cover
Contact Name
Muhammad Marzuki
Contact Email
marzukijppi@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jppi@unram.ac.id
Editorial Address
Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram Jalan pendidikan nomor 37, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27760847     DOI : https://doi.org/10.29303/jppi.v1i1
Ruang lingkup artikel yang diterbitkan oleh JPPI meliputi pengabdian kepada masyarakat pada bidang : Budidaya Perairan, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Pengolahan Hasil Perikanan, Tekhnologi Penangkapan Ikan, dan Ilmu Kelautan.
Articles 225 Documents
PENYULUHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus striatum DENGAN METODE KANTONG JARING DI DESA TABLOLONG, KABUPATEN KUPANG Kusuma, Ni Putu Dian; Amalo, Pieter; Pratiwi, Rifqah; Suhono, Lego; Serihollo, Lukas G G
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.340

Abstract

Perkembangan usaha budidaya rumput laut di Desa Tablolong terlihat stabil, namun perkembangan tersebut tidak diiringi dengan pembinaan dan pendampingan yang memadai sehingga produktivitasnya cenderung menurun dari waktu ke waktu. Belum tercapainya produksi tersebut karena lemahnya teknologi budidaya (bibit, metode budidaya, umur panen, dan penanganan pasca panen). Tujuan penelitian ini adalah menemukan metode yang tepat untuk meningkatkan produktivitas rumput laut Kappaphycus striatum. Metode kantong jaring merupakan salah satu modifikasi dari metode Long line dengan memanfaatkan kolom air (vertikal) dengan tujuan meningkatkan produksi rumput. Kegiatan diawali dengan sosialisasi, penyuluhan partisipatif, pendampingan, penerapan metode kantong jaring dan monitoring evaluasi. Penyuluhan Partisipatif untuk memberikan pemahaman kepada pembudidaya tentang konsep penerapan teknologi kantong jaring. Sistem usaha pembuatan Kantong Jaring mampu menyerap tenaga kerja dengan menggunakan bahan baku lokal. Penggunaan Kantong Jaring tidak menimbulkan polusi udara, air maupun tanah. Monitoring bertujuan untuk mengamati lokasi budidaya terutama pada rumput laut terhadap hal-hal yang dapat mengganggu aktivitas dan pertumbuhan rumput laut. Pembudidaya rumput laut di Desa Tablolong mampu meningkatkan pendapatan keluarganya dengan menerapkan metode kantong jaring dalam membudidayakan rumput laut Kappaphycus striatum. Hal ini karena produktivitas rumput laut yang menggunakan metode kantong jaring lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional (Longline) yang sebelumnya biasa digunakan oleh pembudidaya di Desa Tablolong. Pencapaian ini tidak terlepas dari penyuluhan dan pendampingan yang diberikan saat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berlangsung.
UPAYA PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR SISA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN KONSORSIUM BAKTERI DAN KEPADATAN Chlorella sp.YANG BERBEDA Pratiwi, Rizky kusma; Arfiati, Diana
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.341

Abstract

Pengolahan limbah cair sisa budidaya udang di tambak perlu dilakukan sebelum air limbah tersebut masuk ke perairan umum. Dalam proses penurunan bahan organik selalu diperoleh kadar CO2 yang tinggi bahkan melebihi ambang batas untuk perairan umum. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mendapatkan kadar bahan organik terendah dan mengetahui kepadatan terbaik dari mikroalga (Chlorella sp.) yang dapat menurunkan kadar CO2 sampai tingkat terendah dengan waktu tercepat. Metode penelitian adalah RAL dengan 6 perlakuan , 2 kontrol dan 3 ulangan. Masing-masing bak perlakuan diisi 4 liter air (sisa Budidaya Udang Vaname selama 118 hari) dan di tambahkan konsorsium bakteri 3 gram/L lalu ditambahkan mikroalga dengan kepadatan 104 sel/ml, 105 sel/ml dan 106 sel/ml. Pengamatan fisika kimia air dan mikroalga dilakukan setiap 6 jam selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan mengalami penurunan bahan organik yang nilainya hampir sama dengan kontrol. Kadar karbondioksida mengalami penurunan dari kadar 11,88 mg/ L menjadi 0 mg/L setelah 72 jam. Kadar bahan organik mengalami penurunan dari 39.2 mg/l menjadi 0.2 mg/l setelah 54 jam. Selama penelitian suhu berkisar antara 23 - 26°C, pH 7 - 9, oksigen terlarut 6,0 – 9,3 mg/l, salinitas 10 – 13 mg/l. Dapat disimpulkan bahwa bahan organik dapat menurun sampai dengan 99,7 % setelah 54 jam dan CO2 dapat menurun sampai 100 % setelah 72 jam. Apabila diperlukan penambahan mikroalga untuk membantu menurunkan kadar CO2, maka disarankan menggunakan kepadatan mikroalga 106 sel/ml atau 55.5 ml/L agar tidak terjadi blooming mikroalga di perairan umum.
KEPADATAN DAN POLA SEBARAN RAJUNGAN Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN PESISIR KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN KUBU RAYA Putri, Winda Eka; Setyawati, Tri Rima; Rousdy, Diah Wulandari
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.343

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan biota akuatik yang memiliki komoditas ekonomi dan dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir mangrove Kecamatan Batu Ampar, sehingga perlu mendapat pengawasan keberadaannya di alam. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengetahui kepadatan, pola sebaran, dan mengetahui korelasi karakteristik habitat rajungan dengan kepadatan. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2019-Februari 2020. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun penelitian menggunakan gill net berukuran 4 inchi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis meliputi kepadatan dan pola sebaran. Korelasi karakteristik habitat dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Pengaruh stasiun dan waktu penangkapan dianalisis menggunakan Anova dua jalur. Kepadatan rajungan berkisar 222-2581 ind/km2 dan berbeda selama bulan Desember-Februari. Pola Sebaran pada bulan Desember dan Januari termasuk seragam dan mengelompok, bulan Februari memiliki sebaran seragam dan acak. Stasiun penelitian tidak berpengaruh terhadap kepadatan rajungan, sedangkan waktu penelitian di Pesisir Batu Ampar memberikan pengaruh. Kepadatan populasi rajungan dan pola sebaran rajungan berkorelasi positif terhadap kedalaman, kecerahan, salinitas, pH air, kecepatan arus air, kecepatan angin, suhu air, DO, dan CO2 bebas.
BUDIDAYA SILVOFISHERY DI DESA MOROREJO KABUPATEN KENDAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM BUDIDAYA BERKELANJUTAN Perwitasari, Woro Kusumaningtyas; Muhammad, Fuad; Hidayat, Jaffran Wasiq
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.345

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan populasi penduduk di dunia akan mengakibatkan peningkatan eksploitasi sumberdaya alam. Desa Mororejo berada di kawasan pesisir Kabupaten Kendal dengan jumlah penduduk sekitar 4.258 jiwa. 60% dari jumlah penduduk tersebut bekerja sebagai petani tambak yang memanfaatkan lahan di pesisir. Budidaya tambak dengan sistem silvofishery/wanamina telah banyak diterapkan di Indonesia. Wanamina sebagai sebuah konsep usaha terpadu antara hutan mangrove dan perikanan budidaya yaitu budidaya di tambak menjadi alternatif usaha yang prospektif dan sejalan dengan prinsip blue economy. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menentukan sistem silvofishery/wanamina yang diterapkan di desa Mororejo, Kabupaten Kendal dan mengetahui produktivitas primer perairan tambak silvofishery yang ada di desa Mororejo. Metode kegiatan berupa pengamatan lokasi dan pengambilan sampel paramaterdi tambak. Hasil kegiatan adalah sistem silvofishery yang banyak diterapkan di desa Mororejo adalah sistem empang parit dengan jenis tanaman mangrove Rizophora sp dan Avicenia sp. Sedangkan produktivitas primer tambak sebesar 118 gC/cm/tahun dan nilai klorofil α 1.7 – 2.2 µg/L dengan nilai DO 3-7 ppm, salinitas 25-32 ppt, suhu 28-300C, pH sebesar 7-8 , nitrat sebesar 0,1 – 0,18 mg/L dan ammoniak sebesar 0,01 ppm. Silvofishery atau wanamina yang ada di desa Mororejo, Kendal masih dalam kondisi layak untuk mendukung budidaya berkelanjutan.
PENAMBAHAN KONSORSIUM BAKTERI DAN AERASI PADA UPAYA PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR SISA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Alvateha, Dini; Arfiati, Diana; Lailiyah, Shofiatul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.346

Abstract

Air limbah tambak udang yang akan dibuang ke perairan umum harus memenuhi baku mutu yang berlaku agar tidak mencemari perairan setempat. Manajemen limbah budidaya yang baik merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Penambahan konsorsium bakteri dan aerasi diduga mampu mempercepat penurunan bahan organik pada air limbah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan penurunan kadar bahan organik dan kadar karbondioksida terbanyak dengan waktu tersingkat pada air sisa budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan penambahan konsorsium bakteri dan aerasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Rancangan penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap menggunakan 6 perlakuan yakni perlakuan aerasi, tanpa aerasi, tutupan, kontrol aerasi, kontrol tanpa aerasi, dan kontrol tutupan dengan 4 kali ulangan. Berdasarkan uji Tukey hasil terbaik dalam penurunan bahan organik didapatkan pada perlakuan tutupan dengan penambahan konsorsium bakteri pada jam ke-30 yang mengalami penurunan 99,34%, kadar bahan organik awal 61 mg/L menjadi 0,4 mg/L. Penurunan kadar karbondioksida tercepat yakni pada perlakuan penambahan aerasi dan konsorsium bakteri pada jam ke-186 dapat menurunkan kadar karbondioksida (dari kadar awal 29,6 mg/L menjadi 0 mg/L). Kualitas air dapat mempengaruhi kerja dari bakteri yang menguraikan bahan organik dan menghasilkan karbondioksida. Penurunan kadar bahan organik terbanyak dengan waktu tersingkat yakni dengan perlakuan tutupan pada jam ke-30, dan penurunan karbondioksida terbanyak dengan waktu tersingkat dengan perlakuan aerasi pada jam ke-186.
PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA PANTAI NAPAK TILAS DESA LEMBAR SELATAN PADA MASA PANDEMIC COVID-19 Suprianti, Baiq Novi; Istagina, Dina; Halimiaty, Siti; Buhari, Nurliah
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.390

Abstract

Desa Lembar Selatan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Selain memiliki potensi wisata hutan mangrove juga memiliki potensi pantai yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata Salah satu pantai tersebut adalah Pantai Napak Tilas. Pantai ini merupakan pantai berpasir dan mempunyai pemandangan yang unik. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan pengembangan dan penataan destinasi wisata Pantai Napak Tilas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui program Kuliah Keja Nyata (KKN) selama 30 hari pada bulan Juni – Juli 2021. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan survei potensi wisata, penataan, dan pengembangan wisata. Survei dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan pemerintah desa. Penataan dan pengembangan wisata dilakukan dengan membuat program kerja sesuai dengan permasalahan yang ditemukan saat survei. Seluruh program yang direncanakan untuk mengembangkan Pantai Napak Tilas seperti kegiatan bersih pantai, pembuatan sarana pendukung dan promosi melalui media sosial dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan mengikuti protokol Covid-19. Namun demikian, masalah sampah kiriman menjadi tantangan besar terbesar dalam pengelolaan Pantai Napak Tilas sehingga diperlukan kerjasama lebih lanjut antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak swasta untuk menanganinya.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MESIN PAKAN IKAN OTOMATIS (FISH AUTO FEEDER) DENGAN SISTEM TIMER LISTRIK Setyowati, Dewi Nur'aeni; Azhar, Fariq; Mukhlis, Alis; Setyowati, Dewi Nur’aeni; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.444

Abstract

Permaslahan yang ditemui pada mitra usaha Milenial Jaya pada kegiatan penyuluhan ini adalah dalam pemberian pakan, para pembudidaya masih menebar pakan secara manual dan tidak tidak berpatokan pada waktu makan dan laju pengosongan lambung ikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan mesin pakan ikan otomatis yang dapat membantu memudahkan para pembudidaya dalam memberikan pakan pada ikan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dengan menyampaikan informasi kepada pembudidaya terkait teknologi mesin pakan ikan otomatis (Fish Auto Feeder) dengan sistem timer listrik dan demonstrasi pengoprasian teknologi mesin pakan ikan otomatis. Hasil dari kegiatan pengabdian ini cukup baik yakni masyarakat cukup antusias dan tertarik dengan kegiatan penyuluhan yang dilakukan, hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan bertanya terkait mesin pakan yang didemonstrasikan. Dari kegiatan penyuluhan dapat membantu pembudidaya dalam memanajemen pemberian pakan secara efektif menggunakan teknologi modern yang dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu kualitas produk budidaya mitra usaha Milenial Jaya di Desa Gontoran Kecamatan Lingsar.
PEMANFAATAN BAHAN BAKU LOKAL SEBAGAI PAKAN IKAN UNTUK KELOMPOK BUDIDAYA IKAN DI KOTA TERNATE Andriani, Rovina; Muchdar, Fatma; Ahmad, Khamsiah; Juharni
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.455

Abstract

Pakan merupakan salah satu komponen strategis yang sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya. Pada kegiatan tersebut, hampir 60-70% dari total biaya produksi digunakan untuk pembelian pakan. Tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan pakan ikan ini adalah untuk membantu pembudidaya ikan dalam memenuhi ketersediaan pakan selama budidaya sehingga dapat menekan biaya pakan yang relatif mahal. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juli 2021 yang bertempat di Laboratorium Sistem dan Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun dengan melibatkan keterwakilan pelaku usaha budidaya dan mahasiswa program studi budidaya perairan. Metode pelatihan terdiri dari penyuluhan langsung bagaimana membuat pakan yang baik dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar dan mudah didapat serta murah. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pembuatan pakan ikan dapat dilakukan oleh pembudidaya ikan dengan mudah, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan dapat diperoleh di wilayah sekitar sehingga mempermudah pembudidaya untuk membuat pakan sendiri tanpa tergantung dari pakan komersial (pabrik), hal ini dapat membantu menekan biaya pakan yang selama ini menjadi masalah ditingkat pembudidaya.
SOSIALISASI PENANGANAN KESEHATAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR PANTAI KALUKU KOTA BAUBAU DI ERA PANDEMI COVID-19 Failu, Ismail; Hamar, Bahtiar; Bone, Abdul Hadi; Azizu, Azelia Monica
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.495

Abstract

Pesisir pantai Kaluku terletak di wilayah Kota Baubau mempunyai sumberdaya laut yang sangat melimpah, salah satu diantaranya adalah rumput laut. Masyarakat pantai Kaluku didominasi oleh mata pencaharian sebagai nelayan yang aktivitasnya membudidayakan rumput laut, namun kendala yang dihadapi adalah adanya pengaruh pada pertumbuhan rumput laut yang disebabkan oleh hama penyakit yang menempel dan kurangnya pengetahuan tentang penggunaan teknologi pengembangan pertumbuhan rumput laut. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap penanganan kesehatan rumput laut secara efektif guna meningkatkan taraf pendapatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Kaluku Kota Baubau melalui produksi rumput laut di era pandemi Covid-19. Kegiatan PkM ini dimulai dengan konsultasi ke Pemerintah Desa dan koordinasi dengan pihak mitra, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan penanganan kesehatan rumput laut. Hasil dari kegiatan adalah terbentuknya mitra produksi yang memproduksi rumput laut beserta pemasarannya. Selain itu, produk rumput laut akan dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan oleh-oleh khas Kota Baubau, Kampung Lingkungan Kaluku
PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL MELALUI PENGUATAN KEARIFAN LOKAL DAN PRANATA SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN GILI AIR, KABUPATEN LOMBOK UTARA Amir, Sadikin; Hilyana, Sitti; Waspodo, Saptono; Larasati, Chandrika Eka; Amir , Sadikin; Hilyana, Siiti; Astriana, Baiq Hilda
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.499

Abstract

Keberadaan kearifan lokal dalam masyarakat merupakan hasil dari proses adaptasi turun menurun dalam periode waktu yang sangat lama terhadap suatu lingkungan yang biasanya didiami ataupun lingkungan dimana sering terjadi interaksi didalamnya. Seiring berjalannya waktu, dengan masuknya era globalisasi, timbullah sebuah trend modernitas yang masuk ke suatu kawasan yang menyebabkan terjadinya degradasi kearifan lokal disuatu wilayah. Salah satunya yaitu kawasan Gili Air, Kabupaten Lombok Utara yang dikenal dengan kawasan wisata pesisir dan pulau-pulau kecil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan adanya penguatan kearifan lokal pada masyarakat nelayan sekitar Gili Air, serta mengedepankan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi daya tarik dan menjadikan nilai ekonomis bagia masyarakat nelayan. Metode pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu dengan melakukan metode penyelesaian masalah. Penyelesaian masalah ini meliputi penyuluhan dan pendampingan kelompok masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa salah satu bentuk riil dari kearifan lokal yang dimiliki oleh wilayah Pulau Lombok khususnya di Desa Gili Indah adalah awig-awig. Awig-awig adalah norma hukum adat disuatu wilayah yang mengikat bagi seluruh warga adat. Masyarakat Desa Gili Indah banyak yang belum memahami isi dari awig-awig tersebut. Hal ini disebabkan oleh terputusnya informasi dari perangkat desa ke warga sekitar terutama masyarakat kalangan muda. Peraturan Desa Gili Indah lebih memadai dan lebih komprehensif untuk dilaksanakan dan dibandingkan dengan awig-awig yang hanya terbatas pada pengaturan tentang pengambilan sumberdaya pesisir dan laut saja. Perlu dilakukan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat, agar mereka lebih meningkat pemahaman dan pengetahuannya tentang Peraturan Desa tersebut. Seperti halnya awig-awig yang secara terus menerus disampaikan lewat “tutur” dari para tokoh lokal maupun masyarakat dari generasi ke generasi telah terbukti mampu diadopsi dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal inilah yang merupakan salah satu kekuatan daripada awig-awig jika dilihat dari sisi penerimaan dan adopsinya pada masyarakat karena proses penyampaiannya adalah secara kontinyu dan konsisten pada setiap kegiatan masyarakat.