourists and the ease of domestic/foreign travel will be greeted with an increase in the quality and innovation of whale shark tourism at Botubarani Beach. In addition, the adaptation of tourism during the pandemic by utilizing the internet is quite promising so that tourism will stay alive. The Innovation Village of Botubarani develops a live broadcast of an underwater virtual cruise with whale shark objects periodically in the wild. This development is the first in Indonesia because it has never been done before. The use of underwater closed circuit television (CCTV) that can be accessed on land and integrated with the internet allows whale sharks on Botubarani Beach to be enjoyed by anyone and anywhere. Villages and communities on Botubarani Beach can receive input from ongoing tourism developments from tourists who come or virtually. Tourists may also be interested in coming after watching a live broadcast of whale sharks on the beach of Botubarani Village. In addition, live video recording of whale sharks can also be utilized by intellectuals, government and industry as part of the triple helix collaboration.
PENGOLAHAN LIMBAH UDANG VANNAME DALAM RANGKA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID19 DI DESA PEMENANG, LOMBOK UTARA
Astriana, Baiq Hilda;
Damayanti, Ayu Adhita;
Larasati, Chandrika Eka;
Paryono;
Himawan, Mahardika Rizki;
Lestari, Dewi Putri
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.503
Manfaat limbah udang berupa cangkang dan kepala udang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Padahal menurut penelitian yang pernah dilakukan, hasil analisis tepung dari limbah ini memiliki kandungan protein sebesar 63%. Apabila bahan ini ditambahkan ke makanan sehari-hari maka dapat meningkatkan nilai gizi makanan tersebut. Desa Pamenang, sebagai salah satu Desa di Kabupaten Lombok Utara, dikenal sangat mengandalkan sektor wisata sebagai mata pencaharian masyarakatnya mengingat posisinya yang berhadapan lansung dengan Gili Matra. Dengan adanya bencana alam yaitu gempa di tahun 2018 yang diikuti oleh pandemi COVID19, lumpuhnya sektor wisata menyebabkan menurunnya pendapatan masyarakat di desa tersebut. Masalah lain yang muncul adalah meningkatnya lokus stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis di daerah ini. Oleh karena itu, pemberian pelatihan pengolahan cangkang dan kepala udang menjadi bubuk kaldu udang sebagai zat aditif alami yang memiliki nilai gizi diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Selain itu, diversifikasi pemanfaatan kaldu bubuk udang ini diharapkan dapat meningkatkan added value dari panganan lokal. Metode pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode penyelesaian masalah yang meliputi penyuluhan serta pelatihan yang dibarengi dengan inisiasi pembentukan dan pendampingan kelompok masyarakat termasuk pemberian bantuan peralatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta kegiatan mengenai manfaat limbah udang, dan diperolehnya keterampilan mengolah limbah udang menjadi bahan makanan yang memiliki nilai gizi dan ekonomi. Selain itu, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, sampel kaldu bubuk udang yang dihasilkan dianalisa di laboratorium untuk mengetahui kandungan nutrisi yang dimiliki.
INTEGRASI PEMANFAATAN PAKAN FORMULASI DAN SISTEM BUDIDAYA RESIRKULASI UNTUK INTENSIFIKASI PRODUKSI BENIH IKAN GURAME DAN PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA MARGACINTA, KONAWE SELATAN
Effendy, Irwan Junaidi;
Rosmawati;
Kamri, Syamsul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.504
Intensifikasi budidaya ikan gurame pada UKM (Kelompok Pembudidaya Carper) mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan benih yang semakin besar. Intensifikasi ini dilakukan dengan mengingtegrasikan system budidaya resirkulasi dan penggunaan pakan formulasi komersial. Penerapan sistem budidaya resirkulasi diterapkan karena pembudidaya memiliki lahan dan air terbatas terutama di musim kemarau sedangkan pemanfaatan pakan formulasi pada induk dan benih dilakukan untuk mendukung dan mempercepat pematangan gonad, proses pemijahan, produksi benih dan pembesaran benih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan menghasilkan benih berkualitas sehingga meningkatkan pendapatan UKM Mitra. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Margacinta, Kab. Konawe Selatan, Prov. Sulawesi Tenggara. Produksi dan budidaya massal benih dilakukan menggunakan bak fiber ukuran 1 ton dan diterapkan system pendederan bertahap dan setiap tahap dilakukan seleksi untuk memperoleh ukuran benih standar . Kegiatan percontohan intensifikasi budidaya gurame pada PKM ini, telah menunjukkan hasil produksi dan budidaya massal benih gurame dengan pertumbuhan dan sintasan yang dihasilkan tinggi pada setiap tahap pendederan serta memberikan keuntungan yang sangat memuaskan bagi Mitra PKM. Kegiatan PKM ini telah memberikan manfaat dan hasil yang sangat memuaskan yaitu mempermudah manajemen produksi benih; mulai dari pengontrolan, pemberian pakan dan panen; meningkatkan produksi benih dan pendapatan, mempermudah manajemen pemesaran benih dan mengatasi masalah kekurangan air pada musim kemarau sehingga produksi benih berkelanjutan sepanjang tahun.
“MENUJU TARAKAN ZERO WASTE “ PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DENGAN METODE ECOBRICK di KELURAHAN SELUMIT PANTAI TARAKAN TENGAH
Alawiyah, Tuti;
Haryono, Gandri;
Putra, Boy
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.505
Pengelolaan sampah perkotaan masih menjadi permasalahan yang sulit dipecahkan oleh pemerintah. Penanganan sampah yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah dengan melakukan pengumpulan sampah disetiap rumah kemudian dilanjutkan dengan proses pengangkutan ke landfill atau disebut Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pengangkutan sampah hanya berkisar dari 60-70% yang dapat diangkut ke TPA sisanya tercecer begitu saja di lingkungan sekitar perumahan penduduk. Selumit Pantai adalah salah satu Kelurahan tepatnya di Tarakan Tengah, Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara yang termasuk kawasan padat penduduk mencapai 16.347 jiwa dengan luas wilayah hanya 0,48 km2 hal ini berdampak pada volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk. Pada pengabdian ini akan dilakukan pengelolaan sampah plastik dengan pendekatan metode Ecobrick yang tidak memerlukan teknologi tinggi dan biaya. Prinsip dari metode Ecobrick adalah botol plastik diisi dengan bahan padatan berupa sampah plastik atau sampah anorganik hingga benar-benar keras dan padat yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan meja, kursi, tembok atau barang kesenian lainnya. Tujuan dari ecobrick adalah untuk mengurangi sampah plastik yang dapat dijadikan sebagai bahan yang berguna. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Selumit Pantai. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi sampah plastik, Pelatihan Pengelolaan Sampah Metode Ecobrick, Pendampingan pembuaatan Ecobrik, Evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan ketercapaian kegiatan dalam pengelolaan sampah dengan metode Ecobrick mencapai 90%. Hal ini digambarkan dari antusiasme ibu-ibu rumah tangga yang ingin memanfaatkan sampah yang ada dilingkungan sehingga memiliki nilai guna. Ketercapaian ini juga dilihat dari pemahaman narasumber dalam memberikan materi dan pendampingan pada peserta mencapai 85%.
KOLABORASI SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DI PULAU-PULAU KECIL TERHADAP PERUBAHAN IKLIM
Quro, Mariatul;
Bakti, Lalu Arifin Aria;
Sukartono;
Kusumo, Bambang Hari;
Atnurlaeli;
Royani, Ida;
Q`uro, Mariatul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.506
Makalah ini mendiskusikan hasil kajian kualitatif peran kolaborasi dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim di pulau-pulau kecil. Ketergantungan pulau-pulau kecil seperti Gili Trawangan (GT) pada industri pariwisata telah menyebabkan tekanan (stress) dan gangguan (perturbation) yang berdampak pada keseimbangan sistim sosial-ekologi di GT. Jika ekosistim pulau-pulau kecil terus mengalami degradasi maka kemampuannya untuk menyerap karbon semakin rendah sehingga tidak mampu mengurangi gas rumah kaca (GRK) yang terakumulasi di atmosfer. Upaya pengurangan emisi GRK dapat dilakukan dengan mempertahankan stok karbon yang ada di dalam tanah maupun di atas permukaan tanah dengan meningkatkan serapan melalui berbagai program reforestrasi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat, yang dilaksanakan selama bulan Juli dan Agustus 2021, ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok kolaboratif masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim di pulau-pulau kecil, khususnya GT. Sedangkan secara khusus kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya penguatan kelompok kolaboratif melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, teknologi quantifikasi cadangan karbon di dalam tanah maupun di permukaan tanah, dengan memberdayakan sumberdaya lokal sehingga diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Proses penguatan kapasitas kolaborasi masyarakat GT dilakukan dengan pendekatan action learning untuk memastikan luaran yang direncanakan bisa dicapai:Pengetahuan kelompok kolaboratif masyakarat GT tentang konsep dan prinsip sekuestrasi karbon dan dampaknya terhadap kerusakan lingkungan semakin meningkat; ketrampilan tehnik mengestimasi jumlah cadangan karbon dalam tanah dan permukaan tanah meningkat; dan demplot sebagai laboratorium pelatihan lapangan bagi kelompok masyarakat dari desa-desa lain di KLU dapat diberdayakan.
PENGOLAHAN COKELAT BATANGAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT SEBAGAI PENGGANTI LESITIN
Tamrin, Tamrin;
Asyik, Nur;
Rejeki, Sri;
Faradillah, F;
Madiki, A;
Karimuna, La;
Nafiu, La Ode;
Saili, T;
Aba, La;
Sarmin
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.516
Cokelat batangan adalah salah satu produk olahan sekunder dari biji kakao kering. Cokelat batangan banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, namun proses pengolahannya belum banyak diketahui sehingga praktek penjualan langsung biji kakao kering masih lazim di masyarakat, walaupun diketahui UU nomor 13 tahun 2014 tentang perindustrian telah mengamanahkan proses percepatan hilirisasi produk. Proses pengolahan cokelat batangan umumnya menggunakan pengemulsi lesitin soya yang harus dibeli dari luar Sulawesi Tenggara. Sementara beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dikenal sebagai wilayah penghasil rumput laut yang dalam bentuk tepung dapat digunakan sebagai pengganti lesitin. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan cokelat batangan menggunakan tepung rumput laut sebagai pengganti lesitin soya. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan Kompotensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu LPPM Universitas Halu Oleo Kendari. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyampaian materi, diskusi dan praktek pengolahan cokelat batangan dari biji kakao kering dengan penambahan tepung rumput laut. Peserta terdiri dari pelaku industri kecil pengolahan kakao Desa Malaha Kabupaten Kolaka dan Desa Ngapa (Kabupatan Kolaka Utara) serta beberapa anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera dari beberapa desa di kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara. Diakhir kegiatan dihasilkan produk cokelat batangan yang dikemas dan diberi label Sultan Cokelat (yang merupakan akronim dari Sulawesi Tenggara Negeri Cokelat. Peserta dapat mengerti dan memahami proses pengolahan cokelat batangan yang terlihat dari produk yang dihasilkan pada saat kegiatan praktek, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan dan diduplikasi ditempatnya masing-masing terutama oleh pelaku industri dari Desa Malaha dan Desa Ngapa.
PEMBERDAYAAN USAHA BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN Ipomoea aquatica (KANGKUNG) DENGAN SISTEM CRS (Close Resirculation System)
Saad, Moch;
Purnamasari, Ika
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i2.594
One of the management efforts to improve water quality and optimize the utilization of aquaculture wastewater is to use a closed recirculation phytoremediation system. The purpose of this activity is to apply effective and efficient technology in utilizing waste water from catfish cultivation with a closed circulation system. The method of activity is counseling and discussion, training, practice and demonstration plots as well as ongoing assistance. The PKM partner group is the “Lestari Makmur†Fish Cultivator Group in Sambangan Village, Babat District, Lamongan Regency, East Java Province. The science and technology provided is a method of utilizing waste water (Phytoremediation) from catfish cultivation using Kale (Ipomoea aquatica) with Closed Recirculation System. The spirit and motivation of the partner group is very high and enthusiastic in accepting the knowledge and applying the technology provided
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG VANAMEI DI DESA KURANJI DALANG, LOMBOK BARAT
Setyowati, Dewi Nur’aeni;
Lumbessy, Salnida Yuniarti;
Lestari, Dewi Putri;
Azhar, Fariq;
Wilisetyadi, Lalu Wahyu
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.634
Udang vanamei merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Desa Kuranji Dalang merupakan salah satu desa yang berada di tepi Pantai Kuranji dengan penghasilan masyarakat didapatkan antara lain dari pertanian dan penangkapan ikan. Saat gelombang tinggi, maka aktivitas penangkapan ikan menjadi terhenti. Hal tersebut dapat berimbas pada berkurangnya pendapatan masyarakat. Penerapan kegiatan buddiaya udang vanamei di Desa Kuranji Dalang perlu dilakukan. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk mengimplementasikan teknologi Budidaya udang vanamei di masyarakat Desa Kuranji Dalang, Lombok Barat. Manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat menerapkan budidaya udang vanamei dan ke depan dapat menjadi salah satu pendapatan masyarakat Desa Kuranji Dalang. Metode pengabdian adalah dengan memberikan pelatihan dengan demplot budidaya udang vanamei di Desa Kurani Dalang serta pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan msayarakat terkait budidaya udang vanamei meningkat serta dapat menerapkan budidaya udang vanamei dengan didampingi oleh tim pengabdian. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah implementasi teknologi budidaya udang vanamei dapat diterapkan dengan baik di masyarakat Desa Kuranji Dalang.
PENYULUHAN BUDIDAYA IKAN MOLLY PADA REMAJA SAAT PANDEMI SEBAGAI ALTERNATIF PENGISI WAKTU YANG PRODUKTIF
Diniarti, Nanda;
Junaidi, Muhammad;
Cokrowati, Nunik;
Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i1.640
Saat pelaksanaan PPKM level 3 dan 4 membatasi kegiatan di luar rumah. Banyak sektor tutup sementara terutama sektor informal bahkan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Akhirnya banyak remaja berdiam diri di rumah dan memanfaatkan waktu dengan bermain sosial media dan game online. Akibat terlalu sering bermain social media dan game online banyak dampak negative yang timbul seperti pelecehan, pornografi bahkan kegiatan kriminal. Untuk itu diperlukan kegiatan yang bisa membawa manfaat yang lebih besar contohnya berbudidaya ikan hias. Ikan hias yang sedang banyak peminatnya salah satunya ikan Molly. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan wawasan tentang budidaya ikan hias molly. Manfaat yang diharapkan agar para remaja dapat mengisi waktu dengan membudidayakan ikan molly Lokasi penyuluhan berada di Desa Gontoran Lombok Barat dengan sasaran remaja masjid. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan cara pendidikan orang dewasa. Hasil dari kegiatan penyuluhan Para remaja antusias untuk membudidayakan ikan molly karena di dukung banyaknya sumber pakan dan air yang melimpah. Bentuk ikan molly yang menarik juga menjadi daya tarik remaja untuk membudidayakan ikan molly. Banyaknya pertanyaan yang diberikan merupakan indikator keingin tahuan para remaja. Kesimpulan dari kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan para remaja dalam hal budidaya ikan molly.
APLIKASI TEKNOLOGI CARBOXYMETHIL CELLULOSE (CMC) PADA SIRUP MANGROVE DI DESA MARGASARI, KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR, PROVINSI LAMPUNG
Hari Kusuma, Anma;
Yanvika, Helvi;
Yuliandari, Puspita
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppi.v2i2.1333
Mangroves are coastal ecosystems that are able to provide services in the economic and ecological fields. One of them is the utilization of mangrove fruit into syrup processed products. Margasari Village is located in Labuhan Maringgai District, East Lampung Regency, Lampung Province which has very large mangrove potential. So far, there are still shortcomings in the mangrove syrup produced, such as precipitation, so it is necessary to apply Carboxymethyl Cellulose (CMC) technology to improve the quality of the mangrove syrup. This community service combines experience, knowledge and technology for environmental and sustainable mangrove management so as to be able to contribute to alternative livelihood solutions and improve the economy of coastal communities. The method of implementing this activity includes three stages, namely preparation, implementation and evaluation. After this activity is carried out, the people of Margasari Village have increased understanding, knowledge and motivation in utilizing mangrove fruit into syrup products and this product is expected to be one of the village's superior products and understand and increase the awareness of the people of Margasari Village, the importance of mangrove conservation and its sustainable use